Re: [budaya_tionghua] Fw: Re:Kenapa arang Cina tidak tertarik jadi tentara

48 views
Skip to first unread message

drir...@aol.com

unread,
Mar 5, 2006, 12:10:42 PM3/5/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Kalau boleh saya tambahkan dari postingan Bung Chan CT. Menurut saya memang
orang Cina takut jadi tentara, tapi disisi lain orang Tionghoa tidak masalah,
mereka malah sadar perlunya partisipasi kedalam suatu sistem, hanya sayangnya
memang banyak rintangan konkrit maupun abstrak yang mereka hadapi.

salam,
Dr.Irawan.


[Non-text portions of this message have been removed]



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese


YAHOO! GROUPS LINKS



RM Danardono HADINOTO

unread,
Mar 5, 2006, 4:24:54 PM3/5/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Saya punya teman sekelas, etnis Tionghoa dari Kalimantan Barat waktu
SMA. Ketika itu pecah konflik Irian Barat. Dia ingin sekali
mendaftar sebagai sukarelawan untuk didrop disana.

Saya yakin, kalau dibuka kesempatan pendidikan prajurit, bintara
maupun perwira bagi saudara saudara Tionghoa, mereka akan
mendaftarkan diri. Saya cukup banyak teman Tionghoa untuk memastikan
ini.

Keprajuritan bukan monopoly etnis tertentu. Di zaman perang
Diponegoro, ada satu kesatuan Tionghoa yang bahu membahu memerangi
pasukan Belanda.

Salam

danardono

Tantono Subagyo

unread,
Mar 5, 2006, 5:26:59 PM3/5/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Saya jadi ingat pertuah orang tua saya (alm) maaf kalau salah tulis:
Hao Thie Pu Ta Thing
Hao Ren Pu Tang Ping

Yang isinya :
Besi baik tak akan ditempa jadi paku
Orang baik tak akan menjadi tentara

baik disini berarti kualitas, pintar, jujur dls.  Kalau lihat begini mungkin
ini petuah yang timbul karena pengalaman berpulu tahun di Cina sebagai orang
"tersisih" yang harus keluar merantau dan tersisih lagi lalu didiskrimasi
oleh "penguasa".  Jadi nampaknya ini sindrom "tersisih" yang harus
dihilangkan.  Sama dengan sindrom "tersisih" ala Jawa yang menganggap
menjadi "pamongpraja" lebih mulia daripada jadi "pedagang" karena pedagang
harus menipu untuk menyembunyikan profitnya.  Sindrom yang harus dihilangkan
juga karena pada hakekatnya semuaprofesi sama.

Best regards, Tantono Subagyo



[Non-text portions of this message have been removed]

dewa mabuk

unread,
Mar 5, 2006, 11:12:44 PM3/5/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Oh ya...? Orang Cina memang takut menjadi tentara?
  
  Kalau yang dimaksud oleh saudara Dr. Irawan adalah "Orang Cina Daratan" (Zhong Guo Ren), maka kita harus kembali membaca buku-buku yang berisi informasi kemiliteran, yang diterbitkan oleh negara-negara barat sekalipun. Di situ akan tampak, bahwa dari segi JUMLAH, tentara Cina merupakan angkatan perang yang personelnya terbanyak di dunia. (+/- 3 juta personel, dan mulai dikurangi untuk hanya menjadi  2 juta; alasan pengurangan adalah efisiensi, bukan karena takut menjadi tentara).
  
  Kalau bicara mengenai keengganan menjadi tentara, sejak jaman dulu di masyarakat Cina daratan, sudah ada pepatah : " besi yang baik tidak akan dibuat menjadi paku, orang yang baik tidak akan dijadikan tentara".  Jadi, faktornya adalah enggan, bukan takut. (makanya dari 1,3 miliar penduduk, hanya 3 juta yang menjadi militer). Meskipun demikian, jumlah itupun sudah dipermasalahkan oleh negara lain.
  
  Harus pula diingat, bahwa hampir di semua negara di dunia prosentase personel militer dibandingkan jumlah penduduknya adalah kecil.

  Kalau yang dimaksudkan adalah orang Cina Perantauan (Hua Ren), maka kita harus secara obyektif melihat lingkungan ketentaraan di mana si Hua Ren  dibicarakan. Jika di bidang kemiliteran setempat ternyata tidak mempunyai kesempatan yang sama dengan kelompok lain untuk dapat mencapai jenjang profesi militer tertinggi, mengapa tidak memilih berkiprah di bidang lain yang memberikan kemungkinan mencapai jenjang profesi yang tertinggi? Di sini --sekali lagi--  masalahnya bukan takut, tapi  kenyataan hidup.
  
  Harap dipahami, bahwa  kebutuhan untuk mendapatkan kesamaan kesempatan untuk mencapai jenjang profesi tertinggi tidak ada sangkut-pautnya dengan pengabdian; melainkan bersangkut-paut dengan profesionalisme. Kita boleh bertanya kepada hati nurani kita masing-masing, mau nggak bekerja menjadi militer tapi nggak punya kesempatan untuk mencapai jenjang jenderal (dengan asumsi bahwa masing-masing  dari kita tahu, bahwa untuk menjadi jenderal, diperlukan orang yang istimewa).
  
  Yang jelas, soal berani atau takut menjadi tentara bukanlah masalah ras atau golongan. Setiap ras, suku atau golongan pasti mempunyai sekelompok anggota masyarakat yang mau dan dan berani menjadi militer, bahkan sampai ke level pasukan khusus dan pasukan berani mati.    
  
  
  Khiong Ciu,
  
  Tjoei Sian
 
drir...@aol.com wrote:
  Kalau boleh saya tambahkan dari postingan Bung Chan CT. Menurut saya memang
orang Cina takut jadi tentara, tapi disisi lain orang Tionghoa tidak masalah,
mereka malah sadar perlunya partisipasi kedalam suatu sistem, hanya sayangnya
memang banyak rintangan konkrit maupun abstrak yang mereka hadapi.

salam,
Dr.Irawan.


           
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze.

[Non-text portions of this message have been removed]

D.O.C 107

unread,
Mar 5, 2006, 12:27:17 PM3/5/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Maslahnya dalam ketentaraan itu sendiri pendiskriminasiannya justru nampak
sekali mencolok jika saat latihan...

Boleh dicoba sendiri rasanya diperlakukan "kurang" saat latihan..
Jangankan yang masih pratu ataupun pradu..
yang sudah berpangkat sendir jangan harap punya anak buah!

Itu kasus yang menimpa tionghoa saat aktif dikemiliteran...

& ini aib yang jarang bahkan tak diakui oleh pihak militer...

D.O.C 107



On 3/6/06, drir...@aol.com <drir...@aol.com> wrote:
>
> Kalau boleh saya tambahkan dari postingan Bung Chan CT. Menurut saya
> memang
>


[Non-text portions of this message have been removed]




Linda Harsini

unread,
Mar 5, 2006, 8:27:18 PM3/5/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Bp. Danardono yg baik,

Bolehkah saya tanya:

Di zaman perang Diponegoro, ada satu kesatuan Tionghoa yang bahu membahu
memerangi pasukan Belanda. -----> Apakah yg dimaksud adalah Po An Tui?
Apakah bisa di ceritakan lebih jauh?

Terima kasih sebelumnya.






-----Original Message-----
From: budaya_...@yahoogroups.com
[mailto:budaya_...@yahoogroups.com] On Behalf Of RM Danardono
HADINOTO
Sent: Monday, March 06, 2006 4:25 AM
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Fw: Re:Kenapa arang Cina tidak tertarik jadi
tentara

Saya punya teman sekelas, etnis Tionghoa dari Kalimantan Barat waktu
SMA. Ketika itu pecah konflik Irian Barat. Dia ingin sekali mendaftar
sebagai sukarelawan untuk didrop disana.

Saya yakin, kalau dibuka kesempatan pendidikan prajurit, bintara maupun
perwira bagi saudara saudara Tionghoa, mereka akan mendaftarkan diri.
Saya cukup banyak teman Tionghoa untuk memastikan ini.

Keprajuritan bukan monopoly etnis tertentu. Di zaman perang Diponegoro,
ada satu kesatuan Tionghoa yang bahu membahu memerangi pasukan Belanda.

Salam

danardono



--- In budaya_...@yahoogroups.com, drirawan@... wrote:
>
> Kalau boleh saya tambahkan dari postingan Bung Chan CT. Menurut
saya memang
> orang Cina takut jadi tentara, tapi disisi lain orang Tionghoa
tidak masalah,
> mereka malah sadar perlunya partisipasi kedalam suatu sistem,
hanya sayangnya
> memang banyak rintangan konkrit maupun abstrak yang mereka hadapi.
>
> salam,
> Dr.Irawan.
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
Yahoo! Groups Links









steeve haryanto

unread,
Mar 5, 2006, 10:47:22 PM3/5/06
to budaya_...@yahoogroups.com

--- Tantono Subagyo <tan...@gmail.com> wrote:
<...deleted...>
> baik disini berarti kualitas, pintar, jujur dls.
> Kalau lihat begini mungkin
> ini petuah yang timbul karena pengalaman berpulu
> tahun di Cina sebagai orang
> "tersisih" yang harus keluar merantau dan tersisih
> lagi lalu didiskrimasi
> oleh "penguasa".  Jadi nampaknya ini sindrom
> "tersisih" yang harus
> dihilangkan.  Sama dengan sindrom "tersisih" ala
> Jawa yang menganggap
> menjadi "pamongpraja" lebih mulia daripada jadi
> "pedagang" karena pedagang
> harus menipu untuk menyembunyikan profitnya.
> Sindrom yang harus dihilangkan
> juga karena pada hakekatnya semua profesi sama.
>
> Best regards, Tantono Subagyo
Tanggapan:
Betul kawan, saya sependapat.Dari kalangan orang
tionghoa sendiri harus ada suatu "pendobrakan" pola
pikir seperti tersebut diatas.Kemudian pembelengguan
atas hak - hak azasi orang tionghoa sudah begitu lama
terlampir dalam setiap sendi - sendi kehidupannya.Jadi
sudah seperti tulisan dari Yang Kuasa "...kalau kita
terlahir sebagai orang tionghoa maka blabla saja yang
bisa dilakukan...tidak bisa lebih dan tidak bisa
kurang".Pada kesimpulannya adalah dua belah pihak baik
pribumi atau non pribumi (apa pun etnisnya) harus
berani untuk siap menerima kehadiran satu sama
lainnya.Sebenarnya masalah pri dan non pri itu hanya
masalah waktu saja siapa yang duluan menempati suatu
daratan atau daerah.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


Lucas Ony

unread,
Mar 5, 2006, 11:45:02 PM3/5/06
to budaya_...@yahoogroups.com
ayah saya keturunan Tionghoa, pensiunan TNI-AD
kakek saya keturunan Tionghoa, masuk Laskar Tionghoa di bawah divisi Ronggolawe dalam revolusi fisik menghadapi Agresi Militer Belanda..

paman2 saya juga keturunan Tionghoa juga pensiunan TNI-AD
ayah kawan saya sampai sekarang masih dinas di TNI-AD dengan pangkat Letjen

jadi sebenarnya ada, hanya saja belum semua orang mencari infonya, jadi dianggap pukul rata saja..
tapi entah juga ya kebijakan sekarang bagaimana.. ayah saya dan paman2 saya serta kakek saya bertugas di militer kan jaman sebelum orde baru

Kind regards,
Ony
------------------------------------------------------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS

    a..  Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
     
    b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
     budaya_tiongh...@yahoogroups.com
     
    c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


------------------------------------------------------------------------------




[Non-text portions of this message have been removed]




Lucas Ony

unread,
Mar 5, 2006, 11:57:22 PM3/5/06
to budaya_...@yahoogroups.com
istilah "pri" dan "non pri" sebetulnya hanya warisan kolonialisme..
seharusnya kita tidak menggunakannya lagi kecuali kalau memang masih menganut paham neo-kolonialisme, atau menyenangi warisan kolonialisme, atau memang pecinta politik Devide Et Impera


Kind regards,
Ony


  ----- Original Message -----
  From: steeve haryanto
  To: budaya_...@yahoogroups.com
------------------------------------------------------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS

    a..  Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
     
    b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
     budaya_tiongh...@yahoogroups.com
     
    c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


------------------------------------------------------------------------------



[Non-text portions of this message have been removed]




Ambon

unread,
Mar 6, 2006, 12:00:13 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Katnay Diponegor itu berontak karena tanahnya diambil oleh Belanda.   Tempo
doeloe Hindia Belanda agaknya orang Tionghoa tidak diizinkan mempunyai hak
memiliki tanah. Jadi saya baru tahu bahwa ada kesatuan Tionghoa yang turut
Diponegoro.

melani chia

unread,
Mar 6, 2006, 12:15:42 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Kayak ngak tau aja org tionghoa selain suka mengalah,jg tdk takut mati,jd tentara bukan hal yg sangat perlu dijadikan topic hangat,kalau org tionghoa disuruh masuk tentara jaman orba,....o...repottttttttt...bung..kayak ngak tau aja.....diskriminasi....
           
---------------------------------
To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo! Security Centre.


[Non-text portions of this message have been removed]



drir...@aol.com

unread,
Mar 6, 2006, 12:32:53 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
In a message dated 3/5/2006 8:12:54 PM Pacific Standard Time,
cuei_p...@yahoo.com writes:
Oh ya...? Orang Cina memang takut menjadi tentara?
  
  Kalau yang dimaksud oleh saudara Dr. Irawan adalah "Orang Cina Daratan"
(Zhong Guo Ren), maka kita harus kembali membaca buku-buku yang berisi informasi
kemiliteran, yang diterbitkan oleh negara-negara barat sekalipun. Di situ akan
tampak, bahwa dari segi JUMLAH, tentara Cina merupakan angkatan perang yang
personelnya terbanyak di dunia. (+/- 3 juta personel, dan mulai dikurangi untuk
hanya menjadi  2 juta; alasan pengurangan adalah efisiensi, bukan karena
takut menjadi tentara).
  


Maaf saya rasa anda salah mengertikan satire saya. Jadi nothing to do dengan
orang Chinese di daratan Tiongkok. Yang saya maksudkan orang Cina adalah orang
yang menyebut dirinya Cina, karena orang yang macam demikian biasanya tidak
mempunyai kepribadian atau oportunis sebab mereka tidak merasa dilecehkan atau
pura2 tidak tahu dilecehkan dengan istilah Cina.

Kalau orang Tionghoa adalah mereka yang tidak mau disebut Cina karena tahu
bahwa istilah Cina itu bersifat melecehkan. Nah orang2 semacam ini biasanya
mempunyai kepribadian yang mantap. Karena mereka mempunyai harga diri, dan pada
umumnya mempunyai rasa tanggung jawab dan kebersamaan yang kuat. Mereka umumnya
mengadopt pepatah : "Dimana kaki berpijak disana langit dijunjung" atau
konkritnya kalau yang tidak tahu peribahasa : DiIndonesia kita tinggal maka kepada
Republik Indonesia kita mengabdi".

Saya tidak mau memperdebatkan istilah Cina dan Tionghoa karena lagi tidak
punya banyak waktu sekarang , silahkan baca www.indonesiamedia.com scroll kebawah
click "Cina atau Tionghoa".

salam,
Dr.Irawan. 


[Non-text portions of this message have been removed]

steeve haryanto

unread,
Mar 6, 2006, 1:05:34 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
--- Ambon <s...@swipnet.se> wrote:
> Katnay Diponegor itu berontak karena tanahnya
> diambil oleh Belanda.   Tempo
> doeloe Hindia Belanda agaknya orang Tionghoa tidak
> diizinkan mempunyai hak
> memiliki tanah. Jadi saya baru tahu bahwa ada
> kesatuan Tionghoa yang turut
> Diponegoro.
> ----- Original Message -----
> From: "Linda Harsini"
>...deleted...
> > Di zaman perang Diponegoro, ada satu kesatuan
> Tionghoa yang bahu membahu
> > memerangi pasukan Belanda. -----> Apakah yg
> dimaksud adalah Po An Tui?
Tanggapan:
kawan ... saya juga pernah membaca artikel disalah
satu buku, cuma sayang banget saya lupa judul dan
tempat membacanya, karna waktu itu cuma sekedar iseng
saja sambil menunggu kawan di mall.
Saya membaca apa benar pembrontakkan PRRI/Permesta itu
adalah sekelompok orang - orang tionghoa yang
membakang pemerintah orde lama? atau yang di danai
oleh orang - orang tionghoa di Bandung dan Jakarta.
Benarkah demikian ... mohon pencerahannya?
Terimakasih,
Steeve


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


FBY

unread,
Mar 6, 2006, 1:20:11 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Mungkin bisa dibaca artikel ini
http://www.kelenteng.com/lionghokbio-magelang/
yang ditulis oleh adik kakek saya dulu waktu jadi pengruus klenteng Magelang.
Sedikit anekdot mengenai hubungan dgn perang Diponegoro.
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>


--
Jual foto digital anda di internet!
http://submit.shutterstock.com/?ref=6953

Akhmad Bukhari Saleh

unread,
Mar 6, 2006, 1:25:38 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
----- Original Message -----
From: D.O.C 107
To: budaya_...@yahoogroups.com
Sent: Monday, 06 March, 2006 00:27
Subject: Re: [budaya_tionghua] Fw: Re:Kenapa orang Cina tidak tertarik jadi
tentara

> Maslahnya dalam ketentaraan itu sendiri pendiskriminasiannya justru nampak
> sekali mencolok jika saat latihan...
> Boleh dicoba sendiri rasanya diperlakukan "kurang" saat latihan..
> Jangankan yang masih pratu ataupun pradu..
> yang sudah berpangkat sendir jangan harap punya anak buah!
> Itu kasus yang menimpa tionghoa saat aktif dikemiliteran...
> & ini aib yang jarang bahkan tak diakui oleh pihak militer...

-----------------------------------------

Bisa DOC-heng sebut contoh yang jelas? Saya sangsikan terjadinya hal itu.

Lebih setahun lalu soal ini sudah dibahas juga di milis ini dengan cukup
panjang-lebar.

Saya kenal seorang ace-fighter di Angk. Udara yang hebat, pernah jadi
instruktur utama di sekolah penerbang tempur (jabatang paling bergengsi di
AURI), akhirnya jadi marsekal bintang-1 di tahun awal 90-an. Saya kenal
seorang special-force di Angk. Darat yang hebat, pernah komandan Yonif-328
(batalyon no-1 di TNI), akhirnya jadi jadi jenderal bintang-2 di tahun akhir
90-an. Saya kenal seorang nakhoda di Angk. Laut yang hebat, pernah jadi
panglima armada, dan akhirnya jadi laksamana bintang-4 (pangkat tertinggi)
di tahun awal 2000-an! Semuanya orang Tionghoa!!
Itu baru contoh dari yang saya kenal pribadi di masing-masing angkatan.

