Welly dipaksa untuk kembali ke gudang emasnya yang berseberangan dengan toko retailnya , Bintang Mas.
Jadi kalau dari arah gang warung Toko Bintang Mas itu ada disebelah kanan jalan sedangkan rumahnya ada disebelah kiri jalan.
Perampok itu kelihatannya sudah paham betul bahwa kalau tanpa orang dalam, mereka tidak bakal bisa masuk kesana. Katanya pintunya 3 lapis dan semuanya otomatis. Hanya pemilik saja yang tahu kodenya.
Menurut kesaksinya Bu Yeni ( penjual nasi ayam yang ada di seberang rumah/ gudang Bintang Mas ), tidak ada orang yang curiga karena Welly datang bersama polisi. Pikir mereka Welly minta dikawal karena akan mengeluarkan emas dalam jumlah yang banyak. Di dekat gudang itu juga ada pos polisi yang berjarak hanya sekitar 50 meter saja, tapi tidak ada yang menduga kalau terjadi perampokan. Setelah perampok berhasil mengeluarkan semua emas ( 100 kg tersebut ) Welly kemudian di plakban seluruh mukanya beserta tangan dan kakinya. Jadi akhirnya nanti Welly meninggal dalam perjalanan ke RS. Tlogorejo karena lemas tidak bisa bernafas. Karena plakban itu menutupi semua kepala Welly.
Sedangkan keluarga Welly yang ada di Mobil Kijang Innova hitam itu di bawa kabur sama perampoknya setelah mereka berhasil mengeluarkans semua emas dari Bintang Mas.
Terus keesokan harinya, Kamis, 5 Juni 2008. Mobil itu beserta semua sandera ditemukan di dekat Universitas Negeri Semarang di daerah Gunung Pati Ungaran. Mulanya ada seorang wanita yang curiga kok pagi-pagi jam 5 ada mobil kijang innova hitam parkir di sana tapi tidak ada kegiatan. Sampai jam 7 pagi mobil itu tetap ada di sana tanpa ada kegiatan. Wanita itu memberanikan diri melihat kedalam mobil dan dia terkejut karena I-ing ( wak yang berusia 62 tahun) berusaha keluar dari mobil lewat pintu belakang dalam kondisi yang mengenaskan karena seluruh wajah, tangan dan kaki juga di plakban rapat, bahkan I-ing itu sudah ditembak pelipisnya tapi kok ya masih bisa hidup, mungkin itu karena keajaiban Tuhan sehingga I-ing bisa menceritakan kronologis cerita.
Padahal logikanya I-ing di tembak di pelipis dari jarak dekat, mestinya dia tidak ada harapan untuk hidup ( Tapi sekarang I-ing sudah meninggal juga , hari Jumat dia meninggal) .
Saksi wanita di Ungaran itu lebih terkejut lagi saat melihat di Jok belakang ternyata ada 2 orang lagi yang sudah ditembak mati yaitu Anik ( 32 tahun) dia ditembak di bagian kepala dan dada hingga tembus ke punggung dan Wulandari ( 15 tahun pembantu rumah tangga) yang juga di tembak mati. Kalau Anik ( istri ) juga di plakban kepala, tangan dan kaki hingga rapat kalau wulandari hanya di plakban tangan dan kakinya. Ironisnya lagi Anik saat di temukan tidak memakai celana dalam. Jadi ada indikasi bahwa sebelum di bunuh Anik diperkosa beramai-ramai oleh para perampok.
Hingga saat ini menurut polisi mereka belum menemukan satu petunjukpun karena menurut polisi perampokan ini terencana sangat rapi. Ndak tahu mereka ndak mau mencari atau mereka takut untuk mencari.
Karena perampokan dalam jumlah besar ini , hasil rampokan mereka biasanya di buat dana Teroris.
Dulu sewaktu Amrozi ( pelaku bom Bali tahn 2002 ) di tanya darimana organisasinya mendapat dana, dia mengatakan bahwa dana itu didapat dari usaha merampok toko-toko emas. Jadi ada kemungkinan perampokan ini juga untuk organisasi teroris. Karena baru saja juga terjadi perampokan toko emas di kota Solo. 2 buah toko emas ' Aladin ' dan ' Kawser ' di rampok siang hari dan banyak korban yang berjatuhan karena perampok menembak membabi buta. Jadi banyak pelanggan/ pembeli yang jadi korban. Kalau pemilik toko emasnya ya pasti sudah ditembak jatuh.
Perampokan di Solo ini terjadi bulan kemarin. Hingga saat ini tidak ada berita bahwa perampoknya itu tertangkap atau ada keterangan lain. Kelihatan sekali kalau pihak kepolisian tidak mengambil pusing masalah ini.
Padahal banyak sekali korban yang jatuh, bahkan ada juga anak-anak ( 6 tahun)
Ndak tahu sampai kapan hal seperti ini akan terjadi di Indonesia.
Barusan ini kelompok FPI ( Front Pembela Islam ) juga menyerang Kelompok Aliasi kebangsaan dan kebebasan beragama
Hal ini terjadi hari Minggu kemarin , 1 Juni 2008 saat Aliansi kebangsaan mengadakan pertemuan akhbar di Silang Monas Jakarta. Tahu-tahu kelompok FPI menyerang sehingga banyak korban berjatuhan. FPI itu kelompok Islam garis keras yang sering berjihad kesana-kemari.
Korban yang berjatuhan juga banyak dari pihak Islam. Jadi sekarang dalam tubuh agama Islam sendiri di Indonesia ada perpecahan. Saat terjadi penyerangan itu Gus Dur ( Ketua NU = Nadatul Ulama) mengutuk keras dan minta agar FPI dibubarkan dan ketuanya ditangkap. Kata - kata itu ditanggapi balik oleh Habib Riziq ( ketua FPI ) dia mengatakan bahwa 1 Gus dur dia ndak takut bahkan 1000 Gus Dur pun dia tidak takut. Habib juga mengatakan bahwa Gus Dur adalah orang yang cacat fisiknya dan buta mata hatinya. ( Gus Dur memang tuna netra gitu kok dulu pernah jadi presiden ya ) . Pengikut Gus Dur tidak terima pimpinan mereka di katakan begitu, terus pengikut NU yang basis paling kuatnya di Jember, Sidoarjo dan Surabaya mendatangi kantor cabang FPI yang ada di sana dan merusak gedung FPI dan memaksa ketua cabang FPI disana untuk menandatangani pembubaran FPI di Jember, Sidoarjo dan Surabaya. Kemudian muncul komentar dari Habib Riziq bahwa FPI di Jember, Sidoarjo
an Surabaya bubar karena dipaksa untuk membubarkan diri. Terus Kantor FPI di Jogyakarta juga di rusak oleh Massa
Dalam tubuh organisasi FPI ada Panglima perangnya namanya Munarman. Saat itu di perlihatkan di majalah TEMPO bahwa Munarman sedang mencekik seseorang. Saat di klarifikasi Munarman mengatakan bahwa yang dia cekik di foto itu adalah anggota FPI sendiri yang dia cegah untuk melakukan tindakan Anarkis. Gila ndak mosok mencegah orang kayak gitu. Terus katanya dia mau menuntut majalah TEMPO. Saat itu polisi didesak terus oleh organisasi-organisa si massa yang lain untuk membubarkan FPI dan menangkap orang-orang yang terlibat dalam aksi anarksi di Silang Monas. Saat itu Munarman berkoar-koar gini ' Tangkap saya kalau berani, tangkap saya !!' Saat itu pihak kepolisian mengeluarkan pernyataan agar para pelaku tindak anarkis di Silang Monas menyerahkan diri. Ya tentu saja ndak ada yang menyerahkan diri. Terus keesokan harinya Polisi mendatangi Kantor FPI pusat di daerah Pegangsaan Jakarta dan menangkap Habib Riziq ( ketuanya ) dan 58 anggota FPI.
Tapi setelah di proses di kantor kepolisian katanya dari 58 orang itu hanya ada 2/ 4 orang yang terlibat dalam tindak anarkis di Silang Monas dan Tindakan Anarkis itu diluar pengetahuan Habib Riziq sebagai ketua. Mungkin ndak ya ada organisasi bertindak tanpa diketahui oleh ketua ???
Sedangkan Panglimanya Munarman yang tadinya berkoar-koar minta ditangkap , melarikan diri sehingga sekarang dia masuk dalam Daftar Pencarian Orang ( DPO ) oleh pihak kepolisian.
FPI itu menurut koran, tadinya adalah anak macan yang dipelihara oleh pihak kepolisian. Jadi biasanya pihak kepolisian mendapat keuntungan juga dari FPI. tapi anak macan itu khan lama-lama besar dan akan menjadi macan. Sehingga FPI sekarang pun berani menghina Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla melalui selebaran-selebaran / leaflet.
Sedih sekali kalau melihat Indonesia jadi seperti ini. Apalagi BBM baru saja naik , kehidupan ekonomi rakyat semakin berat masih ditambah lagi tidak adanya jaminan keamanan di Indonesia, karena hukum tidak berlaku.
Semoga saja keadaan di Indonesia cepat membaik.
Itu saja beritanya . Nanti kalau ada berita yang heboh aku ceritakan lagi.
Salam,
Ing
Sim
KJ Thung <Yan>
Tel: 2743 5530
Cell: 9835 0149
Email: kjthung@netvigator. com
Internal Virus Database is out of date.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.24.4/1475 - Release Date: 2008/5/30 $U$H 02:53