Baru baru ini saya mendapat kabar dari seorang kerabat yang memberitakan bahwa makam leluhur kami yang dimakamkan kira kira tahun 1895 harus dibongkar karena kena gusur.
Setelah mereka tanya kepada orang yang mengerti lalu ditetapkanlah tanggal dan waktu pembongkaran dengan ketentuan beberapa orang dengan shio tertentu tidak diperkenankan mendekati makam tersebut karena ciong.
Rencana selanjutnya adalah sisa sisa jenasah yang masih ada ( mungkin tulang tulang) akan diperabukan dan dilarung ke laut.
Persoalan yang belum terpecahkan adalah:
Setelah pelarungan, maka bongpay akan diapakan.
ada yang bilang akan di hancurkan agar tidak dipergunakan untuk bahan bangunan .
Namun saya koq merasa sayang.
Mau saya bawa pulang koq ukurannya besar sekali dan tentu sangat berat.
atau apa ada tempat penitipan bongpay?
Kenapa saya merasa sayang untuk menghancurkan bongpay itu, karena menurut saya bongpay itu memuat banyak sekali informasi bagi keturunannya.
kemudian konon katanya makam yang akan di bongkar ini adalah makam orang tersohor di jamannya. (ada istilah Mayor dan satu lagi capitain china pada jaman belanda)
Pembongkaran akan dilaksanakan setelah cap go meh.
salam
the thian ien
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
Mohon info, siapakah nama leluhur anda tersebut dan
dimakamkan di kota mana ?
Salam,
Irawan R
__________________________________________________________
Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! For Good http://uk.promotions.yahoo.com/forgood/
Bung the yg baik,
Semangat anda untuk mempertahankan kuburan2 tua sangat luar biasa menyentuh hati.Bagi saya yang bukan keluarga dari yg dikembumikan disana, hanya bisa memberikan saran, cobalah untuk membuka dialog dengan dinas permuseuman dan purbakala dimana kalian berada.Mereka akan sangat terbantu dengan warga seperti anda yang berusaha untuk mempertahankan cagar budaya tersebut.
Kalau di jakarta, tentu anda dan kita semua kenal dengan makam Souw Beng Kong, kapitan pertama cina di batavia, dia juga mengalami nasib yang sama dan saat ini ada sedikit titik terang dari perjuangan teman2 para aktivis pecinta sejarah, kami sepakat untuk berjuang mempertahankan kuburan tua tersebut, tanpa atau bersama2 dengan keturunannya.karna mengingat sejarah yang terkandung dalam bong phay tersebut.
Bung the yang berbakti,
Yang harus anda lakukan adalah:
Kumpulkan bukti2 sejarah atas makam tersebut, satu persatu dari org2 yang dikebumikan disana.
dan buatlah sinopsis nya dan berusahalah untuk membuka dialog dengan dinas perseuman dan purbakala bahwa tempat tersebut layak untuk dijadikan cagar budaya.
Jangan putus asa bung the, didalam pemerintah NKRI masih ada org2 yang memang negarawan.
Semoga bermanfaat,
Steeve
----- Original Message ----
From: Thian Ien The <irwanbuchi@yahoo.com>
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, January 22, 2008 8:12:04 AM
Subject: [budaya_tionghua] BONGPAY Kuburan Tua yang dibongkar
Baru baru ini saya mendapat kabar dari seorang kerabat yang memberitakan bahwa makam leluhur kami yang dimakamkan kira kira tahun 1895 harus dibongkar karena kena gusur.
Setelah mereka tanya kepada orang yang mengerti lalu ditetapkanlah tanggal dan waktu pembongkaran dengan ketentuan beberapa orang dengan shio tertentu tidak diperkenankan mendekati makam tersebut karena ciong.
Rencana selanjutnya adalah sisa sisa jenasah yang masih ada ( mungkin tulang tulang) akan diperabukan dan dilarung ke laut.
Persoalan yang belum terpecahkan adalah:
Setelah pelarungan, maka bongpay akan diapakan.
ada yang bilang akan di hancurkan agar tidak dipergunakan untuk bahan bangunan .
Namun saya koq merasa sayang.
Mau saya bawa pulang koq ukurannya besar sekali dan tentu sangat berat.
atau apa ada tempat penitipan bongpay?
