Bagi para pakar, mohon info mengenai Lo cia bio: apakah ini sebuah
rumah ibadah Tridarma? kalau tak salah sebagai vihara bernama Vihara
Bodhidharma? Adakah beberapa keistimewaan dalam kaitan dengan
peringatan Capgomeh tiap tahun? Dewa siapakah yang menjadi tuan rumah
disini? Bilamana dibangun?
terimakasih
Salam budaya
Danardono
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"
<rm_danardono@...> wrote:
>
> Bagi para pakar, mohon info mengenai Lo cia bio: apakah ini sebuah
> rumah ibadah Tridarma? kalau tak salah sebagai vihara bernama Vihara
> Bodhidharma? Adakah beberapa keistimewaan dalam kaitan dengan
> peringatan Capgomeh tiap tahun? Dewa siapakah yang menjadi tuan rumah
> disini? Bilamana dibangun?
>
> terimakasih
>
> Salam budaya
>
> Danardono
>
Danardono-Tjianpwee,
Kelenteng―bukan vihara―Lo Chia Bio/Nezha Miao 哪吒廟 adalah sebuah
kelenteng yang lebih bercorak Taois, dengan dewa utamanya Li Lo
Chia/Li Nezha 李哪吒, seorang tokoh hero dalam novel Hong Sin Yan
Gi/Fengshen Yanyi 封神演義 (yang diterjemahkan sebagai Creation of the
Gods dan Investiture of the Gods) yang terkenal itu. Kelenteng ini
dibangun akhir 1950-an (PCMIIW, saya lupa tahunnya!) oleh sekelompok
warga Manado yang bermukim di Jakarta. Dari mulai gubuk sederhana yang
kalau hujan becek karena bocor di sana-sini, kelenteng ini sudah
mengalami beberapa kali pemugaran, hingga kini berkembang menjadi
bangunan yang cukup megah di Jalan Duri I, Cibunar, Roxy, Jakarta Pusat.
Seperti kita semua maklum, karena pada zaman Orde Babe semua kelenteng
(di Jakarta dan Jawa Barat khususnya) "harus mengubah diri" menjadi
vihara, maka namanya pun berubah menjadi Vihara Bodhi Dharma.
Bodhidharma sebenarnya adalah Phouthe Tatmo/Puti Damo 菩提達摩
(?-535), seorang bhiksu India yang menjadi cikal-bakal aliran
Sian/Chan/Zen 禪宗 di Tiongkok. Bodhidharma pada tahun 527 Masehi tiba
di Vihara Siau Lim Si/Shaolinsi 少林寺 di gunung Siong San/Songshan 嵩
山, Tenghong/Dengfeng 登封, Holam/Henan 河南, Tiongkok. Di Indonesia,
utamanya di kalangan perguruan silat dan penggemar cerita silat
umumnya, beliau lebih dikenal sebagai Tatmo Cousu/Damo Zushi 達摩祖師
(Leluhur Dharma), pendiri aliran silat Siau Lim Phai/Shaolinpai 少林
派. Imagenya bisa kita lihat di altar belakang kiri Kelenteng Kim Tek
Ie/Jindeyuan 金德院 di Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat.
Kelenteng ini terkenal dengan ritual Cap Gou Meh 十五暝/Yuan Xiao 元宵
-nya dan jasa pengobatan yang diberikan para Dewa melalui para medium
yang dikenal sebagai kitong 乩童 (atau tangsin 童身, tangki 童乩,
tangci 童子, ada beberapa istilah) setiap tanggal 1 dan 15 imlek,
serta hari-hari peringatan ulangtahun para dewa. Sebagai kelenteng
favorit warga Manado di Jakarta, maka ritual di kelenteng ini pun tak
terpisahkan dari ritual serupa di ibukota Sulawesi Utara ini, yang
berpusat di Kelenteng Besar Ban Hing Kiong/Wanxinggong 萬興宮 di
Kampung Cina, Manado. Dalam perarakan mengusung para Dewa―disebut
Gotong Tapikong (dari kata Toapehkong 大伯公)―khas Manado ini, dalam
keadaan in trance para kitong turut serta naik dan berdiri di atas
kayu penggotong kio/jiao 轎, namun tetap dalam posisi di belakang para
Dewa, sambil melakukan berbagai ritual pembersihan lingkungan sekitar
dari roh-roh jahat serta hantu-jejadian-reriwa yang mengganggu
kehidupan manusia. Rute prosesi Cap Gou Meh Kelenteng Lo Chia Bio ini
setiap tahun adalah dari Duri I keluar ke Jembatan Lima ― Roxy ―
Cideng Barat ― Gang Ketapang ― kembali ke Duri I.