Kalau dilihat persentasenya, jumlah orang Cina, dan juga orang Minang
misalnya, yang jadi jenderal, laksamana, marsekal di tentara Indonesia,
lebih besar dari misalnya orang Batak...
Tentu saja karena jumlah orang Batak di tentara jauh lebih banyak dari orang
Cina dan orang Minang!
Tetapi apakah ini karena orang Batak diprioritaskan masuk tentara sedangkan
orang Cina dan orang Minang didiskiriminasi mendaftar ke Akabri? Tidak juga!
Memang secara karakter, suku Batak senang masuk tentara, sedangkan suku
Minang dan suku Cina agak kurang senang. That's all, and there's nothing
wrong with that.
Sejalan dengan tinjauan karakter kesukuan ini, kalau dilihat lebih cermat,
sebetulnya cukup banyak orang Cina masuk tentara (dan juga polisi), tetapi
bukan di core competency kemiliteran (sebagai tenaga tempur), melainkan
sebagai tenaga medis/dokter. Dan karier mereka sebagai perwira kesehatan
lancar-lancar saja, dan ada juga yang sampai 'pangkat bintang' dengan
menjadi direktur kesehatan suatu angkatan (jabatan medical service yang
tertinggi di tentara).

Di Tiongkok sendiri pun ada suku-suku yang suka jadi tentara, sementara
suku-suku lain kurang suka.
Barangkali orang Selatan (yang banyak migrasi ke Nanyang) memang kurang suka
masuk tentara. Misalnya di Malaysia, yang Nanyang juga, fenomenanya pun
begitu.
Di kawasan Nanyang lainnya, Singapura, juga kita lihat minat masuk tentara
pada rakyatnya rendah, sehingga ada kampanye besar-besaran membujuk warga
masuk tentara (ini hanya ada di Singapura), dan itu pun tidak cukup,
akhirnya perlu ada wajib militer (yang tidak ada di Malaysia dan Indonesia)

Saya di tahun 70-an sampai 90-an banyak berinteraksi dengan tentara
Singapura. Saya lihat jumlah tentara yang dari suku Melayu dan Keling cukup
banyak dibanding persentase demografis-nya. Tetapi yang sampai ke 'pangkat
bintang' tidak ada (setidaknya waktu itu, entah sekarang). Apakah itu karena
diskriminasi? Pejabat Indonesia dan Malaysia pernah melontarkan sindiran
tentang penganak-emasan karier suku Cina di tentara Singapura, tetapi
dibantah pihak Singapura.
Saya sendiri pun yakin tidak begitu halnya, tetapi hanya masalah kompetensi
SDM saja. Di ketentaraan negeri lain begitu juga, termasuk Indonesia.

Wasalam.



Ambon

unread,
Mar 6, 2006, 3:13:08 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Diserahkan kepada yang memiliki referensi untuk memberitahukan agar kita
menjadi lebih tahu.


----- Original Message -----
From: "steeve haryanto" <stv7...@yahoo.com>
To: <budaya_...@yahoogroups.com>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>

dewa mabuk

unread,
Mar 6, 2006, 5:02:51 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
oh....kalau pengertian Cina-nya seperti itu ya tak ada komentarlah...nggak usah baca www.indonesiamedia.com segala; kasus ditutup.   c",)


  Khiong Ciu,
  
  Tjoei Sian
 
drir...@aol.com wrote:
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze.

[Non-text portions of this message have been removed]

eko adi

unread,
Mar 6, 2006, 2:40:31 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Apakah orang Tionghoa benar-benar nasionalis? Mau
menyelematkan Indonesia dari kehancuran akibat RUU
ini?
Tolak dan tunjukan penolakanmu.

Salam,
Adi


(dari milis teman kita)
Sehubungan dengan pembahasan RUU Anti Pornografi dan
Pornoaksi (RUU APP)
yang sudah semakin gencar akhir2 ini, dan sehubungan
dengan adanya kasus
polisi/hakim moral di Tangerang
(http://kompas.com/kompas-cetak/0603/02/utama/2478744.htm)
maupun Batam
(http://www.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?fileid=20060227.D02)
beberapa terakhir belakangan ini, maka mungkin sudah
sepantasnya kita --
yang mungkin merasa miris dengan kejadian seperti itu
-- untuk
menyuarakan kekhawatiran yang mungkin sudah timbul di
hati kita.
Kalau tanpa payung hukum seperti RUU APP ini saja,
sudah ada yang berani
bertindak menjadi polisi/hakim moral yang merasa
dirinya lebih baik dan
lebih alim dibanding yang lain, bisa dibayangkan
kemunafikan seperti apa
yang kelak akan terjadi di negeri ini kalau RUU APP
dalam bentuk nya
seperti sekarang jadi diundang-undangkan.

RUU APP ini harus dibatalkan, atau setidaknya
dilakukan revisi ulang.
(catatan : buat yang belum mengetahui bagaimana draft
isi dari RUU ini,
bisa didownload file nya dari situs www.dpr.go.id ,
atau kirim email
kepada saya : deddy....@gmail.com untuk mendapatkan
soft copy nya).

Karena itu, saat ini, kalau ada yang berminat untuk
menyuarakan suara
dan kekhawatirannya, silahkan berikan suara anda
melalui petisi online :
http://www.petitiononline.com/ruuapp/petition.html

Untuk mengisi petisi nya dibutuhkan waktu yang sangat
sebentar...hanya 1
menit maksimal :)

Petisi ini akan coba dikomunikasikan ke sebanyak
mungkin milis yang ada,
dan jg mungkin ke beberapa media massa online yg
(moga-moga) bersedia
memberikan sedikit publikasi akan hal ini. Kalau suara
yang terkumpul
cukup banyak, kita akan mencoba membawa hasil petisi
ini ke DPR atau
pemerintah melalui sekretariat dari kedua lembaga itu.
Entah mereka
bakal mau dengar atau tidak, tapi setidaknya kita
sudah melakukan apa
yang mungkin untuk kita lakukan...dan hasilnya sudah
bukan bagian kita
lagi untuk menentukan :)

Kalo ada yg mau sedikit repot, mohon bantuannya untuk
menyebar luaskan
petisi online ini kepada milis2 komunitas orang
Indonesia apa saja yg
diikuti.
Tapi, bagi yang mungkin tidak terlalu mau memusingkan
hal seperti ini,
tidak apa-apa...silahkan aja dilewatkan email ini, dan
tidak usah
dianggap terlalu serius...dan mohon maaf untuk group
email nya...:)

Mungkin ada yang beranggapan tindakan seperti ini
hanya lah seperti
menggarami lautan...sia-sia... :) Tapi, bukan kah
"perjalanan seribu lie
itu dimulai oleh langkah pertama"? Dan kalau setiap
orang bersikap
pesimis dalam segala hal, maka tidak akan ada satu hal
pun yang akan
pernah mampu kita capai.

We do our part, the rest is not ours to decide...

Suara kita mungkin kecil, tapi tetap suara adalah
untuk dipergunakan...
Bersuara sekarang, atau kesempatan itu akan hilang
selamanya...

Salam,
-d-



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


Yan Widjaja

unread,
Mar 6, 2006, 10:48:05 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com

  Tolak dengan suara bulat RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi!
  Hakekatnya itu adalah pemaksaan hukum Syariah untuk menggantikan UUD Republik Indonesia!
  Bila RUU tersebut sampai digoalkan maka negeri ini akan mundur 100 tahun ke belakang! Semua bioskop, gedung kesenian, gedung sandiwara, ditutup!
  Bayangkan semua patung megah (perhatikan semua patung itu hampir 99 persen telanjang!) yang menghiasi Jakarta, candi di Jawa Tengah (termasuk Borobudur, Prambanan, Mendut dll) akan diruntuhkan!
  Penduduk Pulau Bali, Lombok, Papua, Jogjakarta, Jawa Barat dll, akan memisahkan diri dari Republik Indonesia untuk menjadi negara sendiri! Daripada semua rakyatnya ditangkapi dan dijebloskan ke dalam penjara, hanya karena memakai koteka, bikini, atau sarung kemben, dilarang menari jaipong dsb.nya!
Marilah kita menyatukan suara, Tolak!
  Salam,
  Yan W.

 
eko adi <penyo...@yahoo.com> wrote:
    Apakah orang Tionghoa benar-benar nasionalis? Mau
menyelematkan Indonesia dari kehancuran akibat RUU
ini?
Tolak dan tunjukan penolakanmu.

Salam,
Adi


           
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.


[Non-text portions of this message have been removed]


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



Golden Horde

unread,
Mar 6, 2006, 9:46:14 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com


Waktu perang Diponegoro 1925-1930, memang ada beberapa orang
Tionghoa yang bergabung dengannya, tetapi ini hal ini tidak
menghalangi terjadinya pembunuhan2 terhadap warga etnis Tionghoa
(seperti yang terjadi di Lasem) selama peperangan, dan yang menjadi
sasaran pembunuhan2 pada saat itu adalah orang2 Eropah dan Tionghoa
Banyak penyebab terjadinya perang Diponegoro di saat itu, salah
satunya adalah masalah pajak dan pabean yang ditarik pada tempat
pabean (tol), yang kebanyakan disewakan kepada orang Tionghoa
(Sartono Kartodirjo: Pengantar sejarah Indonesia baru 1500-1900) dan
penyebab lainnya adalah  yaitu pada tahun 1823, Gubernur Jenderal
van der Capellen (1816-26) mengambil keputusan untuk mengakhiri
penyelewengan2 di seputar penyewaan tanah swasta di Jawa Tengah. Dia
memerintahkan agar sewa-menyewa semacam itu dihapuskan. Para
bangsawan yang telah menyewakan tanah mereka, kini tidak hanya
kehilangan sumber pendapatan, tetapi juga harus mengembalikan uang
muka yang telah dibayarkan oleh penyewa2 orang Eropah dan Tionghoa
serta membayar ganti rugi kepada para penyewa atas biaya berbagai
perbaikan yang telah mereka (Eropah & Tionghoa) lakukan di tanah
tersebut (Ricklefs: Sejarah Indonesia Modern 1200-2004


====================================================================



--- In budaya_...@yahoogroups.com, FBY <biawak99@...> wrote:
>
> Mungkin bisa dibaca artikel ini
> http://www.kelenteng.com/lionghokbio-magelang/
> yang ditulis oleh adik kakek saya dulu waktu jadi pengruus
klenteng Magelang.
> Sedikit anekdot mengenai hubungan dgn perang Diponegoro.
>
>
> On 3/6/06, steeve haryanto <stv75_id@...> wrote:

RM Danardono HADINOTO

unread,
Mar 6, 2006, 11:15:18 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Tidak saja dalam kesatuan ranggalawe, namun juga Brigade Garuda
Mataram yang menyerang pemberontak Andi Azis juga mencakup prajurit
Tionghoa.

Salam

danardono



--- In budaya_...@yahoogroups.com, "Lucas Ony"
>   .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@... :.
>
>
>
>   SPONSORED LINKS Indonesia  Culture  Chinese 
>
>
> -------------------------------------------------------------------
-----------
>   YAHOO! GROUPS LINKS
>
>     a..  Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
>      
>     b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
>      budaya_tiongh...@yahoogroups.com
>      
>     c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms
of Service.
>
>
> -------------------------------------------------------------------
-----------
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



RM Danardono HADINOTO

unread,
Mar 6, 2006, 11:31:07 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Bukan, kesatuan Tionghoa yang berjuang bersama pangeran Diponegoro
jauh lebih dahulu daripada kesatuan Po An Tuy, yang exist dimasa
perang kemerdekaan.
bacalah berita berikut tulisan sdr. Sie Hok Tjwan, yang menulis
mengenai sahabat ayah almarhum, yakni pak Toni Wen:

"Di Jawa-Tengah olahragawan populer Tony Wen mengumumkan mendirikan
pasukan kamikaze dipihak Republik. Dia bersama isterinya mendapat
tepuk-tangan yang gemuruh.

Soal pembunuhan besar2an di Sulawesi oleh Kapten Westerling, tidak
banyak diketahui orang, bahwa kejahatan itu telah dihentikan oleh
tindakan seorang tua Tionghoa-peranakan bernama Kong Siu Tjoan. Dia
memberitahukan konsul Tionghoa Wang Tek Fun sedang terjadinya
pembunuhan sewe-nang2 terhadap penduduk setempat dan minta segera
diambil tindakan.

Konsul Wang Tek Fun datang berserta gubernur Belanda dan kedua orang
ini memerintahkan pasukan2 istimewa Belanda dibawah Westerling untuk
seketika menghentikan perbuatannya.

Di Jakarta terbentuk Pao An Tui. Didalam memo-arnya almarhum Oei
Tjoe Tat ditegaskan bahwa anggapan Pao An Tui kakitangan Belanda
adalah tidak benar.

Pao An Tui ciptaan Soetan Sjahrir dari pihak Republik dan Oei Kim
Sen yang kemudian menjadi komandan Pao An Tui dengan tujuan mem-
bantu menjaga keamanan. Hal ini telah dibe-narkan Soebadio
Sastrosatomo (sekarang almarhum), tokoh PSI dan tangan kanan Soetan
Sjahrir.

Pao An Tui Jakarta tidak pernah kolaborasi dengan penguasa kolonial.
Sebaliknya mereka sangat anti-Belanda. Memang ada elemen2 tertentu
di beberapa daerah yang pro-Nica (Netherlands-Indies Civil
Administration).

Sifat ini tidak beda dengan golongan2 lain. Di semua golongan, Pri
maupun non-Pri, terdapat orang2 yang pro-Nica. Pembunuhan orang2
Tionghoa oleh ge-rombolan2 yang tidak bertanggung-jawab se-perti di
Tangerang dan lain-lain tempat mem-buat orang2 mencari perlindungan
pada Nica dan mereka yang terkena berpaling ke Nica.

Kesalahan pimpinan politik minoritas Tionghoa, pada tahun 1946 mem-
veto pembentukan batalyon Tionghoa untuk ikut serta dalam perjoangan
merebut kemerdekaan Indonesia.

Sesuai contoh kesatuan Nisei, keturunan Jepang di USA, yang ikut
perang dipihak Sekutu dalam perang dunia ke II. Pimpinan keturunan
Tionghoa menolaknya dan sebaliknya menganjurkan tiap orang Tionghoa
yang ikut gerilya melebur dalam kesatuan2 Pribumi menurut aliran
masing2. Akibatnya kini, minoritas Tionghoa sebagai golongan
dipandang tidak ikut berjoang.

Sebagai sesama bangsa Asia banyak orang Tionghoa solider dengan
perjoangan kemerdekaan Indonesia melawan kekuasaan Barat. Tercantum
di ingatan orang2 Tionghoa, pada tahun-tahun 1930-an di satu taman
di bagian konsesi Inggris di Shanghai terdapat tanda larangan masuk
untuk "anjing2 dan orang2 Tionghoa".

Tiongkok berkepentingan melenyapkan kekuasaan kolonial dari bumi
Asia. Di Indonesia chalayak ramai pada umunya tidak mengenal orang2
Tionghoa yang dianugerahi bintang gerilya. Saya kenal orang Tionghoa-
totok Sutrisna Lukman (almarhum Lauw Kim Seng) yang 3 kali mendapat
bintang gerilya untuk jasanya mendatangkan senjata api diwaktu
revolusi. Di Indonesia yang berkuasa di depan dan dibelakang layar
adalah kaum veteran, yaitu bekas pejoang kemerdekaan. Dengan
bataljon sendiri, minoritas Tionghoa akan mempunyai KURSI dan SUARA
di kalangan veteran dan kedudukannya akan lebih kuat..."

Salam

danardono


--- In budaya_...@yahoogroups.com, "Linda Harsini"
> .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@... :.
> Yahoo! Groups Links
>




ulysee

unread,
Mar 6, 2006, 12:06:49 PM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Terus kawannya jadi mendaftar tidak romo?
Terus diterima atau tidak?

Saya sih tidak yakin,
walaupun dibuka kesempatan akademi militer seluas luasnya, yang tionghoa
akan mendaftarkan diri. Ini baru urusan DAFTAR lhoh ya.

Jadi kepingin tahu, kok romo bisa yakin kenapa
Dan kepingin juga dengar pengalaman teman-teman romo yang bisa
memastikan hal itu.
Terlalu merepotkan tidak kalau diceritakan disini?

Moderator, enggak OOT khan kalu cerita pengalaman sedemikian?


-----Original Message-----
From: RM Danardono HADINOTO [mailto:rm_dan...@yahoo.de]
Sent: Monday, March 06, 2006 4:25 AM
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Fw: Re:Kenapa arang Cina tidak tertarik jadi
tentara


Yahoo! Groups Links







ulysee

unread,
Mar 6, 2006, 12:06:49 PM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Lucas-Ony n all,
gue lagi cari info soal tionghoa yang masih aktif di TNI, kira-kira lu
bisa bantu gue ngga?

Sebab gue penasaran banget, diskriminasi yang macam apa sih yang terjadi
gitu lhoh.

Di sebelah malah ada yang bilang sebaliknya,
tionghoa yang di AD bukan didiskriminasi malahan dimanjain.
Nah menurut gue gossip ini juga perlu dibuktikan dan dilurusin.

Khan cialat kalau prasangka-prasangka semacam ini dipiara terus.
Yang tionghoa ribut 'didiskriminasi'
Yang bukan tionghoa  ribut tionghoa terlalu 'dimanja'

Kapan mau harmonynya dunks kalu begindang, ya nggak?
Yahoo! Groups Links







ulysee

unread,
Mar 6, 2006, 12:06:49 PM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Ciperlakukan 'kurang' waktu latihan itu misalnya gimana DOC?

Misalnya yang lain disuruh lari sepuluh keliling yang tionghoa cuman
lima keliling, gitu? 

-----Original Message-----
From: D.O.C 107 [mailto:darwinter...@gmail.com]
Sent: Monday, March 06, 2006 12:27 AM
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Fw: Re:Kenapa arang Cina tidak tertarik
jadi tentara


Maslahnya dalam ketentaraan itu sendiri pendiskriminasiannya justru
nampak sekali mencolok jika saat latihan...