Kenapa saya merasa sayang untuk menghancurkan bongpay itu, karena menurut saya bongpay itu memuat banyak sekali informasi bagi keturunannya.
kemudian konon katanya makam yang akan di bongkar ini adalah makam orang tersohor di jamannya. (ada istilah Mayor dan satu lagi capitain china pada jaman belanda)
Pembongkaran akan dilaksanakan setelah cap go meh.
salam
the thian ien
------------ --------- --------- ---
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
<!--
#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->
<!--
#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->
<!--
#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}
#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}
#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->
__________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
[Non-text portions of this message have been removed]
Host a free online
conference on IM.
Bung The,
Bila sampai tidak dapat dipertahankan, namun bongpay tersebut memiliki
nilai sejarah yang tinggi, boleh coba diajukan untuk ditaruh di museum?
Tentunya harus ada perbincangan dengan dinas permuseuman setempat.
Bisa juga sewa tempat dan ditaruh di perkuburan biasa, daripada di rumah.
Tapi saya lebih setuju dengan usulan Bung Steeve agar tempat tersebut
dijadikan cagar budaya.
Liemshan
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, steeve haryanto <stv75_id@...>
wrote:
Kapitein der Chinezen te Batang Khouw Tiong Houw (diangkat menjadi
Kapten tahun 1884 sampai 1904) dan
Luitenant der Chinezen te Batang Khouw Pek Siang (diangkat menjadi
Letnan tahun 1895, dipromosi menjadi Kapten tahun 1900 dan menjadi
Mayor kehormatan - Mayoor titulaire der Chinezen - tahun 1923 sampai 1931)
Makam nya ada di makam keluarga Klidang, Batang.
Salam,
Steve Haryono
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, raharjo irawan
Thian Ien,
Waktu terakhir saya ke Indonesia dan mengunjungi kelenteng Tiao Kak
Sie di Cirebon. Saya menceritakan bahwa beberapa bongpay dari kuburan
keluarga THE kita yang di Kali Tanjung sekarang ada di rumah sepupu
kita koh The Thian Teng setelah kuburan keluarga tersebut digusur
setahun lalu (2006).
Katanya tidak baik menyimpan bongpay kuburan dirumah seseorang, dan
waktu itu juga diusulkan untuk ditaruh di kelenteng saja, karena
semasa hidupnya, leluhur-leluhur yang bongpaynya masih ada itu cukup
berbuat kebaikan kepada kelenteng tersebut.
Jadi tampaknya, kalau tidak ada museum yang mau menampung, mungkin
bisa ditanyakan kepada kelenteng setempat. Saya kurang tahu apakah ada
kelenteng di Batang, tapi di Pekalongan ada, jadi mungkin bisa
disimpan disana.
Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar.
Salam,
Steve Haryono
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Thian Ien The <irwanbuchi@...>
wrote:
>
Pak Steve dan Pak Thian Ien,
Saya sangat setuju bongpay dari makam yang digusur tidak
dimusnahkan, hanya tetap dipelihara, karena bongpay tua dalam bahasa
Tionghoa umumnya mengandung banyak informasi yang berharga tentang
leluhur tsb (vide Chinese Epigraphic Materials in Indonesia, jilid
2), lebih dari bongpay berbahasa Indonesia. Masalahnya, tempat
penitipan, karena bongpay dipercaya tidak baik dibawa pulang ke
rumah. Saya pikir ide yang baik bila bongpay bisa dititipkan di
kelenteng, mengingat menjadi kelaziman di zaman dulu jenazah
dititipkan di kelenteng sambil menunggu hari baik untuk pemakaman.
Apalagi cuma bongpay, ratusan tahun pula usianya. Why not?!! Semoga
tidak terjadi lagi penghancuran bongpay tua, sebelum kita menyesal
nanti karena "mati obor", seperti yang sudah banyak terjadi.
Kiongchiu,
DK
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Steve Haryono"
<steve.haryono@...> wrote:
>
> Thian Ien,
>
> Waktu terakhir saya ke Indonesia dan mengunjungi kelenteng Tiao Kak
> Sie di Cirebon. Saya menceritakan bahwa beberapa bongpay dari
kuburan
> keluarga THE kita yang di Kali Tanjung sekarang ada di rumah sepupu
> kita koh The Thian Teng setelah kuburan keluarga tersebut digusur
> setahun lalu (2006).
>
> Katanya tidak baik menyimpan bongpay kuburan dirumah seseorang, dan
> waktu itu juga diusulkan untuk ditaruh di kelenteng saja, karena
> semasa hidupnya, leluhur-leluhur yang bongpaynya masih ada itu
cukup
> berbuat kebaikan kepada kelenteng tersebut.
>
> Jadi tampaknya, kalau tidak ada museum yang mau menampung, mungkin
> bisa ditanyakan kepada kelenteng setempat. Saya kurang tahu apakah
ada
> kelenteng di Batang, tapi di Pekalongan ada, jadi mungkin bisa
> disimpan disana.
>
> Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar.
>
> Salam,
> Steve Haryono
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Thian Ien The <irwanbuchi@>
Terima kasih kepada sdr: steeve haryanto, raharjo irawan, liemshan, Steve Haryono, david_kwa2003
atas semua informasinya.
Dari informasi itu jadi terpikir untuk menghubungi beberapa orang seperti Hai Ping di semarang, beliau seorang ahli pembuat bong pay yang tersohor.
Sempat terpikir juga untuk menghubungi Sam Po Kong semarang yang sedang giat melestarikan budaya china.
he he saya juga sempat kepikir dan menelpon ke DAAI TV siapa tahu mereka punya informasi.
Sempat juga menghubungi seorang ahli sejarah di Yogya dan juga sempat menghubungi via telepon seorang pemerhati budaya tionghoa di Yogya.
Namun sepertinya memang tidak lazim bahwa sebuah bong pay disimpan tanpa abu atau jasad almarhum.
salam
The Thian Ien
Thian Ien The <irwanbuchi@yahoo.com> wrote:
Baru baru ini saya mendapat kabar dari seorang kerabat yang memberitakan bahwa makam leluhur kami yang dimakamkan kira kira tahun 1895 harus dibongkar karena kena gusur.
Setelah mereka tanya kepada orang yang mengerti lalu ditetapkanlah tanggal dan waktu pembongkaran dengan ketentuan beberapa orang dengan shio tertentu tidak diperkenankan mendekati makam tersebut karena ciong.
Rencana selanjutnya adalah sisa sisa jenasah yang masih ada ( mungkin tulang tulang) akan diperabukan dan dilarung ke laut.
Persoalan yang belum terpecahkan adalah:
Setelah pelarungan, maka bongpay akan diapakan.
ada yang bilang akan di hancurkan agar tidak dipergunakan untuk bahan bangunan .
Namun saya koq merasa sayang.
Mau saya bawa pulang koq ukurannya besar sekali dan tentu sangat berat.
atau apa ada tempat penitipan bongpay?
Kenapa saya merasa sayang untuk menghancurkan bongpay itu, karena menurut saya bongpay itu memuat banyak sekali informasi bagi keturunannya.
kemudian konon katanya makam yang akan di bongkar ini adalah makam orang tersohor di jamannya. (ada istilah Mayor dan satu lagi capitain china pada jaman belanda)
Pembongkaran akan dilaksanakan setelah cap go meh.
salam
the thian ien
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]
Untuk info saja, prasasti-prasasti peninggalan Oey
Tjie Sien ( ayah Oei Tiong Ham yang membebaskan tanah
Simongan dari tuan tanah Jahudi - sehingga dapat
digunakan oleh orang Tionghoa untuk buat klenteng )
saja sudah hilang tidak tahu aral rimbanya lagi sejak
bangunan dimodernisasi pada tahun 2005 yang lalu.
Banyak peninggalan sejarah yang hilang !!!!
Lha koq mau titip bongpay ?????????
Salam,
Irawan R
__________________________________________________________
Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! For Good http://uk.promotions.yahoo.com/forgood/
ada salah satu kolektor di semarang yg suka juga dng bongpay utk
dikoleksi dengan syarat keluraganya merestui utk bongpay itu
dipeliharanya
saya pernah ke rumah koleksinya dan ada beberapa bongpay dr org yg
ternama di jamannya. dan atas ijin dr keluarganya bole di abil itu
bongpay namun hany beberapa bagian saja yg diambiloleh kelurga dr
almarhum
kalo kepingin dan berminat dengna orang tersebut bisa saya hubungkan
kalo kalo saja dia tertarik utk dipelihara sbg koleksi.setahu saya
semua bongpay dan nisan terawat dengan baik.. jika anda suka mau
bertemu dng ybs bisa kontak ke yahoo messenger saya di
dewasmgs@yahoo.com
semoga dapat membatu memecahkan masalah anda
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Thian Ien The
Apakah yang anda maksud orang tersebut tinggal di
jalan Sompok / Pandean Lamper ?? Saya pernah bertemu
dengan beberapa orang penjual barang-barang antik di
Semarang, mereka pernah menjual Sien Cie, bong pay dll
termasuk alat-alat sembahyang kuno.
Kalau saya sarankan, sebaiknya bongpay jangan
dipasrahkan kepada keluarga lain, ini khan leluhur
anda sendiri, yang mencatat mungkin nama ayah anda
juga.
Salam,
Irawan R
__________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail.yahoo.com
pak Dion,
saya sudah mencoba hubungi YM Bapak.
semoga hari ini kita bisa ketemu di YM.
salam
irwanthe
Host a free online
conference on IM.
Saudara The Tian,
Pernah di tahun 2000 saya ke Indonesia mengunjungi kampung halaman orang tua saya, di seberang rumah seorang kerabat kami ada sebuah kuburan seorang mantan jenderal tiong hua dari jaman kolonial Belanda. Kalau boleh tahu di manakah kuburan yang saudara The Tian maksudkan dalam mailing list ini ?
greysia susilo junus <greysiagreysia@yahoo.com> wrote: saya pribadi tidak menyarankan untuk meletakkan bongpay di sampokong semarang (jika memang mereka memperbolehkan), karena saya melihatnya mereka sekarang sedang jor joran untuk menghilangkan nuansa tradisional pada klentengnya, diupgrade menjadi suasana macam taiwan gitu. Bah!
jangan jangan nanti bongpay yang sangat pribadi kepentingannya, malah ikut jadi bahan tontonan. mending kalo dipelihara. wong klentengnya saja yang asli dihancurkan gitu......
greysia
----- Original Message ----
From: Thian Ien The <irwanbuchi@yahoo.com>
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Thursday, January 24, 2008 3:29:57 AM
Subject: Re: [budaya_tionghua] BONGPAY Kuburan Tua yang dibongkar
Terima kasih kepada sdr: steeve haryanto, raharjo irawan, liemshan, Steve Haryono, david_kwa2003
atas semua informasinya.
Dari informasi itu jadi terpikir untuk menghubungi beberapa orang seperti Hai Ping di semarang, beliau seorang ahli pembuat bong pay yang tersohor.
Sempat terpikir juga untuk menghubungi Sam Po Kong semarang yang sedang giat melestarikan budaya china.
he he saya juga sempat kepikir dan menelpon ke DAAI TV siapa tahu mereka punya informasi.
Sempat juga menghubungi seorang ahli sejarah di Yogya dan juga sempat menghubungi via telepon seorang pemerhati budaya tionghoa di Yogya.
Namun sepertinya memang tidak lazim bahwa sebuah bong pay disimpan tanpa abu atau jasad almarhum.
salam
The Thian IenRecent Activity
12New Members
Visit Your Group
New business?
Get new customers.
List your web site
in Yahoo! Search.
Y! Messenger
Want a quick chat?
Chat over IM with
group members.
Do-It-Yourselfers
Find Y! Groups
on Lawn & garden,
homes and autos..
__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]
Makam yang akan dibongkar adalah makam:
Kapitein der Chinezen te Batang Khouw Tiong Houw (diangkat menjadi
Kapten tahun 1884 sampai 1904) dan
Luitenant der Chinezen te Batang Khouw Pek Siang (diangkat menjadi
Letnan tahun 1895, dipromosi menjadi Kapten tahun 1900 dan menjadi
Mayor kehormatan - Mayoor titulaire der Chinezen - tahun 1923 sampai 1931)
Makam nya ada di makam keluarga Klidang, Batang, Pekalongan.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]
Sdr.The,
mungkin anda bisa menghubungi moderator secara japri, karena yang saya
tahu mereka sedang membentuk jaringan kegiatan dan pelestarian budaya
Tionghoa di Semarang.
Hormat saya,
Xuan Tong
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Thian Ien The <irwanbuchi@...>
wrote:
>
Get support and
make friends online.
Yth, TTM (teman teman milis)
terima kasih atas nasehat dan saran serta informasi yang diberikan.
bersama ini saya sertakan foto makam yang akan di bongkar.
saya cuma berpikir, batu dengan ukiran seindah ini koq mau di hancurkan.
sayang yah.
salam
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]
Share photos while
you IM friends.