Kiongchiu/gongshou,
DK
Terimakasih banyak untuk pengajarannya, mas david. saya surprised,
bio ini didirikan dan didatanagi oleh manado di jakarta. kalau kami
di Manado kami selalu singgah di vihara dimana Machopo menjadi
tuanrumahnya.
Tetapi vihara yang mas david sebutkan juga kami kenal, dan rencananya
kami dan kawan kawan kunjungi waktu Capgomeh yang lalu, tetapi kami
berhalangan. Biasanya kami sudah book tempat dengan kawan 30an orang.
Mudah mudahan tahun depan kami dapat mendatanginya.
Salam hangat
Danardono
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "David Kwa"
<david_kwa2003@...> wrote:
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"
Danardono Tjianpwee,
Maaf, ada tambahan sedikit, saya lupa tadi. Kelenteng Ban Hing Kiong
yang saya maksud itu mungkin sama dengan yang Danardono Tjianpwee
maksud, yaitu yang tuanrumahnya Ma Co Po Thian Siang Seng Bou‹Œ×æÆÅÌì
ÉÏÂ}ĸ, The Queen of Heaven. Setahu saya, di kota Manado ada tiga
kelenteng: Kelenteng ¡°Basar¡± Ban Hing Kiong ÈfÅdŒm, Kelenteng Lo
Chia Kiong ÄÄ߸Œm dan Kelenteng Koan Te Kiong êPµÛŒm (PCMIIW). Terus-
terang, saya sendiri sebenarnya belum pernah ke sana; saya hanya
mendengar informasi ini dari ¡°tamang-tamang¡± di Lo Chia Bio.
Terus, dalam upacara-upacara besar macam Cap Gou Meh dan Kau-Kau ¾Å
¾Å (singkatan Kau Gwe Che Kau ¾ÅÔ³õ¾Å, tanggal sembilan bulan
sembilan imlek, yakni hari kebesaran Lo Chia), umat yang turut serta
melakukan ritual berseragam putih-putih, memukul tambur tangan
(¡°batoki¡¯) serta melepaskan alas kaki, setelah sebelumnya
bervegetarian.
Kiongchiu/gongshou,
DK
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"
<rm_danardono@...> wrote:
>
> Terimakasih banyak untuk pengajarannya, mas david. saya surprised,
> bio ini didirikan dan didatanagi oleh manado di jakarta. kalau
kami
> di Manado kami selalu singgah di vihara dimana Machopo menjadi
> tuanrumahnya.
>
> Tetapi vihara yang mas david sebutkan juga kami kenal, dan
rencananya
> kami dan kawan kawan kunjungi waktu Capgomeh yang lalu, tetapi
kami
> berhalangan. Biasanya kami sudah book tempat dengan kawan 30an
orang.
>
> Mudah mudahan tahun depan kami dapat mendatanginya.
>
> Salam hangat
>
> Danardono
>
Bagi para pakar, mohon info mengenai Lo cia bio: apakah ini sebuah
rumah ibadah Tridarma? kalau tak salah sebagai vihara bernama Vihara
Bodhidharma? Adakah beberapa keistimewaan dalam kaitan dengan
peringatan Capgomeh tiap tahun? Dewa siapakah yang menjadi tuan rumah
disini? Bilamana dibangun?
terimakasih
Salam budaya
Danardono
Iya mas David, disinilah uniknya upacara Capgomeh di Manado itu,
dimana seperti istri saya katakan, seluruh masyarakat Kawanua turun
ke medan persilatan ehh lapangan. Tidak saja muncul tole (ujang) ikut
pukul tambur, namun juga muncul penari "kabasaran" (semacam cakalele).
Hanya disinilah, budaya Tionghoa diusung seluruh masyarakat, walau
beda agama. Juga disini, masyarakat Tionghoa menggunakan dialek
Malayu-Manado bersama warga Kawanua. Pakaian wanita Minahasa dalam
upacara upacara juga sama dengan yang dipakai para wanita Tionghoa,
batik putih berenda.
Kelenteng yang dianggap "utama" adalah Ban Hing Kiong itu, dimana
dewata rumahnya adalah si dewi laut, Macopo. Ini mungkin disebabkan
karena orang Minahasa terdiri dari dua jenis profesi: nelayan (yang
menggormati Macopo), dan para pemilik kebun kelapa, cengkeh, pala,
yang tinggal dipedalaman.
Kelenteng yang memainkan peran utama pada saat hari kesembilan imlek
itu adalah kelenteng Lociabio. Teman teman sudah heboh dibulan
Desember, ribut pesan tempat dan pesan ticket pesawat, sambil
berseru " mari jo, torang liat itu enche Pia". Pada tahun ini, pada
perayaan yang lalu, para sesepuh kelenteng mendapat wangsit bahwa
Toapekong (orang sana sebut Tapikong), tak direkomendasikan tahun ini
keluar dari kelenteng untuk diarak.
Seorang teman pernah mengatakan, apakah ini benar, mungkin mas David
dan para teman pakar dapat mengujinya, bahwa Macopo, dewata laut itu,
juga terutama pelindung she Liem. Benarkah?
Sekali lagi terimakasih atas pencerahan.
Salam
Danardono
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "David Kwa"
<david_kwa2003@...> wrote:
>
> Danardono Tjianpwee,
>
> Maaf, ada tambahan sedikit, saya lupa tadi. Kelenteng Ban Hing
Kiong
> yang saya maksud itu mungkin sama dengan yang Danardono Tjianpwee
> maksud, yaitu yang tuanrumahnya Ma Co Po Thian Siang Seng
Bou‹Œ×æÆÅÌì
> ÉÏÂ}ĸ, The Queen of Heaven. Setahu saya, di kota Manado ada tiga
> kelenteng: Kelenteng ¡°Basar¡± Ban Hing Kiong ÈfÅdŒm, Kelenteng Lo
> Chia Kiong ÄÄ߸Œm dan Kelenteng Koan Te Kiong êPµÛŒm (PCMIIW).
Terus-
> terang, saya sendiri sebenarnya belum pernah ke sana; saya hanya
> mendengar informasi ini dari ¡°tamang-tamang¡± di Lo Chia Bio.
>
> Terus, dalam upacara-upacara besar macam Cap Gou Meh dan Kau-Kau ¾Å
> ¾Å (singkatan Kau Gwe Che Kau ¾ÅÔ³õ¾Å, tanggal sembilan bulan
> sembilan imlek, yakni hari kebesaran Lo Chia), umat yang turut
serta
> melakukan ritual berseragam putih-putih, memukul tambur tangan
> (¡°batoki¡¯) serta melepaskan alas kaki, setelah sebelumnya
> bervegetarian.
>
> Kiongchiu/gongshou,
> DK
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"
> <rm_danardono@> wrote:
> >
> > Terimakasih banyak untuk pengajarannya, mas david. saya
surprised,
> > bio ini didirikan dan didatanagi oleh manado di jakarta. kalau
> kami
> > di Manado kami selalu singgah di vihara dimana Machopo menjadi
> > tuanrumahnya.
> >
> > Tetapi vihara yang mas david sebutkan juga kami kenal, dan
> rencananya
> > kami dan kawan kawan kunjungi waktu Capgomeh yang lalu, tetapi
> kami
> > berhalangan. Biasanya kami sudah book tempat dengan kawan 30an
> orang.
> >
> > Mudah mudahan tahun depan kami dapat mendatanginya.
> >
> > Salam hangat
> >
> > Danardono
> >
>
Wah terimakasih sekali mbak Flora.
Saya dengar ini adalah terutama rumah ibadah Tao, namun sekaligus
juga dipakai untuk upacara Buddha, dipimpin oleh Bikkhu.
Tidak heran, kalau dewi Macopo juga dihormati disini, karena
kebanyakan saudara Tionghoa dari Manado menghormati beliau.
Sekali lagi, terimakasih.