Boleh dicoba sendiri rasanya diperlakukan "kurang" saat latihan..
Jangankan yang masih pratu ataupun pradu.. yang sudah berpangkat sendir
jangan harap punya anak buah!

Itu kasus yang menimpa tionghoa saat aktif dikemiliteran...

& ini aib yang jarang bahkan tak diakui oleh pihak militer...

D.O.C 107


Lucas Ony

unread,
Mar 6, 2006, 11:33:15 AM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
sebab jaman Orba, kepentingan CIA memegang perananan penting dalam pemerintahan kita, yaitu Indonesia harus memihak Blok Barat dan semaksimal mungkin membendung segala hal yang berbau Uni Soviet dan Cina, sebab keduanya musuh Amerika Serikat dan Inggris (Blok Barat)

Setelah Uni Soviet bubar, musuh Blok Barat adalah Cina.

jika ada Jendral (bintang empat atau bintang tiga saja) dari etnis Tionghoa, ini artinya politik Indonesia melanggar perjanjian kongkalikong dengan CIA. Sangsinya embargo ekonomi.

Bagi negara2 yang terbebas dari belenggu politik sekutu, seperti Jerman misalnya, seperti kawan saya sendiri (keturunan Tionghoa)yang seangkatan dengan saya di sana dia sudah berpangkat setara mayor dalam satuan Bundesgrenzschuts (BGS) atau German Federal Border Police dengan kenaikan pangkat yang setara dengan orang Jerman lainnya tanpa ada perbedaan. Hal ini dimungkinkan karena Jerman sudah tidak mempunyai tekanan dari CIA atau MI5 seperti sebelum tahun 1991.

Saya gagal masuk TNI-AU bukan karena terbukti ada keturunan Tionghoa, tapi memang karena hasil tes mata saya menunjukkan adanya cacat mata yang tidak bisa ditolerir sebagai syarat untuk menjadi pilot.

Jadi jelas lah sudah mengapa politik Indonesia "diharuskan" tidak boleh memiliki perwira tinggi dari etnis Tionghoa, sebab memang sudah "disuruh" oleh "majikan" bahwa Indonesia tidak boleh begitu... salah satu konsekuensi dari sebuah negara berkembang yang masih menjadi target konsumen negara2 maju.


Kind regards,
Ony


  ----- Original Message -----
  From: melani chia
  To: budaya_...@yahoogroups.com
  Sent: Monday, March 06, 2006 12:15 PM
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Orang Cina tidak berani jadi tentara ???


  Kayak ngak tau aja org tionghoa selain suka mengalah,jg tdk takut mati,jd tentara bukan hal yg sangat perlu dijadikan topic hangat,kalau org tionghoa disuruh masuk tentara jaman orba,....o...repottttttttt...bung..kayak ngak tau aja.....diskriminasi....
             
  ---------------------------------
  To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo! Security Centre.

  [Non-text portions of this message have been removed]





  .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

  .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

  .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

  .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



  SPONSORED LINKS Indonesia  Culture  Chinese 


------------------------------------------------------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS

    a..  Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
     
    b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
     budaya_tiongh...@yahoogroups.com
     
    c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


------------------------------------------------------------------------------




[Non-text portions of this message have been removed]




Lucas Ony

unread,
Mar 6, 2006, 1:54:24 PM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Saya sendiri tidak punya daftar lengkap atau biografi yang bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya, tapi saya bisa antar anda ke Puspen TNI seperti Puspen Marinir, atau Puspen Kostrad, dll.. untuk mendapatkan jawaban yang pasti dan memuaskan dibandingkan mengharapkan jawaban dari saya yang tidak memegang berkas apa pun yang up to date..

Jika informasi dari Puspen dipandang terlalu ma-fan (merepotkan), anda bisa berkonsultasi dengan sdr. Yap Hong Gie, peranakan Tionghoa di Indonesia yang mempunyai banyak informasi akurat mengenai TNI terutama hubungannya dengan peranakan Tionghoa di sini.
------------------------------------------------------------------------------

  YAHOO! GROUPS LINKS

    a..  Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
     
    b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
     budaya_tiongh...@yahoogroups.com
     
    c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


------------------------------------------------------------------------------



[Non-text portions of this message have been removed]






.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese

RM Danardono HADINOTO

unread,
Mar 6, 2006, 3:22:04 PM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Ya, teman saya itu diterima di korps sukarelawan, latihan militer
dibawah naungan KODAM Jaya. Setelah kami selesai SMA canisius tak
bertemu lagi.

Sifat keprajuritan ada pada tiap kelompok etnis, walau berbeda
nuansanya. Saya yakin, karena banyak teman teman Tionghoa yang juga
aktif dalam resimen Mahajaya, juga yang masuk KKO (kini Marinir).

Bahwa ada yang sangat menghindari sentuhan dengan senapan, tetapi
ini ada pada setiap etnis. Ada pria yang lebih suka menari balett,
tapi ini ada pada setiap etnis.

Prajurit Tionghoa di Austria, juga banyak yang anggauta Pasukan
Komando (bukan memilih kompi juru masak).

Salam

danardono
> .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@... :.
> Yahoo! Groups Links
>






.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



indoguoyue

unread,
Mar 6, 2006, 9:54:07 PM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Saya ikut menolak RUU pronogarfi itu :D
RUU "gila" itu perlu ditolak baik oleh golongan nasionalis, komunis,
atheis dan agamis sekalipun.
Bagi mereka yang percaya Tuhan:
Kalau telanjang itu dilarang oleh Tuhan, maka Adam dan Hawa tidak
akan diciptakan dalam keadaan telanjang :D

Mingjin
--- In budaya_...@yahoogroups.com, eko adi <penyoponye@...>
wrote:
> kepada saya : deddy.depari@... untuk mendapatkan

melani chia

unread,
Mar 6, 2006, 7:19:55 PM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Kemudian bangkitlah negara afganistan ke-2.......menyedihkan..........

           
---------------------------------
To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo! Security Centre.

[Non-text portions of this message have been removed]



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese

steeve haryanto

unread,
Mar 6, 2006, 8:09:51 PM3/6/06
to budaya_...@yahoogroups.com
saya jelas2 sangat menolak RUU tersebut.Saya tidak
mengerti sebenarnya negara ini berlandaskan apa sih?
Jelas - jelas banget tidak dengan tertutupnya seluruh
badan akan dapat menghindarkan pikiran dari pikiran
negatif atau porno.
Diskriminasi belum usai, pembauran masih terseok -
seok. Sekarang sudah membuat yang mengancam
disintegrasi bangsa.

--- eko adi <penyo...@yahoo.com> wrote:

> Apakah orang Tionghoa benar-benar nasionalis? Mau
> menyelematkan Indonesia dari kehancuran akibat RUU
> ini?
> Tolak dan tunjukan penolakanmu.
>
> Salam,
> Adi


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

steeve haryanto

unread,
Mar 7, 2006, 12:53:07 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
--- indoguoyue <indog...@yahoo.com> wrote:
...deleted...

> Bagi mereka yang percaya Tuhan:
> Kalau telanjang itu dilarang oleh Tuhan, maka Adam
> dan Hawa tidak
> akan diciptakan dalam keadaan telanjang :D
...deleted...
Jelas - jelas kita lahir dalam keadaan
telanjang.Mereka hanya menganggap bahwa budaya mereka
yang terbit dari kitab sucinya adalah benar
adanya.Mereka jelas - jelas menentang budaya barat
yang katanya tidak sesuai dengan norma2 budaya
setempat, tetapi mereka tidak sadar bahwa mereka
sendiri membawa budaya luar masuk...Lucu kadang...
itulah kawan...kalau mengganggap bahwa disaat kita
telah menemukan ajaran agama yang menurut kita benar
maka kita telah menjadi orang benar.Pengertian yang
mensucikan semua perbuatan yang salah.




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com



ulysee

unread,
Mar 7, 2006, 2:44:51 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Mau dooonk, dianterin kesana ke puspen.

Kira kira kalau tanya jumlah WNI keturunan yang mendaptar bakalan
dikasih enggak ya?

Lhoh, Lucas_Ony kenalannya Yap Hong Gie toh? Temen main dimana nih?

Lucas Ony

unread,
Mar 7, 2006, 3:25:53 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Saya kenal bung Yap Hong Gie di milis Marinir dan di beberapa milis militer lainnya..
Beliau jauh lebih paham mengenai kemiliteran di Indonesia dibandingkan saya... hehehehehhehehe


Kind regards,
Ony


  ----- Original Message -----
  From: ulysee
  To: budaya_...@yahoogroups.com
  Sent: Tuesday, March 07, 2006 2:44 PM
  Subject: RE: [budaya_tionghua] Fw: Re:Kenapa arang Cina tidak tertarik jadi tentara


  Mau dooonk, dianterin kesana ke puspen.

  Kira kira kalau tanya jumlah WNI keturunan yang mendaptar bakalan
  dikasih enggak ya?

  Lhoh, Lucas_Ony kenalannya Yap Hong Gie toh? Temen main dimana nih?



[Non-text portions of this message have been removed]





.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese

james mann

unread,
Mar 7, 2006, 3:41:39 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Saya juga sangat menolak RUU pornografi dan pornoaksi.
  Apakah ini adalah sesuatu taktik dari para pembuat UU di Indonesia untuk mengalihkan perhatian rakyat Indonesia dari kegagalan peraturan2 dan kebijaksanaan2 yang telah mereka buat selama ini?
  
  Menurut saya, ada masalah2 lain yang lebih memerlukan perhatian dibanding pornografi seperti flu burung, demam berdarah, perampokan yang makin merajalela, narkotika, banjir, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, makanan yang bebas dari unsur kimia yang berbahaya, pencemaran lingkungan, pemotongan pohon di hutan tanpa ijin, kekurangan LPG, harga listrik, harga BBM, harga air, kekurangan pupuk, kematian karena kelaparan di Papua, penambahan gerbong kereta, pemberantasan korupsi, penghapusan diskriminasi terhadap minoritas, teroris dsb.
---------------------------------

  YAHOO! GROUPS LINKS

   
    Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
   
    To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tiongh...@yahoogroups.com
   
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

   
---------------------------------
 



Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]




ChanCT

unread,
Mar 7, 2006, 3:20:27 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Tentunya akan lebih menarik mencari tahu, ada tidak ketentuan resmi "menutup pintu" bagi etnis Tionghoa dimasa kekuasaan Orba itu, sehingga praktis sangat seeediiikit etnis Tionghoa yang jadi tentara? Syukur kalau ada orang yang bisa memberikan penjelasan apa adanya ketika itu.

Dan terimakasih pada Uli-Moi dan juga Lucas Ony (maaf, nama ini laki atau perempuan, ya?)yang memerlukan untuk itu.

Salam,
ChanCT
  Yahoo! Groups Links




  





[Non-text portions of this message have been removed]






.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese

Steeve Haryanto

unread,
Mar 7, 2006, 3:10:23 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
--- In budaya_...@yahoogroups.com, "indoguoyue" <indoguoyue@...>
wrote:

>
> Saya ikut menolak RUU pronogarfi itu :D
> RUU "gila" itu perlu ditolak baik oleh golongan nasionalis, komunis,
> atheis dan agamis sekalipun.
> Bagi mereka yang percaya Tuhan:
> Kalau telanjang itu dilarang oleh Tuhan, maka Adam dan Hawa tidak
> akan diciptakan dalam keadaan telanjang :D
...deleted...
Tanggapan:
tiba - tiba aku terlintas ... jangan - jangan nnt kita lagi yang jadi
kambing hitam neeh,apabila tidak berjalan dengan baik undang - undang
tersebut.






Lucas Ony

unread,
Mar 7, 2006, 4:06:00 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Anda benar sekali pak Steeve.. heuheuheuhehue
memang semua sandiwara.. tergantung yang nulis skenario siapa heuheuheue

UU kaitannya erat dengan denda, denda kaitannya erat dengan uang.. seperti kasus ibu Lilis di tangerang yang didakwa melakukan praktek pelacuran, padahal beliau sedang menunggu angkot malam hari. Sumainya datang bawa surat nikah pun nggak dipedulikan... yang penting bayar 300rb dulu untuk menebus "kesalahan" istrinya... tampak sekali uang paling penting diantara aspek lainnya..

begitu banyak UU dibuat, tapi satu pun tidak ada yang embuat mekanisme jelas tentang ke mana uang denda itu akan pergi ketika sangsi dijatuhkan...

bikin UU banyak2 nggak papa asal ada jaminan uang denda masuk ke kas yang seharusnya atau tidak ada pemotongan dana dan sebagainya

kalau yang saya lihat akhir2 ini UU dibuat dengan harapan dendanya bisa untuk mengisi kembali kas daerah atau kas negara yang terlanjur dipinjam untuk keperluan pribadi tapi nggak sanggup balikin uangnya lagi.. heueuehueuehueheeue.. sebab kalau tidak bertujuan demikian, maka kasus ibu Lilis di Tangerang itu tidak mungkin terjadi. Setelah Kompas meliput baru uang denda tidak dikumandangkan lagi..


Kind regards,
Ony


  ----- Original Message -----
  From: Steeve Haryanto
  To: budaya_...@yahoogroups.com
  Sent: Tuesday, March 07, 2006 3:10 PM
  Subject: [budaya_tionghua] Re: OOT: Petisi Anti RUU Pronografi dan pornoaksi


  --- In budaya_...@yahoogroups.com, "indoguoyue" <indoguoyue@...>
  wrote:
  >
  > Saya ikut menolak RUU pronogarfi itu :D
  > RUU "gila" itu perlu ditolak baik oleh golongan nasionalis, komunis,
  > atheis dan agamis sekalipun.
  > Bagi mereka yang percaya Tuhan:
  > Kalau telanjang itu dilarang oleh Tuhan, maka Adam dan Hawa tidak
  > akan diciptakan dalam keadaan telanjang :D
  ...deleted...
  Tanggapan:
  tiba - tiba aku terlintas ... jangan - jangan nnt kita lagi yang jadi
  kambing hitam neeh,apabila tidak berjalan dengan baik undang - undang
  tersebut.








  .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

  .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

  .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

  .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



  SPONSORED LINKS Indonesia  Culture  Chinese 


------------------------------------------------------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS

    a..  Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
     
    b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
     budaya_tiongh...@yahoogroups.com
     
    c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


------------------------------------------------------------------------------




[Non-text portions of this message have been removed]



Akhmad Bukhari Saleh

unread,
Mar 7, 2006, 4:08:01 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
----- Original Message -----
From: ChanCT
To: budaya_...@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, 07 March, 2006 15:20
Subject: [budaya_tionghua] Re: Ulysee Re:Kenapa arang Cina tidak tertarik
jadi tentara

> Tentunya akan lebih menarik mencari tahu,
> ada tidak ketentuan resmi "menutup pintu" bagi etnis Tionghoa
> dimasa kekuasaan Orba itu,
> sehingga praktis sangat seeediiikit etnis Tionghoa yang jadi tentara?

----------------------

Dari posting saya kan sudah jelas, jangankan yang resmi, yang tidak resmi
pun 'menutup pintu' tidak ada, Jumlah yang sedikit itu sebabnya lain.

Wasalam.



Lucas Ony

unread,
Mar 7, 2006, 3:58:13 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
saya biasa dipanggil Ony pak..
Ony dari nama hokkian saya Ong Bun (En Wen kalau mandarinnya) -- kalau diartikan sih karunia sastra.. tapi entah apa bisa menjaga nama yang sudah diberikan atau tidak heuheuheuheuheueue.. wo shi nan ren, pak.. alias saya laki2
------------------------------------------------------------------------------

  YAHOO! GROUPS LINKS

    a..  Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
     
    b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
     budaya_tiongh...@yahoogroups.com
     
    c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


------------------------------------------------------------------------------



[Non-text portions of this message have been removed]




Nasir Tan

unread,
Mar 7, 2006, 5:45:49 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com




   Siapa bilang ? Saya punya teman satu kampung keturunan Tionghoa dan ternyata sekarang jadi perwira TNI-AD bahkan di kesatuan elitnya ( Kopassus ). Saat ini berpangkat Kapten dan kalau udah naik pangkat mungkin udah Mayor. Trus kalo gak salah pernah juga salah seorang keturunan Tionghoa juga menjadi Komandan Kopassus ( berpangkat Brigadir Jenderal).Saat ini beliau sudah purnawirawan dengan pangkat setidak2nya Mayor Jenderal (Mayjen) atau mungkin juga Letnan Jederal (Letjen), karena kadang setelah  seseorang tentara akan pensiun, pada saat pensiun  pangkatnya dinaikkan satu tingkat. Jadi misalnya pensiun pada saat pensiun berpangkat Mayor Jenderal, maka pas pensiun berpangkat Letnan Jenderal Purnawirawan (Letjen-Purn). Orang Tionghoa juga banyak jadi WAMIL di tiga angkatan (AD,AL dan AU) maupun Polri. Di kesatuan Brigade Mobil ( Brimob ) juga ada beberapa orang Tionghoanya.
  Tapi karena onggota militer mayoritas Jawa, jadi Orang Tionghoa hampir tidak ketahuan kalo sudah lumayan banyak yang berkarir di militer. Ya...ini tentu tidak bisa dipungkiri karena memang di negeri ini Suku Jawalah yang mayoritas. Jadi namanya juga mayoritas, mereka yang mayoritasi di semua level.
  Kalo kita check semua Komando Daerah Militer ( Kodam ) seluruh Indonesia, mulai dari Kodan Iskandar Muda di Prop. Nangroe Aceh Darussalam hingga Kodam Pattimura di Ambon, maka kita akan dapat personil-personil militer di tingkat batalyon dimana mayoritas Orang Jawa, belum termasuk pasukan elit yang dititip di daerah hampir semua Orang Jawa.Memang harus diakui Orang Jawa punya kelebihan dalam hal kemiliteran, itu juga harus kita akui, walau tidak berarti bahwa non-Jawa tidak punya kelebihan. Memang ada juga beberapa personil non Jawa tapi karena pergaulan mereka juga sudah latah dengan dialek Jawanya...:-) jadi udah gak ketahuan Jawa ato bukan. Tionghoa, Minang, Pelembang, Manado, Nias, Dayak,Sunda dan Bugis (sebagian) kalo udah di Militer yah..udah item semua dan udah dipanggil MAS/MBAK semua. Padahal kalo menurut "wa" yah panggil aja menurut budayanya misalnya Tionghoa (ko/ci), Minang (uda/uni), Manado (nyong),Sunda (asep/teteh), Bugis (Daeng).
  Saya ada pengalaman dulu sewaktu ikut pendidikan dasar militer. Pas waktu itu kami sedang binjas pagi,...terus kami di suruh lari dan nyanyi..yang syairnya antara lain gini :.....Infantri hantu rimbaaaaa, Marinir hantu lauuuut, Kopasgat hantu di udaraaaa....PAK POLISI KURA-KURA NINJA. Pas kami nyanyi dengan suara keras ada patroli Lalu Lintas....:-), padahal diantara kami ada beberapa calon militer Orang Tionghoa juga...trus polisi melihat-lihat aja...(tapi dalam hati tunggu kalo kamu pensiun yah. hahaha) Yah...kapan lagi kalo bukan sekarang kita ngerjain polisi. 
Kalau ada yang punya pengalaman dalam kemiliteran, boleh menambahkan..
  
  
  regards,
  
  
  NT

           
---------------------------------
Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!


[Non-text portions of this message have been removed]



Anton Widjaja

unread,
Mar 7, 2006, 6:18:04 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Kebetulan saya punya sedikit referensi tentang keberadaan orang
Tionghoa dalam ketentaraan Diponegoro. Silahkan baca buku otobiografi
Oey Tjoe Tat. Nenek moyang Oey Tjoe Tat adalah salah satu panglima
perang Diponegoro. Keturunan Panglima Oey yang masih hidup adalah Drg
BM Wibowo dan anaknya Ivan Wibowo SH, pengacara dan penulis yang
tinggal di Jl Kesehatan Raya, Jakarta.

Salam,
Anton W





Akhmad Bukhari Saleh

unread,
Mar 7, 2006, 7:51:42 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
----- Original Message -----
From: Nasir Tan
To: budaya_...@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, 07 March, 2006 17:45
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Ulysee Re:Kenapa arang Cina tidak
tertarik jadi tentara....siapa bilang..??

> Trus kalo gak salah pernah juga salah seorang keturunan Tionghoa
> juga menjadi Komandan Kopassus ( berpangkat Brigadir Jenderal).
> Saat ini beliau sudah purnawirawan dengan pangkat setidak2nya
> Mayor Jenderal (Mayjen) atau mungkin juga Letnan Jederal (Letjen),
> karena kadang setelah seseorang tentara akan pensiun,
> pada saat pensiun  pangkatnya dinaikkan satu tingkat

----------------

Betul, beliau pensiun sebagai Letnan Jenderal. Tetapi bukan karena hadiah
(mau pensiun lalu bintang dikasih tambah satu) tetapi karena sesudah di
Kopasus menjadi Panglima Kostrad, jabatan bintang-3.
Ketika baru pensiun pernah menjadi Dubes kita di RRC.

Wasalam.



Akhmad Bukhari Saleh

unread,
Mar 7, 2006, 10:58:39 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
----- Original Message -----
From: Lucas Ony
To: budaya_...@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, 07 March, 2006 15:25
Subject: Re: [budaya_tionghua] Fw: Re:Kenapa arang Cina tidak tertarik jadi
tentara

> Saya kenal bung Yap Hong Gie di milis Marinir dan
> di beberapa milis militer lainnya..
> Beliau jauh lebih paham mengenai kemiliteran di Indonesia
> dibandingkan saya... hehehehehhehehe

-----------------------------------------

Dengan tidak mengurangi rasa hormat pada Hong Gie sobat baik saya ini,
menurut saya pandangan dan standpoint-nya agak terlalu bias 'pro' tentara.

Wasalam.



Akhmad Bukhari Saleh

unread,
Mar 7, 2006, 11:28:06 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
----- Original Message -----
From: Lucas Ony
To: budaya_...@yahoogroups.com
Sent: Monday, 06 March, 2006 23:33
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Orang Cina tidak berani jadi tentara ???

> sebab jaman Orba, kepentingan CIA memegang perananan penting
> dalam pemerintahan kita, yaitu Indonesia harus memihak Blok Barat
> dan semaksimal mungkin membendung segala hal yang berbau
> Uni Soviet dan Cina, sebab keduanya musuh Amerika Serikat
> dan Inggris (Blok Barat)
> Setelah Uni Soviet bubar, musuh Blok Barat adalah Cina.
> jika ada Jendral (bintang empat atau bintang tiga saja) dari etnis
Tionghoa,
> ini artinya politik Indonesia melanggar perjanjian kongkalikong dengan
CIA.
> Sangsinya embargo ekonomi.

He he he, analisis yang doesn't make sense...
Lihat Singapura. Lebih antek Blok Barat (Amerika dan Inggris) daripada kita.
Armada Pasifik Amerika (Armada ke-VII) di-repair secara berkala di
Singapura. Ada 3 skadron udara AU Singapura yang berdomisili secara tetap di
Amerika, baru kalau ada serangan atas Singapura mereka akan balik pulang. Di
Perang Irak tentara Singapura ikut koalisi Amerika-Inggris, padahal Jerman
dan Perancis pun menentang koalisi itu.
Sementara itu di lain segi, Cina Singapura lebih rapat hubungannya dengan
Cina Tiongkok (yang katanya musuh Blok Barat), karena kedekatan bisnis,
budaya dan bahasa, daripada hubungan Tionghoa Indonesia dengan Cina
Tiongkok. Jadi sebetulnya politik Singapura lah yang lebih berat 'melanggar
perjanjian kongkalingkong dengan Barat'.
Nyatanya toh tentara Singapura didominasi etnis Cina, sampai ke bintang tiga
dan bintang empatnya, Amerika dan Inggris mengernyitkan kening saja tidak!

--------------------------------------------------------------------


> Saya gagal masuk TNI-AU bukan karena
> terbukti ada keturunan Tionghoa,
> tapi memang karena hasil tes mata saya
> menunjukkan adanya cacat mata

> Jadi jelas lah sudah mengapa politik Indonesia
> "diharuskan" tidak boleh memiliki perwira tinggi
> dari etnis Tionghoa

Dua paragraf posting Ony-heng ini berurutan, tapi koq nggak nyambung ya?
Malahan berlawanan makna!


Wasalam.



RM Danardono HADINOTO

unread,
Mar 7, 2006, 11:56:40 AM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
--- In budaya_...@yahoogroups.com, "Akhmad Bukhari Saleh"
<absaleh@...> wrote:
>
........

He he he, analisis yang doesn't make sense...
Lihat Singapura. Lebih antek Blok Barat (Amerika dan Inggris)
daripada kita.
Armada Pasifik Amerika (Armada ke-VII) di-repair secara berkala di
Singapura. Ada 3 skadron udara AU Singapura yang berdomisili secara
tetap di Amerika, baru kalau ada serangan atas Singapura mereka akan
balik pulang.
Di Perang Irak tentara Singapura ikut koalisi Amerika-Inggris,
padahal Jerman dan Perancis pun menentang koalisi itu.
Sementara itu di lain segi, Cina Singapura lebih rapat hubungannya
dengan Cina Tiongkok (yang katanya musuh Blok Barat), karena
kedekatan bisnis, budaya dan bahasa, daripada hubungan Tionghoa
Indonesia dengan Cina Tiongkok. Jadi sebetulnya politik Singapura
lah yang lebih berat 'melanggar perjanjian kongkalingkong dengan
Barat'.
Nyatanya toh tentara Singapura didominasi etnis Cina, sampai ke
bintang tiga dan bintang empatnya, Amerika dan Inggris mengernyitkan
kening saja tidak!
.................

DH Analisa ini logis. Kita lihat Taiwan yang dekat sekali dengan US,
dimana semua pasukan dikomando oleh orang Tionghoa.
Juga Malaysia selalu pro Barat selama ini, lebih dekat kepada US-
Inggris daripada Indonesia, mempunyai banyak officers Tionghoa.

Inipun terjadi di Philippina dan Thailand.

Sebaliknya ABRI yang di-awaki oleh pribumi, membuat US tak nyaman
seringkali.

Salam

danardono







B.S.S. Onggo

unread,
Mar 7, 2006, 1:20:39 PM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Benar2 analisa yg mengena

Sebagai orang yg bisa berbahasa Indonesia, tentunya kita lebih mudah
berinteraksi dengan orang Malay di Singapura. Secara umum, kehidupan
kaum minoritas di Singapura jauh lebih bagus dibandingkan nasib kaum
minoritas negara2 lain yg pernah saya tahu.

Sejak kecil masyarakat Singapura sudah ditanamkan rasa kerukunan antar
ras, antara lain dengan peringatan hari "Racial Harmony" setahun
sekali, belum lagi berbagai program pemerintah yg memang secara nyata
ditujukan untuk meningkatkan kerukunan antar ras, yg rasanya tidak
bakal cukup untuk dituliskan satu per satu di sini.

Apakah ini berarti di Singapura tidak ada diskriminasi ... saya kurang
tahu, kalaupun ada, pelaksanaan hukum di singapura cukup ketat, baru2
ini, 3 orang dihukum karena memuat tulisan bernada rasial di blog
mereka. Universitas Warwick batal mendirikan cabang di singapura
karena tidak adanya kebebasan berbicara (paling tidak itu alasan yg
dikemukakan oleh pihak universitas). Di singapura, kita tidak boleh
berbicara yang membahayakan racial and religious harmony.

Mengenai kurangnya orang2 Malay di sector2 tertentu yang membutuhkan
taraf pendidikan yg tinggi mendapat perhatian yg luar biasa dari
pemerintah. Oleh sebab itu,pemerintah justru memberikan program2 dan
beasiswa2 khusus kepada orang Malay untuk mengejar ketinggalan tsb.
Bahkan nilai2 matematika dan science dari murid2 Malay di sekolah
dasar pun senantiasa dipantau setiap tahun. Dari pemantauan selama
beberapa tahun terakhir nampak jelas kemajuan yg dicapai oleh orang2
Malay di Singapura. Semua ini dilakukan karena pemerintah tahu bahwa
kesenjagan sosial akan menjadi bom waktu yg bisa merugikan stabilitas
nasional negara Singapura.

Jadi benar yg dikatakan saudara Akhmad, hal tersebut bukan karena
diskriminasi, tapi karena masalah SDM, yg kondisinya sudah semakin
membaik dibanding tahun2 70-80an. Bahkan ketika Habibie melontarkan
pernyataan kalau tidak ada orang malay atau india yg menduduki pangkat
tinggi di militer di singapura (pertengahan 90an), justru perwira2
dari kaum malay dan india yang menyanggah (tapi saya tidak ingat
pangkat mereka).

salam
Stephan


--- In budaya_...@yahoogroups.com, "Akhmad Bukhari Saleh"
<absaleh@...> wrote:
> Saya di tahun 70-an sampai 90-an banyak berinteraksi dengan tentara
> Singapura. Saya lihat jumlah tentara yang dari suku Melayu dan
Keling cukup
> banyak dibanding persentase demografis-nya. Tetapi yang sampai
ke 'pangkat
> bintang' tidak ada (setidaknya waktu itu, entah sekarang). Apakah
itu karena
> diskriminasi? Pejabat Indonesia dan Malaysia pernah melontarkan
sindiran
> tentang penganak-emasan karier suku Cina di tentara Singapura, tetapi
> dibantah pihak Singapura.
> Saya sendiri pun yakin tidak begitu halnya, tetapi hanya masalah
kompetensi
> SDM saja. Di ketentaraan negeri lain begitu juga, termasuk Indonesia.






B.S.S. Onggo

unread,
Mar 7, 2006, 12:54:24 PM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Rasanya baru-baru ini ada sesi khusus di US congress untuk membahas:
apakah PRC kawan atau lawan? Kalau tidak salah dalam perdebatan itu
tampak jelas bahwa opini pemerintah US pun masih terpecah. Mungkin
teman2 yg tinggal di US atau yg mengikuti berita tsb bisa bercerita
lebih lengkap. Yang pasti lebih baik kita hindarkan spekulasi model
teori konspirasi yg tak mendasar, buang2 waktu dan bandwidth.

salam
Stephan

--- In budaya_...@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"
<rm_danardono@...> wrote:
> Di Perang Irak tentara Singapura ikut koalisi Amerika-Inggris,
> padahal Jerman dan Perancis pun menentang koalisi itu.
> Sementara itu di lain segi, Cina Singapura lebih rapat hubungannya
> dengan Cina Tiongkok (yang katanya musuh Blok Barat), karena
> kedekatan bisnis, budaya dan bahasa, daripada hubungan Tionghoa
> Indonesia dengan Cina Tiongkok. Jadi sebetulnya politik Singapura
> lah yang lebih berat 'melanggar perjanjian kongkalingkong dengan
> Barat'.
> Nyatanya toh tentara Singapura didominasi etnis Cina, sampai ke
> bintang tiga dan bintang empatnya, Amerika dan Inggris mengernyitkan
> kening saja tidak!
> .................






Akhmad Bukhari Saleh

unread,
Mar 7, 2006, 11:14:15 PM3/7/06
to budaya_...@yahoogroups.com
----- Original Message -----
From: B.S.S. Onggo
To: budaya_...@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, 08 March, 2006 00:54
Subject: Singapura? (Re: [budaya_tionghua] Re: Orang Cina tidak berani jadi
tentara ???)

Rasanya baru-baru ini ada sesi khusus di US congress untuk membahas:
apakah PRC kawan atau lawan? Kalau tidak salah dalam perdebatan itu
tampak jelas bahwa opini pemerintah US pun masih terpecah. Mungkin
teman2 yg tinggal di US atau yg mengikuti berita tsb bisa bercerita
lebih lengkap. Yang pasti lebih baik kita hindarkan spekulasi model
teori konspirasi yg tak mendasar, buang2 waktu dan bandwidth.

-------------------------

Setuju.
Lagipula soal kawan-lawan di dunia politik dan geo-politik, itu tergantung
kepentingan sesaat.

Wasalam.




santhitjio

unread,
Mar 8, 2006, 2:40:47 AM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Pertanyaan kenapa orang Cina tidak tertarik jadi tentara ini agak
memang susah dijawab bila kita tidak mau terjebak dalam generalisasi.

Untuk saya pribadi, keterlibatan orang Cina di tentara bukan sesuatu
hal yang disebut tidak lazim.
Ayah saya kebetulan seorang pensiunan angkatan Udara, pangkat
terakhir Marsekal Pertama.
Paman saya dari pihak ibu, pernsiunan angkatan Darat, kalau tidak
salah pangkat terakhir Mayor.
Suami dari salah seorang sepupu ayah saya, pensiunan angkatan Darat,
kalau tidak salah pangkat terakhir Letnan Kolonel atau Mayor.
Selain dari yang saya sebut disini, saya mengenal beberapa orang
Tionghoa yang masuk TNI.

Pertanyaan kenapa menjadi anggota TNI, memang sering terlontar baik
terhadap ayah saya maupun terhadap kami sebagai anggota keluarga.
Reaksi yang biasa kami terima begitu seseorang mendengar pekerjaan
ayah, adalah betapa jarangnya seorang Tionghoa masuk TNI dan apakah
ada diskriminasi.
Pertanyaan berikit yang biasa terlontar setelah tahu ayah anggota
TNI adalah apakah ayah anda dokter? Rupanya entah kenapa cukup
banyak TNI Tionghoa yang berkecimpung sebagai dokter.

Bagi ayah saya, sebagai anggota TNI Tionghoa, menuntut attitude 'low
profile' karena di TNI dan juga saya rasa di tempat kerja manapun
sikut-sikutan, kompetisi mengejar promosi adalah hal biasa. Dengan
bersikap low profile, agaknya menghindarkan mengundang rasa tidak
suka. Kiat lain ayah saya adalah untuk tidak 'neko-neko' dan tidak
menggunakan posisi untuk mencari keuntungan pribadi. Kebetulan ayah
saya bergelut divisi pendidikan, yang notabene bukan 'lahan basah'.

Untuk ayah saya, naik pangkat menjadi seorang Marsma layak
mendapat 'double celebration', secara pribadi untuk merayakan
personal achievement dan yang lain untuk merayakan tercapainya suatu
posisi yang kerap dianggap sulit untuk diraih seorang Tionghoa,
apalagi ayah saya bukan jebolan Akabri melainkan melalui jalur
Militer sukarela.

Apakah ada penghargaan di TNI terhadapa Tionghoa? Secara keseluruhan
saya tidak tahu, tapi yang jelas walaupun sudah pensiun hingga saat
ini ayah saya masih sering dipanggil mengajar ke SESKO.

Akhirnya, kembali ke pertanyaan mengapa orang CIna tidak tertarik
jadi tentara? nah karena pertanyaan sangat bersifat stereotipikal,
jawabannya juga mungkin harus demikian....maaf ya

mungkin karena adanya pandangan stereotipikal bahwa masuk TNI itu
hanya untuk orang pribumi, lalu orang Tionghoa hanya bisa dihargai
sebagai tentara bila berprofesi sebagai dokter.
Lalu mungkin ada sangkutan juga (kecil barangkali) bahwa untuk masuk
AKABRI ada rahasia umum  bahwa perlu koneksi, nah biasanya pada
proses ini terjadi 'perang bintang' alias siapa yang koneksinya
lebih 'berbintang' lebih sukses. Mengingat biasanya orang Tionghoa
(lagi-lagi mengeneralisasi) punya hubungan yang lebih terbatas
dengan para 'bintang', mungkin dari segi koneksi mereka sudah
kalah 'tempur'.

Demikian......maaf kalau ada yang tidak berkenan.

santhitjio
anak kolong









ulysee

unread,
Mar 8, 2006, 6:10:36 AM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Terus ABS loocianpwee,

Kalau tidak ada tutup-tutupan pintu, kenapa gus Dur menggemborkan hal
serupa donk?

To quote: {nyontek postingnya Broer Chan}

"Ternyata bukan hanya karena nama baru orang-orang Cina terasa tidak
sreg di telinga orang lain. Tetapi karena keputusan politik, untuk
membedakan orang Cina dari pribumi. Memang tidak ada peraturan tertulis,
melainkan dalam bentuk kesepakatan memperlakukan orang Cina tersendiri.
Mengapa? Karena mereka kuat, punya kemampuan terlebih, sehingga
dikhawatirkan akan meninggalkan suku-suku bangsa lainnya. Apalagi mereka
terkenal dalam hal kewiraswastaan. Kombinasi kemampuan finansial yang
kuat, dan kemampuan lain yang juga tinggi, dikhawatirkan akan membuat
mereka jauh melebihi orang lain dalam waktu singkat.
    Secara terasa, 'kesepakatan' meluas itu akhirnya mengambil bentuk
pembatasan bagi ruang gerak orang Cina. Mau jadi tentara? Boleh masuk
AKABRI, lulus jadi perwira. Tetapi harus siap menerima kenyataan, tidak
akan dapat naik pangkat lebih dari kolonel. Mau jadi dokter? Silakan,
namun jangan mimpi dapat meniti karier hingga menjadi kepala rumah sakit
umum. Mau masuk dunia politik? Bagus, tetapi jangan menduduki jabatan
kunci. Di birokrasi? Jadi pejabat urusan teknis sajalah, jangan jadi
eselon satu. Apalagi jadi menteri."


