Dear All:
Saya kemarin dapat kiriman mengenai Senan ORHIBA semoga bermanfaat.
Rgds,
Iswar Deni
ORHIBA PUTAR LENGAN PENYAKIT LENYAP (CYBERMED Alternatif Mon, 16 Jun 2008)
ORHIBA tidak hanya mengubah keadaan jasmani, tetapi juga keadaan mental,
watak dan akhlak manusia menuju ke arah yang lebih positif.
-Setiap kali selesai latihan, badan terasa segar (fit) karena ada energi
yang diterima oleh badan.
-Seluruh sel-sel badan menjadi “hidup” dan sempurna, semua organ-organ
tubuh menjadi bekerja sebagaimana mestinya.
-Baik untuk mengatasi obesitas, selera makan diatur oleh tubuh sesuai
kebutuhan, keinginan merokok akan hilang.
-IQ anak meningkat, menambah intelegensia, mudah menyerap pelajaran
-Menghilangkan stress, depresi, menjadikan lebih tenang, tegar, percaya
diri dan optimis.
Dengan melakukan ORHIBA secara teratur setiap hari, badan yang lemah dan
sakit akan memperoleh kembali kekuatan asli tubuhnya.
Ibarat “accu” mobil yang sudah lemah, jika diisi strum akan memperoleh
kembali kekuatannya.
ORHIBA juga memberi harapan bagi pasien yang dinyatakan tidak bisa
sembuh, dan beberapa yang tertangani dan mengalami perbaikan kesehatan
al: asma; diabetes; lever; ginjal; tumor; kanker; sakit kulit; gangguan
jantung; lumpuh akibat stroke; gangguan jiwa; stress, epilepsy; lepas
dari ketergantungan nafsa, dll.
Wanita yang sudah mengenal ORHIBA sebelum hamil dan meneruskan
latihannya selama masa kehamilannya, akan melahirkan dengan lebih mudah
dengan bayi yang sehat.
Seorang lanjut usia yang telah melakukan ORHIBA lebih dari 30 tahun,
hingga usia 93 tahun tetap sehat, segar seperti usia sekitar 70 tahun/
Anak sekolah yang berlatih ORHIBA secara teratur menjadi murid-murid
teladan, rajin belajar, taat dan berdisiplin.
GERAKAN SIMPEL
Orhiba amat mudah dilakukan. Pertama kali Anda disarankan untuk mengusap
dan merasakan seluruh anggota tubuh, Dimulai dari tangan kanan,
dilanjutkan ke tangan kiri. Kemudian ke bagian tubuh paling depan dan
belakang sampai ke kedua kaki.
Kemudian Anda diajak mensyukuri bahwa Anda diberi tubuh yang sehat dan
sempurna, minta agar penyakit segera dihilangkan. Terakhir, usapkan
kedua tangan ke wajah sambil membayangkan wajah Anda sendiri.
"Gerakan Orhiba tidak banyak, tetapi dilakukan dalam jumlah yang cukup
banyak. Gerakan pertama, memutar kedua tangan selebar-lebarnya seperti
membentuk lingkaran, minimal 50 kali putaran. Satu gerakan saja sudah
merupakan inti dari gerakan senam Orhiba. Biasanya dibutuhkan waktu lima
menit untuk 50 putaran gerakan kedua tangan," tutur Sita, saat ditemui
di Giri Tirta, Gunung Pancar, Sentul, Bogor, pekan lalu.
Awal melakukan gerakan olahraga ini, kita akan merasa lelah. Namun, bila
kita melakukannya dengan tekun, rasa itu tak lagi ada.
Orhiba memberi energi alam yang diperoleh lewat gerakan-gerakan saat
berlatih. Yang sudah mempraktikkan gerakan-gerakan ini akan merasakan
tubuh seperti dimasuki energi baru yang benarbenar, membuat semangat.
Karena itu, ditambahkan Sita, pengertian Hiba (Hidup Baru), adalah
setelah latihan olahraga ini, fisik dan jiwa kembali seperti menjadi
manusia baru. Tubuh kita seperti baterai, yang setiap saat bisa dalam
kondisi low batt, sehingga perlu di-charges lagi. Orhiba sebagai sarana
menjadikan tubuh lebih bertenaga dan bergairah.
Aturan Orhiba
Menurut falsafah Orhiba, manusia secara utuh terdiri atas
badan-pikiran-jiwa. Tanpa keseimbangan dari ketiganya, kesehatan akan
terganggu.
"Setiap kali hendak atau usai melakukan Orhiba, dianjurkan untuk
memusatkan pikiran sejenak, berterima kasih kepada Tuhan atas segenap
kehidupan yang dijalani sampai hari ini. Meditasi dan doa sebelum dan
usai Orhiba memungkinkan penderita gangguan psikis mengalami kesembuhan
karena konsentrasi dan pikirannya mendorong keseimbangan fungsi fisik
dan mental," ujarnya.
Menurut Sita, untuk mendapatkan hasil nyata dalam waktu relatif singkat,
lakukan Orhiba sehari 3 sampai 5 kali. Untuk pemula, lakukan 25 atau 50
kali putaran saja, meski merasa muda dan sehat.
Lakukan gerakan Orhiba secara bertahap. Bila telah mampu melakukan
gerakan secara benar, jumlah gerakan ditingkatkan menjadi 100-200 kali.
Untuk Anda yang sakit atau berusia lanjut, jumlah gerakan memutar lengan
disesuaikan dengan kemampuan. Namun, tetap disarankan untuk berlatih
gerakan 3-5 kali atau lebih dalam sehari agar dapat segera mengatasi
gangguan kesehatan. Dalam latihan, jangan sekali-kali memaksakan diri.
"Jika Anda sudah mampu melakukan sebanyak 200 kali putaran, sebaiknya
jangan dikurangi. Latihan dapat diulang-ulang dengan jarak waktu 30
menit atau lebih," katanya.
Sesuai misinya, Orhiba tidak berorientasi komersial. Siapa pun bisa
berlatih dan mengambil manfaat dari olahraga ini.
TIGA TAHAP ORHIBA
Ada tiga tahap melakukan Orhiba seperti dijelaskan Sita Sudjono berikut ini.
1.Persiapan
▪Berdiri tegak, tanpa alas kaki. Tumit dirapatkan, jari-jari kaki
direnggangkan secukupnya. Pusatkan pikiran, hubungkan diri dengan Tuhan
(makrokosmos). Sadari bahwa Anda adalah ciptaan yang paling sempurna
(mikrokosmos).
▪Perhatikan tubuh jasmani Anda. Timbulkan rasa kasih pada tubuh Anda
sendiri, seperti membayangkan daging di bawah kulit. Ini berarti Anda
telah mengagungkan kebesaran Sang Pencipta.
▪Rabalah seluruh tubuh, mulai dari lengan kanan dan kiri, dada, perut,
paha, lutut, kaki, betis, belakang paha, pinggul, punggung, pundak,
leher, kepala, dan wajah.
▪Saat meraba wajah dengan kedua tangan, bayangkan wajah sendiri.
▪Tegakkan punggung, busungkan rongga dada, kuatkan perut, otot-otot di
bawab perut, dan otot-otot-punggung. Kuatkan pusat dada serta timbulkan
hasrat untuk melakukan Orhiba agar tubuh tetap sehat, kuat, dan hidup.
2.Latihan
▪Bentangkan lengan ke samping (rata dengan bahu). Lalu, putar kedua
lengan ke arah belakang secara kuat dengan membuat lingkaran. Lakukan
gerakan memutar lengan secara terus-menerus tanpa putus.
▪Saat lengan bergerak ke atas, kuatkan otot-otot perut. Ketika itu tumit
akan sedikit terangkat, kira-kira 2 cm (tetapi jangan berjinjit).
Kemudian kuatkan otot-otot punggung saat lengan menurun dan tumit
menyentuh lantai kembali.
▪Setelah lengan cukup diputar-putar, hentikan gerakan. Usahakan tubuh
tetap tegang, tanpa bernapas untuk beberapa detik. Setelah itu, lepaskan
ketegangan tubuh dengan bernapas kembali seperti biasa.
▪Selama latihan, otot-otot tubuh harus tegang, dada tetap dibusungkan,
jakun ditarik ke belakang. Buka mulut sedikit agar udara dapat leluasa
keluar masuk. Mata menatap langit. Bayangkan indahnya alam semesta,
seperti birunya langit.
3.Penutup
Rabalah seluruh tubuh, seperti pada tahap persiapan. Panjatkan puji
syukur ke hadirat Allah dengan harapan tubuh senantiasa sehat, kuat, dan
hidup, serta terbebas dari gangguan yang mendera jasmani, rohani, dan
mental.
YAYASAN ORHIBA
Ketua: H.Mohamad Sjofjan KS tlp 0251-8333196; Wakil Ketua: Drs. Chairul
Arifin, MM; Seketaris Umum: Sita Sudjono tlp 0251-7164504; Bendahara/
Seketaris I: Tido Soepardi; Pimpinan Litbang: I Made Yastina; Ketua tim
peneliti: Dr.June Luhulima, MS, SpKL;
Pusat: Jl Tebet Timur 4E/1; Jakarta Selatan; Telp. 021-8301818. CP bpk /
ibu Soepardi.
Sekretariat: P.O. Box 38 Ciawi. Bogor 16720; Telp. 0251-7164504, 7164363
Wisma ORHIBA (Training Center). Teges Kangin, Peliatan, Gianyan, Bali.
Telp 0361-974426. Email: <gustis21@yahoo. com>
Sita Sudjono (73) dan Rampengan (67) sehat dan awet muda berkat olahraga
putar-putar lengan ini. Mereka giat menyebarkan Orhiba bagi siapa saja
yang berminat, agar bisa menjalani kehidupan yang lebih sehat, bugar,
dan awet muda, tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Orhiba memang tidak
pernah berorientasi komersial.
Made Telaga (56) didera gangguan jantung selama lima tahun. Setelah
sebulan melakukan Orhiba, pria asal Gianyar, Bali ini merasakan
kesembuhan. Ia tak lagi sesak napas akibat kelainan jantung.
Putu Switno (54) menderita stroke selama 1,5 tahun. Pria asal Denpasar
ini telah berobat secara medis, tetapi masih lumpuh. Beruntung, setelah
melakukan Orhiba, ia berangsur-angsur pulih.
Diceritakan Rampengan, pelatih Orhiba di Bandung, ada peserta yang
sembuh dari gangguan gagal ginjal dengan hanya melakukan gerakan Orhiba.
Olahraga Hidup Baru, disingkat Orhiba, menurut Sita Sudjono, pelatih dan
Sekretaris Umum Yayasan Orhiba Pusat, Jakarta, membawa manusia pada
hidup baru. Mencapai usia panjang dengan tetap sehat, bebas dari
gangguan fisik dan mental.
Orhiba "diciptakan" Saerang, 50 tahun lalu. Tujuannya mengembalikan hak
hidup menjadi lebih baik dan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,
tanpa kecuali.
Dasar utama latihan Orhiba adalah mengembalikan hak hidup (asal) badan
manusia; yakni sehat dan sempurna. Dijelaskan Sita, orang yang lemah,
lesu, dan menderita berbagai penyakit menunjukkan badannya kehilangan
hak hidup. Dengan melakukan Orhiba secara teratur, badan sakit akan
memperoleh lagi hak hidupnya.
Olahraga ini tidak saja berguna untuk orang dewasa, usia lanjut, tetapi
anak usia 3 tahun pun dapat mengikutinya. Salah satu manfaatnya,
meningkatkan semangat belajar dan kecerdasan berpikir.
Orhiba memberi harapan hidup bagi semua orang yang mengalami gangguan
penyakit. "Pengalaman peserta yang telah mengikuti Orhiba, olahraga ini
mampu mengusir gangguan diabetes, lever, ginjal, kanker, sakit kulit,
jantung koroner, dan lumpuh akibat stroke," ungkap Sita.
Dijelaskan Dr. June Luhulima, Sp.KL, MS, ketua tim peneliti Orhiba,
kegiatan fisik dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner (PJK).
Atas pemahaman itu, kata Dr. June, di tahun 1995, FK Universitas Kristen
Indonesia (UKI) mengadakan riset seputar "olahraga putar lengan" ini di
Gianyar. Orhiba diyakini mampu menyusutkan lemak tubuh, meningkatkan
kebugaran, dan menurunkan risiko PJK, terutama di usia 40-65 tahun.
"Kemampuan pelaku Orhiba menghirup oksigen membaik. Bila banyak oksigen
didistribusikan ke seluruh tubuh, efeknya bagus untuk menangkal radikal
bebas, yang memicu penuaan sel," katanya.
Ditambahkan Dr. June, Orhiba merupakan kegiatan fisik yang diawali
persiapan mental dan melibatkan sebagian besar otot tubuh dan-dilakukan
secara berirama. Olahraga yang melibatkan lengan yang diputar ke
belakang, dilaksanakan dengan keadaan tubuh tegang atau kontraksi otot
dada, tungkai, dan lengan.