Pengantar: Untuk sebagian besar dari rekan kita, mereka pernah ke Taiwan, baik tour , kerja ataupun sekolah. Meskipun demikian untuk saya kali ini pertama kali datang ke Taiwan. Seperti biasanya orang yang pertama kali datang ke suatu tempat akan lebih peka dengan perbedaannya, sedang yang sudah lama di situ tak akan merasakan ada perbedaan lagi.
Fandian:
Fandian dalam bahasa Mandarin adalah hotel. Tapi rupanya kata sederhana ini memang sering menimbulkan salah pengertian. Pernah seorang barat yang sudah sedikit mengerti bahasa Mandarin menulis bahasa Mandarin itu sulit karena istilahnya banyak yang meragukan. Ia bilang fandian itu jelas warung nasi, fan nasi, dian warung. Tapi mengapa menjadi hotel, misalnya Beijing Fandian, Kunlun Da Fandian dll?
Terus terang ketika saya pertama kali ke Tiongkok, saya sendiri tak mengerti perbedaan fandian, jiudian, binguan, lvguan, lvdian, lvshe, kezhan dll. yang kesemuanya berarti hotel.
Saya hanya tahu fandian adalah hotel bukan warung nasi, Restoran atau warung nasi biasa disebut fanguan atau caiguan, kadang canting, kadang meishiguan dll. Memang kata yang sama atau hampir sama dalam bahasa Mandarin itu banyak sekali, ada yang sudah dari dulu begitu, ada yang baru populer belakangan ini.
Pada suatu ketika di Shanhaiguan, turun dari kereta api kami naik taksi ke sebuah hotel kecil, di depan ditulis ...binguan. Itu biasa, keesokan harinya baru kami bangun dan turun dari kamar ke loby mau menyeberang ke warung nasi di depan, supir taksi yang kemarin sudah menunggu, menawarkan jasanya. Kami check out dulu, lalu menitipkan barang bawaan dan naik taksi itu lagi untuk melihat beberapa objek wisata, sayang tembok besar sedang diperbaiki menyambut Olympiade. Shanhaiguan adalah ujung tembok besar yang menjorok ke laut. Sorenya kami bertanya, di mana naik bis ke Qinhuangdao. Supir taksi bilang, ada bisnis di Qinhuangdao? Kami jawab tidak, cuma tour saja. Ia bilang Qinghuangdao kota bisnis serba mahal tak ada orang tour ke sana, kalau mau ke Beidaihe, kalau mau ke sana saya antar katanya. Saya tanya lagi, tahu dimana ada jiudian yang tarifnya sekitar 100 yuan-an? Ia merenung sebentar, rasanya sulit dia bilang, kalau binguan banyak. Saya
baru sadar kalau jiudian itu lebih mahal dari binguan. Pengalaman selama ini hampir selalu saya menginap di tempat yang bernama jiudian tapi tak tahu perbedaannya, di Indonesia kita lebih banyak menyebutnya lvguan.
Sejak itu saya mulai memperhatikan bahwa nama-nama itu tak identik benar. Sayapun mencoba melihat kamus. Dalam kamus dikatakan fandian adalah hotel yang besar dan fasilitas lengkap. Sedang jiudian tidak ada.
Beberapa hari yang lalu, ketika saya bertanaya kepada mantu, di Taipei kita tinggal di mana? Di Guoguang Da Fandian, katanya. Dalam hati saya agak kaget, koq pesan fandian, apa tidak terlalu boros? Tapi karena ia yang sudah settle semua, saya pun tidak memberi komentar.
Ketika sampai ke hotel yang bernama Guoguang Da Fandian itu, yah, ampun, paling hotel bintang tiga, mungkin bintang dua atau binguan menengah, mobil saja tidak bisa masuk dalam gang sempit. Kita harus menyeret bawaan ke dalam.
Ketika melihat daftar hotel di sana hampir semua menggunakan nama fanguan, dan ternyata banyak hotel kecil.
Saya baru sadar lagi, bahwa meskipun namanya sama, di Tiongkok daratan dan di Taiwan ada perbedaan penggunaan nama fandian.
Awal tahun ketika kami sampai ke sebuah kecamatan di Guangxi, anak yang menjemput kami berkata. "Yeye (kakek), hari sudah malam, binguan jauh di kota kabupaten, hari ini lebih baik menginap di rumah saya saja, ibu sudah siap-siap. Kalau tidak maupun makan dulu, nanti di antar ke kota untuk cari binguan."
Disana saya biasa dipanggil yeye, di Singapore tua muda semua "uncle", dan "auntie". Sampai anak saya yang baru berumur 34 tahun dipanggil "auntie" oleh nenek-nenek berumur 80 tahun!
Kata saya, " Kami sebetulnya ingin menginap di kota anda, agar mudah datang ke rumah anda, masa tidak ada binguang di sana?" Ia jawab." Tak ada, paling ada semacam Lvshe, kebersihan dan keamanannya meragukan, jangan di sana mending di rumah.!
Barulah saya tahu, penginapan yang lebih kecil dari binguan adalah lvshe yang ternyata semacam losmen di Indonesia.
Pangalaman kecil yang menarik. Ini baru satu istilah, karena itu setiap datang ke tempat yang pertama kita ke sana, hati-hati penggunaan kata, kebiasaan di satu tempat berbeda dengan di tempat lain. Entah koran berbahasa Mandarin sekarang di Indonesia bagaimana menyebut Hotel Indonesia, Hotel Hilton, dan losmen yang kecil. Mirip Tiongkok daratan atau mirip Taiwan?
Biar bagaimana fandian bukan warung nasi, orang barat yang disebut di atas membaca satu kata dengan melihat per huruf, itu salah, kalau begitu caranya xiaoxin bisa berarti hati kecil padahal artinya hati-hati, dongxi bisa berarti timu barat, padahal berarti barang dll.
Mataharipun tak boleh di artikan matanya hari.
---------------------
|
Saya kira, faktor geografi lebih berperan dalm hal penggunaan berbagai istilah Hotel.
Fandian( toko nasi) lebih populer di Taiwan, besar kecil semua fandian
Jiudian ( toko arak) lebih populer di Hongkong, kalau di daratan ada Jiudian, umumnya investornya Hongkong.
Bingguan ( wisma tamu) lebih umum dipakai di daratan Tiongkok. jika sekarang mulai bermunculan Fandian dan Jiudian, ini adalah pengaruh dari Taiwan dan Hongkong.
Sedangkan di nanyang, Indonesia, singapore atau malaysia, orang lebih familiar dng istilah Lvguan ( wisma perjalanan ).
Orang kuno dulu menyebut Kezhan ( halte tamu) atau Lvdian (toko perjalanan).
restauran selain disebut Fanguan ( wiama nasi) juga populer disebut Jiu Jia ( rumah arak)
Salam,
ZFy
--- On Thu, 9/11/08, liang u <liang_u@yahoo.com> wrote: |