-----Original Message-----
From: Akhmad Bukhari Saleh [mailto:abs...@indo.net.id]
Sent: Tuesday, March 07, 2006 4:08 PM
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Ulysee Re:Kenapa arang Cina tidak
tertarik jadi tentara


Dari posting saya kan sudah jelas, jangankan yang resmi, yang tidak
resmi pun 'menutup pintu' tidak ada, Jumlah yang sedikit itu sebabnya
lain.

Wasalam.


ulysee

unread,
Mar 8, 2006, 6:10:36 AM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Ooohh masuk milis militer dan paham militer toh.

Pantesan di sebelah ada gossip beredar Yap Hong Gie harusnya sekarang
pangkatnya sudah Brigjend, kalu ga ada diskriminasi.

Dan kalau dia daptar masuk militer sekian tahun yang lalu tentunya,
hahahahaha.

Salam,
*ul

Ps: sorry moddie, numpang ngegossip, hehehe.
BTW itu judul memangnya 'arang' Cina ya? gue baru sadar sekarang,
hihihihik.


-----Original Message-----
From: Lucas Ony [mailto:lucas_...@sigma.co.id]
Sent: Tuesday, March 07, 2006 3:26 PM
To: budaya_...@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links







Martha J.

unread,
Mar 8, 2006, 5:27:27 AM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Waktu pertama kali kata tionghoa diganti cina, memang ada rasa tidak
enak dan tersinggung bila pribumi mengatakan seperti itu, sebab
memang mereka mengatakannya untuk mengejek kita. Sepertinya mereka
mau bilang : "mau apa lu, kalo elu gue cina-cina-in".
Kemudian antara kami, saya dan teman2 sesama cina lalu menjadikan
ini sebagai bahan lawakan, dengan men-cina2-kan sendiri. Ini supaya
kami terbiasa menggunakannya. Suatu cara untuk menghibur diri. Mau
apa lagi, daripada stress sendiri. Berhasil bagi saya, sebab
sekarang jadi terbiasa sendiri.

Sebetulnya saja saya jadi bingung, kenapa kita mesti marah dibilang
cina. Tiongkok dan Taiwan, negara leluhur kita aja pada rebutan
nama "China".  Kalau kita bangga sebagai keturunan dari mereka lalu
kenapa kita merasa terhina untuk sebutan itu?
Kalau kita tak merasa apa2 dengan kata itu, tak ada lagi alasan si
anti cina untuk menghina kita dengan kata itu bukan?
Kalau sekarang kita dan mereka sepakat menggunakan lagi kata cina
dengan tionghoa, apakah ini bukannya akan dijadikan senjata lagi
buat mereka bila suatu saat dimasa yang akan datang seandainya
terjadi lagi peristiwa rasialis terhadap tionghoa, akan dijadikan
lagi alat penghinaan kepada kita. Dan kita akan terluka lagi.

Saya mah enjoy aja dengan kata "cina". Emang gue cina.

MJ



--- In budaya_...@yahoogroups.com, dewa mabuk
<cuei_pa_sien@...> wrote:
>
> oh....kalau pengertian Cina-nya seperti itu ya tak ada
komentarlah...nggak usah baca www.indonesiamedia.com segala; kasus
ditutup.   c",)
>
>   Khiong Ciu,
>   
>   Tjoei Sian
>  
> drirawan@... wrote:
>   In a message dated 3/5/2006 8:12:54 PM Pacific Standard Time,
> cuei_pa_sien@... writes:
> Oh ya...? Orang Cina memang takut menjadi tentara?
>   
>   Kalau yang dimaksud oleh saudara Dr. Irawan adalah "Orang Cina
Daratan"
> (Zhong Guo Ren), maka kita harus kembali membaca buku-buku yang
berisi informasi
> kemiliteran, yang diterbitkan oleh negara-negara barat sekalipun.
Di situ akan
> tampak, bahwa dari segi JUMLAH, tentara Cina merupakan angkatan
perang yang
> personelnya terbanyak di dunia. (+/- 3 juta personel, dan mulai
dikurangi untuk
> hanya menjadi  2 juta; alasan pengurangan adalah efisiensi, bukan
karena
> takut menjadi tentara).
>   
>
>
> Maaf saya rasa anda salah mengertikan satire saya. Jadi nothing to
do dengan
> orang Chinese di daratan Tiongkok. Yang saya maksudkan orang Cina
adalah orang
> yang menyebut dirinya Cina, karena orang yang macam demikian
biasanya tidak
> mempunyai kepribadian atau oportunis sebab mereka tidak merasa
dilecehkan atau
> pura2 tidak tahu dilecehkan dengan istilah Cina.
>
> Kalau orang Tionghoa adalah mereka yang tidak mau disebut Cina
karena tahu
> bahwa istilah Cina itu bersifat melecehkan. Nah orang2 semacam ini
biasanya
> mempunyai kepribadian yang mantap. Karena mereka mempunyai harga
diri, dan pada
> umumnya mempunyai rasa tanggung jawab dan kebersamaan yang kuat.
Mereka umumnya
> mengadopt pepatah : "Dimana kaki berpijak disana langit dijunjung"
atau
> konkritnya kalau yang tidak tahu peribahasa : DiIndonesia kita
tinggal maka kepada
> Republik Indonesia kita mengabdi".
>
> Saya tidak mau memperdebatkan istilah Cina dan Tionghoa karena
lagi tidak
> punya banyak waktu sekarang , silahkan baca www.indonesiamedia.com
scroll kebawah
> click "Cina atau Tionghoa".
>
> salam,
> Dr.Irawan. 
>

>            
> ---------------------------------
> Yahoo! Mail
> Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>








.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.




Akhmad Bukhari Saleh

unread,
Mar 8, 2006, 5:23:30 AM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
----- Original Message -----
From: santhitjio
To: budaya_...@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, 08 March, 2006 14:40
Subject: [budaya_tionghua] Kenapa arang Cina tidak tertarik jadi tentara=
menurut anak kolong :)


> Ayah saya kebetulan seorang pensiunan angkatan Udara,
> pangkat terakhir Marsekal Pertama.

Hebat! Kalau boleh tahu ayah Santhitjio lauwtee she apa? Apakah she Tjio?
Oleh sebab aktivitas olahraga saya, saya hampir kenal semua marsekal di AURI
sejak 30 tahun lalu sampai sekarang, karena itu di posting yang terdahulu
saya bisa menceritakan tentang marsekal Tionghoa yang satu lagi, yang ace
fighter itu, she Tan. Tetapi maaf, dengan ayah lauwtee belum sempat kenal.

-------------------------------------------------------


> Untuk ayah saya, naik pangkat menjadi seorang Marsma
> layak mendapat 'double celebration', secara pribadi
> untuk merayakan personal achievement dan yang lain
> untuk merayakan tercapainya suatu posisi yang kerap
> dianggap sulit untuk diraih seorang Tionghoa, apalagi
> ayah saya bukan jebolan Akabri melainkan melalui
> jalur Militer sukarela.

Double hebat! Tapi double celebration itu tidaklah berhubungan dengan
Tionghoa atau bukan.

Di Angkatan Udara (AU mana saja di dunia), penerbang (pilot) adalah kasta
utama. Kebanyakan hanya penerbang yang bisa sampai pangkat marsekal. Bahkan
kalau perlu, ketika masih ada penerbang yang sudah harus naik pangkat jadi
marsekal tetapi jabatan marsekal sudah penuh, maka jabatan kepala keuangan
pun diserahkan pada seorang penerbang supaya dia itu bisa naik pangkat
marsekal. Karena itu, seorang bukan penerbang seperti ayah lauwtee ini bisa
menjadi marsekal, it's worth to celebrate!

Lalu, di tentara Indonesia, lulusan Akabri adalah kasta utama. Kebanyakan
hanya lulusan Akabri yang bisa sampai pangkat jenderal, laksamana dan
marsekal. Bahkan kalau perlu, ketika masih ada lulusan Akabri yang sudah
harus naik pangkat jadi marsekal tetapi jabatan marsekal sudah penuh, maka
jabatan kepala pusat penelitian dan pengembangan, yang seyogianya dipegang
seorang militer sukarela yang insinyur, itu pun diserahkan pada seorang
lulusan Akabri supaya dia itu bisa naik pangkat marsekal. Karena itu,
seorang bukan lulusan Akabri seperti ayah lauwtee ini bisa menjadi marsekal,
it's worth to double celebrate!

Atau, it's worth to triple celebrate! He he he...


Wasalam.



Nasir Tan

unread,
Mar 8, 2006, 5:35:18 AM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com


RM Danardono HADINOTO <rm_dan...@yahoo.de> wrote:    Tidak saja dalam kesatuan ranggalawe, namun juga Brigade Garuda
Mataram yang menyerang pemberontak Andi Azis juga mencakup prajurit
Tionghoa.

Salam

danardono



--- In budaya_...@yahoogroups.com, "Lucas Ony"
<lucas_busana@...> wrote:
>
> ayah saya keturunan Tionghoa, pensiunan TNI-AD
> kakek saya keturunan Tionghoa, masuk Laskar Tionghoa di bawah
divisi Ronggolawe dalam revolusi fisik menghadapi Agresi Militer
Belanda..
>
> paman2 saya juga keturunan Tionghoa juga pensiunan TNI-AD
> ayah kawan saya sampai sekarang masih dinas di TNI-AD dengan
pangkat Letjen
>
> jadi sebenarnya ada, hanya saja belum semua orang mencari infonya,
jadi dianggap pukul rata saja..
> tapi entah juga ya kebijakan sekarang bagaimana.. ayah saya dan
paman2 saya serta kakek saya bertugas di militer kan jaman sebelum
orde baru
>
> Kind regards,
> Ony
>
>
  Komentar? Pertanyaan :
  Kalau dalam menumpas pemberontak Kapten Andi Aziz ada Orang Tionghoa yang bergabung dalam  Divisi Mataram, gimana dengan penumpasan DI/TII yang dipimpin oleh Kahar Muzakkar (di Sulsel) atau Karto S ( di Jawa Barat) Menurut beberapa sejarawan, antara lain Dr.Anhar Gonggong; pemborontakan DI/TII termasuk yang dahsyat pada masa itu. Kalo ga salah dengar dari salah seorang pelaku sejarah, pemborontakan itu baru dapat dipadamkan setelah salah satu Batalyon Pasukan Kujang (Divisi Siliwangi) diterjunkan.Betulkah ??? Kalo gitu kita patut angkat jempol terhadap Divisi Siliwangi sebagai bagian dari tentara nasional kita. Atau jangan-jangan Divisi Siliwangi begitu cemerlang karena didalamnya juga banyak personil tentara dari Suku Tionghoa..???
  Atau ada yang ingin menambahkan...?
  
  salam,
  NT


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]



Martha J.

unread,
Mar 8, 2006, 5:57:06 AM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Saya sendiri enggak jelas banget, sebab di keluarga besar saya
memang tak ada yang berminat dibidang itu. Tapi rasanya, yang
dibahas santhitjio ini adalah tentara yang "luar biasa". Maksudnya
bukan yang standar.
Tentara yang standar yang saya maksud adalah murni dari akademi
militer. Lulus SMA langsung masuk sini. tetapi yang banyak dimasuki
orang cina, yang saya tahu bukan dari akmil tapi dari militer
mahasiswa yang dulu namanya MAHAWARMAN/ MAHAJAYA.

Mahasiswa baik cina maupun pribumi banyak yang masuk ini karena
kabarnya dalam bisnis akan gampang mendapat proyek. maap kalo salah.

Saya pernah punya dosen tentara. Kalo nguliahi ya pake baju hijau
seperti mau perang. Dia terangkan pada kami (mahasiswa) bahwa dia
walaupun pake baju tentara, tapi tidak sama dengan tentara betulan.
Dia hanya sebagai pengajar disana dan tidak akan dimajukan kemedan
perang.
Ngajar pake baju perang, buat nakuti yang mau nyontek kali ya?
Tapi dosenku yang itu baik banget, suka guyon kaya temen aja sama
mahasiswanya. Maklum masih jomblo pada waktu itu.



--- In budaya_...@yahoogroups.com, "santhitjio" <si_ekek@...>
wrote:

eko adi

unread,
Mar 8, 2006, 6:50:02 AM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Judul untuk topik ini memang sengaja saya buat
pertanyaan, padahal maksud saya memberitahu JIKA
sekarang ini sudah ada PNS dari etnis tionghoa. Atau
dengan kata lain sekarang orang tionghoa sudah bisa
menjadi PNS, kalau ia mau.

Saya tekankan masa sekarangnya karena memang sebelum
ini belum pernah ada tionghoa jadi PNS, apalagi
tentara.
Kenapa? Pertama, memang sejak peristiwa 30 September
tahun 65, etnis tionghoa diawasi dan ditekan. Kedua,
keliatannya emang tidak minat jadi PNS atau tentara,
tuh orang tionghoa. 

Nah, sekarang ada teman saya yang jadi PNS di
Departemen Luar Negeri. Calon Diplomat. Di Deplu saya
lihat ini baru pertama kali. Bisa jadi karena prospek
hubungan Indonesia-RRC yang semakin maju di bidang
perdagangan, sehingga diplomasi ras dan kultur perlu
dijalankan.

Ayo, siapa menyusul....


salam,
Adi

-


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com



Edy Wijaya

unread,
Mar 8, 2006, 7:54:31 AM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com


eko adi <penyo...@yahoo.com> wrote:     Judul untuk topik ini memang sengaja saya buat

pertanyaan, padahal maksud saya memberitahu JIKA
sekarang ini sudah ada PNS dari etnis tionghoa. Atau
dengan kata lain sekarang orang tionghoa sudah bisa
menjadi PNS, kalau ia mau.

Saya tekankan masa sekarangnya karena memang sebelum
ini belum pernah ada tionghoa jadi PNS, apalagi
tentara.
Kenapa? Pertama, memang sejak peristiwa 30 September
tahun 65, etnis tionghoa diawasi dan ditekan. Kedua,
keliatannya emang tidak minat jadi PNS atau tentara,
tuh orang tionghoa. 

mengapa gak minat? kalau pemerintah indo punya niat, harus cari tahu dong.
niat apa nggak dulu?
kalo setelah taon 65 gak ada kerusuhan rasial, pemerkosaan terhadap orang Tionghoa, gua yakin banyak yang pengen bangun negara ini.
karena gua dari generasi yang kena kerusuhan mei 98, jadi mendingan urus dulu deh tuh dalangnya. NIAT GAK???!!!

kalo gak niat, gak usah basa-basi ngajak-ngajak :-))

by the way, orang pribumi pun terpaksa kok jadi PNS, karena memang lapangan kerja kurang sekali.
Jadi rata-rata yang jadi PNS itu nggak dari hati untuk melayani negeri dan sipil, jadinya ya itu, korup dimana-mana.




           
---------------------------------
Brings words and photos together (easily) with
PhotoMail  - it's free and works with Yahoo! Mail.


[Non-text portions of this message have been removed]




RM Danardono HADINOTO

unread,
Mar 8, 2006, 12:37:11 PM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Diplomat tingkat senior dari saudara Tionghoa ada beberapa di Deplu.

Dua diantaranya berdinas di Vienna beberapa tahun yang silam.
Waktu ayah saya menjabat Sekretaris jendral kementrian Luar negeri
ditahun 50an, ayah saya mengangkat seorang diplomat kawakan menjadi
KonJen di Holland, Drs. Kwee Djie Ho. kemudian ayah saya
memindahkannya ke HK dimana beliau tinggal sampai meninggal.

Mungkin sekali, anda benar, diplomat Tionghoa mengurang dizaman pak
Harto karena policy saat itu.

Salam

danardono




--- In budaya_...@yahoogroups.com, eko adi <penyoponye@...>
wrote:

RM Danardono HADINOTO

unread,
Mar 8, 2006, 12:41:28 PM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Mbak, ada juga perwira tinggi dari Tionghoa yang bukan asal pakai
baju hijau. Dia ayah sahabat saya waktu mahasiswa, Kol AURI Ir Hoo.
Beliau adalah guru dari pak Nurtanio, pendiri industri penerbangan
Indonesia (jauuuhhh sebelum Habibi).

Pakai baju hijau memang seruuu, buat nakut nakutin rakyat, tapi
kalau bokek ya tetap gak bisa dapat cewek cakep, yang lebih pilih
pria sipil naik Mercy ha ha ha

Salam

danardono


--- In budaya_...@yahoogroups.com, "Martha J."
<marthajan04@...> wrote:
>
> Saya sendiri enggak jelas banget, sebab di keluarga besar saya
> memang tak ada yang berminat dibidang itu. Tapi rasanya, yang
> dibahas santhitjio ini adalah tentara yang "luar biasa". Maksudnya
> bukan yang standar.
> Tentara yang standar yang saya maksud adalah murni dari akademi
> militer. Lulus SMA langsung masuk sini. tetapi yang banyak
dimasuki
> orang cina, yang saya tahu bukan dari akmil tapi dari militer
> mahasiswa yang dulu namanya MAHAWARMAN/ MAHAJAYA.
>
> Mahasiswa baik cina maupun pribumi banyak yang masuk ini karena
> kabarnya dalam bisnis akan gampang mendapat proyek. maap kalo
salah.
>
> Saya pernah punya dosen tentara. Kalo nguliahi ya pake baju hijau
> seperti mau perang. Dia terangkan pada kami (mahasiswa) bahwa dia
> walaupun pake baju tentara, tapi tidak sama dengan tentara
betulan.
> Dia hanya sebagai pengajar disana dan tidak akan dimajukan kemedan
> perang.
> Ngajar pake baju perang, buat nakuti yang mau nyontek kali ya?
> Tapi dosenku yang itu baik banget, suka guyon kaya temen aja sama
> mahasiswanya. Maklum masih jomblo pada waktu itu.
>
>
>
> --- In budaya_...@yahoogroups.com, "santhitjio" <si_ekek@>

Martha J.

unread,
Mar 8, 2006, 6:00:08 PM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
--- In budaya_...@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"
<rm_danardono@...> wrote:
>
> Mbak, ada juga perwira tinggi dari Tionghoa yang bukan asal pakai
> baju hijau. Dia ayah sahabat saya waktu mahasiswa, Kol AURI Ir
Hoo.
> Beliau adalah guru dari pak Nurtanio, pendiri industri penerbangan
> Indonesia (jauuuhhh sebelum Habibi).
>
> Pakai baju hijau memang seruuu, buat nakut nakutin rakyat, tapi
> kalau bokek ya tetap gak bisa dapat cewek cakep, yang lebih pilih
> pria sipil naik Mercy ha ha ha

hehehe,... benar juga si mas ini. kalo jadi istri tentara bokek
mesti nyuciin bajunya yang tebal2 itu pake tangan wah bisa tuh
tangan pada lecet2 terus.
suami banyak duit bisa dipake buat bayar keamananan ya.

salam,
MJ







>
> Salam
>
> danardono
>
>
> --- In budaya_...@yahoogroups.com, "Martha J."

ANDREAS MIHARDJA

unread,
Mar 8, 2006, 4:20:09 PM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Just for informations and shock how corrupt TNI is.
  Teman sekolah saya beberapa masuk Kepolisian,ALRI , AURI dan ADRI. Mereka semua high ranking officer dan juga yg masuk ke jendral group.  Korrupsi diantara mereka sama hebatnya seperti di luar militer. Untuk mereka yg tidak memiliki penanggung digroup Jendral untuk naik pangkat dari rank Major sampai ke Kolonel  harus sogok - untuk jadi jendral rendah harus sogok. Ini korruption sudah karatan dan sulit dihilangkan.  Ini pembayaran diminta tanpa melihat ethnicity..
  Memang dinegara2 lain kita juga perlu supporter untuk naik pangkat - tetapi meskipun diChina [negara yg corrupt juga] Biasanya qualitas kita lebih penting dan pendukung hanya mempercepat process. Memang jikalau dalam keadaan perang penaikan pangkat sangat cepat sebab banyak yg berjasa - tetapi sewaktu dlm keadaan perang dingin mereka tidak perlu uang pelicin untuk naik pangkat. M3emang kalau ingin masuk deretan Jendral dan Marschal kita selain perlu pendukung dari group ini - kita juga harus politicaly correct dan juga aktip dlm politic.
  Dinegara2 Europa dan USA keadaan juga sama.
  Dari uraian diatas ini kalian bisa lihat qualitas tentara diIndo. Posisi dapat diperdagangkan tanpa melihat ethnicity.
  
  Andreas


RM Danardono HADINOTO <rm_dan...@yahoo.de> wrote:
---------------------------------

  YAHOO! GROUPS LINKS

   
    Visit your group "budaya_tionghua" on the web.
   
    To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tiongh...@yahoogroups.com
   
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

   
---------------------------------

 




[Non-text portions of this message have been removed]



steeve haryanto

unread,
Mar 8, 2006, 8:10:50 PM3/8/06
to budaya_...@yahoogroups.com
--- "B.S.S. Onggo" <steph...@yahoo.com> wrote:
<...deleted...>
> Apakah ini berarti di Singapura tidak ada
> diskriminasi ... saya kurang
> tahu, kalaupun ada, pelaksanaan hukum di singapura
> cukup ketat, baru2
> ini, 3 orang dihukum karena memuat tulisan bernada
> rasial di blog
> mereka. Universitas Warwick batal mendirikan cabang
> di singapura
> karena tidak adanya kebebasan berbicara (paling
> tidak itu alasan yg
> dikemukakan oleh pihak universitas). Di singapura,
> kita tidak boleh
> berbicara yang membahayakan racial and religious
> harmony.
<...deleted...>
Tanggapan:
sebenarnya kalau untuk ketegasan masalah sara di
indonesia juga tegas kog ...;P salah sedikit langsung
tembak ditempat kan...:) waktu zaman orde baru apalagi
kan ... sekarang saja da mendingan.Cth casenya adalah
waktu peristiwa Malari di jakarta, konon kabarnya juga
itu adalah kasus yang dibelokkan menjadi sara oleh
pemerintah,didalam unjuk rasa itu juga banyak kalau
mahasiswa tionghoa yang gabung,(CMIIW),dimana proyek
senen, jakpus dibakar oleh massa yang tidak
terkendali, kemudian TNI / Kopassus diturunkan untuk
mengambil alih situasi.Kemudian tersiar berita
dikalangan orang tionghoa bahwa salah satu blok yang
terbakar itu adalah pusat2 toko jewelery.Semua
brangkas nya habis terbongkar, yang tidak mungkin
rusak termakan api atau dibongkar paksa oleh sekedar
linggis belaka, ditambah lagi merebak berita banyak
perwira TNI yang kaya mendadak setelah pengamanan itu.
Wak jadi menyimpang neeh moderator mohon maaf ... ;p
balik lagi keatas bahwa sebenarnya institusi yang
hrsnya menjaga keselarasan menjadi sekedar alat
kekerasan semata.SARA kalau ditumpas yah makin
merebak, tetapi memang bnr adanya bahwa perbedaan itu
hanya bisa kita harmoniskan dengan kedewasaan berpikir
dan tidak terbelunggu oleh kebodohan.



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com



steeve haryanto

unread,
Mar 9, 2006, 12:37:56 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
--- Edy Wijaya <wine...@yahoo.com> wrote:

<....deleted...> mengapa gak minat? kalau pemerintah
>
> by the way, orang pribumi pun terpaksa kok jadi PNS,
> karena memang lapangan kerja kurang sekali.
> Jadi rata-rata yang jadi PNS itu nggak dari hati
> untuk melayani negeri dan sipil, jadinya ya itu,
> korup dimana-mana.
<...deleted...>
Tanggapan:
Benar sekali kawan, memang orang berbondong bondong
ikut ujian PNS hny karna memang sedikitnya lapangan
kerja di negara ini.Tidak lebih dari sekedar hal
tersebut diatas, kalau buat mengabdi pada negara nya
sendiri rasanya jauh sekali, mungkin kl di
percentasekan adalah 5% dari total PNS di Indonesia.
Padahal mereka teriak kalau mereka adalah penduduk
asli negara ini dan seharusnya mereka mempunyai hak
lbh dari sekedar pendatang.Dan kenyataan yang ada
malah pendatang yang memakmurkan nya udah gitu masih
di injak2 lagi haknya ... :(



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com



jt2x00

unread,
Mar 9, 2006, 1:44:31 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Koreksi untuk anda. Pada jaman Orba sekalipun, orang Tionghoa yang
menjadi PNS cukup banyak, terutama di lingkungan Depkes dan Depdiknas
(dulu Depdikbud).

Perlu anda tahu, sampai dengan sekitar tahun 2000 (tepatnya saya
lupa), semua dokter otomatis jadi PNS Depkes dan Wajib Kerja ke
daerah2. Semacam ikatan dinas untuk jangka waktu tertentu, sesudahnya
boleh pilih, tetap menjadi PNS atau mengundurkan diri. Setelah
perubahan sistem dan diperkenalkannya dokter PTT, dokter tidak lagi
otomatis jadi PNS.

Di bidang pendidikan juga sama. Dosen PTS yang sudah memiliki akta
mengajar, otomatis menjadi PNS Depdiknas yang dipekerjakan di PTS 
tsb. Bukan hanya dosen PTN saja yang bisa jadi PNS. Mereka mendapat
gaji pokok + tunjangan fungsional dari pemerintah/Kopertis sesuai
dengan jenjang kepangkatan yang berlaku, sama seperti dosen PTN atau
PNS yang lain. Kalau PTS ybs akan membayar total gaji dosen tsb lebih
tinggi dari gaji PNS, PTS tsb tinggal menambah kekurangannya saja.

Di lingkungan PNS dikenal 2 macam jabatan. Jabatan fungsional sesuai
dengan keakhliannya, dan jabatan struktural yaitu jabatan sesuai
dengan birokrasi dalam organisasi tsb. PNS yang Tionghoa, umumnya
lebih banyak mengambil jabatan fungsional, yang waktunya tidak
terlalu terikat sehingga masih bisa melakukan kegiatan lain di
luaran. Tapi tidak berarti tidak ada PNS Tionghoa yang memegang
jabatan struktural.

Orang Tionghoa yang menjadi PNS, apalagi yang memegang jabatan
struktural, kebanyakan sudah tidak mempersoalkan lagi ke-
Tionghoaannya. Bahkan teman2 sekantornya yang pribumi banyak yang
tidak tahu kalau dia Tionghoa, karena umumnya sudah tidak menggunakan
nama 3 huruf, apalagi yang pisiknya tidak terlalu kentara sebagai
orang Tionghoa.

Apakah mereka didiskriminasi di kantornya? Jawabananya antara ya dan
tidak. Kalau mereka tidak mau bergaul dengan teman sekantornya dan
selalu menutup diri, YA, mereka akan didiskriminasi dan dikucilkan.
Apalagi kalau dibilang Cina saja, sakit hatinya sampai 7 turunan.
Diskriinasi seperti ini berlaku umum, bukan hanya kepada orang
Tionghoa saja, tetapi berlaku juga kepada semua orang yang exclusive
seperti itu, Sunda, Jawa, Batak, Padang, dsb.

Sebaliknya kalau dia bisa membawa diri dengan baik di lingkungan
kantornya, orang lain yang pribumi niscaya tidak akan memikirkan lagi
orang itu Tionghoa atau bukan. Isu diskriminasi terhadap orang
Tionghoa PNS, seringkali muncul dari orang lain yang sebenarnya tidak
tahu menahu tentang PNS. 

Salam
John Towell 

-----------------------


--- In budaya_...@yahoogroups.com, eko adi <penyoponye@...>
wrote:
>

Nasir Tan

unread,
Mar 9, 2006, 1:49:50 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com


   
--- In budaya_...@yahoogroups.com, eko adi <penyoponye@...>
wrote:
>
> Judul untuk topik ini memang sengaja saya buat
> pertanyaan, padahal maksud saya memberitahu JIKA
> sekarang ini sudah ada PNS dari etnis tionghoa. Atau
> dengan kata lain sekarang orang tionghoa sudah bisa
> menjadi PNS, kalau ia mau.
>
> Saya tekankan masa sekarangnya karena memang sebelum
> ini belum pernah ada tionghoa jadi PNS, apalagi
> tentara.
> Kenapa? Pertama, memang sejak peristiwa 30 September
> tahun 65, etnis tionghoa diawasi dan ditekan. Kedua,
> keliatannya emang tidak minat jadi PNS atau tentara,
> tuh orang tionghoa. 
>
> Nah, sekarang ada teman saya yang jadi PNS di
> Departemen Luar Negeri. Calon Diplomat. Di Deplu saya
> lihat ini baru pertama kali. Bisa jadi karena prospek
> hubungan Indonesia-RRC yang semakin maju di bidang
> perdagangan, sehingga diplomasi ras dan kultur perlu
> dijalankan.
>
> Ayo, siapa menyusul....
>
>
> salam,
> Adi
>
Dari dulu sebenarnya ada aja Orang Tionghoa yang masuk PNS bung. Contohnya guru2 saya dulu (sekitar taon 85-an) PNS dan dia Orang Tionghoa...dan tentunya hingga saat ini dia tetap Tionghoa. Tetangga PNS yang bekerja di Departemen Perdagangan dan Perindustrian ( sekarang entah nama departemen itu). Namanya Pak Josef..itu sih di tempat saya. Selain itu banyak dokter2 teman cici saya juga PNS dan itu juga Orang Tiongha. Apakah kalau profesi guru, dokter atau pegawai departemen seperti itu tidak termasuk kategori PNS? Hayyaaa...
  Atau mungkin karena distribusi Orang Tionghoa di Indon tidak begitu merata, sehingga ketika ada Orang Tionghoa menjadi PNS di suatu tempat , akan menjadi aneh huana/tiko maupun cung/teng lang di tempat lain..??? Atau ada yang bisa menambahkan?
  
  
  salam damai,
  
  Nasir Tan





           
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze.

[Non-text portions of this message have been removed]




Martha J.

unread,
Mar 9, 2006, 2:25:00 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Sdr. Nasir Tan, apakah anda tidak tahu bahwa kata huana/tiko adalah
kata penghinaan dari ethnis cina kepada pribumi?
Tolong jangan dipakai lagi.
Saya sendiri tidak tahu artinya tapi yang pernah saya baca, itu
adalah kata penghinaan yang paling sadis.
Betul kan teman2?



--- In budaya_...@yahoogroups.com, Nasir Tan <hitaci2002@...>
wrote:

>
>
>
>    
> --- In budaya_...@yahoogroups.com, eko adi <penyoponye@>

Linda Harsini

unread,
Mar 9, 2006, 3:13:19 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Bp. Danardono,

Terima kasih untuk memberikan sedikit pelajaran sejarah Indonesia yang
tidak terdapat pada pendidikan sejarah indonesia di bangku sekolah sini.
Sering sering ya membagi ilmu sejarah Indonesia pada kami terutama
sejarah yg tidak terdapat dalam pelajaran sejarah sekolah.


Salam,
Linda

-----Original Message-----
From: budaya_...@yahoogroups.com
[mailto:budaya_...@yahoogroups.com] On Behalf Of RM Danardono
HADINOTO
Sent: Monday, March 06, 2006 11:31 PM
To: budaya_...@yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Fw: Re:Kenapa arang Cina tidak tertarik jadi
tentara

Bukan, kesatuan Tionghoa yang berjuang bersama pangeran Diponegoro jauh
lebih dahulu daripada kesatuan Po An Tuy, yang exist dimasa perang
kemerdekaan.
bacalah berita berikut tulisan sdr. Sie Hok Tjwan, yang menulis mengenai
sahabat ayah almarhum, yakni pak Toni Wen:

"Di Jawa-Tengah olahragawan populer Tony Wen mengumumkan mendirikan
pasukan kamikaze dipihak Republik. Dia bersama isterinya mendapat
tepuk-tangan yang gemuruh.

Soal pembunuhan besar2an di Sulawesi oleh Kapten Westerling, tidak
banyak diketahui orang, bahwa kejahatan itu telah dihentikan oleh
tindakan seorang tua Tionghoa-peranakan bernama Kong Siu Tjoan. Dia
memberitahukan konsul Tionghoa Wang Tek Fun sedang terjadinya pembunuhan
sewe-nang2 terhadap penduduk setempat dan minta segera diambil tindakan.


Konsul Wang Tek Fun datang berserta gubernur Belanda dan kedua orang ini
memerintahkan pasukan2 istimewa Belanda dibawah Westerling untuk
seketika menghentikan perbuatannya.

Di Jakarta terbentuk Pao An Tui. Didalam memo-arnya almarhum Oei Tjoe
Tat ditegaskan bahwa anggapan Pao An Tui kakitangan Belanda adalah tidak
benar.

Pao An Tui ciptaan Soetan Sjahrir dari pihak Republik dan Oei Kim Sen
yang kemudian menjadi komandan Pao An Tui dengan tujuan mem- bantu
menjaga keamanan. Hal ini telah dibe-narkan Soebadio Sastrosatomo
(sekarang almarhum), tokoh PSI dan tangan kanan Soetan Sjahrir.

Pao An Tui Jakarta tidak pernah kolaborasi dengan penguasa kolonial.
Sebaliknya mereka sangat anti-Belanda. Memang ada elemen2 tertentu di
beberapa daerah yang pro-Nica (Netherlands-Indies Civil Administration).


Sifat ini tidak beda dengan golongan2 lain. Di semua golongan, Pri
maupun non-Pri, terdapat orang2 yang pro-Nica. Pembunuhan orang2
Tionghoa oleh ge-rombolan2 yang tidak bertanggung-jawab se-perti di
Tangerang dan lain-lain tempat mem-buat orang2 mencari perlindungan pada
Nica dan mereka yang terkena berpaling ke Nica.

Kesalahan pimpinan politik minoritas Tionghoa, pada tahun 1946 mem- veto
pembentukan batalyon Tionghoa untuk ikut serta dalam perjoangan merebut
kemerdekaan Indonesia.

Sesuai contoh kesatuan Nisei, keturunan Jepang di USA, yang ikut perang
dipihak Sekutu dalam perang dunia ke II. Pimpinan keturunan Tionghoa
menolaknya dan sebaliknya menganjurkan tiap orang Tionghoa yang ikut
gerilya melebur dalam kesatuan2 Pribumi menurut aliran masing2.
Akibatnya kini, minoritas Tionghoa sebagai golongan dipandang tidak ikut
berjoang.

Sebagai sesama bangsa Asia banyak orang Tionghoa solider dengan
perjoangan kemerdekaan Indonesia melawan kekuasaan Barat. Tercantum di
ingatan orang2 Tionghoa, pada tahun-tahun 1930-an di satu taman di
bagian konsesi Inggris di Shanghai terdapat tanda larangan masuk untuk
"anjing2 dan orang2 Tionghoa".

Tiongkok berkepentingan melenyapkan kekuasaan kolonial dari bumi Asia.
Di Indonesia chalayak ramai pada umunya tidak mengenal orang2 Tionghoa
yang dianugerahi bintang gerilya. Saya kenal orang Tionghoa- totok
Sutrisna Lukman (almarhum Lauw Kim Seng) yang 3 kali mendapat bintang
gerilya untuk jasanya mendatangkan senjata api diwaktu revolusi. Di
Indonesia yang berkuasa di depan dan dibelakang layar adalah kaum
veteran, yaitu bekas pejoang kemerdekaan. Dengan bataljon sendiri,
minoritas Tionghoa akan mempunyai KURSI dan SUARA di kalangan veteran
dan kedudukannya akan lebih kuat..."

Salam

danardono


--- In budaya_...@yahoogroups.com, "Linda Harsini"
<linda.harsini@...> wrote:
>
> Bp. Danardono yg baik,
>
> Bolehkah saya tanya:
> Di zaman perang Diponegoro, ada satu kesatuan Tionghoa yang bahu
membahu
> memerangi pasukan Belanda. -----> Apakah yg dimaksud adalah Po An
Tui?
> Apakah bisa di ceritakan lebih jauh?
>
> Terima kasih sebelumnya.

>

>
>
>
> -----Original Message-----
> From: budaya_...@yahoogroups.com
> [mailto:budaya_...@yahoogroups.com] On Behalf Of RM Danardono
> HADINOTO
> Sent: Monday, March 06, 2006 4:25 AM
> To: budaya_...@yahoogroups.com
> Subject: [budaya_tionghua] Fw: Re:Kenapa arang Cina tidak tertarik
jadi
> tentara
>
> Saya punya teman sekelas, etnis Tionghoa dari Kalimantan Barat
waktu
> SMA. Ketika itu pecah konflik Irian Barat. Dia ingin sekali
mendaftar
> sebagai sukarelawan untuk didrop disana.
>
> Saya yakin, kalau dibuka kesempatan pendidikan prajurit, bintara
maupun
> perwira bagi saudara saudara Tionghoa, mereka akan mendaftarkan
diri.
> Saya cukup banyak teman Tionghoa untuk memastikan ini.
>
> Keprajuritan bukan monopoly etnis tertentu. Di zaman perang
Diponegoro,
> ada satu kesatuan Tionghoa yang bahu membahu memerangi pasukan
Belanda.
>
> Salam
>
> danardono
>
>
>
> --- In budaya_...@yahoogroups.com, drirawan@ wrote:
> >
> > Kalau boleh saya tambahkan dari postingan Bung Chan CT. Menurut
> saya memang
> > orang Cina takut jadi tentara, tapi disisi lain orang Tionghoa
> tidak masalah,
> > mereka malah sadar perlunya partisipasi kedalam suatu sistem,
> hanya sayangnya
> > memang banyak rintangan konkrit maupun abstrak yang mereka
hadapi.
> >
> > salam,
> > Dr.Irawan.

> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
>
>
>
>
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
>
> .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
>
> .: Untuk bergabung :
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@... :.
> Yahoo! Groups Links

>






.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.
Yahoo! Groups Links








odeon_cafe

unread,
Mar 9, 2006, 3:25:47 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Ya, bung JT benar bahwa sejak zaman orde baru
pun terdapat etnis Tionghoa yang menjadi
pegawai negeri. Dirjen agama budha yang pernah
dijabat oleh Dr. Krisnanda Wijayamukti yang
seorang etnis tionghoa adalah contoh tambahan
untuk membenarkan uraian bung JT. belum lagi
kalau menyebut anggota MPR spt Ibu Hartati
Murdaya atau Eki syahrudin dari golkar. Bob Hasan
yang diangkat menteri di kabinet terakhir suharto
tentu berstatus pegawai negeri juga.

para peniliti LIPI spt Mely G. Tan, Ibu Pauline
dll juga tercatat sebagai PNS. dan jangan lupa,
Purn. Brigadir Jenderal Tedy Jusuf yang saat ini
Ketua Umum PSMTI itu juga tionghoa. ternyata ada
juga lah etnis tionghoa yang menjadi PNS.
begitu juga para pengurus Bakom PKB yang bernaung
di bawah lembaga pemerintah dan tentunya juga
tionghoa-tionghoa yang masuk dalam jajaran BKMC
yang statusnya jelas menjadi intel menginteli
aktivitas komunitas Tionghoa.  

tidak juga ada aturan tertulis yang melarang
etnis tionghoa untuk menjadi ABRI, PNS, anggota
par-pol dsb. persis sama dengan 'aturan tidak resmi'
jabatan rektor yang harus almameter universitas
bersangkuta. contohnya, untuk menjadi rektor Unair
diharuskan alumnus Unair juga. sekalipun, tidak
ada 'aturan tertulis' tetapi dalam prakteknya
rektor Univ. Indonesia ya harus alumnus UI. tidak
bisa alumnus UI menjadi rektor ITB.

tetapi perlahan-lahan, perilaku diskriminatif ini
sedang diubah oleh kalangan akademisi. sampai
di mana keberhasilannya, saya tidak tau. tapi
saya mendoakan semoga praktek diskriminasi 'tak
tertulis' spt ini agar cepat berakhir.

yang berbahaya dan selalu dikeluhkan oleh sebagian
kalangan Tionghoa adalah praktek diskriminasi
'tak tertulis'. gus dur mengkonfirmasi diskriminasi
'tak tertulis' tersebut. begitu juga dengan anggota
DPR dari fraksi PKS, Fahri Hamzah, dengan pernyataan
bahwa "praktek rasialis dan diskriminasi begitu sulit
untuk dibuktikan tetapi sangat mudah dirasakan".

saya setuju dgn JT bahwa yang paling penting adalah
faktor menyesuaikan diri sebaik mungkin. contohnya JT
kalau di milis t-net menggunakan istilah CINA dan
menentang abis istilah TIONGHOA. tetapi di milis
budaya-tionghoa memakai istilah TIONGHOA karena mainstream
budaya-tionghoa lebih prefer menggunakan istilah TIONGHOA.
karena sesuai dengan nama milisnya, budaya-tionghoa bukan
cina-net.

sekalipun, tidak menjadi jaminan dan tidak ada
sangkut pautnya antara rasialisme anti-tionghoa dan
penyesuaian diri sebaik mungkin. setau saya,
alvin lie, anggota DPR dari PAN, tlah bertindak
baik, tidak sombong dan tertib.

tetapi pernah suatu kali karena perdebatan seru di
ruang sidang, alvin lie dimaki 'CINA' juga. begitu juga
Pak Kwik Kian Gie yang sangat nasionalis dan PDIP itu.
pernah mau ditembak oleh Hariman Siregar dan dimaki
'si cina' dengan kasar. padahal, pak Kwik Kian Gie itu
tentu sangat santun di jajaran politisi. terlepas
dari pernah sangat aktif di bakom PKB dan Prasetya Mulya.

pertanyaan mendasar saya adalah apakah orang Tionghoa
itu baru dikatakan cinta indonesia dan loyal terhadap
NKRI kalo sudah jadi tentara atau PNS??

Sub-Rosa II

ulysee

unread,
Mar 9, 2006, 4:00:48 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Saya sebelumnya menyambut baik soal RUU pornografi dan pornoaksi.

Harapan saya kalau sudah ada undang-undangnya (yang mencakup definisi
yang jelas arti dua kata itu)
Nanti tidak ada lagi orang yang seenak perut menuding tetangganya
melakukan pornoaksi, sebab bisa dibandingkan dengan mengacu kepada RUU
tersebut, apakah tuduhannya berdasar atau tidak.

Tapi makin kesini kok makin kacau kayaknya. Definisi aja bersifat
terbuka dan bisa ditafsirkan macam-macam, bukannya mengurangi, malahan
membuka kemungkinan tuding-menuding makin banyak. Yaah kalu begini sih
mendingan mangacu sama KUHP yang lalu aja deh.

Kenapa ya kok bikin RUU aja kacau beliau begini, jadi serem, itu yang
bikin,
Orang-orangnya capable apa kaga ya.

-----Original Message-----
steeve haryanto <stv7...@yahoo.com> wrote:
  saya jelas2 sangat menolak RUU tersebut.Saya tidak
mengerti sebenarnya negara ini berlandaskan apa sih?
Jelas - jelas banget tidak dengan tertutupnya seluruh
badan akan dapat menghindarkan pikiran dari pikiran
negatif atau porno.
Diskriminasi belum usai, pembauran masih terseok -
seok. Sekarang sudah membuat yang mengancam
disintegrasi bangsa.

--- eko adi <penyo...@yahoo.com> wrote:

> Apakah orang Tionghoa benar-benar nasionalis? Mau menyelematkan
> Indonesia dari kehancuran akibat RUU ini?
> Tolak dan tunjukan penolakanmu.
>
> Salam,
> Adi

Min Hui

unread,
Mar 9, 2006, 4:08:41 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com


> -----Original Message-----
> From: budaya_...@yahoogroups.com
> [mailto:budaya_...@yahoogroups.com] On Behalf Of odeon_cafe
> Sent: Thursday, March 09, 2006 3:26 PM
> To: budaya_...@yahoogroups.com
> Subject: [budaya_tionghua] Re: Orang Cina ada dan mau yang jadi PNS?
>
> Ya, bung JT benar bahwa sejak zaman orde baru
> pun terdapat etnis Tionghoa yang menjadi
> pegawai negeri. Dirjen agama budha yang pernah
> dijabat oleh Dr. Krisnanda Wijayamukti yang
> seorang etnis tionghoa adalah contoh tambahan
> untuk membenarkan uraian bung JT. belum lagi
> kalau menyebut anggota MPR spt Ibu Hartati
> Murdaya atau Eki syahrudin dari golkar. Bob Hasan
> yang diangkat menteri di kabinet terakhir suharto
> tentu berstatus pegawai negeri juga.
>

[MH]

Maaf, setahu saya jabatan seperti walikota, wakil walikota, anggota
DPR/MPR/DPD hingga menteri adalah jabatan politik bukan jabatan karir PNS
dimana bisa saja diisi oleh yang bukan PNS.


CMIIW


MH


steeve haryanto

unread,
Mar 9, 2006, 3:47:34 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
--- Anton Widjaja <pemp...@yahoo.com> wrote:
...deleted...
> Silahkan baca
> buku otobiografi
> Oey Tjoe Tat. Nenek moyang Oey Tjoe Tat adalah salah
> satu panglima
> perang Diponegoro.
...deleted...
Kawan anton saya pernah melihat buku biografi Pa Oey,
tetapi tidak lama  buku itu hilang dari peredaran.
Bisa saya tahu dimana saya bisa mendapatkannya.
Terimakasih sebelumnya,
STeeve


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


odeon_cafe

unread,
Mar 9, 2006, 4:23:12 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
setau saya, jabatan menteri, anggota dewan
juga masuk PNS. sekalipun, saya setuju dengan
Min Hui bahwa jabatan menteri dan anggota
DPR itu jabatan politis bukan jabatan birokrasi
karir.

tetapi anggota DPR juga dapat pensiun dari negara.
dan menurut Bapak Trimedya Panjaitan (PDIP), kepada saya
dalam satu diskusi, bahwa dirinya adalah PNS.

jadi, saya menarik asumsi bahwa Pegawai Negeri itu
adalah golongan besarnya lantas dibagi lagi menjadi
sub-sub. yaitu jabatan politis dan birokrasi sipil.
ada juga pembagian pegawai negeri sipil dan militer.

Pangab juga jabatan politik. tetapi masuk juga jadi
Pegawai Negeri.

pengertian MIn Hui tentang PEGAWAI NEGERI itu apa ya?
kalo saya sih beranggapan bahwa mereka yang digaji oleh
negara itu disebut pegawai negeri. kalau pegawai swasta
ya digaji oleh institusi swasta.

Sub-Rosa II


--- In budaya_...@yahoogroups.com, "Min Hui" <minhui@...> wrote:
>
>>
> [MH]
>
> Maaf, setahu saya jabatan seperti walikota, wakil walikota, anggota
> DPR/MPR/DPD hingga menteri adalah jabatan politik bukan jabatan
karir PNS
> dimana bisa saja diisi oleh yang bukan PNS.
>
>
> CMIIW
>
>
> MH
>






FBY

unread,
Mar 9, 2006, 4:42:10 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Kalau tidak jelas UUnya nanati pelaksanaannya kaya Perda anti
pelacuran di Tangerang yang sekarang lagi ramai tuh. Ibu guru hamil
nunggu mikrolet ditahan berapa lama tuh?
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>


--
Jual foto digital anda di internet!
http://submit.shutterstock.com/?ref=6953

Min Hui

unread,
Mar 9, 2006, 4:57:47 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Begini loh, mustinya buat batasan jelas dulu PNS yg dimaksud dalam subjek
diskusi ini.

Kalau menurut saya PNS itu ya pegawai negeri sipil dimana sesuai prosedur
sekarang untuk menjadi PNS, kita harus mengikuti ujian calon PNS yg diadakan
tiap tahun. Rela berpanas2an membeli formulir, mengisi, dan kemudian
mengikuti ujian. Setelah lulus dari lubang jarum, resmi jadi PNS dan
dimulailah karir setahap demi setahap.

Walikota, bupati, anggota DPR/MPR/DPD sekarang ini bisa saja bukan dari PNS
kan? Kalo anda punya uang, punya kekuasaan dan pengaruh, jadi panutan
masyarakat setempat, atau disponsori oleh parpol, silahkan maju jadi calon
dan rakyat langsung akan memilih lewat mekanisme pilkada atau pemilu.

Menteri, sama saja bisa dari PNS, bisa pengusaha jadi menteri, bisa teknorat
jadi menteri. Sugiharto atau Laksamana Sukardi misalnya. Mereka professional
pasar yg sudah teruji sehingga diangkat jadi menteri. Bob Hasan, hehe saya
kok ga yakin, dia pernah ngisi formulir dan ikut ujian PNS. Mereka, menteri2
ini digaji pemerintah sebagai putra-putri terbaik bangsa yg diharapkan dapat
membantu pemerintah yg sedang berkuasa mencapai cita-cita bangsa dan negara
(mudah-mudahan :))




MH




> -----Original Message-----
> From: budaya_...@yahoogroups.com
> [mailto:budaya_...@yahoogroups.com] On Behalf Of odeon_cafe
> Sent: Thursday, March 09, 2006 4:23 PM
> To: budaya_...@yahoogroups.com
> Subject: [budaya_tionghua] Re: Orang Cina ada dan mau yang jadi PNS?
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>



rene chan

unread,
Mar 9, 2006, 7:51:24 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com

RUU ini baru akan di undang2kan Juni yad, masih banyak waktu utk
melakukan sesuatu agar merubah yg sudah tertulis.
Baik itu mendukung petisi atau lobbying2 ke anggota DPR maupun
tindakan2 yg lain.
Sampai sejauh ini RUU tampak nya akan dipakai sbg pintu belakang utk
masuk nya Piagam Jakarta kedalam salah satu undang2 RI. Jika UU nya
seperti yg tertulis sekarang untuk pelaksanaan UU apakah akan harus di
bentuk polisi khusus penjaga moralitas spt di Iran???

rgds. rc





--- In budaya_...@yahoogroups.com, FBY <biawak99@...> wrote:
>
> Kalau tidak jelas UUnya nanati pelaksanaannya kaya Perda anti
> pelacuran di Tangerang yang sekarang lagi ramai tuh. Ibu guru hamil
> nunggu mikrolet ditahan berapa lama tuh?
>
>
> On 3/9/06, ulysee <ulysee@...> wrote:
> > Saya sebelumnya menyambut baik soal RUU pornografi dan pornoaksi.
> >
> > Harapan saya kalau sudah ada undang-undangnya (yang mencakup definisi
> > yang jelas arti dua kata itu)
> > Nanti tidak ada lagi orang yang seenak perut menuding tetangganya
> > melakukan pornoaksi, sebab bisa dibandingkan dengan mengacu kepada RUU
> > tersebut, apakah tuduhannya berdasar atau tidak.
> >
> > Tapi makin kesini kok makin kacau kayaknya. Definisi aja bersifat
> > terbuka dan bisa ditafsirkan macam-macam, bukannya mengurangi, malahan
> > membuka kemungkinan tuding-menuding makin banyak. Yaah kalu begini sih
> > mendingan mangacu sama KUHP yang lalu aja deh.
> >
> > Kenapa ya kok bikin RUU aja kacau beliau begini, jadi serem, itu yang
> > bikin,
> > Orang-orangnya capable apa kaga ya.
> >
> > -----Original Message-----
> > steeve haryanto <stv75_id@...> wrote:
> >   saya jelas2 sangat menolak RUU tersebut.Saya tidak
> > mengerti sebenarnya negara ini berlandaskan apa sih?
> > Jelas - jelas banget tidak dengan tertutupnya seluruh
> > badan akan dapat menghindarkan pikiran dari pikiran
> > negatif atau porno.
> > Diskriminasi belum usai, pembauran masih terseok -
> > seok. Sekarang sudah membuat yang mengancam
> > disintegrasi bangsa.
> >
> > --- eko adi <penyoponye@...> wrote:
> >
> > > Apakah orang Tionghoa benar-benar nasionalis? Mau menyelematkan
> > > Indonesia dari kehancuran akibat RUU ini?
> > > Tolak dan tunjukan penolakanmu.
> > >
> > > Salam,
> > > Adi
> >
> >
> >
> > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
> >
> > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
> >
> > .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
> >
> > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@... :.

> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> --
> Jual foto digital anda di internet!
> http://submit.shutterstock.com/?ref=6953
>




odeon_cafe

unread,
Mar 9, 2006, 6:23:30 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Lho, di awal kan sudah saya tulis
tentang term 'pegawai negeri'. saya
sengaja pake term general untuk menjelaskan
PNS dan Militer. Min Hui tidak hati-hati
baca tulisan saya nih. coba perhatikan
paragraf ini:


"Ya, bung JT benar bahwa sejak zaman orde baru
pun terdapat etnis Tionghoa yang menjadi
pegawai negeri. Dirjen agama budha yang pernah
dijabat oleh Dr. Krisnanda Wijayamukti yang
seorang etnis tionghoa adalah contoh tambahan
untuk membenarkan uraian bung JT. belum lagi
kalau menyebut anggota MPR spt Ibu Hartati
Murdaya atau Eki syahrudin dari golkar. Bob Hasan
yang diangkat menteri di kabinet terakhir suharto
tentu berstatus pegawai negeri juga."

saya tulis PEGAWAI NEGERI tuh. eniwei, let's forget
kekeliruan minor ini.

ya, saya sependapat dengan Min Hui tentang
prosedur karir birokrat PNS dan mereka-mereka
yang "ditunjuk" seperti jabatan Presiden yang
juga masuk kategori PNS.

saya kira, substansi pembahasan tidak di masalah
PNS an sich. tetapi adanya indikasi rasialisme
anti-tionghoa dan diskriminasi dalam praktek
birokrasi sipil dan militer. nah, ulasan tentang
ada tidaknya orang Tionghoa menjadi PNS tidak
dapat dijadikan parameter untuk mengabaikan faktor
rasialisme anti-tionghoa. apalagi kalo pendekatannya
memakai pendekatan formal. toch, diskriminasi dan
rasialisme anti-tionghoa itu bisa saja dipraktekan
secara de facto tetapi sulit dibuktikan secara
juridis. kecuali, RI mau menerapkan policy
affimative action mahatir mohamad yang sudah dinyatakan
gagal itu.

dulu juga ada pembatasan-pembatasan resmi untuk
Tionghoa. contohnya apa yang disebut praktek
"ali-baba", gerakan assaat, Kensiisme dll. sekarang
tidak ada lagi. mungkin, sedang dicari metode lain
yang lebih halus. atau bisa juga pake cara
"tidak langsung" dan "tidak resmi". nah, kalau sudah
pake metode "tidak resmi" maka akan sulit dijerat
hukum. lain ceritanya, kalo UU anti-diskriminasi
ras dan etnis sudah disahkan.

tetapi juga, saya setuju untuk tidak terlalu
membesar-besarkan masalah sentiment anti-tionghoa ini.
seperti contohnya, ada aktifis tionghoa yang kalah
bersaing lantas tuding adanya rasisme. ini tidak
begitu benar. begitu juga pertarungan Lius Sungkarisma
yang gagal jadi RI-1. tidak mesti karena adanya
semangat anti-tionghoa. bisa jadi karena faktor
kualifikasi dan luck.

sekalipun, dalam prakteknya, sekalipun tak tertulis
di UUD 45 dan pasal 6 sudah diamandemen tetapi publik
sudah paham kalo cuma islam-jawa yang mesti jadi
presiden. paling tidak untuk saat ini. sebabnya kenapa
ya kita sudah paham lah.  

pendek kata, Indonesia sebagai negara tidak bersikap
anti-tionghoa. tetapi ada elemen dalam masyarakat
yang sangat tertutup dan anti terhadap Tionghoa.
sebabnya tentu bukan di keberadaan Tionghoa yang
dirasakan mengganggu. tetapi lebih pada tingkat
wawasan dan motive politik serta otak cupet. di
samping mereka-mereka yang beraliran terbuka dan
menerima Tionghoa dengan tanpa sikap rasis.

saya tidak tau sampai di mana kualitas seorang
Bob Hasan. tapi sebagai pengusaha sukses di
berbagai bidang tentu dapat dikatakan kalau dia
itu sangat pandai. karena belum tentu semua orang
bisa dekat dengan Pak harto. Min Hui yang merasa
lebih kualified dari Bob Hasan pun belum tentu
bisa ngejilat Pak Harto dan berhasil ditunjuk oleh
beliau untuk jadi menteri. jadi dirjen pun sulit
atau paling tidak perlu kesabaran hebat.

nah, kalao saya diminta pilih mana yang lebih
capable untuk jadi menteri ekonomi: apakah Bob Hasan
atau Min Hui? tentu saya pilih Bob Hasan dengan
suara bulat dan 100%. tetapi kalao saya ditanya
tentang moral, maka saya lebih pilih Min Hui.

oh ya, Min Hui belum jawab pertanyaan saya:


"apakah orang Tionghoa itu baru dikatakan cinta
indonesia dan loyal terhadap NKRI kalo sudah jadi
tentara atau PNS??"



> > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
> >
> > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
> >
> > .: Untuk bergabung :
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
> >
> > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@... :.
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>








.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



Martha J.

unread,
Mar 9, 2006, 11:59:26 AM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
saya jadi ingat jaman dulu tahun 1980, ada seorang anak buah saya,
wanita jawa yang sangat jawa, agama budha, yang cerita dia ditolak
kerja di lingkungan perusahaan pemerintah karena agama budhanya itu.
Terang2an ketika menghadap personalianya, dibilang bahwa dia ditolak
karena bukan islam.

Tapi teman sekantor saya yang lainnya, yang chinese, lelaki, sarjana
dan nonmuslim (enggak beragama) malah pindah dari kantor karena
diterima kerja di kantor pajak. Kedua kejadian itu pada tahun yang
sama. Mungkin di kalangan karyawan level bawahan, hal2 sara seperti
itu berlaku.
Atau mungkin tergantung seberapa saranya atasan dari perusahaan
negara tersebut? entahlah.


--- In budaya_...@yahoogroups.com, "odeon_cafe"

Ambon

unread,
Mar 9, 2006, 1:24:02 PM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Pernah terjadi di Ambon, yaitu pada kantor gubernur Maluku.. 30 orang
pegawai non muslim dipecat dan ditempat mereka ditempat pegawai beragama
Islam. Bukan itu saja malah ada gereja yang dilarang lonceng gereja berbunyi
pada hari minggu karena bapak gubernur beristirahat.


----- Original Message -----
From: "Martha J." <marth...@yahoo.com>
To: <budaya_...@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, March 09, 2006 5:59 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Orang Cina ada dan mau yang jadi PNS?


> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>



Martha J.

unread,
Mar 9, 2006, 10:18:34 PM3/9/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Ini betul2 gila karena terjadinya di Ambon dimana agama kristen yang
harusnya dominan. lonceng tidak boleh bunyi tapi alahu akbar pake
loud speaker. tidakkah mereka tau bahwa nama allahnya ditumbalin
buat dimakiin?
> > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@... :.
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>








Nasir Tan

unread,
Mar 10, 2006, 3:12:28 AM3/10/06
to budaya_...@yahoogroups.com


"Martha J." <marth...@yahoo.com> wrote:    saya jadi ingat jaman dulu tahun 1980, ada seorang anak buah saya,
> Sharing :
  Seharusnya tidak, jadi ukuran cinta tanah air dan bangsa tidak harus dilihat dari status dua tadi ( TNI/PNS). Menurut saya sepanjang orang itu bisa berbuat baik minimal buat dirinya, maka itu sudah termasuk cinta tanah dan bangsa. Yah...tentu saja yang  adalah kebaikan yang bersifat "umum" mana semua orang akan senang dengan hal itu, misalnya saja : Ketika ada tamu mengetuk pintu, dia malah suruh pembantu yang lagi nyeterika pakaian di lantai 3, sementara dia cuma duduk baca koran..dengan muka curiga, padahal jelas2 tamu mencari dia....hehehe...:) Menyapa tetangga tidak berlebih2an dalam artian terlalu "over informasi" atau sebaliknya tidak pernah ketahuan apa maunya..semuanya kan kontraproduktif.
  Membukakan pintu bagi tamu....itu sudah termasuk baik sekali terutama di kota-kota besar yang sangat sibuk and individual. Mempersilakan tamu masuk ke rumah, "kalo memungkinkan" , menanyakan keperluan tamu dengan tidak terlalu banyak basa-basi atau penuh kecurigaan. Umumnya tuan2 besar di Indonesia ini ; kalau tidak BASA-BASI YANG BERLEBIHAN, atau CURIGA YANG BERLEBIHAN. Baik "sikap basa-basi yang berlebihan" maupun " kecurigaan berlebihan " merupakan sikap yang tidak ilmiah dan tentu saja tidak dapat dikategorikan sebagai orang yang cinta tanah air dan bangsa.
  
  Untuk TNI/PNS atau underbownya memang ada aturan dan standar yang ditetapkan. Sehingga diharapkan mereka dapat bertutur dengan lebih baik dibanding dengan yang non TNI/PNS.
  Faktanya adalah ; kebanyakan abdi negara apakah itu PNS/TNI/Polisi dan sebagainya masih jarang yang dapat memperlihatkan perilaku diharapkan oleh masyarakat,..sehingga meskipun disisi kanan/kiri costum mereka berlambangkan BURUNG GARUDA atau atribut apapun juga....tetapi masalah yang mendasar dalam hal ini melayani masyarakat tidak dilakukan/direalisasikan, sehingga masyarakat kecewa yah..tidak sepantasnya disebut cinta tanah air dan bangsa...dan kalau mereka ngaku cinta NKRI dsb.... itu sih namanya GR..hehehe...:-)
  Untuk mendapat predikat cinta tanah air dan bangsa segampang itu, apalagi dengan bercostum pula. Dan karena abdi negara maka mereka harus dituntut lebih dari itu..jadi tidak sekedar janji2 tetapi harus ada realisasi.
  
  Sebaliknya orang tidak berseragampun bisa di kategorikan cinta tanah air dan bangsa sekalipun bicaranya tidak terlalu "santun" , tetapi ujung2nya dia baik jujur, tidak usil, tidak suka bikin polemik sehingga tidak mebuat masyarakat resah, panik lalu menimbun sembako dsbnya...:-)), itu sudah bisa disebut cinta tanah air dan bangsa karena minimal sudah dapat memange dirinya...iya kan.
  Intinya adalah bahwa kalau yang punya seragam persyaratan utuk disebut cinta tanah air lebih berat dari yang biasa la.
  Giaman dengan para netter ???
  Para netter disini sekalipun mungkin ada yang bukan PNS/TNI ( kareta takut masuk TNI...:-)) tetapi tidak termasuk kategori masyarakat biasa karena punya kelebihan2. Dengan demikian  maka persyaratan untuk mendapat predikat CINTA TANAH AIR DAN BANGSA identik dan bahkan mungkin ( MUNGKIN LHO )lebih berat dengan PNS/TNI. Bahkan banyak para netter sangat briliant misalnya yang menganalisis melebihi analisis TNI/PNS bahkan government sekalipun. Jadi dengan sendirinya persyaratan bagi para netter yang cerdas untuk masuk kategori cinta tanah air harus lebih dari PNS/TNI.
  TNI yang baru berkarir dan dilantik aja belom ada ber- gelar Doktor (Dr)apalagi professor (Prof). Sementara para netter yang sudah melanglang buana di bursa saham, riset, edukatif, busniss, dokter, pengacara sudah pasti memiliki pengalaman & analisis yang jauh ke depan dan pengetahuannya sudah sama dengan professor.
  Kalau TNI/PNS paling banter kan baru dilantik di Magelang ketika lulus dari AKMIL ..yah itu masih dibawah Strata 1. Yang ada dalam benaknya nasionalisme ala di sekolah mereka.....yah sekitar lembah Tidar.!!! Coba kalau langsung ke Aceh...akan tersa khasiatnya karena mungkin kalo di sekitar Magelang "people-nya" santun penuh senyum dan keris diselip dibelakang, lain halnya ketika di Aceh dimana mungkin saja dianggap sebagai penjajah (tentunya bagi oknum separatis)...hehehe...sementara menurut kurikulum pendidikan yang disebut penjajah menurut guru-guru sejarah Indonesia ( mudah2an tidak salah karena ada yang mengatakan bahwa Sejarah Indonesia sudah diputar balikkan...:-)) adalah Belanda (kecuali Belanda Depok) dan Jepang. Belanda menjajah tanah air kita selama 3,5 abad dan Jepang menjajah kita selama 3,5 tahun, katanya.
  
  Selanjutnya dalam masa damai TNI/PNS juga selalu berhadapan dengan masyarakat yang pintar2 bahkan kadang2 yang iseng...:-) misalnya bekas petualang dari berbagai kalangan yang mana pola pikirnya bersebrangan dan kadang2 aneh tapi nyata. Jadi bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila TNI/PNS tidak segera membenahi diri dalam artian "belajar,belajar dan belajar" untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka, maka selamanya akan selalu berseberangan dengan orang2 di luar PNS/TNI.
  Sayangnya hal ini mungkin tidak tersosialisasi dengan baik sehingga rata-rata PNS/TNI tidak bertambah ilmunya, karena yang disebut menambah ilmu tidak hanya mengikuti lokarya, seminar atau kursus (kalo itu sih banyak) tetapi yang lebih penting adalah development dan aplikasi.
  
  mmmm......Saya pernah iseng bertanya kepada seorang teman baik saya seorang perwira TNI dengan pertnyaan begini : "
  " Bisa ga kamu menangkap udang tanpa menggunakan benda tajam dan tanpa pukat tetapi hanya  dengan satu helai rambut dan sebatang lidi , sehingga udang itu bisa kamu bawa hidup2. Teman saya jadi heran dan balik nanya : Buat apa, lu ada-ada aja? Akhirnya dia ga jawab dan saya ajari gimana caranya menangkap udang tanpa benda tajam dan tanpa pukat, hanya dengan sebatang lidi dan sehelai rambut.
  
  Teman saya ini tidak mau berpikir yang rumit2 jadi ilmu itu-itu aja, yang dia "uber" adalah WIBAWA dan fulus/duit....ngapain lagi belajar kan sudah lulus..dia bilang begitu.....yah mungkin sudah tradisi...kaya iklan aja. Akhirnya karena ilmunya apa "adanya" = "cetek" hehehe...jadinya hanya wibawa semu, bukan wibawa yang sebenarnya.
  Seorang (siapapun dia, TNI/PNS atau apalah) yang cinta tanah air dan bangsa seharusnya memiliki wibawa yang sebenarnya. Mudah2an TNI/PNS dan kita2  ini termasuk kategori cinta tanah dan bangsa dan termasuk yang memiliki wibawa sebenar2nya.
  Ini semata-mata opini saya dan kalo banyak kekurangan mohon diperbaiki, kalau ada yang tersirat mohon direnungi. Mari kita terus belajar..!

  
  
  salam damai,
  
  
  
  
  Nasir Tan
  

           
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze.

[Non-text portions of this message have been removed]



Rinto Jiang

unread,
Mar 10, 2006, 3:53:29 AM3/10/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Terlepas apakah diucapkan dengan mengandung penghinaan atau bukan, saya
ingin menjelaskan arti harfiah dari kata Huana.

Huana sebenarnya secara harfiah tidak mengandung makna penghinaan, saya
rasa muncul menjadi penghinaan karena ada salah kaprah generasi
selanjutnya, yang pengertian budaya atau linguis-nya kurang.

Huana adalah dialek Hokkian, pada dasarnya terdiri dari 2 karakter, Huan
+ a. Huan itu artinya asing, -a itu artinya orang. Jadi, huana adalah
sebutan untuk orang non-Tionghoa. Ini digunakan dalam banyak hal tanpa
ada niatan menghina.

Penggunaan kata ini juga lazim ditemui pada aspek lain, misalnya makanan.

- Jagung, dalam dialek Hokkian disebut Huan-abek, artinya gandum orang
asing. Karena jagung itu bukan tanaman asli Tiongkok.

- Tomat, dalam dialek Hokkian disebut Huan-kio, artinya labu asing,
karena sebab yang sama.

- Cabe, dalam dialek Hokkian disebut Huan-cio.

- Daerah asing (luar Tiongkok) disebut Huan-te.

- Duta besar asing disebut Huan-shi.

- Ubi disebut Huan-cu.

Jadi, penggunaan kata Huan ini sangat lazim digunakan dan tentu saja
tidak mengandung arti penghinaan apa2. Penghinaan muncul bila sebuah
kata diucapkan dengan maksud menghina.

Dengan ini saya ingin mengklarifikasi penggunaan dan arti harfiah dari
kata Huan, supaya jangan disalahgunakan dan disalahkaprahkan lagi di
masa depan.

Namun, saya juga menghimbau agar penggunaan kata2 dengan maksud menghina
ini agar dihentikan terlepas dari apakah arti sebenarnya digunakan untuk
menghina atau bukan.


Rinto Jiang




Martha J. wrote:
> Sdr. Nasir Tan, apakah anda tidak tahu bahwa kata huana/tiko adalah
> kata penghinaan dari ethnis cina kepada pribumi?
> Tolong jangan dipakai lagi.
> Saya sendiri tidak tahu artinya tapi yang pernah saya baca, itu
> adalah kata penghinaan yang paling sadis.
> Betul kan teman2?
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Nasir Tan

unread,
Mar 10, 2006, 4:55:33 AM3/10/06
to budaya_...@yahoogroups.com


Rinto Jiang <ri...@rinto.homeunix.net> wrote:    Terlepas apakah diucapkan dengan mengandung penghinaan atau bukan, saya
  Reply :
  Saya menggunakan kata "huana" tidak bermaksud untuk melakukan penghinaan kepada siapapun juga, apalagi saya berpikir bahwa di milis ini tempat untuk diskusi dan saling sharing. Apalagi saya secara pribadi pengen memperoleh teman yang sebanyak2nya agar saya bisa mendapatkan wawasan yang luas.
  Lalu apa bedanya kalau saya mengatakan "huan a" tetapi tidak bermaksud menyudutkan atau menjelekkan siapapun juga. Malah justru akan lebih berbahaya dengan mengatakan "golongan ekonomi lemah". Terlebih kalau ada orang asing yang bertanya : " What is the meaning of GOLONGAN EKONOMI LEMAH ?" Ini kan sama artinya dengan "poor people" kan..Lha kalo huana kan cuma buat membedakan Tionghoa dan non-Tionghoa, artinya orang bule, latin dsbnya juga termasuk didalamnya..!!! kan malah lebih hebat..iya kan. Saya baru tau juga...untung ada Ko Rinto yang menjelaskan.
  
  Lha..saya SEBENARNYA ( actually ) hanya ingin mengggaris bawahi perbedaan saja, tetapi bukan untuk menjelekkan. Dalam kasus ini kalau saya menjelekkan yang saya "sebut" diatas, maka yang pertama akan kena dampaknya adalah diri saya sendiri..nah ini gawat..! Gak lah.....jadi sama sekali bukan untuk mengejek atau semacamnya.
  Tapi nampaknya saya harus berhati-hati menggunakan kata ( harus belajar KOMUNI KATA..:-) sehingga komunikasi bisa produktif dan semua teman2 di netter mendapat manfaatnya. Dan terima kasih bagi orang2 berhati mulai yang mengingatkan saya akan hal ini. Kalau tidak mungkin saya akan kesandung, sekali lagi thanks buat semua yang peduli dan minta maaf bagi yang kurang berkenan.
  
  Namanya manusia pasti ada kekurangan, diatas langit pasti ada langit.

  
  
  salam damai,
  
  
  Nasir Tan

           
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze.

[Non-text portions of this message have been removed]



skala selaras

unread,
Mar 10, 2006, 7:02:38 AM3/10/06
to budaya_...@yahoogroups.com
Betul sekali, Ide ber"Pakaian' kan datangnya dari Setan!
Yang cukup menggelitik adalah pandangan Goenawan mohamad yang ditulis di
koran Tempo : Ini undang2 untuk Indonesia atau untuk negeri Timur Tengah???

----- Original Message -----
From: "indoguoyue" <indog...@yahoo.com>

> Saya ikut menolak RUU pronogarfi itu :D
> RUU "gila" itu perlu ditolak baik oleh golongan nasionalis, komunis,
> atheis dan agamis sekalipun.
> Bagi mereka yang percaya Tuhan:
> Kalau telanjang itu dilarang oleh Tuhan, maka Adam dan Hawa tidak
> akan diciptakan dalam keadaan telanjang :D
>
> Mingjin


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_...@yahoo.com :.



Martha J.

unread,
Mar 13, 2006, 7:18:03 PM3/13/06
to budaya_...@yahoogroups.com
shie shie buat Rinto Jiang atas klarifikasinya. jadi huana artinya
orang asing? hehehe... mestinya tionghoa yang dibilang huana dong
sama pri. bukan sebaliknya.

Saya juga mau minta maaf untuk ngambil alih tugas moderator negur
milister. gara2 si Nasir sih nih bikin gue kegatelan.

salam,
MJ





--- In budaya_...@yahoogroups.com, Rinto Jiang <rinto@...>
wrote:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages