Analisis hujan yang disajikan pada halaman 2 s/d 5 menunjukkan kondisi faktual curah hujan yang terjadi selama bulan Oktober 2023. Analisis ini dilakukan berdasarkan data observasi dari stasiun BMKG, pos hujan kerja sama yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan data satelit Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP).
Data curah hujan pada daerah irigasi yang ditinjau harus diketahui. Dari data hujan kemudian menentukan curah hujan rata-rata tengah bulanan atau bisa diambil per 10 harian ataupun perbulan. Data hujan paling tidak minimal 5 tahun terakhir dan akan lebih baik jika 10 atau 15 tahun terakhir. Untuk menentukan curah hujan rata-rata banyak metodenya, seperti metode aljabar, isohiet, dan thiessen.
Untuk yang sederhana bisa menggunakan ARIMA (Autoregressive-Integreated-Moving Average) dengan memasukan data curah hujan sebelumnya dan hasilnya berupa prediksi curah hujan hanya ada beberapa persyaratan salah satunya data yang digunakan merupakan data timeseries yang stasioner.Untuk membangun model ARIMA bisa menggunakan MATLAB.
a.pola hujan monsun: pola curah hujan , jika data curah hujan diplot dan dijadikan time series akan membentuk seperti huruf U, dimana titik minimum sekitar juni,juli,agustus ( saat kemarau) sedangkan maksimum disekitar DJF (desember,januari,februari).
b. pola hujan ekuatorial: pola curah hujan , jika data curah hujan diplot dan dijadikan time series akan membentuk seperti huruf M, yang memiliki dua puncak musim hujan maksimum terjadi saat Maret dan Oktober ( ekinoks.)
asslmkum pak,saya febrian,saya sedang mengerjakan TA mengenali pemodelan curah hujan menggunakan transformasi wavelet,saya mau bertnya, data yang dibutuhkan itu apa saja y pak?dta curah hujan harian,dasarian atau bulanan? trus minimal datany brp tahun?trima ksih..
sya sdh mncoba dta yg dasarian,dan sya pk listing program yg dr bmg,tp ko hsil prdiksiny trblik dg dta observ y pak?kbtulan sya ngolah dta crh hujan d semarang. apkah listing program dr bmg da yg slh?atau emang data curah hujan d smrg emg tidak cocok dg wavelet?
@Febrian, model apa yg anda gunakan ?, model dinamik atau empiris(statistik) ?. Yang terbalik apanya ?, power spektrum-nya atau data curah hujan-nya ?. Sebaiknya cara kerja model dipahami sepenuhnya terlebih dahulu, sehingga kalau kamudian ada perbedaan dengan data observasi bisa ditelusuri penyebabnya.
model wavelet,prdiksi ny terbalik mksudnya pada data observasi curah hujan sdkit,atau musim kemarau,tapi hasil prediksi menggunakan wavelet mlah curah hujan ny bnyak,atau musim hujan. saya jg msih bngung sih,dalam listing program dr BMG parameter apa saja yg bs drubah..
aa06259810