Salam budaya
Danardono
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Flora Anggraini
> RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@...> wrote:
> Bagi para pakar, mohon info mengenai Lo cia bio: apakah
ini sebuah
> rumah ibadah Tridarma? kalau tak salah sebagai vihara bernama
Vihara
> Bodhidharma? Adakah beberapa keistimewaan dalam kaitan dengan
> peringatan Capgomeh tiap tahun? Dewa siapakah yang menjadi tuan
rumah
> disini? Bilamana dibangun?
>
> terimakasih
>
> Salam budaya
>
> Danardono
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>
Join and receive
produce updates.
Chat over IM with
group members.
Danardono Tjianpwee,
Memang benar, seperti yang saya dengar, dalam perayaan Cap Gou Meh
di Manado seluruh lapisan masyarakat Kawanua tumpah-ruah ke jalan-
jalan. Bukan hanya kalangan nelayan dan komunitas Tionghoa saja yang
percaya kesakralan perayaan tersebut dan perlindungan yang diberikan
Ma Cou Po dan para dewata lainnya. Bahkan kalangan pemilik kebun
cengkeh―utamanya―pun meyakini, kalau Cap Gou Meh tidak jadi
diadakan, mereka khawatir panen mereka tidak berhasil baik tahun
itu. Bahkan perayaan tersebut sudah masuk agenda wisata tahunan
propinsi Sulawesi Utara, bahkan ketika rezim Orde Babe masih berdiri
dengan kokohnya.
Tentang tari Kabasaran, saya pernah menyaksikan, bersama Musik Bambu
khas Minahasa, salah satu kelompok tari ini yang berada di Jakarta
juga turut berpartisipasi dalam upacara Cap Gou Meh kelenteng Lo
Chia Bio.
Kelenteng Ban Hing Kiong dianggap paling utama, karena kelenteng
inilah yang tertua di kota para Nyong dan Noni itu. Cuma sayang
bangunan aslinya telah dibakar dalam suatu peristiwa rasialis tahun
1975. Bangunan yang sekarang sudah dipugar.
Berbicara tentang Ma Cou Po, ternyata selain sebagai pelindung para
pelaut, Ma Cou Po Thian Siang Seng Bou/Ma Zu Po Tian Shang Sheng Mu
媽祖婆天上聖母 juga dianggap pelindung she (marga) Lim (Liem),
karena beliau bernama kecil Lim Bek Nio/Lin Moniang 林默娘. Beliau
lahir tanggal 23 bulan 3 (Shagwee Djiesha) tahun 960 Masehi di pulau
Biciu/Meizhou 湄州嶼, kabupaten Phouchan/Putian 莆田縣, karesidenan
Hinhoa/Xinghua 興化府, yang tidak jauh dengan karesidenan
Coanciu/Quanzhou 泉州府, yang termasuk Hokkian Selatan, daerah asal
kakek-moyang sebagian orang Tionghoa. Berbagai gelar dianugerahkan
kepada beliau oleh berbagai kaisar dari berbagai dinasti, di
antaranya Thian Hui/Tian Fei 天妃 ("Permaisuri Langit") oleh
Kaisar Seng Cou/Cheng Zu 明成祖 (yang terkenal sebagai kaisar Eng
Lok/Yong Le dari dinasti Beng/Ming明 (1368-1644) dan terakhir Thian
Siang Seng Bou/Thian Shang Sheng Mu 天上聖母 (Ibu Suci Di Atas
Langit) oleh seorang kaisar dinasti Cheng/Qing清 (1644-1911). Karena
beliau menduduki kedudukan sangat tinggi dalam jajaran dewata
Tionghoa, maka kelenteng tempat beliau dihormati boleh menyandang
nama Kiong/Gong 宮, yang artinya `istana.' Begitu terkenalnya
figur beliau, sampai-sampai Laksamana The Ho/Zheng He 鄭和 (1371-
1435) yang Muslim pun sangat menghormati beliau. Sebuah prasasti
Thian Hui Leng Eng Ci Ki/Tian Fei Lingying zhi Ji 妃靈感應之記
(Catatan tentang Kemujizatan Thian Hui) yang didirikannya di
Tianglok/Changle 長樂, Hokkian/Fujian 福建省, tahun 1431 (tahun ke-6
periode Soan Tek /Xuan De 宣德) sebelum muhibahnya yang ke-7
mencatat, berkat perlindungan Thian Hui/Tian Fei 天妃, kapal-kapal
The Ho/Zheng He 鄭和 berhasil mengunjungi lebih dari 30 negara asing
dalam pelayaran–pelayaran sebelumnya dan berhasil pula mengatasi
angin ribut dan ombak dahsyat.
Sebagai tokoh she (marga) Lim (Liem)/Lin 林, oleh warga beliau lalu
dianggap sebagai dewata pelindung she tersebut, sebagaimana juga
Kwee Hong Hok/Guo Hongfu 郭洪福 yang dianggap dewata pelindung she
Kwee (Kwik, Que)/Guo 郭, bergelar Kwee Seng Ong/Guo Sheng Wang 郭聖
王 dan Kong Tek Cun Ong/Guang Ze Zun Wang 廣澤尊王. Beberapa
kelenteng sampai kini tampaknya masih dikelola warga she Lim
(Liem)/Lin林. Kelenteng Thian Hou Kiong/Tianhougong 天后宮 di
Bandengan Selatan (Kampung Baru), Jakarta Utara dan Kelenteng See
Hoo Kiong/Xihegong 西河宮di Sebandaran I (Lengkong See Ong)
Semarang, di antaranya. Di kota-kota lain macam Kelenteng-kelenteng
Tjoe Hwie Kiong/Cihuigong 慈惠宮Rembang dan Tjoe An Kiong/Ci'angong
慈安宮 Lasem, Hwie Ing Kiong/Huironggong 惠榮宮 Madiun, Tjoe Ling
Kiong/Cilinggong 慈靈宮 Tuban, Tjoe Tik Kiong/Cidegong 慈德宮
Pasuruan di Jawa; serta Kelenteng-kelenteng Ban Hing
Kiong/Wanxinggong Manado dan Thian Houw Kiong/Tianhougong 天后宮
Makassar di Sulawesi kelihatannya semua merupakan kelenteng umum,
artinya terbuka bagi umat dari segala she (marga).
Balik ke Lo Chia Bio, di kelenteng ini juga ada altar Ma Cou Po di
sebelah kiri altar utama. Kebetulan besok Senin 28 April 2008 ini
bertepatan dengan tanggal 23 bulan tiga (Shagwee Djiesha), yakni
hari ulangtahun Ma Cou Po. Yang berminat bersembahyang mengucap
selamat, silakan datang ke Lo Chia Bio pada hari Senin malam Selasa,
atau malam sebelumnya ke Thian Houw Kiong Bandengan Selatan pada
hari Minggu malam Senin, jadi tanggal 22 malam 23. Beberapa tahun
lalu biasanya ada hiburan keroncong, entah tahun ini.
Kiongchiu/Gongshou,
DK
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"
Host a free online
conference on IM.
David tjianpwee yang baik,
Terimakasih banyak bagi penerangan mengenai hal tsb. Juga klik istri,
orang Minahasa di Jakarta, hampir tiap tahun berkunjung ke vihara Lo
cia di Manado. Walau mereka kebanyakan katholik. Atau justru karena
mereka Katholik, yang familiar dengan penghormatan orang kudus, beda
dengan jurusan gereja lain, yang sangat jauh dengan budaya ini
(misalnya Advent, sangat berkembang disana akhir akhir ini).
Dengan bio Lo cia di Manado itu keluarga istri mempunyai pengalaman
spiritual yang sangat mengesankan, yang sesuai dengan penerangan
pengurus bio, bahwa mereka yang dikuduskan disana, membantu siapapun,
etnis apapun, kepercayaan apapun.
Benar juga, para pemilik kebun dari wilayah pedalaman, Tondano sampai
Rurukan dan Boolang-Mongondow, banyak yang datang mengikuti upacara
di Manado. Bukan saja para pelaut dan nelayan dari Bitung dari
wilayah pantai.
Agak beda dengan di Jawa tengah, dimana kebanyakan dewi Guan yin atau
dewa Guan gong yang dihormati. Paman saya, almarhum jendral Sumantri,
mantan pejabat Walubi sebelum si tante Murdaya Poo (eh sedang
merayakan pernikahan anak anaknya ya?), mempunyai altar Guan gong
dirumah. Beliau adalah mantan assistent dari Jendral Gatot Subroto
(kala itu ditahun 40an menjabat Gubernur Militer) yang adalah
penganut Buddha Mahayana. Karena itu, sebagai orang Jawa tengah, saya
sejak kecil juga lebih familiar dengan dewa Guan gong.
Sebaliknya, keluarga istri yang katholik ini, tak familiar samasekali
dengan ritual Tao, KC ataupun Buddha. Namun karena kedekatan
masyarakat Minahasa dengan budaya Tionghoa, keluarganya mengalami
pengalaman spiritual yang sangat mengesankan dengan dewi Ma cou po.
Jadi lucu, mereka dekat dengan dewi ini, tanpa terlalu mengenal dewi
Guan yin ataupun Guan gong serta ritual Tao/KHC pada umumnya.
Tari kabasaran yang masih tradisional, juga menggunakan kekuatan
gaib, dimana ada seorang pemimpin speitual yang memimpin upacara
tari. Tarian ini adalah adat pra Kristiani, yang masih dijunjung di
Minahasa (seperti juga tarian Jawa seperti bedoyo, bondan, adalah
bagian ritual pra Islam).
Ya, kami juga pernah mengunjungi bio di Bandengan selatan, dimana
dewi Ma cou po menjadi tuan rumah. istri langsung bertanya: "kita
dekat laut ya?", saya jawab: " ya relatif, kalau perkampungan diutara
Bandengan ini digusur, kita lihat pantai".
Sekali lagi, matur nuwun.
Salam budaya
Danardono
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "David Kwa"
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
OK mbak, kalau begini jelas, mohon maaf kebodohan saya, karena saya
belum kesana.
Mohon info mbak, bagian vihara Buddha ini, menganut aliran apa?
Mahayana mungkin? atau Surga Sukhawati?
Vihara yang saya kerap datangi adalah dari kelompok Ekayana (sejajar
dengan Budayana di vihara Sakyavanaram, Pacet). Ini di dekat
Greenville.
Terimakasih.
salam
Danardono
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Flora Anggraini
<floraanggraini@...> wrote:
>
> Jadi di dalam lingkungan Klenteng itu ada Viharanya Pak, letaknya
bersebelahan tapi gak jadi satu. Klenteng ya Klenteng, Vihara ya
Vihara, bersebelahan dipisahkan tembok tapi satu lingkungan LOCIABIO.
Dan pengurus antara Klenteng dan Vihara juga beda Pak, lain pihak.
Terus di Viharanya ini gak dipimpin Bikkhu, jadi pembicaranya
tergantung yang diundangnya siapa.
>
> Jadi kalo ada acara yang sifatnya Vihara ya dilakukan di Vihara
itu, kecuali untuk yang tertentu kayak Kuan Im Sejit yang dari Vihara
baca Keng dari Viharanya itu masuk ke area Bio yang lantai 3 dimana
ada altar Kuan Im.
>
> Kalo gak salah saya pernah denger-denger dari salah satu BioKong
bilangnya sih Vihara itu ada karena dulu kan agama kepercayaan gak
diakui jadi ya kalo bangun Klenteng disertai juga Vihara.
>
> Viharanya kecil tapi bersifat kekeluargaan, orangtua saya sama
kakak saya biasanya suka datang ke Viharanya kalo kayak ada CeIt
CapGo malem gitu, kadang saya juga datang, ya abis dekat dengan rumah
saya, orang Viharanya juga bersifat kekeluargaan Pak.Kita saling
kenal ya gak terlalu banyak orang.
>
> Terima kasih kembali Pak
>
> Salam budaya,
>
> Flora
> RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@...> wrote:
> Wah terimakasih sekali mbak Flora.
>
> Saya dengar ini adalah terutama rumah ibadah Tao, namun sekaligus
> juga dipakai untuk upacara Buddha, dipimpin oleh Bikkhu.
>
> Tidak heran, kalau dewi Macopo juga dihormati disini, karena
> kebanyakan saudara Tionghoa dari Manado menghormati beliau.
>
> Sekali lagi, terimakasih.
>
> Salam budaya
>
> Danardono
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Flora Anggraini
> > RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@> wrote:
> > Bagi para pakar, mohon info mengenai Lo cia bio: apakah
> ini sebuah
> > rumah ibadah Tridarma? kalau tak salah sebagai vihara bernama
> Vihara
> > Bodhidharma? Adakah beberapa keistimewaan dalam kaitan dengan
> > peringatan Capgomeh tiap tahun? Dewa siapakah yang menjadi tuan
> rumah
> > disini? Bilamana dibangun?
> >
> > terimakasih
> >
> > Salam budaya
> >
> > Danardono
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda
di
> Yahoo! Answers
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>
hai,
bersyukur sekali nih ada info ttg klenteng LO CIA BIO, krn aku lg
bikin skripsi ttg upacara sembahyang rebutan di klenteng LO Cia Bio
ini.
kalau ada info lebih lanjut lg aku tunggu ya
DUOXIE...
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Flora Anggraini
<floraanggraini@...> wrote:
>
> RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@...> wrote:
> Bagi para pakar, mohon info mengenai Lo cia bio: apakah
ini sebuah
> rumah ibadah Tridarma? kalau tak salah sebagai vihara bernama
Vihara
> Bodhidharma? Adakah beberapa keistimewaan dalam kaitan dengan
> peringatan Capgomeh tiap tahun? Dewa siapakah yang menjadi tuan
rumah
> disini? Bilamana dibangun?
>
> terimakasih
>
> Salam budaya
>
> Danardono
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
Chat over IM with
group members.
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
Send up to 1GB of
files in an IM.
Danardono Tjianpwee,
Lo Chia Bio mempunyai seksi Buddhis di Dharmasala di sebelahnya.
Secara keorganisasian termasuk dalam Sangha Agung Indonesia yang
berafiliasi ke Ekayana Graha di Mangga II, Duri Kepa, Jakarta Barat,
juga masih ada relasinya dengan Vihara Sakyawanaram di Lembah
Cipandawa, Cipanas, Cianjur. Jadi, ¡°aliran Buddhayana- lah. Para
Dharma-Duta yang diundang dalam kebaktian biasanya dari situ. Salah
satunya yang boanpwee ingat Almh. Pandita Suktadharmi. Eddy
Djajalana, salah satu mantan ketua kelenteng ini juga ketua (mantan?
PCMIIW) Majelis Buddhayana Indonesia DKI. Jadi sebenarnya tak ada
masalah.
Benar sekali seperti mbak Flora katakan, suasana kekeluargaan di Lo
Chia Bio/Nezhamiao ÄÄ߸ Rterasa sekali. Pada tanggal satu dan 15
(che it/chu yi ³õÒ» dan cap gou/shi wu Ê®Îå) imlek dan setiap kali
ada peringatan ulangtahun para sinbeng/shenming ÉñÃ÷ yang jumlahnya
dalam setahun relatif banyak itu, yang berlangsung malam hari, umat
tidak hanya datang dan pergi begitu saja. Usai tiam hio üc
Ïã/shaoxiang ŸýÏã (bersembahyang), bagi umat disediakan tempat duduk
di pelataran luar dan dalam kelenteng¨Dmengingat letak kelenteng
yang cukup terlindung di sebuah gang, sehingga tidak mengganggu lalu
lintas¨Dsehingga umat bisa saling mengenal dan membina keakraban
satu sama lain, tanpa batas usia, status ekonomi, kelompok etnik
dsb. Semua berbaur begitu saja. Apalagi pada upacara-upacara umat
pun diwajibkan berseragam putih-putih (khin-sin ÝpÉí) tanpa alas
kaki, sehingga kemudian terasa tiada perbedaan lagi di hadapan
Thikong, Kongcou dan Macou sekalian; semua sama. Dan, mungkin itu
semua tak terlepas dari sikap warga Manado¨Dyang seperti
Betawi¨Dmemang terasa terbuka terhadap semua kalangan masyarakat
dari berbagai kelompok etnik, maupun agama.
Kiongchiu/gongshou,
DK
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "RM Danardono HADINOTO"
<rm_danardono@...> wrote:
>
> OK mbak, kalau begini jelas, mohon maaf kebodohan saya, karena
saya
> belum kesana.
>
> Mohon info mbak, bagian vihara Buddha ini, menganut aliran apa?
> Mahayana mungkin? atau Surga Sukhawati?
>
> Vihara yang saya kerap datangi adalah dari kelompok Ekayana
(sejajar
> dengan Budayana di vihara Sakyavanaram, Pacet). Ini di dekat
> Greenville.
>
> Terimakasih.
>
> salam
>
> Danardono
>
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Flora Anggraini
Share photos while
you IM friends.
Benar sekali, David Tjianpwee,
Tadi malam, adalah hari ulang tahun dewi Macoupo, yang diadakan Tiam
Hio di Lociabio dengan khusuk. Saya sempat diskusi dengan pak Eddy
yang menerangkan sejarah pembangunan bio ini.
Benar sekali, bio ini berikut viharanya, termasuk kelompok Ekayana
yang dirintis almarhum Mahabikkhu Jinarakita, jadi selaras dengan
vihara Sakyavanaram, Pacet.
Sakyavanaram bahkan mencakup, dalam ke Ekayana-an, para dewata
setempat dari tanah Pasundan, misalnya prabu Suryakancana yng konon
telah memeluk Islam.
Mbak Flora juga telah memberikan cahaya kedalam sejarah dan
latarbelakang bio ini dengan pencerahannya yang men-detail. Benar
juga sesuai dengan apa yang saya lihat, tadi, malam keramahan suasana
disana.
Dewata tuan rumah, Lo cia, sangat populair di Minahasa, dan dihormati
secara meluas, tentu saja disamping Guan gong (vihara tua Manado).
Dan, yang sangat menarik, tetua bio di Manado, yang pernah memberikan
pencerahan pada keluarga istri awal 60an, adalah almarhum ayah dari
pak Eddy ini. Sekarang pak Eddy, yang menerangkan kita beberapa hal.
Ini namanya hukum kharma atau kemelakatn keluarga istri pada Macoupo
ha ha ha.
Sayang, karena waktu sangat singkat, saya tak sempat datang ke vihara
Buddha yang ada disebelah bio itu, dimana saya lihat, ada beberapa
bikkhu muda sedang bercakap cakap dengan umat.
Salam budaya
Danardono
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "David Kwa"
Sekedar info tambahan;
Selain vihara lo cia bio; Coba saudara snookie riset Klenteng dekat
tss jembatan lima (saya lupa namanya). Disana banyak sekali penganut
ajaran agama Taoisme. coba cari disana deket TSS raya. Siapa tau
bermanfaat bagi anda
> snookie975 <snookie975@...> wrote:
> hai,
> bersyukur sekali nih ada info ttg klenteng LO CIA BIO, krn aku lg
> bikin skripsi ttg upacara sembahyang rebutan di klenteng LO Cia Bio
> ini.
> kalau ada info lebih lanjut lg aku tunggu ya
> DUOXIE...
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Flora Anggraini
> > RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@> wrote:
> > Bagi para pakar, mohon info mengenai Lo cia bio: apakah
> ini sebuah
> > rumah ibadah Tridarma? kalau tak salah sebagai vihara bernama
> Vihara
> > Bodhidharma? Adakah beberapa keistimewaan dalam kaitan dengan
> > peringatan Capgomeh tiap tahun? Dewa siapakah yang menjadi tuan
> rumah
> > disini? Bilamana dibangun?
> >
> > terimakasih
> >
> > Salam budaya
> >
> > Danardono
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
> Yahoo! Answers
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>
Sdr Snookie,
Nama kelentengnya Kioe Lie Tong (Hall of Nine Carps), bangunannya tidak
terlalu tua, tapi indah, dalam gaya arsitektur Hinhoa/Xinghua.
Kiongchiu/gongshou,
DK
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Purnama Sucipto Gunawan"
<east_road@...> wrote:
>
> Sekedar info tambahan;
> Selain vihara lo cia bio; Coba saudara snookie riset Klenteng dekat
> tss jembatan lima (saya lupa namanya). Disana banyak sekali penganut
> ajaran agama Taoisme. coba cari disana deket TSS raya. Siapa tau
> bermanfaat bagi anda
Learn how others
are losing pounds.
Host a free online
conference on IM.