All,
saya ada beberapa pertanyaan mengenai les bahasa mandarin.
- Asumsi pengajar sama2 lokal atau sama2 native, apa bedanya satu tempat
les dengan tempat les lainnya? Apakah ada perbedaan metoda? Apa saja
perbedaannya?
- Apakah metode pengajaran bahasa Mandarin dari dulu sampai sekarang
berkembang? Apa perbedaannya?
- Apakah lebih baik mengambil les Mandarin dgn guru2 native ?
- Apakah sebaiknya les Mandarin dengan guru dari / lulusan Beijing atau
sekitarnya yang nadanya masih "bernyanyi" sehingga si murid langsung
belajar bahasa Mandarin dengan "benar"? Apakah hal ini perlu
dipertimbangkan?
Maaf pertanyaan yang banyak dan mungkin basic sekali, tapi saya sedang
mencari les Mandarin utk anak saya dan sedang mencari2 perbedaan antar
tempat kursus.
Terima kasih banyak.
Petrus
----------------------------------------------------------
The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential or legally privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. Ernst & Young is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt.
[Non-text portions of this message have been removed]
Pak,
Saya coba bantu jawab deh yach...berdasarkan pengalaman saya
Kebetulan saya pernah 'beberapa' kali ikut kursus mandarin..
dari beberapa tempat yang pernah saya ikuti, memang beda2 sistim
pengajarannya..
di satu tempat, kita hanya dilatih yang penting bisa ngomong... nulis
belakangan..
satu tempat lagi, nulis dan bicara porsinya sama..
tempat terakhir, awal2 belajar di harapkan sudah bisa bicara, nulis kalau
levelnya sudah tinggi..
Apakah mau native atau lokal itu memang tergantung yach...
Kalau native, kita mau tidak mau di dalam kelas harus mengerti apa yang
dia ucapkan..
tapi, kalau pengajar lokal (atau yg lulusan dr sana)..dia bisa aja sefasih
dengan native..dengan 'irama'nya itu
tapi, yang saya alami saat kita tidak ngerti apa maksud dia..dia akan
menjelaskan dalam bahasa indonesia..
Lagi pula, kalau memang pak Petrus di rumah masih menggunakan bahasa
mandarin untuk percakapan sehari2
pastinya membantu anak agar cepat lancar dalam berbicara..
Tapi, kalau memang di rumah tidak ada yang menggunakan bahasa mandarin,
akan sayang sekali..
Karena si anak tidak bisa menggunakan atau menerapkan apa yang sudah
dipelajari di tempat kursus.
Maaf, kalau sharing saya tidak berkenan..
Rgds,
Oline
Petrus Purwana <petrus.purwana@id.ey.com>
Sent by: budaya_tionghua@yahoogroups.com
01/11/2007 11:05 AM
Please respond to
budaya_tionghua@yahoogroups.com
To
budaya_tionghua@yahoogroups.com
cc
Subject
[budaya_tionghua] Beberapa pertanyaan ttg les bahasa Mandarin
Gue coba jawab sebisanya menurut pengetahuan saya, tapi saya bukan guru Mandarin lho, hehe
----- Original Message -----
From: Petrus Purwana
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Thursday, January 11, 2007 11:05 AM
Subject: [budaya_tionghua] Beberapa pertanyaan ttg les bahasa Mandarin
All,
saya ada beberapa pertanyaan mengenai les bahasa mandarin.
- Asumsi pengajar sama2 lokal atau sama2 native, apa bedanya satu tempat
les dengan tempat les lainnya? Apakah ada perbedaan metoda? Apa saja
perbedaannya?
>>> Tentu saja ada perbedaan mengajar antara satu tempat les dengan tempat lainnya, termasuk perbedaan metode mengajar, kemampuan guru yang mengajar, tanggung jawab guru, sistem yang diterapkan, bahasa yang digunakan, dll. Terus terang saja kadang ada sebagian guru yang mengajar sembarang saja, yang penting waktu 1,5 jam habis trus pulang, bukannya menjelekkan tapi it's fact. Sebaiknya kalo mau cari guru cari guru yang memang benar-benar bertanggung jawab dalam mengajar, jadi memang dari dalam hati mau itu anak pintar dan bisa jadi dia penuh tanggung jawab, guru seperti ini juga banyak lho, so pandai-pandai saja dalam melihat kalo guru lagi mengajar.
- Apakah metode pengajaran bahasa Mandarin dari dulu sampai sekarang
berkembang? Apa perbedaannya?
>>> Menurut saya saat ini metode pengajaran bahasa Mandarin yang digunakan kebanyakan metode Han Yu Pin Yin karena inilah bahasa Mandarin yang digunakan secara international termasuk di PBB, kalo dulu orang masih belajar Cu In Pu Hau, tapi dua-duanya bagus kog kalo bisa dipelajari sekaligus
- Apakah lebih baik mengambil les Mandarin dgn guru2 native ?
>>> Menurut saya menggunakan guru bahasa Mandarin Native sebaiknya untuk anak yang paling dikit sudah ada dasar bahasa Mandarinnnya kalo ngak lebih baik gunakan guru lokal yang bagus
Kalo kita pake yang Native, kebanyakan mereka sulit menjelaskan ke anak definisi sebenarnya, khan mereka gak pande bahasa Indonesia, bahasa Inggris juga hancuran gue lihat.
- Apakah sebaiknya les Mandarin dengan guru dari / lulusan Beijing atau
sekitarnya yang nadanya masih "bernyanyi" sehingga si murid langsung
belajar bahasa Mandarin dengan "benar"? Apakah hal ini perlu
dipertimbangkan?
>>> Menurut saya sih tidak harus tamatan Beijing atau GuangZhou atau dll, yang penting gurunya itu memang berkemampuan mengajar dengan metode Han Yu Pin Yin yang benar dan nada yang diucapkan juga sudah nada China sana bukan nada lokal, itu saja sih. Dari pengalaman saya gak semua tamatan luar itu bagus, kadang mereka belajar diluar juga atas permintaan orang tua, dll, jadi belajarnya gak serius, kalo mau cari guru cari yang memang dia hobby ngajar Mandarin, pasti deh anak kita dipoles kayak anak sendiri, hehe
Maaf pertanyaan yang banyak dan mungkin basic sekali, tapi saya sedang
mencari les Mandarin utk anak saya dan sedang mencari2 perbedaan antar
tempat kursus.
Terima kasih banyak.
Petrus
>>> ini menurut gue lho, kalo ada yang salah jangan marah -marah ya, ^_^
Rgds,
Chien
----------------------------------------------------------
The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential or legally privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. Ernst & Young is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
pak petrus,
saya ingin mengomentari ttg les mandarin, krn saya sebagai pengajar
bahasa mandarin saat ini, sudut pandang saya hmpr sm dgn oline,
bedanya dengan menggunakan native dan pengajar lokal, jika dgn
native murid juga dituntut lebih kritis dan banyak bertanya. jika dr
segi positifnya shengdiao dan pinyin yg diajarin oleh native sudah
tentu jauh lebih tepat, namun sbg masukan jika native yg mengajar
berasal dari daerah selatan, logatnya tidak jauh beda dgn pengajar
lokal yg lancar berbahasa mandarin, namun jika native yg mengajar
berasal dari daerah utara spt Beijing, maka logatnya lebih beraksen
tp segi kekurangannya jika belum punya basic sama sekali belajar dgn
native, masalah komunikasi dlm menjelaskan tata bahasa dan arti akan
menjadi kendala.jd jika les dgn native akan lebih bagus jika anak
bapak memang sudah ada basic bahasa mandarin, jd kosa kata dan
pengucapan serta tata bahasa akan lebih mudah dimengeti oleh si anak
jika native sedang mengajar.
dea
> Petrus Purwana <petrus.purwana@...>
boleh tau anak bapak skul dimana ya? menurut aku metode lao shi nya dah ok kok, kl utk anak kecil pasti lebih banyak ke gambar, gerak, lagu atau puisi yg berima yg gampang diingat anak2, tp seiring anak2 mulai masuk primary, lama2 pasti berkurang kegiatan nyanyi atau games, krn materi pelajaran pasti akan semakin padat
.utk org dewasa aja kadang saya suruh mahasiswa saya cari teks lagu mandarin,lalu cari tahu arti lagunya, biar mereka ga bosen liat tekx book (jgnkan murid, guru yg ngajar kl tekx book terus juga bisa merasa jenuh mengajar)
sebenarnya kl dr segi pandangan saya sbg pengajar, tanggung jawab kita berat sekali, apalgi jika kami sebagai guru bisa jadi sedang kecapean atau ada masalah, jd konsentrasi dalam mengajar atau kesiapan dalam mempersiapkan bahan bs tidak maksimal shg perfoma kita di kelas jd tidak bagus. oleh sebab itu beban yg paling saya rasa paling berat itu dlm mengajar. sekedar sharing tips tanpa niat menjelek2an....jika teman2 mlis yg hendak cari guru les mandarin, cari yg menguasai hanyu pinyin,bisa menulis dan baca karakter jian ti (huruf ringkas) mengingat skrg mayoritas sekolah2 menggunakan buku dr Spore, yg penting lagi sheng diao dan pinyinnya jangan yg lari banget, dan yg terakhir tak kalah penting setidaknya bisa menjelaskan yufa (grammar) dan kegunaannya, krn byk sekali org yg bisa menggunakan mandarin sbg bahasa sehari2 namun kl ditanya kapan menggunakan huruf atau kalimat ini, dia tak bisa menjelaskan...ini sih bukan salah dia sepenuhnya tp krn efek dr feeling language
nya yg sudah membuat dia terbiasa menggunakan kata2 tertentu secara otomatis dlm sewaktu berbicara.
dea
Petrus Purwana <Petrus.Purwana@id.ey.com> wrote:
Terima kasih banyak atas pencerahannya.
Mengenai metode pengajaran, saya lihat ada yang banyak mengajarkan lagu (dgn maksud anak belajar secara tidak sadar lewat lagu) atau dengan banyak variasi (ada nonton film, lab, nyanyi, dibawa ke pasar, dll). Kebanyakan tempat les saya lihat hanya berbeda di pemakaian buku saja (selain guru lokal vs native). Tidak tahu apa perbedaan buku2 tersebut krn saya sendiri & istri tidak berbicara bhs Mandarin, tapi anak2 mendapat pelajaran Mandarin di sekolahnya, jadi ada dasar sedikit.
Saya sendiri sedang mencari masukan untuk tempat les dgn metode pengajaran yg tepat (apapun definisi metode tsb) krn di sekolah anak saya guru Mandarinnya (org Singapura) bercerita kalau mereka mengubah cara mengajar dgn lebih banyak bernyanyi & bermain krn sebelumnya ternyata anak2 stress krn terlalu banyak disuruh "menghapal" (saya asumsi gurunya mengajar dgn cara dia diajar sewaktu kecil). Ternyata cara mengajar "menghapal" tersebut menurut dia tidak berhasil krn Mandarin bukan bahasa ibu majoritas anak2. Tdk seperti di China atau Singapura dimana mereka belajar bahasa ibu yg hanya melatih membaca dan menulis kata2/kalimat2 yg sudah mereka kuasai sehari2.
Saya pernah membaca buku ttg cara kerja otak yg menceritakan bahwa rata2 org sebaiknya belajar bahasa sebelum umur 11 - 12, kalau tidak bahasa yg dipelajarinya akan beraksen bahasa ibu krn jaringan otak bagian bahasanya "sudah mengeras" (Kissinger effect). Makanya saya juga agak concern dgn logat/aksen.
Sekali lagi, terima kasih banyak atas infonya.
Salam,
Petrus
"Wie Chien" <wiechien@gmail.com>
Sent by: budaya_tionghua@yahoogroups.com 01/11/2007 03:41 PM Please respond to
budaya_tionghua@yahoogroups.com
To
<budaya_tionghua@yahoogroups.com> cc
Subject
Re: [budaya_tionghua] Beberapa pertanyaan ttg les bahasa Mandarin
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
Re: [budaya_tionghua] Beberapa pertanyaan ttg les bahasa Mandarin
Find the message you want faster. Visit your group to try out the improved message search.
kalu tiada aral melintang ditengah jalan, nti dari team BT bakalan
ngadain kursus macem2 tapi bisa dibilang biaya gak mahal2 amit. Yg
penting ongkos bisa ditutupin ama biaya operasional nutup.
Rencana sih bulan 3 ataw 4 paling cepet en salah satunya itu
pengajaran SanZhi Jing buat anak2.
Doa restu diperluin neh biar kelaksana
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Petrus Purwana
Zhou qianbei,
terimakasih atas sumbang saran anda. Alangkah baiknya nanti pada
saat gathering kita semua bisa berkumpul dan semoga pada saat itu
Zhou qianbei berkenan memberikan petunjuk bagi kami semua.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "skala selaras"
<skalaras@...> wrote:
>
> Saya khawatir San Zhi Jing terlalu menjemukan buat anak2 zaman
sekarang. generasi yang gandrung computer Game dan media TV mana
tahan menghadapi petuah2 kuno gaya San Zhi Jing. kita harus mencari
cara yang lebih luwes dan taktis dalam mengajar.
>
> Saya usulkan sebuah terobosan baru: buku pelajarannya isinya
berupa puisi2 pendek saja, ini bisa dibagi menjadi tiga bagian, satu
bagian adalah puisi klasik, satu bagian adalah puisi modern, satu
bagian lagi adalah lirik nyanyian, bisa nyanyian rakyat bisa
nyanyian pop. Materi puisi atau lirik bisa dipilih yang ringan2
saja. belajar puisi sekalian didongengin latar belakangnya, belajar
lirik lagu bisa sekalian belajar nyanyinya. ini pasti lebih mudah
masuk ke hati. Saya bisa bantu menyusun materinya.
>
> Slam,
> ZFy
>
>
> ----- Original Message -----
> From: you_qing_long
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Sent: Thursday, January 11, 2007 9:50 PM
> Subject: [budaya_tionghua] Re: Beberapa pertanyaan ttg les
bahasa Mandarin
>
>
> kalu tiada aral melintang ditengah jalan, nti dari team BT
bakalan
> ngadain kursus macem2 tapi bisa dibilang biaya gak mahal2 amit.
Yg
> penting ongkos bisa ditutupin ama biaya operasional nutup.
>
> Rencana sih bulan 3 ataw 4 paling cepet en salah satunya itu
> pengajaran SanZhi Jing buat anak2.
>
> Doa restu diperluin neh biar kelaksana
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Petrus Purwana
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Saya khawatir San Zhi Jing terlalu menjemukan buat anak2 zaman sekarang. generasi yang gandrung computer Game dan media TV mana tahan menghadapi petuah2 kuno gaya San Zhi Jing. kita harus mencari cara yang lebih luwes dan taktis dalam mengajar.
Saya usulkan sebuah terobosan baru: buku pelajarannya isinya berupa puisi2 pendek saja, ini bisa dibagi menjadi tiga bagian, satu bagian adalah puisi klasik, satu bagian adalah puisi modern, satu bagian lagi adalah lirik nyanyian, bisa nyanyian rakyat bisa nyanyian pop. Materi puisi atau lirik bisa dipilih yang ringan2 saja. belajar puisi sekalian didongengin latar belakangnya, belajar lirik lagu bisa sekalian belajar nyanyinya. ini pasti lebih mudah masuk ke hati. Saya bisa bantu menyusun materinya.
Slam,
ZFy
----- Original Message -----
From: you_qing_long
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Thursday, January 11, 2007 9:50 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Beberapa pertanyaan ttg les bahasa Mandarin
[Non-text portions of this message have been removed]
Chat over IM with
group members.
Metode pengajaran San Zi Jing yang akan dipakai adalah dalam bentuk multimedia. Melalui animasi VCD, animasi interaktif dan juga nyanyi-nyanyian (dalam bentuk puisi pendek). Bagaimana pun juga San Zi Jing terlalu esensial untuk tidak diajarkan ke generasi penerus. Di Malaysia dan Singapura, San Zi Jing menjadi kurikulum wajib (CMIIW). Pengajaran San Zi Jing juga berdampingan dengan Di Zi Gui. San Zi Jing mengajarkan dasar-dasar moralitas, sejarah dan budaya. Di Zi Gui mengisi di segi tata krama dan budi pekerti aplikatif.
Namun untuk sementara sasaran utama adalah untuk generasi muda dengan pertimbangan bahwa sebelum anak-anak diajarin, orang tuanya mesti setidaknya sedikit mengerti juga atau sedikit tahu.
Hormat saya,
Yongde
_____
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com [mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of skala selaras
Sent: Friday, January 12, 2007 2:25 PM
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Beberapa pertanyaan ttg les bahasa Mandarin
Saya khawatir San Zhi Jing terlalu menjemukan buat anak2 zaman sekarang. generasi yang gandrung computer Game dan media TV mana tahan menghadapi petuah2 kuno gaya San Zhi Jing. kita harus mencari cara yang lebih luwes dan taktis dalam mengajar.
Saya usulkan sebuah terobosan baru: buku pelajarannya isinya berupa puisi2 pendek saja, ini bisa dibagi menjadi tiga bagian, satu bagian adalah puisi klasik, satu bagian adalah puisi modern, satu bagian lagi adalah lirik nyanyian, bisa nyanyian rakyat bisa nyanyian pop. Materi puisi atau lirik bisa dipilih yang ringan2 saja. belajar puisi sekalian didongengin latar belakangnya, belajar lirik lagu bisa sekalian belajar nyanyinya. ini pasti lebih mudah masuk ke hati. Saya bisa bantu menyusun materinya.
Slam,
ZFy
----- Original Message -----
From: you_qing_long
To: HYPERLINK "mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com"budaya_tionghua@-yahoogroups.-com
Sent: Thursday, January 11, 2007 9:50 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Beberapa pertanyaan ttg les bahasa Mandarin
kalu tiada aral melintang ditengah jalan, nti dari team BT bakalan
ngadain kursus macem2 tapi bisa dibilang biaya gak mahal2 amit. Yg
penting ongkos bisa ditutupin ama biaya operasional nutup.
Rencana sih bulan 3 ataw 4 paling cepet en salah satunya itu
pengajaran SanZhi Jing buat anak2.
Doa restu diperluin neh biar kelaksana
--- In HYPERLINK "mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com"budaya_tionghua@-yahoogroups.-com, Petrus Purwana
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.16.7/620 - Release Date: 1/8/2007 4:12 PM
--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.16.7/620 - Release Date: 1/8/2007 4:12 PM
[Non-text portions of this message have been removed]
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "flavia_rachel21"
<flavia_rachel21@...> wrote:
>
> jika dgn
> native murid juga dituntut lebih kritis dan banyak bertanya. jika dr
> segi positifnya shengdiao dan pinyin yg diajarin oleh native sudah
> tentu jauh lebih tepat, namun sbg masukan jika native yg mengajar
> berasal dari daerah selatan, logatnya tidak jauh beda dgn pengajar
> lokal yg lancar berbahasa mandarin, namun jika native yg mengajar
> berasal dari daerah utara spt Beijing, maka logatnya lebih beraksen
Alfonso: Kemampuan mengajar itu bakat Bu Flavia, tidak semua guru
native speaker pintar mengajar. Guru yang bisa bercerita menarik dan
bisa menghidupkan suasana muridnyalah yang disebut menarik!
Dan ttg logat, Mandarin China Selatan lebih dipakai di bisnis dibanding
yg dari China Utara. Orang China Selatan lebih pintar berbisnis,
seperti Taiwan, Guangzhou, dan Asia Tenggara (Spore, Malaysia,
Indonesia) juga. Orang China Utara lebih dikenal karena ibukota
Beijing ada di sana, bukan berarti Mandarinnya lantas otomatis yg
dipake di dunia bisnis dan sosial.
Karena inti dari komunikasi adalah: SUPAYA ORANG LAIN MENGERTI APA YANG
KITA BICARAKAN, bukan untuk gaya-gayaan. Pilihlah:
1. Logat Mandarin Anda seperti Beijing tapi banyak yang tidak mengerti.
2. Logat Mandarin selatan, tapi bisa diterima oleh Taiwan, Spore, dan
Hongkong, dll.
Mana yang Anda pilih?
FYI, Orang Taiwan, bahkan orang Indonesia sendiri pun tidak begitu
banyak yang suka dengan Mandarin dari China Utara karena kebanyakan
keseleo lidah, macam "zh, ch, sh, r"
Thanks.
Santi
Karena inti dari komunikasi adalah: SUPAYA ORANG LAIN MENGERTI APA YANG
KITA BICARAKAN, bukan untuk gaya-gayaan. Pilihlah:
1. Logat Mandarin Anda seperti Beijing tapi banyak yang tidak mengerti.
2. Logat Mandarin selatan, tapi bisa diterima oleh Taiwan, Spore, dan
Hongkong, dll.
Mana yang Anda pilih?
FYI, Orang Taiwan, bahkan orang Indonesia sendiri pun tidak begitu
banyak yang suka dengan Mandarin dari China Utara karena kebanyakan
keseleo lidah, macam "zh, ch, sh, r"
Thanks.
Santi
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Richard Wu" <richardwu9@...>
wrote:
>
> Belajar logat tertentu untuk gaya-gayaan? Orang Taiwan & orang
Indonesia
> tidak begitu suka dengan logat utara? You jump to conclusion too
fast !
Alfonso: Ada 1 orang guru yang tinggal di daerah Muara Karang. Dia
pernah tanya ini ke gue: "Elu tahu yang jadi Mama Dao Mingshi di
Meteor Garden ga?" Gue jawab iya. Dia bilang lagi: "Itu logatnya baru
logat Mandarin yang bagus, logat Beijing. Kalau logat F4 itu parah
semua." Setelah gue tanya kurikulumnya, gue baru tahu kalau guru ini
mengajar kurikulum Beijing. Pantas.
You jump to conclusion too fast? Bung, saya buka sekolah Mandarin di
Pluit, dan selama ini orang tua/murid yang datang ke saya bilang
mereka mencari Mandarin logat Taiwan karena pusing dengan logat
Beijing. Jadi saya menulis tidak asal pakai ego dan asal nulis. Ini
adalah hasil survei Bung. Apalagi ini Pluit, daerahnya 3 besar
komunitas orang China di Jakarta, bersama Kelapa Gading dan Glodok.
Tentu orang tua/murid ini tidak asal beri keterangan juga.
Tapi bagiku, logat mana pun sama saja. Saya setuju seperti yang Bung
tulis di awal kalimat ente ttg logat tidak berpengaruh ke komunikasi.
Peace,
Alfonso
iya, bapak Alfonso, saya juga mengetahui mengajar itu tidak gampang
krn saya sendiri juga masih belajar sampai sekarang ini bagaimana
metode membuat suasana kelas dan siswa suka dgn pelajaran mandarin,
apalagi utk menghidupkan suasana kelas juga susah2 gampang, krn kl
mood siswa sudah tidak ada di kelas lagi, bisa jd pendidik cuma
cuap2 di depan tanpa ada yg dengarin,itulah tantangan dalam
mentransfer ilmu ke murid.
tanggapan mengenai logat utara atau selatan itu kembali kepada yg
belajar berminat kemana dan tergantung pengajar belajar bahasa
mandarinnya yg dr daerah mana,dan menurut dosen saya yg tengah
menempuh S2 di Beijing, dia malah byk menemui org2 selatan China yg
mengambil kelas FaYin dgn prof yg mengajar pronouncation di BeiDa,
ini membuktikan bhw bahasa mandarin memang sangatlah dalam dan luas
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
berhubung aku juga tinggal daerah pluit dan ada nerima privat utk
anak2 skul di daerah pluit, seringkali begini...pihak skolah
menggunakan buku Spore atau Hanyu yg made in china itu, tp
pengajarnya ai2 yg mungkin dulunya rata2 menuntut ilmu ke Taiwan, jd
request dr ortu ngajarnya jgn logat beijing yg putar lidah itu biar
mnaknya tidak pusing knp antara guru les sama guru skul logatnya
beda, tp bagaimanapun juga yg terpenting pinyin dan shengdiao jgn
ngaco jd saat berkomunikasi tidak membingungkan, kl yg dua ini sudah
ok, sbenarnya dah gampang kok. malah mnrt saya pribadi yg
membingungkan murid adalah kalo pengajar mandarin di skolah
menggunakan buku china atao Spore tp masih sering menuliskan
catatannya dgn huruf FanTi,kasian aja jd lihat anak2 kecil jd binun
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Alfonso" <degaan36@...>
wrote:
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Richard Wu" <richardwu9@>
hmm...bukannya skrg byk vcd animasi yg mengajar San Zhi Jing, tp aku
tdk tau apa ada di glodok, krn waktu itu aku lihatnya waktu di SenZen
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "zhonghua_wenhua"
<zhonghua_wenhua@...> wrote:
>
> Zhou qianbei,
>
>
> terimakasih atas sumbang saran anda. Alangkah baiknya nanti pada
> saat gathering kita semua bisa berkumpul dan semoga pada saat itu
> Zhou qianbei berkenan memberikan petunjuk bagi kami semua.
>
>
>
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "skala selaras"
--- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "Richard Wu" <richardwu9@ ...>
wrote:
>
> Belajar logat tertentu untuk gaya-gayaan? Orang Taiwan & orang
Indonesia
> tidak begitu suka dengan logat utara? You jump to conclusion too
fast !
Alfonso: Ada 1 orang guru yang tinggal di daerah Muara Karang. Dia
pernah tanya ini ke gue: "Elu tahu yang jadi Mama Dao Mingshi di
Meteor Garden ga?" Gue jawab iya. Dia bilang lagi: "Itu logatnya baru
logat Mandarin yang bagus, logat Beijing. Kalau logat F4 itu parah
semua." Setelah gue tanya kurikulumnya, gue baru tahu kalau guru ini
mengajar kurikulum Beijing. Pantas.
You jump to conclusion too fast? Bung, saya buka sekolah Mandarin di
Pluit, dan selama ini orang tua/murid yang datang ke saya bilang
mereka mencari Mandarin logat Taiwan karena pusing dengan logat
Beijing. Jadi
saya menulis tidak asal pakai ego dan asal nulis. Ini
adalah hasil survei Bung. Apalagi ini Pluit, daerahnya 3 besar
komunitas orang China di Jakarta, bersama Kelapa Gading dan Glodok.
Tentu orang tua/murid ini tidak asal beri keterangan juga.
Tapi bagiku, logat mana pun sama saja. Saya setuju seperti yang Bung
tulis di awal kalimat ente ttg logat tidak berpengaruh ke komunikasi.
Peace,
Alfonso
Send up to 1GB of
files in an IM.
saya sangat setuju dengan pendapat saudara Liang, sulit sekali
menghilangkan logat bahasa ibu yg kita kuasai krn saya sendiri saja
masih sering terpengaruh dengan logat hokian,namun yg paling penting
adalah pengucapan lafal,shengdiao dan yufa. logat beijing ibaratnya
english british dan american english ibaratnya logat selatang, nah
kalo singlish aku baru tidak tahu diibaratkan apa hehehe...
xie2
__________________________________________________________
_______________
> Cheap talk?
> Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
> > --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "skala selaras"
> > <skalaras@> wrote:
> > >
> > > Saya khawatir San Zhi Jing terlalu menjemukan buat anak2 zaman
> > sekarang. generasi yang gandrung computer Game dan media TV mana
> > tahan menghadapi petuah2 kuno gaya San Zhi Jing. kita harus
> mencari
> > cara yang lebih luwes dan taktis dalam mengajar.
Alfonso: Sanzi Jing (terjemah bebas: Kitab 3 Huruf) bukan hanya
petuah, tapi juga lebih bersifat ajaran moral menjadi manusia. Hal
inilah yang menjadi dasar budi akhlaknya ketika dewasa. Setahu saya
pelajaran macam inilah yang lebih penting dipelajari anak kecil/SD
daripada hapalin 36(?) pasal di UUD 45. Tapi karena Mandarin anak
kecil di Indo suka campur-campur Indo dan tidak sebagus yang berada,
katakanlah di Spore, jadi mengajar Sanzi Jing ke mereka sama saja
mengajar jahit baju ke orang yang hobi kosmetik. Alias ga nyambung
dan terpaksa.
Tapi menurutku, kalau orang dewasa, mending belajar Chengyu
(perumpamaan) dan Suyu (peribahasa) daripada Sanzi Jing. Lebih
terpakai di omongan sehari-hari. Itulah kenapa orang China ada
ungkapan "sekolah yang tinggi biar pintar", dan ini benar sekali.
Orang China, semakin tinggi dia sekolah, semakin banyak kata/huruf
yang dia pelajari, dan semakin banyak juga Chengyu atau Suyu yang
dipelajarinya. Lihat saja film-film Mandarin, banyak Chengyu-nya. Dan
ini mebuat percakapan menjadi menarik.
Ini berbeda dengan orang Indonesia. Dalam percakapan/sinetron film
Indonesia, hampir tidak ada peribahasa/perumpamaan. Jujur saya
pikirkan, orang Indo yang tamat S1 dengan yang tidak tamat S1
sekarang tidak bisa dibedakan. Tidak percaya? Perhatikan saja omongan
orang2 yang kerja di Sudirman (baca:tamat S1) dan yang kerja di Crown
Diskotek. Sama kan?:p
p.s. Contoh:
Chengyu/perumpamaan: besar pasak daripada tiang. Atau tak ada rotan,
akar pun jadi.
Suyu/peribahasa: Sekali merengkuh dayung, 2-3 pulau terlampaui.
Salam Mandarin,
Alfonso
Everyday Chinese School (ECS) Jakarta
Tel: 021-685 99100