BELAJAR BAHASA MANDARIN III
Tambahan bagaian II tentang huruf dan kata yang sering salah baca :
1. 还:dibaca hai kalau berarti masih, tapi dibaca huan kalau berarti mengembalikan dan membalas. Kedua-duanya nada kedua. Kata huan ini di kita sering digunakan dengan arti membayar. Membayar sebetulnya 付 fu nada 4, kadang menggunakan 交 jiao nada satu, yang berarti menyerahkan, misalnya 交学费,jiao1xue2fei4, yang berarti membayar uang sekolah.
2. 都 : dibaca du nada 1 untuk kata benda atau marga Du 1, 首都 shou3du1, ibukota, 都市1shi4, kota, Untuk kata bantu dibaca dou nada satu, yang berarti juga tapi biasanya jamak. Misalnya 我们都是学生。 Wo3men0 dou1shi4 xue2sheng 0. (0 adalah nada lemah)
3. 弄:di Indonesia selalu diucapakan long4, seharusnya kalau kata benda dibaca long4, kalau kata kerja dibaca nong4. Misalnya 弄坏nong4huai4, merusakkan.
4。Banyak kata yang berbunyi jun dibaca zun, misalnya 俊 yang berarti cakap. Jun ini nada empat berarti cakap. Banyak digunakan sebagai nama orang.
5. 大夫 bila dibaca dafu (nada empat dan 1) berarti nama jabatan tinggi masa dulu, kalau dibaca daifu (nada empat dan nada lemah) berarti dokter. Di Indonesia semua dibaca daifu.
Masih banyak contoh lain, yang harus kita perbaiki dalam pengajaran maupun percakapan sehari-hari, karena kalau bicara dengan orang Tiongkok mereka tidak akan mengerti atau salah tangkap.
Fonem yang sering tidak mampu diucapkan:
Fonem adalah bunyi dasar dalam sebuah bahasa, bisa konsonan, bisa vokal atau bisa setengah vokal. Ejaan bahasa Indonesia termasuk bagus, karena hampir semua fonem dapat dinyatakan oleh satu huruf saja, kecuali ng, kh, sy,yang merupakan sebuah fonem yang dinyatakan dengan dua huruf.
Dalam Mandarin banyak fonem yang tak bisa diucapkan oleh orang yang belum terbiasa dilatih berbicara bahasa Mandarin, di antaranya:
1.-Fonem letupan, yaitu p, t, k, q, ch dan c. Dalam bahasa Indonesia tak ada fonem-fonem tersebut, yang ada adalah p, t, k dan q tanpa letupan yang dinyatakan dengan huruf p, t, k dan c.
Fonem Mandarin ch adalah fonem mirip c Indonesia yang bukan saja harus diletupkan tapi lidah harus dilipat ke atas.
Fonem c adalah fonem mirip c Indonesia yang bukan saja harus diletupkan, tapi ujung lidah ditekankan ke gigi atas.
Fonem q adalah fonem c Indonesia yang diletupkan.
2. Fonem z, zh dan j, yaitu fonem tanpa letupan:
Fonem z adalah fonem mirip c Indonesia dengan ujung lidah ditekan ke gigi atas.
Fonem zh adalah fonem c Indonesia yang ujung lidah dilipat ke atas.
Fonem j adalah fonem c Indonesia.
1. Dalam fonem vokal, ada yu atau u umlaut, yaitu u dengan titik dua di atasnya yang tak terdapat di Indonesia, sehingga sering dibaca menjadi yi atau i . Sebetulnya fonem ini ada juga dalam bahasa Belanda, Perancis maupun Jerman, yaitu i (yi) yang diucapkan dengan mulut dimoncongkan.
2. Fonem er, yang di atas pernah disinggung adalah e yang diucapkan dengan lidah terlipat. Bila sebagai akhiran, misalnya huar, harus dibunyikan sebagai hua dengan lidah terlipat, saat mengucapkan a
Nada.
Karena bahasa Indonesia dan bahasa Inggeris yang kita pahami tak bernada, maka nada merupakan kesulitan utama dalam belajar Mandarin, kecuali yang pandai dialek Tionghoa lainnya.
Agar orang awam yang tidak mempunyai guru bisa mengucapkan nada dengan tepat, maka dibuat sistem pengenalan nada, sama seperti lagu, dengan sistem angka.
Angka 5 adalah nada tertinggi
Angka 4 adalah nada setengah tinggi
Angka 3 adalah nada menengah
Angka 2 adalah nada setengah rendah
Angka 1 adalah nada rendah
Angka 0 adalah nada lemah, nada yang tak jelas karena bunyinya lemah.
Bahasa Mandarin yang mempunyai 4 nada dinyatakan sebagai:
Nada 1 adalah 55, artinya nada tinggi panjang
Nada 2 adalah 35, artinya nada setengah tinggi naik sampai tinggi (bandingkan dengan lagu 35)
Nada 3 adalah 214, artinya nada setengah rendah turun menjadi rendah, lalu naik lagi sampai setengah tinggi. Bunyi nada ini satu setengah kali nada lain.
Nada 4 adalah 51, yaitu nada dari tinggi langsung turun ke nada rendah.
Nada Mandarin orang Hokkian dan Taiwan kebanyakan kena pengaruh dialek mereka, nada 55 jadi 44, berarti kurang tinggi; nada 35 menjadi 24; nada 214 menjadi 21, berarti suara tidak melengkung naik; nada 51 menjadi 53 atau 42 turunnya kurang drastis. Jadi nada asli Mandarin turun naiknya jelas sekali dan kebanyakan tinggi.
Oleh karena itu dengan mudah bisa kita membedakan orang Tiongkok yang baru datang ke luar negeri. Kalau cara mereka bicara, nada turun naiknya sangat jelas, maka pasti ia orang Tiongkok, kecuali Tiongkok selatan yang kena pengaruh dialek seperti sudah dibahas di atas.
Perubahan nada:
1. Ada dua huruf khusus yaitu:
Yi 一 yang berarti satu, bila berdiri sendiri atau pada akhir suku kata, bernada satu. Kalau diikuti nada kempat yi harus menjadi nada ke dua. Kalau diikuti nada lain harus menjadi nada empat.
Contoh:
统一 tongyi (tong nada 3 yi nada 1), bersatu, bergabung.
一定 yiding (yi nada kedua, ding nada keempat), pasti
一天 yitian (yi nada keempat,tian nada kesatu ), sehari
一条 yitiao ( yi nada keempat, tiao nada kedua), seuntai atau seekor (ikan).
一晚 yiwan (yi nada keeempat, wan nada ketiga),semalam.
Bu 不 yang berarti tiga bernada keempat, bila diikuti nada keempat harus berubah menjadi nada kedua.
不要 buyao (bu nada kedua, yao nada keempat).
2. Nada keempat, bila diikuti nada keempat lagi berubah jadi nada kedua.
3. Nada ketiga bila bukan sebagai suku kata terakhir, menjadi nada 21 atau setengah tinggi. (Ingat bedanya dengan orang Taiwan dan Hokkian yang mengucapkannya selalu menjadi 21).
(bersambung)
----- Original Message ----
From: liang u <liang_u@yahoo.com>
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, February 20, 2007 4:52:59 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Belajar Bahasa Mandarin (I)
BELAJAR BAHASA MANDARIN (II)
Kesalahan bunyi di Indonesia
Bunyi- bunyi berikut mungkin juga asalnya dari logat Tiongkok Selatan, akan tetapi di sana orang sudah mulai berubah, di Indonesia banyak yang belum; sebagian kesalahan adalah khusus di Indonesia:
1. Bunyi o di belakang b, p, m, f sebagian dibunyikan sebagai e. Misalnya bo, po, mo dan fo, dibaca be, pe, me dan fe.
Contoh:
- bo2fu4 伯父,paman yang lebih tua dari ayah menjadi be2fu4.
- mo4xie3 默写, menulis teks yang dihafal di luar kepala,menjadi me4 -xie3.
Tapi: Fo2jiao4, 佛教 agama Buddha malah menjadi Fu2jiao4, dan shen3me0, 什么,menjadi shen3mo.
2. Bunyi ai yang menjadi e, sekarang sudah banyak yang hilang, akan tetapi masih ada satu dua kata yang ketinggalan, di antaranya:
Pai1 拍 untuk pai1zhao4, memotret, dibunyikan pe1zhao4.
Yang tua-tua masih ada yang membaca yi1 bai3 一百 seratus menjadi yi1be3 dan bai2 白 putih menjadi be2.
3. Bunyi eng di belakang m ,f dan w dibaca menjadi ong. Meng mereka baca mong, feng dibaca fong, weng dibaca wong. Ong di sini adalah ong-nya Hanyu Pinyin, jadi bukan ong dalam bahasa Indonesia.
Ong Mandarin adalah bunyi antara ung dan ong.
Contoh: Feng1 风 angin, dibaca fong1
Meng4 梦 mimpi dibaca mong4
Weng1 翁 (Hokkian sne Ang) dibaca wong, bahkan wung.
Kata-kata yang berbeda bunyinya:
Ada beberapa kata, meskipun tidak terlalu banyak, yang beda cara bacanya, meskipun sekarang, setelah ada Hanyu Pinyin banyak yang merubah cara baca yang beda tersebut, perbedaan bunyi ini kemungkinan asalnya karena salah baca.
Contoh :
La1ji1 垃圾, sampah, dibaca le1si1.
Ye4ti3 液体, cairan, dibaca yi4ti3.
Xie2shou3 携手,bergandengan tangan, dibaca xi2shou3.
Shen1zhen4 深圳,nama kota dekat Hongkong, dibaca Shenzhun.
Zhao4qing4 肇庆,nama kota di propinsi Guangdong, menjadi Shao4qing4.
(bersambung)
Dikirim tanggal 20 Pebruari 2007
----- Original Message ----
From: liang u <liang_u@yahoo. com>
To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com
Sent: Friday, February 16, 2007 10:59:59 AM
Subject: [budaya_tionghua] Belajar Bahasa Mandarin (I)
BELAJAR BAHASA MANDARIN (I)
LOGAT UTARA DAN LOGAT SELATAN
(Liang U)
Pengantar:
Akhir-akhir ini banyak rekan milis kita yang mencari info tentang kursus Mandarin atau Putonghua. Tulisan pendek ini dimuat serial adalah untuk membantu para orang tua atau perorangan untuk bisa menilai apakah seorang pengajar Mandarin mempunyai kualifikasi cukup dalam bdang ini?
Sebetulnya kalau orang bisa berbicara berdasarkan ucapan yang seharusnya seperti tertera dalam kamus, semua orang akan bicara dengan logat yang sama, karena Mandarin sudah mempunyai standar. Hanyu Pinyin sebetulnya sudah menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya sebuah kata diucapkan. Hanya saja bahasa ibu para pengajar bukan Mandarin, atau kalau bahasa ibunya Mandarin, Mandarinnya bukan Mandarin standar. Karena itu bahasa Mandarin para pengajar belum tentu semua tepat. Memang sulit untuk mencari pengajar yang Mandarinnya tepat, atau standar. Akhirnya kita harus kompromi, cari yang cukup baik.
Bahasa Mandarin penulis tidak baik, kelemahannya sama dengan teman-teman lain di Indonesia, terutama yang di rumahnya tidak menggunakan bahasa Mandarin. Tentu saja kalau berada di Tiongkok sering ada orang yang tidak mengerti apa yang saya maksud, terpaksa saya ulangi sekali lagi dengan perlahan-lahan, sebab kalau bicara perlahan, nada tiap kata bisa kita atur, kalau cepat sebagian kata nadanya hilang, sehingga orang mengerti, tidak “native”lah. Meskipun demikian penulis selalu menekankan untuk yang baru belajar, dilatih berbicara yang standar adalah pilihan yang benar. Bunyi standard adalah bunyi yang tertera dalam kamus, baik kamus terbitan Tiongkok Utara, Tiongkok Selatan, Taiwan (menggunakan zhuyin zimu bukan Hanyu Pinyin, tapi maksudnya sama), Singapore, Malaysia ataupun terbitan Oxford sekalipun, semua mencantumkan bunyi standar.
Logat Tiongkok Selatan
Kelemahan utama dari pengajar yang berasal dari Tiongkok Selatan dan Taiwan adalah tidak standarnya sebagian dari ucapan mereka. Yang paling menonjol mereka tidak bisa membedakan antara bunyi ing dan in, bunyi en dan eng. Semua bunyi in dibaca ing dan semua bunyi eng dibaca en.
Yuanyin (sebab) dibaca menjadi yuanying,
Shengyin (bunyi), dibaca menjadi shenying dsb.
Erhua, yang dimaksud dengan erhua, adalah sebuah kata yang pada akhirkatanya muncul bunyi er. Bila ditulis dengan kanji pada akhir kata ditambah huruf er 儿 saja。 Dalam Hanyu Pinyin pada akhir suku kata ditambah r, misalnya huar, bunga, asal katanya hua dan ditambah er.
Di Tiongkok utara, bunyi er demikian sangat banyak, sedang di selatan hampir tak ada. Yang perlu kita perhatikan adalah, karena bahasa Mandarin Standar adalah logat Beijing, maka kita harus membedakan, mana yang dipakai orang Beijing. Di kamus ada, cuma membuka=buka kamus tiap halaman akan memakan waktu. Masalahnya, apa benar pengajar Mandarin kita bisa membedakan ini? Kapan seharusnya ada er pada akhir kata, kapan tidak? Perlu perhatian bunga 花儿 huar bukan dua bunyi tapi satu bunyi hua tapi akhir bunyi mengandung r, yaitu lidah harus dilipat ke atas.
Masalah lain yang mirip adalah bunyi lemah. Bunyi lemah sering disebut nada kelima. Nada ini sebetulnya bukan nada, nadanya tak jelas, bunyinya lemah. Seperti er, nada lemah ini hanya muncul pada akhir kata. Yang sulit adalah membedakan suku mana yang mengandung bunyi lemah, mana yang tidak. Contoh: bunyi 子adalah imbuhan akhir pada kata benda, penggunaannya banyak sekali, dalam hal ini zi harus berbunyi lemah, tapi dalam kata lain ia tidak lemah tapi bernada nada ketiga. Misalnya, 桌子 zhuozi meja, zi di sini tak mempunyai arti hanya menunjukkan kata benda, nadanya lemah. Zhuo sendiri sudah berarti meja. Dianzi 电子, elektron, bukan imbuhan, tapi bagian dari kata, 电 saja adalah listrik, dian4zi3 adalah elektron. Zi bernada nada ketiga.
Contoh lain kata dongxi, dalam bahasa Mandarin dongxi bisa mempunyai dua arti, dongxi berarti benda dan dong xi berarti timur dan barat. Dalam Hanyu Pinyin dongxi benda ditulis dirangkaikan karena hanya satu kata, sedang dong xi dipisah karena berarti dua kata dong dan xi. Bunyinya dong1xi0, dong nada satu xi nada lemah, berarti benda, sedang dong1 xi1, dong bernada 1 dan xi bernada 1 adalah timur dan barat. Untuk native speaker tak perlu membedakannya lagi, karena kalau bicara otomatis keluar bunyi demikian, tapi untuk yang bukan native speaker ini sering merupakan hambatan, karena salah ucap. Dalam ujian HSK (Huayu Shuiping Kaoshi), yaitu Toeflnya Mandarin, nada lemah ini diberi perhatian khusus.
Saya baru kembali dari Hainan, propinsi paling selatan dari Tiongkok, tapi ternyata di sana tidak seperti Guangdong, Fujian atau Taiwan, kebanyakan anak muda, bisa mengucapkan zh, ch, sh, r, er, in, ing, en, eng dll secara baik sekali, meskipun bunyi er sebagai akhiran banyak yang hilang. Bunga adalah hua saja bukan huar. Yang tidak standar bagi mereka adalah kata tanya ma masih dibaca bbo. Jadi jangan kaget kalau mereka tanya anda: Chiguo fan bbo? (Sudah makankah?) Bbo dibaca seperti bo dalam kata bola bahasa Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, bbo adalah kata tanya dalam dialek Hokkian. Memang dialek Hainan berasal dari dialek Hokkian. Kalau mereka bertanya di mana kampung leluhur saya, saya jawab Hokkian, mereka bilang, oh sama dengan kami, kami juga turunan orang Hokkian. Karena Hainan adalah propinsi paling selatan di Tiongkok, maka istilah logat Tiongkok selatan, sebetulnya kurang tepat. Karena itulah saya lebih senang menggunakan istilah logat standar dan
tidak standar, daripada istilah logat Utara atau logat Selatan.
(bersambung)
_,___
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
http://tv.yahoo. com/collections/ 265
[Non-text portions of this message have been removed]
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
http://answers. yahoo.com/ dir/?link= list&sid= 396546091
[Non-text portions of this message have been removed]
__________________________________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs.
http://music.yahoo.com/unlimited
[Non-text portions of this message have been removed]
Senior Liang U,
Saya barusan diskusi sebentar dengan teman. Di Taiwan, kata 交 jiao1 memang
dipakai untuk “menyerahkan”, penggunaan 交學費 memang bisa dan ada, tapi
kurang pas aja dalam konteks, yang lebih tepat dan resmi mungkin 繳學費 ,
jiao3 di sini artinya “membayar”. Dulu waktu saya belum bisa mendengarkan
nada2x dalam Mandarin, susah sekali membedakan jiao1 dan jiao3.
Best,
Richard’97
[Non-text portions of this message have been removed]
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Dear millister,
saya share artikel yg berhubungan dgn pembelajaran bahasa Mandarin.
Mungkin utk kalangan tertentu berguna.
Salam,
Petrus
liang u <liang_u@yahoo.com>
Sent by: budaya_tionghua@yahoogroups.com
03/02/2007 10:38 AM
Please respond to
budaya_tionghua@yahoogroups.com
To
budaya_tionghua@yahoogroups.com
cc
----------------------------------------------------------
The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential or legally privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. Ernst & Young is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt.
[Non-text portions of this message have been removed]