Fwd: [Pos baru] KARENA CINTA KEPADA RASULULLAAH SHALLALLAAHU ALAIYHI WA SALLAAM

2 views
Skip to first unread message

Masoed Abidin ZA Jabbar

unread,
Oct 12, 2020, 7:07:32 AM10/12/20
to H Mas'oed Abidin

---------- Forwarded message ---------
Dari: Dakwah Buya Masoed Abidin's Weblog <commen...@wordpress.com>
Date: Sen, 12 Okt 2020 15:54
Subject: [Pos baru] KARENA CINTA KEPADA RASULULLAAH SHALLALLAAHU ALAIYHI WA SALLAAM
To: <buyamaso...@gmail.com>


Buya Masoed Abidin menulis:" Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat ... Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah … lemah sekali … Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah di"
Tanggapi pos ini dengan menuliskannya di atas garis ini

Pos baru pada Dakwah Buya Masoed Abidin's Weblog

KARENA CINTA KEPADA RASULULLAAH SHALLALLAAHU ALAIYHI WA SALLAAM

oleh Buya Masoed Abidin

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat ... Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah … lemah sekali … Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah di deritanya ... Kemudian Rasulullah SAW bersabda:  “Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yang layak di sembah?” ... Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat,  Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
“Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka.” ... Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat. Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu ... Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia.”... Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata “Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kpd Rasulullah” .... Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali. Tiba2 bangun seorang lelaki yang bernama UKASYAH, seorang sahabat dan mantan Bajingan sebelum masuk Islam, dia berkata:
“Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa”. Rasulullah SAW berkata: “Sampaikanlah wahai Ukasyah”. Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
“Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah” ... Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: “Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama.” ... Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: “Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah.” Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pd Ukasyah. “Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?”

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: “Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?”

Bilal menjawab dg nada sedih: _“Cambuk ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah”_

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
_“Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya”._

Bilal menjawab: _“Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua”._

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: _“Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dg apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabtnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku”_.

Rasulullah SAW: *_“Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah”._*

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

_“Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!.”_

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
*_“Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah”._*

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: _“Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah”_.

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
*_“Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dg Ukasyah”_*.

Ukasyah semakin dekat dg Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. “Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dg menyakIiti kakek kami, wahai Paman.”

Lalu Rasulullah SAW berkata: *_“Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah”._*

Begitu sampai di tangga mimbar, dengan lantang Ukasyah berkata:

_“Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini.”_

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

_“Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah”_

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa ber-lama2 dlm keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah, sedang bbrp batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
*_“Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu ber-lebih2an. Nanti Allah akan murka padamu.”_*

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis se-jadi2nya,

Ukasyah berkata:
_“Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu_.

Seumur hidupku aku ber-cita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

_Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah…”_

Rasulullah SAW dengan senyum berkata:
*“Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!”*

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Allahumma shalli ‘alaa saiyyidina Muhammad.

“الصلاة والسلام عليك يارسول الله….:

Asma ul Husna
                                                             

YA~ALLAAH     يا الله
YA~RAHMAAN   يا رحمن
YA~RAHIIM    يا رحيم
YA~MALIK     يا ملك
YA~QUDDUUS   يا قدوس

YA~’AZIIZ    يا عزيز
YA~’ALIIM    يا عليم
YA~JABBAAR   يا جبار
YA~GHANIYY   يا غني
YA~LATHIIF   يا لطيف

YA~KHABIIR    يا خبير
YA~AWWAAL     يا أول
YA~AAKHIR    يا آخر
YA~BASHIIR   يا بصير
YA~SHABUUR   يا صبور

YA~SHAMAD    يا صمد
YA~MUJIIBU  يا مجيب
YA~WAAJIDU  يا واجد   
YA~RA’UUF   يا رؤوف
YA~QAADIR   يا قادر

YA~WAAHID   يا واحد
YA~HALIIM   يا حليم
YA~HAYYU    يا حي
YA~QAYYUUM  يا قيوم
YA~SALAAM   يا سلام

YA~JABBAAR   يا جبار
YA~MUTAKABBIR يا متكبر
YA~KHAALIQ   يا خالق
YA~BAARI    يا بارئ
YA~RAZZAAQ   يا رزاق

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.
  

Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin

#cinta-ukasyah-kepada-rasulullaah


Situs gratis ini didukung oleh iklan. Baca lebih lanjut.
Buya Masoed Abidin | 12 Oktober 2020 pukul 8:53 am | Tag: Cinta Ukasyah kepada Rasulullaah | Kategori: Uncategorized | URL: https://wp.me/peFVX-4S

Komentar    Lihat semua komentar    Suka

Berhenti berlangganan dari agar tidak lagi menerima pos dari Dakwah Buya Masoed Abidin's Weblog.
Ubah pengaturan email Anda di Kelola Langganan.

Sulit mengeklik? Salin dan rekatkan URL ini ke peramban Anda:
https://dewandakwah.wordpress.com/2020/10/12/karena-cinta-kepada-rasulullaah-shallallaahu-alaiyhi-wa-sallaam/

Terima kasih telah menjelajah bersama WordPress.com

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages