[budaya_tionghua] Pengertian Daoisme

37 views
Skip to first unread message

henyung

unread,
Oct 29, 2009, 10:04:22 PM10/29/09
to budaya_...@yahoogroups.com
 

oleh Xuantong qianbei
encoding: big5

Pengertian Daoisme

Sebelum membahas mengenai aspek-aspek Daoisme, seseorang perlu memiliki pengertian mengenai apa yang sesungguhnya dimaksud dengan Daoisme. Pada bagian ini akan diuraikan mengenai pengertian Daoisme secara umum, yang diikuti dengan pembahasan mengenai makna Dao.

Pengertian Daoisme

Secara umum Daoisme adalah salah satu sistem kepercayaan utama yang dianut oleh bangsa Tionghua, selain Konfusianisme dan Buddhisme. Uniknya, Daoisme sendiri bukanlah suatu agama tunggal yang terpadu dan memiliki keragaman. Hal ini dirumuskan secara tepat oleh Livia Kohn dalam kutipan berikut ini:

Daoisme tidak pernah merupakan suatu agama yang terpadu, dan terbentuk dari kombinasi [berbagai] ajaran yang didasarkan atas beraneka macam sumber asli

Dengan demikian, Daoisme merupakan sistem kepercayaan yang diperkaya oleh berbagai sumber yang berasal dari sepanjang sejarah Tiongkok. Oleh karena itu, Daoisme merupakan suatu agama yang senantiasa terbuka bahkan hingga saat ini. Selain itu, Daoisme adalah agama yang selalu mengalami perkembangan dan evolusi, sehingga selain sulit untuk menentukan waktu kelahirannya, juga sulit untuk menentukan batas-batasnya. Meskipun demikian, secara singkat Daoisme dapat pula diartikan sebagai "agama yang didasari oleh Dao." Inilah sebabnya mengapa kita perlu pula memiliki pemahaman terhadap pengertian Dao itu sendiri.
Umat Dao memiliki keyakinan bahwa agama Dao didirikan oleh Laozi (¦Ñ¤l), Huangdi 黄«Ò dan Zhang Daoling¡@张¹D³®. Karena itu akar Daoisme yang kita kenal saat ini sesungguhnya dapat ditarik hingga ke zaman awal sejarah peradaban Tionghua. Meskipun demikian, Laozi secara historis dianggap sebagai pendiri Daoisme, karena ia merupakan penyusun sebuah kitab berjudul Daodejing (¹D¼w¸g), yang menjadi rujukan tertulis tertua bagi Daoisme dan menjadi kitab utama umat Dao. Selanjutnya, Daoisme mengalami sejarah perkembangan yang panjang hingga menjadi bentuknya yang panjang. Sejarah perkembangan Daoisme tersebut akan diulas.

Pengertian Dao (¹D) menurut Daodejing (¹D¼w¸g) dan kitab-kitab lain

Secara harafiah Dao dapat diterjemahkan sebagai ?jalan? atau ?cara,? walau Daodejing dan kitab-kitab Daois lainnya tidak mengartikannya demikian. Secara ringkas, Dao dapat diartikan sebagai ?Suatu hal yang mencakup baik ?yang mutlak? maupun ?tak mutlak? serta merupakan sumber bagi segalanya.?

Makna Dao telah mengalami perubahan dan perkembangan di sepanjang sejarah Tiongkok. Daodejing, yakni. Menurut Daodejing¹D¼w经 (kitab Daois yang dianggap tertua dan berasal dari Laozi atau tokoh pendiri Daoisme), Qingjingjing ²M静经, dan Taipingjing¤Ó¥­经, Dao adalah sumber segala sesuatu. Ia tak bernama, tak dapat dilihat, dan tidak dapat dipahami. Ia tak terbatas dan tidak dapat habis atau musnah. Apa yang disebut dengan Dao ini, telah mengatasi segenap perubahan dan permanen. Pengertian mengenai Dao tersebut terdapat pada kutipan berikut ini:

Dao yang dapat dibicarakan, bukanlah Dao yang sebenarnya atau yang abadi; dan nama yang dapat diberikan, bukanlah nama yang sejati . (Daodejing 1:1)

Lao Zi mengakui bahwa ia terpaksa memberikan nama Dao tersebut agar dapat menyampaikannya pada orang lain. Tanpa memberikan suatu nama, maka mustahil seseorang dapat mengomunikasikan sesuatu pada orang. Itulah sebabnya suatu nama ?terpaksa? dipilih. Lebih jauh lagi, Beliau menyebutkan bahwa Dao adalah sumber bagi segala sesuatu:

Tiada nama, itulah kondisi permulaan terjadinya Langit dan Bumi. Setelah ada nama itulah sumber dari segala benda .

Meskipun Dao adalah sumber dari segala sesuatu yang hidup, ia bukanlah suatu dewa atau roh. Pandangan ini cukup berbeda dengan pandangan shamanistik mengenai alam semesta.
menurut saya: Banyak ahli yang mengatakan Dao is nothing atau emptiness ( kehampaan ), tetapi nothing ini tidak sama dengan nol, karena Dao adalah total dari spontanitet dari semua hewan, tanaman dan bendah. Karenanya Dao dapat dikatakan sebagai naturalistik, tetapi juga sebagai creator, atau Tuhan. Mengapa demikian? karena total spontanitet dari semua itu mempunyai persatuan dalam dunia (jagad), dengan demikian memenuhi sebagai religious. Dengan demikian Daoisme dapat ditrima baik dalam religi maupun ilmu pengetahuan.
Dalam keilmuan dapat dikatakan Dao adalah hukum, atau hukum alam, ahli ahli mengatakan juga The Dao of physics, the dao of management etc.etc. bisa juga diartikan jalan menuju ke pengertian

Menurut Daodejing, langit, bumi, sungai, dan gunung-gunung merupakan bagian suatu kekuatan yang lebih besar dan mencakup segalanya. Kekuatan ini yang dikenal dengan istilah Dao, dimana ia merupakan sesuatu kekuatan tak bernama serta berfungsi sebagai daya di balik bekerjanya alam semesta. Lebih jauh lagi, kendati Dao merupakan asal muasal segalanya, tetapi Dao itu sendiri tidak dapat kita gambarkan secara sederhana jika kita pikirkan berdasarkan logika. Hanya dengan sikap wuwei (µL¬°, secara harafiah berarti: ?tidak melakukan sesuatu,? ?non-aktifitas? atau ?tidak melakukan intervensi?)cat: wuwei tidak bisa diartikan seperti itu, bisa diartikan adalah sikap yg tidak egois / tdk mementingkan kepentingan sendiri.kesalahan literatur barat hampir semuanya mengartikan sikap tanpa intervensi, memang dalam bbrp bait bisa diartikan sikap tanpa intervensi tapi tidak bisa seluruh text dari Dao De Jing mengenai wuwei diartikan demikian.
dan qingjing (²MÀR, secara harafiah berarti: ?hening,? ?tenang,? atau ?bersih-bening?), barulah seseorang dapat menghayati makna Dao.
Jadi, Dao menurut Daodejing diartikan secara metafisik, yakni sebagai bahan dasar penyusun segala sesuatu. Dao bersifat sederhana dan tanpa bentuk, tanpa keinginan, tanpa nama, serta tanpa gerakan ataupun daya upaya. Dao ini telah ada sebelum langit dan bumi terbentuk. Seiring dengan perjalanan waktu, manusia makin menjauhkan diri dari Dao, sehingga semakin berkuranglah kebahagiaannya. Daodejing mengatakan:

Dao adalah bagaikan bejana yang meskipun hampa
Dapat ditimba tanpa hingga
Dan tiada berguna untuk mencoba mengisinya
Begitu luas dan dalamnya
Hingga nampak sebagai yang tertua dari yang ada
Bila terbenam di dalamnya, maka ujung yang paling tajam akan menjadi rata
Masalah tersulit akan sirna
Cahaya gemilang penebar kebahagiaan
Segala yang tak mungkin kembali menjadi sesuatu yang sederhana
Ia adalah setenang alam kematian
Aku tak mengetahui putera siapakah ia .

Berdasarkan kutipan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa Dao bagi penganut Daoisme merupakan sesuatu yang asali sebelum tercemari oleh pikiran-pikiran bentukan manusia. Oleh karena bersifat asali, ia bersifat alami pula dan bukan merupakan sesuatu yang dibuat-buat. Dengan demikian orang yang menjalankan Dao akan menghindari banyak lagak dan mementingkan kesederhanaan serta kewajaran. Kitab Daodejing mengajarkan kembali bagaimana cara hidup sederhana secara wajar:

Sepuluh ribu hal telah terjadi
Dan kusimak semuanya kembali
Betapapun terjadi kesemarakan yang semakin tinggi
Masing-masing pada akhirnya akan berpulang pada kondisi asali
Kembali pada kondisi asali ini berarti mencapai kedamaian abadi
Itulah kedemikianan segala sesuatu
Kedemikian itu merupakan suatu pola tanpa akhir
Memahami pola tanpa akhir itu berarti mencapai pencerahan
Barangsiapa yang tak memahaminya akan kering dan layu oleh musibah
Yang mengenal pola abadi ini akan mencakupi segalanya
Mencakupi segalanya dengan sikap adil sempurna
Adil sempurna menjadikannya seorang penguasa
Seorang penguasa menjadi sama dengan para dewa
Serupa dengan para dewa berarti sejalan dan sehati dengan Dao
Sejalan dan sehati dengan Dao berarti satu dengan Dao itu sendiri, ia tak terbinasakan
Meskipun tubuhnya dapat lenyap ditenggelamkan samudera kehidupan
[Tetapi] akanlah ia luput dari segenap gangguan .

Berdasarkan kutipan di atas, kita mengetahui bahwa Dao mengajarkan manusia untuk menyelaraskan diri dengan hukum hakiki alam semesta. Terlalu memaksakan diri untuk melaksanakan sesuatu yang berada di luar jangkauannya adalah suatu kesalahan atau sikap yang merusak tatanan keseimbangan alam.
Kemudian barangkali timbul pertanyaan, apakah Dao memiliki bentuk atau tidak memiliki bentuk? Dapat dikatakan bahwa Dao tidak memiliki bentuk (formless) dan memiliki bentuk, kita katakan saja Dao diatas form dan formless. Jika dianggap memiliki bentuk (form), maka itu bukan Dao seperti yang termaktub dalam kitab-kitab Daoisme, misalnya Xuanwanglun ¥È§Ñ论

Bila dikaitkan dengan pelatihan spiritual, seorang Daois diharapkan dapat mencapai ?kondisi Dao? atau meleburkan diri dengan Dao; dimana kondisi itu dapat pula disebut Dedaochengxian atau ?Merealisasi Dao Menjadi Dewa Abadi.? Dao adalah sesuatu yang tak terbatasi oleh ruang dan waktu, sehingga apabila seseorang berhasil merealisasinya, maka secara otomatis ia juga tak akan terikat lagi oleh ruang dan waktu. Inilah yang disebut xian atau ?dewa abadi.? Selanjutnya Kitab Xiaomojing mengatakan bahwa Dao bersifat abadi, yang tiada dibatasi lagi oleh ruang dan waktu, serta tidak mengandung lagi unsur batin maupun fisik. Barangsiapa yang merealisasi atau menyatu dengan Dao akan mengalami kondisi seperti itu. Laozi bersabda, ?Dao tidak lagi mengalami kelahiran dan kematian; sebaliknya, yang memiliki bentuk itulah yang mengalami kematian serta kelahiran. Dengan demikian, sesuatu yang memiliki bentuk tidak dapat dianggap sebagai bagian Dao yang terbebas dari kelahiran dan kematian.?

Berdasarkan uraian di atas, jelas sekali bahwa tujuan terakhir seorang Daois adalah merealisasi Dao. Bila demikian halnya, akan timbul pertanyaan, bagaimanakah kondisi spiritual tersebut direalisasi? Jawabnya sederhana, yaitu dengan mengembangkan de. De dapat diartikan sebagai kebajikan atau sikap yang luhur. De dapat sebagai Dao yang bersemayam dalam diri semua makhluk. Dengan demikian, Daoisme meyakini bahwa setiap makhluk memiliki Dao. Berdasarkan konsep ini, dapat disimpulkan bahwa bahkan kuman sekalipun juga memiliki kebajikan dalam dirinya. Hanya saja kita belum tentu dapat mengenali kebajikan mereka. Umat manusia sendiri, kendati dianggap makhluk paling mulia, juga kerap mengembangkan kebajikan tingkat rendah, yakni hanya mementingkan diri sendiri atau kelompoknya saja dan jarang memupuk kebajikan universal. Dengan bersikap ?tidak membeda-bedakan,? baik terhadap status sosial atau kelompok lain, barulah seseorang dapat mengembangkan kebajikan universal. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar Daoisme bahwa segala sesuatu berasal dari Dao, sehingga tak layak dibeda-bedakan. Mereka yang menjauhi Dao itulah yang mulai kehilangan de.

__._,_.___
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Y! Groups blog

the best source

for the latest

scoop on Groups.

.

__,_._,___
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages