Peringatan Targedi Mei ‘98
Dilaporkan oleh: Dr.Irawan
Duarte , May 12, 2007 / Indonesia Media
Sembilan tahun telah berlalu Peristiwa tragedi Mei ‘98 di Indonesia sampai
sekarang belum ada kelanjutan tindakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah
RI, bahkan dibeberapa media masa tanah air dilaporkan adanya usaha-usaha
melupakan atau menutupi kembali kasus Mei ‘98 ini.
DR.Frits Hong dalam kata sambutannya selaku ketua umum ICAA mengingatkan
pentingnya peringatan tragedi Mei ‘98, beliau menganalogikan dengan peristiwa “
The Rape of Nanking”. Pemerintahan yang silih berganti di Indonesia belum
satupun yang benar-benar berniat menuntaskan kasus kerusuhan Mei’98, kepada
seluruh masyarakat Indonesia, yang memilih nanti pada putaran pemilu 2009 agar
mempelajari dengan hati-hati, dan memilih wakil yang benar-benar komit untuk
menuntaskan masalah ini. Karena penuntasan kasus Mei’98 adalah merupakan tolok
ukur mengembalikan kepercayaan global terhadap Indonesia. Sekali lagi
Peringatan Mei ‘98 tidak pernah boleh dilupakan, pungkas boss Duarte Inn itu.
Juliana Widjaja Ph.D. seorang dosen dari Center of South East Asia Study,
UCLA dalam ceramahnya menekankan bahwa :”Sejarah yang dilupakan adalah
berpotensi menimbulkan pengulangan tragedi kekerasan di masa yang akan datang”
Juliana menahyangkan foto-foto kekerasan HAM yang belum pernah dipublisir
oleh media selama 40 tahun via power point, dengan TKP di Banyuwangi saat itu
ada 9 anak-anak (mulai dari 10 tahun), pemuda, dan pelajar gugur akibat
berondongan senjata ABRI, belum lagi masih puluhan yang luka-luka. Saat itu mereka
tengah melakukan aksi damai di pasar sehubungan dengan penutupan toko-toko
pengecer milik etnis Tionghoa (tingkat Kabupaten) di kiosk-kiosk pasar. Namun
anehnya sampai hari ini tidak pernah dipublisir di media masa. Inilah yang
dinamakan penutupan / penghapusan sejarah.
Juliana juga menceritakan betapa pahit getirnya dia dalam mengurus surat
WNI, dan masuk sekolah perguruan tinggi. Stigma bahwa Tionghoa itu semua kaya
tidak berlaku untuk sebagian besar masyarakat etnis Tionghoa, termasuk dia.
Saat itu Juliana harus cukup puas dengan hanya meneruskan di perguruan tinggi
yang tidak berkelas, dan harus membayar mahal pula sehubungan dengan status WNI
nya belum selesai dari proses. Demikian pula dalam hal penggantian nama yang
harus diselaraskan dengan nama yang berlafalkan Indonesia, tapi pada
akhirnya toh pamong yang menangani suratnya mengimbuhkan nama marganya (Oei) diakhir
namanya, jadi ini suatu peraturan yang dibuat-buat dan jelas kontradiktif,
demikian cetusnya. Belum lagi dia diharuskan mengenakan kebaya Jawa sewaktu di
sumpah WNI-nya, katanya ini adalah pakaian Indonesia. Apakah busana
Indonesia adalah busana Jawa? tanyanya.
Sebagai dosen CSEAS-UCLA, Juliana sangat merasakan kurangnya, atau boleh
dikatakan tidak ada lagi mahasiswanya yang mau datang belajar ke Indonesia.
Salah satu faktornya adalah keamanan di Indonesia yang belum terjamin, hal ini
juga menyulitkan institusi yang memberikan grant kepada mahasiswa yang
tertarik mempelajari negara-negara yang sedang bermasalah.
Sejarah harus dicatat dengan benar , termasuk personal memory harus
dibukukan juga, karena dengan mengetahui sejarah anak cucu kita belajar tak akan
mengulangi lagi kesalahan yang sama dimasa yang akan datang.
Martinus Oei seorang akuntan yang datang dari Indonesia memberi kesaksian
tentang kejadian kerusuhan Mei 98 di Jakarta. Betapa mencekamnya Jakarta saat
itu, menurutnya sudah jelas kasat mata para provokator yang berambut cepak
itu diturunkan ber truk-truk ke TKP. Siapa yang bisa mengeluarkan mobilitas
semacam ini ? Beliau juga menyesalkan ketidak pedulian masyarakat Indonesia
yang sudah berdiam diluar negeri atas ketidak sediaannya mereka dalam menanda
tangani petisi untuk dikirim ke High Commision of Human Rights di PBB, (Mary
Robinson), serta UNHCR, saat beliau memohon umat dari salah satu gereja ICC di
Perth (Australia) yang jemaatnya banyak berasal dari Indonesia. “Malah
orang bule yang spontan mau menandatangani, sunggih suatu ironi”, ujarnya.
Petisi itu akhirnya membuahkan hasil, yaitu dengan diutusnya Radhika Coomaraswamy
datang ke Indonesia untuk menyelidiki kejadian tersebut
Perjuangan Esther Jusuf S.H. dari Solidaritas Nusa dan Bangsa patut didukung
seluruh masyarakat. Baru-baru ini SNB baru meluncurkan buku tentang
kerusuhan Mei’98 di Jakarta, inipun sempat ditentang oleh beberapa anggota TGPF
sendiri yang berindikasi menghapus kejadian tersebut. Sedangkan data dari TGPF
yang asli yang disimpan di kantor pemerintah sudah hilang. Maka tidak ada jalan
lain Esther Jusuf dkk. berinisiatif segera meluncurkan buku kerusuhan Mei’98
itu. Rencananya buku-buku itu akan disebarluaskan dalam berbagai bahasa.
Usaha ini jelas memerlukan biaya yang tidak sedikit, untuk itu dalam nota pesanan
Esther Jusuf kepada masyarakat agar bahu membahu dalam pelaksanaan misi ini.
Menurut Martinus, seiring dengan di “munirkannya” tokoh HAM Munir, maka
Romo Sandyawan sementara ini kabarnya diamankan oleh ordo Jesuit, hal ini
membahayakan diri Esther Jusuf yang harus berjuang sendiri dengan SNB nya.
Jonathan Goeij, selaku moderator dan co speaker membeberkan secuplik
data-data temuan TGPF yang menunjukan begitu banyaknya titik api yang dicatat dalam
peta DKI Jaya , belum lagi wilayah lainnya yang tidak sempat di tahyangkan
karena keterbatasan waktu.
Masalah undang-undang kewarganegaraan dan SBKRI, saat itu yang dipakai
adalah UU dari tahun 1958, UU ini dibuat dengan mengacu UUD sementara tahun 1950,
padahal UUD sementara 1950 sudah dicabut , jadi sebenarnya UU tahun 1958
mengenai kewarganegaraan seharusnya tidak berdasar lagi saat UUD sementara 1950
dicabut.
Suara dari Komentator:
Mengungkap dan mengadili pelaku kerusuhan Mei ‘98 adalah merupakan
perjuangan kolektif semua, mengapa tidak? Jika suatu negara belum jelas hukumnya dan
keamanannya bagaimana mungkin bisa meyakinkan masuknya investasi global,
bagaimana mungkin mempunyai perputaran ekonomi yang optimal, dan pada gilirannya
bagaimana mungkin menjamin kesejahteraan rakyatnya. Oleh karena itu perjuangan
ini bukan semata PR sekelompok etnis saja melainkan harus merupakan
perjuangan kolektif rakyat Indonesia. Selama semuanya tidak berjalan transparan
dikhawatirkan ada kemungkinan investor yang berani masuk ke Indonesia hanya
merupakan deal-deal antara investor spekulan dan kelompok koruptor saja, yang
pada akhirnya membebani hutang kepada anak cucu kita lagi.
Memang tidak semua orang mampu membantu perjuangan ini entah dengan waktu
tenaga dan dana, tapi setidaknya dengan menghadiri acara peringatan semacam ini
menunjukan kepedulian anda terhadap solidaritas perjuangan, demikian ucap
salah seorang komentator.
Kabarnya buku tentang kerusuhan Mei ’98 itu bakal tersedia disini , tunggu
tanggal mainnya.
************************************** See what's free at http://www.aol.com.
[Non-text portions of this message have been removed]
Bincang-bincang mengenai kerusuhan Mei 98...
Beberapa hari yang lalu (dalam minggu ini juga) saya menonton sebuah
talk show di MetroTV.
Acaranya dimalam hari, menampilkan 3 orang tokoh, yaitu penulis buku
tentang kerusuhan Mei98, Bpk. Fadly Zon, dan Ibu dari sebuah LSM.
Disitu dibahas mengenai Fakta, Mitos dan penyebab dari kerusuhan Mei98.
Bpk. Fadly dengan tegas menolak politisasi kerusuhan mei98 dengan
berargumen bahwa itu adalah sebuah kerusuhan, titik. Bahwa kerusuhan
tersebut adalah murni gerakan masyarakat atau sistematis, itu perlu
pembuktian. Tetapi yang penting, tidak perlu dibumbui dengan kata
"rasial" menjadi kerusuhan rasial yang emphasized pada korban dari
etnis Tionghua. Beliau menantang Ibu yang menulis Buku kerusuhan Mei98
dengan mengatakan dari sekian ribu korban kerusuhan, berapa yang dari
etnis tionghwa. Maksudnya, jika tidak ada data valid yang bisa diberikan,
maka tidaklah bisa dibenarkan menyebut kerusuhan tersebut adalah ditujukan
kepada etnis Tionghua. Beliau berkata, kalau cuman "katanya" atau "denger-
denger" ya sulit donk.
Beliau juga berkata, jika memang ada korban perkosaan, mana orangnya.
Biar jelas. Apalagi, tambah Beliau, ada upaya-upaya politisasi dari
"pihak tertentu" terhadap kerusuhan itu. Mulai dari menjual cerita,
mencari suaka ke Amerika dengan mengaku sebagai korban, dsb dsb.
Sedari awal, Beliau mengatakan bahwa gerakan kerusuhan tersebut di-trigger
oleh IMF dan diatur oleh IMF. Alasannya? Mereka sudah tidak menghendaki
Soeharto menjadi presiden RI.
Dari apa yang saya tangkap melalui ucapan-ucapan Bpk. Fadly, memang sulit
untuk mengatakan bahwa kerusuhan tersebut adalah kerusuhan rasial, mengingat
korban dari pihak pribumi juga besar. Makanya, Bpk. Fadly mengatakan berapa
persen korban kerusuhan tersebut dari etnis tionghua. Jika angkanya bukan
korban mayoritas, maka tidak boleh diasumsikan bahwa kerusuhan tersebut
adalah
rasial mengingat siapapun bisa menjadi korban, apapun etnisnya.
Tetapi bagaimana dengan kasus-kasus gang-raped yang "denger-denger"
dialami oleh gadis-gadis etnis tionghua? Jika hal ini BISA dibuktikan dan
diangkat ke forum internasional (walaupun saya sangat paham hal ini hampir
mustahil, mengingat mana ada gadis korban perkosaan yang mau...), maka
secara
otomatis kerusuhan tersebut langsung dapat dikategorikan sebagai kerusuhan
rasial
dan seharusnya pihak berwenang, baik dalam maupun luar negeri, melakukan
pengusutan
secara tuntas. Saya berpikir ini adalah kuncinya.
Sulit?
Just another my two cents...
________________________________
You're invited to try
the all-new Mail Beta.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Others" <others@...> wrote:
>
>
> Tetapi bagaimana dengan kasus-kasus gang-raped yang "denger-denger"
> dialami oleh gadis-gadis etnis tionghua? Jika hal ini BISA
dibuktikan dan
> diangkat ke forum internasional (walaupun saya sangat paham hal ini
hampir
> mustahil, mengingat mana ada gadis korban perkosaan yang mau...),
maka
> secara
> otomatis kerusuhan tersebut langsung dapat dikategorikan sebagai
kerusuhan
> rasial
> dan seharusnya pihak berwenang, baik dalam maupun luar negeri,
melakukan
> pengusutan
> secara tuntas. Saya berpikir ini adalah kuncinya.
>
> Sulit?
>
> Just another my two cents...
UNITED NATIONS ECONOMIC AND SOCIAL COUNCIL
Distr. GENERAL
E/CN.4/1999/68/Add.3 21 January 1999
Original: ENGLISH
COMMISSION ON HUMAN RIGHTS Fifty-fifth session Item 12 (a) of the
provisional agenda
INTEGRATION OF THE HUMAN RIGHTS OF WOMEN AND THE GENDER PERSPECTIVE:
VIOLENCE AGAINST WOMEN
Report of the Special Rapporteur on violence against women, its
causes and consequences, Ms. Radhika Coomaraswamy
..........
.....
..
V. RAPE OF ETHNIC CHINESE WOMEN
62. The ethnic Chinese make up 2.8 per cent of the Indonesian
population and number around 6 million. / Leo Suryadinata, The
Culture of the Chinese Minority in Indonesia, Times Books
International, Singapore, 1997./ They are predominantly urban
dwellers and, by all accounts, have, as a community, made a
significant contribution to the Indonesian economy. The perception
among average non-Chinese Indonesians is that the Chinese control the
economy in collaboration with Indonesian power elites. Although the
Special Rapporteur was repeatedly told that the Chinese were rich and
wealthy, many of the victims she met, who had been raped during the
May riots, appeared to be from lower-middle-class backgrounds. Some
were single women living alone, striving to make ends meet. It
appeared that the victims were in fact poor, ordinary women who had
very little "control of the economy".
63. Since 1967, the Government of Indonesia has pursued a policy of
assimilation with regard to the ethnic Chinese minority. It is
important to highlight the framework within which the May riots took
place (an issue the Special Rapporteur on racial discrimination will
address in greater depth in his report (E/CN.4/1999/15)). The
assimilation policy has been contained in government guidelines since
1967. Chinese Indonesians have been asked to change their names to
Indonesian ones. Their language schools have been closed and replaced
by schools, where Chinese is taught as an extracurricular language.
The use of Chinese characters in public has been discouraged and
Chinese festivals and rituals are to be celebrated only in the
privacy of the home. Chinese Indonesians carry identity cards with
special markings to show that they are of Chinese origin / On 16
September 1998, President Habibie issued a presidential decree
requiring equal treatment for all Indonesians and banning the use of
the words "pribumi" and "non-pribumi" in all welfare formulations,
organizations and programmes, and in the implementation of government
coordinated activities. "Pribumi", which means "indigenous"
or "native" in the Bahasa Indonesia language is normally understood
to exclude persons of Chinese descent. A further welcome development
is the recent decision by the Ministry of Home Affairs to stop using
special codes on identity cards for Chinese Indonesians./ and Chinese
businessmen are encouraged to find "indigenous" Indonesian business
partners. However, the Chinese are free to practise the religion of
their choice, and many of them are Christians or Buddhists.
64. There are two categories of Chinese in Indonesia. The first,
called "Peranakans", are locally born Chinese who have intermarried
with Indonesians and speak Bahasa Indonesia. Some of them have become
Muslims. The second category are called "Totoks". They are recent
migrants who continue to speak Chinese and are more involved in
education and business. Both categories of Chinese were targeted
during the May 1998 riots.
65. With regard to the May 1998 riots, the Special Rapporteur spoke
with victims, witnesses, members of the Chinese community, human
rights defenders and NGOs. She also spoke with government officials
and representatives of the military and the police. The following
conclusions are based on these interviews.
66. On 12 May 1998, four university students were shot dead at
Trishakti University during a demonstration. By 14 May, thousands of
establishments had burnt to the ground. According to the Volunteers
for Humanitarian Causes, 1,190 people were dead in Jakarta and 168
women had been gang raped. According to the police, only 451 people
died and there were no cases of gang rape. The Joint Fact-Finding
Team (TGPF) was able to interview 85 victims of sexual violence, of
whom 52 were victims of rape.
67. The riots followed a pattern. Initially there were rumours
threatening violence. Then a group of strangers, described as heavily
built and in army boots and armed with crowbars, inflammable liquids
and Molotov cocktails would come to a locality in jeeps and on
motorcycles. They would incite the populace to riot, assisting them
to break into buildings and loot the premises. They would also assist
in arson. After some time, they would withdraw. Although both Chinese
and non-Chinese died in the arson, the target of the riots was
Chinese establishments. With regard to the cases of rape, again it
was the Chinese who were the targets. Rape occurred in west and north
Jakarta, where there was a concentration of Chinese.
68. The TGPF could not conclude that the riots were systematically
planned and instigated, but asked for further investigations,
mentioning by name Lt.-Gen. Prabowo, the son-in-law of former
President Soeharto, and Major-General Syafrie Syamsoeddin, the chief
of army operations in Jakarta. According to witnesses, the
perpetrators of the crimes committed were local criminals, some of
whom have confessed that they were paid to riot. The witnesses also
felt that individuals from the Indonesian army and from some
political organizations also took part in the rioting. It is
absolutely essential that the perpetrators be brought to trial after
proper investigations so that such events do not occur in the future.
69. The Special Rapporteur was shown a video of the riots. She was
appalled to see members of the armed forces wearing red berets stand
by and watch as the looting and rioting continued. At one time they
shared looted drinks with the miscreants, joking and laughing during
the chaos. One victim described to the Special Rapporteur how she ran
out of her house and asked a soldier to help her family. He just
turned away. She watched her sisters suffer sexual violence, her
brother killed and her house burn to the ground. This type of
lawlessness gives impunity to criminal actors and allows for large-
scale violations of human rights. All States have a due diligence
duty to prevent, prosecute and punish private actors involved in
violating the rights of others.
70. The Special Rapporteur asked members of the security forces why
they had allowed such lawlessness to prevail. They argued that, after
the shooting of the students, they had not wanted any more civilian
casualties, so the soldiers had been reluctant to intervene. The
inability of the security forces of Indonesia to distinguish between
the exercise of the right to free speech and lawful assembly by the
students and pure criminal activity by gangs of thugs and looters is
extremely worrying and points to the need for intensive human rights
training of the Indonesian security forces.
71. Throughout the Special Rapporteur's stay, government officials,
as well as individual civilians, inquired whether the so-called mass
rapes actually took place since no one was reporting the cases to the
police. The Special Rapporteur is firmly convinced that there was
mass rape, more often gang rape. It took place in homes, in public
places and in workplaces. Although she cannot provide a definite
number, the pattern of violence that was described by victims,
witnesses and human rights defenders clearly indicated that such rape
was widespread.
72. None of the victims with whom the Special Rapporteur spoke had
reported their cases to the police. The reasons for this were
manifold. Firstly, they had received death threats and anonymous
letters warning them not to report the cases. Secondly, they had no
confidence in the criminal justice system and were convinced that the
police would not do anything to bring the miscreants to trial.
Finally, they were afraid that the publicity would result in their
being ostracized in their community, where rape carries with it a
stigma that is hard to erase. The lack of confidence of the victims
in the criminal justice system strikes at the heart of the integrity
of the institutions that defend the rule of law. It is important that
these institutions regain the confidence of this important element of
Indonesian society.
73. The Special Rapporteur is deeply concerned about the
proliferation of death threats and anonymous letters after the May
1988 riots. These threats and letters have been targeted at victims,
the families of the victims, doctors and human rights defenders. In
the case of human rights defenders, the threat is directed against
their children. The threats are delivered by telephone and by letter.
In the case of rape victims, photographs of the rape are sent warning
the victim that if she speaks the photographs will be circulated
widely. This private thuggery has to be confronted and eliminated.
The rule of law must prevail if the criminal justice system in
Indonesia is to give relief to victims. There is a need for an
effective witness protection scheme so that victims and witnesses
come forward. In addition, the State must confront this phenomenon of
thuggery at the highest levels. These kinds of threats should be
outlawed and the police should take a proactive role in bringing the
perpetrators to trial. Such a campaign should be endorsed at the
highest level. Otherwise the legitimate process of politics and
governance will always be subverted by shadowy forces who rule civil
society through the use of terror.
74. Some of the officials the Special Rapporteur met were dismissive
about these letters, regarding them as pranks by individuals.
However, the death of Ita Martadinata Haryono has struck terror into
the hearts of those who have received such letters. Ms. Haryono, a 17-
year old ethnic Chinese woman, was brutally murdered in her home in
Jakarta. Ms. Haryono and her mother were active members of the
Volunteers for Humanitarian Causes; they had constantly received
death threats and anonymous letters. Suddenly, Ms. Haryono was
brutally murdered in her own home. The police claim that the murder
was an attempted burglary by a neighbour who was a good friend of Ms.
Haryono. The human rights community is convinced that she was
murdered to silence those involved in human rights work. The two
sides presented us with their evidence. Whatever the truth of this
matter, the fact that Ms. Haryono and her family were recipients of
death threats and anonymous letters casts a cloud over the case.
Without understanding the context of the case, the police appear to
have become combative, further alienating human rights defenders from
the criminal justice system.
......
Share photos while
you IM friends.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Others" <others@...> wrote:
>
>
> Tetapi bagaimana dengan kasus-kasus gang-raped yang "denger-denger"
> dialami oleh gadis-gadis etnis tionghua? Jika hal ini BISA
dibuktikan dan
> diangkat ke forum internasional (walaupun saya sangat paham hal ini
hampir
> mustahil, mengingat mana ada gadis korban perkosaan yang mau...),
maka
> secara
> otomatis kerusuhan tersebut langsung dapat dikategorikan sebagai
kerusuhan
> rasial
> dan seharusnya pihak berwenang, baik dalam maupun luar negeri,
melakukan
> pengusutan
> secara tuntas. Saya berpikir ini adalah kuncinya.
>
> Sulit?
>
> Just another my two cents...
aku pikir bisa saja diajukan petisi ke high commision ke dewan keamanan pbb seperti kasus munir dengan syarat punya akses ke pbb dan adanya jaminan keamanan sebagai saksi kerusuhan, baik itu jaminan keamanan maupun moral.
kerusuhan mei 98 yang identik dengan etnis tionghoa adalah sebagai implementasi dari sifat individualis etnis tionghoa di Indonesia, karena sifatnya yang individualis inilah membuat etnis tionghoa sering menjadi korban kerusuhan ataupun pemalakan. yang penting aku nggak kena yang sudah ya sudah...begitu seterusnya. kalo saja semua etnis tionghoa memiliki rasa saling memiliki dan mau berkorban untuk menyelesaikan kasus ini, aku pikir tidak ada kata tidak untuk pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini.
selain itu undang-undang yang mengatur negara indonesia yang besar ini adalah warisan dari VOC yang mana kita ketahui adalah perusahaan dagang yang menitikberatkan masalah untung rugi semata. contoh kasus hilangnya dekrit presiden yang katanya dikeluarkan bung Karno kepada suharto sampai saat ini hilang entah kemana dan yang diherankan tidak ada tindak lanjut tentang hal ini. tidak salah jika masyarakat sekarang tidak percaya akan pemerintah dan hukum yang mengaturnya, dan sebagai implementasi adanya undang-undang yang dibuat sendiri untuk menghakimi orang yang bersalah. misalnya maling motor ketangkep langsung dibakar sampe mati. kalo sudah gini siapa yang salah?
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Terima kasih atas informasinya.
Sekarang saya baru yakin bahwa gang-raped thd gadis tionghua itu
bukan isapan jempol.
Duh...
What have INDOCINA done to deserve such misfortune?
________________________________
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
[mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of jonathangoeij
Sent: Senin, Mei, 21 2007 2:54
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
UNITED NATIONS ECONOMIC AND SOCIAL COUNCIL
Distr. GENERAL
E/CN.4/1999/68/Add.3 21 January 1999
Original: ENGLISH
COMMISSION ON HUMAN RIGHTS Fifty-fifth session Item 12 (a) of the
provisional agenda
INTEGRATION OF THE HUMAN RIGHTS OF WOMEN AND THE GENDER PERSPECTIVE:
VIOLENCE AGAINST WOMEN
Report of the Special Rapporteur on violence against women, its
causes and consequences, Ms. Radhika Coomaraswamy
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta
Saya kutip tulisan anda:
===
kerusuhan mei 98 yang identik dengan etnis tionghoa adalah sebagai
implementasi dari sifat individualis etnis tionghoa di Indonesia, karena
sifatnya yang individualis inilah membuat etnis tionghoa sering menjadi
korban kerusuhan ataupun pemalakan. yang penting aku nggak kena yang sudah
ya sudah...begitu seterusnya.
===
Bung Jimmy, saya tidak dapat lebih setuju lagi dengan statement anda
tersebut.
Saya tidak tahu apakah anda dari etnis tionghua, tetapi tulisan anda sungguh
mengena dan sedikit banyak mencerminkan sikap dari hwa-ren di Indonesia
(khususnya
kesan yang saya dapatkan melalui hari-hari kehidupan saya disini). Tentang
pemalakan,
waktu kecil dulu saya beberapa kali di-palak. Saking bosennya, saya sampe
belajar beladiri dan
sejak saat itu saya selalu melawan. Hasilnya? Duit saya utuh dan yang malak
lari ke-ibunya sambil
nangis. Hehehe...Coba, berapa banyak cowok-cowok chinese di milis ini yang
belum pernah dipalak?
Anak saya selalu saya ajarkan untuk melawan, karena menurut saya, pemalakan
itu bukan
cuman sekedar "minta cepek nopek", tetapi kayaknya mereka belajar untuk
membentuk embrio
"penindasan mini" terhadap korbannya.
"Penindasan? Wah apakah anda tidak berlebihan, bung Others?". Hm...Maybe
yes, maybe no :P
Saya teringat sebuah teori (yah...memang masih teori sih) dari seorang pakar
yang saya baca
dari sebuah milis tetangga. Cukup menarik. Kalau ada yang tertarik untuk
membaca detailnya, akan saya
ubek-ubek hard-disk saya karena sudah lama sekali, moga-moga ketemu. Beliau
berkata, bahwa etnis tionghua
(yang perantauan?) itu tidak bisa bersatu. Berbeda dengan ras kaukasia yang
hubungan sosialnya seperti
"ikatan jerami", kuat dan menyatu, biarpun terpisah. Struktur sosial
tionghua itu seperti batu yang
dicelupkan kedalam air. Batu itu adalah pusatnya dan riak yang timbul adalah
"ikatan sosial"-nya. Begitu
batu itu tenggelam, riaknya akan menghilang dan tidak ada lagi ikatan yang
timbul. Batu mencerminkan
"tokoh senior" dari sebuah keluarga.
Anda mungkin berpikir bahwa teori itu sangat stereotyping, "ngawur", dan
"well, it's so untrue".
Yah, mungkin benar. Tetapi menarik untuk direnungkan. Apakah benar kita
memang demikian?
________________________________
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
[mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of jimmy kosasih
Sent: Senin, Mei, 21 2007 4:56
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
aku pikir bisa saja diajukan petisi ke high commision ke dewan keamanan pbb
seperti kasus munir dengan syarat punya akses ke pbb dan adanya jaminan
keamanan sebagai saksi kerusuhan, baik itu jaminan keamanan maupun moral.
kerusuhan mei 98 yang identik dengan etnis tionghoa adalah sebagai
implementasi dari sifat individualis etnis tionghoa di Indonesia, karena
sifatnya yang individualis inilah membuat etnis tionghoa sering menjadi
korban kerusuhan ataupun pemalakan. yang penting aku nggak kena yang sudah
ya sudah...begitu seterusnya. kalo saja semua etnis tionghoa memiliki rasa
saling memiliki dan mau berkorban untuk menyelesaikan kasus ini, aku pikir
tidak ada kata tidak untuk pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini.
selain itu undang-undang yang mengatur negara indonesia yang besar ini
adalah warisan dari VOC yang mana kita ketahui adalah perusahaan dagang yang
menitikberatkan masalah untung rugi semata. contoh kasus hilangnya dekrit
presiden yang katanya dikeluarkan bung Karno kepada suharto sampai saat ini
hilang entah kemana dan yang diherankan tidak ada tindak lanjut tentang hal
ini. tidak salah jika masyarakat sekarang tidak percaya akan pemerintah dan
hukum yang mengaturnya, dan sebagai implementasi adanya undang-undang yang
dibuat sendiri untuk menghakimi orang yang bersalah. misalnya maling motor
ketangkep langsung dibakar sampe mati. kalo sudah gini siapa yang salah?
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Share photos while
you IM friends.
Saya juga setuju dengan pendapat anda. Stereotipe orang tionghoa disini
identik dengan punya uang banyak, sikap masa bodoh, dan cenderung eksklusif.
Sayangnya, hal ini ada benarnya juga, walaupun tidak 100%. Apalagi
akhir-akhir ini sejak jaman Gus Dur, orang-orang tionghoa yang selama ini
ditekan tiba-tiba diberikan kebebasan, yang timbul malah euforia yang
berlebihan dan sibuk memamerkan identitas kecinaannya.
Sudah saatnya kita bersikap lebih peduli terhadap hal-hal seperti ini.
Marilah kita mencoba berpikir dengan jernih. Saat kita hanya mau bergaul
dengan sesama etnis tionghoa, bukankah kita menjadi eksklusif? Saat kita
merayakan imlek besar-besaran di hotel mewah, yang sebenarnya tidak perlu,
ada berapa banyak orang Indonesia lain yang masih hidup miskin; jika saya
menjadi mereka, tidakkah akan muncul rasa iri dan pikiran bahwa orang Cina
kaya-kaya. Contoh lain, dengan kita mengimpor barang-barang murah dari Cina;
makanan, buah, baju, dsb; ada berapa petani dan pengusaha pribumi yang
bangkrut karena tidak mampu bersaing dan akhirnya menyalahkan semua orang
Cina termasuk yang di Indonesia. Hal-hal seperti jika tertimbun selama
bertahun-tahun, dengan sedikit provokasi saja, tidakkah akan mengulangi
tragedi Mei 98?
Teman-teman, sebelumnya saya mohon maaf, tolong jangan salah paham terhadap
apa yang barusan saya katakan. Saya sendiri adalah etnis Tionghoa dan saya
sangat menghargai budaya tionghoa, saya mengagumi bangunan Kota Terlarang yg
bisa benar-benar simetris, tembok cina yang begitu panjang, saya suka minum
teh cina, saya suka nonton F4 dan dengar lagu cina, dan saya juga mengalami
diskriminasi tapi hal itu tidak merubah kenyataan bahwa saya adalah orang
Indonesia, yang lahir dan tinggal di Indonesia, dan karenanya juga harus
peduli dengan kondisi bangsa ini
-----Original Message-----
From: "Others" <others@softwareinovasi.com>
To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
Date: Mon, 21 May 2007 08:52:35 +0700
Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Saya kutip tulisan anda:
===
kerusuhan mei 98 yang identik dengan etnis tionghoa adalah sebagai
implementasi dari sifat individualis etnis tionghoa di Indonesia, karena
sifatnya yang individualis inilah membuat etnis tionghoa sering menjadi
korban kerusuhan ataupun pemalakan. yang penting aku nggak kena yang sudah
ya sudah...begitu seterusnya.
===
Bung Jimmy, saya tidak dapat lebih setuju lagi dengan statement anda
tersebut.
Saya tidak tahu apakah anda dari etnis tionghua, tetapi tulisan anda sungguh
mengena dan sedikit banyak mencerminkan sikap dari hwa-ren di Indonesia
(khususnya
kesan yang saya dapatkan melalui hari-hari kehidupan saya disini).
[Non-text portions of this message have been removed]
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Chat over IM with
group members.
Dear Friends,
Sekedar masukan...
Mohon dengan sangat, berhati-hatilah untuk menuduh 'pelaku
non-Tionghoa' yang melakukan tindakan kekerasan dalam peristiwa Mei.
Maksud hati ingin menuduh pelakunya, tapi terkadang, mungkin tanpa
sadar, kita dapat menyinggung perasaan etnis lain, ratusan juta
jumlahnya, yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, bahkan banyak yang
menolong warga Tionghoa saat itu.
Dengan demikian, tanpa kita sadari, kita telah masuk perangkap para
dalang yang memang ingin mengadu-domba etnis.
Waspadalah... waspadalah...!
Saya ada di sana saat itu (tinggal di Jl. Pembangunan, persis di depan
Gajah Mada), dan adik saya ikut di dalam demo Trisakti saat itu.
Saya mempunyai beberapa kenangan yang tak akan terlupakan:
1) Saat ruko2 di Gajah Mada sudah dijarah (seperti toko buah Lucky,
dll) ada yang mengajak seorang bapak untuk turut mengambil buah.
Si bapak itu menjawab, "tidak nak, itu dosa."
Luar biasa bukan, di saat setan sudah merajalela, orang mengambil TV,
komputer, dll, bapak itu tetap kukuh dengan hati nuraninya yang
mengatakan mencuri itu dosa, meskipun cuma sebutir mangga.
2) Para pemuda dari gang kami bersatu (segala etnis) menjaga jalan
masuk, agar gerombolan perusuh tidak dapat masuk. Yang laki-laki di
depan jalan (sampai ke tepi Gajah Mada), yang perempuan berkumpul
sambil memegang senjata apapun - tongkat, kayu, pisau dapur, air
panas. Pada malam 14 dan 15 Mei kami sudah siap akan segalanya -
termasuk mati membela diri dan keluarga.
3) Saat perusuh sudah melempari Roxy Mas, tempat istri (waktu itu
pacar) saya bekerja, ia berhasil keluar dibantu tukang bajaj, yang
mengatakan "non nunduk saja ya, saya akan terobos". Dan memang ia
menerobos hiruk pikuk kegilaan itu dan mengantar istri dengan selamat.
Dan masih banyak kisah nyata lain, yang membuktikan kemuliaan manusia,
apapun etnisnya. Justru di tengah kesusahan, kita bisa melihat
keagungan sejati manusia.
Saya tidak tahu bagaimana kerusuhan itu di skala nasional, tapi yang
saya tahu, banyak Tionghoa selamat, karena dibela oleh pribumi.
Benar ada non-Tionghoa yang mungkin membenci Tionghoa (mungkin
iri/memanfaatkan keadaan) tapi jauh lebih banyak yang melihat Tionghoa
sebagai sesama manusia.
Janganlah, karena nila setitik, merusak persatuan bangsa.
Salam!
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta.
Setuju, maka seruan kita harus ditujukan ke Penguasa, kita menuntut mereka untuk membongkar kasus yang jelas terorganisir ini, kita tuntut mereka untuk berani mengungkap siapa dalangnya, Terutama menjelaskan siapa yang memerintahkan pengosongan Jakarta dari kehadiran pasukan, dan membiarkan kekacauan merajarela?.
ZFy
----- Original Message -----
From: Ray Indra
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Monday, May 21, 2007 2:30 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98
Dear Friends,
Sekedar masukan...
Mohon dengan sangat, berhati-hatilah untuk menuduh 'pelaku
non-Tionghoa' yang melakukan tindakan kekerasan dalam peristiwa Mei.
Maksud hati ingin menuduh pelakunya, tapi terkadang, mungkin tanpa
sadar, kita dapat menyinggung perasaan etnis lain, ratusan juta
jumlahnya, yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, bahkan banyak yang
menolong warga Tionghoa saat itu.
Dengan demikian, tanpa kita sadari, kita telah masuk perangkap para
dalang yang memang ingin mengadu-domba etnis.
Waspadalah... waspadalah...!
Recent Activity
a.. 23New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
a.. Dan
b.. Indonesian
c.. Indonesian language course
d.. Indonesian language learn
Yahoo! Mail
Next gen email?
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta.
Y! Messenger
Instant hello
Chat in real-time
with your friends.
Y! GeoCities
Share Your Passion
Join the web's lar- gest community.
.
[Non-text portions of this message have been removed]
You're invited to try
the all-new Mail Beta.
Two more cents from me.
Ibu yang disebut di talk show tersebut adalah Ibu Esther, salah satu penulis buku tentang kerusuhan Mei 98 yang baru diluncurkan. Sebagai info, Bapak Fadly Zon yang saya dengan adalah teman dekat Prabowo Subianto. so, need we more to say ???
Salam,
PK Lim
---------------------------------
Give spam the boot. Take control with tough spam protection
in the all-new Yahoo! Mail Beta.
[Non-text portions of this message have been removed]
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Kalau banyak non Tionghoa yang mati, itu adalah ekses, karena mereka terjebak dalam pertokoan yang terbakar, sedangkan sasaran utamanya adalah tetap rumah2 dan pertokoan milik Orang Tionghoa. ini harus dibedakan.
ini adalah manuver politik tingkat tinggi yang mendompleng sentimen rasial. saat menggerakkan massa untuk membakar dan memperkosa, slogan yang didenguingkan tetap ganyang Cina! warna rasial tetap saja tak bisa dihapus. Namun perlu ditegaskan, walau sasarannya adalah Tionghoa, ini bukanlah kerusuhan rasialis spontan, tapi direkayasa dan dikondisikan ( untuk melibakan masyarakat kelas bawah yang hidupnya tertekan ), maka seluruh anggota masyarakat yang sadar harus melawan, jangan mau dikambing hitamkan.
----- Original Message -----
From: Ulysee
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, May 22, 2007 4:24 PM
Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Yang perlu digaris bawahi adalah
* bahwa tragedi MEI 98 adalah tragedi untuk seluruh bangsa.
* Bahwa kerusuhan MEI 98 adalah kerusuhan yang ditujukan untuk
menggulingkan pemerintahan, jadi kalau dibilang kerusuhan rasial, akan
ada banyak kontraversi
* Bahwa kebanyakan korban jiwa BUKAN dari suku tionghoa. jadi bawa
bawa RAS atau RASIAL, apakah pada tempatnya?
Recent Activity
a.. 23New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
a.. Dan
b.. Indonesian
c.. Indonesian language course
d.. Indonesian language learn
Y! Messenger
Quick file sharing
Send up to 1GB of
files in an IM.
Yahoo! Mail
Drag & drop
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Y! GeoCities
Share More
Create a blog, web
site, and more.
.
[Non-text portions of this message have been removed]
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta.
Benar neng Uli, yang perlu digaris-bawahi Tragedi Mei '98 adalah tragedi
nasional, tragedi bagi seluruh bangsa Indonesia, karena kelompok etnis
Tionghoa adalah juga bagian integral yang tak terpisahkan dari bangsa
Indonesia. Apalagi yang jadi korban dan dirugikan kenyataan juga tidak hanya
Tionghoa, ...
Bahwa tujuan dari para elite yang jadi dalang kerusuhan Mei adalah
menggulingkan kekuasaan Soeharto itu bisa saja, tapi juga tidak bisa
disangkal kenyataan yang dijadikan tumbal adalah kelompok Tionghoa, yang
lebih disasar untuk dirusak, dirampas, dirampok dan dibakar adalah
harta-milik yang Tionghoa, yang banyak diperkosa adalah kaum perempuan
Tionghoa, ...
Tak perlu ditekankan ras atau etnis mana yang lebih banyak jatuh korban,
yang jelas dan pasti semua korban-korban kerusuhan itu adalah warga
Indonesia yang harta dan jiwa-nya harus dilindungi oleh aparat keamanan.
Ternyata dihari-hari pertama kerusuhan tidak ada aparat keamanan yang turun
kelapangan untuk menghalau perusuh, dan melindungi keamanan rumah-toko
Tionghoa, ...
Jadi, penekanan untuk mengangkat kembali Tragedi Mei '98 itu, bukan
mempermasalahkan apakah Tragedi Mei itu kerusuhan rasial anti-Tionghoa atau
Tragedi Nasional, tapi harus menuntut pada Pemerintah mentuntaskan Tragedi
Mei '98 ini. Mengusut dan menuyeret kedepan pengadilan dalang kerusuhan.
Apapun latar-belakang dan tujuan menggerakkan sekelompok massa untuk
melancarkan kerusuhan patut ditindak HUKUM.
Kenapa setelah lewat 9 tahun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan neng Uli
belum juga terjawab tuntas? Apa kerja aparat keamanan selama ini? Atau
karena yang mendalangi melibatkan pejabat tinggi yang tak terjamah HUKUM?
Jadi semua pelanggaran HAM, besar dan kecil juga tidak ada yang bisa diusut
tuntas dinegeri ini?
Salam,
ChanCT
----- Original Message -----
From: Ulysee
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, 22 May, 2007 17:24
Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Yang perlu digaris bawahi adalah
* bahwa tragedi MEI 98 adalah tragedi untuk seluruh bangsa.
* Bahwa kerusuhan MEI 98 adalah kerusuhan yang ditujukan untuk
menggulingkan pemerintahan, jadi kalau dibilang kerusuhan rasial, akan
ada banyak kontraversi
* Bahwa kebanyakan korban jiwa BUKAN dari suku tionghoa. jadi bawa
bawa RAS atau RASIAL, apakah pada tempatnya?
Tragedi MEI 98 mulai memuncak setelah TRAGEDI SEMANGGI.
Jadi kalau penasaran soal MEI 98, lebih baik tuntaskan dulu kasus
SEMANGGI sebelum lompat menghayal ke soal kerusuhan rasial.
Siapa yang kasih perintah nembak mahasiswa?
Siapa yang cetuskan ide untuk long march ke pemakaman?
Dua peristiwa diatas, adalah hal yang utama dan diperlukan untuk menjadi
tabir kerusuhan massal.
Tanpa dua kejadian tersebut, penyulut kerusuhan, provokator dan
pembakar2 itu mana bisa bergerak,
Seperti copet, nggak bisa beroperasi di tempat sepi.
-----Original Message-----
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
[mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of PK Lim
Sent: Tuesday, May 22, 2007 11:51 AM
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Two more cents from me.
Ibu yang disebut di talk show tersebut adalah Ibu Esther, salah satu
penulis buku tentang kerusuhan Mei 98 yang baru diluncurkan. Sebagai
info, Bapak Fadly Zon yang saya dengan adalah teman dekat Prabowo
Subianto. so, need we more to say ???
Salam,
PK Lim
To: komunitas-tionghoa@ <mailto:komunitas-tionghoa%40googlegroups.com>
googlegroups.com; nasional-list@
<mailto:nasional-list%40yahoogroups.com> yahoogroups.com;
budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
in the all-new Yahoo! Mail Beta.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
Yahoo! Groups Links
[Non-text portions of this message have been removed]
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Tulisan anda klise banget.
Cengeng?
Hm...Pemilihan kata yang kasar sekali, mengingat betapa besar penderitaan
para korban kerusuhan tersebut. Ente sama sekali tidak menunjukkan simpati.
Lalu, sebenarnya siapa sih yang Ente sebut sebagai "cengeng" itu?
Para korban? Atau orang-orang yang bersimpati pada korban?
Menurut saya, seandainya para korban membaca tulisan anda, hati mereka
akan tergetar dan menangis. Mereka tidak mendapatkan keadilan (atau
bolehlah saya berkata "Belum"). Tetapi penderitaan mereka sudah harus
"ditutup" atas nama "Masa Lalu".
Ente jangan lupa, masa lalu yang kelam yang tidak tuntas akan terbawa
terus ke masa depan. Menjadi beban yang semakin lama semakin berat.
Jika kita berjalan kedepan dengan membawa beban yang berat, seberapa
jauh kita bisa berjalan?
Cape deh...
_____
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
[mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of Ulysee
Sent: Selasa, Mei, 22 2007 17:07
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Kalau BISA dibuktikan tentu sekarang sudah diangkut ke forum
Internasional donk.
Tapi mengerucutkan kerusuhan Mei 98 menjadi kerusuhan rasial itu lebih
"merugikan" daripada "menguntungkan" semua pihak.
Lebih baik menerima tragedi MEI 98 itu sebagai tragedi Bangsa, dan
memperjuangkan hak-ham manusia sebagai warganegara, dimana negara
berkewajiban melindungi penduduknya dan warganegaranya tanpa kecuali.
Lebih besar potensi untuk kerjasama dengan banyak pihak, menuntut
serentak bersama sama.
Daripada cengeng berteriak kerusuhan rasial melulu, gak ada juntrungan!
There-there!
-----Original Message-----
From: budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
[mailto:budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com] On Behalf Of Others
Sent: Sunday, May 20, 2007 11:11 AM
To: budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Importance: High
<SKIP>
Tetapi bagaimana dengan kasus-kasus gang-raped yang "denger-denger"
dialami oleh gadis-gadis etnis tionghua? Jika hal ini BISA dibuktikan
dan
diangkat ke forum internasional (walaupun saya sangat paham hal ini
hampir
mustahil, mengingat mana ada gadis korban perkosaan yang mau...), maka
secara
otomatis kerusuhan tersebut langsung dapat dikategorikan sebagai
kerusuhan
rasial
dan seharusnya pihak berwenang, baik dalam maupun luar negeri, melakukan
pengusutan
secara tuntas. Saya berpikir ini adalah kuncinya.
Sulit?
Just another my two cents...
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
----- Original Message -----
From: Ulysee
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, May 22, 2007 4:24 PM
Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
> Yang perlu digaris bawahi adalah
> * bahwa tragedi MEI 98 adalah tragedi untuk seluruh bangsa.
> * Bahwa kerusuhan MEI 98 adalah kerusuhan yang ditujukan untuk
> menggulingkan pemerintahan, jadi kalau dibilang kerusuhan rasial,
> akan ada banyak kontraversi
> * Bahwa kebanyakan korban jiwa BUKAN dari suku tionghoa.
> jadi bawa bawa RAS atau RASIAL, apakah pada tempatnya?
> Tragedi MEI 98 mulai memuncak setelah TRAGEDI SEMANGGI.
> Jadi kalau penasaran soal MEI 98, lebih baik tuntaskan dulu kasus
> SEMANGGI sebelum lompat menghayal ke soal kerusuhan rasial.
> Siapa yang kasih perintah nembak mahasiswa?
> Siapa yang cetuskan ide untuk long march ke pemakaman?
> Dua peristiwa diatas, adalah hal yang utama dan diperlukan untuk
> menjadi tabir kerusuhan massal.
> Tanpa dua kejadian tersebut, penyulut kerusuhan, provokator dan
> pembakar2 itu mana bisa bergerak,
> Seperti copet, nggak bisa beroperasi di tempat sepi.
- - - - - - - - - - - -
Pandangan Ul-djie ini tepat.
Ketika dua minggu yang lalu di milis ini mulai muncul 'nyinyir annual' soal
kasus Mei '98 ("nyinyir"-nya pinjam istilahnya Khouw kouwnio) , saya
forward-kan posting Yap Hong Gie, maksudnya juga mengemukakan hal yang
sama.
Menyempitkan kasus Mei '98 menjadi kasus etnis Tionghoa, seperti kata
Hong Gie, hanya akan merugikan kaum Tionghoa sendiri.
Dan hanya memberikan kemudahan bagi radikalis seperti Fadly Zon dan
elemen-elemen di belakangnya, untuk merekayasa teori-teori absurd-nya,
sebagaimana yang diperlihatkannya di talkshow TV itu, bagi menutupi
penguakan tabir kasus tragedi ini.
Tetapi perlu ada catatan bagi pandangan Ul-djie ini.
Kerusuhan Mei '98 bukanlah ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan
atau kekuasaan. Tetapi justru suatu kerusuhan yang direkayasa untuk
mempertahankan kekuasaan!
Taktik ini, controlled upheaval, sudah berkali-kali dilakukan, sejak Malari,
Lapangan Banteng, Pembajakan Woyla, Bom BCA, Bom Stupa
Borobudur, GAM Aceh pra DOM, dan selalu berhasil. Karena itu OrBa
ketagihan untuk melakukannya lagi ketika kekuasaannya tererosi parah saat
itu
Namun ketika dilakukan lagi di tahun '98 itu, segala sesuatunya melebar
keluar kontrol, karena kondisi ekonomi masyarakat yang sangat parah
akibat kris-mon.
Wasalam.
Film it. Change the world.
Hehehehe, baru dibilang cengeng aja udah sengit.
CENGENG Itu kalu teriak RASIAL-RASIAL melulu! Seperti kamu. Weks!
Masa lalu bisa jadi beban, kalau dianggap sebagai beban,
yang digembol terus terusan tidak mau dilepaskan.
Beban itu bisa dilepaskan, kalau mau melihat jauh ke depan,
Dan masalalu sebagai pembelajaran, bukan sekedar beban.
Nah, kalau mau melangkah, pertama-tama lepasin beban "rasial" itu dulu.
Kenapa kata "rasial" itu gue anggap beban?
Sebab selama di kepala membawa-bawa " rasial"
Ini masalah nggak akan bisa maju kemana-mana.
Akan mandek karena memaksakan isu "kerusuhan rasial"
Mencari cari pembenaran atas nama rasial
Yang akan dengan mudah dipatahkan orang.
Itu, makanya gue anggap beban, tau kaga!
Share photos while
you IM friends.
Betul kata Herny-moay.... kalo kita tidak jor-joran mengenai etnik sendiri... maka kita akan hidup lebih mudah dimanapun. meminimalisasi perbedaan merupakan strategi yang simpel. kalo memang merasa berbeda, cukup keep on the mind, not in the behavior.
saya pribadi masih belum bisa menerima 100% akulturasi budaya tionghoa ke budaya lokal (aduh saya ga tau ini istilahnya tepat apa ga ya... ato lebih tepat asimilasi). saya masih menganggap pelestarian budaya saya lebih penting daripada (misalnya) keselamatan saya karena diancam mati kalo masih kekeuh memegang adat. tapi, saya keep that in mind, dan tidak menekan behavior saya ke arah itu. saya tetap mau selamat juga kan.... semampu saya... that's the part of survival in this world.
Setiap kali saya mendengar jor-joran imlek di hotel mewah, dihadiri presiden, tarian liong dimana mana, bahkan ada yang memanipulasi barongsai untuk mengamen di restoran2 pinggir jalan, saya lebih suka keadaan dimana orang tionghoa masih direpresi..... dengan kebebasan ini, rasanya lebih gamang. Sangatlah normal secara psikologi dimana kita merasakan represi kita akan bersatu, tapi begitu ikatan itu longgar.... kita malah tercerai berai.
Apalagi saya sangat tidak suka dengan membanjirnya budaya-budaya "baru" dari RRC yang sekarang ini dibawa kembali ke Indonesia dengan label inilah budaya Tionghoa, kita 'dipaksa' harus menyamakan level kita yang lebih tradisional (dan sudah ada elemen percampuran dengan budaya setempat), dengan budaya RRC atau Taiwan yang sekarang. Bangunan klenteng kita yang unik dan tidak ada lagi di RRC dipugar, dibongkar, dan dibikin semirip mungkin dengan bentuk kuil2 di Taiwan atau RRC.... idih, kayak orang ga punya ktp aje, harus minjem ktp orang lain.
Patung-patung Buddha kuno yang kita miliki di klenteng-klenteng, digeser dengan patung-patung made in Taiwan.... busyet deh... kita ini makanan empuk bagi pebisnis2 RRC ama Taiwan.
Toh, pada akhirnya, tiap kali kita 'pulang kampung' ke Cina sana, kita tetap diberi identitas "orang luar". saya rasa sebagian besar orang RRC sekarang masih menganggap orang Tionghoa Indonesia sebagai mangsa empuk yang sangat konsumtif, banyak duit, dan rela mengeluarkan duit berapa saja asal diterima sebagai 'saudara dekat' mereka. orang Taiwan malah cuma menganggap orang Tionghoa Indonesia entah sebagai tempat mencari 'istri' yang rajin dan bisa mengemong anak dan tidak matre (alias gampang dikibulin), atau calon pembantu rumah tangga, ato yang kaya - investor karena anaknya banyak yang disekolahkan disana untuk blajar mandarin.
some of us will do anything to be accepted by their standard................. pathetic...
----- Original Message ----
From: Herny <heirnee@gmail.com>
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Monday, May 21, 2007 10:23:42 AM
Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Saya juga setuju dengan pendapat anda. Stereotipe orang tionghoa disini
identik dengan punya uang banyak, sikap masa bodoh, dan cenderung eksklusif.
Sayangnya, hal ini ada benarnya juga, walaupun tidak 100%. Apalagi
akhir-akhir ini sejak jaman Gus Dur, orang-orang tionghoa yang selama ini
ditekan tiba-tiba diberikan kebebasan, yang timbul malah euforia yang
berlebihan dan sibuk memamerkan identitas kecinaannya.
Sudah saatnya kita bersikap lebih peduli terhadap hal-hal seperti ini.
Marilah kita mencoba berpikir dengan jernih. Saat kita hanya mau bergaul
dengan sesama etnis tionghoa, bukankah kita menjadi eksklusif? Saat kita
merayakan imlek besar-besaran di hotel mewah, yang sebenarnya tidak perlu,
ada berapa banyak orang Indonesia lain yang masih hidup miskin; jika saya
menjadi mereka, tidakkah akan muncul rasa iri dan pikiran bahwa orang Cina
kaya-kaya.
---------- deletedRecent Activity
23New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Dan
Indonesian
Indonesian language course
Indonesian language learn
Yahoo! Mail
Get it all!
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Y! Messenger
Want a quick chat?
Chat over IM with
group members.
Y! GeoCities
Share Photos
Put your favorite
photos online..
__________________________________________________________Pinpoint customers who are looking for what you sell.
http://searchmarketing.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
Hello Ulysee,
numpang tanya ya. itu pernyataan
"bahwa kerusuhan MEI 98 adalah
kerusuhan yang ditujukan untuk
menggulingkan pemerintahan" dapet analisa
dari mana?! indikasinya apa? dan
oleh siapa?!
dan itu, pernyataan "bahwa kebanyakan
korban jiwa BUKAN dari suku Tionghoa"
dapet data dari mana? ELo riset sendiri?!
saya tidak dapet berapa korban "jiwa"
Tionghoa. saya cuma dapet data korban
dari TGPF.
Nih, hasil laporan TGPF. baca ya, gua
lampiran paragrafnya:
"Kekerasan seksual dalam kerusuhan Mei
1998 terjadi di dalam rumah, di jalan dan
di tempat usaha. Mayoritas kekerasan
seksual terjadi di dalam rumah/bangunan.
TGPF juga menemukan bahwa sebagian besar
kasus perkosaan adalah gang rape, di mana
korban diperkosa oleh sejumlah orang
secara bergantian pada waktu yang sama
dan di tempat yang sama. Kebanyakan
kasus perkosaan juga dilakukan di hadapan
orang lain. Meskipun korban kekerasan
seksual tidak semuanya berasal dari etnis
Cina, namun sebagian besar kasus kekerasan
seksual dalam kerusuhan Mei l998 lalu d
iderita oleh perempuan dari etnis Cina.
Korban kekerasan seksual ini pun
bersifat lintas kelas sosial."
ada lagi nih laporan TGPF:
1. Kerugian Material:
Adalah kerugian bangunan, seperti
toko, swalayan, atau rumah yang dirusak,
termasuk harta benda berupa mobil, sepeda
motor, barang-barang dagangan dan barang-barang
lainnya yang dijarah dan/atau dibakar massa.
Temuan tim menunjukkan bahwa korban material
ini bersifat lintas kelas sosial, tidak
hanya menirnpa etnis Cina, tetapi juga warga
lainnya. Namun yang paling banyak menderita
kerugian material adalah dari etnis Cina.
TAPI menarik sekali pernyataan ULysee tentang
Kerusuhan MEI 98 adalah kerusuhan yang
ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan.
ajaib, bisa jabarkan lebih dalam?!
ini diskusi kita tentang Kerusuhan Mei 98
yang belum sampe tuntas di milis Komunitas
Tionghoa beberapa waktu yang lalu. sayangnya,
gue gak pernah dapet alasan/argumen dari
Ulysee yang selalu mengatakan bahwa
kerusuhan Mei 98 adalah kerusuhan untuk
menggulingkan pemerintah Orde Baru:
extrim_bluesky@yahoo.com wrote:
Dear Ulysee yang baik,
whooa...kamu baik deh udah mensistematiskan tulisan saya. thanks lho. bacanya jadi lebih ringkas dan padat. kamu hebat bisa meringkas sedemikian rupa. bener-bener tipe sequel kongkrit. gak kayak gua yang random abstrak.
mari kita analisa lebih jauh tentang Mei 98. peristiwa bandung nanti saja kita bahas. tapi sekedar info singkat, Soekarno menangkap beberapa pelaku aksi rasialis. diantaranya Muslimin Nasution dan Siswono Yudohusodo. baru dilepas saat Harto berkuasa dan Bung Karno jatuh.
siapakah kelompok yang menginginkan Harto jatuh?
1. Muslim radikal golongan Tanjung Priok.
2. Pro-Demokrasi.
3. USA4. Mahasiswa
5. CSIS
6. sebagian tentara
7. masyrakat madani
8. NGO9. Kalangan bisnis
10. rakyat miskin yang semakin miskin karena anak-anak Harto mulai ganas.
siapakah pendukung Harto?
1. ICMI
2. Islam binaan harto
3. sebagian faksi militer
4. keluarga cendana
5. pebisnis sekitar keluarga cendana.
6. Kroni yang diuntungkan harto dan sama berdosanya dengan cendana
siapa yang paling diuntungkan dengan kejatuhan Harto:
1. Habibi
2. ICMI
analisa liar saya begini:
USA merupakan otak dibalik kejatuhan Soekarno dan kenaikan Harto. sepanjang karirnya, Harto selalu diback up oleh USA dan IGGI. ngutang kerjaannya plus bunuhi rakyatnya sendiri.
di Mei 98, USA beri order dan warning bahwa Harto harus mundur.
kelompok-kelompok anti Harto menyambut ini dengan baik. sekalipun, di antara kelompok-kelompok itu ada yang anti USA juga tetapi pada saat itu keinginan USA bertemu dengan kepentingan kalangan anti harto.
kalangan Tanjung Priok anti USA, tapi tetap sambut warning USA untuk jatuhkan Harto. Gus Dur jelas anti USA, begitu juga dengan beberapa mahasiswa radikal anti USA.
Habibie yang sebenarnya boneka Harto melihat tawaran USA ini sebagai kesempatan dia untuk jadi presiden. apalagi saat Harto bikin Habibie sakit hati dengan statemen Pak Harto yang meragukan kualitas Habibie untuk jadi presiden. ICMI mengira kalao Habibie bisa jadi presiden maka kekuasaan mereka akan tambah besar.
sebagai boss besar, USA cuma perlu kasih satu statemen. anak buah berlomba-lomba berkreatifitas untuk memenuhi tuntutan boss.
persis sama ketika Harto berkuasa. doi cuma bilang "bereskan". lantas si Kopassus menerjemahkan "bereskan" itu bisa jadi bunuh, perkosa, babat, karungin dsb.
kalangan pro dem dan mahasiswa menekan dengan pengumpulan massa. Harto mulai basa-basi ketika di luar negeri. rencananya akan mundur sekitar tanggal 28 Mei. karena Harto udah ngitung kalo dia gak bakalan bisa bertahan lama. ketika kabinet reformasi dagelan a la Harto dilaunching malah disambut dengan mundurnya beberapa menteri anak buah paling loyal harto.
TNI pun terbelah. kekuataan harto makin lemes aja.
Wiranto dan SBY saat itu berpihak ke Habibie. menurut konstitusi, kalo presiden mundur makan wapres akan naik. Habibie kegirangan. tetapi untuk make-sure, ditembaklah mahasiswa agar tekanan mahasiswa lebih menghebat meminta Harto untuk segera mundur. nah, menurut dugaan, yang tembak mahasiswa itu adalah anak buah Safri Samsudin. tanggal 14, Wiranto perintahkan Safrie untuk mengamankan ibukota. artinya menghadang Prabowo. tanggal 15 kerusuhan mulai redah.
seingat saya, saat jadi aktivis mahasiswa, solidaritas antar mahasiswa sangat teguh. apalagi saat itu. penembakan trisakti akan memicu gelombang aksi yang lebih massif lagi. dukungan rakyat untuk memukul Harto akan lebih hebat setelah ada mahasiswa yang mati.
lantas Prabowo ambil inisiatif untuk mengalihkan amukan massa setelah mahasiswa ditembak mati dengan membuat kerusuhan anti-tenglang. agar fokus masyarakat bisa pecah yaitu antara pukul Harto dan sikat Tenglang.
Prabowo salah itung. makanya sewaktu menghadap ke Cendana, Prabowo malah diomelin oleh Harto, Tutut dsb. lantas Prabowo nangis-nangis ke Gus DUr.
Harto tau dia harus turun. kalo semakin banyak korban maka dia gak bisa pensiun dengan tenang. makanya dia omelin Prabowo. Harto tadinya udah mau main gila dengan meniru Tiananmen. Kivlan Zen udah ngancem Amien Rais untuk membatalkan aksi sejuta umat di lapangan banteng. Amien berhitung. lalu aksi itu gak jadi. tapi seterusnya, USA tetap ngotot bahwa Harto harus mundur. Harto gak bisa lawan USA.
Harto tidak punya cantelan internasional. satu-satunya pegangan bagi dia ya USA itu. Harto anti RRT dan Rusia. kalo saja harto baik dengan RRT dan Rusia maka sudah pasti RRT dan Rusia bisa bela dia lawan USA. nyatanya Harto konyol selama berkuasa. jadinya mati kutu juga lawan USA.
semua aktor punya dosa. kenapa Wiranto berusaha tutup Prabowo dan sebaliknya? karena kedua-duanya pegang kartu masing-masing. begitu juga dengan habibie.
kalangan bisnis yang sakit hati melihat kelakuan anak-anak Cendana juga menghendaki harto turun. maka lengkaplah sudah apa yang dibutuhkan untuk menjatuhkan rezim Harto yang ganas itu.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ulysee" <ulysee_me2@...> wrote:
>
> Yang perlu digaris bawahi adalah
>
> * bahwa tragedi MEI 98 adalah tragedi untuk seluruh bangsa.
> * Bahwa kerusuhan MEI 98 adalah kerusuhan yang ditujukan untuk
> menggulingkan pemerintahan, jadi kalau dibilang kerusuhan rasial, akan
> ada banyak kontraversi
> * Bahwa kebanyakan korban jiwa BUKAN dari suku tionghoa. jadi bawa
> bawa RAS atau RASIAL, apakah pada tempatnya?
>
> Tragedi MEI 98 mulai memuncak setelah TRAGEDI SEMANGGI.
> Jadi kalau penasaran soal MEI 98, lebih baik tuntaskan dulu kasus
> SEMANGGI sebelum lompat menghayal ke soal kerusuhan rasial.
>
> Siapa yang kasih perintah nembak mahasiswa?
> Siapa yang cetuskan ide untuk long march ke pemakaman?
> Dua peristiwa diatas, adalah hal yang utama dan diperlukan untuk menjadi
> tabir kerusuhan massal.
> Tanpa dua kejadian tersebut, penyulut kerusuhan, provokator dan
> pembakar2 itu mana bisa bergerak,
> Seperti copet, nggak bisa beroperasi di tempat sepi.
>
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.
[Non-text portions of this message have been removed]
Bagaimana kalau sebaliknya?
Bahwa sasaran utama adalah membakar pertokoan
Sementara kalau ada pertokoan dan rumah cina yang kena, itu adalah
EKSES karena mereka tokonya ada di jalan besar atau perumahan yang
dilewati massa.
Ya, ini adalah manuver politik tingkat tinggi, saat menggerakkan massa
untuk menggulingkan penguasa
Isu sentimen rasial yang dijadikan sebagai tabirnya.
Kenapa?
Saat mau menggulingkan penguasa, orang bisa melihat, siapa siapa saja
yang PUNYA KEPENTINGAN untuk menggulingkan penguasa.
Tapi saat mendengungkan isu sentimen rasial, maka SIAPA yang punya
kepentingan untuk menggerakkan massa menjadi TIDAK JELAS.
Kerusuhan yang direkayasa? YA, ada fakta yang bis amenguatkan
Kerusuhan yang dikondisikan?? YA, ada kondisi yang bisa dibeberkan.
Kerusuhan rasialis terencana???? Ntar dulu. Kumpulin bukti dulu yang
bisa menguatkan donk.
Bisa bilang orang lain jangan mau dikambing hitamkan, lebih-lebih jangan
mau juga menyiapkan diri sendiri jadi kambing hitam donk.
Menerima, bahwa tragedi MEI 98 sebagai kerusuhan rasial,
Sama aja merelakan diri sendiri jadi scapegoat.
Begitu ada rusuh, buru-buru aja di-isu kan kerusuhan rasial,
maka akan berhenti sampai disitu, nggak bisa diselidiki lebih lanjut
menurut sejarah yang pernah gue baca, kerusuhan rasial enggak ada
penyelesaiannya.
Apalagi sampai ke pengadilan.
Maka membernarkan kerusuhan rasial = mengkambinghitamkan tionghoa.
Gue sih gak rela!
Host a free online
conference on IM.
Nahhh ini baru menarik,
Loocianpwee, selama ini gue berteori bahwa yang bikin kerusuhan itu yang
mau menggulingkan kekuasaan.
Kalau teori kebalikan bahwa yang bikin kerusuhan itu yang mau
mempertahankan itu gimana ya?
Gue cuman pernah baca dari catatan hariannya Soe Hok Gie,
bahwa pemerintah yang berkuasa jaman itu mau mengusahakan supaya demo
mahasiswa disusupi orang-orangnya, pada saat lewat di GLODOK,
supaya ntar jadi isu kerusuhan rasial, lalu mahasiswa yang jadi kambing
itemnya,
tapi waktu itu tidak berhasil lantaran mahasiswa dapet bocoran.
Jadi demo nya ngga jadi ke KOTA tapi ke arah tanggerang terus bakar SPBU
nya pertamina gitu kalu ga salah.
Cerita dunks, waktu Malari gimana?
Di lapangan Banteng kayak apa?
Pembajakan Woyla juga gue baru denger sekarang, ntar gue google ah.
Bom Stupa Borobudur bisa mempertahankan kekuasaan? Gemana tuh ceritanya
tuh? Kayaknya seru tuh.
Kerusuhan yang direkayasa untuk mempertahankan kekuasaan itu pegimana
teorinya?
-----Original Message-----
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
[mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of Akhmad Bukhari
Saleh
Sent: Wednesday, May 23, 2007 10:32 AM
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
<skip>
Tetapi perlu ada catatan bagi pandangan Ul-djie ini.
Kerusuhan Mei '98 bukanlah ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan
atau kekuasaan. Tetapi justru suatu kerusuhan yang direkayasa untuk
mempertahankan kekuasaan!
Taktik ini, controlled upheaval, sudah berkali-kali dilakukan, sejak
Malari,
Lapangan Banteng, Pembajakan Woyla, Bom BCA, Bom Stupa
Borobudur, GAM Aceh pra DOM, dan selalu berhasil. Karena itu OrBa
ketagihan untuk melakukannya lagi ketika kekuasaannya tererosi parah
saat
itu
Namun ketika dilakukan lagi di tahun '98 itu, segala sesuatunya melebar
keluar kontrol, karena kondisi ekonomi masyarakat yang sangat parah
akibat kris-mon.
Wasalam.
[Non-text portions of this message have been removed]
Call your friends
worldwide - free!
Wuah...
Ternyata ngga guna deh debat ama ente. Ngga baca email saya dengan baik
lagi. Kapan saya
pernah TERIAK-TERIAK kalau ini adalah kerusuhan rasial? Gimana sih...Ente
nuduh sembarangan aje.
Kalau kehabisan argumen ya jangan begitu donk caranya...
Awalnya, kupikir gue bisa "memancing" counter-argumen anda yang menarik.
Statement ente
teoritis sekali, sok diplomatis dan keliatannya OK tapi implementasi dari
ente punya statement ga
bakalan ada yang bisa melakukan, apalagi korban.
Emang gampang buang beban dari masa lalu yang kelam? Hehe....Kalo ente jadi
korban,
gue pikir, ente ngga bakalan berani omong kayak begini, enteng banget kayak
ga ada beban.
Kalau mau nulis flame email ya ngga papa, sah-sah aja, cuman yang bagus
dong.
(Wih...bakal ente counter deh, dengan berkata, "emang tulisan loe bagus,
bung others?". Hehehe...).
Aturan dalam berdebat adalah, "Attack the argument, not the person.".
Because when you do, it is
considered as a personal attack. Be warned.
Gue pikir, isu rasial menjadi mencuat salah satunya akibat adanya
gang-raped, mengingat korbannya
adalah gadis-gadis etnis tionghua. Mengapa kok yang kena gadis2 tersebut?
Hal ini kemudian diperkuat
dengan posting salah seorang member disini yang berisi laporan dari UN.
Misfortune inilah yang membuat
orang-orang bereaksi spontan, mendapatkan justifikasi bahwa kerusuhan
tersebut "berbau rasial".
Dengan kata lain, "Ngono yo ngono mung ojo ngono.".
Sampai sekarang, kasus ini kan gelap, mirip "kentut", you cannot see but you
can smell.
Who did it? No one know.
Just another my "flame" emails for today...
_____
Dear Ulysee yb,
saya kira kerusuhan Mei 98 adalah Ulah
Soeharto untuk mempertahankan kekuasaannya.
seperti yang dikatakan AHmad Bukhari
Saleh, saya setuju. Harto berkali-kali
menggunakan manuver sejenis untuk mempertahankan
kekuasaannya. sejarah juga mencatat rangkaian
kerusuhan rasialis yang pernah terjadi di RI.
Di bulan Mei 1963, terjadi kerusuhan anti-tenglang
di Bandung. kerusuhan dimotori oleh mahasiswa-mahasiswa
ITB. beberapa pendapat mengatakan bahwa Masyumi
dan PSI berada dibalik gerakan mahasiswa ITB.
berpuluh tahun kemudian, file CIA dibuka. Amerika
membuka perannya dalam gerakan anti-tenglang 63 di
Bandung. yaitu sebagai konseptor, perancang skenario
mungkin juga sebagai penyandang dana. sedangkan
eksekutornya adalah adalah mahasiswa ITB pro Masyumi
dan PSI, kedua partai yang baru saja dibubarkan oleh
Soekarno karena terlibat pemberontakan PRRI/Permesta.
lalu terjadi kerusuhan serupa di tahun 98
dibulan yang sama. Dr. Syahrir menyebut kerusuhan
Mei 98 sebagai kerusuhan dengan intensitas
kekejian lebih hebat dibandingkan kerusuhan
anti-tenglang di Bandung 63.
seribu lebih orang mati. 200 perempuan tionghoa
diperkosa rame-rame. rumah-rumah tenglang dibakar.
toko-toko tenglang dirampok sekaligus dibakar.
di toko dan rumah pribumi tertulis "MILIK PRIBUMI"
atau "MILIK HAJI PRIBUMI".
sampai saat ini, tidak ada satu pun penjahat
pelaku kerusuhan ditangkap. let alone diadili.
otak dari kerusuhan tak pernah diketahui. tidak
ada satu pun jenderal yang mengundurkan diri
karena tidak mampu menjaga keamanan ibukota dan
negara. hanya Jenderal Prabowo yang dicopot
oleh Habibie.
beberapa kalangan menuduh USA sebagai dalang.
sekalipun tanpa alur yang jelas apalagi bukti-bukti
tertulis dan pengakuan dari pejabat inteligen
atau kedutaan USA.
orang-orang ini hendak menyalahkan pihak asing
sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab
terhadap kerusuhan anti-tenglang. sepenuhnya
mengabaikan dan bersikap apologetik terhadap
para eksekutor pribumi yang menjalankan aksi
anarkis. dengan pembelaan bahwa para eksekutor
itu hanyalah pion-pion. padahal, dalam kasus
korupsi yang melibatkan banyak tingkatan jabatan
maka si pejabat paling rendah tetap akan diseret
ke meja hijau untuk mempertanggung jawabkan
perbuatan jahatnya. setelah itu, pejabat
lebih tinggi dan terus sampai puncak yang
paling bertanggung jawab atas perbuatan korupsi.
logika yang sama harusnya diterapkan untuk
kerusuhan yang lebih keji seperti kerusuhan
Mei 98.
saya mengira JENDERAL PRABOWO adalah pihak yang
paling punya kemungkinan untuk berperan sebagai
otak dibalik kerusuhan Mei 98.
USA memang berperan sangat penting dalam usaha
mendongkel Soeharto. dibantu oleh CSIS dan
kalangan pro demokrasi. mahasiswa adalah pion-pion
yang digunakan sebagai pressure force. tetapi
gugatan agar Soeharto mundur berbeda dengan
gerakan bakar-bakaran dan rampok-rampokan di Mei 98.
Prabowo MUNGKIN punya pikiran bahwa untuk
meredam demonstrasi mahasiswa yang meminta
Pak Harto mundur dengan menciptakan chaos.
agar pihak militer punya alasan untuk menerapkan
situasi darurat perang atau SOB. dipilihlah
Tenglang sebagai korban. karena Tenglang
tidak pernah dianggap sebagai bagian dari
masyarakat "pribumi" dan tidak memiliki pasukan
paramiliter dan senjata untuk melawan.
apabila SOB ini keluar, maka Harto atau
Prabowo atau pihak-pihak militer akan punya
otoritas membungkam mahasiswa, menangkap
tokoh-tokoh pro-demokrasi spt Gus Dur,
Megawati, Amien Rais dsb. sehingga selamatlah
kekuasaan Pak Harto dari gugatan-gugatan
dan arus demokrasi pada saat itu.
tetapi skenario penyelamatan kekuasaan
Orde Baru ini ternyata gagal. entah bagaimana
caranya tetapi ternyata Pak Harto tetap
berhasil dijatuhkan. nah, sebab kegagalan upaya
mengeluarkan SOB itu harus dicari.
indikasi adanya usaha menyelamatkan diri
dari Pak Harto dapat ditemukan lewat
pengakuan Jenderal Wiranto yang mengaku
diinstruksikan oleh Pak Harto untuk
membentuk suatu badan keamanan a la
KOPKAMTIB di saat pak Harto hendak membantai
orang-orang PKI dan pengikut Soekarno.
kelompok pro-demokrasi yang didukung
oleh USA tidak memiliki motif mengembangkan
kerusuhan anti-tenglang guna mendongkel
Pak Harto. kekuataan mahasiswa yang
berhasil menduduki gedung DPR/MPR sudah
cukup untuk membuat pak Harto jatuh
dari kursi kekuasaan.
tanpa adanya kerusuhan anti-tenglang
Mei 98, Pak Harto tetap akan jatuh
apabila mahasiswa dan tokoh-tokoh publik
seperti gus dur, amien rais, megawati,
Cak Nur dsb tetap melakukan demonstrasi
yang berakibat pada berhentinya
kegiatan ekonomi negara.
kalau sudah begini, buat apalagi
mahasiswa, kalangan pro demokrasi
dan USA melancarkan sebuah kerusuhan
anti-tenglang dengan korban sedemikian
besar dan hanya mencoreng nama baik
dan martabat NKRI di mata internasional???
para mahasiswa dan para tokoh masyarakat
itu mencintai Indonesia. mereka tidak
akan melakukan sesuatu yang bisa mencoreng
nama baik Indonesia di mata internasional.
justeru mereka memandang Pak Harto dan
rezimnya telah mencoreng nama baik Indonesia
di mata internasional. Pak Harto sudah
dikenal sebagai seorang diktator kejam
di arena internasional saat itu.
demikian asumsi liar saya yang tidak
bisa dipertanggung jawabkan ini.
Kenken
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ulysee" <ulysee_me2@...>
wrote:
>
Share photos while
you IM friends.
Mas Greysia yb,
saya tanya dikit ya:
1. kapan ada "pesta-imlek" jor-joran
di hotel mewah seperti yang pernah anda
dengar?!
2. ada apa dgn tarian Liong yang anda
katakan ada di mana-mana? gak bole ya?
di mana aja ada tarian Liong & Barong?
apa mereka mengganggu ketertiban umum?
3. Siapa yg "memaksa" kita menyamakan
level kita dgn budaya RRT & Taiwan?
memangnya apa aja bedanya? kan asal budaya
Tenglang kita itu dari Zhongquo.
4. Bangunan kelenteng kita yang unik dan
tidak ada lagi di RRT? itu artinya apa?
maksudnya apa?
5. Kapan ada kasus Bio dibongkar, dipugar
& dibuat semirip mungkin dgn bentuk kuil-kuil
di RRT & Taiwan. anda bisa sebut contoh
kasus & nama Bio-nya? harusnya gimana?
bentuk kuil "khas" Tionghoa di Indonesia
itu seperti apa?? apa gentengnya pake
anyaman daun kelapa spt atap istana pagar
ruyung??
6. banjir budaya "baru" dari RRT itu contohnya
apa toch Mas? saya ndak ngerti. apa aja sih
yang anda maksud dengan budaya "baru" dari RRT
itu??
7. patung-patung made in RRT?? apa aja? harus
beli di mana? apa di Tulungagung ada industri
kerajinan lempung, logam, kayu yang bikin patung
kongco, budha, kwan im, kwan kong dsb??
sori nih banyak tanya Mas Grey. tapi sungguh
saya gak ngerti deh. thanks..
best regards,
Kenken
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, greysia susilo junus
Create a conver-
sation with blogs.
Dear Ulysee yang baik,
menarik analisa kamu yang mengatakan bahwa
korban Tionghoa adalah "ekses" kerusuhan
dan bukan target utama. saya mau tanya,
tolong dijawab dengan lugas:
saat itu ada gerakan mahasiswa demonstran
tuntut Harto mundur. siapa yang mau bunuh
mahasiswa yang berdemo? siapa yang punya
senjata? apakah ada tentara asing (USA)
di jakarta saat itu? kelompok preman dan
paramiliter spt PP, Pemuda Pancamarga dsb
itu binaan tentara.
jadi siapa yang akan tembak dan bantai
demontrans mahasiswa Trisakti?
Salah satu alasan USA dongkel Harto,
menurut hemat saya, adalah KESERAKAHAN
KELUARGA CENDANA dalam mengambil proyek-proyek
bisnis para pebisnis dan bisnis Amerika.
Pasca jatuhnya Soviet Uni, peran Harto untuk
menjadi "anjing-penjaga" komunisme
berakhir sudah. USA tidak punya kepentingan
lagi dengan Harto.
Harto mengerti benar cara-cara
mendongkel penguasa. ia pernah melakukan
itu saat mendongkel Soekarno. tetapi kondisi
di Mei 98 berbeda. justeru dia menjadi
objek yang hendak dijatuhkan.
tetapi siapa aktor lokal yang pegang
senjata di Mei 98 seperti Harto di tahun 65?
kalau dulu, militer satu kata yaitu
hancurkan PKI dan gerus Soekarno. tetapi di
Mei 98, apakah konstelasi ABRI masih sama?
apakah mungkin sipil bisa memiliki
kemampuan kudeta seperti kemampuan militer??
asumsi liar saya: Harto pada awalnya
berpikir untuk melawan. dia perintahkan
Kivlan Zein membantai aksi sejuta umat
apabila aksi itu jadi dibuat. lantas Harto
tembak mahasiswa dan memerintahkan Prabowo
untuk bantai Tenglang.
mengapa lantas gerakan hantam tenglang
cuma 3 hari? dan mengapa selanjutnya harto
bertekuk lutut? mengapa harto tidak melakukan
gerakan dengan maksimal?
saya kira, Harto akhirnya menyadari bahwa
kalao pun ia berhasil mempertahankan
kekuasaan dengan korban begitu banyak
mahasiswa, orang Tenglang dan matinya
tokoh-tokoh reformasi tetap saja ia akan
dikucilkan secara internasional.
Indonesia akan diembargo secara keras. suplai
senjata akan dihentikan. atau bahkan Harto
akan diserang oleh USA seperti perang Iraq.
pada akhirnya Harto akan diadili dan digantung
oleh pengadilan internasional.
plus, ternyata ABRI pecah. ABRI tidak solid
mendukung Harto. terbukti dari pembangkangan
Wiranto. lantas Habibie pun menohok Harto.
makanya Harto sampai sekarang masih
marah sama Habibie.
mayoritas kroni sipil berhianat. tinggalah
harto dengan sedikit jenderal dan kroni
paling setia. tetapi tidak signifikan lagi.
makanya ia lengser keprabon dengan jaminan
jenderal Wiranto yang akan melindungi
harta dan keluarga semua mantan presiden RI.
Prabowo sebenarnya harapan terakhir Harto.
dengan iming-iming bahwa Prabowo akan
diwariskan kekuasaan. Prabowo udah punya
keuntungan sebagai mantu tuan presiden.
lantas Prabowo melaksanakan gerakan bantai
Tenglang. tapi akhirnya, Safrie Samsudin
tarik dukungan setelah pada tanggal 14 Mei
Jenderal Wiranto bertanya "apakah masih mampu
mengamankan ibukota?" kepada Safrie Samsudin.
pertanyaan Wiranto di rapim ABRI itu adalah
tekanan untuk Safrie Samsudin. akhirnya
Safrie tunduk kepada Pangab. dan menohok Prabowo.
melihat ini Prabowo ketir juga. akhirnya
Prabowo juga tidak sanggup lawan Wiranto
dan pro dem. Harto dan keluarga Cendana
terus paksa Prabowo untuk maju. tapi Prabowo
tidak berani. makanya Tutut memaki Prabowo
sebagai PENGECUT.
karena dimaki-maki, Prabowo mendatangi
Ciganjur di malam harinya. Gus Dur sudah
tidur pulas. tiba-tiba bangun karena merasa
ada orang yang sedang pijat-pijat kakinya.
ternyata Prabowo pijat-pijat kaki gus dur
sambil bercucuran air mata.
Gerakan mahasiswa jelas berbeda dengan
aksi bakar Tenglang. jadi ada dua gerakan
di Mei 98. saya ingat justeru saat itu
Mahasiswa mengecam gerakan bakar-bakar
Tenglang. mahasiswa menyerukan agar rakyat
jangan terprovokasi.
gerakan mahasiswa tidak ada kaitan
dengan gerakan bakar tenglang. ini jelas
dilihat. kalau agenda Mahasiswa membakar
Tenglang guna merontokan Harto maka pada
saat massa mengamuk membakar tenglang maka
dapat dipastikan mahasiswa akan ikut di
antara gerombolan anarkis.
tujuan gerakan mahasiswa adalah
menjatuhkan Harto. lantas apa maksud
dan tujuan gerakan hantam tenglang??
begitulah asumsi liar saya yang tidak
bisa dipertanggung jawabkan.
Kenken
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ulysee" <ulysee_me2@...>
wrote:
>
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Put your favorite
photos online.
--- Herny <heirnee@gmail.com> wrote:
> Saya juga setuju dengan pendapat anda. Stereotipe
> orang tionghoa disini
> identik dengan punya uang banyak, sikap masa bodoh,
> dan cenderung eksklusif.
> Sayangnya, hal ini ada benarnya juga, walaupun tidak
> 100%. Apalagi
> akhir-akhir ini sejak jaman Gus Dur, orang-orang
> tionghoa yang selama ini
> ditekan tiba-tiba diberikan kebebasan, yang timbul
> malah euforia yang
> berlebihan dan sibuk memamerkan identitas
> kecinaannya.
>
> Sudah saatnya kita bersikap lebih peduli terhadap
> hal-hal seperti ini.
> Marilah kita mencoba berpikir dengan jernih. Saat
> kita hanya mau bergaul
> dengan sesama etnis tionghoa, bukankah kita menjadi
> eksklusif?
Hallo Sdri. Herny. Pendapat bahwa etnis Tionghua
cenderung eksklusif, hanya mau bergaul dengan etnis
China saja dan tidak mau bergaul dengan orang pribumi
sudah menjadi pendapat umum dan ini sering dianggap
sebagai penyebab antipati orang pribumi terhadap orang
China. Tapi saya sama sekali tidak setuju dengan
pendapat ini. Menurut saya, etnis China menjadi
eksklusif karena ada sebabnya, yaitu karena orang
pribumi terlebih dahulu “memusuhi” etnis China. Jelas
sekali bahwa pada zaman sebelumnya etnis China di
Indonesia dicemooh, ditolak, dan ditekan di Indonesia
karena ke-China-annya. Kalau etnis China “dimusuhi”
oleh pribumi seperti ini, bagaimana mungkin etnis
China masih bisa bergaul baik dengan orang yang
“memusuhi” mereka?
Sebaliknya, orang pribumi memusuhi etnis China juga
bukan tanpa sebabnya. Sebab utamanya adalah “kebijakan
pemerintah” lama yang “menekan dan
mengkambinghitamkan” etnis China membuat orang pribumi
secara otomatis mengikuti kebijakan ini dan selalu
yakin bahwa orang China adalah “penyebab penderitaan
mereka dan ancaman bahaya yang perlu diwaspadai”.
Bisa dilihat, sesudah pemerintah baru memberi
kebijakan “keterbukaan” terhadap etnis dan kebudayaan
China, rakyat otomatis mengikuti kebijakan ini dan
jauh lebih bisa menerima etnis China. Hal ini terasa
sekali dalam kehidupan sehari-hari, tanpa didahului
oleh adanya perubahan apa pun yang signifikan dari
pihak etnis China sendiri, termasuk dalam hal
ke-ekslusifan-nya.
Saya selalu yakin, bahwa penyebab paling utama tentang
masalah etnis China di Indonesia, termasuk kerusuhan
Mei, adalah “kebijakan pemerintah” dan bukan pada
pihak pribumi (dalam arti rakyat) maupun pada etnis
China sendiri.
Mengenai bahwa sesudah era keterbukaan terlihat
ke-euforia-an yang berlebihan dan orang China yang
sibuk memamerkan identitas ke-China-annya saya tidak
pernah melihat hal ini. Bisakah Anda memberi
contoh-contoh yang lebih nyata mengenai hal ini?
Saya malah melihat hal yang sebaliknya, bahwa sesudah
era keterbukaan pun masih banyak etnis China yang
sudah tercuci otaknya ataupun trauma atas penekanan di
masa lalu, dan memiliki perasaan bersalah dan khawatir
untuk menjadi terlalu China di Indonesia. Contohnya
bisa dilihat dari beberapa e-mail di milis ini.
Saat kita
> merayakan imlek besar-besaran di hotel mewah, yang
> sebenarnya tidak perlu,
> ada berapa banyak orang Indonesia lain yang masih
> hidup miskin; jika saya
> menjadi mereka, tidakkah akan muncul rasa iri dan
> pikiran bahwa orang Cina
> kaya-kaya.
Pernyataan semacam ini akan selalu disetujui oleh
kebanyakaan orang sebagai suatu kebaikan yang perlu
dijunjung tinggi. Tapi masalah benar atau tidaknya
pernyataan ini adalah hal lain. Saya setuju untuk
tidak melakukan perayaan yang berlebih-lebihan yang
mencolok dan menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi
saya tidak setuju bahwa merayakan sesuatu dengan
besar-besaran atau mewah itu terkesan buruk untuk
dilakukan. Kalau kita memang punya sedikit
keberuntungan tidak ada salahnya untuk menikmati
hidup. Mengenai berapa banyak orang Indonesia lain
yang masih miskin, kita harus prihatin dan berusaha
membantu, tapi bukan berarti karena hal ini kita harus
menindas kebahagiaan kita sendiri.
Selain kemisikinan di Indonesia, di dunia ini masih
ada berjuta-juta penderitaan dan masalah lain yang
perlu dibantu, mulai dari penyakit, kelaparan,
peperangan, pelanggaran kemanusiaan dan sebagainya,
tetapi apakah karena adanya hal ini kita harus menjadi
martir? Berapa banyak kah orang yang tidak jadi
menonton film di bioskop dan mendermakan uangnya
kepada orang cacat yang meminta-minta di pintu bioskop
karena nilai uang tersebut 100 X lipat lebih berharga
untuk orang cacat tersebut daripada kesenangan mereka
menonton film yang bisa mereka nikmati secara gratis
di Televisi tanpa batas?
Selain itu ada satu faktor penting yang perlu
diperhatikan dalam situasi ini, yaitu yang Anda
sebutkan sebagai “muncul perasaan iri”. Dalam
beberapa kasus mungkin memang ada rangsangan
berlebihan dari luar yang memungkinkan munculnya
perasaan iri ini dalam diri seseorang atau masyarakat.
Tapi seringkali perasaan iri ini sudah lebih dahulu
bercokol dalam diri seseorang atau masyarakat
tersebut. Hal ini disebabkan keterbatasan pemahaman,
yang sebelumnya didahului oleh kurangnya pendidikan,
dan kurangnya pendidikan ini sebelumnya didahului oleh
kemiskinan. Saya bukan ingin membahas topik ini, tapi
yang ingin saya tekankan adalah bahwa, selain dari
pihak tertentu harus berusaha untuk tidak memunculkan
rasa iri pada orang lain, tapi dari pihak orang lain
tersebut juga harus berusaha belajar memahami dan
membedakan apakah “perasaan iri” mereka ini rasional
atau tidak. Ini adalah faktor yang penting.
Contoh lain, dengan kita mengimpor
> barang-barang murah dari Cina;
> makanan, buah, baju, dsb; ada berapa petani dan
> pengusaha pribumi yang
> bangkrut karena tidak mampu bersaing dan akhirnya
> menyalahkan semua orang
> Cina termasuk yang di Indonesia. Hal-hal seperti
> jika tertimbun selama
> bertahun-tahun, dengan sedikit provokasi saja,
> tidakkah akan mengulangi
> tragedi Mei 98?
>
Saya rasa hal mengimpor barang murah dari China tidak
ada hubungan erat dengan masalah etnis China di
Indonesia. Yang perlu diingat adalah bisnis bukanlah
kegiatan sosial. Ada kode etik tertentu dalam bisnis
yang harus kita pegang, tapi kalau dalam berbisnis
kita selalu memikirkan berapa banyak orang yang tidak
mampu bersaing dengan kita, jangan heran kalau bisnis
kita tidak pernah maju, dan mungkin ini ciri-ciri
bahwa kita lebih berbakat menjadi pekerja sosial
daripada businessman. Seperti yang saya sebut di atas
mengenai “rasa iri”, dalam kasus ini juga selain dari
satu pihak memang harus berusaha menerapkan bisnis
yang saling menguntungkan, tapi dari pihak lain juga
perlu adanya peningkatan pemahaman apakah “menyalahkan
orang yang mengalahkan kita dalam berbisnis” adalah
rasionil?
> Teman-teman, sebelumnya saya mohon maaf, tolong
> jangan salah paham terhadap
> apa yang barusan saya katakan. Saya sendiri adalah
> etnis Tionghoa dan saya
> sangat menghargai budaya tionghoa, saya mengagumi
> bangunan Kota Terlarang yg
> bisa benar-benar simetris, tembok cina yang begitu
> panjang, saya suka minum
> teh cina, saya suka nonton F4 dan dengar lagu cina,
> dan saya juga mengalami
> diskriminasi tapi hal itu tidak merubah kenyataan
> bahwa saya adalah orang
> Indonesia, yang lahir dan tinggal di Indonesia, dan
> karenanya juga harus
> peduli dengan kondisi bangsa ini
>
Saya pikir tidak perlu meminta maaf karena kita semua
di sini sama dan sedang berdiskusi. Semua ungkapan
Anda ini benar-benar perlu dihargai. Dari saya
sendiri, seperti sudah disebutkan di atas, saya merasa
bahwa kelihatannya banyak orang yang khawatir
kalau-kalau menjadi “China” di Indonesia adalah
sesuatu yang salah, seolah-olah menjadi China berarti
kurang nasionalis terhadap Indonesia, dan akan mejadi
orang yang lebih "berbudi luhur" jika berusaha untuk
menjadi tidak terlalu China.
Saya selalu berpikir sebaliknya, di samping saya harus
berusaha berbaur dengan pribumi, tapi dari pihak
pribumi juga bisa harus bisa belajar dan menghargai
ke-China-an saya. Pemahaman dasar ini penting sekali
untuk orang pribumi sendiri, bukan hanya hubungannya
dengan ke-China-an saya pribadi tapi untuk memperluas
cakrawala mereka secara umum. Saya sendiri merasa,
selama identitas ke-China-an saya ditekan seperti
zaman sebelumnya, saya tidak akan pernah bisa
benar-benar berbaur dengan orang pribumi dan dengan
negeri ini. Tidak peduli bagaimana pun saya berusaha,
tidak mungkin saya bisa bersatu dengan orang yang
menolak saya, karena penolakan tersebut ada pada
mereka, dan bukan pada saya.
Hal ini bukan berarti bahwa saya menganggap etnis
China seluruhnya dalam pihak yang benar atau pihak
pribumi seluruhnya berada dalam pihak yang salah.
Semua hal yang Saudari sarankan perlu dilakukan. Yang
ingin saya tekankan adalah selain dari pihak etnis
China, usaha-usaha perbaikan juga harus datang dari
pihak pribumi.
Menyelesaikan masalah etnis China dengan hanya
mengandalkan semua inisiatif dari pihak etnis China
berarti melakukan pembodohan terhadap pribumi. Kalau
etnis China berusaha berbaur, etnis China berusaha
tidak menimbulkan kecemburuan sosial, etnis China
berusaha tidak menyolok dalam berbisnis, hal ini
berarti etnis China “hanya” membuat orang pribumi
tidak antipati terhadap etnis China, tidak iri
terhadap orang China, dan tidak marah terhadap orang
China. Hal ini hanya menguntungkan bagi keselamatan
dan keamanan etnis China sendiri, tetapi membiarkan
orang pribumi tetap dalam kegelapan dan
ketidakmengertiannya.
Tetapi kalau kita meminta orang pribumi juga
bertanggung jawab terhadap persepsi dan pemahaman
mereka sendiri, hal ini berarti kita membantu pribumi
menghindari pembodohan. Tanggung jawab terhadap
persepsi ini termasuk, bagaimana mereka menyikapi
keanekaragaman etnis, kemungkinan bahwa perasaan
cemburu sosial mereka tidak berdasar (selama memang
bukan ada penyebab dari pihak etnis China yang
keterlaluan), atau kemungkinan bahwa sikap menyalahkan
pihak lain dalam berbisnis adalah kurang tepat. Hal
ini bisa menjadi awal dari kemajuan pribumi sendiri
dan juga kebersatuan negara kita dari segala jenis
keanekaragamannya.
Kurniawan
__________________________________________________________
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html
Saya tidak setuju dengan pendapat Sdri. Greysia di
bawah ini. Menurut saya, pendapat semacam ini adalah
contoh permainan "menghukum diri sendiri" akibat
kejadian di masa lalu. Pemahaman semacam ini akan
merugikan etnis China dan pihak pribumi sendiri.
Penjelasannya bisa dilihat di topik yang sama, yang
saya ubah sedikit judulnya menjadi "Membantu Pribumi
Menghindari Pembodohan".
Kurniawan
--- greysia susilo junus <greysiagreysia@yahoo.com>
wrote:
__________________________________________________________
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
http://searchmarketing.yahoo.com/arp/sponsoredsearch_v2.php
Share photos while
you IM friends.
Kekerasan seksual terhadap wanita etnis China memang
benar-benar terjadi dan diakui sendiri oleh pemerintah
waktu itu. Tapi kejahatan ini tentunya bukan
dilakukan secara spontan oleh rakyat, tapi oleh
kelompok terorganisir untuk kepentingan tertentu.
Ini kutipan dari TEMPO Edisi 6-12 OKTOBER 1998, topik
utama Pemerkosaan: Cerita dan Fakta
Opini, halaman 15
Paragraf 1:
Tentang pemerkosaan, ada begitu banyak cerita dan tak
begitu banyak fakta. Ini tidak berarti bahwa orang
dengan gampang dapat mengatakan bahwa semua laporan
tentang brutalitas yang berlangsung dalam kerusuhan
Mei lalu terhadap kalangan keturunan Cina, hanya
teriakan kosong yang tidak menyenangkan. Majalah ini
menunjukkan bahwa kekerasan itu memang pernah terjadi.
Sejumlah perempuan, seperti Mona dan gadis-gadis lain
(lihat halaman 63), dipaksa sekelompok orang secara
seksual. Dan mereka dijahanami karena mereka berasal
dari ras tertentu. Mereka Tionghoa.
Paragraf 10:
Bagaimanapun, Tim Relawanlah, dengan laporannya yang
mengejutkan itu, yang telah menggerakkan masyarakat
dan pemerintah untuk menjadi saksama dalam menangani
kekerasan ini. Mungkin karena itu pula, seperti
indikasi yang kami peroleh dari jajak pendapat TEMPO
interaktif, hampir 80 persen responden percaya bahwa
pada Mei yang lalu sebuah pemerkosaan massal terjadi –
meskipun itu tidak menunjukkan bahwa kejadian itu
sudah sepenuhnya tersingkap. Pemerintah yang semula
hanya bisa bilang “tidak benar ada pemerkosaan” juga
akhirnya bereaksi secara positif. Sebuah tim gabungan
pencari fakta dibentuk. Menteri Kehakiman bahkan
mengatakan pemerintah mengakui bahwa kekerasan seksual
terhadap perempuan keturunan Cina itu memang terjadi.
Halaman 16 paragraf 4:
Para dokter, atau siapa saja yang tak bersedia hidup
terus menerus dengan kebencian, tak layak diam.
Setiap bangsa perlu berbersih diri. Untuk itu, ia
perlu mengakui bahwa dirinya mungkin saja – atau
memang – pernah kotor.
--- Others <others@softwareinovasi.com> wrote:
>
> Tetapi bagaimana dengan kasus-kasus gang-raped yang
> "denger-denger"
> dialami oleh gadis-gadis etnis tionghua? Jika hal
> ini BISA dibuktikan dan
> diangkat ke forum internasional (walaupun saya
> sangat paham hal ini hampir
> mustahil, mengingat mana ada gadis korban perkosaan
> yang mau...), maka
> secara
> otomatis kerusuhan tersebut langsung dapat
> dikategorikan sebagai kerusuhan
> rasial
> dan seharusnya pihak berwenang, baik dalam maupun
> luar negeri, melakukan
> pengusutan
> secara tuntas. Saya berpikir ini adalah kuncinya.
>
> Sulit?
>
> Just another my two cents...
>
__________________________________________________________Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta.
http://www.acehinstitute.org
Kolom Gampong 070507 website Aceh Institute|
TEMAN | Oleh: Sulaiman Tripa |Koordinator FDT Budaya
Aceh Institute
HATI-hati, selama ini, semangat mencari teman untuk
mesum dapat dilakukan lewat berbagai media. Internet,
sudah menyediakan banyak fasilitas, seseorang bisa
saling bertukar gambar apa saja. Bahwa ketelanjangan
tubuh pun dapat dibagi lewat yang namanya internet.
Fasilitas yang ada dalam massangger, misalnya. Dengan
ngobrol jarak-jauh, teman yang masuk dalam sekejap
saling mengenal tanpa mengenal batas. Dari gampong pun
bisa mendapatkan teman dengan segera. Prasyarat, tentu
saja jaringan internet. Ini menjadi bagian implikasi
negatif sebuah kemajuan teknologi.
Di samping yang negatif, tentu banyak yang positif.
Internet bisa menjadi jaringan dakwah juga. Membagi
pengetahuan agama, misalnya, juga dapat dilakukan
melalui internet. Seorang teman, bahkan membuat sebuah
website pribadi yang isinya, khusus masalah
kajian-kajian agama.
Banyak yang positif dari hadirnya sebuah teknologi.
Walau di antara itu, ada yang negatif. Ibarat sebuah
pisau, bisa digunakan untuk kebaikan, tapi ada orang
yang menggunakannya untuk kejahatan. Begitu juga
dengan internet, bisa untuk kebaikan, juga bisa
dipergunakan untuk kejahatan dan hal-hal yang tidak
baik.
Syahdan, pada pasal ini saya ingin melihat sesuatu
yang negatif, yang barangkali dapat menjadi pengalaman
bagi orang lain. Khususnya ngobrol lewat internet. Ini
menjadi ruang untuk menjalin persahabatan zaman baru.
Pun demikian, chatting juga bisa menjadi ruang untuk
mencari perselingkuhan baru secara maya.
Sekitar tiga tahun lalu, ketika saya masih tinggal di
Jakarta, saya mempunyai seorang teman yang mengelola
internet di sekitar Rawamangun. Sebagai pengelola,
tentu ia mempunyai banyak waktu untuk chatting.
Ngobrol dan mencari teman dengan tanpa dibatasi
teritori, bukanlah masalah. Tapi apa yang terjadi bila
teman baru yang didapatkan itu rela membuka pakaiannya
di depan webcam.
Itu menjadi masalah. Saya membayangkan, bagaimana bila
ada saudara saya, teman saya, atau bahkan orang
gampong saya yang seperti itu. Teman saya yang di
Jakarta itu, merupakan corak orang yang ternyata
mendapat kesenangan secara maya. Kesenangan yang
buruk, yang tidak patut dicontoh oleh orang lain.
Setelah tsunami, Aceh menjadi kawasan yang sangat
terbuka secara maya. Kemajuan itu, seperti yang saya
katakan, sama sekali bukan masalah. Namun
kenyataannya, ada orang yang mengambil implikasi
negatif ketimbang positif. Ketika chatting sudah
menjadi ruang baru bagi sebagian muda di Aceh untuk
mencari teman dari seluruh jagad, ada sebagian yang
mempergunakan untuk berkomunikasi yang jorok-jorok.
Sudah menjadi kenyataan baru, melalui chatting, banyak
orang yang sudah tidak canggung untuk mempergunakan
kata-kata yang jorok. Di nanggroe kita ini, saya juga
pernah mendapat teman yang membagi-bagi keindahan
tubuhnya. Ini menjadi masalah baru yang berpotensi
merusak tatanan kehidupan di Aceh.
Solusinya, tentu bukan dengan melarang internet. Tapi
bagaimana implikasi negatif dari internet itu bisa
ditekan. Dalam zaman sekarang, internet sudah menjadi
kebutuhan penting. Alur komunikasi dan informasi
menjadi sangat lancar, dan menjadi makna penting dari
kehadiran teknologi ini.
Semuanya terletak pada manusianya. Orang yang
menggunakan teknologilah yang menentukan untuk tujuan
apa sebuah kemajuan teknologi itu dipergunakan. Untuk
tujuan positifkah? Untuk tujuan negatifkah? Yang
jelas, orang tua, memiliki tugas baru untuk menjaga
anak-anaknya dari pengaruh negatif dari kemajuan
teknologi komunikasi dan informasi ini.
Semisal mencari teman baru di dunia maya, seorang anak
harus diingatkan untuk selalu berhati-hati. Untuk
selalu waspada agar tidak mudah tergoda.[ST]
Hak Cipta Terlindungi
© Copyrights by The Aceh Institute - 2007
http://www.acehinstitute.org
original URL:
http://www.acehinstitute.org/gampong_sulaiman_tripa_teman.htm
__________________________________________________________
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367
Share photos while
you IM friends.
----- Original Message -----
From: Ulysee
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, May 23, 2007 12:31 PM
Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
> Cerita dunks, waktu Malari gimana?
> Di lapangan Banteng kayak apa?
> Pembajakan Woyla juga gue baru denger sekarang, ntar gue google ah.
> Bom Stupa Borobudur bisa mempertahankan kekuasaan?
> Gemana tuh ceritanya tuh? Kayaknya seru tuh.
> Kerusuhan yang direkayasa untuk mempertahankan kekuasaan itu
> pegimana teorinya?
-------------------------------
He he he... panjang tuh ngomonginnya.
Walau menarik, tetapi OOT lah sama milis budaya tionghoa ini.
Di sini lebih asyik ngomongin puisi terjemahan Tjio-heng aja ah...
Wasalam.
Share photos while
you IM friends.
Kalau Jaya Suprana bikin rekor MURI untuk kategori "pian hoa di milis",
pasti juaranya adalah yang namanya (salahsatu nama) Kenken ini ya, he he
he...
Hari ini saja sudah pian hoa dua kali!!
Belom yang kemarin-kemarin.
Kalau cuman Kauw Cee Thian aja sih kalah kosen deh...
Wasalam.
=====================================
----- Original Message -----
From: extrim_bluesky
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, May 23, 2007 1:11 PM
Subject: [budaya_tionghua] Ulysee, Korban Tionghoa adalah ekses??
> begitulah asumsi liar saya yang tidak
> bisa dipertanggung jawabkan.
>
> Kenken
-------------------------------------
----- Original Message -----
From: Azura-Mazda
To: komunitas-tionghoa@googlegroups.com
Cc: BT
Sent: Wednesday, May 23, 2007 12:58 PM
Subject: [budaya_tionghua] Kerusuhan Mei 98 adalah Ulah Soeharto
> demikian asumsi liar saya yang tidak
> bisa dipertanggung jawabkan ini.
>
> Kenken
Share photos while
you IM friends.
You're invited to try
Gw bantu mbak Greysia jawabin hehehehehe
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "extrim_bluesky"
<Extrim_bluesky@...> wrote:
>
> Mas Greysia yb,
>
> saya tanya dikit ya:
>
> 1. kapan ada "pesta-imlek" jor-joran
> di hotel mewah seperti yang pernah anda
> dengar?!
>
Banyaklah
Tapi ya itu mah komoditas bisnis.
Liat kalu mo imlek ada aje tawaran imlek di hotel.
Baunya gak jauh dari bisnis.
Kalu yg ngadain pejabat atawa pengusaha seh itu kalu kata gw seh
lage cari nama.
Lha perayaan imlek khan benernya silaturahmi boooooooooooo
> 2. ada apa dgn tarian Liong yang anda
> katakan ada di mana-mana? gak bole ya?
> di mana aja ada tarian Liong & Barong?
> apa mereka mengganggu ketertiban umum?
>
Pernah denger barong ngamen gak ?
> 3. Siapa yg "memaksa" kita menyamakan
> level kita dgn budaya RRT & Taiwan?
> memangnya apa aja bedanya? kan asal budaya
> Tenglang kita itu dari Zhongquo.
>
Zhongguo itu gede , pernik2 budaya org Khe ama Hokian aja bisa beda.
> 4. Bangunan kelenteng kita yang unik dan
> tidak ada lagi di RRT? itu artinya apa?
> maksudnya apa?
>
> 5. Kapan ada kasus Bio dibongkar, dipugar
> & dibuat semirip mungkin dgn bentuk kuil-kuil
> di RRT & Taiwan. anda bisa sebut contoh
> kasus & nama Bio-nya? harusnya gimana?
> bentuk kuil "khas" Tionghoa di Indonesia
> itu seperti apa?? apa gentengnya pake
> anyaman daun kelapa spt atap istana pagar
> ruyung??
>
nomor 4 gw jawab di nomor 5.
Lu pigi ke Sampokong sono heuhehehehehehehehe
Pohon Rante yg khas SAMPOKONG en gak ada dimana2 aje disemen ama
dicor beton.
Amburadullah pokokne.
Beda ama taon 80an
> 6. banjir budaya "baru" dari RRT itu contohnya
> apa toch Mas? saya ndak ngerti. apa aja sih
> yang anda maksud dengan budaya "baru" dari RRT
> itu??
>
Budaya RRT yg ngalir ini budaya RRT UTARA yg JELAS BEDA SAMA
MAYORITAS HUAKIAO DI Indonesia yg asalnye dari selatan.
> 7. patung-patung made in RRT?? apa aja? harus
> beli di mana? apa di Tulungagung ada industri
> kerajinan lempung, logam, kayu yang bikin patung
> kongco, budha, kwan im, kwan kong dsb??
>
Hm emang seh sebenernya banyak patung2 yg ada itu banyakan made in
RRT. Kalu nurut gw seh wajar.
Kalu urusan2 geser menggeser seh rasanya kagak ya mbak.
Biasanya patung yg utama ataw asli atawa awal itu tetep mesti ada.
Gak dibuang.
> sori nih banyak tanya Mas Grey. tapi sungguh
> saya gak ngerti deh. thanks..
>
> best regards,
> Kenken
>
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, greysia susilo junus
Send up to 1GB of
files in an IM.
Koq tambah bermutu yah ?
Setelah Madeleine Albright buka suara saat itulah sekringnya ngejepret.
In a message dated 5/22/2007 11:16:28 P.M. Pacific Daylight Time,
begitulah asumsi liar saya yang tidak
bisa dipertanggung jawabkan.
Kenken
************************************** See what's free at http://www.aol.com.
[Non-text portions of this message have been removed]
Host a free online
conference on IM.
pola pikir yang bagus sekali ,saya salut atas tulisan ini.
http://www.friendster.com/feifei2899
---------------------------------
Meet your soulmate!
Yahoo! Asia presents Meetic - where millions of singles gather
[Non-text portions of this message have been removed]
Send up to 1GB of
files in an IM.
Tetapi perlu ada catatan bagi pandangan Ul-djie ini.
Kerusuhan Mei '98 bukanlah ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan
atau kekuasaan. Tetapi justru suatu kerusuhan yang direkayasa untuk
mempertahankan kekuasaan!
Taktik ini, controlled upheaval, sudah berkali-kali dilakukan, sejak Malari,
Lapangan Banteng, Pembajakan Woyla, Bom BCA, Bom Stupa
Borobudur, GAM Aceh pra DOM, dan selalu berhasil. Karena itu OrBa
ketagihan untuk melakukannya lagi ketika kekuasaannya tererosi parah saat
itu
Namun ketika dilakukan lagi di tahun '98 itu, segala sesuatunya melebar
keluar kontrol, karena kondisi ekonomi masyarakat yang sangat parah
akibat kris-mon.
Prom:
Kerusuhan adalah seperti meja roulette yang berputar. Tempat terjadinya
pertaruhan siapa yang akan berkuasa. Setiap saat, kondisi bisa berbalik.
Siapapun bisa ikut 'bertaruh' dan bisa jadi pemenangnya. Akan tetapi, bandar
tidak rugi. Bukankah seperti itu ?
Apakah kerusuhan dimaksudkan untuk mempertahankan kekuasaan atau merebut
kekuasaan, perbedaannya sangat tipis.
Kita tidak tahu apakah ada yang menggunting dalam lipatan. Apakah mungkin
ada provokasi untuk melakukan first-strike ataupun double-crossing ? Mungkin
hanya para pelaku yang tahu. Sebagian besar kita tidak.
Alhasil, dari kita hanya akan muncul beragam rajutan cerita berbeda walaupun
menarik benang diantara fakta yang sama.
Yang lebih penting adalah healing dan kemudian bagaimana meminimalkan adanya
kerusuhan / korban jiwa, terutama mereka yang tidak bersalah, dalam setiap
pergantian kekuasaan.
Kita sudah mendengar berbagai pendapat/upaya, mulai dari melakukan demokrasi
politik, membangun pluralisme, perbaikan ekonomi dan kesenjangan,
kebangkitan civil society yang lebih kritis, sampai pada upaya memberikan
'hukuman' yang dapat menimbulkan efek jera bagi mereka yang 'senang'
memanfaatkan kerusuhan sebagai kendaraan kekuasaan.
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.7.6/815 - Release Date: 22/5/2007
3:49 PM
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:budaya_tion...@yahoogroups.com
mailto:budaya_tionghu...@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tiongh...@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
menurut saya gini aja, toh pemerintah maupun tokoh masyarakat yg terkenalpun atau presiden cuek banget ttg kerusuhan mei 1998 ini.
daripada kita habis duit untuk beli obat penurun darah tinggi, kita jaga sikap sendiri aja. Toh yg kalian cerita ini 99% hanya kerusuhan di jakarta. Kalian apa tahu kerusuhan di daerah bagaimana ?
Di daerah asal saya, di jalan veteran ada wanita Tionghoa ditelanjangi rame-rame dan dikerjain. Mungkin ada teman milist yg bisa cerita apa ada wanita (maaf, pribumi) yang ditelanjangi dan dikerjain pada hari kerusuhan itu?
Di jalan lain, ada engkong menebas mati perusuh yg masuk rumah karena mau memperkosa cucunya pakai samurai yg dipajang diatas TV.
Mungkin ada dari teman milist yg mendengar ada pemuda Tionghoa merampok di rumah elite (maaf sekali lagi istilah ini, pribumi) dan mencoba memperkosa wanita didalam rumahnya ?
Ok lah kalo mereka bilang kerjaan elite politik, toh apa yg harus kita harapkan dari mereka? Boro-boro politisi (maaf lagi, pribumi) , sekaliber kwik kian gie, frans winata SH, etc aja gak ada nyali untuk ini.
So, biarkan lah....hemat obat darah tinggi.
kata orang bijak, berbuat sesuai kata hati toh? kalo hati anda gak sreg, kenapa harus dipaksakan.
* sorry kalo kalimat ini agak membingungkan...*
bagaimana selanjutnya terserah anda......
---------------------------------
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
[Non-text portions of this message have been removed]
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta
Dear Koh You Qing Long yb,
thanks atas jawabannya. saya tanya
lagi dikit nech.
1. Jadi mestinya gimana merayakan
imlek?! kalo perayaan di hotel
itu dikategorikan sebagai "mewah"?
lagipula, itu imlek resminya dirayakan
sebagai hari raya agama Konghucu di
Indonesia.
setiap hari besar keagamaan, dihadiri
oleh Presiden sbg simbol penghormatan
pemerintah RI atas hari besar agama
tersebut.
2. Barongsai ngamen, saya pernah liat di
Muara Karang. ya mirip dgn pengamen liar
dan kalangan gereja yg lagi cari donasi.
apa ini salah?! melanggar ketertiban umum
ya?! pasal apa? mestinya Barongsai main
di mana?
3. Zhongguo memang gede. sekitar 9 juta
km persegi lebih luasnya. terdiri dr
56 suku. tapi asal dari tradisi, ekspresi
& atribute Tionghoa di sluruh dunia ya
dari Zhongguo. gak bisa dipisah dan diputus
gitu aja.
jawaban No.4 & 5 gak nyambung Koh Cing Lung.
Kelenteng Sam Po Kong direnovasi gak ada
urusannya dgn mau "meniru abis-abisan"
kelenteng di RRT.
gua liat Bun Tek Bio, Toa Se Bio, Chen
te Yen dsb itu ya gak ada bedanya dgn
foto-foto bio di Singapura, Taiwan dan
RRT. mungkin kalah bagus iya, tapi secara
atribute dan ciri khas ya mirip. dominan
warna merah, ada ukiran naga, ada huruf
Tionghoa dsb.
nah, pertanyaan awal saya ke Mas Greysia
itu masalahnya di mana supaya gak dituduh
mau jiblak RRT abis-abisan?! mesti ganti
huruf mandarin dgn huruf batak? mesti
ganti ukiran Tionghoa dgn batik SOlo
atau apa??
itu mesjid CHeng HO di Surabaya dibangun
dgn arsitektur Tionghoa. beda jauh dgn
arsitektur mesjid gaya Arab. apa itu salah?!
PITI Jl. Lao Tze mau bangun mesjid sejenis
dgn gaya arsitektur Tionghoa. mirip kelenteng.
apa itu juga salah?! bakar aja semua atribut
Tionghoa kalo begitu. kalo perlu bakar
diri kita yang beretnis Tionghoa ini. biar
gak jadi Tionghoa lagi, tapi jadi debu.
6. bisa kasi contoh apa banjir budaya
"baru" Tiongkok Utara?? selama masa Soeharto,
cuma masuk film-film Hong Kong yang dibintangi
oleh Andy Lau, Steven Chow cs.
saat ini, ada F4 dari Taiwan. itu Budaya
"baru" RRT??
7. Nah, masalah patung, Koh Cing Lung bener tuh.
si Mas Greysia itu ngomong apa?! kok kayanya
anti bener sama RRT. sampe patung aja diributin.
La, pernah masuk bio atau kelenteng gak si
Mas Grey itu?! itu patung Kongco yang ada
di Bio berusia udah ratusan tahun. gak pernah
beli patung dari RRT.
kalo pun ada patung baru ya karena gak
ada yg jual di RI. masa mau diganti sama
patung Semar, Petruk & Gareng?! ga nyambung
kan.
best regards,
Kenken
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "you_qing_long"
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta
Neng Ully yang baik (emang baik karena tidak sakit, huhuhu)
Semua budaya harus dilestarikan, baik budaya tionghua indonesia maupun yang
datang lagi dari sono, budaya tionghua di sini sudah berkembang jauuuhh,
seperti gambang kromong etc, potehi, dls itu 'kan hampir punah, jadi kalo
mau melestarikan ya itu dulu lah, kalo kita sekarang mau merengkuh budaya
tionghua dengan melalap mentah-mentah yang datang dari RRC dan Taiwan, lha
nanti siapa yang mau melestarikan budaya tionghua yang berkembang disini ?.
Tapi memang aneh ya, Loo Kay baru saja makan semeja dengan Parakitri Tahi
Simbolon dari Gramedia, ybs cerita bahwa sebenarnya sumber awal sastra
Indonesia adalah bukan sastra Melayu tetapi sastra Baba yaitu keturunan
tionghua yang mulai dengan surat kabar dan terbitan buku jeman Belanda dulu
dengan bahasa Melayu Pasar atau Melayu Rendah, termasuk diantaranya genre
cerita silat : Boe Hiap, Gie Hiap, Kiam Hiap de el es. Maka di jaman
euphoria ini Gramedia menerbitkan kembali buku seri sastra tionghua di jaman
belanda, seperti misalnya Bunga Roos dari Cikembang karangan Kwee Tek Hoay
(1927), tapi apa daya jualannya nyungsep, rencana buat 25 seri cuma sampai 9
sudah habis napas. Jadi melestarikan yang mana dengan cara apa juga jadi
masalah.
Masalah cerita silat misalnya, karena nostalgila opa-opa kayak Loo Kay ini
maka penerbitan kembali memakai Hokkian (udah pasti ada yang beli), kalau
pakai pin yin, gambling juga, karena yang muda lebih gemar chicklit dan
Tiger Wong dan yang tua seperti saya otaknya sudah susah untuk transformasi
ke pinyin.
Tapi nggak usah bingung, tenaga kita 'kan terbatas, coba lestarikan satu
segmen saja kalau kita kerjakan dengan baik sudah lumayan kok. Salam, Tan
Loo Kay
[Non-text portions of this message have been removed]
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
And tell the world
what you think.
Debat??? Itu belum nyampe debat donk! Baru pemanasan. Ibaratnya mau
tarung, belon melancarkan jurus, baru dorong-dorongan, wakakaka.
BTW, apakah Anda tidak tahu bahwa kalimat:
"Ente sama sekali tidak menunjukkan simpati." dan
"Kalo ente jadi korban, gue pikir, ente ngga bakalan berani omong
kayak begini, enteng banget kayak ga ada beban."
juga termasuk "Attack the person, not the argument" alias ad hominem?
Huehuehuehue, hanya sekedar mengingatkan.
Anda mau debat yang ikut aturan? tanpa logical fallacy?
Boleh, ayuk! Udah lama cari sparring untuk descent fight.
Cihuy!
Nah mau mulai darimana sekarang?
1. Dari menentukan lapangan dulu ya. Anda berdiri di lapangan yang
mana?
a. Yang menyatakan bahwa kerusuhan Mei 98 adalah kerusuhan rasial.
b. yang menyatakan bahwa kerusuhan Mei 98 adalah BUKAN kerusuhan
rasial?
2. Menanggapi statement Anda:
"Gue pikir, isu rasial menjadi mencuat salah satunya akibat adanya
gang-raped, mengingat korbannya adalah gadis-gadis etnis tionghua.
Mengapa kok yang kena gadis2 tersebut?
Hal ini kemudian diperkuat dengan posting salah seorang member
disini yang berisi laporan dari UN.
Misfortune inilah yang membuat orang-orang bereaksi spontan,
mendapatkan justifikasi bahwa kerusuhan tersebut "berbau rasial".
Saya setuju dengan pendapat yang ini. Isu kerusuhan rasial, menurut
pengamatan saya, baru mulai muncul setelah adanya kisah Vivian yang
menyebar via internet. Yang, kalau ngga salah - boleh dibetulin
kalau ada info lain - mulai beredar lewat dua minggu- hempir sebulan
setelah kerusuhan.
Tapi itu bukan satu satunya justifikasi orang akan adanya kerusuhan
rasial, yang biasanya dibawa-bawa adalah toko-toko milik Tionghoa
yang kena jarah atau kena bakar. Melupakan bahwa hampir di setiap
kerusuhan, yang kena jarah ya toko donk, masa mau jarah kantor pos.
Bahwa pemiliknya tionghoa, ya lantaran orang tionghoa banyak
berperan di sektor dagang/distribusi barang. Toh banyak juga toko
milik pribumi yang kena rusak dan kena jarah.
Tapi bukan berarti menutup kemungkinan ada pihak yang mencoba
mendompleng untuk kepentingan pribadi, ikut menyebarkan isu RASIAL
ini. Sebab, merebaknya kasus perkosaan, yang sampai sekarang saya
percaya memang benar terjadi, kemudian secara sistematis dihembuskan
dikipas-kipas. Nah, kenapa bisa ter-hembus secara sistematis, itu
juga menarik untuk dibahas.
*kok jadi ber saya-saya neh, biasanya cuek gue-elu...hehehehe*
Share photos while
you IM friends.
Waaahhhh CURAAAANGGGGGGG !!!!!
Nggak OOT donk kalau masih dihubungkan sama MEI 98.
Lagian juga ngga ada larangan ngomongin politik, sebab katanya
politik bagian dari budaya, dan punya pengaruh sama tionghoa
Indonesia. Hihihihi.
Kyahahahaha, gitu deh, kalau garis batas nya abu abu, jadi bingung.
Okeh kalau gitu ga usah omong Malari de el el, Ngomong Mei 98 aja,
Gimana bisa dianggap Kerusuhan Mei 98 itu sebagai "Kerusuhan yang
direkayasa untuk mempertahankan kekuasaan" itu pegimana teorinya?
Kalau ada yang bilang itu OOT, gue mau nuntut semua judul PERINGATAN
TRAGEDI MEI 98 dicabut dari milis ini, hehehee.
Mau ngomongin puisi terjemahan zhou-xiong, boleh, di judul lain
dunks, ah.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Akhmad Bukhari Saleh"
Nah itu, yang perlu ditilik itu:
Kasus perkosaan yang terjadi:
1. apakah dilakukan secara terorganisir, atau secara spontan?
2. kalau terorganisir, siapa/ kelompok mana yang mengorganisir?
3. kalau terorganisir, untuk kepentingan apa? apa tujuannya? Apa
motivasinya?
4. dari opini:
"hampir 80 persen responden percaya bahwa pada Mei yang lalu sebuah
pemerkosaan massal terjadi"
pertama-tama, harus kembali ke istilah "PERKOSAAN MASSAL"
1. apa yang bisa dikategorikan sebagai perkosaan massal?
2. Apakah sudah diketahui umum, bahwa istilah "gang rape"
dengan "mass rape" itu berbeda arti dan pengertiannya?
3. Sudahkah disadari, bahwa salah persepsi dan salah penggunaan
istilah, bisa mementahkan argumen dan inti permasalahan yang mau
diangkat?
Dari sinilah awal kontraversi tidak berkesudahan yang tidak
berujung! Adanya perbedaan persepsi terhadap suatu istilah!
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Kurniawan
Dr. Ir, nyindir apa muji sih, nggak jelas, wakakakaak.
Tull, saat Madeline Albright buka suara, langsung kejadian.
Jebret!!!
Jadi boleh donk nuduh keterlibatan Agen Asing sebagai trigger
kerusuhan?? Heheheheh.
Apalagi waktu Sandyawan bawa kasus Mei 98 ke depan kongres As,
reaksinya cuma "jadi butuh bantuan apa?"
sehingga beliau kheki seolah olah dateng cuman mau ngemis dana, atau
apa gitu lah.
Ngga ada itikad untuk ikut campur tangan menegakkan keadilan...
seperti yang biasa didengungkan.
Tanya kenapa.....? hohohoho.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, drirawan@... wrote:
>
>
> Koq tambah bermutu yah ?
> Setelah Madeleine Albright buka suara saat itulah sekringnya
ngejepret.
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Send up to 1GB of
files in an IM.
Lookay,
berhubung kayaknya sekarang banyak yang euphoria sama budaya yang
impor punya. Gue mau fokus sama budaya yang nyaris punah aje deh.
Tapi tolong kasi pencerahan dunks,
selain gambang kromong, wayang potehi, kebaya encim, apa lagi
akulturasi dua budaya yang masih bisa dipertahankan?
mau bikin LIST nih, untuk bikin peta, apa lagi yang bisa dilakukan
untuk mempertahankan budaya yang ada.
sambil mencoba menyerap yang impor untuk memperkembangkan budaya
yang ada gitchu lhooohhh.
sebelum terlambat sisa tinggal sepetak kayak candranaya.... hiks.
Akhirnya gue memilih budaya yang bisa gue nikmati aje deh, hehehe.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Tantono Subagyo"
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Apa yang Anda maksud dengan "permainan menghukum diri sendiri" itu?
Apa mau menyangkal ada tionghoa yang pengen merayakan Imlek besar
besaran sampai sewa satu kemayoran? Apa itu bukan jor-joran namanya?
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Kurniawan
<kurniawan20062000@...> wrote:
>
> Saya tidak setuju dengan pendapat Sdri. Greysia di
> bawah ini. Menurut saya, pendapat semacam ini adalah
> contoh permainan "menghukum diri sendiri" akibat
> kejadian di masa lalu. Pemahaman semacam ini akan
> merugikan etnis China dan pihak pribumi sendiri.
> Penjelasannya bisa dilihat di topik yang sama, yang
> saya ubah sedikit judulnya menjadi "Membantu Pribumi
> Menghindari Pembodohan".
>
> Kurniawan
>
> --- greysia susilo junus <greysiagreysia@...>
Call your friends
worldwide - free!
Kerusuhan Mey '98 adalah fakta sejarah bangsa
Indonesia.
Ada banyak fakta, ini di antaranya
Bangunan-bangunan yang dibakar mayoritas milik orang
tionghua.
Ada orang-orang yang dianiaya, bahkan dianiaya hingga
tewas.
Ada wanita-wanita yang diperkosa, wanita-wanita cantik
dan seksi, wanita-wanita yang cukup untuk
membangkitkan birahi.
Wanita-wanita malang itu, ada amoy, ada pembantu rumah
tangga amoy, ada yang mirip amoy.
Siapa yang berani memastikan bahwa wanita cantik dan
seksi yang tidak mirip amoy tidak jadi korban?
Ada orang-orang yang terpanggang hidup hidup di mall
dan supermarket.
Siapa yang berani memastikan bahwa orang-orang ini
layak dipanggang hidup hidup?
Mereka menjarah, namun siapa yang yang tahu alasan
mereka menjarah?
mungkin mereka sudah tidak makan teratur selama
berhari-hari dan berfikir dengan ikut menjarah,
keluarga dapat makan beberapa hari ke depan
Siapa pula yang berani memastikan bahwa di antara para
penjarah itu tidak ada amoi atau akeu?
Mengikuti jejak Kwik kian Gie, aku coba bermimpi
Sang Agung beriku anugrah sehingga kutahu siapa
melakukan apa pada bulan mey 1998
Ada yang merencanakan, mengerahkan
Ada yang melampiaskan dendam
Ada yang hanya ikut ikutan
ada yang lepas kendali spontan
ada yang muncul birahi begitu saja
ada yang memimpikan sex sejak lama
Waktu berlalu
ada yang bangga dengan tindakan mereka di mey '98
ada yang menyesal dan menanggung rasa bersalah
ada pula yang menyesal karena tidak ikutan beraksi
Sang Agung bertanya padaku,
apa yang hendak kau lakukan pada mereka?
Darahku mendidih, hatiku meradang
kukepalkan tinjuku tuk menyerang
Sang agung mengingatkan
dimana kau saat itu?
apa yang kau lakukan saat itu?
apa yang bisa kau lakukan saat itu, namun tidak kau
lakukan?
apa upah yang layak bagimu?
Aku memejamkan mata,
menatap nuraniku
mengenang Mey 1998
Aku ketakutan saat itu
berusaha menyelamatkan diri
terkepung di antara manusia khilaf
setelah itu berlalu
aku kehilangan nyali
Kalau aku berjalan,
mengelilingi Jakarta
sambil mendendangkan lagu
padamu negeri aku berjanji
padamu negeri aku berbakti
padamu negeri aku mengabdi
bagimu negeri jiwa raga kami
apa yang akan terjadi?
Atau kubujuk teman-teman
mempersenjatai diri
berkeliling Jakarta
membabat siapa saja yang dikuasai angkara murka
berapa banyak yang kan bergabung?
apa yang akan terjadi?
Atau bila ku jalan sendiri
membabat siapa saja yang durjana
berapa banyak yang tergugah
dan menemaniku?
apa yang terjadi?
Atau bertahun tahun seblum mey '98
aku berkeliling meneladani Mozi
berteriak teriak seantero negeri
"Kasihilah sesamamu manusia
seperti engkau mengasihi dirimu sendiri
di empat penjuru dunia
semuanya adalah saudara."
apakah mey hitam kelam 1998 tetap terjadi?
Termangu kumerenung,
mey hitam kelam 1998
orang-orang tionghua bersatu padu
tak ada yang pergi mengungsi
tak ada yang egois,
lari menyelamatkan diri sendiri
berdiri tegap bahu membahu
saling membela
wanita dan lelaki
yang dewasa dan anak anak
apa yang terjadi?
Mey hitam kelam 1998
adalah fakta sejarah bangsa Indonesia,
sudah terjadi
kenapa Sang Agung membiarkannya terjadi?
sedang DIA berkuasa tanpa lawan
Mey hitam kelam 1998
kalau saja aku sedikit lebih peduli
kalau saja aku sedikit memikirkan sesamaku
kalau saja aku beraksi
mungkin aku sekarang dapat berdiri tegak
menatap Tian, menatap sesama
dan berteriak
I do my best!
Mey hitam kelam 1998
setiap kali kuacungkan telunjukku
MENUDUH
tiga jari menuduh diri sendiri
satu jari yang trbesar
menuduh Tian
goho
hai hai
__________________________________________________________Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting
Dear ALL....
Coba masuk sendiri dekh....
Saya adalah seorang keturunan Cina yang memeluk agama ISLAM.....
Saya melihat dan merasakan sendiri 2 sisi pendekatan dan perbedaan...
Kadang2 saya suka cengar cengir bila ada orang Cina menjelekan ttg orang
pribumi....
dan juga sebaliknya kalau ada orang pribumi yang menjelekkan org Cina....
He..he....
Kita tidak bisa me rubah orang lain kecuali diri kita sendiri !!!!
Jangan menyalahkan siapa2,....
saya melihat bagaimana keluarga besar saya akhirnya bisa menerima keadaan
saya.... UNTUNG... saya punya seorang ayah yang berpikir dan berjiwa
besar....
dan juga punya seorang ibu mertua yang sangat bijaksana...
Keluarga besar suami saya mau belajar bahwa perbedaan kita tidak harus
menjadi masalah besar....
KEBIASAAN tiap orang berbeda....
KEBIASAAN tiap kelompok itu berbeda...
Hera...
BTW=
Pesan dari Mother Theresa.
Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi,
bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.
Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada
maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi,
tetaplah berbuat baik selalu.
Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga
teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.
Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi,
tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.
Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang
dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.
Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain
mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.
Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi,
teruslah berbuat baik.
Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan
pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.
Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan
pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang
lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa
mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan
hatimu .
Mother Theresa.
NB: Jika Anda berkenan, kirimkanlah email ini ke teman2 Anda.
----- Original Message -----
From: "fei fei" <feifei2899@yahoo.com.sg>
To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
Yahoo! Groups Links
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Publish your opi-
nions with a blog.
Woow....Romo Sandyawan SJ itu
Keki sama Kongres US? dan nyinyir
kaya emak-emak dgn full of negatif
thoughts towards US COngress??
info dari mane? pernah ngomong langsung
sama si Romo Sandyawan SJ?! baca di
koran? koran apa?
ini kayak mukul bayangan yang gak
pernah ada. tapi gak pernah berani
seret Harto ke pengadilan HAM dgn tuduhan
sebagai otak dan orang paling bertanggung
jawab atas kerusuhan Mei 98.
best regards,
Kenken
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "ulysee_me2"
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
ULysee tau gak?!
di Jombang, tanggal 13 Mei 98
Kodim setempat memanggil semua
kepala keluarga etnis Tionghoa
yang berada di sana.
Dandim menjelaskan konteks dan gerakan
apa yg sedang terjadi di Jakarta dan
kota-kota kerusuhan lainnya. menurut
sodara Tionghoa Jombang, pihak Kodim
menyadari bahwa kerusuhan Mei 98 itu
berindikasi gerakan rasialis.
kenapa pula cuma etnis Tionghoa yang
dibriefing oleh pihak Kodim?!
adakah 1 orang Batax dibakar hidup-hidup
dgn benzin motornya sendiri?! spt yang
dialami oleh si Iwan Firman???
adakah 1 orang Dayak digebuki dgn
teriakan-teriakan "bakar dayak",
"bunuh dayak"??
nah, si Iwan Firman itu digebuki 40-an
pemuda tak dikenal non-tionghoa sambil
diteriaki "bunuh cina", "bakar cina".
kemudian si Iwan Firman dibakar hidup-hidup
di tengah jalan.
dari contoh ini, jelas Kerusuhan Mei 98
ada indikasi gerakan ganyang cina.
Masalah Perkosaan Massal terhadap
cewe Tionghoa, saya tidak kompeten
menjawabnya. saya berharap hal itu
tidak terjadi. tetapi satu-satunya
mekanisme yang paling pantas menjawab
seluruh kekeruhan itu adalah PENGADILAN
HAM.
Penjarahan toko, restoran, properti
Tionghoa jelas dapat disaksikan.
di Jl. Tubagus ANgke, sekitar THI dan
Dutamas, Jembatan V adalah titik
penjarahan dan pembakaran terhadap
properti Tionghoa.
ada 1 restoran Padang ditengah-tengah
toko & restoran Tenglang yang dijarah
massa. tetapi ajaibnya, restoran Padang
itu tetap berdiri tegak tanpa luka.
bahkan kaca jendal pun sama sekali tidak
pecah.
laporan TGPF jelas melaporkan bahwa
kerugian materiil paling parah diderita
oleh komunitas Tionghoa. itu artinya
apa toh???
best regards,
Kenken
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "ulysee_me2"
<ulysee_me2@...> wrote:
>
Host a free online
conference on IM.
Saya jadi tertarik ikut nimbrung sama komentar Zhou Xiong.
Bukan pada topik kerusuhan Mei'98 yang didebat-kusirkan, tapi pada
persoalan Target Objek dan Ekses.
Saya sebenarnya benci dan dendam sekali pada Zhou Xiong karena
sesuatu sebab. Lalu saya bikin rencana membunuhnya.
Saya pasangi bom ke mobil Zhou Xiong. Tapi, Zhou Xiong tidak
sendirian di dalam mobil itu, ada orang lain yang ikut numpang.
Jadi, mampuslah mereka semuanya bersama Zhou Xiong akibat ledakan
bom yang saya pasang itu.
Karena yang mati bukan cuma Zhou Xiong sendirian, tetapi ada banyak
orang lain. maka saya tidak boleh dituduh berencana membunuh
Zhou Xiong, karena buktinya yang mati bukan Zhou Xiong seorang diri,
ada lebih banyak orang lain kecuali Zhou Xiong!!
Ahhhh, logika hukum macam apakah itu???
Salam,
Erik
----------------------------------------------------------
In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Skalaras" <skalaras@...> wrote:
>
> Kalau banyak non Tionghoa yang mati, itu adalah ekses, karena
mereka terjebak dalam pertokoan yang terbakar, sedangkan sasaran
utamanya adalah tetap rumah2 dan pertokoan milik Orang Tionghoa. ini
harus dibedakan.
>
> ini adalah manuver politik tingkat tinggi yang mendompleng
sentimen rasial. saat menggerakkan massa untuk membakar dan
memperkosa, slogan yang didenguingkan tetap ganyang Cina! warna
rasial tetap saja tak bisa dihapus. Namun perlu ditegaskan, walau
sasarannya adalah Tionghoa, ini bukanlah kerusuhan rasialis spontan,
tapi direkayasa dan dikondisikan ( untuk melibakan masyarakat kelas
bawah yang hidupnya tertekan ), maka seluruh anggota masyarakat yang
sadar harus melawan, jangan mau dikambing hitamkan.
Call your friends
worldwide - free!
Ulysee tacie.
pinjem istilah wakil presiden dalam republik mimpi,
That right sister! pertanyaan anda sangat significant!
apa itu kebudayaan Tionghua?
di mana batasannya?
bagaimana dengan kebudayaan asing yang masuk ke
daratan China lalu di terima oleh masyarakat China?
apakah itu jadi kebudayaan Tionghua?
ho ho ho
go ho
hai hai
--- Ulysee <ulysee_me2@yahoo.com.sg> wrote:
> Hmm menarik,
> Terutama mengenai "akulturasi budaya tionghoa ke
> budaya lokal" itu.
>
> Belakangan ini saya memang lagi bingung mengenai
> ke-tionghoaan.
> Maksud hati ingin melestarikan budaya tionghoa, tapi
> agak agak rancu,
> budaya tionghoa yang mana yang mau dilestarikan??
>
> Budaya tionghoa lokal kah?
> Budaya tionghoa impor kah?
>
> Yang mana yang termasuk budaya tionghoa lokal?
> Bagaimana
> melestarikannya?
> Apakah dengan mempelajari gambang kromong, kebaya
> encim, dan masakan
> seperti lontong cap go meh?
>
> Yang mana termasuk budaya tionghoa impor? Bagaimana
> melestarikannya?
> Apakah les kaligrafi, les alat musik guzhen? Les
> wushu?
>
> Bingung.
> Ini kali yang dibilang 'gamang' itu ya?
> Merasa yang impor lebih afdol..
> Krisis identitas???
>
> -----Original Message-----
> From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> [mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf
> Of greysia susilo
> junus
> Sent: Wednesday, May 23, 2007 11:36 AM
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Peringatan
> Tragedi Mei 98 di Los
> Angeles
>
> ----- Original Message ----
> From: Herny <heirnee@gmail.
> <mailto:heirnee%40gmail.com> com>
> To: budaya_tionghua@
> <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com
> Sent: Monday, May 21, 2007 10:23:42 AM
> Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan
> Tragedi Mei 98 di Los
> Angeles
>
> Saya juga setuju dengan pendapat anda. Stereotipe
> orang tionghoa disini
> identik dengan punya uang banyak, sikap masa bodoh,
> dan cenderung
> eksklusif.
> Sayangnya, hal ini ada benarnya juga, walaupun tidak
> 100%. Apalagi
> akhir-akhir ini sejak jaman Gus Dur, orang-orang
> tionghoa yang selama
> ini
> ditekan tiba-tiba diberikan kebebasan, yang timbul
> malah euforia yang
> berlebihan dan sibuk memamerkan identitas
> kecinaannya.
>
> Sudah saatnya kita bersikap lebih peduli terhadap
> hal-hal seperti ini.
> Marilah kita mencoba berpikir dengan jernih. Saat
> kita hanya mau bergaul
>
> dengan sesama etnis tionghoa, bukankah kita menjadi
> eksklusif? Saat kita
>
> merayakan imlek besar-besaran di hotel mewah, yang
> sebenarnya tidak
> perlu,
> ada berapa banyak orang Indonesia lain yang masih
> hidup miskin; jika
> saya
> menjadi mereka, tidakkah akan muncul rasa iri dan
> pikiran bahwa orang
> Cina
> kaya-kaya.
> ---------- deletedRecent Activity
> 23New Members
> Visit Your Group
> SPONSORED LINKS
> Dan
> Indonesian
> Indonesian language course
> Indonesian language learn
> Yahoo! Mail
> Get it all!
> With the all-new
> Yahoo! Mail Beta
> Y! Messenger
> Want a quick chat?
> Chat over IM with
> group members.
> Y! GeoCities
> Share Photos
> Put your favorite
> photos online..
>
>
__________________________________________________________Pinpoint
> customers who are looking for what you sell.
> http://searchmarket
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
>
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah
> Tiongkok :.
>
> .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
>
> .: Pertanyaan? Ajukan di
> http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua
> http://iccsg.wordpress.com :.
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> (Yahoo! ID required)
>
> mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@yahoogroups.com
>
>
>
__________________________________________________________
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with the Yahoo! Search movie showtime shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta
Join the web's lar- gest community.
Dear Ken Ken;
tergelitik aja ttg point 1.... Imlek itu BUKAN hari raya agama KongHuCu....
????? Coba tanya lagi deh ama yang lebih tua.....
Hera
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
>
> .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
>
> .: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
You're invited to try
the all-new Mail Beta.
Call your friends
worldwide - free!
Show off your
talent and skills.
Bung Kurniawan, ini adalah salah satu tulisan bagus
yang pernah saya baca di milis ini. Ijinkanlah saya
ikut memberikan sedikit komentar.
===
Mengenai bahwa sesudah era keterbukaan terlihat
ke-euforia-an yang berlebihan dan orang China yang
sibuk memamerkan identitas ke-China-annya saya tidak
pernah melihat hal ini. Bisakah Anda memberi
contoh-contoh yang lebih nyata mengenai hal ini?
===
Ada lho Pak. Kalau contoh, ya beberapa rekan dan orang lain
yang sempat saya liat didalam kehidupan, tetapi memang ngga
boleh dijadikan semacam, yah...katakanlah, stereotyping.
Teorinya gini deh, begitu ikatan kuat yang membelenggu
sebuah komunitas dilepas dengan tiba-tiba, maka ada semacam
tendensi dari komunitas tersebut untuk berekspresi secara
"berlebihan" terhadap sesuatu yang dibelenggu tersebut.
Ini adalah lumrah secara psikologis massa. Bahwa ada yang masih
dapat mengontrol "ledakan ekspresinya", benar. Tetapi
ada juga yang merasa "menang hawa" dan mulai sedikit banyak
bertingkah yang kemudian dipandang oleh komunitas lain sebagai
"over-acting".
Contoh lain mungkin adalah masalah "reformasi" politik di
Indonesia. Sekarang coba bung liat, ada puluhan (hampir 50)
partai yang siap berkompetisi di pemilu nanti. We....Apa ngga
puyeng ya? Amerika yang selalu mengaku sebagai "kampiun demokrasi"
tetap memakai bipartit, demokrat dan republik. Kalau Tiongkok lebih
keren lagi...cuman 1 aje...Hehehe...(ini demokrasi bukan ya??)
===
Sebaliknya, orang pribumi memusuhi etnis China juga
bukan tanpa sebabnya. Sebab utamanya adalah "kebijakan
pemerintah" lama yang "menekan dan
mengkambinghitamkan" etnis China membuat orang pribumi
secara otomatis mengikuti kebijakan ini dan selalu
yakin bahwa orang China adalah "penyebab penderitaan
mereka dan ancaman bahaya yang perlu diwaspadai".
===
Hm...saya pikir, kata "memusuhi" kurang tepat ya pak. Mungkin
kata "iri" lebih mengena. Atau apakah kata ini lebih dianggap
tabu ketimbang "memusuhi" ya?
Yang bahaya itu "stereotyping" pak.
Dan, menurut saya sih, faktor "iri" atau "memusuhi" itu banyak
lho pak. Ngga cuman masalah ekonomi aja. Masalah-masalah sosial
juga banyak. Ada beberapa rekan bisnis saya yang ngga begitu suka
kerja bakti dan lebih suka "setor duit". Apakah salah? Ya ngga donk.
Tetapi hal itu membawa dua kerugian, (1)kita dianggap "kurang suka"
bersosialisasi dan (2)kita dianggap punya "kelebihan duit". Kalau
yang terakhir sih saya ngga keberatan lho :P Hehehe...
Masalah sosial lain yang sering menjadi stereotyping orang "cino"
adalah bahwa kita merupakan sebuah komunitas yang tertutup.
Hm... Hal ini memang sensitif. Contohnya, masih dianggap
tabu bagi komunitas tionghua tertentu bila anak gadisnya menikah
dengan lelaki non-tionghua. Sama-sama lelakinya kok situ yang boleh
sedang dia ngga boleh? Hal ini menimbulkan semacam "kecemburuan"
mengingat gadis tionghua, seperti halnya manusia dari etnis lain,
memiliki kelebihan-kelebihan fisik yang merupakan anugrah. Yang aneh,
"tuduhan stereotyping" ini sepengetahuan saya hanya diberikan kepada
gadis etnis tionghua, sedangkan dari etnis lain seperti India dll
tidak pernah saya dengar. Padahal, saya kenal orang India yang kalau
menikah dengan orang India juga. Hm...What's so special about
these "chinese girls"? Saya jadi heran.
Lha, Apakah tidak ada "kawin campur" ini? Ada donk. Meme dari saudara
ipar saya menikah dengan lelaki pribumi dan menjadi muslim. Terus,
tetangga saya yang lelaki menikah dengan gadis pribumi dan yang gadis
bersedia menjadi konghuchu. Trus...mengapa kok masih ada yang "cerewet"
dengan berkata "wong cino ra gelem campur?" Soalnya, stereotyping itu
masih mengakar kuat dibenak komunitas lain. Itu masalahnya.
Mungkin ada baiknya diundang banyak komunitas lain gabung kedalam
milis ini sehingga mereka lebih "melek" terhadap komunitas tionghua di
Indonesia, dan diharapkan adanya penghapusan stereotyping secara sistematis
dalam benak mereka. Mungkin cara ini akan lebih berhasil. Who knows?
Sehingga, jika ada provokator yang mengajak berbuat rusuh, maka kita akan
secara kompak berkata, "Ra gelem. Wong bolo dhewe..." :P
Beautiful dream...isn't it?
Just another my two cents...
Chat over IM with
group members.
Publish your opi-
nions with a blog.
Dear Ulysee yb,
Woow...ada beda ya antara "perkosaan Massal"
dan "gang rapes"?!
tadinya gua kira ya sama saja.
tapi ternyata beda ya?! bisa tolong
koreksi pengertian gua tentang
"perkosaan Massal" dan "gang rape"??
nih denger ya!!
tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh
sekelompok orang = gank rape.
perkosaan Massal = korban pemerkosaan
itu bersifat massal. gak cuma si inem atau
si yanti, tapi sekelompok wanita dari
latar belakang identitas tertentu.
bisa sekelompok etnis, bisa sekelompok
perempuan agama tertentu, bisa sekelompok
perempuan berambut pirang dsb.
Pemerkosaan Mei 98 bisa masuk ke 2
kategori tersebut. yaitu korban pemerkosaan
bersifat massal dan para pelaku pemerkosaan
juga bersifat massal/gang.
PERTANYAAN ULYSEE tentang apakah
pemerkosaan itu terorganisir, siapa otak
dan pelaku, apa kepentingannya, apa
tujuannya dsb itu gak bisa dijawab di
milis BT ini yang tidak punya kapasitas
untuk menghakimi orang.
pertanyaan-pertanyaan itu mestinya diungkap
di PENGADILAN HAM bukan di milis ini.
oleh karena itu, bener kata Oom Chan, agar
pemerintah RI dapat melakukan tugasnya
sebagai penegak keadilan yaitu menggelar
PENGADILAN HAM untuk mengungkap dan mengadili
para pelaku dan otak dibalik kerusuhan Mei
98 yang BIADAB itu.
best regards,
Kenken
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "ulysee_me2"
<ulysee_me2@...> wrote:
>
>
> Nah itu, yang perlu ditilik itu:
>
> Kasus perkosaan yang terjadi:
> 1. apakah dilakukan secara terorganisir, atau secara spontan?
> 2. kalau terorganisir, siapa/ kelompok mana yang mengorganisir?
> 3. kalau terorganisir, untuk kepentingan apa? apa tujuannya? Apa
> motivasinya?
>
> 4. dari opini:
> "hampir 80 persen responden percaya bahwa pada Mei yang lalu
sebuah
> pemerkosaan massal terjadi"
>
> pertama-tama, harus kembali ke istilah "PERKOSAAN MASSAL"
>
> 1. apa yang bisa dikategorikan sebagai perkosaan massal?
>
> 2. Apakah sudah diketahui umum, bahwa istilah "gang rape"
> dengan "mass rape" itu berbeda arti dan pengertiannya?
>
> 3. Sudahkah disadari, bahwa salah persepsi dan salah penggunaan
> istilah, bisa mementahkan argumen dan inti permasalahan yang mau
> diangkat?
>
> Dari sinilah awal kontraversi tidak berkesudahan yang tidak
> berujung! Adanya perbedaan persepsi terhadap suatu istilah!
>
>
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta
pada saat kerusuhan ada dugaan bahwa yg menjadi dalang adalah org2 dr CIA sendiri. Karena memang banar tampaknya US sudah tidak membutuhkan Soeharto. tentang korban2 dari warga keturunan yg selama ini jadi isu sebenarnya akhir2 ini juga dicurigai sengaja dihembuskan oleh pihak2 yg ingin mencari keuntungan. ada agenda tersendiri yg ingin dicapai.
Menurut tim pencari fakta LSM2 netral yg adapun mereka tidak menemukan bukti2 yg cukup utk dpt mengatakan kerusuhan Mei merupakan aksi rasialis yg terencana.
Korban2 yg ada tidak sebanyak dan sesadis yg di isukan. dan lbh kepada ekses spt yg terjadi pada banyak kaum pribumi asli.
jadi tolong ngan cepat terbakar dan mengambil kesimpulan sendiri.
extrim_bluesky <Extrim_bluesky@yahoo.com> wrote: Dear Ulysee yang baik,
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ulysee" <ulysee_me2@...>
wrote:
>
> Bagaimana kalau sebaliknya?
>
> Bahwa sasaran utama adalah membakar pertokoan
> Sementara kalau ada pertokoan dan rumah cina yang kena, itu adalah
> EKSES karena mereka tokonya ada di jalan besar atau perumahan yang
> dilewati massa.
>
> Ya, ini adalah manuver politik tingkat tinggi, saat menggerakkan
massa
> untuk menggulingkan penguasa
> Isu sentimen rasial yang dijadikan sebagai tabirnya.
>
> Kenapa?
> Saat mau menggulingkan penguasa, orang bisa melihat, siapa siapa
saja
> yang PUNYA KEPENTINGAN untuk menggulingkan penguasa.
> Tapi saat mendengungkan isu sentimen rasial, maka SIAPA yang punya
> kepentingan untuk menggerakkan massa menjadi TIDAK JELAS.
>
> Kerusuhan yang direkayasa? YA, ada fakta yang bis amenguatkan
> Kerusuhan yang dikondisikan?? YA, ada kondisi yang bisa dibeberkan.
>
> Kerusuhan rasialis terencana???? Ntar dulu. Kumpulin bukti dulu
yang
> bisa menguatkan donk.
>
> Bisa bilang orang lain jangan mau dikambing hitamkan, lebih-lebih
jangan
> mau juga menyiapkan diri sendiri jadi kambing hitam donk.
>
> Menerima, bahwa tragedi MEI 98 sebagai kerusuhan rasial,
> Sama aja merelakan diri sendiri jadi scapegoat.
>
> Begitu ada rusuh, buru-buru aja di-isu kan kerusuhan rasial,
> maka akan berhenti sampai disitu, nggak bisa diselidiki lebih
lanjut
> menurut sejarah yang pernah gue baca, kerusuhan rasial enggak ada
> penyelesaiannya.
> Apalagi sampai ke pengadilan.
>
> Maka membernarkan kerusuhan rasial = mengkambinghitamkan tionghoa.
> Gue sih gak rela!
>
>
> -----Original Message-----
> From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> [mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of Skalaras
> Sent: Tuesday, May 22, 2007 7:47 PM
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los
Angeles
>
> Kalau banyak non Tionghoa yang mati, itu adalah ekses, karena
mereka
> terjebak dalam pertokoan yang terbakar, sedangkan sasaran utamanya
> adalah tetap rumah2 dan pertokoan milik Orang Tionghoa. ini harus
> dibedakan.
>
> ini adalah manuver politik tingkat tinggi yang mendompleng sentimen
> rasial. saat menggerakkan massa untuk membakar dan memperkosa,
slogan
> yang didenguingkan tetap ganyang Cina! warna rasial tetap saja tak
bisa
> dihapus. Namun perlu ditegaskan, walau sasarannya adalah Tionghoa,
ini
> bukanlah kerusuhan rasialis spontan, tapi direkayasa dan
dikondisikan (
> untuk melibakan masyarakat kelas bawah yang hidupnya tertekan ),
maka
> seluruh anggota masyarakat yang sadar harus melawan, jangan mau
> dikambing hitamkan.
>
> ----- Original Message -----
> From: Ulysee
> To: budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com
> Sent: Tuesday, May 22, 2007 4:24 PM
> Subject: RE: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los
Angeles
>
> Yang perlu digaris bawahi adalah
>
> * bahwa tragedi MEI 98 adalah tragedi untuk seluruh bangsa.
> * Bahwa kerusuhan MEI 98 adalah kerusuhan yang ditujukan untuk
> menggulingkan pemerintahan, jadi kalau dibilang kerusuhan rasial,
akan
> ada banyak kontraversi
> * Bahwa kebanyakan korban jiwa BUKAN dari suku tionghoa. jadi bawa
> bawa RAS atau RASIAL, apakah pada tempatnya?
>
> Recent Activity
> a.. 23New Members
> Visit Your Group
> SPONSORED LINKS
> a.. Dan
> b.. Indonesian
> c.. Indonesian language course
> d.. Indonesian language learn
> Y! Messenger
> Quick file sharing
>
> Send up to 1GB of
>
> files in an IM.
>
> Yahoo! Mail
> Drag & drop
>
> With the all-new
>
> Yahoo! Mail Beta
>
> Y! GeoCities
> Share More
>
> Create a blog, web
>
> site, and more.
> .
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car Finder tool.http://us.rd.yahoo.com/evt=48518/*http://autos.yahoo.com/carfinder/;_ylc=X3oDMTE3NWsyMDd2BF9TAzk3MTA3MDc2BHNlYwNtYWlsdGFncwRzbGsDY2FyLWZpbmRlcg-- hot CTA = Yahoo! Autos new Car Finder tool
[Non-text portions of this message have been removed]
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Asumsi liar Anda bernas, Bung Kenken. Bravo buat Anda.
Sekalian buat Sdr. yang mengutip2 Fadli Zon, saran saya: Fadli Zon
masukkan saja ke dalam koper, cuap2nya tak usah didengar.
Sungguh sayang media masih mau menghadirkan pengguna bedil macam dia!
Ida Khouw
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "extrim_bluesky"
And tell the world
what you think.
Bosan, topik basi
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
Send up to 1GB of
files in an IM.
Saya harap Bung Kenken tidak bersikap seksis(*) terhadap perempuan
(*) Sexist jokes or comments suggest that women are less able than men
or refer to women's bodies, behaviour or feelings in a negative way
(Cambridge Dictionary)
I.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "extrim_bluesky"
<Extrim_bluesky@...> wrote:
>
....dan nyinyir
> kaya emak-emak dgn full of negatif
> thoughts towards US COngress??
> best regards,
> Kenken
[Non-text portions of this message have been removed]
Betul, memang membosankan, pelaku utamanya tak terjamah hukum, tak
kunjung diadili!
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, <muhammadrifqy@...> wrote:
>
> Bosan, topik basi
>
> Send instant messages to your online friends
http://asia.messenger.yahoo.com
>
Duch,,, Sdr. Hai Hai,, Sdr. Hai Hai... :'(
Adakah yang bisa membantu memberi pencerahan menyangkut 'nuansa bahasa'?
Maaf, pendek saja.
I.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, hai hai <sibugil@...> wrote:
>
>
> Bosan, topik basi.
>
> Seharusnya anda beri alasan, kenapa anda bosan, dan
> kenapa bagi anda topik ini basi? Jangan-jangan anda
> merasa bosan dan mengangap topik ini basi karena
> setelah dibahas berkali-kali, anda tidak kunjung
> mengerti?
>
> > Betul, memang membosankan, pelaku utamanya tak
> > terjamah hukum, tak
> > kunjung diadili!
>
> Siapa yang anda maksudkan dengan pelaku utamanya?
> mereka yang merencanakan?
> mereka yang mengerahkan?
> mereka yang menunggangi?
> mereka yang menyulut api?
> mereka yang melakukan pemerkosaan?
> mereka yang menjarah?
> Mereka yang tidak berbuat apa apa?
>
> atau mereka yang merasa bulan mey '98 hanya hari cuti
> nasional?
>
> go ho
> hai hai
>
>
>
>
> --- idakhouw <idakhouw@...> wrote:
>
> > Betul, memang membosankan, pelaku utamanya tak
> > terjamah hukum, tak
> > kunjung diadili!
> >
> > --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com,
> > <muhammadrifqy@> wrote:
> > >
> > > Bosan, topik basi
> > >
> > > Send instant messages to your online friends
> > http://asia.messenger.yahoo.com
Send up to 1GB of
files in an IM.
Bosan, topik basi.
Seharusnya anda beri alasan, kenapa anda bosan, dan
kenapa bagi anda topik ini basi? Jangan-jangan anda
merasa bosan dan mengangap topik ini basi karena
setelah dibahas berkali-kali, anda tidak kunjung
mengerti?
> Betul, memang membosankan, pelaku utamanya tak
> terjamah hukum, tak
> kunjung diadili!
Siapa yang anda maksudkan dengan pelaku utamanya?
mereka yang merencanakan?
mereka yang mengerahkan?
mereka yang menunggangi?
mereka yang menyulut api?
mereka yang melakukan pemerkosaan?
mereka yang menjarah?
Mereka yang tidak berbuat apa apa?
atau mereka yang merasa bulan mey '98 hanya hari cuti
nasional?
go ho
hai hai
--- idakhouw <idakhouw@yahoo.com> wrote:
> Betul, memang membosankan, pelaku utamanya tak
> terjamah hukum, tak
> kunjung diadili!
>
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com,
> <muhammadrifqy@...> wrote:
> >
> > Bosan, topik basi
> >
> > Send instant messages to your online friends
> http://asia.messenger.yahoo.com
> >
>
>
>
>
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah
> Tiongkok :.
>
> .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
>
> .: Pertanyaan? Ajukan di
> http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua
> http://iccsg.wordpress.com :.
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> (Yahoo! ID required)
>
> mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@yahoogroups.com
>
>
>
__________________________________________________________
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel bargains.
http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Bagi Anda topiknya basi, tetapi bagi para korban dan keluarga mereka tentunya tidak. Sama halnya juga bagi mereka yang menghendaki keadilan dalam masyarakt agar tidak terulang lagi kebiadaban serupa kepada siapa pun tanpa pandang etnik maupun agama, itulah makna dibicarakan.
----- Original Message -----
From: muhammadrifqy@yahoo.com.sg
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com ; budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Thursday, May 24, 2007 6:14 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Bosan, topik basi
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
----------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.7.7/816 - Release Date: 5/23/2007 3:59 PM
[Non-text portions of this message have been removed]
Memang imlek bukan hari raya
agama Kong Hu Cu, tetapi pemerintah
RI memandang imlek sbg hari raya
agama Kong Hu Cu. makanya diliburkan
dan dirayakan di hotel dan tempat
pertemuan dgn dihadiri oleh presiden
RI.
Kenken
Erik Se Siung tanya: "logika
hukum apa ini?"
saya jawab, itu logika hukum si
Fadli Zon, Yap Hong Gie, WIranto,
Prabowo dan Ulysee.
Kenken
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Erik" <rsn_cc@...> wrote:
>
> Saya jadi tertarik ikut nimbrung sama komentar Zhou Xiong.
> Bukan pada topik kerusuhan Mei'98 yang didebat-kusirkan, tapi pada
> persoalan Target Objek dan Ekses.
> Saya sebenarnya benci dan dendam sekali pada Zhou Xiong karena
> sesuatu sebab. Lalu saya bikin rencana membunuhnya.
> Saya pasangi bom ke mobil Zhou Xiong. Tapi, Zhou Xiong tidak
> sendirian di dalam mobil itu, ada orang lain yang ikut numpang.
> Jadi, mampuslah mereka semuanya bersama Zhou Xiong akibat ledakan
> bom yang saya pasang itu.
> Karena yang mati bukan cuma Zhou Xiong sendirian, tetapi ada
banyak
> orang lain. maka saya tidak boleh dituduh berencana membunuh
> Zhou Xiong, karena buktinya yang mati bukan Zhou Xiong seorang
diri,
> ada lebih banyak orang lain kecuali Zhou Xiong!!
> Ahhhh, logika hukum macam apakah itu???
>
> Salam,
>
> Erik
> ----------------------------------------------------------
--- ulysee_me2 <ulysee_me2@yahoo.com.sg> wrote:
>
> Apa yang Anda maksud dengan "permainan menghukum
> diri sendiri" itu?
Yang saya maksud dengan permainan menghukum diri
sendiri adalah komentar Sdri. Greysia yang mengesankan
seolah-olah jalan keluar terbaik mengenai masalah
ke-China-annya adalah dengan menginjak-injak
ke-China-annya itu sendiri. Seolah-olah sesudah
meminimalisasi identitas China-nya dan mengkritik
kebodohan orang-orang China di Indonesia, yang nota
bene termasuk dirinya sendiri, ia akan lebih dihargai
dan diterima oleh lingkungannya.
> Apa mau menyangkal ada tionghoa yang pengen
> merayakan Imlek besar
> besaran sampai sewa satu kemayoran? Apa itu bukan
> jor-joran namanya?
Saya tidak menganggap perayan Imlek yang besar-besaran
itu sesuatu yang buruk (selama tidak keterlaluan dan
tidak merugikan orang lain), jadi pertanyaan Anda saya
anggap tidak relevan. Mengenai apakah hal itu
jor-joran atau bukan, tergantung dari sudut mana kita
memandangnya. Ada yang mengganggap Kris Dayanti itu
cantik, sexy, modis, berbakat, sukses. Tapi ada juga
yang menganggap Kris Dayanti itu norak, tukang pamer,
jor-joran, konsumtif, menimbulkan kecemburuan sosial
para wanita dsb.
Untuk saya pribadi, saya akan selalu berusaha
berbahagia dengan kebahagiaan orang lain. Saya senang
melihat perayaan-perayaan yang meriah, termasuk
perayaan agama-agama. Dengan melihat orang-orang
bergembira, hidup rasanya lebih memiliki harapan dan
tidak melulu berkutat dengan penderitaan. Tapi kalau
mau, segala sesuatu bisa dilihat dari segi negatifnya
dan dijadikan polemik. Keponakan saya yang berumur 9
tahun mengatakan seorang nenek jauhnya adalah orang
jahat karena di rumahnya memasang AC, yang menurutnya
akan merusak lapisan ozon.
Kurniawan
__________________________________________________________
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
You're invited to try
the all-new Mail Beta.
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Kurniawan
<kurniawan20062000@...> wrote:
> Saya tidak menganggap perayan Imlek yang besar-besaran
> itu sesuatu yang buruk (selama tidak keterlaluan dan
> tidak merugikan orang lain),
Jangan2 Anda memang tidak punya kepekaan sosial ya?
Cobalah Anda belajar berani melakukan kritik diri atas etnis Anda
sendiri.
Katakan salah kalau memang salah. Bela kalau memang perlu dibela.
Memang orang Cina ada yang ngaco kok (sama juga terjadi di etnis2
lain), saya suka 'mual' melihat tingkah mereka.
I.
Saya tidak habis mengerti yach mengapa ethis kami dianggap tidak peka
terhadap kepekaan social?
Kenapa para pejabat yg merayakan pesta super meriah tidak dikomentari
yach???
Kita bisa lihat pesta pernikahan Lulu Tobing yg super meriah…..
Tapi kok tidak ada yg berani komentar yach?
Apa karena para pejabat punya kekuasaan sehingga tidak ada yg berani
komentar setiap pesta yg membuang-buang uang?
Saya yakin pesta para pejabat lebih menghabiskan banyak uang daripada ethis
kami kok tidak ada yang protes?????
Padahal uang mereka bisa khan disumbang ke orang yg tidak mampu.
Tetapi para pejabat lebih suka buang uang buat pribadi tidak dikomentari????
Coba kita lihat apakah ada para pejabat yg sumbang ¼ harta mereka buat orang
yg tidak mampu?
-Lim Wiss-
_____
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
[mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of idakhouw
Sent: Friday, May 25, 2007 1:10 PM
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
--- In budaya_tionghua@ <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com, Kurniawan
<kurniawan20062000@...> wrote:
> Saya tidak menganggap perayan Imlek yang besar-besaran
> itu sesuatu yang buruk (selama tidak keterlaluan dan
> tidak merugikan orang lain),
Jangan2 Anda memang tidak punya kepekaan sosial ya?
Cobalah Anda belajar berani melakukan kritik diri atas etnis Anda
sendiri.
Katakan salah kalau memang salah. Bela kalau memang perlu dibela.
Memang orang Cina ada yang ngaco kok (sama juga terjadi di etnis2
lain), saya suka 'mual' melihat tingkah mereka.
I.
[Non-text portions of this message have been removed]
Silakan Anda tulis tentang pesta pejabat yang jor2an, nanti saya
komentari "tidak punya kepekaan sosial". Gampang kan?
Satu komentar buat satu tema, dong Mbak!
I.
perdebatan yg buang2 waktu dan enerji saja, diskusi yg
lebih berguna sajalah
__________________________________________________________Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7
gak ada untungnya diperdebatkan, biarkan mereka punya
persepsi sendiri, tapi yg jelas imlek sudah ada
sebelum kong hu cu lahir didunia, salam dari kosambi
=== message truncated ===
__________________________________________________________
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Chat in real-time
with your friends.
Salam Kenal
Klo boleh usul , sebaiknya masalah etnis jangan di bicarakan lagi , setiap etnis punya kelebihan dan kekurangan masing2 , klo soal yang tdak baik , semua etnis bisa melakukan itu , baik pribumi maupun chinese semua ada yang baik dan ada yang jahat ..., sama aja .tolong masalah etnis ini tidak perlu diperpanjang . klo menurut saya mau pribumi dan Chinese sama eksklusif nya. Keluarga kami keluarga campuran ini yang serba salah .....,mau bergaul di pihak papa ( Chinese ) , pandangan mata Saudara2 seolah2 berkata " dasar pribumi loe " , klo mau bergaul di keluarga mama , juga sama " dasar Cina lu " . karena kulit kita putih dan mata sipit ...., trus bagaimana ? akhirnya kami sendiri saja , bergaul dengan orang yg mau bergaul . Yang jelas kita tidak pernah minta sama Tuhan untuk dilahirkan sebagai etnis apa ....., dan kita harus mensyukuri apa yang sudah Tuhan ciptakan.
Salam
yanata
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.
[Non-text portions of this message have been removed]
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Show off your
talent and skills.
Salam Kenal
Klo boleh usul , sebaiknya masalah etnis jangan di bicarakan lagi , setiap etnis punya kelebihan dan kekurangan masing2 , klo soal yang tdak baik , semua etnis bisa melakukan itu , baik pribumi maupun chinese semua ada yang baik dan ada yang jahat ..., sama aja .tolong masalah etnis ini tidak perlu diperpanjang . klo menurut saya mau pribumi dan Chinese sama eksklusif nya. Keluarga kami keluarga campuran ini yang serba salah .....,mau bergaul di pihak papa ( Chinese ) , pandangan mata Saudara2 seolah2 berkata " dasar pribumi loe " , klo mau bergaul di keluarga mama , juga sama " dasar Cina lu " . karena kulit kita putih dan mata sipit ...., trus bagaimana ? akhirnya kami sendiri saja , bergaul dengan orang yg mau bergaul . Yang jelas kita tidak pernah minta sama Tuhan untuk dilahirkan sebagai etnis apa ....., dan kita harus mensyukuri apa yang sudah Tuhan ciptakan.
Salam
yanata
Lim Wiss <lim.wiss@sea.sojitz.com> wrote:
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
[Non-text portions of this message have been removed]
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta.
Dohhhhh
Doyan banget pake kata-kata yang canggih malah jadi aneh kalau dibaca....
Seakan-akan setiap orang bisa men-DESAIN sebuah terminology .........
Minimalisasi Identitas = itu apa tuh :-p
Rekening Agama ? hehe
Salon Gereja ? hehehe
Kuil Narsis ? hehehe
Nasi Goreng Komunis ? wakakaka
Robby Wirdja
================================================
Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Posted by: "Ulysee" ulysee_me2@yahoo.com.sg ulysee_me2
Fri May 25, 2007 12:22 am (PST)
Meminimalisasi Identitas itu yang kayak apa lagi?
Istilah yang aneh aneh nya diperjelas dulu coba.
[Non-text portions of this message have been removed]
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Kalau toh si LULU atau si LILI melakukan itu sendiri di rumahnya
sendiri dengan cara jor-joran yang menghambur-hamburkan uang,
sementara di waktu yang sama ada banyak orang lain yang sedang
menderita kelaparan, kebanjiran serta penggusuran rumah, juga tetap
tidak pantas!!
Saya kira persoalannya bukan perayaan itu dilakukan sendirian atau
beramai-ramai dengan mengatas-namakan kelompok. Kalau itu ukurannya,
nuansa egoisme komunal kita masih terasa kental di sana!
Dalam kaca-mata etika sosial. Ukuran sesuatu dilakukan atau
tidak bukan didasarkan pada pertimbangan "APAKAH NANTINYA MEMBAWA
DAMPAK BURUK BAGI KITA", tetapi "APAKAH ITU PANTAS KITA LAKUKAN
SEBAGAI MANUSIA" di tengah sesama manusia lain. Dan itulah yang
dimaksud dengan "KEPEKAAN SOSIAL" oleh m'Bak Ida!!
Salam,
Erik
----------------------------------------------------------
In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Ulysee" <ulysee_me2@...> wrote:
Sebab si LULU merayakan acaranya sendiri, bukan perayaan agama
minoritasnya, ataupun perayaan sukunya.
Masalahnya Lim Wiss, Kalau ada "penggede" yang merayakan IMLEK Jor-
joran sampe satu kemayoran, orang nggak akan lihat SIAPA NAMA
orang/kelompok yang bikin acara gede-gedean itu, apakah si LULU
atau si LILI,
Mereka Cuma lihat, "tuh orang TIONGHOA, perayaan IMLEKnya gede-
gedean amat ya Padahal tetangganya yang tidak merayakan IMLEK, makan
aja masih susah Baru kebanjiran lagih.
Padahal uang mereka bisa khan disumbang ke orang yang tidak mampu
daripada pamer harta kayak begitu."
Nah, elu sebagai TIONGHOA, Apakah rela ikut menanggung AKIBAT dari
perayaan jor-joran tersebut?
Untung perayaan jor-joran itu BATAL mengutip kata PERAYAAN IMLEK.
Pada detik-detik terakhir disuruh ganti spanduk jadi acara PERAYAAN
50 TAHUN PERTUKARAN KEBUDAYAAN atau apa lah.
Gue sih ketawa aja. Selama tidak dibilang perayaan IMLEK yang
tersirat bawa nama TIONGHOA, ya ngga pusing lah.
Cuman heran, mau akrab-akrab sama atase RRC aja kok ribet amat.
Hihihihihi.
Jadi disitu benang merahnya. IMLEK = TIONGHOA kalau ditambah lagi =
JOR JORAN, nah, siapa yang kena getahnya?
Chat over IM with
group members.
Easy-to-use tools.
Get started now.
Kalo menurut bung Hai-hai sendiri siapa tuh Pelaku Utama Tragedi
Mei'98?
Anda sendiri bosan ga' dengan topik ini?
Bosannya karena apa? Jangan-jangan beda nuansa dan kadar bosannya
anda dengan bosannya m'Bak Ida!!
Salam,
Erik
----------------------------------------------------------
Create a blog, web
site, and more.
Horde xiong,
komentar anda tidak masuk meja redaksi.
Sebenarnya status anda adalah tidak dimoderasi.
Moderator,
Ardian
>
> Mengenai Fadli Zon, saya telah mengirim sebuah komentar mengenainya
> kemilis BT ini (21 Mei 07). Tetapi entah mengapa, apakah karena tidak
> sampai ke tim moderator atau karena mungkin isinya dianggap tidak
> berkenan maka postingan saya tidak muncul dalam milis ini. Tetapi
> apapun keputusannya saya menghormati hak dan wewenang tim moderator
> yang mempunyai kepentingan, kebijaksanaan dan pertimbangan lainnya
>
> Selanjutnya mengenai peristiwa Mei 1998 dan Fadli Zon dapat dilihat
> link dibawah ini yang dilaporkan dan diinvestigasi oleh reporter
> asing (Asiaweek & FEER) ketika itu.
>
Share photos while
you IM friends.
Imlek dijadikan hari raya agama Khonghucu sih sah2 saja.
Sama sahnya kalau org Buddha Mahayana Tiongkok menjadikan hari raya
Imlek sebagai hari keagamaan mrk. Begitu jg Taoism.
Jg sah2 saja kalau org2 Kristen, Katolik mau merayakan Imlek.
Tiada larangan.
Ardian
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "extrim_bluesky"
<Extrim_bluesky@...> wrote:
>
you IM friends.
Dear all,
maaf baru buka email hari ini.
Untuk Kurniawan-heng.. apakah mempromosikan dan menyuarakan "Please keep everything simple" merupakan permainan menghukum diri sendiri? Meriah bukan berarti Mewah. sama seperti seorang wanita kalau berbaju putih akan kelihatan lebih sederhana dibanding berbaju merah menyala.
Yang saya tidak suka adalah diantara lautan orang berbaju hitam, muncul seorang berbaju merah menyala bukan karena dia tidak punya baju hitam dirumahnya, tapi dipakai karena dia ingin kelihatan beda. Mau muncul sebagai aksen. Orang itulah yang bakal mencemari kelompoknya.
Masalah Tionghoa dari dulu sudah ada. Mengapa sekarang ini makin dipertajam dengan memperlihatkan perbedaan yang tidak perlu?
Sorry saja Kurniawan-heng, kebodohan yang saya kritik adalah kebodohan orang Cina yang melakukan hal-hal yang saya kritik. Saya sendiri menghindari sebisa mungkin kebodohan seperti itu. saya tidak melakukan generalisasi. Kecuali jika anda sendiri merasa ikut mempraktekkan apa yang saya kritik tersebut, maka saya anggap anda termasuk kategori tersebut.
Saya pun tidak mengatakan marilah kita tetap bersembunyi di rumah masing-masing pada waktu kita melakukan sembahyang imlek atau cengbeng seperti jaman dulu. saya turut menikmati kebebasan ini. saya hanya memperingatkan janganlah berlebihan. Kategori berlebihan pun tidak saya perinci pada tulisan saya. Saya anggap kata "berlebihan" itu kualitatif, yang tidak punya standar ukur. Jadi, benar kata Anda, sejauh mana kelebihan dan jor-joran yang saya maksud itu terserah pribadi masing-masing. Setidaknya saya menyerukan agar mawas diri...
Untuk Others-heng mengenai stereotype, benar sekali. jangan sampai kita terjebak pada stereotype. Maka tulisan saya mengkritik mereka yang melakukan, bukan generalisasi apalagi stereotype.
Untuk ulysee, memang yang saya maksud "gamang" adalah impor dan lokal itu. definisinya sih belum ditarik garis yang tegas. sama saja dengan tidak bisanya menarik garis tegas definisi tionghoa totok dan tionghoa peranakan. kita belum selesai berurusan, melestarikan dan mengembangkan yang 'lokal', sudah mau mencaplok yang 'impor'. Yang bahaya, bukannya terjadi semakin 'kaya warna' dengan masuknya yang impor, tapi malah menindas dan memunahkan yang lokal....
Untuk Bung Kenken, pertama tama tolong dilihat nama saya. saya yakin nama Greysia adalah nama yang cukup feminim. kenapa anda sok yakin dengan memanggil saya Mas?
1. Terus terang saya ga ingat pesta meriah mana. yang saya masih ingat adalah berita pemberian angpao imlek oleh anggota dpr kepada kaum tionghoa miskin di tangerang yang diliput media secara besar-besaran dan seorang tionghoa kaya yang dermawan membagikan angpao kepada ratusan orang miskin.... trus dipandu dengan ruhut sitompul (ceritanya orang itu temannya si ruhut, napa pula si ruhut ikut ambil komentar? ga penting banget). jadi, sudahilah yang ini. karena saya ga bisa jawab, anggep aja saya salah.
2. setau saya, permainan barongsai dan tari liong itu memiliki tradisi yang panjang di negara asalnya. apa bung Kenken belum nonton film2 Jet Lee? disitu bisa dilihat sebelum dimainkan harus melaksanakan upacara. sama saja dengan tari barong. apa menurut anda tidak menyakitkan melihat tari barong yang begitu sakral di bali ditarikan di antara restoran kaki lima dan meminta sumbangan uang? kalaupun bukan yang beragama buddhis yang menarikannya (seperti kesatuan tentara di semarang... saya lupa namanya), pasti mereka melakukan ritual pembersihan diri, puasa mutih (mungkin), dll. pokoknya bukan sembarangan. apakah para pengamen biasa... di tepi jalan, di peremp[atan dan di resto kaki lima tidak dikategorikan mengganggu ketertiban umum? apalagi serombongan pengamen berjubah barongsai yang notabene satu kelompok besar (saya tidak p[ernah lihat pemain barongsai tunggal... apa anda pernah lihat?) dan musik pukul yang lumayan berisik jika keliling sekitar tempat tinggal anda.
3. Oho bung Kenken, sebagian tionghoa sendiri yang memaksakan diri berkiblat pada RRC dan Taiwan. yang saya maksud budaya Tionghoa Taiwan dan RRC yang trend sekarang, bukan yang jaman dulu. apa anda pikir budaya Cina jaman dulu sama dengan sekarang? kalau dasar-dasar perubahan budaya dari jaman ke jaman saja anda tidak tahu, mari kita stop saja diskusi kita sampai disini. percuma saya menjelaskan nomor selanjutnya. karena itu dalam konteks studi budaya.
kalau masih mau lanjut, coba gantian jelaskan pada saya hasil investigasi anda perbedaan dan persamaan tionghoa tangerang yang kita kenal sebagai cina benteng dan tionghoa yang ada di jakarta sekarang yang datang belakangan dan lebih sering kita sebut 'totok'. Ini juga menjawab nomor 6.
4. untuk klenteng, dan perbedaan klenteng di indonesia dengan di RRC ato Taiwan sana, silahkan anda baca tesis saya mengenai Tipologi Klenteng Jakarta abad 17 sampai 1949 di Perpustakaan FIB UI atau yang lebih mudah, bacalah dahulu buku Klenteng2 Jakarta karya Claudine Salmon. saya akan layani anda setelah anda baca itu. Kalau saya layani anda sekarang, mending saya bungkam saja. Menghabiskan bandwith, tidak berguna bagi beberapa orang yang menginginkan diskusi lain yang lebih berbobot. Demikian juga untuk patung.
saya rasa bung kenken bukannya tidak mengerti apa yang ditanyakan dari tulisan saya, hanya ingin membuat saya geram dan memancing saja. diskusinya bakal tidak setara dan buang-buang waktu. saya lebih menghargai tulisan Kurniawan atau Ulysee dan Others, yang tidak memperdebatkan dasar tapi kembangannya. walau saya tidak selalu sependapat dengan semua orang, tapi diskusinya lebih baik.
Greysia Susilo Junus
perempuan
__________________________________________________________Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car Finder tool.
http://autos.yahoo.com/carfinder/
[Non-text portions of this message have been removed]
Send up to 1GB of
files in an IM.
--- Ulysee <ulysee_me2@yahoo.com.sg> wrote:
> Saya pribadi tidak melihat apa kata Greysia iu
> sebagai menginjak injak
> ke-Cina- annya sendiri.
> Malah bagus, ada kritik.
> Membiarkan sesuatu yang bodoh terus berlangsung, itu
> sama saja dengan
> pembodohan publik, ya toh?
Silahkan Anda simak komentar di bawah ini:
“maka kita akan hidup lebih mudah dimanapun.
meminimalisasi perbedaan merupakan strategi yang
simpel. kalo memang merasa berbeda, cukup keep on the
mind, not in the behavior. ….... that's the part of
survival in this world.”
“saya lebih suka keadaan dimana orang tionghoa masih
direpresi... .. dengan kebebasan ini, rasanya lebih
gamang. Sangatlah normal secara psikologi dimana kita
merasakan represi kita akan bersatu, tapi begitu
ikatan itu longgar.... kita malah tercerai berai. “
Dan coba prinsip ini dilihat dari sudut pandang
sebaliknya, misalkan kali ini Anda adalah yang
mayoritas etnis China dan ada seorang minoritas suku
tertentu di lingkungan Anda, misalnya suku “Ambon”.
Apakah Anda sungguh-sungguh mengharapkan orang suku
“Ambon” itu mengingat ke-Ambon-annya hanya dalam
pikirannya saja dan menutupi semua ke-Ambonan-nya
sebagai suatu cara paling simpel untu menyesuaikan
diri dengan ke-China-an lingkungan Anda sebagai
mayoritas? Apakah Anda sungguh-sungguh menganggap
me-represi ke-Ambon-an orang tersebut adalah hal yang
baik dan akan membuat orang Ambon tersebut merasa
lebih nyaman dan tidak gamang? Menurut saya
mengharapkan hal semacam ini berarti “menginjak-injak”
hak seseorang untuk berkembang seutuhnya sebagai etnis
tertentu. Hanya saja dalam komentar Sdri. Greysia,
hal ini dilakukan terhadap dirinya sendiri sebagai
etnis tertentu.
>
> Lebih menakutkan kalau
> Mentang-mentang sesama tionghoa lalu membutakan diri
> atas sikap euphoria
> yang kebablasan.
> Tidak menyadari kalau segala sesuatu yang kebablasan
> itu bisa menghantam
> diri sendiri.
Saya tidak sedang melakukan pembelaan hanya karena
sesama Tionghua, tetapi yang saya katakan adalah apa
yang benar menurut sudut pandang saya sendiri.
Silahkan Anda membaca jawaban saya kepada Sdri. Ida
Khow mengenai hal ini.
> Meminimalisasi Identitas itu yang kayak apa lagi?
> Istilah yang aneh aneh nya diperjelas dulu coba.
Meminimalisasi identitas maksudnya kalau seseorang itu
beretnis tertentu, misalnya etnis China, kemudian ia
melakukan cara-cara supaya identitasnya sebagai etnis
tersebut tidak kentara. Sebenarnya istilah ini sudah
jelas jika melihat konteks keseluruhan bahwa kita
sedang membahas sudut pandang Sdri. Greysia mengenai
identitas ke-China-annya. Silahkan Anda membaca ulang
komentar Sdri. Greysia baik-baik.
Kurniawan
> -----Original Message-----
> From: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> [mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf
> Of Kurniawan
> Sent: Friday, May 25, 2007 8:27 AM
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Peringatan
> Tragedi Mei 98 di Los
> Angeles
>
> com.sg> wrote:
>
> >
> > Apa yang Anda maksud dengan "permainan menghukum
> > diri sendiri" itu?
>
> Yang saya maksud dengan permainan menghukum diri
> sendiri adalah komentar Sdri. Greysia yang
> mengesankan
> seolah-olah jalan keluar terbaik mengenai masalah
> ke-China-annya adalah dengan menginjak-injak
> ke-China-annya itu sendiri. Seolah-olah sesudah
> meminimalisasi identitas China-nya dan mengkritik
> kebodohan orang-orang China di Indonesia, yang nota
> bene termasuk dirinya sendiri, ia akan lebih
> dihargai
> dan diterima oleh lingkungannya.
>
> > Apa mau menyangkal ada tionghoa yang pengen
> > merayakan Imlek besar
> > besaran sampai sewa satu kemayoran? Apa itu bukan
> > jor-joran namanya?
>
>
> Saya tidak menganggap perayan Imlek yang
> besar-besaran
> itu sesuatu yang buruk (selama tidak keterlaluan dan
> > --- In budaya_tionghua@
> <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com, Kurniawan
> > <kurniawan20062000@...> wrote:
> > >
> > > Saya tidak setuju dengan pendapat Sdri. Greysia
> di
> > > bawah ini. Menurut saya, pendapat semacam ini
> > adalah
> > > contoh permainan "menghukum diri sendiri" akibat
> > > kejadian di masa lalu. Pemahaman semacam ini
> akan
> > > merugikan etnis China dan pihak pribumi sendiri.
> > > Penjelasannya bisa dilihat di topik yang sama,
> > yang
> > > saya ubah sedikit judulnya menjadi "Membantu
> > Pribumi
> > > Menghindari Pembodohan".
> > >
> > > Kurniawan
> > >
> > > --- greysia susilo junus <greysiagreysia@...>
> > > > budaya-budaya "baru" dari RRC yang sekarang
> ini
> > > > dibawa kembali ke Indonesia dengan label
> inilah
> > > > budaya Tionghoa, kita 'dipaksa' harus
> menyamakan
> > > > level kita yang lebih tradisional (dan sudah
> ada
> > > > elemen percampuran dengan budaya setempat),
> > dengan
> > > > budaya RRC atau Taiwan yang sekarang. Bangunan
> > > > klenteng kita yang unik dan tidak ada lagi di
> > RRC
> > > > dipugar, dibongkar, dan dibikin semirip
> mungkin
> > > > dengan bentuk kuil2 di Taiwan atau RRC....
> idih,
> > > > kayak orang ga punya ktp aje, harus minjem ktp
> > orang
> > > > lain.
> > > >
> > > > Patung-patung Buddha kuno yang kita miliki di
> > > > klenteng-klenteng, digeser dengan
__________________________________________________________
> > _______________
> > > The fish are biting.
> > > Get more visitors on your site using Yahoo!
> Search
> > Marketing.
> > >
> >
> http://searchmarket
>
> ing.yahoo.com/arp/sponsoredsearch_v2.php
> > >
> >
> >
> >
>
>
__________________________________________________________
> It's here! Your new message!
> Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
> http://tools.
>
<http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/>
> search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
__________________________________________________________Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.
http://farechase.yahoo.com/
Chat in real-time
with your friends.
Connect with
others on the web.
--- idakhouw <idakhouw@yahoo.com> wrote:
> --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, Kurniawan
> <kurniawan20062000@...> wrote:
> Jangan2 Anda memang tidak punya kepekaan sosial ya?
> Cobalah Anda belajar berani melakukan kritik diri
> atas etnis Anda
> sendiri.
> Katakan salah kalau memang salah. Bela kalau memang
> perlu dibela.
Terima kasih atas komentar Anda bahwa jangan2 saya
memang tidak punya kepekaan sosial. Saya sendiri tidak
merasa demikian, tapi saya pikir Anda berhak punya
pendapat sendiri. Terima kasih atas saran Anda agar
saya belajar melakukan kritik terhadap etnis saya
sendiri. Tapi yang mungkin tidak Anda sadari adalah
bahwa yang sedang saya lakukan adalah persis seperti
yang Anda sarankan, yaitu mengkritik etnis China
sendiri, dalam hal ini orang-orang China yang melihat
perayaan Imlek yang meriah hanya dari segi negatifnya
saja dan orang-orang China yang sedang berkhayal
menjadi orang yang lebih bijaksana dan peka sosial
sesudah merendahkan ke-China-annya sendiri. Dan
mungkin Anda juga tidak menyadari, bahwa juga persis
seperti yang Anda sarankan, saya sedang mengatakan
yang salah karena memang hal itu salah dan membela
karena memang perlu dibela.
Hanya saja, kelihatannya Anda tidak sepenuhnya
memahami apa yang saya maksud. Anda mengira kalau saya
membela “etnis China” hal itu hanya berarti saya hanya
membela “etnis di mana saya menjadi salah satu
anggotanya” saja. Tapi saya sendiri tidak merasa
sedang melakukan hal demikian. Saya menggunakan kata
“etnis China” ini hanya sebagai perwakilan dari “etnis
apa pun di dunia ini”. Saya tidak sedang membicarakan
kepentingan etnis China saja, tapi kepentingan semua
etnis yang ada, tentang bagaimana menurut saya
seseorang dengan ke-etnis-an tertentu harus bersikap.
Saya yakin semua orang harus menghargai ke-etnis-annya
sendiri, sebelum bisa benar-benar menghargai
ke-etnis-an orang lain. Oleh karena itu saya
sungguh-sungguh berharap etnis China di Indonesia juga
bisa menghargai ke-China-annya sendiri, sama seperti
saya berharap etnis lain pun sungguh-sungguh
menghargai ke-etnis-an mereka masing-masing.
> Memang orang Cina ada yang ngaco kok (sama juga
> terjadi di etnis2
> lain), saya suka 'mual' melihat tingkah mereka.
>
Saya setuju memang orang China juga banyak yang ngaco,
dan saya bersyukur bahwa Anda “mual” melihat tingkah
mereka. Pernyataan Anda ini mengesankan bahwa Anda
bukan termasuk salah satu orang China yang ngaco dan
bikin “mual” tersebut. Mudah-mudahan memang demikian,
dan dengan orang-orang seperti Anda-lah orang China
bisa memperbaiki diri.
Kurniawan
__________________________________________________________Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469
Host a free online
conference on IM.
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
Call your friends
worldwide - free!
Saya tidak menganggap istilah "meminimalisasi
identitas" itu kata-kata yang canggih, dan istilah ini
cuma merangkum sudut pandang Sdri. Greysia mengenai
identitas ke-China-annya dan supaya saya tidak perlu
menulis ulang semua komentar Sdri. Greysia ketika
menjelaskan sudut pandang saya sendiri. Dalam
komentarnya sendiri Sdri. Greysia sudah menulis kata
"meminimalisasi" ini. Jika masih belum jelas, silahkan
Anda membaca ulang komentar Sdri. Greysia baik-baik
dan kalau menurut Anda istilah ini benar-benar tidak
"nyambung" dengan topik yang dibahas, kita bisa
mendiskusikannya kembali.
Kurniawan
--- Dada <wrw.hzh@gmail.com> wrote:
> Dohhhhh
>
> Doyan banget pake kata-kata yang canggih malah jadi
> aneh kalau dibaca....
> Seakan-akan setiap orang bisa men-DESAIN sebuah
> terminology .........
>
> Minimalisasi Identitas = itu apa tuh :-p
>
> Rekening Agama ? hehe
> Salon Gereja ? hehehe
> Kuil Narsis ? hehehe
> Nasi Goreng Komunis ? wakakaka
>
> Robby Wirdja
> ================================================
> Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
> Posted by: "Ulysee" ulysee_me2@yahoo.com.sg
> ulysee_me2
> Fri May 25, 2007 12:22 am (PST)
>
>
> Meminimalisasi Identitas itu yang kayak apa lagi?
> Istilah yang aneh aneh nya diperjelas dulu coba.
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
__________________________________________________________Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Send up to 1GB of
files in an IM.
Wah! dendam apa nih Erik Xiong pada saya? untungnya saya masih hidup. ( tapi ini juga gawat, malah tidak ada bukti korban Tionghoanya hahaha)
Memang ada tokoh2 gerakan seperti Arief Budiman yang berpendapat, agar orang Tionghoa jangan membesarkan kasus Mei sebagai kasus rasial, supaya mendapat simpatik dari masyarakat Mayorias non Tionghoa.
Secara strategi gerakan, ini sih sah2 saja, tujuannya untuk mencari dukungan seluas mungkin. Tapi, secara moral, hal ini sama sekali tidak mendidik. untuk menjelaskan maksud saya, saya coba membuat analogi dari sejarah perang dunia kedua.
Kita tahu, Jerman Nazi telah melakukan gerakan pembantaian massal bangsa Yahudi, ini sebuah peristiwa yang tentu sangat mencoreng muka orang Jerman sendiri yang masih punya nurani. agar rakyat Jerman semua dapat setuju menghukum kejahatan Nazi dalam perang dunia, dari pada menonjolkan holocoust, yang lebih mudah sebenarnya adalah menonjolkan akibat perang terhadap rakyat Jerman sendiri. tapi Rakyat Jerman ternyata cukup berani menghadapi kejahatan bangsanya sendiri, mereka secara berkala mengadakan peringatan Holcoust! akibatnya, Rakyat dan Negeri Jerman mendapat penghormatan secara luas di dunia Internasional. mereka cepat sembuh dari luka perang.
Sebaliknya, untuk mempertahankan harga diri bangsanya, para politikus Jepang berusaha menutupi kejahatan perangnya terhadap bangsa lain. akibatnya? mereka masih belum sepenuhnya dimaafkan oleh dunia internasional. malah, di kaum kanan Jepang mulai bangkit lagi, berambisi mengulang kejayaan kaum fasis!
Kerusuhan berbau rasial sudah berulang terjadi, semakin ditutup2i, justru berpotensi akan berulang kembali. jika kita tidak bisa menuntaskan kasus Mei, pola kerusuhan yang sama tak mustahil untuk hadir kembali di Bumi ini.
ZFy
----- Original Message -----
From: Erik
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Thursday, May 24, 2007 6:21 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles
Saya jadi tertarik ikut nimbrung sama komentar Zhou Xiong.
Bukan pada topik kerusuhan Mei'98 yang didebat-kusirkan, tapi pada
persoalan Target Objek dan Ekses.
Saya sebenarnya benci dan dendam sekali pada Zhou Xiong karena
sesuatu sebab. Lalu saya bikin rencana membunuhnya.
Saya pasangi bom ke mobil Zhou Xiong. Tapi, Zhou Xiong tidak
sendirian di dalam mobil itu, ada orang lain yang ikut numpang.
Jadi, mampuslah mereka semuanya bersama Zhou Xiong akibat ledakan
bom yang saya pasang itu.
Karena yang mati bukan cuma Zhou Xiong sendirian, tetapi ada banyak
orang lain. maka saya tidak boleh dituduh berencana membunuh
Zhou Xiong, karena buktinya yang mati bukan Zhou Xiong seorang diri,
ada lebih banyak orang lain kecuali Zhou Xiong!!
Ahhhh, logika hukum macam apakah itu???
Salam,
Erik
Recent Activity
a.. 17New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
a.. Dan
b.. Indonesian
c.. Indonesian language course
d.. Indonesian language learn
Yahoo! Mail
Next gen email?
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta.
Y! Messenger
PC-to-PC calls
Call your friends
worldwide - free!
Y! GeoCities
Be Interactive
Create a conver-
sation with blogs.
.
[Non-text portions of this message have been removed]
Send up to 1GB of
files in an IM.
Sebenarnya istilah " mempertahankan " budaya Tionghoa ini yang harus dikoreksi.
Apanya yang harus dipertahankan? budaya babah sudah tidak ada lagi yang "hidup", coba, tionghoa mana yang masih bisa gambang kromong? siapa yang masih pakai batik encim? budaya totok pun juga sudah hampir "mati " akibat kena berangus , coba, hasil sastra mandarin dari Indonesia mana ada yang pantas ditampilkan di pentas dunia? masak mau mempertahankan yang seperti ini?
Yang lebih tepat adalah " revitalisasi" buaya Tionghoa! menghiupkan kembali.
kalau bicara menghidupkan kembali, semua harus dimulai lagi dari titik nol. kita bisa saja bercita2 menghidupkan kembali budaya babah, tapi sat ini kita juga harus memperlakukan budaya ini sebagai "barang baru", mencoba mengenalkan kembali ke generasi baru yang telah merasa asing, .
Sama saja halnya saat kita mengajarkan bahasa mandarin pada generasi muda tionghoa. bagi mereka ini juga merpakan pelajaran "bahasa asing".
kalau demikian halnya, kita tidak usah pusing mana yang lebih benar. bagi yang masih memahami budaya babah silahkan menyebarkan, bagi yang paham budaya totok juga silahkan meneruskan ke generasi muda.
Hanya saja, bagi kaum muda, akan lebih tertarik pada budya jontemporer dibanding budaya masa silam, dan budaya kontemporer ya harus menggali dari negeri asalnya yang budayanya terus mengalami perkembangan. ini adalah hal yang alami.
kalau demikian, yang berjaya adalah budaya import dong? mana identitas lokal? tak usah risau, jika perkembangannya normal, tidak ada campur tangan politik, sesuai perjalanan waktu, pasti akan muncul lagi budaya lokal hasil akulturisasi, akan muncul lagi budaya babah jilid 2, seperti di masa lalu.
ZFy
----- Original Message -----
From: Ulysee
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, May 23, 2007 10:27 PM
Subject: Euphoria Budaya Tionghoa (RE: [budaya_tionghua] Re: Peringatan Tragedi Mei 98 di Los Angeles)
Hmm menarik,
Terutama mengenai "akulturasi budaya tionghoa ke budaya lokal" itu.
Belakangan ini saya memang lagi bingung mengenai ke-tionghoaan.
Maksud hati ingin melestarikan budaya tionghoa, tapi agak agak rancu,
budaya tionghoa yang mana yang mau dilestarikan??
Budaya tionghoa lokal kah?
Budaya tionghoa impor kah?
Yang mana yang termasuk budaya tionghoa lokal? Bagaimana
melestarikannya?
Apakah dengan mempelajari gambang kromong, kebaya encim, dan masakan
seperti lontong cap go meh?
Yang mana termasuk budaya tionghoa impor? Bagaimana melestarikannya?
Apakah les kaligrafi, les alat musik guzhen? Les wushu?
Bingung.
Ini kali yang dibilang 'gamang' itu ya?
Merasa yang impor lebih afdol..
Krisis identitas???
Recent Activity
a.. 20New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
a.. Dan
b.. Indonesian
c.. Indonesian language course
d.. Indonesian language learn
Yahoo! Mail
Get it all!
With the all-new
Yahoo! Mail Beta
Y! Messenger
Instant smiles
Share photos while
you IM friends.
Y! GeoCities
Share Interests
Connect with
others on the web.
.
[Non-text portions of this message have been removed]
You're invited to try
the all-new Mail Beta.
Show off your
talent and skills.
Itu belum seberapa bung Dada!!
coba anda lihat posting 25949 dari Koko Ciao Lie, lebih canggih lagi
istilah yang dia pake dalam kuliah yang diberikan pada saya!!
Salam,
Erik
---------------------------------------------------------
In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Dada" <wrw.hzh@...> wrote:
>
> Dohhhhh
>
> Doyan banget pake kata-kata yang canggih malah jadi aneh kalau
dibaca....
> Seakan-akan setiap orang bisa men-DESAIN sebuah terminology .........
>
> Minimalisasi Identitas = itu apa tuh :-p
>
> Rekening Agama ? hehe
> Salon Gereja ? hehehe
> Kuil Narsis ? hehehe
> Nasi Goreng Komunis ? wakakaka
>
> Robby Wirdja
> ================================================
Dear Ci Grey yb,
sori kalo pake sapaan "mas", ternyata
anda perempuan ya.
1. Tionghoa kaya bagi-bagi ampao itu
tidak perlu dipolitisir menjadi gerakan
anti-imlek.
haji-haji pribumi kaya raya banyak berikan
duit dan sembako saat lebaran. itu
praktek sosial biasa dari kalangan kelas
kaya.
masalah media pers yg blow-up secara
besar-besaran itu masalah lain. mestinya
si media pers itu yang dihantam bukan
Tionghoa-nya.
2. saya pernah liat "pengamen" Barongsai
berjumlah 5 orang di Muara Karang. beda
dgn atraksi Liong & Barongsai yg biasanya
lebih dari jumlah 5 orang.
penyimpangan kesakralan Barongsai itu
terjadi karena orang-orang yg ngerti
kesakralan spt Ci Grey tidak ngasi tau
langsung kepada para pemain amatiran itu.
tetapi lebih memilih mempertontonkan
slogan anti-tionghoa di milis-milis.
masalah kesakralan berbeda dgn masalah
ketertiban sosial. tulisan Ci Grey kemarin
itu lebih menekankan pada tertib masyarakat
umum, bukan masalah kesakralan permainan
Barongsai.
3. dalam era globalisasi, dunia jadi
kecil. Barat dgn trend budayanya masuk
ke setiap belahan dunia, bahkan di arab
sudah banyak situs-situs porno a la Barat
tetapi menampilkan perempuan Arab.
pakaian kita sehari-hari jelas mengadobsi
trend Barat. pakaian resmi berdasi itu jelas
produk budaya Barat. dan kita semua menerimanya
tanpa masalah. termasuk ci Grey.
tetapi anehnya, Greysia malah menuding
masuknya produk hiburan RRT & Taiwan. di saat
yg bersamaan begitu terbuka & permisif
terhadap ekspansi budaya Barat. dari sini,
anda jelas anti Tionghoa dan pro-Barat.
padalah, jelas kita lebih dekat dengan
Theresa Teng daripada Mariah Carey.
Tionghoa tangerang bukan satu-satunya
mainstream ekspresi dan atribut Tionghoa
di Indonesia. masih ada lagi Bangka, Medan,
pontianak, Jakarta dan Jawa. semuanya beda
dgn dengan ekspresi Ketionghoaan komunitas
Tionghoa Tangerang.
apakah maksud ci Grey itu adalah semua
Tionghoa harus mengadobsi atribute Tionghoa
Benteng?!
apakah ekspresi "tionghoa totok" itu salah?!
dan bukan bagian integral dari cosmologi
Tionghoa?! mama saya itu masih totok apabila
dilihat dari "bahasa" yang dipakai.
4. saya belum baca thesis anda. saya baru
kenal anda di milis ini. tentu anda tidak
bisa berharap saya mempersamakan anda dgn
Arief Budiman. tapi saya mau baca thesis anda.
anda bisa kirim ke saya?!
anda jangan asal tuduh, bahwa saya hendak
membuat anda geram. yang saya permasalahan
adalah tudingan anda terhadap bio-bio yang
ada dgn mengaitkan semangat anti-RRT & taiwan
anda itu.
best regards,
Kenken
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, greysia susilo junus
<greysiagreysia@...> wrote:
>
>
> Untuk Bung Kenken, pertama tama tolong dilihat nama saya. saya
yakin nama Greysia adalah nama yang cukup feminim. kenapa anda sok
yakin dengan memanggil saya Mas
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta
Hallo Greysia,
Terima kasih penjelasaannya. Maaf kalau ada ungkapan
saya yang tidak tepat. Waktu saya mengatakan bahwa
ketika Anda mengkritik kebodohan orang China di
Indonesia, termasuk di dalamnya diri Anda sendiri,
maksud saya bukan Anda termasuk orang bodoh tersebut,
tapi Anda termasuk orang China di Indonesia yang Anda
gambarkan citranya sebodoh itu.
Saya memang tidak setuju dengan tulisan Anda
sebelumnya, yang menurut saya terlalu merendahkan
ke-etnis-an diri sendiri dan terlalu pesimis dengan
etnis China di Indonesia. Tapi pastinya saya dan
semua orang di sini juga tahu, Anda tidak sepenuhnya
bermaksud demikian dan Anda hanya ingin menekankan
hal-hal tertentu supaya orang China di Indonesia bisa
menjaga diri dan tidak melakukan hal-hal bodoh seperti
yang Anda sebutkan. Saya juga yakin, kebanyakan orang,
termasuk saya dan Anda, masih berpikiran sehat bahwa
jalan terbaik untuk mengatasi masalah ke-China-an kita
di Indonesia adalah dengan mengambil jalan tengah,
yaitu tidak terlalu memamerkannya dan juga bukan sama
sekali menghilangkannya. Perbedaannya hanya pada
aspek-aspek tertentu yang ingin ditekankan. Dari saya
sendiri, keyakinan saya seperti yang saya jelaskan
pada komentar-komentar saya sebelumnya.
Karena ini diskusi, pasti banyak pendapat yang
bertentangan. So, take it easy OK.
Kurniawan
--- greysia susilo junus <greysiagreysia@yahoo.com>
wrote:
__________________________________________________________
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
Aduh.. koq masalahnya jadi panjang begini yah..
Padahal posting saya awalnya hanya untuk mengajak kita introspeksi,
jangan2 ada sikap kita yang berlebihan yang walaupun kecil sekali tetapi
juga dapat memicu tragedi Mei 98. Saya setuju bahwa peristiwa tersebut
dipicu oleh provokasi oknum2 tertentu, tapi saya kira seandainya kalau
tidak ada benih ketidaksukaan, tentunya skalanya tidak akan meluas
seperti itu.
Saya tidak bermaksud untuk mengatakan kita harus menghapus identitas
kita sebagai orang China tetapi saya hanya berusaha mengingatkan bahwa
kita adalah bangsa Indonesia dari etnis China (INTI), sehingga
seharusnya kita juga berkontribusi terhadap bangsa ini. Semuanya harus
dimulai dari sesuatu, harus ada titik awalnya, dan yang paling mudah
adalah diri kita sendiri. Jika kita saja tidak merasa menjadi bagian
dari bangsa ini, bagaimana kita mengharapkan etnis lain bisa merasakan
hal yang sama? Tanpa adanya rasa kebersamaan seperti itu, tragedi yang
sama mungkin akan terulang kembali..
Call your friends
worldwide - free!
Menurut saya, ada banyak sutradara dalam kerusuhan Mey
'98. Saling menunggangi, saling memanfaatkan untuk
mencapai tujuannya masing-masing. Para pelaku di
lapangan, ada yang memang datang ke lapangan untuk
melakukan aksinya, ada juga yang datang ke lapangan
untuk menonton lalu terpancing untuk ikut beraksi. Ada
juga yang tidak melakukan apa-apa, bahkan ada yang
ikut mencegah, namun dijadikan tersangka oleh publik.
Saya tidak tahu, apakah anda atau anggota milis
lainnya pernah mendengar atau tidak, namun saya sering
sekali mendengar orang-orang yang berkata, tentang
siapa siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan Mey
'98. Ada yang menunjuk oknum (orang) tertentu, ada
yang menunjuk instansi tertentu, ada yang menunjuk
umat agama tertentu, ada yang menunjuk suku tertentu.
Bagi saya, hal tersebut sah sah saja, karena
masing-masing bebas menarik kesimpulan. Daripada
membantah pendapt mereka mati-matian, belajar dari
pengalaman, lebih baik memberikan mereka informasi
tambahan atau menanyakan beberapa pertanyaan agar
mereka mempertimbangkan kesimpulan mereka.
Saya tidak merasa bosan dengan topik ini, sebab
menurut saya pribadi, mendiskusikan hal ini adalah
salah satu cara untuk mencegah hal tersebut terjadi
lagi di masa depan. Itu sebabnya ketika ada orang yang
menyatakan pendapat bosan dengan topik ini, saya
mengajukan informasi atau pertanyaan untuk mengurangi
rasa bosan mereka.
go ho
hai hai
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah
> Tiongkok :.
>
> .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
>
> .: Pertanyaan? Ajukan di
> http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua
> http://iccsg.wordpress.com :.
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> (Yahoo! ID required)
>
> mailto:budaya_tionghua-fullfeatured@yahoogroups.com
>
>
>
__________________________________________________________Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's
Comedy with an Edge to see what's on, when.
http://tv.yahoo.com/collections/222
Send up to 1GB of
files in an IM.