Dewa Yue Xia Lao Ren
Ivan Taniputera
(30 Desember 2010)
Iseng2 ingin menulis mengenai dewa-dewa Tiongkok. Yue Xia Lao Ren secara harafiah berarti "Orang Tua Di Bawah Rembulan." Beliau dipercaya sebagai dewa yang mengatur pernikahan. Meskipun demikian, tiada seorangpun yang mengenal nama asli Beliau.
Alkisah pada zaman Dinasti Tang terdapat seseorang yang bernama Wei Gu. Suatu malam, ia sedang menginap di sebuah pondokan di kota Song. Ketika sedang sendirian berjumpalah ia dengan seorang tua berambut dan berjanggung putih yang membawa tas hijau beserta sejilid buku. Didera oleh rasa penasaran, Wei Gu menghampiri orang tua itu dan mengajukan pertanyaan. Orang tua itu menjawab bahwa ia sedang memeriksa daftar pernikahan umat manusia di muka bumi.
Ternyata tas hijau orang tua itu berisikan tali-tali berwarna pernah. Wei Gu yang ingin tahu menanyakan apakah gunanya benda tersebut. Orang tua itu menjawab bahwa tali-tali itu akan dipergunakan mengikat pasangan-pasangan yang saling berjodoh. Mendengarnya, Wei Gu menjadi ingin tahu siapakah jodohnya. Orang tua itu menjawab, "Jodohmu adalah puteri seorang ibu tua bernama Chen yang berkeja sebagai penjual sayur di utara pondokan ini."
Tak terasa empat belas tahun berlalu dan Wei Gu diangkat sebagai pejabat kota Xiang. Gubernur setempat bermarga Wang memberikan puterinya agar dinikahi oleh Wei Gu. Setelah acara pernikahan, Wei Gu teringat ramalan orang tua itu dan tertawa, "Apa yang dikatakannya omong kosong belaka."
Namun setelah pernikahan mereka, isterinya mengaku bahwa dirinya sesungguhnya adalah puteri Nyonya Chen, si pedagang sayur, yang diangkat anak oleh Gubernur Wang. Wei Gu tercengang dan tertawa lebar, "Ah ternyata apa dikatakannya sungguh tepat." Magistrat kota mendengar perihal tersebut dan menamakan pondokan tempat Wei Gu menginap sebagai "Pondokan Perjodohan." Semenjak saat itu, orang tua tersebut dipuja sebagai Yue Xia Lao Ren.
disarikan dari buku "100 Chinese Gods" karya Wu Luxing, ilustrator: Lu Yangguang.
"Semoga setiap orang mendapatkan jodoh yang baik."
Sekadar nambahin ya Tan yg menurut gw, Yue Xia Laoren itu ultahnya tgl 15 bulan 8 pas perayaan Zhongqiu. Nah perayaan zhongqiu dari jaman Tang dan sebelumnya itu perayaan yang meriah, para gadis dan perjaka bisa saling intip dan lempar pantun. Saatnya bisa melihat dengan jelas calon pasanganya, jg bisa jg saatnya yg tepat buat melihat calon yg cocok. Soalnya tidak semua pasangan itu ditentukan oleh ortu atau dijodohkan.
Nah yg menarik itu adalah kebiasaan pakai benang yg berkembang sampai jaman dinasti Qing pakai kain merah utk mengikat pasutri yg lagi melakukan upacara pernikahan sebagai lambang kesatuan yg utuh.
Di budaya Tionghoa pernikahan itu HANYA sekali dalam seumur hidup dan yg diakui SAH adalah istri PERTAMA.
Yg bikin menarik itu syair yg gw kutip dari buku ä¸å›½å©šè‚²ä¿ 护神 karangan 殷伟. Dibuku itu ditulis kalau di æœˆè€ ç¥ di Hangzhou ( kok gw gak ketemu ya waktu ke Hangzhou hiks hiks )ada syair sbb :
愿天下有情人 éƒ½æˆ çœ·å±ž
æ˜¯å‰ ç"Ÿæ³¨å®šäº‹ 莫é"™è¿‡å§»ç¼˜
Semoga semua manusia yang memadu cinta , bisa menjadi suami istri
Hal yang sudah ditetapkan pada kelahiran sebelumnya, jangan lewatkan perjodohan ini ( syari terjemahin bebaslar, kalu kurang pas mohon petunjuk para locianpwee disini ya huehehehe )
So jadi kita bisa bahas gak masalah pernihakan ala tionghoa ? moga2 bisa jadi topik baru yg gak bau.
--- In budaya_...@yahoogroups.com, "Ivan" <ivan_taniputera@...> wrote:
>
> Dewa Yue Xia Lao Ren
>
> Ivan Taniputera
> (30 Desember 2010)
>
> Iseng2 ingin menulis mengenai dewa-dewa Tiongkok. Yue Xia Lao Ren secara harafiah berarti "Orang Tua Di Bawah Rembulan." Beliau dipercaya sebagai dewa yang mengatur pernikahan. Meskipun demikian, tiada seorangpun yang mengenal nama asli Beliau.
>
> Alkisah pada zaman Dinasti Tang terdapat seseorang yang bernama Wei Gu. Suatu malam, ia sedang menginap di sebuah pondokan di kota Song. Ketika sedang sendirian berjumpalah ia dengan seorang tua berambut dan berjanggung putih yang membawa tas hijau beserta sejilid buku. Didera oleh rasa penasaran, Wei Gu menghampiri orang tua itu dan mengajukan pertanyaan. Orang tua itu menjawab bahwa ia sedang memeriksa daftar pernikahan umat manusia di muka bumi.
>
> Ternyata tas hijau orang tua itu berisikan tali-tali berwarna pernah. Wei Gu yang ingin tahu menanyakan apakah gunanya benda tersebut. Orang tua itu menjawab bahwa tali-tali itu akan dipergunakan mengikat pasangan-pasangan yang saling berjodoh. Mendengarnya, Wei Gu menjadi ingin tahu siapakah jodohnya. Orang tua itu menjawab, "Jodohmu adalah puteri seorang ibu tua bernama Chen yang berkeja sebagai penjual sayur di utara pondokan ini."
>
> Tak terasa empat belas tahun berlalu dan Wei Gu diangkat sebagai pejabat kota Xiang. Gubernur setempat bermarga Wang memberikan puterinya agar dinikahi oleh Wei Gu. Setelah acara pernikahan, Wei Gu teringat ramalan orang tua itu dan tertawa, "Apa yang dikatakannya omong kosong belaka."
>
> Namun setelah pernikahan mereka, isterinya mengaku bahwa dirinya sesungguhnya adalah puteri Nyonya Chen, si pedagang sayur, yang diangkat anak oleh Gubernur Wang. Wei Gu tercengang dan tertawa lebar, "Ah ternyata apa dikatakannya sungguh tepat." Magistrat kota mendengar perihal tersebut dan menamakan pondokan tempat Wei Gu menginap sebagai "Pondokan Perjodohan." Semenjak saat itu, orang tua tersebut dipuja sebagai Yue Xia Lao Ren.
>
> disarikan dari buku "100 Chinese Gods" karya Wu Luxing, ilustrator: Lu Yangguang.
>
> "Semoga setiap orang mendapatkan jodoh yang baik."
>