Kepada pengasuh milis, sy mau minta tolong dicarikan asal marga saya dan penamaan/nama lainnya. Saya dikatakan sebagai orang Hokkian. Marga ayah saya kalau di seputaran pulau jawa ditulis sebagai THE. Kemarin ini saya ada ketemu dengan org Hokkian Palembang, tapi dia berkata bahwa marga The itu TIDAK ada di daerah Hokkian. Jadi sebenarnya saya org apa? dan marga saya nama lainnya apa. Kl ibu saya marganya Teng (Jelas org Hokkian, krn ayahnya masih asli orang perantauan dr negri cina). Terimakasih atas bantuannya.
Marga The itu disebutnya marga Zheng 郑 yg semarga sama ZhengHe atau The Ho , kasim pelaut terkenal dari jaman dinasti Ming.
mestinya yg jawab neh si King Hian or apeq Liang U hehehehehehe
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Sien Wei" <sien_wei@...> wrote:
>
> Kepada pengasuh milis, sy mau minta tolong dicarikan asal marga saya dan penamaan/nama lainnya. Saya dikatakan sebagai orang Hokkian. Marga ayah saya kalau di seputaran pulau jawa ditulis sebagai THE. Kemarin ini saya ada ketemu dengan org Hokkian Palembang, tapi dia berkata bahwa marga The itu TIDAK ada di daerah Hokkian. Jadi sebenarnya saya org apa? dan marga saya nama lainnya apa. Kl ibu saya marganya Teng (Jelas org Hokkian, krn ayahnya masih asli orang perantauan dr negri cina). Terimakasih atas bantuannya.
>
| Sdr. Sienwei Sdr. Adrian sudah menjawab untuk anda, saya tambah sedikit. Saya coba jawab pertanyaan anda. Penulisan marga atau xing dialek Tionghoa tidak ada standarnya, akibatnya bisa berbeda satu tempat dengan lainnya. Saya tidak tahu kebiasaan di Palembang bagaimana, tapi di Jawa marga anda The itu adalah pelesetan dari bunyi Tne (baca te dengan bunyi sengau) untuk orang Hokkian Ciangciu (Zhangzhou) atau Tni ( baca ti dengan bunyai sengau) untuk orang Hokkian Cuanciu (Quanzhou) dan Emui (Xiamen). Karena buku-buku yang kebanyakan diterbitkan di Jawa menggunakan ejaan The, (maksudnya sama, h di sini harus dibaca bunyi sengau) , jadi The adalah Tne atau Te dengan bunyi sengau, Mandarinnya Zheng, sne nya Zheng He atau The Ho yang membawa angkatan laut dinasti Ming menjelajah Asia Tenggara sampai ke Afrika sana, yang kelentengnya ada di Semarang. Mengenai The Ho (orang Inggeris menulisnya jadi Cheng Ho) sudah dibahas banyak di milis ini, bisa ditelusur kalau perlu. Di Hokkian sne The adalah sne besar, karena The Seng Kong atau Zheng Chenggong orang Hokkian, The Seng Kong ini yang merebut kembali Taiwan dari tangan Belanda, sehingga Taiwan akhirnya kembali menjadi wilayah Tiongkok. Hampir tiap kabupaten di Hokkian di daerah yang berdialek Hokkian, mempunyai rumah leluhur orang sne The. Jadi tidak bisa dikatakan secara pasti anda berasal dari kabupaten mana. Kalau ingin tahu tepat anda harus mencoba menelusur nama generasi anda, nanti diakurkan dengan orang lain, apakah ada yang sama? Atau di cari di Tiongkok langsung di tanah leluhur. Kalau ada teman atau rekan di milis ini yang semarga dan orang Hokkian juga, bisa diakurkan nama generasinya. Orang yang mengatakan tidak ada orang Hokkian yang bermarga The, kemungkinan besar membaca The ini dengan bunyi lain, misanya Thi. Mereka tidak tahu kebiasaan di Jawa yang dipopulerkan oleh para penulis di Jawa itu The, karena ejaan itu tidak resmi. Selain orang Hokkian, orang daerah lain juga banyak yang sne The, termasuk orang Hokcnia seperti "raja tekstil" The Nien King. Untuk orang Hokcnia Nien itu nama generasi, di mana-mana dengan mudah kita menemukan The Nien .... Marga Teng dulu ada tiga, yang paling banyak adalah Deng, yaitu marganya pemimpin Tiongkok Deng Xiaoping. Ada lagi Teng yang sebetulnya Ting, dan Teng yang Mandarinnya Teng. Huruf Tionghoanya saya lampirkan: The Mandarinnya Zheng 郑 Teng Mandarinnya Deng 邓,ini yang banyak. Teng Mandarinnya Ding 丁, Teng ini sekarang kebanyakan di tulis Ting. Teng Mandarinnya Teng 滕。 Kalau ada pertanyaan selanjutnya silahkan, selama saya bisa, akan saya jawab. Salam Liang U --- On Fri, 3/13/09, Sien Wei <sien_wei@yahoo.com> wrote: |
From: Sien Wei <sien_wei@yahoo.com> |
Marga The itu disebutnya marga Zheng 郑 yg semarga sama ZhengHe atau The Ho , kasim pelaut terkenal dari jaman dinasti Ming.
mestinya yg jawab neh si King Hian or apeq Liang U hehehehehehe
--- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "Sien Wei" <sien_wei@.. .> wrote:
>
> Kepada pengasuh milis, sy mau minta tolong dicarikan asal marga saya dan penamaan/nama lainnya. Saya dikatakan sebagai orang Hokkian. Marga ayah saya kalau di seputaran pulau jawa ditulis sebagai THE. Kemarin ini saya ada ketemu dengan org Hokkian Palembang, tapi dia berkata bahwa marga The itu TIDAK ada di daerah Hokkian. Jadi sebenarnya saya org apa? dan marga saya nama lainnya apa. Kl ibu saya marganya Teng (Jelas org Hokkian, krn ayahnya masih asli orang perantauan dr negri cina). Terimakasih atas
bantuannya.
>
| hebat juga penjelasannya.........Liang U, bagaimana dgn marga Lim???....apakah juga org hokkien?? thx Eddy Lim --- liang u <liang_u@yahoo.com> schrieb am Sa, 14.3.2009: |
|
| Kalau aslinya berbunyi Lim belum pasti orang Hokkian, karena dalam dialek Hakka dan Tiociu juga dibaca Lim. Sedang dialek Konghu dibaca Lvm juga ditulis Lum , Mandarin Lin. Tapi kemungkinan besar memang orang Hokkian, di daerah berdialek Hokkian di propinsi Fujian dan Taiwan, di mana penduduknya juga mayoritas Hokkian, orang sne Lim menduduki peringkat kedua ditinjau dari jumlah penduduknya. Peringkat kesatu ada sne Tan (Chen). Untuk mengetahui anda Hokkian atau bukan, coba lihat nama anda, ayah, atau leluhur, suka kata dialek Hakka banyak yang berbeda dengan Hokkian, Misalnya Lim Nyuk Hin, itu pasti Hakka, sebab dalam dialek Hokkian Nyuk adalah Giok. Hanya Hokkian dan Tiociu sulit dibedakan, karena dialek Tiociu itu menurut ahli bahasa adalah dialek Hokkian yang karena terpisah letak geografinya menjadi agak lain. Sulitnya ada orang berdialek lain seperti Hokcnia (Hokcia) yang menggunakan ejaan seperti Hokkian, misalnya sne Lim seharusnya Lieng, tapi mereka mengikuti Lim. Contoh boss bedar Lim Siu Liong kalau mau tepat ia sne Lieng, karena dialek Hokcia, tapi ia malah menggunakan Lim seperti orang Hokkian. Sekian Salam Liang U --- On Sat, 3/14/09, * <terendam@yahoo.de> wrote: |
From: * <terendam@yahoo.de> |
Date: Saturday, March 14, 2009, 9:52 AM |
|
sy tertarik dgn penjelasannya ttg asal daerah. Kl marga Teng ada yg berasal dr Emui gak?krn engkong dr mama pernah bilang, kl dia berasal dr Engmui (?). Gak jelas jg pengucapannya gimana, k/ engkong jg dah gak ada, jd gak bisa ditanya lebih jelas lagi. Kl papa si udah gak bisa dilacak lagi, krn udah gak jela ujung pangkalnya. Thx |
Sdr. Sienwei,
Jelas ada, sne Teng-nya Deng Xiaoping itu banyak, tersebar di seluruh Tiongkok. Xiamen dalam dialek Hokkian Ciangciu adalah Emui, dalam dialek Hokkian Xiamen sendiri dan Cuanciu adalah Emng. (mng baca seperti meng pada kata menghapus, tapi e nya lemah hampir tak terdengar). Huruf Tionghoanya 厦门.
Beberapa waktu lalu, saya menulis penjelasan, bahwa nama (nama orang nama tempat dll) dalam bahasa Tionghoa adalah nama huruf bukan nama bunyi). |
--- On Sun, 3/15/09, Sien Wei <sien_wei@yahoo.com> wrote: |
From: Sien Wei <sien_wei@yahoo.com> |
Maaf, sdr. Sienwei,
Email tadi belum selesai terpijit send, jadi terkirim. Saya lengkapi lagi.
Jadi untuk nama Tionghoa ataupun nama tempat yang penting anda punya hurufnya. Kalau anda kesulitan menulis hurufnya, minta yang mampu menulisnya, kalau tak ada, bisa saya tulis di email besar-besar, atau diprint di kertas nanti saya kirim ke alamat anda. Huruf itu sebagai pegangan dan bisa dikeluarkan kalau perlu.
Tolong sekalian apa lagi yang perlu ditulis supaya sekalian saya tulis, kalau anda memang memerlukannya. Di Tiongkok sana kalau marga yang banyak penduduknya biasanya di kabupaten ada rumah leluhur, meskipun sebagian ada yang sudah hancur karena perang, tidak terawat dll. Kabupaten disebut xian 县.
Tentang penjelasan nama Tionghoa adalah nama huruf, saya kirimkan penjelasan saya di milis ini beberapa waktu lalu ke alamat email pribadi anda, sebab di milis ini sudah ada.
Salam
Liang U
--- On Sun, 3/15/09, liang u <liang_u@yahoo.com> wrote: |
From: liang u <liang_u@yahoo.com> |
|
|
|
|
|
thx......Liang U kebetulan saya lahir di Medan...jadi hanya bisa bhs hokkian saja ...kakek saja....Lim Kim Seng...bapak.....Lim Hong Tjung..saya....Lim Han Siang oh bhs Mandarin nya..Lim itu..Lin krn saya sama sekali sdh tak tahu...sdh 36 thn hidup di jerman Eddy Lim @yahoo.com> |
|
Datum: Samstag, 14.02009, 14:55 |
|
|
|
|
|
|
Sdr. Lim,
Salam kenal kalau begitu, saya sendiri tinggal di Singapore. Kontak saya kalau lewat ke Singapore.
Lim adalah Lin, contohnya Lin Zexu, pahlawan dalam perang candu, berasal dari Fuzhou propinsi Fujian/Hokkian sekarang. Memang tempat konsentrasi utama marga Lim ada di Fujian, dan Taiwan. Karena orang Tionghoa Indonesia dan Asia Tenggara umumnya juga banyak Hokkian, jadi tak heran di Indonesia marga Lim (kadang ditulis Liem) banyak sekali.
Bagaimana sudah kerasan tinggal di Jerman? 36 tahun sudah lama.
Semoga kita bisa kontak terus untuk ngobrol-ngobrol saja.
Salam
Liang U
--- On Sun, 3/15/09, terendam@yahoo.de <terendam@yahoo.de> wrote: |
From: terendam@yahoo.de <terendam@yahoo.de> |
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com |
|
|
|
|
| LU: |
Xiamen dalam dialek Hokkian Ciangciu adalah Emui, dalam dialek Hokkian Xiamen sendiri dan Cuanciu adalah Emng. (mng baca seperti meng pada kata menghapus, tapi e nya lemah hampir tak terdengar). Huruf Tionghoanya 厦门. |
|
KH: Sebutan EMUI memang dipakai oleh orang2 yang berdialek Ciangciu, atau oleh mereka yang terpengaruh dialek Ciangciu, termasuk oleh teman2 dari masyarakat Tjersil. Padahal orang Xiamen sendiri menyebut nama kotanya dengan E MNG. Nenek saya berasal dari Xiamen, dan Xiamen diucapkan menjadi E MNG, bukan E MUI. Di Semarang saya pernah berjumpa dengan seorang apeq yang kelahiran Xiamen. Dia juga tidak menyebut Xiamen dengan E MUI, tapi E MNG. salam, KH |
--- On Sun, 3/15/09, liang u <liang_u@yahoo.com> wrote: |
|
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com |
|
|
|
|
|
| LU: |
Orang yang mengatakan tidak ada orang Hokkian yang bermarga The, kemungkinan besar membaca The ini dengan bunyi lain, misanya Thi. Mereka tidak tahu kebiasaan di Jawa yang dipopulerkan oleh para penulis di Jawa itu The, karena ejaan itu tidak resmi. |
| KH: Betul. Saya ada teman yang bermarga The asal Pekanbaru Riau. Dia melafalkannya dengan bunyi TNI (TI dengan bunyi sengau). Sebelumnya dia tidak tahu bahwa marga THE di Jawa adalah sama dengan marga dia. Setelah diperlihatkan huruf Tionghoanya, dia baru menyadari bahwa marganya ternyata sama dengan marga TNE (dulu ditulis dengan THE). salam, KH |
--- On Sat, 3/14/09, liang u <liang_u@yahoo.com> wrote: |
|
|
|
|
|
| Berdasarkan nama Pak Han Siang, kelihatannya Pak Han Siang adalah
orang Hokkian. Kalau diperhatikan lebih lanjut kemungkinan termasuk kelompok dialek Ciangciu -> ini karena bunyi
Siang yang dalam dialek Hokkian lain biasanya dibaca SIONG. salam, KH |
--- On Sun, 3/15/09, terendam@yahoo.de <terendam@yahoo.de> wrote: |
|
Date: Sunday, March 15, 2009, 8:34 PM |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
kam sia...atas infonya..KIng Hian
Eddy Lim --- King Hian <king_hian@yahoo.com> schrieb am Mo, 16.3.2009: |
Yup, di tabel 100 Marga-marga Dunia dalam Mandarin, Cantonese, Hokkien, Hakka, dan Tiociu terbitan Singapore disebutkan marga The, Teh, atau Ti itu sama. Mandarinnya Zheng, seperti yang ditulis Sdr Liang U. Jika Anda ingin melihat marga Anda di tabel ini, silakan hubungi email: info@everydaymandarin.com (info at everydaymandarin dot com)
Kebetulan Anda bertemu dengan saya di sini.:p Karena saya juga orang Hokkien Palembang. Dulu saat kami SMP, biasanya anak umur segitu suka memanggil nama teman dengan nama orang tuanya. Nah, teman saya namanya Darmanhatta. Nama bokapnya Ti Kian Seng. Kami memanggilnya Ti Kian Seng.
Jadi, di Palembang, orang menulis sebagai Ti.
Alfonso
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, King Hian <king_hian@...> wrote:
>
> LU:
> Orang yang mengatakan tidak ada orang Hokkian yang bermarga The, kemungkinan besar membaca The ini dengan bunyi lain, misanya
> Thi.? Mereka tidak tahu kebiasaan di Jawa yang dipopulerkan oleh para penulis di Jawa itu The, karena? ejaan itu tidak resmi.
>
> KH:
> Betul.
> Saya ada teman yang bermarga The asal Pekanbaru Riau.
> Dia melafalkannya dengan bunyi TNI (TI dengan bunyi sengau). Sebelumnya dia tidak tahu bahwa marga THE di Jawa adalah sama dengan marga dia. Setelah diperlihatkan huruf Tionghoanya, dia baru menyadari bahwa marganya ternyata sama dengan marga TNE (dulu ditulis dengan THE).
>
> salam,
> KH
> --- On Sat, 3/14/09, liang u <liang_u@...> wrote:
>
> From: liang u <liang_u@...>
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Minta tolong..
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Date: Saturday, March 14, 2009, 4:00 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Sdr. Sienwei
>
> Sdr. Adrian sudah menjawab untuk anda, saya tambah sedikit.
>
> Saya coba jawab pertanyaan anda. Penulisan marga atau xing dialek Tionghoa tidak ada standarnya, akibatnya bisa berbeda satu tempat dengan lainnya. Saya tidak tahu kebiasaan di Palembang bagaimana, tapi di Jawa marga anda The itu adalah pelesetan dari bunyi Tne (baca te dengan bunyi sengau) untuk orang Hokkian Ciangciu (Zhangzhou) atau Tni ( baca ti dengan bunyai sengau) untuk orang Hokkian Cuanciu (Quanzhou) dan Emui (Xiamen).
> Karena buku-buku yang kebanyakan diterbitkan di Jawa menggunakan ejaan The, (maksudnya sama,? h di sini harus dibaca bunyi sengau) , jadi The adalah Tne atau Te dengan bunyi sengau,
>
> Mandarinnya Zheng, sne nya Zheng He atau The Ho yang membawa angkatan laut dinasti Ming menjelajah Asia Tenggara sampai ke Afrika sana, yang kelentengnya
> ada di Semarang. Mengenai The Ho (orang Inggeris menulisnya jadi Cheng Ho) sudah dibahas banyak di milis ini, bisa ditelusur kalau perlu.
> Di Hokkian sne The adalah sne besar, karena The Seng Kong atau Zheng Chenggong orang Hokkian, The Seng Kong ini yang merebut kembali Taiwan dari tangan Belanda, sehingga Taiwan akhirnya kembali menjadi wilayah Tiongkok. Hampir tiap kabupaten di Hokkian di daerah yang berdialek Hokkian, mempunyai rumah leluhur orang sne The. Jadi tidak bisa dikatakan secara pasti anda berasal dari kabupaten mana. Kalau ingin tahu tepat anda harus mencoba menelusur nama generasi anda, nanti diakurkan dengan orang lain, apakah ada yang sama? Atau di cari di Tiongkok langsung di tanah leluhur. Kalau ada teman atau rekan di milis ini yang semarga dan orang Hokkian juga, bisa diakurkan nama generasinya.
>
> Orang yang mengatakan tidak ada orang Hokkian yang bermarga The, kemungkinan besar membaca The ini dengan bunyi lain, misanya
> Thi.? Mereka tidak tahu kebiasaan di Jawa yang dipopulerkan oleh para penulis di Jawa itu The, karena? ejaan itu tidak resmi.
>
> Selain orang Hokkian, orang daerah lain juga banyak yang sne The, termasuk orang Hokcnia seperti "raja tekstil" The Nien King. Untuk orang Hokcnia Nien itu nama generasi, di mana-mana dengan mudah kita menemukan The Nien ....
>
> Marga Teng dulu ada tiga, yang paling banyak adalah Deng, yaitu marganya pemimpin Tiongkok Deng Xiaoping.? Ada lagi Teng yang sebetulnya Ting, dan Teng yang Mandarinnya Teng.
>
> Huruf Tionghoanya saya lampirkan:
>
> ????????????????????????? The Mandarinnya Zheng? ?`Â?
> ????????????????????????? Teng Mandarinnya
> Deng ?"ï?ini yang banyak.
> ????????????????????????? Teng Mandarinnya Ding ä¸ ï? Teng ini sekarang kebanyakan di tulis Ting.
> ????????????????????????? Teng Mandarinnya Teng 滕�
> Kalau ada pertanyaan selanjutnya silahkan, selama saya bisa, akan saya jawab.
> Salam
> Liang U
>
>
>
> --- On Fri, 3/13/09, Sien Wei <sien_wei@yahoo. com> wrote:
> From: Sien Wei <sien_wei@yahoo. com>
> Subject: [budaya_tionghua] Minta tolong..
> To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com
> Date: Friday, March 13, 2009, 1:13 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Kepada pengasuh milis, sy mau minta tolong dicarikan asal marga saya dan penamaan/nama lainnya. Saya dikatakan sebagai orang Hokkian. Marga ayah saya kalau di seputaran pulau jawa ditulis sebagai THE. Kemarin ini saya ada ketemu dengan org Hokkian Palembang, tapi dia berkata bahwa marga The itu TIDAK ada di daerah Hokkian. Jadi sebenarnya saya org apa? dan marga saya nama lainnya apa. Kl ibu saya marganya Teng (Jelas org Hokkian, krn ayahnya masih asli orang perantauan dr negri cina). Terimakasih atas bantuannya.
>
| Maaf terlewat sedikit, Di Indonesia Teng karena pengaruh logat Ciangciu yang dipakai standar para penulis cerita Tiongkok, baik cerita sejarah maupun silat. Di Xiamen dan Cuanciu diucapkan Ting. Semoga makin jelas. Salam Liang U |
--- On Sun, 3/15/09, Sien Wei <sien_wei@yahoo.com> wrote: |
From: Sien Wei <sien_wei@yahoo.com> |
Date: Sunday, March 15, 2009, 4:47 AM |
| Maaf terlewat sedikit, Di Indonesia Teng karena pengaruh logat Ciangciu yang dipakai standar para penulis cerita Tiongkok, baik cerita sejarah maupun silat. Di Xiamen dan Cuanciu diucapkan Ting. Semoga makin jelas. Salam Liang U --- On Sun, 3/15/09, Sien Wei <sien_wei@yahoo.com> wrote: |
From: Sien Wei <sien_wei@yahoo.com> |
|
Ini menarik sekali, saya jadi mau tanya sama Pak Liang U dan Pak King Hian
Saya diberi nama Lim Beng Po, Ayah saya Lim Kim Houw, Kakek saya
Lim Njan Ho, Kakek Buyut saya Lim Tay San , setelah itu saya tidak tahu karena langsung datang dari Tiongkok.
Kalau dilihat dari nama-nama tersebut sih kayaknya sih orang Hokkian
ya, tepatnya dari daerah mana ya?
Terima kasih,
Ardjo
-- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, * <terendam@...> wrote:
>
> kam sia...atas infonya..KIng Hian
> Â
> Eddy Lim
>
> --- King Hian <king_hian@...> schrieb am Mo, 16.3.2009:
>
>
> Von: King Hian <king_hian@...>
> Betreff: Re: [budaya_tionghua] Minta tolong..
> An: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Datum: Montag, 16. März 2009, 10:50
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Berdasarkan nama Pak Han Siang, kelihatannya Pak Han Siang adalah orang Hokkian. Kalau diperhatikan lebih lanjut kemungkinan termasuk kelompok dialek Ciangciu -> ini karena bunyi Siang yang dalam dialek Hokkian lain biasanya dibaca SIONG.
>
>>
>
>
>
>
>
>
>
>
| Sdr. Ardjo, Kelihatannya memang nama anda dan leluhur anda adalah nama Hokkian, dengan sedikit catatan pada nama kakek anda: Lim Njan Ho -> Njan kalau diucapkan NYAN -> ini mirip dengan bahasa Hakka (Kheq). Nyan (bhs Hakka) dalam bhs Hokkian dibaca: GUAN. Sangat sulit untuk mengetahui tempat asal leluhur anda, kalau hanya melihat dari nama2saja. Karena kalau hanya berdasarkan variasi/perbedaan dialek Hokkian untuk mengetahui nama kabupaten saja sangat sulit. Selain itu, ada perbedaan dialek dominan di satu daerah (misal: di Jawa dominan dialek Ciangciu, di Bagan dominan dialek Emng), masih ditambah tidak seragamnya ejaan Latin yang dipakai. Biasanya nama tempat asal ditulis di bongpai. Kalau anda punya foto bongpai leluhur anda bisa dikirim ke email saya, nanti saya bantu
membacanya. sekian dulu, KH --- On Wed, 3/18/09, ardjohadi <ardjohadi@yahoo.com> wrote: |
|
Date: Wednesday, March 18, 2009, 5:42 PM |
|
|
| Sdr. Ardjo, Sdr. King Hian baru-baru ini menjawab pertanyaan serupa, bahwa dari nama saja orang sulit menentukan berasal dari mana? Paling-paling menerka Hokkian bukan? Dari nama keluarga anda semua menggunakan lafal Hokkian, hanya ada kata Njan yang dalam dialek Hokkian tak ada, Njan adalah dialek Hakkan (Kheq), kalau Hokkian harusnya Njan. Jadi ada suatu masalah di sana, tidak 100% Hokkian. Kalau Hokkianpun, daerah huni orang Hokkian banyak, daerah asli saja ada 3 prefektorat (keresidenan, wilayah lebih tinggi dari kabupaten tapi lebih rendah dari propinsi) yaitu Ciangciu (Zhangzhou), Cuanjiu (Quanzhou) dan Emui (Xiamen), sedang Liongna (Longyan) sebagian Hokkian sebagian Hakka. Sedang yang diluar propinsi Fujian ada Tiociu dang sekitarnya, Leizhou, Hainan dan Zhejiang selatan. Jalan terbaik kalau masih punya makan leluhur, entah ayah, kakek atau yang lebih tinggi lagi, foto saja bongpaynya. Biasanya disitu tertera nama kampung selain nama sendiri yang dimakamkan dan keluarganya. Fotonya dapat dikirim kepada saya atau King Hian, nanti dibacakan dan diinterpretasikan dari wilayah mana? Seperti saya katakan Lim adalah sne besar di propinsi Fujian, di sana nomor dua hanya kalau oleh sne Tan. Karena itu orang sne Lim bisa dari mana saja, meskipun orang berdialek Hokkian berkonsentrasi di daerah yang saya telah sebut di atas. Semoga membantu Salam Liang U |
--- On Wed, 3/18/09, ardjohadi <ardjohadi@yahoo.com> wrote: |
From: ardjohadi <ardjohadi@yahoo.com> |
Date: Wednesday, March 18, 2009, 10:42 AM |
|
|
| Maaf, ralat, Nyan dialek Hokkian harusnya Guan. |
--- On Fri, 3/20/09, liang u <liang_u@yahoo.com> wrote: |