Asal Usul Nyi Roro Kidul Asli Di Pantai Selatan

0 views
Skip to first unread message

Aila Gilb

unread,
Aug 5, 2024, 11:12:48 AM8/5/24
to caithetige
NyiRoro Kidul digambarkan sebagai sosok wanita cantik bergaun hijau yang tinggal di istana yang terletak di pantai selatan. Banyak versi dari asal usul keberadaan Nyi Roro Kidul ini.

Dikisahkan di tanah Jawa, lebih tepatnya di daerah yang bernama Padjadjaran terdapat sebuah kerajaan purba yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi ke VI. Prabu Siliwangi memiliki kegemaran berburu hewan di hutan belantara. Suatu saat ia sedang asyik berburu dan secara tidak sadar telah masuk kedalam hutan yang lebih jauh. Prabu Siliwangi tidak dapat menemukan jalan keluar dari hutan tersebut.


Setelah berputar putar untuk menemukan jalan keluar, Prabu Siliwangi tiba-tiba saja bertemu dengan seorang perempuan cantik di dalam hutan tersebut. Prabu Siliwangi merasa lega dan segera menghampiri perempuan tersebut. Setelah berkenalan diketahui bahwa ternyata perempuan cantik tersebut sudah lama tinggal di hutan. Sang perempuan tersebut akan mengantarkan dan menunjukkan dimana jalan keluar dari hutan, namun dengan syarat Prabu Siliwangi harus menginap beberapa hari di istananya.


Singkatnya, Prabu Siliwangi menyetujui syarat tersebut dan mulai tinggal beberapa hari di istana si perempuan cantik. Prabu Siliwangi tinggal lebih lama dari rencana sebelumnya karena Prabu Siliwangi merasa jatuh hati dengan sang perempuan tersebut dan pada akhirnya mereka menikah.


Setelah beberapa waktu, Prabu Siliwangi kembali ke kerajaannya seorang diri tanpa sang istri. Sesampainya di kerajaan, semua rakyat merasa bahagia mengetahui bahwa sang raja telah kembali. Mereka sempat berfikir bahwa raja telah meninggal karena sudah berhari-hari tidak ada di istananya. Prabu Siliwangi menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sudah ia tinggalkan saat dia di hutan. Hingga beberapa bulan berlalu dan ia mulai melupakan keberadaan istrinya yang ada di dalam hutan.


Pada suatu malam, ketika Prabu Siliwangi sedang tertidur pulas, dia tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara tangisan bayi. Kemudian sang Prabu langsung bangun dan menghampiri sumber suara bayi itu yang ternyata ada di pintu depan istana. Prabu merasa bingung pada bayi itu namun dia tetap menggendongnya.


Di saat kebingungan tersebut, tiba-tiba saja didepan Prabu Siliwangi muncul asap serta cahaya putih. Perlahan asap tersebut berubah menjadi sosok perempuan yang tak lain adalah istri dari Prabu Siliwangi.


Sang istri mengatakan bahwa bayi tersebut merupakan anak mereka dan dia meminta sang Prabu untuk merawatnya selayaknya manusia. Belum sempat bertanya banyak kepada istrinya, dalam sekejap mata sang istri menghilang lagi. Prabu Siliwangi kemudian membawa putrinya masuk dan memberikan nama pada bayi tersebut dengan nama Putri Kadita.


Putri Kadita tumbuh sebagai gadis yang cantik dan berbudi pekerti baik. Kecantikan Putri Kadita terkadang mengingatkan Prabu Siliwangi kepada istrinya. Sang Prabu berusaha mencari istrinya ke dalam hutan namun hasilnya sia-sia. Prabu Siliwangi mulai mengkhawatirkan akan kerajaannya. Dia tidak memiliki istri dan anak laki laki sebagai penerusnya kelak.


Kemudian Prabu Siliwangi meminta izin kepada Putri Kadita bahwa dia ingin menikah lagi. Putri Kadita menyetujui hal tersebut. Dan akhirnya Prabu Siliwangi menikah dengan putri bangsawan bernama Dewi Mutiara.


Setelah beberapa bulan menikah, Dewi Mutiara akhirnya mengandung seorang bayi. Semasa kehamilannya, Dewi Mutiara berubah menjadi ratu yang pemarah dan egois. Semua permintaan ratu selalu dituruti oleh Prabu Siliwangi. Editor: Ainun Najib


Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu yang mengisi alam kehidupan sebagai dewi padi dan dewi alam yang lain. Sedangkan Nyi Roro Kidul mulanya merupakan putri Kerajaan Sunda yang diusir ayahnya karena ulah ibu tirinnya.


Nyi Roro Kidul juga dikenal dengan berbagai nama yang mencerminkan berbagai kisah berbeda dari asal-usulnya, legenda, mitologi, dan kisah turun-temurun. Ia lazim dipanggil dengan nama Ratu Laut Selatan dan Gusti Kanjeng Ratu Kidul.[2] Menurut adat-istiadat Jawa, penggunaan gelar seperti Nyai, Kanjeng, dan Gusti untuk menyebutnya sangat penting demi kesopanan.


Terkadang orang juga menyebut namanya sebagai Nyai Loro Kidul. Bahasa Jawa loro merupakan sebuah homograf untuk "dua - 2" dan "sakit, menderita". Sementara bahasa Jawa rara (atau roro) memiliki arti "gadis". Seorang ortografer Belanda memperkirakan terjadinya perubahan dari bahasa Jawa kuno roro menjadi bahasa Jawa baru loro, sehingga terjadi perubahan arti dari "gadis cantik" menjadi "orang sakit".[3]


Masyarakat Sunda mengenal legenda mengenai penguasa spiritual kawasan Laut Selatan yang berwujud perempuan cantik yang disebut Nyi Rara Kidul. Legenda yang berasal dari Kerajaan Sunda Pajajaran dari abad ke-15 berumur lebih tua daripada legenda Kerajaan Mataram Islam dari abad ke-18. Meskipun demikian, penelitian atropologi dan kultur masyarakat Jawa dan Sunda mengarahkan bahwa legenda Ratu Laut Selatan Jawa kemungkinan berasal dari kepercayaan animistik prasejarah yang jauh lebih tua lagi, dewi pra-Hindu-Buddha dari samudra selatan. Ombak Samudra Hindia yang ganas di pantai selatan Jawa, badai serta terkadang tsunami, kemungkinan telah membangkitkan rasa hormat serta takut terhadap kekuatan alam, yang kemudian dianggap sebagai alam spiritual para dewata serta lelembut yang menghuni lautan selatan yang dipimpin oleh ratu mereka, sesosok dewi, yang kemudian diidentifikasikan sebagai Ratu Kidul.


Salah satu cerita rakyat Sunda menceritakan Dewi Kadita, putri cantik dari kerajaan Sunda Pajajaran, yang melarikan diri ke lautan selatan setelah diguna-guna. Guna-guna tersebut dikeluarkan oleh seorang dukun atas perintah saingannya di istana (ibu tiri) , dan membuat putri tersebut menderita penyakit kulit yang menjijikkan. Ia mendapat bisikan gaib dari ibunya untuk melompat ke lautan yang berombak ganas dan kemudian ia menjadi sembuh serta kembali cantik. Para lelembut kemudian mengangkatnya menjadi Ratu Lelembut Laut Selatan yang legendaris.[4]


Versi yang serupa adalah Kandita, putri tunggal Raja Munding Wangi dari Galuh Pakuan. Karena kecantikannya, ia dijuluki Dewi Srngng ("Dewi Matahari"). Meskipun mempunyai seorang putri yang cantik, Raja Munding Wangi bersedih karena ia tak memiliki seorang putra yang dapat menggantikannya sebagai raja. Raja kemudian menikah dengan Dewi Mutiara dan mendapatkan putra dari pernikahan tersebut.


Dewi Mutiara ingin putranya dapat menjadi raja tanpa ada rintangan di kemudian hari, sehingga ia berusaha menyingkirkan Kandita. Dewi Mutiara menghadap Raja dan memintanya untuk menyuruh Kandita pergi dari istana. Raja berkata bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putrinya. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara tersenyum dan berkata manis sampai Raja tidak marah lagi kepadanya.


Keesokan harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang tukang tenung. Dia menyuruh sang dukun untuk meneluh Kandita. Pada malam harinya, tubuh Kandita gatal-gatal dipenuhi kudis, berbau busuk dan penuh bisul. Ia menangis tak tahu harus berbuat apa. Raja mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan Kandita serta sadar bahwa penyakit tersebut tidak wajar, pasti berasal dari guna-guna. Dewi Mutiara memaksa Sang Raja untuk mengusir putrinya karena dianggap akan mendatangkan kesialan bagi seluruh kerajaan. Karena Sang Raja tidak menginginkan putrinya menjadi gunjingan di seluruh kerajaan, ia terpaksa menyetujui usulan Dewi Mutiara untuk mengasingkan putrinya dari kerajaan.


Kandita pergi berkelana sendirian tanpa tujuan dan hampir tidak dapat menangis lagi. Ia tidak dendam kepada ibu tirinya, melainkan meminta agar Sanghyang Kersa mendampinginya dalam menanggung penderitaan. Hampir tujuh hari dan tujuh malam, akhirnya ia tiba di Samudra Selatan. Air samudra itu bersih dan jernih, tidak seperti samudra lain yang berwarna biru atau hijau. Tiba-tiba ia mendengar suara gaib yang menyuruhnya terjun ke dalam Laut Selatan. Ia melompat dan berenang, air Samudera Selatan melenyapkan bisulnya tanpa meninggalkan bekas, malah membuatnya semakin cantik. Ia memiliki kuasa atas Samudera Selatan dan menjadi seorang dewi yang disebut Nyi Roro Kidul yang hidup abadi. Kawasan Pantai Palabuhanratu secara khusus dikaitkan dengan legenda ini.


Dalam salah satu cerita rakyat Sunda, Banyu Bening ("Air Jernih") menjadi ratu dari kerajaan Joyo Kulon. Ia menderita lepra kemudian berkelana menuju selatan. Ia ditelan ombak yang besar dan menghilang ke dalam samudra.[5]


Legenda Ratu Pantai Selatan berasal dari kata "nyi" yang berarti ratu, "roro" yang berarti indah atau cantik, dan "kidul" yang berarti selatan. Sehingga Nyi Roro Kidul berarti ratu cantik yang berkuasa di pantai selatan.


Keberadaan penguasa Laut Selatan ini mendatangkan banyak mitos. Salah satu mitos yang terkenal yakni adanya larangan memakai pakaian berwarna hijau di sekitar Pantai Selatan agar tidak digulung ombak dan ditarik ke Istana Nyi Roro Kidul.


Hal ini karena Nyi Roro Kidul tidak suka kalau ada manusia yang mengenakan warna pakaian kesukaannya sehingga orang tersebut akan dijadikan sebagai pelayannya di Istana. Kisah Nyi Roro Kidul sudah terkenal di penjuru Indonesia.


Bahkan, masyarakat di pesisir Pantai Selatan mengadakan mengadakan upacara Labuhan setiap tahunnya untuk mendapatkan berkah dari sang Penguasa Pantai Selatan. Tidak hanya di daerah Jawa, masyarakat Sunda yang berada di Pangandaran dan Pelabuhan Ratu juga mengadakan ritual hajat laut sebagai bentuk penghormatan kepada Penguasa Pantai Selatan.


Berdasarkan kisah yang berkembang, legenda Nyi Roro Kidul memiliki nama asli Putri Kandita. Beliau merupakan seorang putri Raja yang cantik jelita. Hingga suatu ketika, akibat dengki dari para saudaranya menyebabkannya pergi dari Istana. Lantas, seperti apa kelanjutan sejarah Nyi Roro Kidul? Simak selengkapnya di sini.


Zaman dahulu kala, di daerah Jawa Barat, terdapat Kerajaan Pakuan Pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi. Beliau dikenal sangat bijaksana dan dihormati oleh rakyatnya. Raja Prabu Siliwangi memiliki banyak anak, salah satunya bernama Putri Kandita.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages