.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
----- Original Message -----From: Stevan RaharjoSent: Wednesday, 18 January, 2006 23:36Subject: [budaya_tionghua] Re: Tanya ejaan kata TionghoaKalau mau lihat betul atau salah harus lihat HanZi (婕㈠瓧).
1,2,3 betul semua.
TiongHoa dalam dialek FuJian (绂忓缓).
ZhongHua (涓彲) dalam dialek Mandarin.
---------------------------------------
--- In budaya_...@yahoogroups.com, "MANG UCUP" <mangucup@w...>
wrote:
>
> Mungkin disini ada pakar bahasa yang bisa memberikan> petromaksnya kepada mang Ucup
> Bagaimana menulis kata yang benar dalam bahasa Indonesia:
> 1. Tiong Hoa atau
> 2. Tionghoa ataukah
> 3. Tionghua
>
> Terima kasih untuk bantuannya

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
Halo Achie,
Saya coba jawab yah ..
Apakah anda boleh berkunjung ke kelenteng… setahu saya boleh boleh saja, tapi sangat tergantung pada pengurus klentengnya. Mengingat ada beberapa klenteng yang merupakan milik perseorangan, jadi hal itu ya terserah yang punya klenteng..
Saran saya, anda coba dulu ke petak sembilan, di sana rada bebas kalo mau berkunjung. Karena anda bukan orang tionghoa, sebaiknya begitu sampai di sana, anda cari pengurus klenteng dan jelaskan maksud anda.. kalo tau tau masuk bludas bludus ya bisa bisa dicurigain (mohon maklum, karena yang datang ke klenteng kan biasanya orang tionghoa..)
Nah, seingat saya, di petak sembilan (terutama di toa se bio), rata rata menerima dengan tangan terbuka kok, ada yang bersedia jawab dengan senang hati.
Tapi kalo di tempat lain anda tidak diterima ya jangan sakit hati… lha saya aja yang tampang ncek ncek glodok aja pernah diusir dari klenteng gara gara motret tanpa ijin ..
Mengenai Xie Tian Gong, saya liat lagi deh di buku, kebetulan saya ada bukunya. Tapi untuk sementara mungkin bisa di liat di kelenteng.com (saya sedang off line)
Rudy
From: budaya_...@yahoogroups.com [mailto:budaya_...@yahoogroups.com] On Behalf Of astri rahadi
Sent: 19 Januari 2006 9:31
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Kenalan
+ tanya2 klenteng n Oei Tiong Ham
Assalamualaikum ![]()
Hallo...saya baru gabung ni..saya bukan org tionghoa sih..tp saya sangat mengagumi kebudayaan tionghoa mulai dari seni arsitektur sampe festival2nya...keren krn bisa mempertahankan kebudayaan selama beribu tahun..
1. Saya butuh info ttg klenteng2 (bener gini nulisnya?) kuno yg ada d bdg..saya baru selese baca "klenteng2 & masyarakat tionghoa d jakarta" by Lombard..dsitu nyinggung nama klenteng "Xie-tian Gong" (klo g salah bgitu tulisannya)..kata buku itu, dsitu ada mural yg halus. termasuk yg paling halus d Indonesia..Ada yg tau alamatnya g? ato mungkin klentengnya dah ganti nama yah?
2. Boleh g sih saya berkunjung ke klenteng..mengingat saya bukan penganut budha, tao ato konghucu..saya pengen liat2 n nanya2 ttg sejarah klenteng n klo memungkinkan..makna dari setiap ritual yg ada.. (Ini saya tanyakan krn ada posting berjudul "Guru katholik berkunjung k klenteng")
3. Ada yg tau buku bgs yg menjelaskan ttg asal usul festival2 tiong hoa spt pu-du, pe-cun dll?
4. Ada yg tau kelanjutan firmanya Oei Tiong Ham (1866-1924)? dia pernah jd org terkaya d Asia Tenggara. Raja Gula dr Semarang...terakhir yg saya tau...dia tinggal d singapura buat menghindari pajak d Indonesia..
Makasi bgt y buat yg mo ngasi info
Wassalam
Achie
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo
Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
Kuda2 kalaripayttu dari India banyak sekali yang mirip dengan kuda2 tradisional kungfu seperti pu bu, gong bu, dan xi bu. Mereka juga lebih menekankan kecepatan dan teknik daripada tenaga dalam bertarung. Dalam film Jackie Chan yang baru, THE MYTH, ada adegan Jackie bertarung dengan seorang ahli kalaripayttu di India. Bagi yang ingin tahu apa bedanya kungfu dgn ilmu bela diri India tradisional silakan tonton film ini
From: Anne Diaz <seao...@yahoo.com>
Reply-To: budaya_...@yahoogroups.com
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Bukti iLmu beladiri di indonesia berakar dan berasal dari Cina
Date: Wed, 18 Jan 2006 00:46:19 -0800 (PST)
Mang Ucup, karena yang mang tanyakan itu adalah ejaan Hokkian, maka belum ada satu standar yang dapat dirujuk untuk menyatakan benar atau tidak tulisan itu.
Tionghoa, Tionghwa, Tionghua semuanya benar. Yang lebih umum tentunya adalah tulisan Tionghoa, namun akhir2 ini muncul usaha standarisasi ejaan Hokkian Indonesia yang diprakarsai oleh beberapa anggota milis seperti eks dosen Liang U maupun moderator King Hian. Dari sini, muncullah ejaan Tionghua untuk keseragaman standarisasi. Namun karena masih mayoritas Tionghoa di Indonesia masih terbiasa akan tulisan Tionghoa, maka ada penulisan ganda di milis ini, seperti dapat kita lihat di nama milis "budaya_tionghua" dan deskripsi milis yang seluruhnya menggunakan kata "Tionghoa".
Rinto Jiang
MANG UCUP wrote:Mungkin disini ada pakar bahasa yang bisa memberikan petromaksnya kepada
mang Ucup
Bagaimana menulis kata yang benar dalam bahasa Indonesia:
1. Tiong Hoa atau
2. Tionghoa ataukah
3. Tionghua
Terima kasih untuk bantuannya
Salam & tabik
Mang Ucup
kalo di khuntien, dikenalnya ...(dlm theoceow)
kelenteng = lau ya keng
apa karena ada lau ya di dalam kelenteng ? karena rata2 di sini ada...
(eng nya lengkuas)
wihara = hut teng
mesjid = hue ka teng
gereja = sia teng
katedral = tua sia teng (gereja besar)
apa kelenteng dari kelen teng? kelen nya gak tahu dari mana akar katanya ...
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
Loh, kalau gitu, gimana dgn legenda Bodhidarma pendiri Shaolin yang konon berasal dr India? Sebagian org bisa klaim kalau ilmu Shaolin dari India, dong (Di India juga ada beladiri kuno kalaripayatt). Atau minimal disusun seorang India. Bahkan, pernah ada tulisan yg bilang sistem pernapasan Shaolin asalnya dari yoga. Entah itu benar atau salah. Jadi, ngga usah chauvinis deh. Ilmu datang dari mana saja.salam
Yahoo! Photos – Showcase holiday pictures in hardcover
Photo Books. You design it and we’ll bind it!
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
Lao Ya Keng, Laoya: kakek tua (Mandarin: Lao Ya), keng: istana (Mandarin: Gong)Istilah Laoya yang sering dipakai di Pontianak, tidak dipakai di Jawa. Di Jawa orang menyebut Tua Peq Kong (Mandarin: Da Bo Gong).Teng dalam kelenteng diucapkan TENG, dengan e taling, seperti BENTENG.Bukan seperti Hud Tng/Pud Tng (Vihara), Hue Ka Tng (Mesjid).Ada beberapa pendapat tentang asal mula istilah kelenteng, diantaranya adalah di bunyi alat sembahyang yang dipakai di kelenteng yang berbunyi 'teng.. teng.. teng' , sehingga penduduk sekitar menyebutnya kelenteng.Kemudian ada yang mengatangan berasal dari Kuan Im Teng (pendopo kuan im), bunyi Kuan Im Teng ini lama2 berubah menjadi Kelenteng.salam,KHps. tentang bahasa Tiociu di Pontianak, saya mendengar bhs. Tiociu teman saya yang berasal dari Pontianak. Ternyata bhs Tiociu di Pontianak telah kehilangan bunyi sengaunya, padahal bhs Tiociu adalah bhs yang banyak berbunyi sengau.Contoh:gunung: SUA, dalam bhs Tiociu di tempat lain : SNUA (dengan sengau).tiga: SA, di tempat lain: SNA (dengan sengau)
Menurut saya, kisah ttg Bodhidharma menciptakan kungfu hanyalah mitos, bukan fakta. Bodhidharma tiba di Tiongkok pada zaman dinasti Selatan dan Utara (Nanbei Chao), Bodhidharma tiba di Songshan (sekarang di propinsi Henan) pada tahun 526, dan pada waktu itu telah ada kuil Shaolin di Songshan, yang didirikan pada tahun 377. Bodhidharma adalah pendiri sekte Chan (Jepang: Zen), suatu aliran Buddhisme Mahayana yang dalam perkembangannya banyak terpengaruh oleh filsafat Tao (terutama dari Zhuangzi).Mitos Bodhidharma ini sama seperti mitos Zhang Sanfeng (Tnio Samhong) yang menciptakan Taijiquan di Wudangshan (Butongsan), yang saat ini banyak dipercaya orang sebagai pencipta Taijiquan.Salam,Loh, kalau gitu, gimana dgn legenda Bodhidarma pendiri Shaolin yang konon berasal dr India? Sebagian org bisa klaim kalau ilmu Shaolin dari India, dong (Di India juga ada beladiri kuno kalaripayatt). Atau minimal disusun seorang India. Bahkan, pernah ada tulisan yg bilang sistem pernapasan Shaolin asalnya dari yoga. Entah itu benar atau salah. Jadi, ngga usah chauvinis deh. Ilmu datang dari mana saja.salam
----- Original Message -----From: jonathangoeijSent: Friday, 20 January, 2006 02:13Subject: [budaya_tionghua] Re: Bukti iLmu beladiri di indonesia berakar dan berasal dari CinaHal ini menarik juga, bisakah bercerita lebih lanjut apabila bukan Zhang Sanfeng (Tnio Samhong) siapakah yg menciptakan Taijiquan?Bila misalnya penciptanya tidak diketahui, mengapa bisa timbul mitos Zhang Sanfeng sebagai pencipta Taijiquan, apakah Taijiquan sudah ada jauh sebelum Zhang Sanfeng?
----- Original Message -----From: you_qing_longSent: Friday, 20 January, 2006 02:35Subject: [budaya_tionghua] Re: Bukti iLmu beladiri di indonesia berakar dan berasal dari Cinabanyak yang beranggapan bahwa Zhang SanFeng yang mendirikan aliran beladiri Wudang. Pandangan ini berasal dari Huang ZongXi ??v??, seorang scholar Confuciust pada jaman awal dinasti Qing.
Sebenarnya Zhang SanFeng merupakan murid dari sekte Long Men QuanZhen ??? yang mengkhususkan dimeditasi dan pernafasan.
Pencipta beladiri Wudang tidak diketahui secara jelas siapa saja dan ini merupakan hal yang lumrah karena banyak para daoshi yang bersifat tidak mau menonjolkan diri. Dan juga di gunung WuDang sendiri begitu banyak Dao Guan dari berbagai macam sekte.
----- Original Message -----From: you_qing_longSent: Friday, 20 January, 2006 12:23Subject: [budaya_tionghua] Re: Bukti iLmu beladiri di indonesia berakar dan berasal dari Cina
bp.Akhmad ,
saya tjoema copy paste dari website www.budaya-tionghoa.org , di
topik bela diri.
jadi mesti tanya ngkong XT nyang nulis itu hehehehehehehe
Boekan ama saya.
As for the “Yi Jin Jing” (Muscle Change Classic), a spurious text attributed to Bodhidharma and included in the legend of his transmitting martial arts at the temple, it was writtin in the Ming dynasty, in 1624 CE, by the Daoist priest Zining of Mt. Tiantai, and falsely attributed to Bodhidharma. Forged prefaces, attributed to the Tang general Li Jing and the Southern Song general Niu Hao were written. They say that, after Bodhidharma faced the wall for nine years at Shaolin temple, he left behind an iron chest; when the monks opened this chest they found the two books “Xi Sui Jing” (Marrow Washing Classic) and “Yi Jin Jing” within. The first book was taken by his disciple Huike, and disappeared; as for the second, “the monks selfishly coveted it, practicing the skills therein, falling into heterodox ways, and losing the correct purpose of cultivating the Real. The Shaolin monks have made some fame for themselves through their fighting skill; this is all due to having obtained this manuscript.” Based on this, Bodhidharma was claimed to be the ancestor of Shaolin martial arts. This manuscript is full of errors, absurdities and fantastic claims; it cannot be taken as a legitimate source. (Lin Boyuan, Zhongguo wushu shi, Wuzhou chubanshe, p. 183)
Nah, kayaknya saya perlu komentar juga neh...Cerita tentang Bodhidharma dan Zhang Sanfeng itu bukanlah suatu mitos karena ada catatannya masing-masing.Jikalau Bodhidharma hanyalah sebuah mitos saja, tidak mungkin dalam lineages patriarki mulai dari patriarki kedua, Hui Ke sampai patriarki keenam, Hui Neng, dan murid2nya semuanya mengakui Bodhidharma sebagai patriark pertama ajaran Zen Buddhisme. Sepanjang sejarah cina, terutama pada masa puncak pengembangan Zen di zaman keemasan dinasti Tang, orang Cina mengatakan bahwa merekalah pusat jagat raya dan tidak membutuhkan apapun dari 'orang barbar' diluar mereka. Oleh karena itu, sangatlah tidak populer jika ada orang mengatakan bahwa masyarakat yang bangga dengan bangsanya, dan sering kali chauvinis, akan menciptakan seseorang dari luar Cina sebagai patriarki mereka.Dokumen kerajaan juga secara jelas mencatat bahwa Bodhidharma tiba di Cina dan mengadakan pertemuan dengan Kaisar Liang Wu Di, dan sejarah resmi biara menunjukkan bahwa sejak 527 Bodhidharma mengajarkan Zen di Biara Shaolin. Tidak ada catatan apa pun yang menunjukkan bahwa Zen Buddhisme ada di Cina sebelum kedatangan Bodhidharma. Penting untuk dicatat bahwa sepanjang sejarah kekaisaran Cina, setiap orang yang dengan sengaja memberikan informasi salah kepada kekaisaran maka akan dipenggal kepalanya.Patriarki Pertama dalam Zen Buddhisme di Cina sangat berakar sehingga dengan mengatakan pada praktisi Zen bahwa Bodhidharma itu hanya mitos, seperti halnya mengatakan pada para ilmuwan bahwa Newton itu tidak ada dan diciptakan untuk memberi nama hukum gerakan.Sedangkan untuk ilmu bela diri, sebelum kedatangan Bodhidharma, di Cina sudah berkembang ilmu bela diri tertentu hanya saja fokusnya lebih kepada eksternal. Saat Bodhidharma mengajarkan Zen di kuil Shaolin, ia mendapati para rahib terlalu lemah untuk dapat melakukan meditasi berjam-jam. Untuk membantu mereka mengatasi kelemahan itu, maka guru besar itu mengajari mereka Delapan Belas Tangan Lohan, Metamorfosa Otot (Yi Jin Jing) dan Pembersihan Jalur Susuhumna (Xi Sui Jing). Dimana Delapan Belas Tangan Lohan itu diciptakan oleh Bodhidharma selama melakukan meditasi selama 9 tahun menghadap tembok, yang kalau tidak salah didasarkan pada gerakan2 hewan2 tertentu. Yi Jin Jing dan Xi Sui Jing sendiri secara tidak langsung bisa dihubungkan dengan keilmuan yoga tertentu, dimana Yi Jin Jing ini bisa disamakan dengan teknik2 Hatha Yoga, yakni melakukan postur2 tertentu dengan tujuan untuk melemaskan urat, jalan nadi, dll sehingga memudahkan aliran energi berjalan dengan lancar. Sedangkan Xi Sui Jing mempunyai kesamaan dengan teknik2 lanjut pada keilmuan yoga tertentu di India, yang menggunakan latihan visualisasi tertentu dengan tujuan menyalurkan energi vital untuk mengalir dalam tulang (sumsum tulang), darah dan otak. Konon dikatakan setelah berlatih Xi Sui Jing beberapa tahun, seseorang akan berubah menjadi seperti seorang Saint, mempunyai muka yang selalu bercahaya, tubuh dipenuhi chi, dan tidak akan terasa lelah walaupun tidak tidur.Kungfu eksternal paling awal dan terkenal di Shaolin, yakni 18 Lohan Chuan dikembangkan dari teknik 18 Tangan Lohan yang diajarkan Bodhidharma. Kemudian dari 18 Lohan Chuan ini dikembangkan menjadi 72 seni melatih kekuatan. Setelah itu dikembangkan lebih lanjut lagi menjadi 5 jurus hewan yang meliputi harimau, ular, naga dan lain2. dst...Satu hal yang perlu diperjelas, ajaran Zen tidak mendapatkan pengaruh apa2 dari filsafat Tao. Konsep Tao mengenai kekosongan menunjuk pada kekosongan ekstrim atau wu-wei dan konsep Zen mengenai kekosongan menunjuk pada sifat alamiah dasar. Walaupun kedengarannya sama, tapi itu bukan karena satu ajaran menyerap ajaran lainnya tapi karena keduanya mengekspresikan kekuatan absolut. Bukan hanya pada ajaran Tao dan Zen yang ditemukan konsep realitas kosmis ini saja, akan tetapi dalam semua agama besar didunia juga membicarakan tentang realitas puncak absolut yang dinamakan sebagai Tuhan, Allah, Sang Pencipta, dll.Meskipun secara prinsip ajaran Tao dan Zen seperti bersinggungan, akan tetapi pada prakteknya jelas sekali berbeda. Ajaran Tao membicarakan mengenai minuman kehidupan yang membuat orang panjang umur dan ritual seks serta meditasi Tao menggunakan visualisasi. Pada ajaran Zen dua hal yang pertama dilarang, sedangkan untuk meditasi, Zen berfokus pada kekosongan, untuk menyadari sifat alamiah diri, selain itu Zen juga menggunakan Koan untuk menyadarkan pikiran praktisinya seketika (spontan) dan di ajaran Tao tidak ditemukan teknik Koan.rgrds,HH
KH:Berikut saya kutip dari wikipedia ttg Bodhidharma dan Kungfu:According to legend, he developed two exercise regimens for the monks of the Shaolin Monastery—the “Yi Jin Jing” (Muscle Change Classic) and the “Xi Sui Jing” (Marrow Washing Classic)—which supposedly became the basis of the Shaolin style of Kung Fu and subsequently an important influence on the martial arts of East Asia in general. However, it is difficult to determine the veracity of the Shaolin legend. The Extensive Records of the Taiping Era record that, prior to Bodhidharma's arrival in China, monks practiced wrestling for recreation. Shaolin monastery records state that two of its very first monks, Hui Guang and Seng Chou, were expert in the martial arts years before the arrival of Bodhidharma. The exercises attributed to Bodhidharma are consistent with Chinese qigong exercises and look little like Indian forms of bodywork like yoga. Scholarship by Chinese martial arts historians has demonstrated that the Yijin jing and Xisuijing are most likely Ming dynasty (1368-1644) texts due to the presence of technical terminology from the Daoist "inner alchemy" (neidan) tradition which reached its maturity in the Song. This argument is summarized by modern historian Lin Boyuan in his Zhongguo wushu shi as follows:As for the “Yi Jin Jing” (Muscle Change Classic), a spurious text attributed to Bodhidharma and included in the legend of his transmitting martial arts at the temple, it was writtin in the Ming dynasty, in 1624 CE, by the Daoist priest Zining of Mt. Tiantai, and falsely attributed to Bodhidharma. Forged prefaces, attributed to the Tang general Li Jing and the Southern Song general Niu Hao were written. They say that, after Bodhidharma faced the wall for nine years at Shaolin temple, he left behind an iron chest; when the monks opened this chest they found the two books “Xi Sui Jing” (Marrow Washing Classic) and “Yi Jin Jing” within. The first book was taken by his disciple Huike, and disappeared; as for the second, “the monks selfishly coveted it, practicing the skills therein, falling into heterodox ways, and losing the correct purpose of cultivating the Real. The Shaolin monks have made some fame for themselves through their fighting skill; this is all due to having obtained this manuscript.” Based on this, Bodhidharma was claimed to be the ancestor of Shaolin martial arts. This manuscript is full of errors, absurdities and fantastic claims; it cannot be taken as a legitimate source. (Lin Boyuan, Zhongguo wushu shi, Wuzhou chubanshe, p. 183)
While early legends associate Bodhidharma with Mt. Song, where the Shaolin temple is located, it is not until the 11th century that we see the appearance of a hagiographical record (in the "Jingde Record of the Transmission of the Lamp," Jingde chuandeng lu) explicitly associating Bodhidharma with the Shaolin temple. No mention of Bodhidharma is found in any of the many stele inscriptions preserved at the Shaolin temple from the Tang dynasty.----------------------------------------------------------------------HH:
Jadi intinya, dapat disimpulkan bahwa Bodhidharma adalah yang mengajarkan bela diri internal pertama kali di Shaolin melalui Yi Jin Jing dan Xi Sui Jing. Sedangkan untuk style dalam kungfu, memang benar bukan Bodhidharma yang mengajarkan karena pada awalnya di Cina sudah berkembang jenis bela diri tertentu, tapi pengaruh Bodhidharma dalam mengajarkan 18 Tangan Lohan mempunyai pengaruh yang sangat besar sekali pada fondasi/ dasar bela diri China. Dimana 18 Lohan Chuan mempunyai dasar dari 18 Tangan Lohan, dan kungfu2 style lainnya dapat di traced back ke 18 Lohan Chuan. Jadi intinya, saya tidak mengatakan bahwa kungfu itu murni ajaran Bodhidharma, tapi saya setuju bahwa fondasi dasar kungfu Cina adalah dari ajaran Bodhidharma. Teknik kuda-kuda yang merupakan dasar dalam pembelajaran kungfu, yang khas ditemukan dalam ilmu bela diri Cina, itu juga asalnya dari ajaran Bodhidharma.
KH:Istilah Taoisme mengacu kepada dua pengertian yang berbeda: Daojia (filsafat Tao) dan Daojiao (agama Tao). Dalam Daojia (menurut Laozi dan Zhuangzi) sama sekali tidak dibicarakan ttg membuat panjang umur, ritual seks, atau meditasi dengan visualisasi, dll.Tulisan di bawah ini juga diambil dari wikipedia:A 'clear' reference to the place of Taoism (and Confucianism, which might be another section of this entry) in the development of Chan is the figure of Sengzhao (aka Seng-chao) whose birth is currently believed to be 374CE (though previous scholarship placed it in 383CE) and who lived on the cusp of the development of Chan (he helps structure its birth) when the Mahayana sutras were still being received into China and authoritatively translated. Without going into as much detail as I could, Sengzhao developed a particular fondness for Lao-tzu and Chuang-tzu from whose writing Sengzhao learned the classical literary style and rhetorical skills (which influence the translations of key *dear to what will be Chan/Zen* sutras that I'll mention in a moment). Sometime between his 15th and 20th birthdays he was assigned by the 'king' Yao Hsing to work with the learned Indian monk Kumarajiva. Together they translated and re-edited many buddhist texts (that become central to Chan) including the 'Vimalakirti Sutra'. The translations garnered comparisions with the famous neo-Taoist author P'ing-shun, and enjoyed wide distribution within the monastic communities of Hsiao-yao and Lu-shan. For substantiation of this information see 'The Encyclopedia of Asian Philosophy' Oliver Leaman, ed. (Routledge, 2001). This entry: 17 October 2005
-------------------------------------------------
HH:Ya, yang saudara KH katakan memang benar, ajaran Tao berbeda dengan agama Tao. Tapi sebenarnya jika kita melihat ke belakang, Tao itu bukanlah suatu ajaran, juga bukanlah suatu agama. Filosofi Tao yang ditulis oleh Lao Tzu dan Chuang Tzu adalah didapat dari hasil pemahamannya akan hakikat kebenaran yang mereka pelajari dan alami selama hidup. Tetapi harus diingat bahwa kedua guru besar tersebut tidak pernah mengajarkan ke masyarakat umum dikarenakan pengaruh ajaran Konfucius yang kuat pada masyarakat sehingga menekan kemungkinan pengembangan ajaran Tao ataupun karena kebenaran mistik yang dialami mereka sukar untuk diterangkan kepada publik. Karena itulah bisa kita lihat setelah kematian mereka, banyak ditemukan tafsiran yang berbeda-beda mengenai ajaran Tao, sebagai contoh dibentuknya Mazhab/ agama Tao, ada yang digabungkan dengan ilmu gaib dan berkembang menjadi Mao Shan mistik, Mao Shan publik (yang menggabungkan fengshui, perhitungan I-Ching, dll), ada juga yang digabungkan dengan konsep Yin Yang, I Ching, Tai Chi, dll untuk menciptakan obat mujarab panjang umur, ritual seks, ada juga yang berfokus pada pembentukan tubuh abadi yang setelah berhasil dilatih dapat diangkat sampai Istana Niwan kemudian membuat duplikat tubuh untuk kemudian dikeluarkan melalui ubun-ubun dan bisa melakukan perjalanan diluar tubuh ataupun bisa langsung naik ke surga, dll... Saya kira cukup banyak Mazhab Tao untuk disebutkan satu per satu.Saya beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa ajaran Zen tidak mendapat pengaruh dari Konfucius dan Tao bukannya tanpa alasan.Ajaran Zen tidak mungkin mendapat pengaruh dari ajaran Konfucius karena ajaran Konfucius murni mengenai ajaran moralitas, jadi lebih berfokus pada sesuatu yang diluar daripada didalam, sedangkan ajaran Zen tidak pernah membicarakan tentang ajaran moralitas, hanya dikatakan sekilas dan sudah berlalu. Jikalau dalam pembelajaran ajaran Zen ditemukan moralitas praktisi yang semakin meningkat dari hari ke hari itu bukan muncul karena melatih sesuatu yang diluar tapi hasil dari pemahaman akan sifat alamiah diri yang tanpa dosa.Lalu ajaran Zen saya katakan tidak mungkin mendapat pengaruh dari ajaran Tao karena pendekatan pencapaian realitas kosmis antara kedua aliran ini berbeda. Berikut saya kutip satu pengalaman yang ditulis oleh Chuang Tzu:"Suatu hari aku bermimpi menjadi seekor kupu-kupu, hinggap ke sana kemari, menikmati diriku sepenuhnya. Aku tidak ragu aku adalah seekor kupu-kupu, tidak menyadari bahwa sebenarnya aku ini adalah Chuang Tzu. Kemudian aku bangun dari mimpiku dan tidak meragukan bahwa aku ini Chuang Tzu. Sekarang aku tidak yakin, apakah aku adalah seorang pria yang memimpikan diri menjadi kupu-kupu atau aku adalah seekor kupu-kupu yang memimpikan diriku sebagai seorang pria."Jadi ajaran Tao pada awalnya berfokus pada suatu objek untuk kemudian menyadari hakekat realitas kosmis. Sedangkan ajaran Zen berfokus pada kekosongan untuk menyadari sifat alamiah diri sejati. Bodhidharma tidak mungkin mengadopsi ajaran Tao dalam ajarannya karena kedatangan dia dari India ke Cina adalah untuk mencari seorang murid jadi tidak mungkin bagi dia untuk mempelajari filosofi Tao. Lagipula dalam ajaran Zen dikenal satu isitilah yang sangat terkenal:A special transmission outside the scriptures;No dependence upon words and letters;Direct pointing to the soul of man:Seeing into one's own nature and attainment ofBuddhahoodBodhidharma,First Patriarch of Zen(4-6 Cent. AD)Jadi kesimpulannya tidak mungkin ajaran Zen mendapatkan pengaruh dari ajaran Tao. Juga, patriark ke-6 Zen, Hui Neng, adalah seorang yang buta huruf jadi tidak mungkin bagi dia untuk mempelajari ajaran Tao.Jika Anda mempelajari ajaran-ajaran Buddhisme sewaktu masih dipegang oleh patriark pertama sampai ke-28, Bodhidharma, sewaktu masih di India, anda akan menemukan terdapat cukup banyak perbedaan pendekatan antara ajaran Zen dan Tao, walaupun tujuannya sama.Tapi saya tidak menolak pendapat bahwa beberapa Mazhab Zen sekarang ini sudah mendapat pengaruh dari ajaran Tao, sebagai contoh di Jepang ada Kuil Zen yang selain mengajarkan ajaran Zen juga filosofi Tao, tapi itu masih berjalan dalam konteks Zen, jadi hanya filosofi Tao saja yang dipelajari bukan pendekatannya.Sebagai referensi dapat dilihat pada:The Complete Book of Zen by Wong Kiew Kitwww.buddhistinformation.com/lankavatara_sutra.htm : Ini adalah sutra yang dibawa oleh Bodhidharma dari India ke Cina dan diturunkan secara turun temurun sampai 3 generasi sebelum akhirnya diubah oleh patriark ke-4 menjadi Diamond Sutra. Didalamnya dapat dilihat ajaran Zen yang walaupun sepertinya mempunyai tujuan sama seperti Tao tetapi mempunyai pendekatan yang berbeda.http://klein.zen.ru/english/Platform%20Sutra.htm : Ini adalah sutra yang dibabarkan oleh Patriark Zen ke-6, Hui Neng, sebelum parinirvana.Mohon maaf jika ada informasi/ kata-kata saya yang kurang berkenan ataupun keliru, mohon dikoreksi karena pengetahuan saya mungkin masih belum cukup.Salam,HH
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
Saudara Xuan Tong,Terima Kasih atas responnya.
Anda membahas masalah SanHua JiDing ? Atau WuQi ChaoYuan ?
>Mengenai sejarah Tao, saya mohon maaf karena saya kurang tahu, saya hanya tahu keilmuan2 yang berhubungan dengan Taoisme.
LaoZi memang tidak pernah mengajarkan bukan karena ajaran Kongzi
sudah meluas atau tidak mendapat tempat.
KongZi dengan LaoZi bisa dikatakan hampir sejaman.
>Benar sekali tapi itu hanya salah satu alasan, ajaran Tao lebih mengarah kepada pengalaman mistik yang didapatkan oleh sang guru besar karena itu susah untuk diterangkan dengan kata2 sehingga tidak bisa mempengaruhi publik secara langsung. Untuk referensi bisa dilihat pada website dibawah ini.
Prinsip-prinsip pemikiran LaoZi dan ZhuangZi tetap dipelajari oleh
mereka yang tertarik.
Seperti juga pemikiran XunZi juga dipelajari oleh mereka yang
tertarik.
>Ya, saya setuju dengan Anda karena saya juga termasuk salah seorang penggemar karya2 klasik tersebut, dan justru dari sanalah saya mendapatkan bahwa walaupun ajaran Tao dan Zen hampir sama tetapi pendekatannya adalah berbeda.
Pada masa perkembangan Taoism kemudian sering disebut HuangLao Dao
atau penggabungan dengan konsep pemikiran mengenai HuangDi.
Saya melihat adanya kerancuan atas tulisan anda mengenai konsep
YinYang, YiJing, TaiJi dan lain-lain terutama dikaitkan dengan
konsep xian yang diterapkan oleh para FangShi ( cat: ahli alkimia ).
Jika anda membuka kitab YiJing, anda akan menemukan kata 1 Yin dan 1
Yang adalah Dao.
>Untuk paragraf pertama saya kurang tahu akan sejarah Tao, saya hanya pernah mendengar cerita tentang Mazhab2 dalam Tao dan keilmuan2nya karena itulah maka pada mail terdahulu saya mengatakan mohon dikoreksi kalau ada yang salah ataupun kurang.Maksud dalam tulisan saya: Yin Yang = ajaran tentang adanya negatif dan positif, spirit jahat dan spirit baik, dll. I-Ching = Kitab perubahan yang berisi ramalan2 yang pada jamannya Konfucius, ditranslate oleh dia dari kitab kuno. Tai Chi = Pakua, jadi bukan mengarah pada ilmu bela diri Tai Chi. Kalau anda mengatakan bahwa Mazhab2 yang ada dalam Tao tidak ada hubungannya dengan 3 falsafah ini, saya kira tidaklah benar karena setahu saya kebanyakan Mazhab Tao, paling sedikit pasti menyentuh salah satu topik ini. Tentang penerapan alkemi pada ajaran2 Tao, saya kira itu sudah menjadi topik umum dalam Taoisme bukan hanya pada Mao Shan saja, hampir semua Mazhab Tao sekarang didalamnya umum mengajarkan alkemi, baik sehubungan dengan Dan Tian, meridian, dan lain2... Harus diingat, kata Tao itu belum ada pada saat I-Ching ditulis. Istilah itu baru mulai dipakai setelah LaoZi. Jika anda menyamakan Yin Yang dengan Tao, itu juga suatu hal yang rancu. Tao itu meliputi alam semesta, Yin Yang, taichi, dll, semuanya termasuk didalamnya.Untuk referensi coba baca I Ching versi kuno dan kitab Tao Te Ching untuk menemukan apa sebenarnya arti dari Tao.Jika anda membaca pengalaman guru2 besar Tai Chi Chuan, anda akan sering menemukan perkataan bahwa tujuan tertinggi adalah mencapai penyatuan dengan alam semesta atau Tao. Jadi jika anda hanya mendeskripsikan/ melatih Yin Yang pada saat berlatih Tai Chi Chuan itu artinya anda baru mencapai level 1, membedakan penuh dan kosong, atau bisa saya katakan anda belum memahami esensi dari Tao. Saat anda mencapai apa yang guru2 besar Tai Chi Chuan katakan sebagai penyatuan dengan Tao, tidak akan ditemukan tentang Yin Yang, Teknik/ jurus, Taichi, dll...Di saat itu anda akan mulai menyadari apa yang disebut dengan sifat alamiah diri dan semua teknik akan mengalir secara spontan mengikuti aliran energi semesta.
Aliran MaoShan mistik itu apakah aliran Shangqing yang didirikan
oleh Wei HuaCun ?
Sedangkan aliran MaoShan public itu apakah yang anda lihat di film-
film ?
>Ya benar, yang utama adalah Shang Qing tapi saya pernah dengar selain itu ada beberapa aliran lagi yang berbeda. Aliran Mao Shan public itu bukan suatu hal yang hanya dapat dilihat di film-film tapi itu adalah satu hal yang nyata. Dimana aliran ini adalah perpecahan dari aliran Mao Shan mistik, dan lebih berfokus pada membantu publik/ masyarakat umum.
Anda pernah membaca BaiZhang QingGui ? Suatu aturan bagi praktisi
Zen yang dikonsepkan oleh HuaiHai ChanShi atau yang dikenal sebagai
bhiksu BaiZhang ?
Konsep tidak berpindapatta tapi bekerja memenuhi kebutuhan diri itu
anda pikir dari pengaruh siapa ?
>Saya setuju dengan anda bahwa secara filosofi ada beberapa bagian dari ajaran Zen yang sudah mendapatkan pengaruh dari Taoisme (itu sudah saya nyatakan pada email saya sebelumnya) tapi untuk pendekatannya dalam mencapai realitas kosmis kedua aliran mempunyai perbedaan prinsip yang sangat mendasar, walaupun pada pencapaian akhirnya sama.
Jika ajaran Zen tidak membicarakan moralitas, mohon tanya apakah
para bhiksu Zen tidak mengambil sila sebelum ditasbihkan ?
Atau para bhiksu Zen tidak pernah mengambil sila seperti misalnya
PancaSila ?
Apakah para bhiksu Zen tidak memiliki vinaya yang harus dipatuhi ?
>Nah, ini pertanyaan yang cukup menarik dan saya tahu pasti menjadi salah satu hal yang akan ditanyakan. Hal yang paling pertama harus anda ketahui adalah bedakan aliran Zen dengan aliran2 Buddha lainnya. Walaupun sama2 berada dalam ruang lingkup Buddhisme, tapi ajaran Zen mempunyai kekhasan sendiri dan itu adalah ajaran kunci yang diturunkan dari hati ke hati dan berfokus pada pencerahan spontan. Memang benar bahwa untuk menjadi biksu dalam kuil Zen pertama kali ada acara pengambilan sila tapi itu hanya suatu tradisi. Ajaran Zen mengambil satu lompatan yang lebih jauh dimana moralitas memang diajarkan sekilas lalu tapi setelah memahami sifat alamiah dasar diri, seorang murid akan menemukan sendiri bahwa sifat alamiah dasar diri adalah memang baik adanya dan pengajaran akan moralitas adalah tidak perlu adanya. Anda bisa membaca cerita mengenai bagaimana transmisi ajaran dari Patriark Pertama ke Patriark Kedua, dst.. sampai kepada Hui Neng, patriark ke enam. Disana anda akan menemukan Hui Neng sendiri pada awalnya adalah seorang awam tapi kemudian setelah mendengar seorang pembeli mendaraskan kisah naratif Diamond Sutra(Vajrachchedika Sutra), dia menjadi tersadar dan memahami sifat alamiah diri. Kemudian dia pergi menemui Patriark kelima, Hong Jen, untuk belajar, tapi ditolak oleh Hong Jen dan diperintahkan untuk bekerja sebagai pemikul beras di dapur kuil. Hui Neng harus diketahui selama berada di kuil Shaolin tidak pernah menjadi biksu dan diajarkan sila2/ moralitas2 yang ada didalam kuil dan dia sendiri seperti yang kita ketahui adalah seorang buta huruf jadi tidak mungkin baginya untuk mempelajari dari buku. Sampai akhirnya pada suatu malam Hong Jen mentransmisikan lineage patriaki kepadanya. Lalu pertanyaanya adalah dari mana moralitasnya terbentuk?? Dia juga bukan seorang pelajar Tao ataupun Konfucius. Intinya adalah bahwa tranmisi ajaran Zen sebenarnya adalah transmisi dari hati ke hati yang bertujuan menyadarkan kita akan sifat alamiah dasar diri secara spontan. Bodhidharma seperti yang sudah saya katakan dalam mail terdahulu selalu melarang muridnya untuk berpegang pada buku, prinsip, ritual, mantra, patung dan lain2. Dia justru mengingatkan murid2nya untuk membakar semua buku dan berpegang pada diri sendiri karena didalam inilah kita akan menemukan segala jawabannya baik mengenai moralitas, kebaikan, pencerahan, dll. Intinya memang benar bahwa untuk menjadi seorang biksu, ada Vinaya yang harus dipatuhi, tapi bagi seorang biksu Zen yang telah dicerahkan akan sifat alamiah diri, moralitas adalah akibat bukan sebab. Sedangkan bagi ajaran Konfucius dan Tao, ajaran Moralitas adalah sebab dan akibatnya adalah menemukan diri sejati. Itulah sebabnya saya mengatakan pendekatannya berbeda walaupun pengalaman yang didapat mungkin sama.
Sebelum anda mengambil kesimpulan seperti itu, mungkin ada baiknya
anda mengkaji perkataan ZhuangZi secara keseluruhan.
Bukan hanya dengan "mimpi" ZhuangZi bisa diambil suatu kesimpulan.
>Ini adalah dari bait tentang pemahaman kosmis tertinggi yang dipahami Zhuang Zi, ini bisa saja benar dari mimpi dia ataupun bisa juga karena benar2 dia alami, kita tidak pernah tahu yang benar2 terjadi. Sedangkan perkataanya ya sama saja seperti ajaran Buddha Theravada ataupun Konfucius, yang tujuan utamanya ya berfokus pada moralitas. Berbeda dengan Zen yang memahami dulu sifat alamiah diri, dan sisanya akan keluar sendiri sebagai hasil dari pemahaman kita.
Secara mudahnya, memang ada kemungkinan BodhiDharma tidak
terpengaruh oleh alam pikiran orang Tionghoa, tapi hal itu tidak
menutup kemungkinan pemikiran-pemikiran dari generasi penerusnya.
Sebelum HuiNeng saja sudah ada beberapa generasi diatasnya.
>Ok, saya tidak mau berdebat tentang ini karena saya sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan patriak2 tersebut. Tapi setahu saya patriark keempat dan kelima menyadari sifat alamiah diri dan menjadi biksu pada usia yang cukup muda, patriark keempat sekitar 14 tahun dan patriark kelima kalau tidak salah sekitar 8 tahun. Patriark kelima sendiri waktu kecil adalah seorang pengemis karena itu tidak mungkin belajar ajaran Tao atau Konfucius. Lagipula jikalau benar patriark sebelumnya mendapatkan pengaruh ajaran Tao dan Konfucius, seharusnya sampai patriarki keenam sudah tidak lagi karena Hui Neng hanya mendapatkan ajaran Sutra Permata (Diamond Sutra) dari Hong Jen.
Satu hal lagi, setahu saya Lakantavara sutra tidak diubah menjadi
Vajra Pacceka Sutra ( CMIIW )atau JinGang Jing. Tapi patriach
HuiNeng memfokuskan Sutra Intan atas arahan patriach HongRen.
Bhiksu Kumarajiva menterjemahkan JinGang Jing ke dalam bahasa
Tionghoa.
>Untuk ini anda perlu mencari beberapa referensi lagi untuk lebih memastikan lagi jawaban Anda. Saya punya beberapa buku referensi tentang Zen dan didalamnya semuanya mengatakan bahwa Lankavatara Sutra diturunkan oleh Bodhidharma kepada Hui Ke, dan Hui Ke kepada Seng Can. Dao Xin, sebagai patriark keenam juga menerima transmisi kitab ini tapi setelah ia pindah ke Kuil Dongshan di Distrik Huangmei di propinsi Hubei, ia kemudian mengubah naskah utamanya menjadi Diamond Sutra, Sutra Permata/ Intan. Hal ini dikarenakan naskah ini telah populer di distrik Huang Mei. Setelah itu sutra ini berlanjut sampai patriark kelima. Hui Neng sendiri bisa mencari Hong Jen untuk belajar karena dia mendengar dari pembeli yang mendaraskan Diamond Sutra bahwa Hong Jen adalah yang mengajarkannya. Lalu, mengenai Hong Jen memfokuskan Hui Neng pada Sutra Intan, ya antara benar dan tidak benar. Benar karena sutra itu yang menjadi pegangan Hong Jen dalam mengajar Zen jadi tidak salah bagi seorang guru untuk mentransmisikan apa yang dia ketahui kepada penerusnya. Tidak benar karena Hui Neng itu seorang buta huruf dan dia hanya mendapatkan transmisi ajaran Zen pada malam terakhir dia di Kuil Shaolin. Jadi yang dipahami dia ya intinya saja. Hui Neng sendiri mengajarkan Zen tidak berpegang pada sutra apapun karena itu ajarannya bisa menyebar sampai ke seluruh Cina. Platform Sutra yang merupakan sutra yang dibabarkan oleh Hui Neng itu ditulis dari seminar yang dia lakukan sebelum parinirvana. Anda bisa membandingkan sendiri apakah Sutra Platform dan Sutra Intan itu sama. Yang saya lihat adalah intinya sama tapi ajarannya sedikit berbeda.rgds,HH
Banyak terima kasih sekali kepada rekan2 semua yang telah menulis tentang
Kelenteng Hiap Thian Kong yg terletak di jln Kelenteng Bandung,
Sebab ini menambah wawasan pengetahuan saya untuk bisa bernotstalgia lagi
Maklum rumah ortu nya mang Ucup letaknya dihadapan Kelenteng tsb
Dan dari sejak kecil hingga remaja saya tinggal di jln Kelenteng,
jadi pada saat tsb Kelenteng itu sudah mirip seperti rumah keduanya mang Ucup,
maklum sering nongkrong disitu, makan disitu, main barongsai maupun liong,
bahkan masih banyak kawan sejak kecil yang masih tinggal disana
termasuk si penjual panggang babi disana.
Salam & tabik
Mang ucup
Andreas xiong,
--- In budaya_...@yahoogroups.com, ANDREAS MIHARDJA
<mihardja@p...> wrote:
>
> Menurut aku ajaran agama Tau dan budha tidak ada hubungannya dgn
ajaran silat dari kedua aliran ini. tetapi basis ajaran kedua agama
ini dipakai utk menciptakan aliran kuntao tenaga dalam neikung dan
chikung.
> Ini kadang2 banyak yg keliru dan bilang latihan pecahkan kayu
atau batu diKarate adalah ilmu ini. Latihan patahkan kayu atau batu
tanpa latihan apa2pun setiap orang sanggup dan tidak ada hubungannya
dgn tenaga dalam. Kalau saya berikan instruksi dan orangnya berani
dlm satu jam juga bisa.
>
Memang benar hal itu bisa dilakukan asal disertai teknik yang tepat.
Jadi disini dibicarakan adalah teknik.
Pendiri aliran ShaoBei ( cat: saya lupa namanya ) adalah profesor
Fisika dan juga mempelajari pengobatan Tiongkok membuat rumus-rumus
dan teknik-teknik yang bisa dipelajari oleh siapapun agar bisa
memecahkan bata atau kayu.
>>Waduh, boleh nih tekniknya, dishare donk... Dari dulu pengen belajar teknik mematahkan batu tapi takut sakit, ada tidak teknik yang dari jauh bisa menghancurkan batu hehehe.... Kalau teknik kebal dulu pernah coba dites, hanya latihan olah nafas dan menahan di perut sehari dan benar langsung bisa dibuktikan. Walaupun nggak berdarah saat dibacok pakai golok, tapi sakitnya terasa juga. Karena ini jadi takut belajar ilmu bela diri eksternal, lebih fokus mempelajari bela diri Tai Chi, PaKua Chang dan teknik mengunci/ mematahkan sendi dan urat. Tapi buat tambah2 ilmu, boleh di share donk teknik memecahkan batunya.
> Memang kedua lairan mendidik kita melatih ilmu neikung dan
chikung seperti kalian bicarakan. dan memang kalau sudah berhasil
resultnya juga akan sama. Tetapi didalam latihan chikung secara
budha dari ajaran Tatmo - latihan napasnya dan gerakannya sangat
berlainan. Lagi didalam latihan chikung latihan napas tidak di
utamakan tetapi latihan concentrasi dan kuda 2 lebih penting.
Latihan chikung dari Siao Lin biasanya dibantu dgn latihan Lohan
tetapi agak berlainan sedikit.
> Kalau latihan chikung dari Tao boleh diambil dari Wutang punya
Taichi yg melatihnya dgn gerakan dan tidak dgn concentrasi. Oleh
karena gerakan daiji yg kaya sungai mengalir achirnya chi bisa juga
berjalan.
> Utk yg belum tahu chikung itu apa - Kalau chikung itu jadi -
dari telapak tangan kita bisa keluar chi dan chi ini bisa meniup api
lilin. Kalau yg punya chikung tangan mereka bisa mengeluarkan aliran
hangat atau dingin ke badan orang lain tanpa touch.
> Sebaliknya chi itu bisa sedot sesuatu agar nempel ketangan.
>
Maaf, sepanjang yang saya tahu latihan qigong itu termasuk mengatur
nafas yang benar.
Latihan TaiJi juga disertai konsentrasi.
>>Ada juga latihan Qigong yang tidak mengutamakan olah nafas, asalkan teknik tangan/ jurusnya benar maka energi akan mengalir lancar. Ilmu Qigong seperti ini kadang2 memberikan kemampuan lebih besar dibandingkan yang menggunakan olah nafas. Sebagai referensi anda dapat melihat pada buku:Nei Jin Qi Gong Dari Shaolin: "Penyembuhan Kuno dalam Dunia Modern" oleh Peter Fenton, Ph.D. (Latihan Qi Gong didalamnya dikatakan sebagai salah satu teknik Qi Gong tertinggi di Shaolin dan untuk melatihnya tidak membutuhkan konsentrasi dan olah nafas)Selain itu ada juga Xiang Gong (saya lupa penemunya siapa, yang pasti latihannya seperti orang menari tapi hasilnya orang yang sudah bertahun-tahun melatihnya, anda tidak akan percaya jika tidak melihat sendiri, bahkan dari jarak 2 meter terasa seperti ada gelombang energi yang sangat besar berputar disekitar Dan Tiannya pada saat latihan. Selain itu ada juga Falun Gong,dll..Latihan Taichi Chuan pada awalnya memang membutuhkan konsentrasi tapi setelah mencapai tingkatan tertentu, anda tidak membutuhkannya lagi karena semuanya akan menjadi spontan karena energi yang akan menggerakkan jurusnya.Ngomong2 di share donk teknik chi untuk memadamkan lilin dan menyedot benda agar nempel... Boleh juga tekniknya itu... Saya bisanya mengalirkan chi untuk penyembuhan penyakit.
> Waktu latihan neikung untuk membuka jalan energir latihan dari
kaum Tao dan budha agak berlainan sekali - tetapi kalau sudah
terbuka cara teknik apapun juga sama. Cara bernapas berlainan tetapi
concentrasi diTantien itu sama. Kalau sudah bisa mengetahui neikung
diTantien baru kita latih menyalurkan neikung ini ke seluruh badan
kita kebawah ke lubang pantat dan kemabali keatas kepungung lurus
kekepala dan melalui hidung ke tantien lagi Biasanya kalau murid2
baru harus dibantu. Ini semua dilakukan dgn latihan napas menurut
aliran2 yg ingin dipergunakan.
> Kalau berhasil badan akan mempunyai reflex menerima pukulan atau
memberikan pukulan tanpa memikir lagi. Ini juga tehnik untuk
melindungi diri terhadap serangan titik accupuncture yg dpt
melukakan.
>
Sepanjang yang saya ketahui, Shaolin juga menggunakan prinsip
meridian tubuh yaitu Ren dan Du sebagai dasar konsep penembusan
meridian tubuh.
Mayoritas latihan kebal termasuk JinZhong Zhao dari Shaolin juga
mengenal pelatihan pai da atau memukul-mukul tubuh agar otot
terbiasa menerima pukulan dan disertai ramuan obat dan minum ramuan
agar tubuh tidak luka dalam.
Banyak yang melatih ilmu kebal itu tidak disertai merendam tubuh
atau mengkompres tubuh dengan obat dan memakan ramuan obat.
Akibatnya terkadang fatal pada usia tua.
>>Jadi takut mau latihan kebal. Saya mau tanya saya sudah melatih teknik memutar energi dari lubang pantat ke atas kemudian turun ke Dan Tian dan kembali ke lubang pantat, tapi kenapa belum kebal juga ya?? Teknik ini didalam tao disebut putaran mikroskosmik. Apa ada teknik khusus??
> Saya tidak mengerti bah2. yoga India atau nama2 lainnya sebab
tidak pernah melatih yoga utk chikung atau neikung - jadi apa yg
ditulis dlm milis ini mungkin sekali betul.Tujuannya juga saya kira
agak berlainan dan concentrasi point nya lain. Saua kira latihan
Yoga pd umumnya mambantu untuk mencapai enlightment - jadi demi soul
kita. Tehnik2 tambahan lainnya seperti neiking chikung atau
kekebalan terhadap senjata adalah tambahan.
> Pengunaannya neikung dan chikung dari agama Dao juga agak
berlainan dgn SiaoLin karena ada pikiran sexual didalamnya dan ada
pikiran panyang umur yg terus terang saja saya kurang mengerti dan
kurang percaya. [ini saya guessing]
> Kalau latihan yg Siaolin sih tidak ada pikiran yg sexual -
tetapi 100% hanya demi kesehatan badan.
>
Saya rasa mengenai sexual dalam pelatihan beladiri Taoism itu tidak
ada kecuali hanya khayalan para pengarang cerita silat saja.
Bahkan saya berani mengatakan melatih beladiri ala Taoism tidak
mengenal sexual sebagai dasar pelatihan.
Bahkan bagi mereka yang hendak menembusi meridian tubuh itu harus
pantang melakukan hubungan sexual dalam jangka waktu tertentu.
Pantangan ini juga berlaku pada praktisi qigong Shaolin.
>>Teknik kungfu seks bukannya suatu mitos atau khayalan saja. Itu benar2 ada dan bisa dibuktikan. Pada tingkatan dasar, ilmu bela diri ala Taoisme sangat melarang praktisinya untuk melakukan hubungan seks secara tidak terkontrol, untuk menghindari terjadinya bocor energi yang telah dikumpulkan di Dan Tian. Di dalam ilmu bela diri ala Taoisme, manusia punya 9 lubang yang harus ditutup dengan baik untuk menghindari kebocoran energi, antara lain: 2 di mata, 2 pada hidung, 2 pada telinga, 1 pada mulut, 1 pada anus dan 1 pada kelamin. Dan dikatakan bahwa pengeluaran energi paling terbesar adalah pada kelamin karena itu merupakan yang paling utama yang harus diperhatikan. Jadi pada basic nya memang ilmu bela diri ala Taoisme melarang hubungan seks yang tidak terkontrol. Kungfu seks adalah kungfu tingkat tinggi ala Taoisme yang hanya bisa dilatih setelah mencapai tingkatan chi yang cukup tinggi. Untuk semua perkataan saya, saya mempunyai referensi yang bisa dipercaya.Untuk referensi mengenai kungfu seks dapat dilihat pada buku:Membangkitkan Energi Seksual Wanita oleh Mantak Chia & Maneewan Chia Taoist Secrets of Love (di Indonesia diterbitkan dengan judul "Rahasia Penyembuhan Tao") oleh Mantak Chia & Maneewan Chia Cultivating Female Sexual Energy oleh Mantak Chia& Maneewan ChiaSaya punya beberapa referensi lagi oleh pengarang yang berbeda tapi saya lupa judulnya.>>>Untuk kungfu Shaolin, kalau anda hanya melatih aspek bela dirinya saja, maka anda tidak akan menemukan hubungan antara kungfu shaolin dengan Yoga dan pencerahan. Tapi coba belajar Yi Jin Jing dan Xi Sui Jing beserta konsep2, teori2 dan aplikasinya secara benar, disana anda akan menemukan bahwa Yi Jin Jing mendekati latihan Hatha Yoga. Dan untuk Xi Sui Jing, aspek tertinggi yang ingin dicapai dari latihannya adalah pencerahan...
> Dgn berhasilnya mendapat latihan silat/bela diri secara gerakan
yg kalian sering lihat seperti kuntao bango, ular naga etc. dan
dikombinasi dgn chi dan neikung maka badan kuntao itu biasanya sudah
jadi dan gerakn menyerang atau melindung seperti yg pernah
dibicarakan sudah berhasil. Tetapi ilmu silat banyak alirannya dan
banyak yg lebih pintar dari kita Ini juga tidak berarti kita bisa
menangkan yg 2x labih besar dari kita - tetapi yg pasti adalah kita
dpt membunuh - jadi harus hati2.
>
Memang jurus-jurus kungfu terlalu berbahaya jika diadu full contact
apalagi tanpa body protector.
Mayoritas jurus yang ada bertujuan melumpuhkan musuh dalam satu
serangan.
>>Jangan terlalu yakin bahwa jurus2 kungfu sehebat itu, kalau memang hebat kenapa setiap kali ahli wushu ikut Ultimate Fighting Championship selalu kalah?? Jelas pertandingan itu full body contact, tanpa pelindung. Lihat saja pada saat ahli wushu berhadapan dengan ahli Grazie Jujitsu di UFC, mana ada yang tahan lebih dari 30 menit, sehebat apapun latihan jurus hewan mu, coba pikirkan bagaimana kalau ada seorang ahli bantingan menangkap kedua tanganmu dan mengunci kakimu??? Apakah jurus hewan itu masih bisa membunuh?? Pikirkan lagi kenapa ahli2 kungfu yang sudah berlatih berpuluh2 tahun bisa kalah oleh ahli2 Karate yang baru berlatih beberapa tahun?? Ini bisa dilihat pada sejarah saat Jepang menguasai Cina.Itu lah makanya Bruce Lee meninggalkan ajaran bela diri konvensional dan menciptakan aliran Jet Kune Do yang menekankan pada perkelahian jalanan (Street Fighting), dimana tidak ada aturan main dan semua teknik diijinkan. Bruce Lee sendiri mengatakan bahwa bela diri kungfu terlalu mekanis, berlatih jurus hewan dan lain2, padahal manusia bukanlah hewan karena itu manusia seharusnya mempelajari jurus manusia. Didalam Jet Kune Do, tidak ditemukan latihan jurus, yang ada adalah dalam perkelahian semua jurus mengalir secara spontan. Untuk referensi bisa dilihat pada buku Jet Kune Do by Bruce Lee.Ada beberapa aliran bela diri kungfu yang menurut pendapat saya cukup memenuhi kriteria ilmu bela diri yang menekankan spontanitas antara lain Wing Chun, Ngo Cho Kun, Tai Chi Chuan, Pakua Chang, dll.. Tai Chi Chuan itu setahu saya selama mempelajarinya, tidak dikenal aturan main dalam perkelahian. Semuanya adalah spontan. Jikalau memang ketemu yang ahli bantingan dan saya terkunci, ya bukanlah suatu hal yang tabu untuk menyerang kelamin lawan, menusuk mata, dll. Jikalau kaki ditangkap, bukanlah kesalahan untuk menyerang belakang kepala lawan sampai pecah dengan menggunakan siku tangan, etc..Pikirkan sendiri jika anda bertemu ahli bela diri kuncian, apakah teknik anda akan efektif? Bagaimana pada saat anda bertemu dengan ahli tendangan, ahli pukulan, ahli bantingan, ahli tenaga dalam, dll.. Jikalau kemampuan anda memang bisa dipakai pada setiap keadaan barulah anda bisa mengatakan bahwa jurus2mu adalah sangat efektif dan dapat digunakan untuk membunuh orang.
Yahoo! Photos – Showcase holiday pictures in hardcover
Photo Books. You design it and we’ll bind it!
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
Andreas xiong,
--- In budaya_...@yahoogroups.com, ANDREAS MIHARDJA
<mihardja@p...> wrote:
>
> Menurut aku ajaran agama Tau dan budha tidak ada hubungannya dgn
ajaran silat dari kedua aliran ini. tetapi basis ajaran kedua agama
ini dipakai utk menciptakan aliran kuntao tenaga dalam neikung dan
chikung.
> Ini kadang2 banyak yg keliru dan bilang latihan pecahkan kayu
atau batu diKarate adalah ilmu ini. Latihan patahkan kayu atau batu
tanpa latihan apa2pun setiap orang sanggup dan tidak ada hubungannya
dgn tenaga dalam. Kalau saya berikan instruksi dan orangnya berani
dlm satu jam juga bisa.
>
Memang benar hal itu bisa dilakukan asal disertai teknik yang tepat. Jadi disini dibicarakan adalah teknik.
Yes didalam pecahkan kayu/ batu semua fisika
Pendiri aliran ShaoBei ( cat: saya lupa namanya ) adalah profesor
Fisika dan juga mempelajari pengobatan Tiongkok membuat rumus-rumus
dan teknik-teknik yang bisa dipelajari oleh siapapun agar bisa
memecahkan bata atau kayu.
> Memang kedua lairan mendidik kita melatih ilmu neikung dan
chikung seperti kalian bicarakan. dan memang kalau sudah berhasil
resultnya juga akan sama. Tetapi didalam latihan chikung secara
budha dari ajaran Tatmo - latihan napasnya dan gerakannya sangat
berlainan. Lagi didalam latihan chikung latihan napas tidak di
utamakan tetapi latihan concentrasi dan kuda 2 lebih penting.
Latihan chikung dari Siao Lin biasanya dibantu dgn latihan Lohan
tetapi agak berlainan sedikit.
> Kalau latihan chikung dari Tao boleh diambil dari Wutang punya
Taichi yg melatihnya dgn gerakan dan tidak dgn concentrasi. Oleh
karena gerakan daiji yg kaya sungai mengalir achirnya chi bisa juga
berjalan.
> Utk yg belum tahu chikung itu apa - Kalau chikung itu jadi -
dari telapak tangan kita bisa keluar chi dan chi ini bisa meniup api
lilin. Kalau yg punya chikung tangan mereka bisa mengeluarkan aliran
hangat atau dingin ke badan orang lain tanpa touch.
> Sebaliknya chi itu bisa sedot sesuatu agar nempel ketangan.
>
Maaf, sepanjang yang saya tahu latihan qigong itu termasuk mengatur nafas yang benar.
Memang kalau dulu diindonesia dibilang latihan napas tetapi mereka disuruh berdiri pakai besi2 dalam suatu posisi sampai puluhan menit - sampai bosan.[disini dandien akan terasa kalau sudah tahu chi] Ini permulaannya tetapi chi kaga akan ketahuan - karena itu ada gerakan2 dari lohan yg dapat menyalurkan. Ini harus dibantu instruktor dan diperlihatkan chi-nya Ini chi harus dapt kita rasakan dulu melalui instruktor [dia harus demo angin chinya] kalau tidak akan tahu apa yg ingin dicapai. Gerakan lohan dari aliran ini membantu mencarinya. Juga ini latihan dlm satu bulan juga bisa ketemu tetapi belum bisa pakai.
Latihan TaiJi juga disertai konsentrasi.
Latihan Taiji tidak ada concentrasi point tetapi melatih saluran - karena itu lebih sulit utk mencapai chikung level. Tetapi dgn gerakannya kita mendapat gymnastik. Kalau sudah jadi daerah dandien juga akan berkembang
> Waktu latihan neikung untuk membuka jalan energir latihan dari
kaum Tao dan budha agak berlainan sekali - tetapi kalau sudah
terbuka cara teknik apapun juga sama. Cara bernapas berlainan tetapi
concentrasi diTantien itu sama. Kalau sudah bisa mengetahui neikung
diTantien baru kita latih menyalurkan neikung ini ke seluruh badan
kita kebawah ke lubang pantat dan kemabali keatas kepungung lurus
kekepala dan melalui hidung ke tantien lagi Biasanya kalau murid2
baru harus dibantu. Ini semua dilakukan dgn latihan napas menurut
aliran2 yg ingin dipergunakan.
> Kalau berhasil badan akan mempunyai reflex menerima pukulan atau
memberikan pukulan tanpa memikir lagi. Ini juga tehnik untuk
melindungi diri terhadap serangan titik accupuncture yg dpt
melukakan.
>
Sepanjang yang saya ketahui, Shaolin juga menggunakan prinsip meridian tubuh yaitu Ren dan Du sebagai dasar konsep penembusan meridian tubuh.
Correct yg saya bicarakan adalah Tatmo punya latihan Neikung - tetapi latihan neikung bukan latihan kekebalan badan. Didalam latihan neikung kita tidak boleh mengeluarkan tenaga sampai meridian kita terbuka semua Ini hanya dapat dilatih setelah chikung jadi. Lagi ada bahayanya kalau neikung kabur bisa sakit otot. Karena itu harus latih dgn lotus seat agar meridian kekaki ditutup [ jadi berlainan dgn chikung.]
Mayoritas latihan kebal termasuk JinZhong Zhao dari Shaolin juga
mengenal pelatihan pai da atau memukul-mukul tubuh agar otot
terbiasa menerima pukulan dan disertai ramuan obat dan minum ramuan
agar tubuh tidak luka dalam.
> > Para anggota milis yang budiman:
> > Karena di milis ini disebut Ta Ji, saya minta
> bantuan
> > sudilah antara para anggota milis supaya memberi
> > penerangan mengenai salah satu tokoh tAI jI, yaitu
> > mengenai Yang Lu Chan,(1799-1872), pendiri Tai Ji
> > Family Yang. Ada empat pertanyaan: Di kota atau
> dusun
> > manakah ia dilahirkan ? Apakah betul ia pernah
> tinggal
> > di Guang Ping (Ho Pei)? Bila benar, dimanakah
> Guang
> > Ping itu? Sekarang namanya apa? Dapatkah kita
> > mengunjungi tempat itu? Adakah buku sejarah
> mengenai
> > Tai Ji family Yang. Di Wikipedia ada bahan tetapi
> tak
> > lengkap. TERIMA KASIH SEBELUMNYA.
> > Peter Liem
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.