Membuat File ISO Menggunakan Konsol Terminal Di Ubuntu 9.10

2 views
Skip to first unread message

Anfos Sin

unread,
May 29, 2024, 11:46:38 AM5/29/24
to calwallsiles

Memilih distribusi Linux yang perlu diinstall terkadang lumayan bikin pusing karena banyaknya versi yang tersedia dan berbagai fitur yang ditawarkannya. Dari sekian banyak distro Linux yang ada saat ini, Ubuntu adalah yang paling populer dan kami rekomendasikan.

Membuat file ISO Menggunakan Konsol Terminal di Ubuntu 9.10


DOWNLOAD >>> https://t.co/o81L7HOSbW



Bisa dibilang, Ubuntu merupakan distro Linux terbaik karena praktis, mudah disesuaikan, dan bisa diatur mengikuti kebutuhan user. Cara menginstal Ubuntu juga sebenarnya tidak sulit, asalkan Anda mengikuti panduan yang tepat.

Tenang, jangan cemas dulu. Di artikel ini, kami akan menjelaskan 2 cara install Ubuntu dengan mudah menggunakan GUI di PC atau laptop, serta daftar persyaratan dan semua yang Anda butuhkan untuk menginstalnya. Yuk, ikuti dengan teliti ya!

Ingat, cara ini hanya bisa diterapkan pada komputer desktop dan bukan untuk user VPS. Sebab, di sini kami akan menginstal Ubuntu dengan antarmuka grafis (graphical interface). Kalau Anda lebih suka antarmuka command-line, sebaiknya gunakan VPS hosting.

Cara menginstal Ubuntu di Desktop yang paling optimal adalah dengan menghapus semua data dari hard drive. Apabila memilih metode ini, user perlu menghapus file OS lama dan menginstal versi baru Ubuntu.

Singkatnya, install Ubuntu di VM akan lebih cocok bagi tester software Ubuntu. Sebaliknya, user umum akan mendapatkan lebih banyak manfaat kalau menginstal Ubuntu di hardware fisik karena performa dan stabilitasnya lebih optimal.

Setelah mendownload file ISO, Anda perlu membuat drive USB yang bisa di-boot. Drive ini akan digunakan untuk menginstal Ubuntu. Untuk membuatnya, Anda harus menggunakan software pihak ketiga, seperti Rufus.

Restart komputer Anda lalu akses BIOS. Biasanya, BIOS bisa dibuka dengan menekan tombol DEL atau F2 di keyboard setiap kali tulisan seperti pada gambar di bawah ini muncul:

Sekarang simpan dan tutup BIOS. Tunggu beberapa menit, kemudian Ubuntu installer akan mulai berjalan. Setelah prosesnya dimulai, Anda bisa lanjut ke bagian berikutnya tentang Ubuntu installer di artikel ini.

Kalau Anda tidak ingin menghapus hard drive sepenuhnya, cobalah metode penginstalan VirtualBox. Dengan metode ini, Ubuntu akan diinstal di dalam virtual machine sehingga benar-benar terpisah dari sistem utama.

Apabila muncul pertanyaan tentang network interfaces (antarmuka jaringan), pilih Yes. Perlu diketahui bahwa koneksi internet mungkin akan terputus selama beberapa menit selama penginstalan.

Tentukan nama virtual machine dan pilih jumlah RAM yang akan digunakan. Sebaiknya alokasikan setengah dari yang digunakan sistem utama. Misalnya, kalau komputer Anda punya RAM 8 GB, sediakan 4 GB untuk virtual machine.

Selanjutnya, pilih lokasi file untuk virtual machine, tentukan ukuran file dan klik Create. Di sini, kami membiarkan hard disk file type dan dynamically allocated pada opsi defaultnya.

Penyimpanan dinamis menghemat banyak ruang karena akan bertambah seiring dengan semakin banyaknya data dalam disk virtual. Sementara itu, penyimpanan tetap (fixed size) akan menggunakan seluruh ruang sejak awal.

Selesai! Anda berhasil membuat virtual machine. Tapi, VM akan menampilkan pesan error tentang tidak adanya perangkat boot. Untuk mengatasinya, pilih Settings, karena di sini Anda perlu memilih file ISO Ubuntu yang tadi sudah didownload.

Pilih bahasa installer, lalu pilih opsi Install Ubuntu di langkah berikutnya. Di sini, ada juga opsi untuk menguji Ubuntu. Apabila Anda memilih opsi ini, file hard drive tidak akan dihapus.

Install software lewat Terminal di Linux terdengar sedikit menakutkan dan membingungkan bagi pengguna-Linux baru. Meski ada juga yang merasa exited karena cara ini terlihat lebih keren. Pasalnya, mengetik perintah atau command-line di Terminal Ubuntu atau Distro Linux lainnya akan membuat kita terlihat lebih keren--layaknya seorang programmer komputer yang hebat di depan orang awam.

Pada kenyataanya, install aplikasi via Terminal sebenarnya sangat mudah. Bahkan kita tidak perlu repot-repot menghafalnya karena bisa langsung copy-paste. Berbagai perintah untuk install software Ubuntu, Debian, Linux Mint, ElementaryOS, Pop!_OS, hingga Lubuntu dan Xubuntu, kini bisa dengan mudah kita temukan di internet. Seperti yang akan kamu jumpai di bawah ini. Dimana saya telah mengumpulkan lebih dari 60 software Linux berbasis Debian yang bisa diinstall pakai Terminal Linux (langsung maupun tidak langsung).

Saya masih ingat dengan jelas ketika pertama kali saya mengenal Linux, sekitar tahun 2007/2008. saat itu, cara instal software di Linux yang paling populer adalah menggunakan repository. Bagi saya yang awam, mencari dan menghafal satu persatu hal-hal penting yang harus diinstall pada repository bukan perkara mudah. Apalagi, ingatkan saya tidak sebaik yang saya harapkan. Karena agak kesulitan, saya sempat menyerah menggunakan Linux dan kembali ke Windows.

Namun, sejak memutuskan kembali menggunakan Linux berbasis Debian dan Ubuntu serta turunannya seperti ElementaryOS atau LinuxMint sekitar tahun 2013 lalu, saya lebih sering install software di Linux via Terminal. Karena menurut saya, install aplikasi di Terminal terasa lebih mudah, cepat, dan menyenangkan.

Saya merasa sangat terbantu oleh sintaks atau command line yang sederhana serta mudah dihafalkan. saya juga dimudahkan karena, semasa kuliah dulu, saya sudah mengenal dasar-dasar command line saat menggunakan command prompt Windows.

Perkembangan ini tentu saja sangat positif dan sangat saya apresiasi. Karena pasti sangat membantu, terutama bagi pengguna Linux baru. Tapi meskipun sudah ada Software-Center, namun saya masih tetap suka menginstal software pakai Terminal. Mengapa? berikut jawabannya.

Meskipun saat ini App Center atau Software Center sudah tersedia di sebagian besar Distro Linux. Terutama yang berbasis Debian dan Ubuntu serta turunannya, namun saya masih suka menginstal berbagai macam aplikasi melalui Terminal. Ada 5 alasan utama mengapa saya masih suka melakukannya.

Nah, buat kamu yang kebetulan baru mencoba Linux berbasis Debian atau Ubuntu dan turunannya, serta tertarik untuk menginstal berbagai macam aplikasi via Terminal. Berikut adalah perintah atau command dari sejumlah aplikasi yang saya anggap penting dan paling sering saya install. Kamu bisa mengetik secara manual langsung di Terminal atau bisa juga dengan cara copy-paste jika tidak ingin repot. Sedangkan arti command di Terminal Linux ini (i/Allah) akan bisa kamu lihat pada update artikel saya selanjutnya.

Saat ini, Google Chrome hanya mendukung Linux versi 64-bit. Jadi, jika kamu berencana untuk menginstal Linux 32 bit, sebaiknya gunakan browser alternatif lainnya seperti Chromium, Slimjet, atau Epiphany browser.

Slimejet adalah browser web yang berbasis proyek Chromium. Namun perlu diingat, browser ini bukan browser open source. Meski demikian, Slimjet sesuai dengan namanya, menawarkan kecepatan dan aplikasi yang ringan. Sehingga sangat cocok apabila digunakan untuk laptop yang spesifikasinya tidak terlalu tinggi. Atau, laptop yang menjalankan Linux 32bit.

UNetbootin adalah software yang bisa digunakan untuk membuat live USB Linux Installer. Jadi, kalau suatu saat kamu tertarik untuk menginstal sejumlah Distro Linux atau OS lain (seperti Windows 10), kamu bisa menggunakan software ini agar bisa install Linux ke pakai USB. Selain software Unetbooting, sebenarnya masih ada banyak software Ubuntu lainnya yang bisa digunakan untuk membuat live USB Installer. Seperti misalnya, Etcher USB Image Writer serta Gnome Multi-Writer

GIMP (GNU Image Manipulation Program) adalah software image editor lintas platform yang tidak hanya tersedia di Linux tetapi juga bisa di-instal di Windows dan OS-X. Gimp adalah software alternatif untuk Adobe Photoshop.

Ada banyak file pada sistem Linux yang hanya bisa diubah apabila kamu berperan sebagai administrator. Cara paling mudah untuk membuka dan mengedit file yang ada pada sistem adalah dengan mengubah status user menjadi administrator. Agar bisa mengedit file root sebagai administrator caranya bisa dengan menggunakan file Explorer (Nautilus). Setelah Nautilus terinstall, kamu bisa langsung menjalankan Nautilus file explorer via Terminal dengan mengetikkan:

Segera, kamu akan melihat jendela file explorer baru yang memungkinkan kamu menambah atau menghapus serta merubah file di sistem. Misalnya, untuk menambah atau mengubah icon, theme, atau script/sintaks tertentu.

Ini adalah salah satu software video editor gratisan yang paling sering saya gunakan karena, antarmukanya yang sangat sederhana serta mudah digunakan dan mudah dipahami. Disamping itu, fiturnya juga lumayan lengkap.

Salah satu kekurangan Openshot video editor adalah absennya fitur video stabilizer yang sering dibutuhkan untuk menstabilkan video yang goyang. Nah, jika kamu membutuhkan fitur yang satu ini, menginstal Kdenlive bisa jadi pilihan tepat.

Pada umumnya, LinuxMint maupun Ubuntu dan beberapa turunannya telah menyertakan storage atau USB formatter sebagai software bawaan. Namun jika tidak tersedia, kamu bisa menginstal aplikasi Gparted ini.

Salah satu cara paling mudah untuk menginstal game, MS Office, software grafis seperti Adobe Photoshop dan Illustrator, utility software, dan berbagai macam software berbasis Windows lainnya adalah dengan menggunakan bantuan PlayOnLinux.

Wine adalah software di Ubuntu yang bisa digunakan untuk menginstal berbagai macam aplikasi Windows di Linux. beberapa software Windows yang pernah saya coba install dengan menggunakan Wine atau PlayOnLinux dan berjalan cukup lancar diantaranya salah:

TeamViewer adalah aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk meremote (mengendalikan) atau mengakses komputer lain melalui jaringan/internet yang berjalan cukup lancar di Linux. Software ini sering saya gunakan untuk membantu teman-teman pemula yang kesulitan saat menggunakan Linux.

Software Gnome atau Elementary Tweak, kedua-duanya berguna untuk memudahkan kita mengganti theme, icon, font UI, mematikan animasi, mengubah 1x menjadi 2x saat membuka folder, serta untuk mengatur top bar.

bcf7231420
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages