Menurut saya, pengucapan lafal Mandarin yang salah seperti yang anda sebutkan, lebih banyak disebabkan kesalahan guru waktu mengajar bhs Mandarin di sekolah2 Tionghoa waktu itu.
Dan kasusnya akan berbeda di setiap daerah, karena asal guru yang berbeda. Di milis BT sdr. Henri pernah mengatakan bhw orang2 Siantar berbhs Mandarin dialek Sichuan karena guru2 yang mengajar di sana adalah orang2 Sichuan. Demikian pula Zhou Xiong mengatakan guru2 di Jawa Tengah mengajarkan "ren", sedangkan di Jawa Barat dan di daerah lain diajarkan "jen".
Sekarang apakah kesalahan ini adalah pengaruh bhs Hokkian? Pertanyaan ini harus dijawab dengan melakukan study yang lebih mendalam dan perlu dukungan dari teman2 yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Saya hanya tahu pengajaran (dan kesalahan2nya) bhs Mandarin di daerah Bogor.
Kesalahan yang umum di Bogor (juga di Bandung dan Jakarta):
1. Tidak mengenal SH, ZH, dan CH -> diucapkan seperti S, Z, dan C
2. Bunyi ENG diucapkan EN : SHENG (生) -> SEN, ZHENG (正) -> ZHEN, GENG (更) -> GEN
3. Bunyi IN diucapkan ING: JIN (金) -> JING
4. Bunyi R diucapkan J : REN (人) -> JEN
5. Bunyi RONG diucapkan YONG: RONG (容) -> YONG
6. Bunyi U (umlaut) diucapkan I: YU (雨) -> YI, QU (去) -> QI, XU (许) -> XI
7. Bunyi UE diucapkan IO : XUE (学) -> XIO, YUEFEI (岳飞) -> YOFEI
8. Bunyi ONG diucapkan UN: youYONG (游泳) -> YuYUN
9. Bunyi E diucapkan O: HE (和) -> HO
9. Bunyi UO diucapkan O: HUO (火) -> HO
10. Bunyi YUAN diucapkan YEN: YUAN (远) -> YEN
11. Bunyi FO diucapkan FU: FO (佛) -> FU
12. Bunyi HUI diucapkan FI/FEI: HUI (辉) -> FI
13. Bunyi WAN diucapkan YAN: WAN (丸) -> YAN
14. Bunyi ENG diucapkan UNG: FENG (风) -> FUNG, WENG (翁) -> WUNG
15. Bunyi AI diucapkan E: PAIshou (拍手) -> PEshou
catatan:
-Mayoritas guru2 di Bogor (juga Jakarta dan Bandung) adalah orang2 Hakka.
-Kesalahan no. 1 dan 4 adalah kesalahan umum orang2 yang berdialek selatan, karena memang tidak ada bunyi SH, ZH, CH, R
-Kesalahan no. 2 dan 3, kelihatannya lebih banyak dipengaruhi bhs Hakka, yang terbalik bunyi IN dan ING nya dengan bhs Mandarin.
-Kesalahan no. 12 dan 13, dipengaruhi bhs Hakka
salam, From: andy hartanto <andy_cool1986@yahoo.com> |
Ikut nimbrung sedikit,
Selain pelafalan yang salah, banyak juga kata-kata yang dibaca salah, saya tidak tahu pasti asalnya dari mana, tapi kalau dilihat, salah baca karena hurufnya sama atau mirip dengan kata lain, jadi diterka, sebab di kamus tidak demikian. Jelas sang guru tidak pernah mencocokkan cara bacanya dengan kamus. Kalau guru salah , muridnya terbawa salah, akhirnya semua terbawa salah. Maklum sang guru bukan native speaker, bahkan dulu banyak yang belum pernah menginjak Tiongkok ataupun Taiwan.
Contoh yang jelas adalah
1. huruf 着 ( simplified Chinese GB2312). Huruf ini mempunyai beberapa cara baca, zhe5, zhao1,zhao1,zhao2 zhuo2.
Dalam menunjukkan kata kerja sedang berjalan, harus dibaca zhe5 (nada ringan), tapi di Indonesia semua dibaca zhuo. Kanzhe shu zoulu. Maksudnya berjalan sambil baca buku.
Dikatakan Kanzhuo shu zoulu.
2. huruf 都,bisa dibaca du1, bisa dou1. Sebagai kata bantu yang menunjukkan juga tapi jamak, harus dibaca dou, di kita dibaca du semua.
Ta shi xuesheng, ni ye shi xuesheng, women dou shi xuesheng.
3. huruf 弄, sebagai kata bantu , harus dibaca nong4, bukan long4, misalnya nonghuai 弄坏, merusakkan, nong hao memperbaiki. Dibaca long1 kalau artinya gang.
4. 膝盖 xi1gai4, yang berarti lutut, sering dibaca menjadi qi1gai4. Ini dikarenakan huruf xi nya mirip dengan huruf 漆 qi yang berarti cat. Mungkin dulunya orang yang memulai itu menerka saja, tanpa melihat kamus lagi.
Ini sekedar contoh, masih banyak lagi. Dengan banyaknya guru native speaker, mudah-mudahan keadaan akan berubah.
Salam
Liang U |
|
|
Alfonso: Di Palembang banyak orang asal propinsi Fujian dari °²Ïª
(An1 xi1). Mereka juga suka membuat kebiasaan dengan menyebut An1
qi1. Namanya orang tua, agak bebal (karena mereka sudah kebiasaan
sejak muda) kalau dikasih tahu oleh junior.
Dan sekali waktu, waktu ada perkumpulan 'warga' Anxi se-Indonesia,
mereka juga menyebut Anqi. Ada seorang warga Anxi beneran dan dia
membetulkan penyebutan itu.
Mandarin Indonesia sudah tercampur dengan bahasa setempat di
Indonesia. Mandarin di Jawa jadi halus, Mandarin di Sumatera agak
keras. Juga mereka dulu kan ga ada yang namanya pinyin. Bisa jadi,
kesalahan dari guru langsung menurun ke murid-muridnya tanpa ada
yang bisa protes/koreksi.
Alfonso
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, liang u <liang_u@...> wrote:
> 4. è† ç›– xi1gai4, yang berarti lutut, sering dibaca menjadi
qi1gai4. Ini dikarenakan huruf xi nya mirip dengan huruf æ¼?qi yang
berarti cat. Mungkin dulunya orang yang memulai itu menerka saja,
tanpa melihat kamus lagi.
25
From: King Hian <king_hian@yahoo. com>
Subject: [budaya_tionghua] Re: Bahasa Hokkien
To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com
Cc: andy_cool1986@ yahoo.com
Date: Thursday, October 30, 2008, 9:49 AM
Menurut saya, pengucapan lafal Mandarin yang salah seperti yang anda sebutkan, lebih banyak disebabkan kesalahan guru waktu mengajar bhs Mandarin di sekolah2 Tionghoa waktu itu.
Dan kasusnya akan berbeda di setiap daerah, karena asal guru yang berbeda.. Di milis BT sdr. Henri pernah mengatakan bhw orang2 Siantar berbhs Mandarin dialek Sichuan karena guru2 yang mengajar di sana adalah orang2 Sichuan. Demikian pula Zhou Xiong mengatakan guru2 di Jawa Tengah mengajarkan "ren", sedangkan di Jawa Barat dan di daerah lain diajarkan "jen".
25
Sdr. Alfonso,
Yang saya dengar, beberapa lafal telah berubah sejak Putonghua masih
disebut Zheng1yin1 æ£éŸ³ (dilafalkan Zhenying) dan Guo2yu3 國語.
Dahulu memang xi1 (masa kini) dilafalkan qi1. Kalau kita periksa
buku-buku lama berbahasa Inggris tentang Tiongkok, maka kita dapati,
nama Kabupaten Long2xi1 é¾ æºªç¸£di Keresidenan Zhang1zhou1 漳州府,
Propinsi Fu2jian4 ç¦ å»ºçœ , misalnya, pun dahulu dieja Lung-k’i
(ejaan Post Office) atau Lung-ch’i (ejaan Wade-Giles), bukan Lung-
hi (ejaan Post Office) atau Lung-hsi (ejaan Wade-Giles). Di Taiwan
tahun 1983 ada sebuah tempat yang namanya masih Qitou, tapi kalau
dilihat hurufnya, seharusnya dilafalkan Xitou 溪é . Jadi, pelafalan
xi1 menjadi qi1 bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga di Taiwan
dan pastinya di Tiongkok sendiri.
Pulau Gu3lang4yu3 é¼"浪嶼 di seberang Xia4men2 廈門 dahulu namanya
Gulangxu (Ku-lang-hsü dalam ejaan Wade-Giles).
Lafal yang berbeda dengan Pinyin ini kemungkinan besar berdasarkan
lafal Shanghai yang populer berkat Kamus Wang Yunwu çŽ‹å… äº" yang
terbit di Shanghai sebelum PD II dan menjadi panduan pengajaran
bahasa Tionghoa di Indonesia.
Perubahan lain adalah ue menjadi io. Misalnya jue menjadi jio (e. g.
jue2de5 覺得 menjadi jio2de5), xue menjadi xio (xue2sheng1 å¸ç"Ÿ
menjadi xio2shen1), dll seperti yang diuraikan Sdr. King Hian, yang
bukan disebabkan oleh pengaruh bahasa Hakka.
Yang mengherankan, selain lafal, nada (tone) pun ikut berubah.
Sebagai contoh, di Jakarta―entah di tempat lain―shi2 sering
dilafalkan menjadi se4 (e.g. shi2dian3 å 點 menjadi se4dian3). Tadi
pagi di Metro Xinwen pun ada orang yang melafalkannya begitu. Gejala
apa itu?
Kiongchiu,
DK
Re: Bahasa Hokkien
Message #38157 of 38164
Re: Salah baca dalam Mandarin
Alfonso: Di Palembang banyak orang asal propinsi Fujian dari 安溪
(An1 xi1). Mereka juga suka membuat kebiasaan dengan menyebut
An1qi1. Namanya orang tua, agak bebal (karena mereka sudah kebiasaan
sejak muda) kalau dikasih tahu oleh junior.
Dan sekali waktu, waktu ada perkumpulan 'warga' Anxi se-Indonesia,
mereka juga menyebut Anqi. Ada seorang warga Anxi beneran dan dia
membetulkan penyebutan itu.
Mandarin Indonesia sudah tercampur dengan bahasa setempat di
Indonesia. Mandarin di Jawa jadi halus, Mandarin di Sumatera agak
keras. Juga mereka dulu kan ga ada yang namanya pinyin. Bisa jadi,
kesalahan dari guru langsung menurun ke murid-muridnya tanpa ada
yang bisa protes/koreksi.
Alfonso
Selain itu, hal menarik lain dari lafal Mandarin Jawa adalah:
- q (Pinyin) -> j (lafal Indo), qian å‰ -> jièn
- ch (Pinyin) -> j (lafal Indo), chun 春 -> jun
- p (Pinyin) -> b (lafal Indo), peng 朋 -> bêng
- t (Pinyin) -> d (lafal Indo), tian 天 -> dièn
- k (Pinyin) -> g (lafal Indo), kong 空 -> gung
Kiongchiu,
DK
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Fy Zhou <zhoufy@...wrote:
Yang paling menonjol dari mandarin Jawa adalah: banyak bunyi yang
sifatnya terbuka, yang ejaannya diakhiri dng huruf verbal seperti a-
e- i- u-o, berubah menjadi tertutup dan diakhiri dng huruf K!
Su menjadi Suk (ejaan Indo), Ri menjadi Rek, Pa menjadi Bak, Pi
menjadi Bik, Ruo menjadi Ruok dsb dsb.... semua diakhiri dng huruf
K, mirip dng orang Betawi yang melafalkan kata2 Indonesia. .
ZFy
________________________________
From: Richard Wu Prasojo <richardwu9@...
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Saturday, November 1, 2008 3:44:37 AM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Bahasa Hokkien, salah baca dalam
Mandarin
Nimbrung,
Untuk Semarang, tampaknya ada beberapa derivatif pronounsasi dari
Mandarin yang mungkin dipengaruhi dialek Jawa atau kesalahan Guru
(terpengaruh dialek) waktu mengajar di sekolah Tionghoa seperti yang
diutarakan senior King Hian, andaikata para Guru tersebut
terpengaruh dialek saya juga kurang tahu dialek yang mana:
- lafal ã„© yu (dengan titik dua di atas u) sudah sering
dibaca 一 yi, misal 全部 quan2 bu4 dibaca qian2 bu4.
- è§' jiao3 di pronounsasikan ciok3 (bukan standar pinyin)
- 都 dou1 dibaca tuk (bukan standar pinyin) seperti di
tuliskan oleh senior Liang U.
- bunyi yuan dibaca yen (bukan standar pinyin).
- 有 you3 dibaca yiu (bukan standar pinyin).
- 什麼 she2 me dibaca se mok (bukan standar pinyin).
- æ‹ æ‰‹ pai1 shou3 dibaca phek4 shou3 (bukan standar pinyin).
- .... (belum teringat)Saya memperhatikan orang2x dari HK dan
Macau yang native Canton, mereka juga sering salah ucap Mandarin
(mungkin karena terpengaruh dialek Cantonese), seperti:
- 容æ˜" rong2 yi4 mereka kadang bilang yong2 yi4.
- 人 ren2 kadang mereka kepleset dengan ngomong yan2.
- .... (belum teringat)Mandarin beberapa teman saya yang
orang Shanghai pun ada ciri2x khusus dalam pronounsasi, tapi saya
tidak (belum) sempat memperhatikan secara detil.
Tapi biasanya tidak menjadi masalah berarti (semoga) dalam
komunikasi, asalkan dipakai dalam konteks yang tepat seharusnya
masih bisa dipahami dengan baik.
Saya yang belajar Mandarin dari Taiwan masih mengalami kesulitan
dalam berkomunikasi dengan teman2x dari Mainland, khususnya dari
Beijing (apalagi yang dari Tianjing, lidahnya lebih muter hehe)
karena saya kurang bisa menangkap/ menyesuaikan nada mereka, yah itu
saya survive dari konteks.
Perbedaan ini indah ya:)
Best,
Richard
--- On Thu, 10/30/08, King Hian <king_hian@yahoo. com> wrote:
From: King Hian <king_hian@yahoo. com
Subject: [budaya_tionghua] Re: Bahasa Hokkien
To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com
Cc: andy_cool1986@ yahoo.com
Date: Thursday, October 30, 2008, 9:49 AM
Menurut saya, pengucapan lafal Mandarin yang salah seperti yang anda
sebutkan, lebih banyak disebabkan kesalahan guru waktu mengajar bhs
Mandarin di sekolah2 Tionghoa waktu itu.
Dan kasusnya akan berbeda di setiap daerah, karena asal guru yang
berbeda. Di milis BT sdr. Henri pernah mengatakan bhw orang2 Siantar
berbhs Mandarin dialek Sichuan karena guru2 yang mengajar di sana
adalah orang2 Sichuan. Demikian pula Zhou Xiong mengatakan guru2 di
Jawa Tengah mengajarkan "ren", sedangkan di Jawa Barat dan di daerah
lain diajarkan "jen".
Sekarang apakah kesalahan ini adalah pengaruh bhs Hokkian?
Pertanyaan ini harus dijawab dengan melakukan study yang lebih
mendalam dan perlu dukungan dari teman2 yang berasal dari berbagai
wilayah di Indonesia.
Saya hanya tahu pengajaran (dan kesalahan2nya) bhs Mandarin di
daerah Bogor.
Kesalahan yang umum di Bogor (juga di Bandung dan Jakarta):
1. Tidak mengenal SH, ZH, dan CH -diucapkan seperti S, Z, dan C
2. Bunyi ENG diucapkan EN: SHENG (ç"Ÿ) -SEN, ZHENG (æ£) -ZHEN, GENG
(æ›´) -GEN
3. Bunyi IN diucapkan ING: JIN (é‡`) -JING
4. Bunyi R diucapkan J: REN (人) -JEN
5. Bunyi RONG diucapkan YONG: RONG (容) -YONG
6. Bunyi U (umlaut) diucapkan I: YU (雨) -YI, QU (去) -QI, XU (许) -
XI
7. Bunyi UE diucapkan IO: XUE (å¦) -XIO, YUEFEI (岳飞) -YOFEI
8. Bunyi ONG diucapkan UN: youYONG (游泳) -YuYUN
9. Bunyi E diucapkan O: HE (å'Œ) -HO
9. Bunyi UO diucapkan O: HUO (ç «) -HO
10. Bunyi YUAN diucapkan YEN: YUAN (远) -YEN
11. Bunyi FO diucapkan FU: FO (ä½›) -FU
12. Bunyi HUI diucapkan FI/FEI: HUI (辉) -FI
13. Bunyi WAN diucapkan YAN: WAN (丸) -YAN
14. Bunyi ENG diucapkan UNG: FENG (风) -FUNG, WENG (ç¿ ) -WUNG
15. Bunyi AI diucapkan E: PAIshou (æ‹ æ‰‹) -PEshou
catatan:
-Mayoritas guru2 di Bogor (juga Jakarta dan Bandung) adalah orang2
Hakka.
-Kesalahan no. 1 dan 4 adalah kesalahan umum orang2 yang berdialek
selatan, karena memang tidak ada bunyi SH, ZH, CH, R
-Kesalahan no. 2 dan 3, kelihatannya lebih banyak dipengaruhi bhs
Hakka, yang terbalik bunyi IN dan ING nya dengan bhs Mandarin.
-Kesalahan no. 12 dan 13, dipengaruhi bhs Hakka
salam,
KH
* 25
--
æˆ`知é "æˆ`知é "äº†ä¸ è©²çŸ¥é ",但æˆ`也知é "如果æˆ`ä¸ çŸ¥é "æˆ`會想知é ", æ‰€ä»¥å ªå¥½çŸ¥é "
äº†å »å ‡è£ ä¸ çŸ¥é ", ç‰åˆ°å"ªå¤©ä½ 知é "æˆ`知é "後æˆ`就知é "æˆ`能說æˆ`å·²ç¶"知é ", 但是
ç ¾åœ¨æˆ`知é "æˆ`é‚„ä¸ èƒ½è®"ä½ çŸ¥é "æˆ`å·²ç¶"知é ", å› ç‚ºæˆ`知é "ä½ é‚„ä¸ çŸ¥é "æˆ`知é ", 所
ä»¥ç ¾åœ¨å°±ç®—æˆ`知é "æˆ`也會說æˆ`ä¸ çŸ¥é "!
Send up to 1GB of
files in an IM.
Thanks atas komennya Pak Kwa. (Ba Gua dalam Mandarin artinya tukang
gosip:) ) Saya ga tau persis kalau di China ini gimana. Tapi yang saya
tahu, di Taiwan, itu dibaca Xitou, bukan Qitou. Tempat itu masih ada
sekarang. Kebetulan saya sudah 2 kali ke sana. Malah sempat hiking di
hutan sana yang terakhir (Desember 2007). Saranku, kalau mau kesana
paling enak saat musim dingin, jadi ga keringatan saat hiking.
Ini saya copy-kan web yang ditulis oleh Bule:
http://www.taiwanfun.com/travel/0607/0607Xitou.htm
Alfonso
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "David Kwa"
<david_kwa2003@...> wrote:
> Di Taiwan
> tahun 1983 ada sebuah tempat yang namanya masih Qitou, tapi kalau
> dilihat hurufnya, seharusnya dilafalkan Xitou 溪é . Jadi, pelafalan
> xi1 menjadi qi1 bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga di Taiwan
> dan pastinya di Tiongkok sendiri.
Send up to 1GB of
files in an IM.
Ini saya copy-kan tentang profil kabupaten Anxi dari sumber
terpercaya. Kakek saya berasal dari sini.
http://en.wikipedia.org/wiki/Anxi_County
Tahun 1988, bokapku ke Anxi sana. Katanya di sana kalau boker di
mana itu sama dengan rejeki di tempat itu. Maksudnya, jika Mocthar
Riady datang ke rumah saya, terus dia kepingin boker, itu artinya
Riady kasih rezeki buat saya. Tuan rumah menggunakan tahi manusia
menjadi pupuk. Iiih...
Juga, kalau orang Indonesia minum teh kan ga suka yang terlalu
panas. Nahm biasanya didiamin sebentar supaya dingin. Begitu udah
agak dingin dan mau diminum, tuan rumah akan bilang, "Eh buang itu.
Udah dingin". Dikasih lagi yang panas hehe...
Alfonso
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "David Kwa"
<david_kwa2003@...> wrote:
>
> Dahulu memang xi1 (masa kini) dilafalkan qi1.
Bung King Hian dan TTM semuah,
Hai, apakabar? Sudah makan?
Saya ikutan nimbrung dikit ya.
Waktu saya sekolah di SD THHK, kami diajarkan (secara salah?) bunyi untuk kata-kata
seperti yang anda contohkan, umumnya sama. Saya baru tahu belakangan bahwa 人
dibacanya [ren]. Bahkan pernah berani 'mengoreksi' cara baca saudara saya yang berasal
dari Solo. Kalau diingat, ternyata yang benar adalah [ren], saya jadi tertawa geli sendiri:
lha sudah jelas salah malah ngoreksi yang benar ya. Tapi, walau sudah salah begitu, agak
sulit bagi saya untuk merubah lafal bunyi yang benar. Karena kesalahan itu sudah
tertanam sejak pertama kenal dan diajarkan hurufnya sih ya, mungkin.
Belakangan, baru-baru ini, saya suka bingung kalau dengar siaran radio yang studio-nya
ada di Jalan Jembatan Batu itu, berbahasa Tionghua, suka menyebut angka dengan bunyi
[yaw], kalau ndak salah untuk angka 0. Kalau boleh tahu, dari mana asalnya perubahan
bunyi [ling] menjadi [yaw] untuk angka 0 ini ya?
Terima kasih atas penjelasannya.
Begitu ajah sih ya.
Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, King Hian <king_hian@...> wrote:
Menurut saya, pengucapan lafal Mandarin yang salah seperti yang anda sebutkan, lebih
banyak disebabkan kesalahan guru waktu mengajar bhs Mandarin di sekolah2 Tionghoa
waktu itu.
Dan kasusnya akan berbeda di setiap daerah, karena asal guru yang berbeda. Di milis BT
sdr. Henri pernah mengatakan bhw orang2 Siantar berbhs Mandarin dialek Sichuan karena
guru2 yang mengajar di sana adalah orang2 Sichuan. Demikian pula Zhou Xiong
mengatakan guru2 di Jawa Tengah mengajarkan "ren", sedangkan di Jawa Barat dan di
daerah lain diajarkan "jen".
Â
Sekarang apakah kesalahan ini adalah pengaruh bhs Hokkian? Pertanyaan ini harus
dijawab dengan melakukan study yang lebih mendalam dan perlu dukungan dari teman2
yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Â
Saya hanya tahu pengajaran (dan kesalahan2nya) bhs Mandarin di daerah Bogor.
Â
Kesalahan yang umum di Bogor (juga di Bandung dan Jakarta):
1. Tidak mengenal SH, ZH, dan CH -> diucapkan seperti S, Z, dan C
2. Bunyi ENG diucapkan EN : SHENG (ç"Ÿ) -> SEN, ZHENG (æ£) -> ZHEN, GENG (æ›´) -> GEN
3. Bunyi IN diucapkan ING: JIN (é‡`) -> JING
4. Bunyi R diucapkan J : REN (人) -> JEN
5. Bunyi RONG diucapkan YONG: RONG (容) -> YONG
6. Bunyi U (umlaut) diucapkan I: YU (雨) -> YI, QU (去) -> QI, XU (许) -> XI
7. Bunyi UE diucapkan IO : XUE (å¦) -> XIO, YUEFEI (岳飞) -> YOFEI
8. Bunyi ONG diucapkan UN: youYONG (游泳) -> YuYUN
9. Bunyi E diucapkan O: HE (å'Œ) -> HO
9. Bunyi UO diucapkan O: HUO (ç «) -> HO
10. Bunyi YUAN diucapkan YEN: YUAN (远) -> YEN
11. Bunyi FO diucapkan FU: FO (ä½›) -> FU
12. Bunyi HUI diucapkan FI/FEI: HUI (辉) -> FI
13. Bunyi WAN diucapkan YAN: WAN (丸) -> YAN
14. Bunyi ENG diucapkan UNG: FENG (风) -> FUNG, WENG (ç¿ ) -> WUNG
15. Bunyi AI diucapkan E: PAIshou (æ‹ æ‰‹) -> PEshou
Â
catatan:
-Mayoritas guru2 di Bogor (juga Jakarta dan Bandung) adalah orang2 Hakka.
-Kesalahan no. 1 dan 4 adalah kesalahan umum orang2 yang berdialek selatan, karena
memang tidak ada bunyi SH, ZH, CH, R
-Kesalahan no. 2 dan 3, kelihatannya lebih banyak dipengaruhi bhs Hakka, yang terbalik
bunyi IN dan ING nya dengan bhs Mandarin.
-Kesalahan no. 12 dan 13, dipengaruhi bhs Hakka
salam,
KH
Send up to 1GB of
files in an IM.
| Sdr. Ophoeng, Yao 幺 nada pertama berarti satu, tapi bukan untuk kata bilangan satu, hanya untuk penomoran, misalnya nomor telpon 23116721. Kita bilang er, san, yao, yao, liu, qi, er, yao. Salam Liang U --- On Sun, 11/2/08, Ophoeng <ophoeng@yahoo.com> wrote: |
From: Ophoeng <ophoeng@yahoo.com> |
|
makasih ats informasinya ya....
--- Pada Ming, 2/11/08, Ophoeng <ophoeng@yahoo.com> menulis:
> Dari: Ophoeng <ophoeng@yahoo.com>
> Topik: [budaya_tionghua] Lafal Bunyi [Jen] untuk 人 (Was: Bahasa Hokkien)
> Kepada: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Tanggal: Minggu, 2 November, 2008, 6:31 AM
> Bung King Hian dan TTM semuah,
>
> Hai, apakabar? Sudah makan?
>
> Saya ikutan nimbrung dikit ya.
>
> Waktu saya sekolah di SD THHK, kami diajarkan (secara
> salah?) bunyi untuk kata-kata
> seperti yang anda contohkan, umumnya sama. Saya baru tahu
> belakangan bahwa 人
> mengajarkan "ren", sedangkan di Jawa Barat dan di
>
> daerah lain diajarkan "jen".
>
> Sekarang apakah kesalahan ini adalah pengaruh bhs
> Hokkian? Pertanyaan ini harus
> dijawab dengan melakukan study yang lebih mendalam dan
> perlu dukungan dari teman2
> yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
>
> Saya hanya tahu pengajaran (dan kesalahan2nya) bhs Mandarin
> di daerah Bogor.
>
> Kesalahan yang umum di Bogor (juga di Bandung dan Jakarta):
> 1. Tidak mengenal SH, ZH, dan CH -> diucapkan seperti S,
> Z, dan C
> 2. Bunyi ENG diucapkan EN : SHENG (�"�) -> SEN,
> ZHENG (正) -> ZHEN, GENG (更) -> GEN
> 3. Bunyi IN diucapkan ING: JIN (��`) -> JING
> 4. Bunyi R diucapkan J : REN (人) -> JEN
> 5. Bunyi RONG diucapkan YONG: RONG (容) -> YONG
> 6. Bunyi U (umlaut) diucapkan I: YU (雨) -> YI, QU
> (去) -> QI, XU (许) -> XI
> 7. Bunyi UE diucapkan IO : XUE (学) -> XIO, YUEFEI
> (岳飞) -> YOFEI
> 8. Bunyi ONG diucapkan UN: youYONG (游泳) -> YuYUN
> 9. Bunyi E diucapkan O: HE (�'�) -> HO
> 9. Bunyi UO diucapkan O: HUO (火) -> HO
> 10. Bunyi YUAN diucapkan YEN: YUAN (远) -> YEN
> 11. Bunyi FO diucapkan FU: FO (佛) -> FU
> 12. Bunyi HUI diucapkan FI/FEI: HUI (辉) -> FI
> 13. Bunyi WAN diucapkan YAN: WAN (丸) -> YAN
> 14. Bunyi ENG diucapkan UNG: FENG (风) -> FUNG, WENG
> (翁) -> WUNG
> 15. Bunyi AI diucapkan E: PAIshou (拍手) -> PEshou
>
> catatan:
> -Mayoritas guru2 di Bogor (juga Jakarta dan Bandung) adalah
> orang2 Hakka.
> -Kesalahan no. 1 dan 4 adalah kesalahan umum orang2 yang
> berdialek selatan, karena
> memang tidak ada bunyi SH, ZH, CH, R
> -Kesalahan no. 2 dan 3, kelihatannya lebih banyak
> dipengaruhi bhs Hakka, yang terbalik
> bunyi IN dan ING nya dengan bhs Mandarin.
> -Kesalahan no. 12 dan 13, dipengaruhi bhs Hakka
>
> salam,
> KH
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
>
> .: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.
>
> .: Pertanyaan? Ajukan di
> http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua
> http://iccsg.wordpress.com :.
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
Send up to 1GB of
files in an IM.
hm bener jg seh kadang pengaruh dialek itu kentel.
contoh you yong 游泳 disebut you yun or changchang 常常
kadang disebut cangcang.
itu gara2 pengaruh dialek hakka seh.
baidewai, sbenernya gak usah pusing2 amat, yg penting nulis bener aja.
trus juga sebenernya intonasi emang penting tapi lebih penting lage
penguasaan tulisan sama penyebutannya.
contohnya wo yao chi fan æˆ`è¦ å ƒé¥ï¼Œsemestinya mereka jg udah ngerti
kalu mau makan. Kecuali kalu udah ngomong yg rumit2 baru bisa gak
nyambung, tapi asal ditulis or dikira2 bentuk karakternya mestinya ngerti
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, King Hian <king_hian@...> wrote:
>
> Menurut saya, pengucapan lafal Mandarin yang salah seperti yang anda
sebutkan, lebih banyak disebabkan kesalahan guru waktu mengajar bhs
Mandarin di sekolah2 Tionghoa waktu itu.
> Dan kasusnya akan berbeda di setiap daerah, karena asal guru yang
berbeda. Di milis BT sdr. Henri pernah mengatakan bhw orang2 Siantar
berbhs Mandarin dialek Sichuan karena guru2 yang mengajar di sana
adalah orang2 Sichuan. Demikian pula Zhou Xiong mengatakan guru2 di
Jawa Tengah mengajarkan "ren", sedangkan di Jawa Barat dan di daerah
lain diajarkan "jen".
> Â
> Sekarang apakah kesalahan ini adalah pengaruh bhs
Hokkian? Pertanyaan ini harus dijawab dengan melakukan study yang
lebih mendalam dan perlu dukungan dari teman2 yang berasal dari
berbagai wilayah di Indonesia.
> Â
> Saya hanya tahu pengajaran (dan kesalahan2nya) bhs Mandarin di
daerah Bogor.
> Â
> Kesalahan yang umum di Bogor (juga di Bandung dan Jakarta):
> 1. Tidak mengenal SH, ZH, dan CH -> diucapkan seperti S, Z, dan C
> 2. Bunyi ENG diucapkan EN : SHENG (ç"Ÿ) -> SEN, ZHENG (æ£) -> ZHEN,
GENG (æ›´) -> GEN
> 3. Bunyi IN diucapkan ING: JIN (é‡`) -> JING
> 4. Bunyi R diucapkan J : REN (人) -> JEN
> 5. Bunyi RONG diucapkan YONG: RONG (容) -> YONG
> 6. Bunyi U (umlaut) diucapkan I: YU (雨) -> YI, QU (去) -> QI, XU
(许) -> XI
> 7. Bunyi UE diucapkan IO : XUE (å¦) -> XIO, YUEFEI (岳飞) -> YOFEI
> 8. Bunyi ONG diucapkan UN: youYONG (游泳) -> YuYUN
> 9. Bunyi E diucapkan O: HE (å'Œ) -> HO
> 9. Bunyi UO diucapkan O: HUO (ç «) -> HO
> 10. Bunyi YUAN diucapkan YEN: YUAN (远) -> YEN
> 11. Bunyi FO diucapkan FU: FO (ä½›) -> FU
> 12. Bunyi HUI diucapkan FI/FEI: HUI (辉) -> FI
> 13. Bunyi WAN diucapkan YAN: WAN (丸) -> YAN
> 14. Bunyi ENG diucapkan UNG: FENG (风) -> FUNG, WENG (ç¿ ) -> WUNG
> 15. Bunyi AI diucapkan E: PAIshou (æ‹ æ‰‹) -> PEshou
> Â
> catatan:
> -Mayoritas guru2 di Bogor (juga Jakarta dan Bandung) adalah orang2
Hakka.
> -Kesalahan no. 1 dan 4 adalah kesalahan umum orang2 yang berdialek
selatan, karena memang tidak ada bunyi SH, ZH, CH, R
> -Kesalahan no. 2 dan 3, kelihatannya lebih banyak dipengaruhi bhs
Hakka, yang terbalik bunyi IN dan ING nya dengan bhs Mandarin.
> -Kesalahan no. 12 dan 13, dipengaruhi bhs Hakka
>
> salam,
> KH
>
> --- On Thu, 10/30/08, andy hartanto <andy_cool1986@...> wrote:
>
> From: andy hartanto <andy_cool1986@...>
> Subject: Re: Bahasa Hokkien
> To: king_hian@...
> Date: Thursday, October 30, 2008, 3:54 PM
>
>
>
>
>
>
> > Maksud saya ko, bahasa Hokkien apakah mempengaruhi orang2
Indonesia terhadap pelafalan yang salah terhadap bahasa
Mandarin?terutama dalam hanyu shengmu mis sh,ch,zh,c,z,s mis lagi
orang2 Indonesia sering menyebut è„šï¼Œè ¯ ciok,yok???
> > Tambahan lagi ko,selain bahasa Hokkien apakah bahasa Khe/Hakka
juga mempunyai pengaruh yang sama seperti bahasa Hokkien??Lalu dari
ke-2 bahasa tersebut ( Hokkien dan Khe/Hakka ) mana pengaruhnya yang
lebih besar terhadap pelafalan salah orang2 di Indonesia???Kalo bisa
juga disertai dengan sedikit contoh2...
> > 谢谢您的ç"å¤ ã€‚ã€‚ã€‚
>
> --- On Wed, 10/29/08, King Hian <king_hian@...> wrote:
>
> From: King Hian <king_hian@...>
> Subject: Re: Bahasa Hokkien
> To: "andy_cool1986" <andy_cool1986@...>
> Date: Wednesday, October 29, 2008, 9:01 PM
>
>
>
>
>
>
>
> Sdr. Andy,
> Maaf saya kurang jelas pertanyaan anda.
> Bisa lebih diperjelas?
> Â
> salam,
> KH
>
>
> --- On Thu, 10/30/08, andy_cool1986 <andy_cool1986@...> wrote:
>
> From: andy_cool1986 <andy_cool1986@...>
> Subject: Re: Bahasa Hokkien
> To: "King Hian" <king_hian@...>
> Date: Thursday, October 30, 2008, 7:37 AM
>
> > qingwen..bahasa Hokkien pengaruhnya sama hanyu shengmu seberapa
> besar??bisa tolong disertai dengan contohnya??
>
Alfonso: Bro Ophung, yang Anda maksud adalah radio Cakrawala kan?:)
Alamat mereka sekarag sudah ga di Jembatan Batu lagi. Tapi sudah
pindah ke Hayam Wuruk Plaza, dekat bubur Hostes di Mangga Besar sana.
Udah lama mereka pindah. Liat aja antenanya ga ada lagi.
Yao = satu, bukan nol. Ini pengucapan orang-orang China daratan sana.
Biasanya untuk penyebutan nomor, seperti nomor telepon, nomor kamar
hotel, nomor togel, dsb. Jadi kalau beli togel 4 angka: 3211, mereka
sebutnya san er yao yao.
Di milis Everydaymandarin sebelah, saya ada bahas. Itu ada ceritanya.
Tujuan mereka menyebut angka 1 dengan YAO (daripada YI) adalah untuk
MENGURANGI KESALAHAN. Orang China takut penyebutan YI didengar salah
oleh orang lain sebagai QI (tujuh). Bayangkan, misalnya Anda sedang
menyebut nomor kamar hotel via telepon. Nomor kamarnya adalah 501.
Nah, orang China lebih suka menyebut kamar itu sebagai WU LING YAO
daripada WU LING YI. Karena mereka kuatir kalau menyebut WU LING YI,
pendengar lain mendengarnya sebagai WU LING QI. Apalagi di sekeliling
Anda ada suara mesin gergaji aluminium yang bunyinya lebih kencang
daripada suara bajaj itu.
Alfonso
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ophoeng" <ophoeng@...> wrote:
> Belakangan, baru-baru ini, saya suka bingung kalau dengar siaran
radio yang studio-nya
> ada di Jalan Jembatan Batu itu, berbahasa Tionghua, suka menyebut
angka dengan bunyi
> [yaw], kalau ndak salah untuk angka 0. Kalau boleh tahu, dari mana
asalnya perubahan
> bunyi [ling] menjadi [yaw] untuk angka 0 ini ya?
yao itu bukan gara2 takut salah didenger Yi jadi Qi gara2 mesin
gergaji berbunyi.
Yao itu arti laennya paling kecil,bungsu ,jadi dipake kata yao
gara2nya ya itu. bukan gara2 bunyi gergaji alumunium larrrrrrrrr. Satu
itu khan bilangan paling kecil.
lagian jg di hongkong , singapore, taiwan sekalipun jg ada dipake kata
yao buat mengganti kata yi.
kalu gara2 kemiripan bunyi seh mendingan bunyi angka 4 or si diganti
tuh, soalnya banyak yg keselip sebut 4 ama 10 hehehehehehehehehe
contohnye empatpuluh ribu hehehehehe ame seratus ribu dah siwan bingma
四万兵马sama shiwan bingma å 万兵马. or divisi ke 4 第四军团 sama
divisi ke sepuluh 第å 兵团.
are losing pounds.
DK: |
|
> Dahulu memang xi1 (masa kini) dilafalkan qi1.
|
Alfonso: |
|
Thanks atas komennya Pak Kwa. (Ba Gua dalam Mandarin artinya tukang
gosip:) ) |
KH:
Kwa Heng tidak sedang menggosip, huruf 溪 dahulu memang diucapkan QI
ini dari beberapa kamus:
1. <中華古漢語大辭典> terbitan 吉林文史出版社:
溪 xī 又读 qī
2. <古今汉语词典> terbitan 商务音书馆
溪 xī (旧又 qī)
3. <古代汉语词典> terbitan 商务音书馆
溪 xī (旧读 qī)
4. <普通话闽南方言词典> terbitan 福建人民出版社
溪 xī (旧读 qī) : (文) kē, (白) kuē
Tambahan: bunyi XI (Mandarin), dalam bhs Hokkian umumnya dibaca HI, SI, SE, SUE, SIP, SEK, SIT
Kakek dan nenek saya juga berasal dari Anxi. Dalam bhs Mandarin mereka mengucapkan dengan Ānqī. Kalau kita meng-google dengan keyword: "anqi + 安溪", akan keluar juga yang menunjukkan nama kabupaten Anxi yang dibaca Anqi.
KH --- On Sun, 11/2/08, Alfonso <degaan36@yahoo.com> wrote: |
From: Alfonso <degaan36@yahoo.com> |
Date: Sunday, November 2, 2008, 2:36 AM |
|
|
Bung Liang U dan TTM semuah,
Hai, apakabar? Sudah makan?
Terima kasih atas informasi yang Bung Liang U berikan.
Hehehe... sorry, rupanya saya salah tebak, ternyata yao = 1, bukan 0. Maklum, jarang
dengar lagi siaran radio itu sejak jarang ke Jakarta, menghemat BBM, jeh!
Kalau boleh nambo ciek, mengapa 'yao' disebut nada pertama ya? Apakah ini ada
hubungannya dengan musik atau cuma sekedar nada pada lafal bunyi Pinyin? Dan,
mengapa baru akhir-akhir ini saja dipakai ya?
Kalau disebutkan hanya untuk sistem penomoran, berarti tidak bisa dipakai untuk sistem
angka pada satuan bilangan ya.
Sekali lagi, terima kasih.
Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, liang u <liang_u@...> wrote:
Sdr. Ophoeng,
Yao 幺 nada pertama berarti satu, tapi bukan untuk kata bilangan satu, hanya untuk
penomoran, misalnya nomor telpon 23116721. Kita bilang er, san, yao, yao, liu, qi, er,
yao.
Salam
Liang U
healthy living
groups on Yahoo!
Bung Ardian C, Bung Alfonso dan TTM semua,
Hai, apakabar? Sudah makan?
Terima kasih atas keterangan anda berdua.
RADIO CAKRAWALA
Ya. Benar, sekarang saya ingat nama radio itu, Radio Cakrawala. Saya cuma pernah dengar
dulu waktu masih sering ke Jakarta. Berarti saya sudah lama sekali tidak atau jarang ke
Jakarta, jadi ndak tahu lagi kalau studio mereka sudah pindah ke Hayam Wuruk.
BUBUR HOSTESS YANG MANA?
Nah, ada kesebut bubur hostess. Bubur hostess ini yang dimaksud yang mana ya? Sebab
sebagian orang merujuknya ke Resto Furama yang dekat Gandy Steak itu, sebab Furama
juga buka sampai subuh katanya, jadi suka buat mangkal hostes yang baru bubar.
Tapi juga dulu yang lebih dikenal sebagai bubur hostess di Mangga Besar itu adalah yang
di dekat Olimo, kalau tak salah, yang nama resminya Thalia. Saya ingat yang ini sebab
satu anak lelakinya, bernama Si Boy, lantas buka juga kedai bubur dan panggang babi di
Jelambar Kabling POLRI, bekas tetangga saya juga.
"YI" MENJADI "YAO"
Kalau membaca keterangan dari Bung Ardian C dan Bung Liang U, nampaknya saya lebih
cenderung ke arah ke penyebutan angka paling kecil. Bukan karena takut salah gara-gara
mesin gergaji berbunyi. Lha, emang tiap kali mau nyebut angka 'Yi' selalu ada si gergaji
berbunyi ya? Hehehe.... just kidding ya!
Cuma saya masih penasaran dikit nih, kalau disebutkan 'yao' adalah angka atau bunyi
nada paling kecil, bungsu, yakni 1. Bukankah angka 1 itu masih lebih besar dari 0 (nol).
Mengapa bukan '0' yang dirubah dari [ling] menjadi [yao]?
Begitulah saja saya kira.
Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "ardian_c" <ardian_c@...> wrote:
yao itu bukan gara2 takut salah didenger Yi jadi Qi gara2 mesin
gergaji berbunyi.
Yao itu arti laennya paling kecil,bungsu ,jadi dipake kata yao
gara2nya ya itu. bukan gara2 bunyi gergaji alumunium larrrrrrrrr. Satu
itu khan bilangan paling kecil.
lagian jg di hongkong , singapore, taiwan sekalipun jg ada dipake kata
yao buat mengganti kata yi.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Alfonso" <degaan36@> wrote:
Alfonso: Bro Ophung, yang Anda maksud adalah radio Cakrawala kan?:)
Alamat mereka sekarag sudah ga di Jembatan Batu lagi. Tapi sudah
pindah ke Hayam Wuruk Plaza, dekat bubur Hostes di Mangga Besar sana.
Udah lama mereka pindah. Liat aja antenanya ga ada lagi.
Yao = satu, bukan nol. Ini pengucapan orang-orang China daratan sana.
Biasanya untuk penyebutan nomor, seperti nomor telepon, nomor kamar
hotel, nomor togel, dsb. Jadi kalau beli togel 4 angka: 3211, mereka
sebutnya san er yao yao.
Di milis Everydaymandarin sebelah, saya ada bahas. Itu ada ceritanya.
Tujuan mereka menyebut angka 1 dengan YAO (daripada YI) adalah untuk
MENGURANGI KESALAHAN. Orang China takut penyebutan YI didengar salah
oleh orang lain sebagai QI (tujuh). Bayangkan, misalnya Anda sedang
menyebut nomor kamar hotel via telepon. Nomor kamarnya adalah 501.
Nah, orang China lebih suka menyebut kamar itu sebagai WU LING YAO
daripada WU LING YI. Karena mereka kuatir kalau menyebut WU LING YI,
pendengar lain mendengarnya sebagai WU LING QI. Apalagi di sekeliling
Anda ada suara mesin gergaji aluminium yang bunyinya lebih kencang
daripada suara bajaj itu.
Alfonso
Bung Ardian C, Bung Alfonso dan TTM semuah,
Hai, apakabar? Sudah makan?
Lanjut soal angka dan takut salah lafal.
KEMIRIPAN LAFAL ANGKA 4 DENGAN 10.
Saya setuju dengan Bung Ardian C., mengapa angka 4 dan 10 tidak dibedakan saja supaya
ndak salah kira ya? Saya sendiri sering mengalami masalah ini, khususnya kalau kita
berbicara dengan orang Tionghua dari tempat lain. Kalau masih sama-sama Indonesia,
mungkin masih bisa menangkap atau menebak. Saya pernah bicara dengan seorang
teknisi dari Taiwan, seringnya salah kira. Padahal selisihnya pan cukup besar. Kalau kita
bilang 4 meter, bisa dikira 10 meter tuh! Jadi, waktu itu si Taiwan cerdik juga, dia pakai
tanda silang untuk merujuk ke 10, beres. Soalnya saya menjadi interpreter dia untuk
instalasi mesin di pabrik plywood waktu itu, sekitar 1981-1982. Bisa berabe 'kan?
Bahkan kalau perlu, kedua-nya (4 dan 10) diganti ajah supaya tidak bermirip-bunyi-nya
dengan kata 'mati' [si], soalnya sekarang ini orang sering salah kaprah, numerologi
dicampuraduk dengan feng-shui. Jadi real estate sekarang ndak mau kasih nomor 4 dan
10, juga yang berbau 4 seperti 14, 24, 34, apalagi 44 si double dead! Bisa ndak laku tu
barang dagangan mereka katanya, jeh!
Saya pernah mengalami sedikit masalah kecil sehubungan dengan angka ini, kavling
rumah saya mestinya nomor 4, tapi lantas dirubah menjadi 3-A, tidak bisa diloncat
langsung 5 sebab sudah ada angka 5 yang dipakai untuk kavling sebelah. Jadi pernah
kejadian orang rumah nomor 3, pesan makanan delivery dari kantornya, tapi orang di
rumah tidak tahu. Dikiranya yang pesan adalah rumah nomor 3-A. Sempat tu orang yang
antar makanan bolak-balik beberapa kali sebelum akhirnya nyonya rumah sebelah telepon
ke suaminya ttg makanan. Baru tahu bahwa itu memang mereka yang pesan.
NOMOR KAMAR HOTEL
Bung Alfonso ada menyebut soal nomor kamar, saya jadi ingat pernah suatu kali
berkesempatan ke Bangkok, nginap di hotel berbintang 4 di kawasan kota-nya, dapat
makan gratis di restonya pada waktu sarapan. Mereka pakai sistem sederhana saja, tanpa
voucher lagi boleh langsung ke resto dengan hanya menunjukkan gantungan kunci
bernomor kamar kita, ada satu petugas cewek berbadan kecil, tinggi di depan mimbar
yang ditarok dekat pintu masuk resto, dia mencatat nomor kamar kita begitu masuk resto.
Jadi, saya sengaja agak pagi datang ke resto, supaya dapat makanan lebih lengkap.
Soalnya sudah terkondisi kalau nginap di hotel di Indonesia, seringnya makanan tidak di-
refill, kalau sudah habis ya sudah toh? Padahal mereka sih kasih waktu makan dari 6-10,
makanan yang habis selalu diisi ulang. Waktu itu pas lagi promo ikan salmon, saya sampai
kameha-meha makan salmon tiap pagi, dikukus, dipanggang, dan entah apa lagi.
Pas saya tunjukkan nomor kamar saya, si cewek petugas menyebutkan angka (yang
terdengar oleh saya) dia menyebut [four-six-six], saya lihat nomor kamar saya 644. Jadi
spontan saya koreksi: [six-four-four]! Dia sih cuma tersenyum-senyum saja. Mungkin dia
mengerti maksud saya, mungkin juga tidak. Senyum memang penuh arti, bisa anda
tafsirkan apa-apa saja. Begitu terus kejadiannya setiap kali saya mau sarapan, saya
nginap di situ selama empat malam. Coba ya, anda bayangkan, setiap pagi mau sarapan,
ritualnya selalu begitu: (cewek:) 466! (saya:) No, 644! Lagi: 466! No, 644! Lagi: 466! No,
644! Capeeek, deh!
Sampai terakhir, waktu saya diajak makan oleh orang Thai yang saya temui, saya tanyakan
ttg "644" itu. Kontan dia tertawa terbahak-bahak, agak sejenak, barulah dia jelaskan,
ternyata 6 = [hok] dalam lafal Thai (Sanskrit?), terdengar seperti [four] bagi saya, oleh
sebab intonasi orang Thai yang terdengar halus berirama (kabarnya intonasinya lebih
banyak dari intonasi lafal Pinyin ya?), apalagi keluar dari mulut mungil si penjaga pintu
yang manis, ramping, senyum terus. Dan 4 = [she'] seperti [siks] di telinga saya, jadi 644
= [hok-she'-she'] yang terdengarnya [four-six-six] buat telinga saya. Hehehe...... ibarat
bebek ketemu ayam: kwek-kwek-kwek... kok-kok-kok... jadi kayak Jaka Sembung?
Selamat Hari Senin!
Besok Hari-H penentuan persiden AS, anda jagoin siapa nih?
Begitulah saja ya kira-kira.
Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "ardian_c" <ardian_c@...> wrote:
kalu gara2 kemiripan bunyi seh mendingan bunyi angka 4 or si diganti
tuh, soalnya banyak yg keselip sebut 4 ama 10 hehehehehehehehehe
contohnye empatpuluh ribu hehehehehe ame seratus ribu dah siwan bingma
四万兵马sama shiwan bingma å 万兵马. or divisi ke 4 第四军团 sama
divisi ke sepuluh 第å 兵团.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Alfonso" <degaan36@> wrote:
-----dipotong------
Di milis Everydaymandarin sebelah, saya ada bahas. Itu ada ceritanya.
Tujuan mereka menyebut angka 1 dengan YAO (daripada YI) adalah untuk
MENGURANGI KESALAHAN. Orang China takut penyebutan YI didengar salah
oleh orang lain sebagai QI (tujuh). Bayangkan, misalnya Anda sedang
menyebut nomor kamar hotel via telepon. Nomor kamarnya adalah 501.
Nah, orang China lebih suka menyebut kamar itu sebagai WU LING YAO
daripada WU LING YI. Karena mereka kuatir kalau menyebut WU LING YI,
pendengar lain mendengarnya sebagai WU LING QI. Apalagi di sekeliling
Anda ada suara mesin gergaji aluminium yang bunyinya lebih kencang
daripada suara bajaj itu.
Alfonso
| Halo semua.. Saya juga berpikir demikian, kenapa 0 (nol) tidak menjadi yao.. Tapi setelah dipikir-pikir (gak tau bener gak tau salah) 0 (nol) itu kan tidak ada. Alias kosong. Jadi gak bisa dibandingin paling kecil atau gak. Palingan disebut netral (bener gak? ada yang ahli matematika?) di antara bilangan positif-negatif. Sedangkan angka 1 itu terkecil, paling tidak merupakan bilangan bulat terkecil. O iya, dulu saya pernah baca, lupa sumbernya, katanya di budaya manapun, angka 0 (nol) itu termasuk sulit ditemukan (konsepnya), bahkan angka 100 mungkin bisa dibilang sudah ditemukan sebelum angka 0 (nol). Papa saya pernah cerita, orang pedalaman di Irian itu belum punya angka nol. (tapi pedalaman mana saya gak tau detilnya). Bagaimana dengan di Tiongkok, apakah ada keterangan angka 0 (nol) kapan ditemukan? (kalau memang ternyata artikel yang saya baca sekilas itu benar). APa ada hubungannya sama konsep kekosongan? maaf ya kalo tulisannya gak tepat, Salam yang masih pengen belajar banyak, hendry |
--- On Mon, 11/3/08, Ophoeng <ophoeng@yahoo.com> wrote: |
From: Ophoeng <ophoeng@yahoo.com> |
|
|
|
Untuk salah dengar, ga harus selalu bunyi gergaji, bro. Orang kepala
mumet juga bisa salah dengar.
Misal nomor rekening BCA saya 1711711111. Tolong Anda ucapkan seolah2
Anda sedang menelepon customer service. Mana yang lebih enak? Pakai YI
atau YAO.
Saya bekerja sebagai agen siswa-siswa Indonesia sekolah ke China. Satu
hari, saya sedang ambil foto kelas BLCU Beijing. Dan di saat yang
bersamaan, si guru kebetulan sedang bercerita tentang topik YI dan YAO
ini. Dia juga bilang kalau tujuan pengucapan YAO adalah takut disalah
dengar oleh orang lain. Saya dengar aja dia cerita saat saya sedang
jepret-jepret.
Dan maaf, sejarah angka 1 berasal dari cerita bungsu itu saya sama
sekali ga pernah dengar. Yang saya tahu, di mana-mana nomor 1 adalah
sulung. Atau mungkin sekarang di kamus, nomor 1 = bungsu?;)
Anak bungsu = anak paling kecil = anak nomor sekian (yang pasti bukan
nomor 1) = Lao3 Yao1.
Dan, di Taiwan, benar kita tidak pernah menggunakan YAO. Saya ga tau
di militer karena saya bukan orang militer. Kebetulan pernah berkantor
sebagai marketing pendidikan LN di Taiwan selama 4 tahun dan hampir ga
pernah mendengar kata YAO. Tapi, mereka tahu YAO = 1, alias bahasa
China daratan. Mungkin orang Taiwan yang pernah bilang YAO itu pernah
bekerja di China daratan.
Ini ada sedikit jawaban dari chinese-forums.com. Ada yang bertanya
juga beda YAO dan YI. Hanya untuk melengkapi pernyataan saya saja:
"Just to avoid confusion when saying numbers/digits with a lot
of 'ones'. like 911171111, if yi is used then the listen might get
confused, its like yi~~~ all the way. so when multiple 'ones' are
read/spoken, and used as digits, its probably yao. but a single 'one',
and used for counting, its usually yi."
Alfonso
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ophoeng" <ophoeng@...> wrote:
> Kalau membaca keterangan dari Bung Ardian C dan Bung Liang U,
nampaknya saya lebih
> cenderung ke arah ke penyebutan angka paling kecil. Bukan karena
takut salah gara-gara
> mesin gergaji berbunyi. Lha, emang tiap kali mau nyebut angka 'Yi'
selalu ada si gergaji
> berbunyi ya? Hehehe.... just kidding ya!
di Taiwan penggunaan yao juga merupakan hal yang umum, seandainya
nomor rekening bank 171171111 anda di taiwan bagaimana disebutnya ?
menggunakan minnan hua ?
幺berarti paling kecil,bungsu contoh 幺妹,adik wanita paling
kecil,juga mengandung arti kecil, tdk berkembang.
Kata yao selain digunakan dalam hitungan jg digunakan waktu bermain
mahyong, jg menunjuk satu utk bamboo.
Yao tidak jelas berasal darimana penggunaan itu, tapi ada yg percaya
itu berasal dari sistem komunikasi para tentara pada jaman perang
dahulu. Terutama pada masa perang melawan Jepang, tentara nasionalis
direkrut dari semua daerah. Jadi hal yang agak aneh orang Taiwan tidak
tahu sebutan yao.
Jika ling 零disebut tong 洞 dan banyak yg tidak paham masih wajar tapi
yao itu digunakan dibahasa mandarin.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Alfonso" <degaan36@...> wrote:
>
for moderators
of Yahoo! Groups.
Alfonso: |
|
Dan maaf, sejarah angka 1 berasal dari cerita bungsu itu saya sama
sekali ga pernah dengar. Yang saya tahu, di mana-mana nomor 1 adalah sulung. Atau mungkin sekarang di kamus, nomor 1 = bungsu?;) |
KH:
Cerita anda tidak menjelaskan mengapa yang dipakai bunyi YAO, atau huruf (幺) yang berarti bungsu. Kalau alasannya hanya ingin membedakan dengan 7 (qi) mengapa harus "yao" (yang berarti bungsu), mengapa tidak menggunakan bunyi yang lain ?
Barusan saya coba meng-Google mencari hubungan "yi" dengan "yao", dapat beberapa website yang menjelaskan asal mula penggunaan YAO untuk menyebut angka 1. Diantaranya:
为什么数字1(YI)也叫做1(YAO)?
Mengapa angka 1 (YI) juga dibaca (YAO)?
dikatakan bahwa di kalangan militer untuk menyebut angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9,0 digunakan: "幺两三四五六拐怕狗洞" yao liang san si wu liu guai pa gou dong"
kebiasaan ini berasal ketika masa revolusi, untuk menghindari kesalah-pahaman karena salah mendengar, yang disebabkan oleh kondisi peperangan yang gaduh, serta pasukan yang berasal dari banyak tempat (dengan dialek yang berbeda), maka dibuatlah penyebutan angka seperti ini.
- vokal "i" lebih lemah dibandingkan vokal lainnya, dikatakan "kekuatan" vokal "i" hanya setengah "a", karena itu bunyi YI, QI, LING diganti menjadi YAO, GUAI, DONG
- "yao" dipakai karena dalam bhs Mandarin ada YAO yang berarti kecil, sehingga dipakailah "yao" sebagai angka 1 (teks asli: 因汉语里"幺"指小的意思,所以把"1"读做"幺")
- angka "er" dijadikan "liang" karena ada beberapa pasukan asal selatan yang menyebut "er" dengan "ni"
- "qi" dan "jiu" diganti menjadi "guai" dan "gou", karena konsonan Q dan J, lebih tidak jelas dibandingkan G.
dalam perkembangan selanjutnya, pemakaian "yao" lah yang dipakai di seluruh negeri. jadi 911 disebut "jiu yao yao"
dari website di atas, terlihat bahwa alasan yang dikatakan oleh Sdr. Ardian memang benar, bahwa YAO dipakai sebagai 1 adalah karena berarti kecil/bungsu.
KH
----------------------------------
tulisan aslinya:
当过兵的朋友都知道,在部队里“1234567890"要读成"幺两三四五六拐怕狗洞"。我想好多朋友都不明白为什么,在此俺特搜集资料,弄清原因,整理成文,以怡众网友。 闹了半天,要说这种特殊的数字发音,起源于战火纷飞的年代。
革命军队里的士兵来自五湖四海,说起话来难免南腔北调。其中“2"的发音最为混乱。我们知道,很多南方士兵,把"2"读成"ni",或类似的音。为了避免发音混乱,通信兵就用普通话中的"两"代替"er"的读音。同样的道理,南方人发后鼻音也有困难,所以"0"就不能读做"ling"而读成"洞"。其实,现在很多地方打麻将的时候,也喜欢把"饼"读做"桶"或"洞"。还有,在很多方言里"b""p"不分,"p"是爆破音,发声清晰,于是"8"就读成了"怕"。
还有一个更重要的原因,就是汉语韵母的频率。据研究发现,在汉语韵母中“i"的频率最低,清晰度最差,跟"a"比,"i"的功率只是"a"的一半,差了至少3 分贝。大家知道,战场上噪音很大,通信兵如果发“i"对方可能听不清楚。通信不畅,在生活中尚且会造成许多麻烦,若发生在战场上,可能要付出鲜血和生命的代价。于是大家想出一个好办法,全面替换"i"音,因汉语里"幺"指小的意思,所以把"1"读做"幺","7、0"则根据其形状重新认读做"拐、洞"。其中最值得注意的是"7",由于其声母"q"发音极不分明,改用"拐",辅音"g"的爆发声带来了宝贵的清晰度。同理,"9"也就读做"狗"了。
新中国成立以后,由于通信技术的限制,这套特殊读音,也就由军用转为民用。到了今天,信息产业突飞猛进,普通话日渐普及,在民间,数字的特殊读音也基本完成了其历史使命。
但是,其中的一些发音仍然保存了下来,并渗透到了我们日常的生活之中。比如“1”在许多的地方我们大家都发音为“幺”。那这到底是什么原因?究竟是国家红头文件规定,还是老百姓约定俗成呢?
经查,国家的红头文件并没有规定要这样读,恰恰相反,按照普通话的有关规范,“1"应当读做"yi"才对。那为什么在人们工作和生活中,数字读音跟普通话规定不一致呢? 这里面的原因有两个,一则,声母“i"的发音问题依然存在;二则,"1"是生活中最常用到的数字。正因为如此,人们在很多场合下,还是习惯把"1"读做"幺"
这里就产生了一个很是有趣的现象,全国各地,都把“110"读成"幺幺零",而不是"依依零";同样,"911"也不读"九依依",而读为“九幺幺”。这也就是"幺幺零"和"九幺幺"的来历了。
参考资料:http://bbs.tiexue.net/post2_1442933_1.html ---------------------------------------- |
--- On Mon, 11/3/08, Alfonso <degaan36@yahoo.com> wrote: |
From: Alfonso <degaan36@yahoo.com> |
|
|
|
Alfonso: Waduh bung King Hian, kalau Anda minta saya menjelaskan
asal usul kenapa diucapkan YAO, kenapa ga KING atau HIAN, skill saya
ga sampai situ deh.:) Kalau sampai kenapa diucapkan YAO, nanti malah-
malah di sini keluar lagi pertanyaan, kenapa disebut YI. Atau kenapa
air disebut shui, kenapa ga sebut aja shou. Kenapa benda yang
dipakai di kepala saat naik motor namanya "helm", kenapa
bukan "kondom". Itu harus Anda tanyakan kepada orang-orang dulu
(entah kapan ga ada yang tahu)yang ciptain bahasa. Beruntung Anda
sudah meng-copy-paste URL itu.
Jadi jawaban kenapa YI jadi YAO adalah "takut salah dengar"? Ga
salah lagi kan?;)
Alfonso
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, King Hian <king_hian@...>
wrote:
> KH:
> Cerita anda tidak menjelaskan mengapa yang dipakai bunyi YAO,
atau huruf (幺) yang berarti bungsu. Kalau alasannya hanya ingin
membedakan dengan 7 (qi)Â mengapa harus "yao" (yang berarti
bungsu), mengapa tidak menggunakan bunyi yang lain?
> kebiasaan ini berasal ketika masa revolusi, untuk menghindari
kesalah-pahaman karena salah mendengar, yang disebabkan oleh kondisi
peperangan yang gaduh
Bung Alfonso,
Kalau anda baca tulisan saya dengan teliti, saya tidak bertanya pada Anda. Saya menunjukkan dalam argumen anda tidak ada penjelasan mengapa dipakai YAO untuk menggantikan YI. Hal inilah yang kemudian dituliskan oleh sdr Ardian bahwa YAO dipakai untuk menyebut angka 1 karena YAO berarti paling kecil/bungsu.
Ini kilas baliknya:
Pertama anda mengatakan bahwa penggunaan YAO adalah untuk menghindarkan kemiripan YI dengan QI, waktu keadaan berisik karena ada bunyi gergaji aluminium.
Kemudian sdr Ardian mengatakan bahwa penggunaan YAO karena YAO berarti paling kecil, bungsu, sehingga dipakai untuk menyebut YI (satu)
Lalu anda membantah tulisan Ardian bahwa YAO dipakai untuk menyebut YI karena YAO berarti bungsu/paling kecil.
ini copy paste tulisan anda: |
|
"Dan maaf, sejarah angka 1 berasal dari cerita bungsu itu saya sama
sekali ga pernah dengar. Yang saya tahu, di mana-mana nomor 1 adalah sulung. Atau mungkin sekarang di kamus, nomor 1 = bungsu?;)" |
Yang saya tuliskan dari website:
Justru menunjukkan bahwa YAO dipakai untuk menyebut angka 1, karena YAO berarti paling kecil/bungsu. Ini teks dari website tsb: |
|
因汉语里"幺"指小的意思,所以把"1"读做"幺"
|
Jadi, pernyataan sdr Ardian (yang Anda bantah) justru sesuai dengan penjelasan dari website.
Dalam website tersebut dikatakan semua yang bervokal "I" diganti, termasuk QI, karena dikatakan bahwa bunyi vokal "I" lemah, hanya setengah vokal "A". Padahal anda mengatakan YI berubah menjadi YAO adalah untuk menghindari kemiripan dengan QI, sehingga teori anda ini menjadi salah.
KH |
--- On Mon, 11/3/08, Alfonso <degaan36@yahoo.com> wrote: |
From: Alfonso <degaan36@yahoo.com> |
Date: Monday, November 3, 2008, 8:07 PM |
|
|
|
banyaklah yg mrk salah sebut, ya kalu sebutan 溪 qi yg dikaitin sama
tempat jadi xi ya wajar2 aja kalu jaman modern banyak yg sebut xi.
kita test aje sekarang neh kata å • sama 禅 yg banyak org sebut DAN en
CHAN. Nah gak selalu disebut getu. tergantunglah, tapi ada yg sebut
misalne å° ç¦… itu feng chan, padahal harusnye feng shan.
bang mo nitip kamus fangyan lage gak ?
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, King Hian <king_hian@...> wrote:
>
> DK:
> > Dahulu memang xi1 (masa kini) dilafalkan qi1.
>
> Alfonso:
> Thanks atas komennya Pak Kwa. (Ba Gua dalam Mandarin artinya tukang
> gosip:) )
> Â
> KH:
> Kwa Heng tidak sedang menggosip, huruf 溪 dahulu memang diucapkan QI
> Â
> ini dari beberapa kamus:
> 1. <ä¸è ¯å ¤æ¼¢èªžå¤§è¾å…¸> terbitan å ‰æž—æ–‡å ²å‡ºç‰ˆç¤¾:
> 溪 xÄ« å ˆè¯» qÄ«
> Â
> 2. <å ¤ä»Šæ±‰è¯è¯ å…¸> terbitan 商务音书馆
> 溪 xÄ« (æ—§å ˆÂ qÄ«)
> Â
> 3. <å ¤ä»£æ±‰è¯è¯ å…¸> terbitan 商务音书馆
> 溪 xī (旧读 qī)
> Â
> 4. <æ™®é€šè¯ é—½å —æ–¹è¨€è¯ å…¸> terbitan ç¦ å»ºäººæ°`出版社
> 溪 xÄ« (旧读 qÄ«) : (æ–‡) kÄ", (白) kuÄ"
> Â
> Tambahan: bunyi XI (Mandarin), dalam bhs Hokkian umumnya dibaca HI,
SI, SE, SUE, SIP, SEK, SIT
> Â
> Â
> Kakek dan nenek saya juga berasal dari Anxi. Dalam bhs Mandarin
mereka mengucapkan dengan Ānqī. Kalau kita meng-google dengan keyword:
"anqi + 安溪", akan keluar juga yang menunjukkan nama kabupaten Anxi
yang dibaca Anqi.
>
> KH
>
>
> --- On Sun, 11/2/08, Alfonso <degaan36@...> wrote:
>
> From: Alfonso <degaan36@...>
> Subject: [budaya_tionghua] Tentang Anxi-->Re: Bahasa Hokkien, salah
baca dalam Mandarin
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Date: Sunday, November 2, 2008, 2:36 AM
>
>
>
>
>
>
> Ini saya copy-kan tentang profil kabupaten Anxi dari sumber
> terpercaya. Kakek saya berasal dari sini.
>
> http://en.wikipedia .org/wiki/ Anxi_County
>
> Tahun 1988, bokapku ke Anxi sana. Katanya di sana kalau boker di
> mana itu sama dengan rejeki di tempat itu. Maksudnya, jika Mocthar
> Riady datang ke rumah saya, terus dia kepingin boker, itu artinya
> Riady kasih rezeki buat saya. Tuan rumah menggunakan tahi manusia
> menjadi pupuk. Iiih...
>
> Juga, kalau orang Indonesia minum teh kan ga suka yang terlalu
> panas. Nahm biasanya didiamin sebentar supaya dingin. Begitu udah
> agak dingin dan mau diminum, tuan rumah akan bilang, "Eh buang itu.
> Udah dingin". Dikasih lagi yang panas hehe...
>
> Alfonso
>
> --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "David Kwa"
> <david_kwa2003@ ...> wrote:
> >
>
> > Dahulu memang xi1 (masa kini) dilafalkan qi1.
>
Share photos while
you IM friends.
nol dibacanya tong æ´ž yg artinya lubang ataw goa, tp itu gak dipake
dalam sehari2.
angka nol sudah ada di tiongkok dari jaman dinasti zhou, yg awalnya
masih berkaitan sama filosofis. tp seiring perkembangan jaman, berubah
menjadi bilangan matematis. sayangnya aye lage diluar jadi gak isa
bongkar boekoe A Genius of China yg jelasin angka nol.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Hendry Koe <gu_tianyou@...> wrote:
>
> Halo semua..
>
> Saya juga berpikir demikian, kenapa 0 (nol) tidak menjadi yao..
> Tapi setelah dipikir-pikir (gak tau bener gak tau salah) 0 (nol) itu
kan tidak ada.
> Alias kosong. Jadi gak bisa dibandingin paling kecil atau gak.
> Palingan disebut netral (bener gak? ada yang ahli matematika?) di
antara bilangan positif-negatif.
> Sedangkan angka 1 itu terkecil, paling tidak merupakan bilangan
bulat terkecil.
>
> O iya, dulu saya pernah baca, lupa sumbernya, katanya di budaya
manapun, angka 0 (nol) itu termasuk sulit ditemukan (konsepnya),
bahkan angka 100 mungkin bisa dibilang sudah ditemukan sebelum angka 0
(nol).
> Papa saya pernah cerita, orang pedalaman di Irian itu belum punya
angka nol. (tapi pedalaman mana saya gak tau detilnya).
>
> Bagaimana dengan di Tiongkok, apakah ada keterangan angka 0 (nol)
kapan ditemukan? (kalau memang ternyata artikel yang saya baca sekilas
itu benar). APa ada hubungannya sama konsep kekosongan?
>
> maaf ya kalo tulisannya gak tepat,
>
> Salam
> yang masih pengen belajar banyak,
> hendry
>
> --- On Mon, 11/3/08, Ophoeng <ophoeng@...> wrote:
> From: Ophoeng <ophoeng@...>
> Subject: [budaya_tionghua] Yi Takut Salah Jadi Yao? (Was: Lafal
Bunyi [Jen] untuk 人)
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Date: Monday, November 3, 2008, 9:08 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Bung Ardian C, Bung Alfonso dan TTM semua,
>
>
>
> Hai, apakabar? Sudah makan?
>
>
>
> Terima kasih atas keterangan anda berdua.
>
> ---dihapus---
>
> Cuma saya masih penasaran dikit nih, kalau disebutkan 'yao' adalah
angka atau bunyi
>
> nada paling kecil, bungsu, yakni 1. Bukankah angka 1 itu masih lebih
besar dari 0 (nol).
>
> Mengapa bukan '0' yang dirubah dari [ling] menjadi [yao]?
>
>
>
> Begitulah saja saya kira.
>
>
>
> Salam makan enak dan sehat,
>
> Ophoeng
>
> BSD City, Tangerang
>
> ---dihapus---
>
for moderators
of Yahoo! Groups.
yg dimaksud itu khan 1 itu bilangan paling kecil swt dah.
sekalian jg kalu ditaiwan nyebut nomor 171171111 itu gimane seh ?yi
qi yiyi qi yi yi yi yiyiyi ?
lha ntar jg bakalan keselip dong huehehehehehehehe
aye denger itu yao kata bungsu, kecil dsb itu dari guru aye, waktu
aye sekul doeloe.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Alfonso" <degaan36@...> wrote:
>
weleh lu gak tau diri kale hian, sapa yg lu lawan hah ? huehehehehehe
guru bahasa mandarin tuh yg bilang xiansheng=adam taukkkkkkkkkk
trus lage yg bilang org2 tua pada bego anxi dibaca anqi hueh
lucunya dibilang kata yao itu dipake di china daratan en di taiwan gak
dipake kata yao set dah hehehhehehehe
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, King Hian <king_hian@...> wrote:
>
> Bung Alfonso,
> Â
> Kalau anda baca tulisan saya dengan teliti, saya tidak bertanya pada
Anda. Saya menunjukkan dalam argumen anda tidak ada penjelasan mengapa
dipakai YAO untuk menggantikan YI. Hal inilah yang kemudian dituliskan
oleh sdr Ardian bahwa YAO dipakai untuk menyebut angka 1 karena YAO
berarti paling kecil/bungsu.
> Â
> Ini kilas baliknya:
> Â
> Pertama anda mengatakan bahwa penggunaan YAO adalah untuk
menghindarkan kemiripan YI dengan QI, waktu keadaan berisik karena ada
bunyi gergaji aluminium.
> Â
> Kemudian sdr Ardian mengatakan bahwa penggunaan YAO karena YAO
berarti paling kecil, bungsu, sehingga dipakai untuk menyebut YI (satu)
> Â
> Lalu anda membantah tulisan Ardian bahwa YAO dipakai untuk menyebut
YI karena YAO berarti bungsu/paling kecil.
> ini copy paste tulisan anda:
> Â
> "Dan maaf, sejarah angka 1 berasal dari cerita bungsu itu saya sama
> sekali ga pernah dengar. Yang saya tahu, di mana-mana nomor 1 adalah
> sulung. Atau mungkin sekarang di kamus, nomor 1 = bungsu?;)"
> Â
> Yang saya tuliskan dari website:
> http://zhidao. baidu.com/ question/ 13492915. html?fr=qrl
> Â
> Justru menunjukkan bahwa YAO dipakai untuk menyebut angka 1, karena
YAO berarti paling kecil/bungsu. Ini teks dari website tsb:
> å› æ±‰è¯é‡Œ"幺"æŒ‡å° çš„æ„ æ€ ï¼Œæ‰€ä»¥æŠŠ"1"è¯»å š"幺"
>
> Jadi, pernyataan sdr Ardian (yang Anda bantah) justru sesuai dengan
penjelasan dari website.
> Â
> Dalam website tersebut dikatakan semua yang bervokal "I" diganti,
termasuk QI, karena dikatakan bahwa bunyi vokal "I" lemah, hanya
setengah vokal "A". Padahal anda mengatakan YI berubah menjadi YAO
adalah untuk menghindari kemiripan dengan QI, sehingga teori anda ini
menjadi salah.
> Â
> KH
>
>
> --- On Mon, 11/3/08, Alfonso <degaan36@...> wrote:
>
> From: Alfonso <degaan36@...>
> Subject: [budaya_tionghua] Re: Yi Takut Salah Jadi Yao? (Was: Lafal
Bunyi [Jen] untuk 人)
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Date: Monday, November 3, 2008, 8:07 PM
>
>
>
>
>
>
> Alfonso: Waduh bung King Hian, kalau Anda minta saya menjelaskan
> asal usul kenapa diucapkan YAO, kenapa ga KING atau HIAN, skill saya
> ga sampai situ deh.:) Kalau sampai kenapa diucapkan YAO, nanti malah-
> malah di sini keluar lagi pertanyaan, kenapa disebut YI. Atau kenapa
> air disebut shui, kenapa ga sebut aja shou. Kenapa benda yang
> dipakai di kepala saat naik motor namanya "helm", kenapa
> bukan "kondom". Itu harus Anda tanyakan kepada orang-orang dulu
> (entah kapan ga ada yang tahu)yang ciptain bahasa. Beruntung Anda
> sudah meng-copy-paste URL itu.
>
> Jadi jawaban kenapa YI jadi YAO adalah "takut salah dengar"? Ga
> salah lagi kan?;)
>
> Alfonso
>
> --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, King Hian <king_hian@ ..>
> wrote:
>
> > KH:
> > Cerita anda tidak menjelaskan mengapa yang dipakai bunyi YAO,
> atau huruf (幺) yang berarti bungsu. Kalau alasannya hanya ingin
> membedakan dengan 7 (qi) mengapa harus "yao" (yang berarti
> bungsu), mengapa tidak menggunakan bunyi yang lain?
>
> > kebiasaan ini berasal ketika masa revolusi, untuk menghindari
> kesalah-pahaman karena salah mendengar, yang disebabkan oleh kondisi
> peperangan yang gaduh
>
Bung Alfonso dan TTM semuah,
Hai, apakabar? Sudah makan?
Lanjut dikit nih ya.
Soal gergaji mesin, memang bising. Dan saya, juga Bung Ardian C., percaya
bahwa anda cuma kasih contoh bahwa bisa terjadi salah tangkap dari lawan
bicara kalau ada bising. Pan saya juga bilang: just kidding!
Jadi tolong jangan dianggap serius banget soal 'gergaji mesin' ini.
Pengertian anda ttg 'yao' itu, dicontohkan bung Ardian C. dan Bung Liang U,
juga kemudian Bung King Hian, agaknya berbeda tafsir. Bungsu dan paling
kecil, mestinya ndak salah. Sebab kalau dalam satu keluarga, ada anak yang
lahir paling belakang, tentu disebut paling kecil, bungsu.
Sedang anda melihatnya kalau 1 = pertama, anak pertama bukan paling kecil,
ini ya ndak salah juga. Anda melihatnya dari urutan, yang pertama, jadi dalam
keluarga, anak pertama tentu bukan paling kecil.
Jadi, menurut saya, dua-duanya benar, cuma beda melihatnya dari mana.
Mungkin juga penambahan kata 'paling' untuk paling kecil pada 'yao' agak
sedikit membingungkan anda. Kalau disebut 'kecil' saja sebagai padanan kata
'bungsu', bisa jadi mungkin anda tidak akan salah menyangka lagi.
Lha, memang angka 1 itu kecil (boleh disebut paling kecil juga?) dibandingkan
angka-angka di 'atas'nya, angka sesudah 1 - 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Tapi kalau
anda melihatnya bahwa 1 'lahir' lebih dulu, tentu saja anda bisa membantah
bahwa angka 1 bukan paling kecil, bukan anak bungsu. Lao-da, lahir duluan.
Bisa ditangkap beda cara pandangnya?
Tentang takut salah, get confusion, saya kira anda dan Bung Liang U, Bung
Ardian C. dan Bung King Hian, sama-sama sepakat bahwa pengucapan 'yao'
dipakai untuk menghindari salah faham. Latar belakang perang, saya kira
kita tidak perlu ikut berperang untuk mengetahuinya, pan kita sekarang bisa
baca buku, hard copy ataupun di internet. Kedua-duanya saya lihat logikanya
sama: ada intervensi dari luar, bisa membuat distorsi komunikasi, baik itu
suara gergaji mesin, atau suara ledakan bom, sama distrosinya yang bisa
membuat salah tafsir. Maksudnya bilang 1 M, dikira nyebut 7 M ya?
Mungkin pemakaian 'yao' untuk ganti angka 1 analoginya adalah pengucapan
huruf A = alfa, B = beta, C = charlie, D = delta, dan seterusnya. Hanya dipakai
untuk supaya tidak salah tangkap dalam komunikasi lisan. Dalam bahasa tulis,
mestinya ndak perlu menulis KH dengan Kilo Hotel, misalnya. Begitu juga
dengan angka 1, tetap saja ditulis 1. Hehehe... jadi mengingatkan saya pada
tahun 1985-an, ketika mobil Jeep CJ-7 ngetop sebagai tunggangan anak muda.
Di Yogya ada pelesetan CJ-DW. Ini ndak berbunyi kalau berdiri sendiri. Tapi jika
anda kaitkan dengan CJ-7 itu, maka CJ-DW dibacanya: seje dewe (beda sendiri).
Ini 'just kidding' lagi nih ya:
Bung Alfonso:
"Misal nomor rekening BCA saya 1711711111. Tolong Anda ucapkan seolah2
Anda sedang menelepon customer service. Mana yang lebih enak? Pakai YI
atau YAO."
Karena anda cuma bilang "anda sedang menelepon customer service", tentu
boleh saya jawab: satu tujuh satu satu tujuh satu satu satu satu satu. Boleh?
Tentu saja, lha saya anggap anda bertanya di Jakarta, Indonesia, customer
service bank di Jakarta tentu menggunakan bahasa Indonesia (dan Inggris).
Beda tafsir toh? Nah, ini contoh lain.
Imbuh dikit: dalam basa lisan, memang enakan pake 'yao', apalagi kalau ada
banyak angka 1 seperti contoh nomor rekening anda itu: yao-yao-yao, jadi
kayak lagi bergoyang dangsa dangdut(?), yao = goyang juga toh? Hehehe...
Kalau tak salah, dulu ada lagu HK atau Taiwan yang 'yao-yao-yao' begini ya,
iramanya twist(?) ala Elvis gitu lho! Yang nyanyi Ervina atau Yao Shu Yung?
So, just relax. Baru hari Selasa, memang. Tapi santai sajah. Santai katanya
belum lengkap kalau tanpa......... (teruskan sendiri ajah mau apa ya?).. :D)
Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang Selatan
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Alfonso" <degaan36@...> wrote:
|
Bung Alfonso,
Kalau anda baca tulisan saya dengan teliti, saya tidak bertanya pada Anda. Saya menunjukkan dalam argumen anda tidak ada penjelasan mengapa dipakai YAO untuk menggantikan YI. Hal inilah yang kemudian dituliskan oleh sdr Ardian bahwa YAO dipakai untuk menyebut angka 1 karena YAO berarti paling kecil/bungsu.
Ini kilas baliknya: |
|
Pertama anda mengatakan bahwa penggunaan YAO adalah untuk menghindarkan kemiripan YI dengan QI, waktu keadaan berisik karena ada bunyi gergaji aluminium.
|
Kemudian sdr Ardian mengatakan bahwa penggunaan YAO karena YAO berarti paling kecil, bungsu, sehingga dipakai untuk menyebut YI (satu)
|
Lalu anda membantah tulisan Ardian bahwa YAO dipakai untuk menyebut YI karena YAO berarti bungsu/paling kecil.
ini copy paste tulisan anda:
|
"Dan maaf, sejarah angka 1 berasal dari cerita bungsu itu saya sama
sekali ga pernah dengar. Yang saya tahu, di mana-mana nomor 1 adalah sulung. Atau mungkin sekarang di kamus, nomor 1 = bungsu?;)" |
Yang saya tuliskan dari website: |
Justru menunjukkan bahwa YAO dipakai untuk menyebut angka 1, karena YAO berarti paling kecil/bungsu. Ini teks dari website tsb:
因汉语里"幺"指小的意思,所以把"1"读做"幺"
|
Jadi, pernyataan sdr Ardian (yang Anda bantah) justru sesuai dengan penjelasan dari website.
|
Dalam website tersebut dikatakan semua yang bervokal "I" diganti, termasuk QI, karena dikatakan bahwa bunyi vokal "I" lemah, hanya setengah vokal "A". Padahal anda mengatakan YI berubah menjadi YAO adalah untuk menghindari kemiripan dengan QI, sehingga teori anda ini menjadi salah.
|
KH
--- On Mon, 11/3/08, Alfonso <degaan36@yahoo. com> wrote: |
From: Alfonso <degaan36@yahoo. com> |
|
|
|
Host a free online
conference on IM.
Bung King Hian dan TTM semuah,
Hai, apakabar? Sudah makan?
Terima kasih atas keterangan yang Bung King Hian berikan ttg pengucapan 'yao'
untuk angka 'satu' (1). Kalau dari penjelasan Bung King Hian, mungkin bisa saya
simpulan bahwa pemakaian 'yao' untuk '1' ini hanya untuk diucapkan, secara li-
san saja. Tapi kalau ada tertulis, tetap saja dibaca oleh pembaca sebagai 'yi'. Ke-
cuali tentu kalau si pembacanya sedang berkomunikasi di telepon atau di radio
atau juga televisi, sedang berkomunikasi dengan orang (atau orang-orang) lain.
Analogi yang sama, seperti sudah saya sampaikan sebelumnya, mungkin sama
dengan kalau kita menyebut huruf A = alfa, B = beta dst-nya. Cuma diucapkan
ketika berkomunikasi secara lisan saja.
Sehubungan adanya beda penafsiran dari Bung Alfonso dengan Bung King Hian,
Bung Ardian C. dan Bung Liang U, tentang si bontot, bungsu, nomor satu, beda
dengan si sulung (lahir pertama), saya mau bertanya kepada siapa saja yang le-
bih faham tentang hal ini:
Angka 1 memang 'datang' lebih dulu, dilanjut dengan 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Kalau
dilihat oleh Bung Alfonso, maka angka '1' bukan si bungsu, tapi justru si sulung.
Tapi, kalau dilihat 'value' atau nilainya, maka si angka '1' tentu paling kecil ya,
ini yang mestinya dilihat oleh ketiga TM kita yang lain.
Jadi, angka 1 (lepas dari nilainya) lebih dulu, lalu datang angka 2, dst-nya. Jadi
si '1' ada di depan atau di belakang '2"? 3 di depan atau di belakang 2? Dst-nya?
Nah, mari kita analogikan hal ini kepada sistem penanggalan dan hari yang kita
anut selama ini, penaggalan masehi. Misal, tanggal 1 (Senin), 2 (Selasa), 3 (Rabu),
4 (Kamis), 5 (Jumat), 6 (Sabtu), 7(Minggu) dan seterusnya. Tolong jangan disalah
artikan dengan sistem penamaan hari Pai-yi, Pai-erl, Pai-san dan seterusnya ya.
Cuma kebetulan saja tanggal 1 jatuh pada hari Senin, dan seterusnya begitu.
Kalau misalnya saya ada janji dengan anda pada tanggal 6 hari Sabtu, lantas saya
berhalangan pada hari itu, saya minta dirubah menjadi tanggal 5 hari Jumat.
Manakah statement yang benar yang harus saya sampaikan kepada anda:
(a) Saya minta pertemuan kita DIUNDURKAN menjadi hari Jumat, tanggal 5, atau
(b) Saya minta pertemuan kita DIMAJUKAN menjadi hari Jumat, tanggal 5.
Begitu saja sih, saya sekedar ingin tahu saja.
Terima kasih.
salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang Selatan
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, King Hian <king_hian@...> wrote:
Alfonso:
Dan maaf, sejarah angka 1 berasal dari cerita bungsu itu saya sama
sekali ga pernah dengar. Yang saya tahu, di mana-mana nomor 1 adalah
sulung. Atau mungkin sekarang di kamus, nomor 1 = bungsu?;)
KH:
Cerita anda tidak menjelaskan mengapa yang dipakai bunyi YAO, atau huruf (幺) yang
berarti bungsu. Kalau alasannya hanya ingin membedakan dengan 7 (qi)Â mengapa harus
"yao" (yang berarti bungsu), mengapa tidak menggunakan bunyi yang lain ?
Barusan saya coba meng-Google mencari hubungan "yi" dengan "yao", dapat beberapa
website yang menjelaskan asal mula penggunaan YAO untuk menyebut angka 1.
Diantaranya:
为什么数å—1(YI)ä¹Ÿå «å š1(YAO)?
Mengapa angka 1 (YI) juga dibaca (YAO)?
http://zhidao.baidu.com/question/13492915.html?fr=qrl
dikatakan bahwa di kalangan militer untuk menyebut angka
1,2,3,4,5,6,7,8,9,0  digunakan: "幺两三四äº"å…æ‹ 怕狗洞" yao liang san si wu
liu guai pa gou dong"
kebiasaan ini berasal ketika masa revolusi, untuk menghindari kesalah-pahaman karena
salah mendengar, yang disebabkan oleh kondisi peperangan yang gaduh, serta pasukan
yang berasal dari banyak tempat (dengan dialek yang berbeda), maka dibuatlah
penyebutan angka seperti ini.
- vokal "i" lebih lemah dibandingkan vokal lainnya, dikatakan "kekuatan" vokal "i" hanya
setengah "a", karena itu bunyi YI, QI, LING diganti menjadi YAO, GUAI, DONGÂ
- "yao" dipakai karena dalam bhs Mandarin ada YAO yang berarti kecil, sehingga
dipakailah "yao" sebagai angka 1 (teks asli: å› æ±‰è¯é‡Œ"幺"æŒ‡å° çš„æ„ æ€ ï¼Œæ‰
€ä»¥æŠŠ"1"è¯»å š"幺")
- angka "er" dijadikan "liang" karena ada beberapa pasukan asal selatan yang menyebut
"er" dengan "ni"
- "qi" dan "jiu" diganti menjadi "guai" dan "gou", karena konsonan Q dan J, lebih tidak jelas
dibandingkan G.
dalam perkembangan selanjutnya, pemakaian "yao" lah yang dipakai di seluruh negeri. jadi
911 disebut "jiu yao yao"
dari website di atas, terlihat bahwa alasan yang dikatakan oleh Sdr. Ardian memang benar,
bahwa YAO dipakai sebagai 1 adalah karena berarti kecil/bungsu.
KH
TTM BT semuah,
Hai, apakabar? Sudah makan?
Tempo hari saya ada ajukan pertanyaan ttg maju atau mundurnya satu
titik waktu tertentu, rupanya ndak menarik minat untuk dilanjut ya.
Tapi karena saya sudah kadung tanya, mungkin boleh saya lanjut dikit
saja agar bisa lebih jelas yang dimaksud.
Kita mengenal kata berikut ini: hari ini (HI), besok (BS), besok lusa (BL),
untuk hari yang akan datang. Lalu ada kemarin (KM), dan kemarin dulu
(KD), ini untuk hari yang sudah lewat.
Nah, kalau saya gambarkan diagram sederhana ini:
KD - KM - HI - BS - BL = "HI" - Hari ini, dan seterusnya (lihat di atas).
01 - 02 - 03 - 04 - 05 = anggap tanggal
KD dan KM ada di 'belakang' HI, berarti, kalau saya ada janji pada HI,
dan kemudian dirubah menjadi BL, sebutannya mestinya adalah 'maju'.
Saya minta di'maju'kan ke BL (tanggal 05). Tapi, yang umum orang sebut
pan itu artinya di'undur'kan ke tanggal 05 ya?
Sebaliknya, kalau ternyata anda bisanya pada tanggal 01, maka anda akan
bilang: di'maju'kan ke tanggal 01. padahal pan tanggal 01 ada di 'belakang'
tanggal 03 toh?
Bagaimana menurut anda sekalian? Mana yang benar jadinya, secara logika
mana yang maju dan mana yang mundur?
Hehehe.... sorry, cuma iseng ajah, jeh!
Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ophoeng" <ophoeng@...> wrote:
Bung King Hian dan TTM semuah,
Hai, apakabar? Sudah makan?
------dipotong---------
Jadi, angka 1 (lepas dari nilainya) lebih dulu, lalu datang angka 2, dst-nya. Jadi
si '1' ada di depan atau di belakang '2"? 3 di depan atau di belakang 2? Dst-nya?
Nah, mari kita analogikan hal ini kepada sistem penanggalan dan hari yang kita
anut selama ini, penaggalan masehi. Misal, tanggal 1 (Senin), 2 (Selasa), 3 (Rabu),
4 (Kamis), 5 (Jumat), 6 (Sabtu), 7(Minggu) dan seterusnya. Tolong jangan disalah
artikan dengan sistem penamaan hari Pai-yi, Pai-erl, Pai-san dan seterusnya ya.
Cuma kebetulan saja tanggal 1 jatuh pada hari Senin, dan seterusnya begitu.
Kalau misalnya saya ada janji dengan anda pada tanggal 6 hari Sabtu, lantas saya
berhalangan pada hari itu, saya minta dirubah menjadi tanggal 5 hari Jumat.
Manakah statement yang benar yang harus saya sampaikan kepada anda:
(a) Saya minta pertemuan kita DIUNDURKAN menjadi hari Jumat, tanggal 5, atau
(b) Saya minta pertemuan kita DIMAJUKAN menjadi hari Jumat, tanggal 5.
Begitu saja sih, saya sekedar ingin tahu saja.
Terima kasih.
salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang Selatan
Share photos while
you IM friends.

--- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "Ophoeng" <ophoeng@... > wrote:
Bung King Hian dan TTM semuah,
Hai, apakabar? Sudah makan?
------dipotong- --------
Jadi, angka 1 (lepas dari nilainya) lebih dulu, lalu datang angka 2, dst-nya. Jadi
si '1' ada di depan atau di belakang '2"? 3 di depan atau di belakang 2? Dst-nya?
Nah, mari kita analogikan hal ini kepada sistem penanggalan dan hari yang kita
anut selama ini, penaggalan masehi. Misal, tanggal 1 (Senin), 2 (Selasa), 3 (Rabu),
4 (Kamis), 5 (Jumat), 6 (Sabtu), 7(Minggu) dan seterusnya. Tolong jangan disalah
artikan dengan sistem penamaan hari Pai-yi, Pai-erl, Pai-san dan seterusnya ya.
Cuma kebetulan saja tanggal 1 jatuh pada hari Senin, dan seterusnya begitu.
Kalau misalnya saya ada janji dengan anda pada tanggal 6 hari Sabtu, lantas saya
berhalangan pada hari itu, saya minta dirubah menjadi tanggal 5 hari Jumat.
Manakah statement yang benar yang harus saya sampaikan kepada anda:
(a) Saya minta pertemuan kita DIUNDURKAN menjadi hari Jumat, tanggal 5, atau
(b) Saya minta pertemuan kita DIMAJUKAN menjadi hari Jumat, tanggal 5.
Begitu saja sih, saya sekedar ingin tahu saja.
Terima kasih.
salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang Selatan
Saya jadi pusing *.*..
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Hendry Kuishando
<gu_tianyou@...> wrote:
>
> Halo, oom Ophoeng/Ophoeng shushu yang ramah.. :)
>
> 1 2 3 4 5
>
> kalau susunannya begitu yang benar bukan maju atau mundur, tapi ke
kanan atau ke kiri
>
> From: Ophoeng <ophoeng@...>
Bung Hendry Kuishando, Bung Takeshiroichi21, Bung Prometheus dan TTM semuah,
Hai, apakabar? Sudah makan?
Terima kasih atas tanggapan anda bertiga ttg OOT iseng ihwal tanggal yang "dimajukan"
atau "dimundurkan".
Sorry, saya sudah bikin Bung Takeshiroichi21 pusing, juga Bung Hendry K. yang coba
menguraikan dengan istilah kanan-kiri atau depan-belakang, tapi akhirnya jadi ikut
kebingungan juga. Hehehe.......
Mumpung lagi aktual, kabarnya pemerintah DKI Jaya akan coba mengatasi kemacetan
lalulintas di pagi hari yang makin parah itu dengan cara mengatur jam masuk kerja dan
jam masuk sekolah di 5 wilayah kotamadya DKI Jaya.
Jadi, akan ada jam kerja yang di"maju"kan (tetap saja pakainya 'maju', bukan diganti
di'dahulu'kan) dari pukul 07:00 menjadi pukul 06:30 dan ada yang di'mundur'kan (tetep
saja, ndak dirubah menjadi di'tunda' ya, seperti usul Bung Prometheus) dari pukul 08:00
menjadi pukul 08:30
Mari kita coba pakai istilah 'maju' dan 'mundur' ini untuk waktu yuk.
Dari pukul 07:00 di'maju'kan menjadi pukul 06:30
- TADI (sudah lewat) pagi pukul 06:00 terjadi gempa bumi. Jadi waktu yang sudah lewat
itu ada di mana? Di belakang atau di depan kita? Mundur itu ke depan atau ke belakang?
Berarti kalau dari pukul 07:00 ke pukul 06:30 mestinya MUNDUR toh? Lha, waktu (jam) itu
bergerak MAJUnya dari 06:00 ke 07:00 toh ya?
Dari pukul 08:00 di'undur'kan menjadi pukul 08:30
- NANTI (baru akan terjadi) pukul 24:00 diramalkan akan turun hujan deras. Berarti kita
masih akan sedang menuju ke waktu itu, kita maju ke depan atau ke belakang dong?
Bukankah kalau dari pukul 08:00 menjadi 08:30 artinya kita makin maju ke arah waktu
itu? Ingat, jam (waktu) itu bergerak-jalannya ke arah yang makin besar toh ya?
Hehehe......... makin bingung ndak ya jadinya?
Saya kira, istilah yang diajukan oleh Bung Prometheus, menggunakan ditunda atau
di'dahulu'kan bisa jadi alternatip penggunaan sebagai gantinya 'maju' dan 'mundur' itu
boleh-boleh saja dipakai ya. Tapi, yang mana menggantikan 'maju' dan yang mana
menggantikan 'mundur' coba ya? Masalahnya pan jelas: mana yang duluan dan mana yang
belakangan gitu lho.
Wis ah, ntar makin banyak yang bingung pula jadinya, jeh!
Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
BSD City, Tangerang Selatan
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Hendry Kuishando <gu_tianyou@...> wrote:
Halo, oom Ophoeng/Ophoeng shushu yang ramah.. :)
1 2 3 4 5
kalau susunannya begitu yang benar bukan maju atau mundur, tapi ke kanan atau ke kiri
Kalau mau dibilang maju atau mundur, berarti kita menghadap ke kiri atau ke kanan.
Kalau kita menghadap ke kiri, tentu saja dari 3 ke 1 itu adalah maju, sebaliknya dengan
kita menghadap ke kanan.
Kalau bicara hari saya rasa istilah dimajukan itu maksudnya dipercepat (tapi term cepat
juga gak begitu tepat sih..) atau jarak tunggunya dipersingkat, diperpendek jarak
tunggunya, atau di-lebih-pagi-kan. Sedangkan dimundurkan, mungkin seharusnya
diundur, kalau ini mungkin sudah jelas, maksudnya diperpanjang jarak tunggunya.
O iya, mungkin begini lebih jelas: sekarang anggap tanggal misalnya sekarang tanggal 1,
lalu saya ada janji dengan shushu mau ditraktir makan yang enak2 tanggal 5, tapi ternyata
tanggal 5 tidak bisa, jadi di---kan menjadi tanggal 3. Tanggal 3 kan lebih dekat dengan
tanggal 1, maka kira-kira posisi kita di tanggal 1, dari 5 ke 3..
01(kita di sini) 02 03 <-- 04 <-- 05(rencana awal)
berarti dimajukan lebih dekat dengan posisi kita.
Kalau diganti menjadi tanggal 7, dijauhkan dengan posisi kita berarti diundur.
Tapi akan berbeda kalau kita melihatnya seperti permainan ular tangga, bukan berbicara
sesuatu yang memang ada di depan kita, tetapi berbicara mengenai kita sendiri.. kocok
dadu, kita maju, ketemu ular kita mundur (angka jadi kecil).. ketemu tangga maju lagi
(angka makin besar). yang bergeser kitanya.
Sedang kasus sebelumnya acara makan2 kita (slurpp) yang digeser sesuatu yang di depan
kita.
Itu sih kalo menurut saya.. Tapi sebenernya sy juga sekarang jadi bingung juga sih..
salam,
hendry
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "takeshiroichi21" <takeshiroichi21@...>
wrote:
Saya jadi pusing *.*..
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "prometheus_promise"
<prometheus_promise@...> wrote:
Maaf, iseng sedikit memberikan komentar mengenai kata "acuh"
-------dipotong---------
Mungkin hal semacam ini pula yang membuat sdr Ophoeng tidak tahan
(isengnya) mempertanyakan manakah kata yang lebih tepat
antara "dimajukan" atau "dimundurkan", di dalam posting sebelumnya.
Nah, daripada bingung menggunakan "dimajukan" atau "dimundurkan",
karena tidak jelas mana yang depan dan belakang, ada baiknya kita
menggunakan "di-dahulukan / dibuat lebih awal" atau "di-tunda".
Boleh ?
Prometheus