Orang Tionghoa kalau meninggal kadang enggak dikubur, tapi di kremasi.
Abu sisa kremasi lalu bisa dibawa pulang, untuk ditaruh di meja abu di
rumah di altar leluhur, atau dititipkan di tempat Abu, yang biasanya
kayak apartment untuk guci2 abu, ada juga yang sisa abu tulangnya
disebar di gunung atau di laut.
Diperabukan maupun tidak, seringkali di rumah orang tionghoa ada meja
sembahyang leluhur, yang disebut meja abu, kadang ada foto2 Almarhum
dipajang disana, kadang tidak pakai foto, hanya papan kayu bertuliskan
nama dan tanggal kematiannya saja.
Setiap perayaan Ceng Beng yang berlangsung 15 hari sebelum sampai
mentoknya tanggal 5 April setiap tahun, keluarga gue ada satu hari
kumpul2 sembayang bersama di depan meja Abu. Di Meja Abu ini semua sanak
yang sudah meninggal nanti "disuguhi" penganan. Makanya sembahyang meja
abu biasanya juga berarti acara kumpul kumpul dan makan-makan keluarga
besar.
Makanan wajibnya hampir mirip kalau Imlek deh, ada Ikan, ada ayam, ada
babi plus beberapa penganan tambahan lain, yang biasanya merupakan
makanan kesukaan kerabat yang sudah almarhum. Jadi bisa tahu tahu ada
sayur asem, atau sambal goreng, atau asinan rujak yang kalau digabung
sih enggak nyambung, hehehehe.
Ritual ini seperti juga untuk 'mengingat' mereka yang sudah almarhum itu
jangan sampai terlupakan. Cerita dan Gossip juga kadang tentang mereka
yang sudah meninggal, tapi dalam suasana gembira. Sebab ritual sembayang
meja abu, seperti juga acara pesta makan bersama antara yang sudah
tiada dengan yang masih hidup di dunia, sing penting ngumpul, seolah
mereka masih ada hanya saja tidak terlihat !
Diawali dengan set up meja altar, yang dipenuhi berbagai makanan, mulai
dari nasi, lauk, kue dan buah-buahan. Nasi biasanya di siapkan di
mangkuk2 kecil, ada berapa almarhum yang "diundang" sedemikian banyak
mangkuk nasi disediakan, dengan sumpit ditancap tegak lurus diatas nasi.
Gue pernah diomelin bokap karena menancapkan sumpit ke atas nasi yang
sedang gue makan, sama bokap langsung dicabut lalu gue diomelin, sumpit
tertancap hanya untuk menyuguhi orang mati, kamu masih hidup, sumpitnya
harus ditaruh di pinggir mangkuk, jangan ditancep begitu, apa mau cepet
mati? gitu katanya, heheheheh.
Sedangkan buah-buahan dan kue-kue biasanya disusun dalam kombinasi angka
ganjil, misalnya tiga atau lima buah saja setiap macam. Begitupun untuk
lauk pauk teman nasi yang disiapkan masing masing hanya semangkuk
keciiiil yang untuk orang hidup pasti gak cukup deh segitu.
Gue pernah tanya sama mami, "Mam, nasinya ada tigabelas, kok kuenya
cuman lima? Nanti pada rebutan donk?"
Mami dengan santainya bilang "Alam sini lain dengan alam sana, bahkan
satu kue bisa cukup untuk ber tigabelas masing-masing dapat satu."
Gue melongo, tapi nggak tanya lagi, walaupun logika sebagai anak kecil
pun waktu itu sudah heran bagaimana mungkin???? Hehehe, urusan
kepercayaan memang tidak perlu diselaraskan dengan logika, kalau
dianggap cukup, ya cukuplah. Hanya saja dulu gue berpikir, yah
barangkali di alam sana ada ilmu pengganda makanan, atau mesin yang bisa
memperbesar rumah-rumahan kertas jadi sebesar gedung betulan, atau ilmu
yang mengubah uang-uangan kertas Gin Cua menjadi perak solid. Tugas yang
hidup cuman tinggal mengirim bahan-bahannya ke alam sana, beres.
Setelah set up meja altar, dimulai lah acara sembahyang, dimulai dari
yang paling dituakan, mengundang para almarhum untuk bertandang dan
menerima yang sudah disediakan. Entah bagaimana, ceritanya makanan yang
disuguhkan saat Ceng Beng ini akan mengenyangkan mereka di alam sana,
supaya mereka tidak jadi setan kelaparan saat bulan tujuh, saat chinese
ghost festival. Nah untuk sembahyang di meja abu ini ada perdebatan, ada
yang bilang anak dari almarhum pai kui (hormat berlutut) 12 kali, ada
yang bilang pai kui hanya 3 kali, entah mana yang betul deh. Pokoknya
setelah acara sembayang mengundang para leluhur dan almarhum ini
sementara yang dari alam sana "makan", yang hidup juga sibuk mengisi
perut dengan berbagai suguhan yang disediakan. Yang datang biasanya
masing-masing bawa satu penganan, jadi kayak POT LUCK gitu, makanan jadi
baaaaanyaaaaaaaaaakkkk macam dan jumlahnya, alhasil.... kekenyangan,
hehehehehe.
Sambil makan makan tangan bekerja, membuat uang uangan. Sebab
berikutnya ada acara bakar-bakar Gin Cua berkarung-karung, sebanyak
sanggup dibuat. Sebab yang namanya Gin Cua itu semacam kertas merang
yang diatasnya ada sapuan keperakan. Kertas berbentuk segi empat ini
harus digulung dulu kayak semprong, lalu ujungnya dikerucutkan dan
ditekuk keatas supaya bentuknya nggak berubah lagi. Kata Oma dulu, kalau
enggak dibentuk dulu, percuma kirim Gin cua ke alam sana, enggak bakalan
laku, maka anak cucu yang dirumah yang membuat dulu gincua jadi bentuk
uang uangan, lalu dibakar, dan dialam sana berubah jadi uang alambaka,
gitu.
Setelah Gin cua habis dibakar, mulai lah bakar barang-barang kiriman.
Ada koper kertas berisi uang dan seperangkat pakaian, lengkap dengan
sepatu dan sandalnya. Koper diberi "SEGEL" semacam kertas kuning,
bertuliskan ini kiriman untuk siapa (tulis nama almarhum) dan dari siapa
( tulis nama yang masih hidup yang ngirim) katanya supaya enggak nyasar,
hehehehehe. Dikirimnya pake TIKI kali, wakakakakaka......
Sambil bakar membakar ini anak cucu pada bercandaan semua, antara
percaya dan nggak percaya, berusaha merasionalisasikan hal-hal yang
tidak rasional.
Misalnya kemarin, kita ketawa-ketawa sambil kirim HANDPHONE ke alam
sana. Handphone dari kertas, dengan merk NODIA bukan NOKIA. Lalu nakut
nakutin sepupu gue, weh, besok kalu mau ceng beng lagi nyokap lu tinggal
SMS sama lu ya, minta dibawain makanan apa.
Lalu ada juga dompet dan sepatu merk VERSASI sambil bercanda kita
bilang, Si Versace kali bakalan nuntut deh di alam sana, karena
rancangannya beredar dengan merk VERSASI ini.
Lalu kita juga bercandain sepupu gue yang kirim Creditcard dari BANK OF
HELL bergambar Giam Lo Ong (raja akherat) bertuliskan VILLA (bukan
VISA), wah bokap lu disono kalau belanja ntar tinggal gesek aje deh,
tagihannya dikirim ke elu yah, getoh.
Lalu ada lagi sepupu gue yang masih SMP bilang gini, ngapain ya kita
kirim-kirim duit begini banyak, disana khan nggak ada Mall, dan Oom-oom
gue langsung nyahut, lu mana tahu kalau Giam Lo Ong udah bikin Mall
segede Taman Anggrek disana, atau barangkali Kongco2 kita yang dikirimin
duit berkarung-karung tiap taon udah pada investasi bikin Mall disana.
Candaan-candaan gila yang bikin kita ketawa-ketawa, sambil dalam hati
bilang "apa iya sih?" antara tidak percaya dan ingin percaya, sebab
alangkah menyenangkannya kalau kehidupan dunia bisa berlanjut di alam
sana, which is... heheheheh too good to be true. But again, kepercayaan
nggak perlu disambungkan sama logika, seberapa pun absurdnya, kalau
orang mau percaya demikian, mo bilang apa, ha ha ha ha, biarlah jadi
hiburan saja.
Tapi gue masih terkenang-kenang sama creditcard itu tadi,
hihihihihihi....... masih demen nakutin sepupu gue, bener lu kaga takut
tau-tau ada tagihan dari BANK OF HELL ke elo??? wakakakakkakakaka......
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.1/1347 - Release Date:
3/27/2008 7:15 PM
[Non-text portions of this message have been removed]
ha,ha,ha,.....Meme Uly xie-de-hao !
Sungguh bagus tulisanmu tentang Ceng-bing !Begitulah orang Cina, eh, orang Tionghua kalau menggambarkan tentang ritual agama, satai, sendagurau, yang penting upacara selesai makan ! (ada yang terus kemeja judi lho ! ha,ha,ha,...)
Orang Tionghua memang unik. Unik disebabkan oleh budayanya yang "unik" ditinjau dari sudut pandang budaya lain. Upacara yang seharusnya serius bisa ditanggapi demikian santai zonder menimbulkan masalah apa-apa ! Coba kita banding dengan budaya lain, gara-gara gambar karikatur saja bisa saling tarung, bahkan bungkin bisa saling bunuh !
Tetapi, bagaimanapun juga, dalam hal agama saya lebih cederung mengambil posisi "Tepat dan berprinsip", Zhong-yong !
Dalam millist ini, rekan DADA mensinyalir kecenderungan dari extrem dalam agama menuju tidak mau tahu tentang agama (3G>2G>1G), lalu saya tambahi S (sekularisme) dan ahkirnya B, bingung oleh kekosongan bathin !
Salam dari Indarto Tan
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.
[Non-text portions of this message have been removed]
Makan itu termasuk dasa marga budaya lho Tan- heng
Ritual tionghoa kalau nggak pake makan itu nggak afdol.
soal masalah, mau ditanggapi serius, mau ditanggapi santai, itu
tergantung orangnya bukan budayanya.
Misalnya tuh soal judi ada yang ujug ujug bilang fitnah, itu khan
masalah orang menanggapinya, bukan masalah budayanya itu sendiri,
hehehehe......
btw dari dulu kepengen tanya, MEME itu artinya apa sih???? soalnya....
hihihihi nggak biasa dengernya noh. krrrrkkkkekekekkekekeke........
-----Original Message-----
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
[mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of indarto tan
Sent: Monday, April 07, 2008 5:16 AM
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Asyiknya Ceng Beng (2) Sembahyang Meja
Abu
ha,ha,ha,...-..Meme Uly xie-de-hao !
Sungguh bagus tulisanmu tentang Ceng-bing !Begitulah orang Cina, eh,
orang Tionghua kalau menggambarkan tentang ritual agama, satai,
sendagurau, yang penting upacara selesai makan ! (ada yang terus kemeja
judi lho ! ha,ha,ha,...-)
Orang Tionghua memang unik. Unik disebabkan oleh budayanya yang "unik"
ditinjau dari sudut pandang budaya lain. Upacara yang seharusnya serius
bisa ditanggapi demikian santai zonder menimbulkan masalah apa-apa !
Coba kita banding dengan budaya lain, gara-gara gambar karikatur saja
bisa saling tarung, bahkan bungkin bisa saling bunuh !
Tetapi, bagaimanapun juga, dalam hal agama saya lebih cederung mengambil
posisi "Tepat dan berprinsip", Zhong-yong !
Dalam millist ini, rekan DADA mensinyalir kecenderungan dari extrem
dalam agama menuju tidak mau tahu tentang agama (3G>2G>1G), lalu saya
tambahi S (sekularisme) dan ahkirnya B, bingung oleh kekosongan bathin !
Salam dari Indarto Tan
Ulysee <HYPERLINK
baaaaanyaaaaaaaaaak-kkk macam dan jumlahnya, alhasil.... kekenyangan,
hehehehehe.
Sambil makan makan tangan bekerja, membuat uang uangan. Sebab
berikutnya ada acara bakar-bakar Gin Cua berkarung-karung, sebanyak
sanggup dibuat. Sebab yang namanya Gin Cua itu semacam kertas merang
yang diatasnya ada sapuan keperakan. Kertas berbentuk segi empat ini
harus digulung dulu kayak semprong, lalu ujungnya dikerucutkan dan
ditekuk keatas supaya bentuknya nggak berubah lagi. Kata Oma dulu, kalau
enggak dibentuk dulu, percuma kirim Gin cua ke alam sana, enggak bakalan
laku, maka anak cucu yang dirumah yang membuat dulu gincua jadi bentuk
uang uangan, lalu dibakar, dan dialam sana berubah jadi uang alambaka,
gitu.
Setelah Gin cua habis dibakar, mulai lah bakar barang-barang kiriman.
Ada koper kertas berisi uang dan seperangkat pakaian, lengkap dengan
sepatu dan sandalnya. Koper diberi "SEGEL" semacam kertas kuning,
bertuliskan ini kiriman untuk siapa (tulis nama almarhum) dan dari siapa
( tulis nama yang masih hidup yang ngirim) katanya supaya enggak nyasar,
hehehehehe. Dikirimnya pake TIKI kali, wakakakakaka.-.....
hihihihihihi.-...... masih demen nakutin sepupu gue, bener lu kaga takut
tau-tau ada tagihan dari BANK OF HELL ke elo??? wakakakakkakakaka.-.....
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.1/1347 - Release Date:
3/27/2008 7:15 PM
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
You rock. That's why Blockbuster'-s offering you one month of
Blockbuster Total Access, No Cost.
[Non-text portions of this message have been removed]
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.1/1347 - Release Date:
3/27/2008 7:15 PM
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.1/1347 - Release Date:
3/27/2008 7:15 PM
[Non-text portions of this message have been removed]
----- Original Message -----
From: Ulysee
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Monday, April 07, 2008 3:07 PM
Subject: RE: [budaya_tionghua] Asyiknya Ceng Beng (2) Sembahyang Meja Abu
> btw dari dulu kepengen tanya, MEME itu artinya apa sih????
> soalnya.... hihihihi nggak biasa dengernya noh.
> krrrrkkkkekekekkekekeke........
---------------------------------------
Ha ha ha... soalna keur Ul-djie nu eis Bandung, maca "meme" teh asa kumaha
kitu nya...
Wasalam.
Dh,
Mohon bantuan rekan2.
Untuk aturan tabur bunga yang benar bagaimana ?
Ada sebagian yang menabur bunga dari bawah ke atas ( kaki ke kepala ). namun ada pula yang menabur dari atas ke bawah ( kepala ke kaki ).
Apakah ada filosofi nya ?
Terima kasih
::BCA::
[Non-text portions of this message have been removed]
Setahu saya, meme itu adiknya koko. .Seingat saya, dulu saya disapa Chen shu-shu, eh, sekarang kok jadi Tan heng, saya jadi agak mabok. Tan heng itu artinya kan Chen koko, rambut saya yang lebih banyak putihnya itu salah-salah bisa hitam kembali lho ...ha,ha,ha... Betapa indahnya !
Sapa saja dengan Chen dashu, agar Chen dashen tidak marah.
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.
[Non-text portions of this message have been removed]
Chen dashu, bukaaannnnn, meme itu istrinya shu-shu ato qiu-qiu, adiknya
koko itu mei-mei. meme itu ada shu-me, ama qiu-me...
utk orang Hakka...hehehe
dashen itu sapaan pasangan dashu yg bukan famili ya? maksudnya utk
panggilan formal dan hormat. shen itu artinya apa ya?
joel
indarto tan wrote:
>
> Setahu saya, meme itu adiknya koko. .Seingat saya, dulu saya disapa
> Chen shu-shu, eh, sekarang kok jadi Tan heng, saya jadi agak mabok.
> Tan heng itu artinya kan Chen koko, rambut saya yang lebih banyak
> putihnya itu salah-salah bisa hitam kembali lho ...ha,ha,ha... Betapa
> indahnya !
> Sapa saja dengan Chen dashu, agar Chen dashen tidak marah.
>
hahaha...yg soal bakar2an barang kiriman dari alam fana ke alam baka
emang aneh2, waktu di petak 9 liat ada kartu kredit
platinum...kerenn...tp kira2 disana ada alat geseknya ga hehehe...kl
ga ada percuma dunk :P
dea
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ulysee" <ulysee_me2@...>
wrote:
Call your friends
worldwide - free!
Ah, itu mah gampang. Kirimi saja sebuah bank "BABI", bank alam baka internasional, komplit dengan komputer berinternet dan tentu tak lupa alat geseknya. Nanti malam, jam 00:00 siapa tahu anda dapat kiriman email dari sono.
"ÁõÓ¯Ðã" <flavia_rachel21@yahoo.com> wrote: hahaha...yg soal bakar2an barang kiriman dari alam fana ke alam baka
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.
[Non-text portions of this message have been removed]
Hehehehee, ... dialambaka sana, mestinya udah lebih maju ketimbang negara modern, dong. Lha di HK saja udah nggak model tuuuh credit-card masih digesek-gesek, langsung masuk dialatnya lalu diketik angka nilai yang digunakan untuk online udah beres. Kabarnya, langkah berikut untuk mencegah pemalsuan credit-card yang merajalela, dipegang harus masukkan pin password baru bisa digunakan. Entah kapan dimulainya.
Tapi ada yang tahu tidak, masalah tradisi Tionghoa meninggal dengan dibakar dan disimpan per-abuan-nya sejak kapan, ya? Bukankah pada awalnya ditentang, bahkan cukup keras? Karena saya deengar ketika Wen Ge (Revolousi Kebudayaan Proletar) yang membara di tahun 66 itu, terjadi perdebatan atas anjuran orang meninggal dibakar lebih baik untuk kesehatan (bagi yang meninggal karena penyakit menular). Karena ditentang keras gimana juga tetap harus dikubur ditanah, lalu terjadi kompromi yang cukup baik, setelah dibakar, lalu abunya yang dikubur ditanah bagi yang menghendaki. Dengan demikian, tercapai maksud lebih sehat dan kedua lebih ekonomis dengan kuburan yang jauh lebih kecil saja.
Padahal, ketika di Indonesia dahulu juga udah dengar, ada kebiasaan menyimpan abu leluhur di rumah dengan ditaroh di meja nyolo untuk disembahyangi. Padahal menurut kepercayaan orang HK yang pernah saya dengar, abu orang yang meninggal tidak baik ditaroh dirumah keluarga, setannya malah bisa ganggu dan orang yang tinggal dirumah itu jadi tidak tentram hidupnya. Entah mana yang bener.
Salam,
ChanCT
------------------------------------
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
Yahoo! Groups Links
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.22.7/1361 - Release Date: 2008/4/5 _W__ 07:53
[Non-text portions of this message have been removed]
BTW, Tan-xuxu, (balik lagi jadi asuk asuk, wehehehehe) tuh tuh tuh udah
dibetulim ama Julia, Meme sama Mey-mey tuh beda euuyyyy.
Kalo Meme mah artinya tante, kalau Mey-mey berarti adik perempuan.
Yang mana neh yang dimaksuuuuuuuddd????
BTW jadi ngeh, kalau di buku silat, yang katanya dari bahasa hokkian,
adik papa yang laki laki itu dipanggilnya Siok-siok (suk suk/ Xuxu)
isterinya dipanggil Siok-bo (sukme/ xumu)
padahal setahu gue, kalau panggil adiknya papa itu A-cek.... itu bahasa
mana ya?
-----Original Message-----
From: budaya_...@yahoogroups.com
[mailto:budaya_...@yahoogroups.com] On Behalf Of Akhmad Bukhari
Saleh
Sent: Tuesday, April 08, 2008 1:04 AM
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Asyiknya Ceng Beng (2) Sembahyang Meja
Abu
Ha ha ha... soalna keur Ul-djie nu eis Bandung, maca "meme" teh asa
kumaha
kitu nya...
Wasalam.
----- Original Message -----
From: Ulysee
To: budaya_...@yahoogroups.com
Sent: Monday, April 07, 2008 3:07 PM
Subject: RE: [budaya_tionghua] Asyiknya Ceng Beng (2) Sembahyang Meja
Abu
> btw dari dulu kepengen tanya, MEME itu artinya apa sih????
> soalnya.... hihihihi nggak biasa dengernya noh.
> krrrrkkkkekekekkekekeke........
---------------------------------------
_
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.1/1347 - Release Date:
3/27/2008 7:15 PM
------------------------------------
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:budaya_tion...@yahoogroups.com
mailto:budaya_tionghu...@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tiongh...@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
UTF-8
Adik lelaki ayah disebut:
shushu å ”å ” atau shufu å ”çˆ¶ (mandarin), asuk é˜¿å ” atau suksuk (hakka), é˜¿å ” acek (hokkian), di beberapa tempat (di Jawa) acek berubah menjadi ncek
Istrinya disebut:
shumu å ”æ¯ (mandarin), sukme å ”æ¯ (å ”å§†) (hakka), asim 阿婶 (hakka-logat hoiliuk), acim 阿婶 (hokkian), di beberapa tempat (di Jawa) acim berubah menjadi ncim
SIOKSIOK adalah pelafalan Hokkian untuk membaca huruf shushu å ”å ”.
SIOKBOU adalah pelafalan Hokkian untuk membaca huruf shumu å ”æ¯ .
Keduanya adalah dialek Hokkian dengan bunyi WENYAN, sedangkan dalam percakapan sehari-hari yang dipakai adalah bunyi PAIHUA, jadi SIOKSIOK menjadi ACEK dan SIOKBOU menjadi ACIM.
Contoh lain adalah:
HENG (kakak lelaki) å…„ yang merupakan bunyi WENYAN, dalam bunyi BAIHUA dibaca HNIA.
Menurut saya, ini adalah 'kesalahan' dalam menerjemahkan cerita silat yang langsung mengambil bunyi wenyan, padahal dalam percakapan sehari-hari (apalagi untuk menyebut langsung ybs) yang dipakai adalah bunyi baihua. Jadi, tidak ada orang yang menyebut kakaknya dengan sebutan HENG, yang ada dipakai HNIA. Kakak seperguruan disebut SU HNIA bukan SU HENG. Paman guru disebut SU CEK (atau SAI CEK) bukan SU SIOK.
SIOK atau HENG itu boleh dipakai ketika membaca nama seseorang, misalnya ada keponakan saya yang menulis undangan untuk saya. Nama dalam undangan boleh dibaca "King Hian Siok".
Setahu saya, dalam dialek Hakka meme 姆姆 itu berarti mama. Tidak tahu kalau juga berarti 'tante'.
KH
Forum Diskusi Budaya Tionghoa dan Sejarah Tiongkok
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Share photos while
you IM friends.
Wakakakakaka, aduh kaga deh, masa dipanggil "mama" sama Tan shu shu,
atuh gue jadi tua sebelum waktunya, wakakaka....
TIDAAAAAKKKKKK !!!!!!
-----Original Message-----
From: budaya_...@yahoogroups.com
[mailto:budaya_...@yahoogroups.com] On Behalf Of King Hian
Sent: Friday, April 11, 2008 9:30 PM
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: RE: [budaya_tionghua] Asyiknya Ceng Beng (2) Sembahyang Meja
Abu
<skip>
Setahu saya, dalam dialek Hakka meme 姆姆 itu berarti mama. Tidak tahu
kalau juga berarti 'tante'.
KH
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.12/1374 - Release Date:
4/11/2008 4:59 PM
------------------------------------
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
Meme / A Me dalam hakka itu sama dengan Muqin.
Yang dimaksudkan dengan "tante" itu adalah:
- shu MU, hakka nya suk ME
- jiu MU, hakka nya khiu ME
- bo MU, hakka nya pak ME
Jadi Me hakka kurang lebih serupa dengan Mu.
Hormat saya,
Yongde
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ulysee" <ulysee_me2@...> wrote:
>
> Hah!!! Meme artinya mama???
>
> Wakakakakaka, aduh kaga deh, masa dipanggil "mama" sama Tan shu shu,
> atuh gue jadi tua sebelum waktunya, wakakaka....
> TIDAAAAAKKKKKK !!!!!!
>
>
> -----Original Message-----
> From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> [mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of King Hian
> Sent: Friday, April 11, 2008 9:30 PM
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Subject: RE: [budaya_tionghua] Asyiknya Ceng Beng (2) Sembahyang Meja
> Abu
>
>
> <skip>
> Setahu saya, dalam dialek Hakka meme 姆姆 itu berarti mama. Tidak tahu
> kalau juga berarti 'tante'.
>
> KH
>
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG.
> Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.12/1374 - Release Date:
> 4/11/2008 4:59 PM
>
Share photos while
you IM friends.
heeh seh....kl di kal-bar, utk mama itu emang sebutannya A Me :-D, tapi
jarang deh memanggil mama sendiri dengan sebutan A Me, seringnya panggil
Mamak utk yang Hakka ato A Ji utk yg anaknya di kwe-pang ;-p menyebut A
Me itu utk merujuk ke ibu saat berbicara dengan orang lain, mis, "nga me
co co hi mai choi" (pagi-pagi sekali, ibu saya berbelanja makanan),
sedangkan kl ke orangnya bersangkutan, dipanggil mamak ato a mak, mis.
"mamak, ngai chut ha" (ma, saya keluar ya). tapi ada seh seingatku, utk
generasi yg tua-tua, manggil ibu dengan sebutan A Me (intonasi rendah),
cm skrng udah ga populer lagi.
kl Meme itu biasanya merujuk ke Suk Me ato Khiu Me (istri suk-suk ato
khiu-khiu). gue sendiri manggil suk me ato khiu me gue dengan meme aje :-D
joel
"@};-PurpleRose};--" <purple.ros@gmail.com> wrote: oooooooo kekekekkekekke
heeh seh....kl di kal-bar, utk mama itu emang sebutannya A Me :-D, tapi
jarang deh memanggil mama sendiri dengan sebutan A Me, seringnya panggil
Mamak utk yang Hakka ato A Ji utk yg anaknya di kwe-pang ;-p menyebut A
Me itu utk merujuk ke ibu saat berbicara dengan orang lain, mis, "nga me
co co hi mai choi" (pagi-pagi sekali, ibu saya berbelanja makanan),
sedangkan kl ke orangnya bersangkutan, dipanggil mamak ato a mak, mis.
"mamak, ngai chut ha" (ma, saya keluar ya). tapi ada seh seingatku, utk
generasi yg tua-tua, manggil ibu dengan sebutan A Me (intonasi rendah),
cm skrng udah ga populer lagi.
kl Meme itu biasanya merujuk ke Suk Me ato Khiu Me (istri suk-suk ato
khiu-khiu). gue sendiri manggil suk me ato khiu me gue dengan meme aje :-D
joel
=========================================
Aduuuuuuuhhhhhh......
Jagi MEME itu ISTRINYA shu-shu ????!!!!!!!
Ini bisa goshu, entar bisa perang dirumah !
Tetapi rasanya kok yeeeessssssssss !!!!!!
ming-tian-jian-hao-ma ?
Yong shou-ji !!!!!
Dari Tan shu-shu untuk "meme"
=======================================
Chen dashu-shu, ikutan nimbrung dan iseng ya :-D goshu itu apa ya?
dashu, dashu...shi bu ke neng yung shou-ji jian ren de, shou-ji shi yung
lai da dian-hoa de, bu ke nen jian ^_^; ummmm nin de i se shi yung 3G
ma? :-D *pertanyaan anak generasi platinum kekeke
wah ada Chen dashu meme ya? kei ta wen-hao a :-D ;-)) hehe
selingan dikit juga...gue nemu satu jenis meme lagi :-D dan yg ini
keknya yg ditanyain Uly ttg artinya...(gue nebak aja, bisa jadi bukan yg
ditanyakan) ;-)), berikut infonya dibawah ini:
"A *meme* (pronounced /mi?m or m?m/
<http://en.wikipedia.org/wiki/Help:Pronunciation>) consists of any unit
of cultural information, such as a practice or idea, that gets
transmitted verbally or by repeated action from one mind to another.
Examples include thoughts, ideas, theories, practices, habits, songs,
dances and moods and terms such as race, culture, and ethnicity. *Memes*
propagate themselves and can move through a "culture
<http://en.wikipedia.org/wiki/Culture>" in a manner similar to the
behavior of a virus <http://en.wikipedia.org/wiki/Virus>. As a unit of
cultural evolution <http://en.wikipedia.org/wiki/Cultural_evolution>, a
meme in some ways resembles a gene <http://en.wikipedia.org/wiki/Gene>.
Richard Dawkins <http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Dawkins>, in his
book, /The Selfish Gene
<http://en.wikipedia.org/wiki/The_Selfish_Gene>/,^[1]
<http://en.wikipedia.org/wiki/Meme#cite_note-0> recounts how and why he
coined the term *meme* to describe how one might extend Darwinian
<http://en.wikipedia.org/wiki/Darwinian> principles to explain the
spread of ideas and cultural phenomena. He gave as examples tunes
<http://en.wikipedia.org/wiki/Melody>, catch-phrases
<http://en.wikipedia.org/wiki/Catch-phrase>, beliefs
<http://en.wikipedia.org/wiki/Belief>, clothing-fashions
<http://en.wikipedia.org/wiki/Fashion>, and the technology
<http://en.wikipedia.org/wiki/Technology> of building arches.
Meme-theorists contend that memes evolve by natural selection
<http://en.wikipedia.org/wiki/Natural_selection> (similarly to Darwinian
<http://en.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin> biological
<http://en.wikipedia.org/wiki/Biology> evolution
<http://en.wikipedia.org/wiki/Evolution>) through the processes of
variation <http://en.wikipedia.org/wiki/Variation>, mutation
<http://en.wikipedia.org/wiki/Mutation>, competition
<http://en.wikipedia.org/wiki/Competition>, and inheritance
<http://en.wikipedia.org/wiki/Inheritance_%28disambiguation%29>
influencing an individual entity's reproductive success. So with memes,
some ideas will propagate less successfully and become extinct
<http://en.wikipedia.org/wiki/Extinction>, while others will survive,
spread, and, for better or for worse, mutate
<http://en.wikipedia.org/wiki/Mutation>. "Memeticists argue that the
memes most beneficial to their hosts will not necessarily survive;
rather, those memes that replicate the most effectively spread best,
which allows for the possibility that successful memes may prove
detrimental to their hosts."^
sumber: www.wikipedia.com
Ullllllllllll, kl jenis meme seperti yg diatas, pernah dipopulerkan ama
si gundul nooh...;-))
Joel
indarto tan wrote:
>
> "@};-PurpleRose};--" <purple.ros@gmail.com
> <mailto:purple.ros%40gmail.com>> wrote: oooooooo kekekekkekekke
>
> heeh seh....kl di kal-bar, utk mama itu emang sebutannya A Me :-D, tapi
> jarang deh memanggil mama sendiri dengan sebutan A Me, seringnya panggil
> Mamak utk yang Hakka ato A Ji utk yg anaknya di kwe-pang ;-p menyebut A
> Me itu utk merujuk ke ibu saat berbicara dengan orang lain, mis, "nga me
> co co hi mai choi" (pagi-pagi sekali, ibu saya berbelanja makanan),
> sedangkan kl ke orangnya bersangkutan, dipanggil mamak ato a mak, mis.
> "mamak, ngai chut ha" (ma, saya keluar ya). tapi ada seh seingatku, utk
> generasi yg tua-tua, manggil ibu dengan sebutan A Me (intonasi rendah),
> cm skrng udah ga populer lagi.
> kl Meme itu biasanya merujuk ke Suk Me ato Khiu Me (istri suk-suk ato
> khiu-khiu). gue sendiri manggil suk me ato khiu me gue dengan meme aje :-D
>
> joel
>
> =========================================
> Aduuuuuuuhhhhhh......
> Jagi MEME itu ISTRINYA shu-shu ????!!!!!!!
> Ini bisa goshu, entar bisa perang dirumah !
> Tetapi rasanya kok yeeeessssssssss !!!!!!
>
> ming-tian-jian-hao-ma ?
> Yong shou-ji !!!!!
>
> Dari Tan shu-shu untuk "meme"
>
> =======================================
>
>
Rekan-rekan,
Kalau teman salah menyebut sesuatu, seperti yang
diramaikan ini, misalnya me-me, atau juga salah
mengartikan sesuatu, saya usul sebaiknya diberi tahu
dengan hormat. Tidak ada orang yang sempurna, misalnya
si pengkritik sendiri menulis Hanyu Pinyin dengan
banyak kesalahan, dalam Hanyu Pinyin tak ada
yung,mungkin yang dimaksud yong.
Sepandai-pandai tupai meloncat, itu kata pepatah
Indonesia lama, yang jelas menunjukkan tak ada manusia
yang sempurna.
Sdr. Indarto Tan, seorang yang berpengetahuan yang
sangat luas, ada yang bisa membantah? Kalau beliau
membuat kesalahan ejaan hanya untuk satu kata,
mintalah penjelasan apa yang dimaksud, kalau anda tahu
maksudnya itu meimei, maka beritahulah beliau secara
baik-baik, saya yakin beliau akan menerimanya dengan
baik. Janganlah berkepanjang tertawa haha-hihi, sebab
kalau kita terus-terusan tertawa sendiri, apalagi
orang yang ditertawai tidak ada, apakah itu
bukan..........
Maaf kalau tersinggung. Sebab menurut saya tertawa ada
tempatnya, janganlah mengejek orang.
Salam
Liang U
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
wah sepertinya ada salah paham neh ;-P....ummm salah satu kelemahan
komunikasi lewat tulisan :-D, jadi nuansa/emosi yg tertangkap oleh
masing-masing orang per orang itu berbeda-beda.
jen de jen de dui bu chi, tidak ada maksud untuk mentertawakan siapapun
:-), akan sangat tidak sopan sekali untuk mentertawakan sesama milister,
apalagi yang lebih tua :-)
yang ada hanya sekedar ingin bergabung untuk guyon setelah membaca
postingan Uly dan Chen dashu yang saya tangkap berlangsung santai dan
penuh canda tawa :-D
jadi kesan komunikasi yang saya tangkap itu berlangsung dalam suasana
santai dan penuh canda, dan tidak terlintas sama sekali bahwa diskusi
berlangsung dalam suasana untuk mentertawakan atau merendahkan siapapun,
apalagi Chen dashu, bisa kuwalat aku kalau sampai berani mentertawakan
dashu apalagi jika isu-nya serius...
mungkin postingan saya sudah memberikan kesan yang salah, dan saya minta
maaf untuk itu :-)...Chen dashu, dui bu chi, jen bu hao i se ^(-_-)^ shi
kai wan xiao er yi.. ^_^y peace!
Liang U qianbei, duo xie utk masukan informasi ttg Hanyu Pinyin-nya.
saya sendiri terhitung generasi buta huruf untuk Hua Yi *sedih*...bisa
mendengar dan berbicara sedikit, tapi untuk tulisan dan
pinyin-nya...terhitung nol..
setelah join ke milis, baru ada pencerahan ttg pinyin yg baik dan benar :-D
Salam,
Joel
Send up to 1GB of
files in an IM.
-----Original Message-----
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com [mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of @};-PurpleRose};--
Sent: Monday, April 14, 2008 12:18 AM
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.12/1374 - Release Date: 4/11/2008 4:59 PM
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.12/1374 - Release Date: 4/11/2008 4:59 PM
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.12/1374 - Release Date: 4/11/2008 4:59 PM
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.12/1374 - Release Date: 4/11/2008 4:59 PM
Hallo Chen Dashu :-D nin hao ^_^...wo je ji bu hao...de dau le ganmao
hiks...bersin-bersin, idung tersumbat, kepala puyeng...jen bu xu fu :-(
Senang untuk tahu bahwa Chen Dashu tidak tersinggung dengan
gurauan-gurauan yang saya layangkan di milis :-) saya sendiri memang
lebih cenderung suka untuk ngobrol santai dan penuh canda daripada
berdiskusi dalam situasi yg formal, berkerut kening dan menyatukan
alis...tergantung hal yg didiskusikan juga seh, kalau isu yang
dibicarakan itu menurutku serius dan prinsip, pasti serius juga
diskusinya :-).
xie-xie dashu ^_^ wo ze ji ye xihuan zi mei-gui, xuoyi wo xien je le
juo wo de ID (krn itu saya pilih sebagai ID) :-D.
Betul, nasehat / kata-kata bijak pantas dan perlu didengar dan
diperhatikan, terlepas dari generasinya...^_^
eh jadi kesimpulan akhir obrolannya...meme yang mana neh yg dimaksudkan?
kekeke
salam hangat,
Joel
indarto tan wrote:
> (UTF-8)
> Hai ! Zi Mei-gui, ni hao ! àË!×Ïõ¹å, ÄãºÃ!
> Hai, Mawar-ungu ! Baik-baikkan anda !
> (hao mei de ming zi yo ºÃÃÀµÄÃû×ÖÓ´. Sungguh nama yang indah)
> > http://mail.yahoo.com <http://mail.yahoo.com/>
> <http://mail.yahoo.com <http://mail.yahoo.com/>>
> >
> >
>
>
>
>
>
joel
Ulysee wrote:
> Haiyaaah, gue cuman tahu Memes itu bininya Adi MS.
> Pokoknya gue Protes dipanggil Meme,
> baik yang artinya "Mama" maupun yang artinya istrinya Shu Shu,
> hihihihi......
>
>
>
> -----Original Message-----
> *From:* budaya_...@yahoogroups.com
> [mailto:budaya_...@yahoogroups.com] *On Behalf Of
> *@};-PurpleRose};--
> *Sent:* Monday, April 14, 2008 12:18 AM
> *To:* budaya_...@yahoogroups.com
> *Subject:* Re: ttg Meme (was: [budaya_tionghua] Asyiknya Ceng Beng
> > "@};-PurpleRose};--" <purpl...@gmail.com
> <mailto:purple.ros%40gmail.com>
------------------------------------
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
Yahoo! Groups Links
joel
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.23.0/1379 - Release Date:
4/15/2008 6:10 PM
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.23.0/1379 - Release Date:
4/15/2008 6:10 PM
Dik Joel,
Maaf kalau saya panggil itu, karena saya tak tahu nama
anda, apakah ×Ïõ¹å£¬tapi itu bukan nama resmi,
mungkin gelar kalau anda berkelana di dunia kang ou.
Hebat Si Mawar Ungu!
Saya senang anda berani mengakui kesalahan, orang
semacam Pak Indarto tak akan tersinggung ataupun
marah, walau dicerca atau diejek. Karena beliau adalah
orang yang dengan secara mendalam memahami sifat
Budhisme. Paling-paling mengucapkan santjay,santjay.
Justru sikap yang lemah ini menimbulkan kekuatan yang
luar biasa bagi yang mengerti. Itulah yang kita sebut
dengan "yang lunak bisa mengalahkan yang keras." Saya
bukan pengikut Buddha, tapi saya tahu inilah filsafat
Budhisme,saya salut kepada mereka.
Kalau dalam film, dalam cerita digambarkan ada bhiksu
yang jahat, penganut Buddhisme tak marah, sebab itulah
kenyataan. Tapi kalau anda membuat cerita atau film
yang menggambarkan ada pemimpin agama dari Timur
Tengah yang jahat, minimal anda akan dipukul orang,
didemontrasi dll. Ilmuwan yang bilang dunia bulat
saja, dihukum mati koq.
Beberapa hari yang lalu, saya menulis mengapa orang
Tibet ketinggalan dalam persaingan bisnis? Karena
mereka tidak produktif. Sembahyang ke vihara tertentu
harus pergi bertelungkup. Yang taat, setahun bisa
beberapa bulan di jalan. Saya bertanya apakah ada
keharusan demikian dalam agama Buddha? Tidak, saya tak
lihat itu di Tiongkok, di Thailand, di Indonesia juga.
Jadi itu kelainan, hanya akarnya harus dicari.
Saya berkata begitu, pak Indarto tak marah, kalau
saya bertanya begitu terhadap agama Timur Tengah,
sebentar saya sudah diancam orang.
Hari ini saya baru saja menerima email dari orang yang
belum lama pergi ke Qinghai dengan rombongan turis
Hongkong. Ia bilang orang Tibet tidak miskin, satu
kambing saya bisa dijual ratusan yuan, lembu ribuan
yuan, dan mereka punya beberapa ratus kambing dn
lembu. Lalu mengapa begitu miskin, karena uangnya 90%
disumbangkan ke vihara untuk hidupnya Lama-lama itu.
Oleh karena enak demikian, maka orang-orang yang malas
semua masuk menjadi lama, tanpa kerja, hidup sudah
enak dibiayai rakyat yang miskin. Perlu
dipertahankankah budaya ini? Siapa yang menciptakan
ini, kalau bukan ada orang yang memanfaatkan agama
untuk kepentingan golongannya? Kalau betul mereka
beragama, mengapa begitu bernafsu membakar orang
hidup-hidup? Dan sekarang sebagian dari kita bahkan
memuji pembunuh adalah pahlawan demokrasi, sedang
korban yang dibunuh tidak ditolong, dianggap hewan!
Orang Buddha hewan saja tidak berani dibunuh. Jelas
bahwa gerakan Tibet merdeka bukan membela agama!
Sudahlah dari pada ribut, biarlah kita berfikir
sendiri-sendiri.
Saya tetap menghargai anda.
Salam
=== message truncated ===
__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
Send up to 1GB of
files in an IM.
Liang U qianbei, nin hao ^_^
tidak apa-apa untuk memanggil saya Joel saja atau Jul, Jul adalah nama
panggilan saya. Mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah hal yang
semestinya dilakukan jika seseorang memang telah berbuat salah, tanpa
memandang umur maupun generasi. cuma ada satu hal yang kecil tapi
prinsip, yang ingin saya klarifikasi dari pernyataan Liang U qianbei.
Saya meminta maaf kepada Chen Dashu karena telah menimbulkan
kesalahpahaman dengan postingan saya untuk beliau, dan bukan karena
telah mencerca ataupun mengejek beliau, karena saya memang tidak pernah
melakukan ataupun berniat melakukan hal seperti itu. dan sesungguhnya,
dari tulisan-tulisan Chen Dashu, saya memang mendapatkan kesan akan
karakter beliau yang terbuka, membumi dan penuh humor, karena itulah
kenapa kemudian saya tidak merasa segan untuk merespon pula
postingan-postingan beliau dengan gaya candaan...yang walaupun kemudian
menimbulkan kesalahpahaman :-), dan saya senang karena ternyata Chen
Dashu paham dan menanggapi pula dengan santai :-).
Ajaran Buddha memang pantas untuk dipelajari, banyak pandangan-pandangan
bijak tentang hidup yang sangat berharga yang mengajarkan kita bagaimana
menjadi manusia dan berkemanusiaan, demikian juga nilai-nilai hidup yang
diajarkan oleh agama/kepercayaan lain, bahkan untuk kepercayaan yang
kita anggap aliran animisme sekalipun, terdapat kebijakan akan hidup :-)
tapi tentu saja rumus bahwa teori berbeda jauh dari praktek masih
berlaku di dunia ini :-p...kita masih cenderung memperalat agama
daripada benar-benar belajar dan menjalankan nilai-nilainya, mungkin
bisa dibaca secara sederhana sebagai bagian dari proses pembelajaran
saja, dan masing-masing orang memiliki jalan dan caranya sendiri untuk
memperoleh pembelajaran hidup yg diperlukan. Tidak ada cara / jalan yang
lebih baik atau terbaik dari cara / jalan yang lain. kalau meminjam
kata-kata Kahlil Gibran, maka kita semua, terlepas dari identitas etnis,
agama, sosial, budaya, atau politik kita, sesungguhnya semuanya berarak
berjalan menuju ke api penempaan yang sama.
Terima kasih atas penghargaan yang Liang U qianbei berikan, saya
bukanlah siapa-siapa ^_^ dan juga bukan pengelana dunia kang ow, hanya
seorang penghuni dunia maya dengan nick zi mei-gui :-)
> <mailto:purple.ros%40gmail.com>>/*
Chat over IM with
group members.
From: "liang u" <liang_u@yahoo.com>
> Beberapa hari yang lalu, saya menulis mengapa orang
> Tibet ketinggalan dalam persaingan bisnis? Karena
> mereka tidak produktif. Sembahyang ke vihara tertentu
> harus pergi bertelungkup. Yang taat, setahun bisa
> beberapa bulan di jalan....
> Hari ini saya baru saja menerima email dari orang yang
> belum lama pergi ke Qinghai dengan rombongan turis
> Hongkong. Ia bilang orang Tibet tidak miskin, satu
> kambing saya bisa dijual ratusan yuan, lembu ribuan
> yuan, dan mereka punya beberapa ratus kambing dn
> lembu. Lalu mengapa begitu miskin, karena uangnya 90%
> disumbangkan ke vihara untuk hidupnya..
*******************
Pengamatan yang bagus.. saya akan tambahkan sedikit faktornya.
Yap, orang Tibet tidak miskin. Tetapi benar mereka terkadang terlihat
kurang menguasai pasaran. Kenapa?
1) Orang Tibet yang ada di China kebanyakan bekas budak atau
para pekerja yang mengabdi pada aristokrat dan biara buddhist dulunya.
Ketika pada akhir tahun 50an, pemerintah mengadakan Land Reform,
para pemilik tanah dan aristokrat dihasut berontak, dan kemudian ketika
pemberontakan dihentikan, mereka mengikuti Dalai Lama ke India,
dan membentuk community di India, terutama di Dharamsala.
Yang tinggal di Tibet umumnya kaum pekerja tanah dan budak yang
tidak begitu ngerti permasalahan. Mereka baru mulai belajar sesudah
dibebaskan pada waktu itu.
2) Sumber utama ekonomi orang Tibet adalah peternak. Mereka banyak
memiliki domba2 dan ternak2 lain. Tetapi ada satu masalah. Karena
kepercayaaan agama Buddhist, mereka tidak mau menyembelih ternak,
karena dianggap ntar karmanya buruk. Untuk itu, maka untuk menyembelih
ternak mereka alihkan ke pihak lain, disinilah kelompok Muslim berperan.
Dan kelompok Muslim ini juga dikenal sebagai pedagang ulung, mereka
adalah kelompok yang melahirkan Laksamana Zhenghe (Sampokong).
Sehingga pemasaran ternak dan daging dikuasai oleh masyarakat Muslim,
pasar2 daging umumnya dikuasai orang Muslim Hui. Inilah sumber yang
paling menghambat orang Tibet untuk menguasai pasar lebih jauh, karena
masalah ketaatan pada agama.
Chris
Call your friends
worldwide - free!
------------------------------------
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.22.12/1374 - Release Date: 2008/4/11 _U__ 04:59
Send up to 1GB of
files in an IM.
org tibet jg motong ternaknye juga kok, lagian ada mantranya buat
motong ternak atau kalu makan daging.
So gak ada masalah kalu urusan motong memotong ternak ama agama
vajrayana tibet :d
getuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
agama buddha khan banyak aliran hehehehehe salah satunya ya vajrayana
tibet yg boleh motong binatang asal baca mantra
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Shinjai Hayashi"
<bibolaginkgo@...> wrote: