Laju Reaksi In English

0 views
Skip to first unread message

Sherley

unread,
Aug 4, 2024, 11:39:41 PM8/4/24
to caheadpore
Disini k(T) merupakan konstanta laju reaksi yang bergantung pada suhu. [A] dan [B] merupakan konsentrasi molar zat A dan B dalam mol per satuan volume larutan, dengan asumsi bahwa reaksi berlangsung pada sejumlah volume larutan tersebut. (Untuk reaksi yang berlangsung pada suatu batasan maka digunakan mol A atau B per satuan luas).

Konstanta laju dapat dihitung untuk reaksi elementer dengan simulasi dinamika molekul.Salah satu pendekatan yang mungkin dilakukan adalah menghitung waktu tinggal rata-rata molekul dalam keadaan reaktan. Meskipun ini layak untuk sistem kecil dengan masa tinggal singkat, pendekatan ini tidak banyak diterapkan karena reaksi sering kali merupakan kejadian langka pada skala molekuler.Salah satu pendekatan sederhana untuk mengatasi masalah ini adalah Divided Saddle Theory.[3] Metode lainnya seperti prosedur Bennett Chandler,[4][5] dan Milestoning dikembangkan untuk kalkulasi konstanta laju.


Perhitungan konstanta laju proses pembentukan dan relaksasi partikel yang tereksitasi secara elektronik dan vibrasi sangatlah penting. Hal ini digunakan, misalnya, dalam simulasi komputer pada proses di dalam kimia plasma atau mikroelektronika. Model berbasis prinsip pertama harus digunakan untuk perhitungan tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan bantuan perangkat lunak simulasi komputer.


Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi tiap perubahan waktu. Perubahan tersebut bisa bertambah atau bisa berkurang. Adapun dikutip dari Modul Pembelajaran SMA Kimia Kelas XI oleh Kemendikbud, laju reaksi menggambarkan kecepatan proses pemakaian reaktan dan pembentukan produk dalam suatu reaksi kimia.


Luas permukaan mempercepat laju reaksi karena semakin luas permukaan zat, semakin banyak bagian zat yang saling bertumbukan dan semakin besar peluang adanya

tumbukan efektif menghasilkan perubahan.


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah menuntun manusia untuk berpikir lebih maju dalam segala hal, termasuk dalam bidang pendidikan. Perkembangan teknologi ini mendorong dunia pendidikan untuk selalu berupaya melakukan pembaharuan dan memanfaatkan teknologi yang ada dalam proses pembelajaran. Untuk menunjang proses pembelajaran yang berkualitas diperlukan suatu bahan ajar. Bahan ajar merupakan sumber belajar yang sangat penting untuk mendukung tercapainya kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran.


Materi pembelajaran kimia erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Materi Laju Reaksi melatih mahasiswa untuk mengamati fenomena Laju Reaksi dalam kehidupan sehari-hari dan diajak untuk merancang serta melakukan percobaan. Laju reaksi merupakan pokok bahasan yang mempelajari tentang teori tumbukan, perhitungan laju suatu reaksi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi kimia. Secara umum, materi yang terdapat pada pokok bahasan Laju Reaksi bersifat abstrak seperti teori tumbukan. Selain itu, Sub materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi pada pokok bahasan Laju Reaksi perlu diajarkan melalui pengamatan dan praktikum, dengan demikian siswa akan terpacu untuk berpikir kreatif.


Bahan ajar berbasis STEM adalah bahan ajar yang mengintegrasikan disiplin ilmu terkait. Pembelajaran bidang eksakta Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika dapat terjadi melalui STEM yakni pembelajaran antar ilmu pengetahuan untuk mempelajari konsep akademis yang dipadukan dengan dunia nyata sebagai pengaplikasian bidang tersebut. Pada pembelajaran STEM mahasiswa dituntut untuk memecahkan masalah, membuat pembaruan, menemukan/merancang hal baru, memahami diri, melakukan pemikiran logis serta menguasai teknologi.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains (KPS) peserta didik pada setiap indikator dan mengetahui persentase peserta didik yang memiliki tingkat keterampilan proses sains pada setiap kategori kemampuan (tinggi, sedang, dan rendah) pada materi laju reaksi dengan model pembelajaran Bounded Inquiry Laboratory. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods research dengan teknik purpossive sampling, dimana kelas yang diteliti yaitu XI IPA 2 di SMAN 16 Pekanbaru. Data diperoleh melalui tes dan lembar observasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan proses sains berupa soal uraian (essay) dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan keterampilan proses sains peserta didik dalam kategori cukup dengan persentase 57.94%. Dari sepuluh indikator yang dianalisis, indikator mengamati memiliki persentase paling tinggi yaitu 76.47% dan indikator berhipotesis memiliki persentase paling rendah yaitu 36.76%. Adapun peserta didik yang memiliki keterampilan proses sains dengan kategori tinggi yaitu sebanyak 9%, kategori sedang 35%, dan kategori rendah sebanyak 56%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik.


Anisa, T, M., Supardi., K.I., Sri Mantini Rahayu Sedyawati. (2014). Keefektifan Pendekatan Keterampilan Proses Sains Berbantuan Lembar Kerja Siswa Pada Pembelajaran Kimia, Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia. Vol 8, No. 2.


Ariani, M., Abdul Hamid, Leny. (2015). Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Koloid Dengan Model Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Pada Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 11 Banjarmasin. Jurnal Inovasi Pendidikan Sains. Vol.6, No.1.


Sebagai contohnya adalah larutnya gula di dalam air teh. Ada juga reaksi kimia yang dapat berjalan dengan lambat seperti terjadinya proses pengkaratan pada besi hingga reaksi kimia yang berjalan dengan begitu cepat seperti reaksi eksplosif yang terjadi pada bahan bakar. Tak hanya itu saja, pasalnya reaksi kimia juga ada yang berjalan dengan sangat lambat seperti perubahan grafit menjadi intan.


Sebelum kita membahas lebih dalam lagi mengenai laju reaksi. Nah hal pertama yang akan kita pelajari bersama adalah pengertian dari laju reaksi itu sendiri. Laju reaksi bisa diartikan sebagai kecepatan terjadinya proses suatu reaksi.


Lalu, laju reaksi juga bisa disebut sebagai perubahan konsentrasi reaktan atau produk per satuan waktunya. Dimana besaran laju reaksi bisa dilihat dari ukuran cepat lambatnya pada reaksi kimia yang terjadi.


Seperti yang dijelaskan di awal jika laju reaksi memiliki bentuk laju yang cukup cepat dan bahkan ada juga laju reaksi yang mampu berjalan dengan sangat lambat. Namun, pada reaksi kimia biasanya keberadaan dari laju reaksi akan berjalan dengan begitu cepat.


Pada proses pengkaratan laju reaksi akan berjalan lebih lambat. Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut pada reaksi yang terjadi pada setiap detik rekasi. Lalu, untuk molaritas bisa diartikan sebagai ukuran yang menjelaskan banyaknya mol zat terlarut dalam satu liter larutannya.


Pada pengertian laju reaksi, ada sebuah teori yang menjelaskan akan hal tersebut. Teori tersebut disebut sebagai teori tumbukan. Jika dilihat dari teori tumbukan, reaksi kimia dapat terjadi jika disebabkan oleh suatu hal seperti ketika partikel-partikel saling bertumbukan.


Teori tumbukan menjelaskan jika ketika partikel reaktan yang sesuai akan saling bertumbukan. Namun, hal tersebut hanya terjadi pada persentase tertentu dari tumbuhan dan kondisi ini juga akan menyebabkan adanya perubahan kimia yang nyata atau signifikan.


Ketika tumbukan akan memutus ikatan yang sudah terbentuk, maka akan terjadi pembentukan ikatan baru. Hal tersebut akan menjadikan produk reaksi mengalami peningkatan konsentrasi partikel reaktan atau terjadinya kenaikan suhu.


Sebelumnya telah dijelaskan jika besaran lajur dari suatu reaksi kimia dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Nah faktor inilah yang kemungkinan akan mampu mengendalikan laju reaksi, baik itu memperlambat laju reaksi yang tak diinginkan ataupun meningkatkan laju reaksi yang menguntungkan.


Setidaknya, ada empat faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Mulai dari konsentrasi, temperatur, luas permukaan kontak dan katalis. Penjelasan akan setiap faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut ini.


Faktor pertama yang memungkinkan memberikan pengaruh terhadap laju reaksi adalah konsentrasi. Secara mudahnya ketika semakin besar konsentrasi reaktan, maka laju reaksi yang dihasilkan juga semakin besar. Hal tersebut bisa terjadi ketika adanya konsentrasi yang besar. Selain itu kondisi ini juga bisa menjadi tanda jika molekul-molekul dalam suatu zat juga semakin banyak. Banyaknya molekul inilah yang menjadikan adanya peluang tumbukan.


Faktor kedua adalah temperatur yang juga mampu mempengaruhi keberadaan laju reaksi. Ketika temperature dalam kondisi lebih tinggi akan menyebabkan adanya molekul yang lebih cepat dalam bergerak. Hal ini memungkinkan terjadinya tumbukan yang lebih sering pada beberapa molekul. Adanya energi yang lebih tinggi menjadikan reaksi kimia lebih mudah terjadi. Sehingga temperatur yang lebih tinggi dapat kita asumsikan akan menyebabkan kondisi laju reaksi yang semakin besar.


Luas permukaan kontak juga akan mempengaruhi laju reaksi. Jika suatu za dengan fase pada beraksi, maka hanya molekul yang ada pada permukaan zat tersebutlah yang mampu bereaksi. Sedangkan untuk partikel yang ada pada bagian dalam serta tertutup oleh partikel permukaan tidak akan melakukan suatu reaksi. Luas permukaan zat padat yang melakukan kontak bisa kita sebut sebagai laju reaksi. Ketika luas permukaan kontak semakin tinggi, maka peluang suatu zat untuk melakukan proses reaksi juga akan semakin tinggi sehingga laju reaksi yang ia miliki juga akan berubah menjadi lebih cepat.


Katalis merupakan suatu zat yang dapat membantu suatu reaksi dapat berlangsung secara lebih cepat. Dengan kondisi penurunan energi aktivasi reaksi atau bahkan dengan mencari jalan lain reaktan akan bereaksi pada energi aktivasi sebagai energi yang menghalangi terjadinya proses reaksi.


Ketika adanya proses penambahan katalis ke dalam suatu reaksi, maka energi penghalang akan berubah menjadi semakin kecil hingga membutuhkan energi yang lebih sedikit dengan suhu reaksi yang lebih rendah pula. Proses ini juga akan menjadikan terjadinya reaksi yang semakin cepat.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages