[budaya_tionghua] [ASM 2] Apakah Kwan Kong Benar Bermuka Merah?

141 views
Skip to first unread message

Rinto Jiang

unread,
Jul 28, 2005, 2:43:08 AM7/28/05
to Milis Budaya Tionghoa
Tanya:
Setiap kali kita melihat foto, gambar maupun patung Kwan Kong, rata2 bermuka merah. Apakah Kwan Kong benar bermuka merah? Apakah ada tercatat dalam sejarah?


Jawab:
Kwan Kong, salah satu tokoh sejarah paling terkenal dan dewa yang paling populer dipuja di masyarakat Tionghoa seluruh dunia. Ia adalah tokoh sejarah dari Dinasti Han (221 SM - 220 M). Kwan Kong sendiri hidup dari tahun 160 M sampai tahun 219 M. Memang bagi yang kenal dan mengetahui Kwan Kong, pasti telah terpatri kesan bahwa Kwan Kong bermuka merah.

Kwan Kong bermuka merah sebenarnya ditambahkan Luo Guanzhong ke dalam novel Samkok yang mengambil referensi dari kebiasaan perwatakan karakter dalam opera tradisional. Jadi, Kwan Kong sendiri tidak tercatat bermuka merah di dalam sejarah asli. Namun dalam sejarah aslinya, ada disinggung mengenai janggut panjangnya, sebagaimana novel Samkok menggambarkan janggut panjangnya yang indah.

Di dalam opera tradisional Tiongkok, warna muka merupakan satu penampakan watak karakter yang kuat. Misalnya Cao Cao selalu digambarkan bermuka putih, yang melambangkan kelicikannya. Kwan Kong bermuka merah melambangkan keberanian dan kesetiaan. Muka hitam malah melambangkan kebaikan, tegas dan berwatak kuat, misalnya Zhang Fei. Sedangkan orang tua biasanya digambarkan berwarna muka merah muda.

Satu lagi yang paling menonjol perwatakannya adalah Hakim Bao. Hakim Bao yang dikenal ketegasan, keadilan dan wataknya yang kuat digambarkan sebagai hakim yang bermuka hitam. Padahal dalam catatan sejarah asli, Song Shi, Hakim Bao itu putih bersih orangnya.

OOT: Dulu ada yang tanya ke saya, mengapa Hakim Bao punya tato bulan di dahinya. Saya jawab sekalian. Tato bulan ditambahkan karena dalam cerita novelnya, Hakim Bao adalah bertindak sebagai hakim di 2 dunia. Mengadili manusia pada siang hari dan mengadili roh-roh gentanyangan yang ingin mencari keadilan di malam hari. Jadi, tidak ada tato bulan pada dahi Hakim Bao yang pernah hidup di zaman Song itu.


Rinto Jiang


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.




SPONSORED LINKS
Indonesian languages Indonesian language learn Indonesian
Dari


YAHOO! GROUPS LINKS



RM Danardono HADINOTO

unread,
Jul 28, 2005, 3:51:12 AM7/28/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Saya lihat, Kwan Kong juga seoang dari tokoh yang dimuliakan di
vihara Sakyavanaram di Pacet. Dikisahkan, bagaimana dia dari seroang
jendral menjadi orang suci.

Bagaimanakah sebenarnya kisah perjalanan hidup tokoh ini? Apakah
benar dia menjadi suci setelah kematiannya?

Mohon pencerahan.

Salam

RM D Hadinoto

--- In budaya_...@yahoogroups.com, Rinto Jiang <rinto@r...>
wrote:

stevan_nio

unread,
Jul 28, 2005, 12:14:32 PM7/28/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Rinto Jiang :

> Satu lagi yang paling menonjol perwatakannya adalah Hakim Bao. Hakim
Bao
> yang dikenal ketegasan, keadilan dan wataknya yang kuat digambarkan
> sebagai hakim yang bermuka hitam. Padahal dalam catatan sejarah asli,
> Song Shi, Hakim Bao itu putih bersih orangnya.
>
> OOT: Dulu ada yang tanya ke saya, mengapa Hakim Bao punya tato bulan di
> dahinya. Saya jawab sekalian. Tato bulan ditambahkan karena dalam
cerita
> novelnya, Hakim Bao adalah bertindak sebagai hakim di 2 dunia.
Mengadili
> manusia pada siang hari dan mengadili roh-roh gentanyangan yang ingin
> mencari keadilan di malam hari. Jadi, tidak ada tato bulan pada dahi
> Hakim Bao yang pernah hidup di zaman Song itu.

Stevan Nio :
Saya malah pernah dengar kalau bulan di dahinya hakim Bao itu adalah
sebuah luka.
Ceritanya, pada waktu (nyonya Zhou) mamanya hakim Bao akan melahirkan.
Papanya (Bao Huai) bermimpi didekati oleh makhluk bertanduk 2,
berwajah hijau, berambut merah, taringnya mencuat dari bibirnya yang
tebal, tangan kiri memegang emas, tangan kanan memegang kuas merah1.
Bao Huai menganggap bahwa bayi tersebut (Bao San/hakim Bao) adalah
setan, sehingga dia menyuruh putranya yang kedua (Bao Hai) untuk
membuang bayi tersebut.
Tetapi untungnya Bao San2 (hakim Bao) diambil oleh kakaknya tertua
(Bao Shan). Dan selama 6 tahun dia dirawat oleh Bao Shan & istrinya
(nyonya Wang), selama itu pula dia menganggap kakak & kakak iparnya
adalah orang tuanya. Suatu saat dia disuruh oleh mamanya (yang
notabene adalah kakak iparnya), untuk mengucapkan selamat ulang tahun
buat neneknya (sebenarnya adalah ibunya sendiri), entah mengapa ada
perasaan yang kuat sehingga dia memberi hormat sampai dahinya berdarah.
Catatan :
1. makhluk tersebut adalah perwujudan dari Dewa Langit WenQu,
dikatakan bahwa hakim Bao adalah titisan dari Dewa Langit WenQu
2. Bao San kemudian diberi nama Bao Zheng, oleh gurunya yang bernama
Ning Yu





.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



stevan_nio

unread,
Jul 28, 2005, 1:39:02 PM7/28/05
to budaya_...@yahoogroups.com
> RM D Hadinoto :

> Saya lihat, Kwan Kong juga seoang dari tokoh yang dimuliakan di
> vihara Sakyavanaram di Pacet. Dikisahkan, bagaimana dia dari seroang
> jendral menjadi orang suci.
> Bagaimanakah sebenarnya kisah perjalanan hidup tokoh ini? Apakah
> benar dia menjadi suci setelah kematiannya?

Stevan Nio :
Guan Gong/Kwan Kong semasa hidupnya bernama Guan Yu/Kwan I (Guan
YunChang). Pada usia 19 tahun, beliau membunuh pejabat karena
bertindak sewenang-wenang, sejak itu dia buron. 6 tahun kemudian,
beliau tiba di kota ZuoXian dan bertemu dengan Liu Bei/Lauw Pi & Zhang
Fei/Thio Hui, kemudian beliau mengangkat sumpah saudara, dengan urutan
Liu-Guan-Zhang. Pada tahun 219, beliau terkena perangkap Lu Meng dari
kerajaan Wu & ditangkap. Karena tidak mau mengabdi pada kerajaan Wu,
maka beliau & anak angkatnya (Guan Ping) dieksekusi.
Tak lama setelah itu anehnya ada beberapa tokoh yang menyusul
meninggal : Lu Meng, Cao Cao, Zhou Cang, dan kuda beliau.
Selama hidup beliau tidak pernah tergoda oleh harta & wanita.
Kesetiaan & pengabdiannya itulah yang membuat orang-orang kagum, maka
banyak orang yang memuja & menghormatinya. Orang-orang mendirikan kuil
untuk mengenang beliau. Kaisar-kaisar juga turut memberi gelar untuk
beliau.
Cerita dibalik kelahiran & kematian beliau:
1. Beliau adalah reinkarnasi dari Dewa Naga
2. Setelah kematiannya, roh beliau sampai ke gunung Yu Huang. Disana
beliau bertemu dengan seorang rahib dan mendapat pencerahan. 


> > Rinto Jiang:
Stevan Nio :
Saya malah pernah mendengar cerita kalau wajah merahnya Guan Gong itu
akibat beliau bersembunyi dirumah yang dibakar, mungkin seperti luka
bakar gt. Waktu itu, beliau masih buronan karena membunuh seorang
pejabat yang sewenang-wenang.


Yan Widjaja

unread,
Jul 28, 2005, 1:18:19 PM7/28/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Iktan urun rembug,
Menurut hematku warna merah pada wajah Kwan Kong adalah simbolik yg langsung menegaskan seperti apa sebenarnya karakter tokoh tersebut.
Warna merah itu digunakan oleh aktor yg memainkannya dalam sandiwara Opera Peking. Juga pada boneka wayang potehi.
Simbolik warna seperti ini juga banyak digunakan dalam budaya bangsa lain termasuk India, Eropa, juga Indonesia. 
Contohnya dalam pagelaran Wayang Orang, kenapa pemeran Raden Arjuna selalu wanita? Karena disimbolkan ia sebagai ksatria yg lemah lembut.
Begitu pula dalam Opera Peking kenapa wanita yang memerani San Pek I(dalam film produksi Shaw Bros tempo doeloe diperani oleh Ivy Ling Po).
Kembali pada Kwan Kong, selain kegagahan dan kesetiaannya yg paling dipuja masyarakat Tionghoa adalah kesetiakawanan Tiga Serangkai, dua lainnya Lauw Pie yang bijaksana dan Thio Hwie yang berangasan.
Legenda kegagahan Kwan Kong itulah yang konon kemudian membuatnya dilantik menjadi dewa.
Jangankan Jendral perkasa seperti beliau sedangkan seekor siluman kera (Sun Go Kong) dan seekor siluman babi (Tie Pat Kay) juga setelah menyelesaikan tugas mereka mengawal bhiksu Tong Sam Cong, diangkat menjadi dewa-dewa penghuni swargaloka.
Begitu sumbangan pemikiran ku.
Salam
Yawi
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.




Rinto Jiang

unread,
Jul 29, 2005, 12:09:02 AM7/29/05
to budaya_...@yahoogroups.com
RM Danardono H menulis :

Saya lihat, Kwan Kong juga seoang dari tokoh yang dimuliakan di
vihara Sakyavanaram di Pacet. Dikisahkan, bagaimana dia dari seroang
jendral menjadi orang suci.

Bagaimanakah sebenarnya kisah perjalanan hidup tokoh ini? Apakah
benar dia menjadi suci setelah kematiannya?

Mohon pencerahan.

Salam

RM D Hadinoto



Rinto Jiang :

Simbolisasi. Masyarakat Tionghoa sangat mementingkan simbolisasi. Dewa-dewi dalam masyarakat Tionghoa itu sebenarnya asalnya bermacam. Klasifikasinya berdasarkan asalnya pernah saya ulas sekilas, terdiri dari dewa-dewi yang berasal dari leluhur, yang berasal dari yang berasal dari alam (natural), yang berasal dari tokoh mitologi, yang berasal dari benda.

Kwan Kong ini berasal dari satu bentuk pemujaan terhadap leluhur. Dewa yang berasal dari leluhur ini yang jumlahnya paling banyak di antara ratusan dewa-dewi dalam masyarakat Tionghoa. Mayoritas adalah dewa-dewi lokal yang cuma terkenal di satu daerah, semisal di daerah2 Jawa Timur dan Tengah, banyak sekali leluhur yang didewakan. Sedangkan dewa regional maupun nasional, artinya terkenal dan dipuja secara luas jumlahnya tidak sebanyak itu. Biasanya, leluhur didewakan bila ia mempunyai kontribusi dan menjadi simbol kuat dari suatu nilai kebajikan. Di Kwan Kong, nilai ini adalah keberanian dan kesetiaan. Pada Kwan Im misalnya, walau adalah tokoh mitos, namun ia perlambang welas asih. Mazu (Ma Cho) perlambang bakti pada orang tua dan masih banyak lagi.

Jadi, seorang leluhur akan menjadi suci bila ia dianggap suci oleh para penerusnya. Saya cuma mengulas dari aspek sejarah. Tentunya juga banyak mitologi dan cerita2 lainnya yang menyertai penyuciannya ini apalagi dari aspek religius.


Rinto Jiang

Rinto Jiang

unread,
Jul 29, 2005, 2:45:02 AM7/29/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Yawi menulis :


Jangankan Jendral perkasa seperti beliau sedangkan seekor siluman kera (Sun Go Kong) dan seekor siluman babi (Tie Pat Kay) juga setelah menyelesaikan tugas mereka mengawal bhiksu Tong Sam Cong, diangkat menjadi dewa-dewa penghuni swargaloka.
Begitu sumbangan pemikiran ku.
Salam
Yawi


Rinto Jiang :

Sun Go Kong, adalah tokoh mitologi. Jadi tidak ada seorang tokoh Sun Go Kong benar2 hidup di dunia.

Pendeta Tong pergi mengambil kitab suci ke India sendirian. Ia pernah didampingi seorang lainnya, namun karena dihadang oleh sekelompok perampok, orang itu kemudian tidak berani menemaninya sampai ke India. Mengenai perampok ini, Discovery pernah mengilustrasikan dalam klip video seorang Pendeta Tong berlari2 dikejar sekelompok penjahat di perjalanan.

Sun Go Kong muncul cuma dalam novel Perjalanan Ke Barat yang ditulis oleh Wu Cheng-en di zaman Ming. Darimana pula Wu Cheng-en mendapat ilham tentang Sun Go Kong? Ada 2 versi tentang ini, ada sastrawan yang yakin bahwa Sun Go Kong diadopsi dari karakter Hanoman. Ada pula yang meyakini Sun Go Kong adalah diilhami oleh karakter Wu Zi Qi yang juga tokoh mitologi di zaman Da Yu, Dinasti Xia. Da Yu terkenal akan jasanya menjinakkan banjir di Tiongkok pada tahun 2200 SM. Wu Zi Qi ini berwujud seperti kera. Inilah yang dianggap orang2 menjadi ilham Wu Cheng-en untuk menciptakan karakter Sun Go Kong yang berwujud kera itu.

Jadi, Sun Go Kong adalah tokoh fiksi. Dan dewa semacam ini digolongkan dalam dewa-dewi yang berasal dari tokoh mitologi.


Rinto Jiang

rudy....@telkom.net

unread,
Jul 29, 2005, 11:26:12 PM7/29/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Pak Rinto,
 
Owe pernah lihat di literatur bahwa pendeta Tong dgn 3 pendampingnya; adalah penggambaran akan 3 sifat manusia yang hakiki; Sun - kenakalan, Pat Kay - kerakusan, womanizer, dan yg terakhir mempresentasikan kebodohan. mohon di koreksi bila owe pernah salah baca...
 
rgds/ rudy
----- Original Message -----
Sent: Friday, July 29, 2005 1:45 PM
Subject: [budaya_tionghua] Sun Go Kong (Simbolik Wajah Kwan Kong)

Yawi menulis :

Jangankan Jendral perkasa seperti beliau sedangkan seekor siluman kera (Sun Go Kong) dan seekor siluman babi (Tie Pat Kay) juga setelah menyelesaikan tugas mereka mengawal bhiksu
-- cut --

Rinto Jiang

unread,
Jul 30, 2005, 1:25:22 AM7/30/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Sebenarnya, Wu Cheng-en lebih menekankan karakter Sun Go Kong di dalam ceritanya itu. Memang benar apa yang anda katakan, namun di balik kenakalan Sun, sebenarnya ia membawa karakter kesetiaan, kemurahan hati dan keadilan. Sedangkan, Pendeta Tong sama sekali bukan Pendeta Tong dari Dinasti Tang yang besar itu, namun Pendeta Tong yang di sini digambarkan sebagai seorang yang pengecut, pengecut yang murah hati dan terkadang berat sebelah dalam mengambil keputusan. Rata2 masalah yang ditimbulkan baik oleh Pendeta Tong sendiri ataupun Ti Pat Kay diselesaikan dengan baik oleh Sun Go Kong.

Dalam beberapa bagian cerita, Pendeta Tong diceritakan lebih terketuk buat mengorbankan dirinya untuk dimakan (karena makan daging Pendeta Tong bisa panjang umur) daripada mementingkan misi kitab suci yang ia emban.


Rinto Jiang







rudy....@telkom.net wrote:
Pak Rinto,
 
Owe pernah lihat di literatur bahwa pendeta Tong dgn 3 pendampingnya; adalah penggambaran akan 3 sifat manusia yang hakiki; Sun - kenakalan, Pat Kay - kerakusan, womanizer, dan yg terakhir mempresentasikan kebodohan. mohon di koreksi bila owe pernah salah baca...
 
rgds/ rudy
----- Original Message -----
Sent: Friday, July 29, 2005 1:45 PM
Subject: [budaya_tionghua] Sun Go Kong (Simbolik Wajah Kwan Kong)

Yawi menulis :

Jangankan Jendral perkasa seperti beliau sedangkan seekor siluman kera (Sun Go Kong) dan seekor siluman babi (Tie Pat Kay) juga setelah menyelesaikan tugas mereka mengawal bhiksu
-- cut --


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



King Hian

unread,
Jul 30, 2005, 9:07:33 PM7/30/05
to budaya_...@yahoogroups.com
RJ:
Pendeta Tong pergi mengambil kitab suci ke India sendirian. Ia pernah didampingi seorang lainnya, namun karena dihadang oleh sekelompok perampok, orang itu kemudian tidak berani menemaninya sampai ke India. Mengenai perampok ini, Discovery pernah mengilustrasikan dalam klip video seorang Pendeta Tong berlari2 dikejar sekelompok penjahat di perjalanan.
KH:
Juga ada VCD/DVD dari National Geographic yang membahas route perjalanan Tong Samcong 唐三藏 (Tan Hian Cong, 玄奘), judulnya: Treasure Seekers: China's Frozen Desert.


Rinto Jiang <ri...@rinto.homeunix.net> wrote:
Yawi menulis :

Jangankan Jendral perkasa seperti beliau sedangkan seekor siluman kera (Sun Go Kong) dan seekor siluman babi (Tie Pat Kay) juga setelah menyelesaikan tugas mereka mengawal bhiksu Tong Sam Cong, diangkat menjadi dewa-dewa penghuni swargaloka.
Begitu sumbangan pemikiran ku.
Salam
Yawi


Rinto Jiang :

Sun Go Kong, adalah tokoh mitologi. Jadi tidak ada seorang tokoh Sun Go Kong benar2 hidup di dunia.

Pendeta Tong pergi mengambil kitab suci ke India sendirian. Ia pernah didampingi seorang lainnya, namun karena dihadang oleh sekelompok perampok, orang itu kemudian tidak berani menemaninya sampai ke India. Mengenai perampok ini, Discovery pernah mengilustrasikan dalam klip video seorang Pendeta Tong berlari2 dikejar sekelompok penjahat di perjalanan.

Sun Go Kong muncul cuma dalam novel Perjalanan Ke Barat yang ditulis oleh Wu Cheng-en di zaman Ming. Darimana pula Wu Cheng-en mendapat ilham tentang Sun Go Kong? Ada 2 versi tentang ini, ada sastrawan yang yakin bahwa Sun Go Kong diadopsi dari karakter Hanoman. Ada pula yang meyakini Sun Go Kong adalah diilhami oleh karakter Wu Zi Qi yang juga tokoh mitologi di zaman Da Yu, Dinasti Xia. Da Yu terkenal akan jasanya menjinakkan banjir di Tiongkok pada tahun 2200 SM. Wu Zi Qi ini berwujud seperti kera. Inilah yang dianggap orang2 menjadi ilham Wu Cheng-en untuk menciptakan karakter Sun Go Kong yang berwujud kera itu.

Jadi, Sun Go Kong adalah tokoh fiksi. Dan dewa semacam ini digolongkan dalam dewa-dewi yang berasal dari tokoh mitologi.


Rinto Jiang


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



ulysee

unread,
Aug 1, 2005, 12:06:07 AM8/1/05
to budaya_...@yahoogroups.com

Kayaknya murid ketiga si sam ceng nggak bodoh deh, cuman lebih terkesan berangasan dan gampang dipengaruhi begitu. Dari yang saya baca/tonton tuh begitu.

Enggak yakin juga, kudu tanya sama yang ahli.

 

-----Original Message-----
From: rudy....@telkom.net [mailto:rudy....@telkom.net]
Sent: Saturday, July 30, 2005 10:26 AM
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Sun Go Kong vs pendeta Tong..

 

Pak Rinto,

 

Owe pernah lihat di literatur bahwa pendeta Tong dgn 3 pendampingnya; adalah penggambaran akan 3 sifat manusia yang hakiki; Sun - kenakalan, Pat Kay - kerakusan, womanizer, dan yg terakhir mempresentasikan kebodohan. mohon di koreksi bila owe pernah salah baca...

 

rgds/ rudy

----- Original Message -----

From: Rinto Jiang

Sent: Friday, July 29, 2005 1:45 PM

Subject: [budaya_tionghua] Sun Go Kong (Simbolik Wajah Kwan Kong)

 

Yawi menulis :

Jangankan Jendral perkasa seperti beliau sedangkan seekor siluman kera (Sun Go Kong) dan seekor siluman babi (Tie Pat Kay) juga setelah menyelesaikan tugas mereka mengawal bhiksu

-- cut --




.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



King Hian

unread,
Aug 3, 2005, 11:24:18 AM8/3/05
to budaya_...@yahoogroups.com
RMDH:
Saya lihat, Kwan Kong juga seoang dari tokoh yang dimuliakan di vihara Sakyavanaram di Pacet. Dikisahkan, bagaimana dia dari seroang jendral menjadi orang suci.

Bagaimanakah sebenarnya kisah perjalanan hidup tokoh ini? Apakah benar dia menjadi suci setelah kematiannya?
 
KH:
Dalam Buddhisme dikenal Qielan Pusa atau Qielan Hufa (Pusa: Bodhisattva, Hufa: pelindung dharma) yang dilambangkan dengan sosok Kuankong. Kisah 'pengangkatan' Kuankong sebagai Qielan Pusa yang paling sering diceritakan orang adalah,  konon ketika mahabhikshu Zhiyi (pendiri sekte Tiantai, salah satu sekte dalam Buddhisme Mahayana) sedang bermeditasi di Gunung Yuquan, tempat Guan Yu [Hokkian: KuanYi] (Guan Yu: nama Kuankong) dipenggal, datanglah roh Guan Yu yang tewas dipenggal, yang berteriak2 mencari kepalanya. Zhiyi menegurnya, jika kamu berteriak mencari kepalamu, bagaimana dengan orang2 yang kau penggal kepalanya. Mendengar hal ini Guan Yu menjadi sadar bahwa selama berperang juga, ia telah banyak memenggal kepala orang lain. Ahkirnya ia sadar dan menerima 3 perlindungan (trisarana/sanguiyi) sebagai Buddhis. Kemudian ia bertekad menjadi pelindung Dharma, karena itu ia disebut Qielan Hufa (hufa: pelindung dharma).
 
Menurut saya, terlepas dari kebenaran kisah bhiksu ZhiYi yang mentrisarana GuanYu, tindakan mengadopsi pahlawan besar pribumi Tiongkok sebagai HuFa (penjaga dharma)ketika Buddhisme masih dianggap agama bangsa asing adalah suatu tindakan yang positif. (waktu itu di Tiongkok, Buddhisme mengalami hambatan2 antara lain karena berasal dari luar Tiongkok)
Karakter Kuankong yang paling sering digunakan adalah zhong (=Setia, Hokkian: tiong). Karena itu, di jaman orba, ketika orang2 Tionghoa harus berganti nama, banyak yang mengganti nama Kuankong menjadi Satyadharma (dharma: dari penjaga dharma). Ada juga yang menggunakan karakter zhongyi (setia dan adil/berbudi, Hokkian: tiong gi) sehingga Kuankong berganti nama manjadi Satyabudhi.
 
salam,
KH

RM Danardono HADINOTO

unread,
Aug 4, 2005, 1:59:24 AM8/4/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Terimakasih mas King Hian atas pencerahannya. Banyak sekali rupanya
tokoh yang disucikan, yang awalnya adalah berangasan, bahkan tokoh
militer yang kemudian menjadi welas asih. Juga tokoh Saulus yang
kemudian menjadi Paulus adalah tukang penggal kepala.

Konon khabarnya juga Sunan Kalijaga sebelumnya adalah perompak
dijalanan, yang kemudian menemukan gurunya, yang membuat beliau
menjadi seorang wali.

Yang menarik dalam sejarah Kuan Kong adalah, apakah beliau ini dalam
masa hidupnya sudah mengenal dharma? Apabila proses pengkudusannya
terjadi dialam arwah, setelah beliau meninggal, maka ini berarti,
dalam alam arwah masih mungkin terjadi proses perkembangan bathin
menuju kekesempurnaan. Proses pembelajaran. Jadi, tak harus terjadi
proses pematangan melalui tumimbal lahir.

Benarkah dugaan ini?

Terimakasih.

Salam

RMD Hadinoto


--- In budaya_...@yahoogroups.com, King Hian <king_hian@y...>
wrote:
> .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@y... :.
>
>
>
> ---------------------------------

> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
>     Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
>  
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tiongh...@yahoogroups.com
>  
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
> ---------------------------------
>
>
>
>            
> ---------------------------------

>  Start your day with Yahoo! - make it your home page




.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.




Rinto Jiang

unread,
Aug 4, 2005, 2:23:27 AM8/4/05
to budaya_...@yahoogroups.com
RM Danardono Hadinoto menulis:

Yang menarik dalam sejarah Kuan Kong adalah, apakah beliau ini dalam
masa hidupnya sudah mengenal dharma? Apabila proses pengkudusannya
terjadi dialam arwah, setelah beliau meninggal, maka ini berarti,
dalam alam arwah masih mungkin terjadi proses perkembangan bathin
menuju kekesempurnaan. Proses pembelajaran. Jadi, tak harus terjadi
proses pematangan melalui tumimbal lahir.


Rinto Jiang:

Dalam sejarah asli, Kwan Kong belum memeluk agama apa2. Filsafat-filsafat seperti Konfusianisme, Taoisme di Tiongkok baru mulai pelembagaan agamanya di zamannya Kwan Kong, di zaman Han. Buddhisme sendiri baru masuk sayup2 pada zaman tersebut. Jadi, sebenarnya leluhur orang Tionghoa itu lebih mementingkan filsafat daripada agama sebagai pedoman hidup. Itu makanya Tiongkok tetap sekular dalam pemerintahannya, cenderung tidak mencampuri kebebasan beragama. Tentu saja ada beberapa kali kaisar yang nyeleneh seperti Kaisar Tang Wu-di yang melarang Buddhisme di Tiongkok, namun setelah ia mangkat, larangan ini turut diangkat.

Cerita yang diulaskan oleh Bung KH ada dituliskan oleh Luo Guan-zhong di dalam novel Samkok. Tapi ini cuma mitologi, bukan berdasarkan sejarah asli. Seperti yang dituliskan oleh Bung KH bahwa pengadopsian (atau pemuliaan) Kwan Kong adalah salah satu bentuk pembumian (lokalisasi) Buddhisme menjadi bentuknya Buddhisme Tiongkok yang lain daripada Buddhisme di negara asalnya. Hal ini menjadikan Kwan Kong satu2nya tokoh yang dimuliakan di Konfusianisme, Buddhisme dan Taoisme sekaligus secara bersamaan.


Rinto Jiang


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.

perfect_harmony2000

unread,
Aug 4, 2005, 2:30:03 AM8/4/05
to budaya_...@yahoogroups.com
sdr.Danardono ,


sekedar tambahan.

Tentunya ada yang mengetahui 8 dewa atau Ba Xian.
8 tokoh Xian (cat:sengaja saya tekankan Xian , bukan dewa. Agar
tidak menjadi rancu) merupakan suatu perlambang atau suatu pemahaman
Taoism bahwa siapapun bisa mencapai Dao dan menjadi Xian.

Selain itu menurut konteks kepercayaan Taoism , ada jalan menuju
pencerahan , dimana disebut Gui Xian atau Xian yang berasal dari
hantu.

Jadi menurut konteks tersebut , mungkin saja orang mencapai
pencerahan melalui alam yang berbeda dengan alam yang kita kenal
sebagai alam manusia.

Dalam kisah-kisah yang berkaitan dengan Guan Gong , saya memastikan
bahwa Guan Gong tidak mengenal Buddha Dharma dalam kehidupan beliau
sebagai seorang jendral.
Tapi beliau sering dilukiskan sedang membaca buku Chun Qiu yang
merupakan buku sejarah yang dirangkum oleh Confucius.




hormat saya ,


Xuan Tong


--- In budaya_...@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"
<rm_danardono@y...> wrote:
> Terimakasih mas King Hian atas pencerahannya. Banyak sekali
rupanya
> tokoh yang disucikan, yang awalnya adalah berangasan, bahkan tokoh
> militer yang kemudian menjadi welas asih. Juga tokoh Saulus yang
> kemudian menjadi Paulus adalah tukang penggal kepala.
>
> Konon khabarnya juga Sunan Kalijaga sebelumnya adalah perompak
> dijalanan, yang kemudian menemukan gurunya, yang membuat beliau
> menjadi seorang wali.
>
> Yang menarik dalam sejarah Kuan Kong adalah, apakah beliau ini
dalam
> masa hidupnya sudah mengenal dharma? Apabila proses pengkudusannya
> terjadi dialam arwah, setelah beliau meninggal, maka ini berarti,
> dalam alam arwah masih mungkin terjadi proses perkembangan bathin
> menuju kekesempurnaan. Proses pembelajaran. Jadi, tak harus
terjadi
> proses pematangan melalui tumimbal lahir.
>
> Benarkah dugaan ini?
>
> Terimakasih.
>
> Salam
>
> RMD Hadinoto
>
>
>



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



perfect_harmony2000

unread,
Aug 4, 2005, 2:35:56 AM8/4/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Rinto xiong ,


seingat saya dalam cerita SanGuo YanYi , yang menasbihkan Guan Gong
adalah bhiksu Pu Jing (CMIIW) sedangkan dalam FoZhu TongJi (kisah
para sesepuh agama Buddha) disebutkan bhiksu Zhi Yi yang menasbihkan
Guan Gong.




hormat saya ,



Xuan Tong
--- In budaya_...@yahoogroups.com, Rinto Jiang <rinto@r...>
wrote:

No Name

unread,
Aug 4, 2005, 7:49:26 AM8/4/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Opps.. bung rinto jiang sudah memberikan klarifikasi. Dengan ini,
tulisan sebelumnya saya tarik kembali.



--- In budaya_...@yahoogroups.com, Rinto Jiang <rinto@r...>
wrote:

agung setiawan

unread,
Aug 4, 2005, 7:12:47 AM8/4/05
to budaya_...@yahoogroups.com
kenapa harus kuan kong? not liu bei, chang fei atau
zhuge liang sekalian????

No Name

unread,
Aug 4, 2005, 7:47:15 AM8/4/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Kalo begitu apa untungnya berbuat kebaikan dan mengumpulkan pahala
semasa hidup? bukankah semasa hidup lebih baik menikmati dosa, entar
kalo udah mampus aja baru sibuk mencari kesempurnaan?
mohon terang lima watt


--- In budaya_...@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



Rinto Jiang

unread,
Aug 4, 2005, 11:39:30 PM8/4/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Jawabannya adalah popularitas. Bahasan sekarang adalah mengapa Buddhisme mengadopsi Kwan Kong dan bukan yang lain2. Tentunya popularitas Kwan Kong waktu itu telah menonjol dibandingkan dengan tokoh2 lainnya baru bisa diambil seorang Kwan Kong untuk dimuliakan. Ia dimuliakan dengan gelar Penjaga/Pengawal Dhamma, cocok dengan karakter Kwan Kong yang berani, yang kuat dan setia.

Ini juga dikarenakan Kwan Kong sejak sebelumnya telah digelari menjadi orang suci di bidang militer (Wu Sheng) sedangkan Zhuge Liang adalah orang suci di bidang sipil (Wen Sheng).


Rinto Jiang

Yenny Tan

unread,
Aug 9, 2005, 6:14:51 AM8/9/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Hello,

Kalo ga salah karena Kwan Kong memegang teguh kesetiaan yah? Plus sewaktu
Beliau menyelamatkan 2 istri Liu Bei, Beliau tidak menyentuh wanita-wanita
itu. Benar ga ya?


Thanks,

Yenny Tan



----- Original Message -----
From: "agung setiawan" <agoen...@yahoo.com>
To: <budaya_...@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, August 04, 2005 6:12 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: [ASM 2] Apakah Kwan Kong Benar Bermuka
Merah?


> kenapa harus kuan kong? not liu bei, chang fei atau
> zhuge liang sekalian????

rudy....@telkom.net

unread,
Aug 10, 2005, 4:01:03 AM8/10/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Beliau tidak menyentuh wanita-wanita itu. Benar ga ya?

Sampeyan ini piyeh ??? Guan Yu itu  sudah cum laude dari sekolah dewa dan
sudah di luluskan sebagai salah satu pelindung Buddhism...., owe pikir edan
tenan !!!

rgds/ rudy


----- Original Message -----
From: "Yenny Tan" <sw...@bluebottle.com>
To: <budaya_...@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, August 09, 2005 5:14 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: [ASM 2] Apakah Kwan Kong Benar Bermuka
Merah?


Hello,

Kalo ga salah karena Kwan Kong memegang teguh kesetiaan yah? Plus sewaktu
Beliau menyelamatkan 2 istri Liu Bei, Beliau tidak menyentuh wanita-wanita
itu. Benar ga ya?


Thanks,

Yenny Tan


--- cut ---





Rinto Jiang

unread,
Aug 10, 2005, 4:46:26 AM8/10/05
to budaya_...@yahoogroups.com
Haha, ini sepenggal kisah dalam Sanguo Yanyi. Waktu Cao Cao menyerang, ketiga bersaudara terpisah, Liu Bei mencari suaka politik ke tempat Yuan Shao, Guan Yu terpaksa menyerah kepada Cao Cao demi keselamatan kedua istri kakaknya, Liu Bei. Sedangkan Zhang Fei sampai di sebuah kota dan menguasai kota tersebut. Ketiganya sedang menunggu kesempatan untuk bersatu kembali.

Cao Cao dalam beberapa kesempatan ingin mengetes Guan Yu, objeknya 3 macam hal yang menjadi kelemahan manusia.

Kekuasaan: Guan Yu diberi jabatan Jenderal (pian jiang jun), waktu itu Cao Cao sudah menjadi perdana menteri (cheng xiang).

Reaksi: Guan Yu bilang ia akan melepaskan jabatan ini setelah ia mengetahui kabar Liu Bei. Usaha Cao Cao gagal.

Kekayaan: Guan Yu diberikan banyak uang. Cao Cao juga memberikan sebuah jubah sebagai ganti jubah Guan Yu yang telah kusam dan robek.

Reaksi: Guan Yu menolak semua pemberian uang dari Cao Cao. Jubah yang diberikan ia terima, namun ia memakaikan jubah tadi di bawah jubah lamanya yang kusam, dengan alasan jubah lamanya masih bisa dipakai. Usaha Cao Cao gagal.

Wanita: Guan Yu ditempatkan serumah bersama2 kedua istri kakaknya, Liu Bei. Ini disengaja oleh Cao Cao. Walau tidak "menyentuh", namun tidur serumah dengan istri kakaknya akan menyebabkan nama baik Guan Yu tercemar.

Reaksi: Guan Yu berdiri semalaman di luar halaman rumah tadi sambil berjaga. Ini menambah kekaguman Cao Cao yang kemudian memberikan penginapan lain untuknya.

Dari semua itu, ada satu lagi hadiah Cao Cao yang diterima oleh Guan Yu yaitu kuda Kelinci Merah, yang semula merupakan tunggangan Lu Bu.


Rinto Jiang





rudy....@telkom.net wrote:
Beliau tidak menyentuh wanita-wanita itu. Benar ga ya?

Sampeyan ini piyeh ??? Guan Yu itu  sudah cum laude dari sekolah dewa dan
sudah di luluskan sebagai salah satu pelindung Buddhism...., owe pikir edan
tenan !!!

rgds/ rudy

----- Original Message -----
From: "Yenny Tan" <sw...@bluebottle.com>
To: <budaya_...@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, August 09, 2005 5:14 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: [ASM 2] Apakah Kwan Kong Benar Bermuka
Merah?


Hello,

Kalo ga salah karena Kwan Kong memegang teguh kesetiaan yah? Plus sewaktu
Beliau menyelamatkan 2 istri Liu Bei, Beliau tidak menyentuh wanita-wanita
itu. Benar ga ya?


Thanks,

Yenny Tan



Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages