http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=315759&kat_id=85
Minggu, 02 Desember 2007
Nelson Tansu PhD
Mengenalkan Potensi Indonesia
Oleh :
Kabar itu sampai di telinga Nelson Tansu. Iskandar Tansu dan Lily Auw, orang tua Nelson, dibunuh perampok, Agustus 2007, di Medan. Ia segera terbang ke Indonesia. ''Pelaku kriminal perampokan dan pembunuhan yang tidak manusiawi terhadap kedua orangtua kami telah mengambil hal yang paling berharga bagi keluarga kami, yaitu kedua orang tua yang kami cintai,'' kata Nelson, yang tinggal di Amerika Serikat.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini menganggap kedua orangtuanya punya peran besar dalam menanamkan kepercayaan dan kerja keras hingga ia bisa mencapai kondisi seperti saat ini. ''Mereka orang tua yang sangat baik dalam memberikan contoh-contoh yang baik dalam hidup,'' ujar dia.
Nelson Tansu, pria kelahiran Medan, 20 Oktober 1977, itu menyelesaikan program PhD (doktor) di usia 25 tahun di University of Wisconsin, Madison, Amerika. Di usia 26 tahun, ia sudah menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania. Ini adalah universitas unggulan di bidang teknik dan fisika di kawasan East Coast. Di Lehigh, Nelson mengajar mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer.
Hasil risetnya bertebaran di jurnal ilmiah internasional. Ia sering diundang ke berbagai seminar, konferensi, dan pertemuan intelektual di negeri itu. ''Beberapa temuan kami yang telah dipublikasi dan dipatenkan mencakup teknologi semiconductor nanostructures yang digunakan untuk merealisasikan high power semiconductor lasers, semiconductor lasers untuk optical communications, semiconductor lasers untuk biological sensors, dan juga semiconductor technology untuk solid state lighting technology,'' papar Nelson.
Mantan finalis Olimpiade Fisika 1995 itu telah meraih penghargaan dari temuan-temuannya itu. Sebagai profesor muda berwajah khas Asia di perguruan tinggi ternama di Amerika, tak banyak yang mengira ia berasal dari Indonesia. ''Memang kebanyakan orang Asia Timur yang menjadi profesor di universitas di Amerika berasal dari Jepang, Korea, Cina, dan Taiwan, sehingga sering sekali saya dikira berasal dari negara-negara tersebut. Biasanya sewaktu saya menjelaskan bahwa saya berasal dari Indonesia, mereka malah terkejut ada orang Indonesia berkarier di bidang fisika dan teknik,'' ucapnya.
Setelah melewati suasana duka, Nelson melayani pertanyaan dari wartawan Republika, Burhanuddin Bella, Oktober 2007. Berikut petikannya.
Turut berduka cita atas meninggalnya ayah-ibu akibat kekejaman perampok.
Terima kasih. Tentu saya sangat sedih dan kecewa dengan pelaku kriminal yang kejam tersebut. Orang tua saya orang baik, sangat berjasa dalam hidup semua anak-anak mereka. Saya mendengar berita ini dari adik saya, Inge Tansu, di Minggu pagi (12 Agustus 2007, pukul 07.00 pagi di Amerika, sekitar jam 7 malam di Medan). Inge memberitakan, keluarga telah mencari orangtua kami selama enam jam. Adik saya sangat khawatir sewaktu memberitahukan kepada saya. Dia sedih dan bingung sekali.
Saya sendiri harus terbang ke pertemuan konferensi, di mana saya harus memberikan beberapa seminar di dua tempat di hari Senin (Salt Lake City, Utah) dan Selasa (Baltimore, Maryland). Jadi, saya harus terbang di Minggu pagi itu. Kami sekeluarga berkoordinasi dengan keluarga yang ada di Medan dan Jakarta, membantu mencari. Sekitar pukul 11 siang di Amerika Serikat (jam 11 malam di Medan), saya mendapatkan berita, polisi menemukan dua jenazah, lelaki dan wanita.
Abang saya (Tony Tansu) dalam perjalanan ke rumah sakit untuk melakukan verifikasi. Jujur, mendengar kabar itu, saya merasa lemas sekali karena memang ada perasaan bahwa kedua jenazah tersebut mungkin orang tua kami. Benar saja. Setengah jam berikutnya, mereka telepon lagi dengan sedih sekali menyatakan kedua jenazah tersebut adalah orang tua kami yang sangat kami cintai.
Tentu berat menghadapi peristiwa ini.
Tentu musibah itu menganggu aktivitas saya di universitas. Tapi, saya beruntung, banyak dukungan yang diberikan oleh teman-teman orang tua, keluarga, dan juga masyarakat Medan. Mereka semua membantu kami. Dukungan dan pengertian yang sangat luar biasa juga diberikan oleh Lehigh University untuk membantu saya dapat menghadapi musibah ini. Saya bersyukur atas dukungan itu. Tanpa itu, saya tidak tahu bagaimana kami sekeluarga dapat menghadapi hal yang sangat sedih ini. Lehigh University langsung memberikan akomodasi kepada saya untuk dapat menghadiri pemakaman. Saya bersyukur atas hal ini. Sekarang, kegiatan saya di universitas telah berlangsung dengan normal dan sibuk seperti biasa.
Kegiatan apa saja yang banyak menyita waktu Anda selama ini?
Aktivitas sehari-hari mencakup riset, pemberian lectures, memberi seminar di beberapa conferences dan universitas lain. Juga melakukan tugas komite di universitas, tingkat nasional (di USA), dan internasional. Selain melakukan riset theory and experiments, saya juga terlibat langsung dalam membimbing riset untuk mahasiswa PhD dan postdoctoral research fellow di grup kami (www.ece.lehigh.edu/~tansu) di Lehigh University.
Kegiatan kampus saya kira-kira 40 persen melakukan riset (termasuk riset, menulis proposal riset untuk mendapatkan dana riset, mempersiapkan dan menyelesaikan tulisan ilmiah, dan memberi bimbingan terhadap mahasiswa PhD / S3 dan postdoctoral, 25 persen mempersiapkan dan memberi kuliah, 15 persen memberikan seminar di konferensi dan universitas lain, 10 persen memberikan advis kepada mahasiswa S1 dan S2, 10 persen lainnya melakukan tugas-tugas komite untuk universitas dan juga National Science Foundation di Amerika Serikat. Aktivitas di luar kampus hanya melakukan kegiatan bersama dengan istri saya, Adela Gozali Yose, di rumah.
Anda profesor muda di perguruan tinggi ternama di AS. Bagaimana ceritanya sampai mendapatkan penghargaan seperti itu?
Dunia akademik Amerika sangat kompetitif untuk menjadi profesor di universitas top. Kita harus memiliki dedikasi yang sangat tinggi dalam mendalami bidang akademik dan riset. Sejak pertama kali melanjutkan pendidikan di Amerika, saya memang bertekad melanjutkan sampai PhD dan menjadi profesor di universitas AS di kemudian hari.
Sebab itu, waktu dalam proses S1, saya sebenarnya tidak pernah punya tujuan lain selain untuk mencapai gelar PhD. Saya tidak pernah menanyakan syarat apa yang diperlukan untuk tamat S1, tapi saya lebih suka mengambil kelas-kelas tingkat atas (seperti tingkat Master dan PhD) yang ingin saya selesaikan sebelum tamat S1. Terutama kelas-kelas fisika, saya memang banyak menyelesaikan kelas-kelas graduate (PhD core classes-nya) sebelum tamat S1, Mei 1998. Sewaktu melanjutkan ke program PhD di Universitas Wisconsin-Madison, saya tidak pernah mencari tahu requirement minimum yang diperlukan untuk tamat, tapi saya lebih berusaha memaksimalkan usaha dan potensi saya dengan belajar dan bekerja keras untuk mencapai academic and research excellence. Salah satu pendirian saya, ''Kita harus berusaha keras dengan tujuan untuk mencapai ambisi setinggi dan sejauh bulan. Jikalaupun gagal ke bulan, kita mungkin akan berada di puncak Mount Everest yang sudah merupakan tujuan tertinggi yang bisa dicapai di dunia.''
Adakah tawaran yang sama di perguruan di luar Amerika?
Sebenarnya saya sendiri mendapat tawaran untuk menjadi profesor di universitas-universitas di Taiwan dan Jerman pertengahan tahun 2002, tapi karena satu dan lain sebab, maka saya tidak menerima kedua posisi tersebut. Lalu, saya mendapat tawaran dari beberapa universitas bagus di Amerika dan Kanada sekitar akhir 2002 dan awal 2003. Setelah berbagai pertimbangan, saya menerima masuk ke Lehigh University. Proses wawancara untuk menjadi profesor di Amerika sangat susah. Contohnya untuk posisi profesor di Lehigh University, yang melamar menjadi profesor (untuk satu posisi) bisa mencapai sekitar 300-an, semuanya PhD, banyak di antaranya punya pengalaman kerja.
Apa pertimbangan Anda memilih Lehigh University?
Sebenarnya, waktu saya melihat kesempatan untuk berkarier di bidang riset dan akademik di universitas, saya sendiri memiliki berbagai kesempatan baik di Amerika, Kanada, Eropa, dan Asia. Ada tiga universitas AS, dua di Kanada, satu di Eropa, dan dua di Asia (bukan Indonesia) yang menawarkan posisi untuk menjadi profesor. Tapi, saya memilih Lehigh University karena saya menilai dukungan dari universitas yang sangat besar untuk kesuksesan riset saya di bidang fisika terapan dan semikonduktor nanoteknologi. Untuk melakukan riset di bidang saya, diperlukan banyak fundings dan waktu untuk mendirikan laboratorium yang berbobot di bidang semikonduktor nanoteknologi. Saya dan group members di grup kami telah menginvestasi beberapa tahun untuk mengembangkan laboratorium yang sangat lengkap saat ini.
Apa karena imbalan yang diberikan lebih besar atau ada pertimbangan lain?
Imbalan tentu hal penting untuk mencapai stabilitas finansial dalam hidup. Tapi, imbalan bukanlah faktor yang paling penting. Saya memilih Lehigh lebih disebabkan kesempatan untuk melakukan riset di universitas yang bagus di AS. Saya sering sekali ditanya mengenai bagaimana cara mengembangkan universitas di Indonesia. Saya rasa, imbalan bagi profesor-profesor dan dosen Indonesia adalah hal yang harus diperhatikan dengan baik.
Bagaimana andai pemerintah Indonesia meminta Anda kembali untuk mengembangkan ilmu Anda dan menularkan kepada siswa-siswa di Indonesia?
Tanpa diminta pemerintah Indonesia pun, saya sendiri telah aktif membantu Indonesia dari Amerika. Saya selalu aktif berusaha menarik mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan S-3/PhD di Lehigh University. Jika memang ada posisi yang tepat dan pas, serta waktu yang tepat, untuk berkontribusi maksimal bagi negara di Indonesia, tentu saja dengan senang saya akan bersedia untuk mempertimbangkan mengembangkannya di Indonesia. Saya sendiri merasa sangat produktif dalam tugas saya di Lehigh sebagai profesor.
Tapi, jika memang ada posisi yang tepat di Indonesia, saya rasa saya akan lebih memiliki keinginan mengabdi di universitas, sebagai profesor dan administrator, seperti dekan/rektor. Aspirasi saya supaya bisa merealisasikan universitas yang sangat berkualitas di Indonesia, yang dapat masuk dalam top 10 universitas di tingkat Asia. Saya sangat percaya, ini hal yang sangat penting dan tujuan ini dapat tercapai jika kita bekerja dengan keras bersama-sama di Indonesia
[Non-text portions of this message have been removed]
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "Sunny" <ambon@...> wrote:
>
> http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=315759&kat_id=85
>
> Tanpa diminta pemerintah Indonesia pun, saya sendiri telah aktif
membantu Indonesia dari Amerika. Saya selalu aktif berusaha menarik
mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan S-3/PhD di Lehigh
University. Jika memang ada posisi yang tepat dan pas, serta waktu
yang tepat, untuk berkontribusi maksimal bagi negara di Indonesia,
tentu saja dengan senang saya akan bersedia untuk mempertimbangkan
mengembangkannya di Indonesia. Saya sendiri merasa sangat produktif
dalam tugas saya di Lehigh sebagai profesor.
>
Seperti diketahui tingkatan profesor di North America (US dan Canada)
ada tiga yaitu Assistant Professor, kemudian Associate Professor dan
Professor (atau Full Professor). Saya kira pertolongan Tansu seperti
tsb. diatas utk. membantu mahasiwa Indonesia utk. belajar
postgraguate/graduate degree/S3/PhD tidak banyak menolong Indonesia
sebab orang2 pintar seperti Tansu tidak banyak yg. mau pulang ke
Indonesia karena beberapa alasan, antara lain yg. paling
penting: "tidak bisa mengembangkan atau memajukan atau memuaskan
kepandaiannya kalau tinggal di Indonesia". Malahan bisa
menjadikan "brain drain".
Seperti kolega dari Tansu di Lehigh University yg. asalnya dari
Indonesia, yg. meminta nasehat dari saya utk. mendapat greencard dan
kemudian barangkali akan/harus menjadi US citizen (kalau mau mendapat
kedudukan atau menyangkut technology yg. dianggap penting utk. US
national security) seperti dibawah ini:
--
From: ZZZ[mailto:ZZZ@verizon.net]
Sent: Wednesday, November 30, .... 11:07 PM
To: Jo, ...- SHR (beng-hoey.jo@va.gov)
Subject: hello from ZZZ
Dear .... Jo,
I am a passive member of .....-net mailing list and have just read
your recent posting regarding the medical physics opportunity. I am
writing here related to a request of help from your professional
expertise in medical physics in my green card application.
My name is.... ZZZ, and has been pursuing my postdoctoral research
with Lehigh University since Jul 2004 after the completion of my PhD
degree with Nanyang Technological University in Singapore. The brief
biography of mine and my research work can be found in my research
group website:
http://www.ece.lehigh.edu/........htm
Recently, in the research group of Lehigh, we managed to work on the
broadband emitter in the form of semiconductor superluminescence
diode that is really suitable for the optical coherence tomography
(OCT) technology. I believe that you might be familiar with the OCT
system that permits the powerful non-destructive imaging for retina,
tooth, etc. One US patent will be filled which I am as a co-inventor.
Carl Zeiss Meditec in CA has agreed to execute and maintain the
intelectual property of that invention.
http://www3.lehigh.edu/engineering/news/....quantumdots.asp
A little information about myself.
I am under H1B visa and my wife, an Indonesian also, is under H4. To
establish my status here, I am planning to apply the US green card
and have an early contact and converstaion with attorney for the
petition filling. It is suggested after evaluating my case that
National Interest Waiver (NIW) will be suitable with no requirement
to go through labor certification process. However, to justify my
case and further support my petition, very strong recommendation
letter is required especially from various experts, especially who
knows my field and its impact. It is also mentioned that the letter
from US government employee is extremely favorable to justify one's
case that will be beneficial to the US economy in the future.
Knowing your present expertise in medical physics especially in IMRI
and your important position in Federal government, I really hope that
you can help to provide me a strong cover letter for my green card
application related to my research contribution in OCT technology.
If you need to know more detail about myself, I can provide you my
updated resume that include all my professional research
publications, my work experience, my organizational activity,
professional membership etc.
Understanding your tight schedule at work, if agreeable, I (with the
help for my attorney later) will prepare the draft of letter that
later on you only need to modify/add/reduce according to your view
after evaluating my resume and other supported documents such as per-
refereed publication etc. I will also prepare some references related
to the present status of OCT technology that allows many wonderful 3D
imaging system.
I am looking forward to hear from you.
Thank you very much in advance.
Rgds,
ZZZ, Ph.D
Center for ...... Technologies
Department of Electrical and Computer Engineering, Lehigh University
Sinclair Laboratory., R. 226
Bethlehem , PA 18015 , USA
Tel: 610-758.....; Fax: 610-7582606
Email: Z...@lehigh.edu
URL: www.ece.lehigh.edu/.........
--
Sedangkan orang yg. tidak berakademik setinggi seperti Tansu saja,
tidak mau pulang ke Indonesia seperti dibawah ini, barangkali karena
alasan social security seperti dibawah ini:
From: XXX@.....> View Contact Details Add Mobile Alert
To: "B.H. Jo" <bh...@yahoo.com>
Subject: Re: Canada
Date: Fri, 16 Nov 2007 15:46:11 +0100
Dear ...B.H. Jo,
Slamat siang.
Saya mohon tanya pada anda tentang keponakan saya : YYY yang sudah
mengajukan emigrasi ke Canada, menurut lawyernya kemungkinan tahun
depan beres.
YYY lulusan USA dan dapat master degree dalam vak finance. Istri
beliau lulusan bachelor perhotelan dan pernah bekerja di Sharaton di
San Fransisco chusus untuk penerimaan Overseas Chinese dari Indonesia.
Anda telah menulis beberapa artikel tentang Canada, maka dengan e-
mail ini saya minta tolong anda sudilah kiranya anda dapat memberi
advis bagaimana kemungkinan mendapatkan pekerjaan disana?
Trimakasih atas bantuan anda
XXX
Tambahan: tulisan saya dibawah bukan berarti sama sekali bahwa saya
pro Amerika. Tetapi saya cuma menceritakan mereka yg. mau menetap di
LN termasuk ke North Amerika utk. kehidupan, ketentraman dan kepuasan
hidup/profesi yg. lebih baik, yg. sebagai hak dari setiap individu.
Malahan majoritas imigrant yg. ke Canada sekarang adalah dari China.
Buat saya pribadi, tidak penting apakah saya mau memakai passport
negara mana (yg. cuma terdiri dari kertas saja dan bisa didapat atau
diganti kalau qualified), yg. lebih penting buat saya adalah saya
tetap keturunan orang Tionghoa yg. tidak bisa dirobah seperti apa yg.
ditulis dikertas. Malahan rencana saya, saya akan pindah ke Canada
dan tidak mau tinggal di Amerika kalau sudah pensionan dari Amerika
dimana Chinese culture termasuk makanannya di Canada makin lama makin
bertambah kuat, misalnya, di Vancouver dan Toronto (yg. seperti Hong
Kong saja), dulu, dikarenakan imigrant2 dari Hong Kong dan Taiwan dan
sekarang dari imigrant2 majoritas dari China.
BH Jo
--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, "B.H. Jo" <bhjo@...> wrote:
> From: ZZZ[mailto:ZZZ@...]
> Sent: Wednesday, November 30, .... 11:07 PM
> To: Jo, ...- SHR (beng-hoey.jo@...)
> Email: ZZZ@...
> URL: www.ece.lehigh.edu/.........
>
> --
> Sedangkan orang yg. tidak berakademik setinggi seperti Tansu saja,
> tidak mau pulang ke Indonesia seperti dibawah ini, barangkali
karena
> alasan social security seperti dibawah ini:
>
> From: XXX@> View Contact Details Add Mobile Alert
> To: "B.H. Jo" <bhjo@...>
> Subject: Re: Canada
> Date: Fri, 16 Nov 2007 15:46:11 +0100
>
> Dear ...B.H. Jo,
>
> Slamat siang.
> Saya mohon tanya pada anda tentang keponakan saya : YYY yang sudah
> mengajukan emigrasi ke Canada, menurut lawyernya kemungkinan tahun
> depan beres.
> YYY lulusan USA dan dapat master degree dalam vak finance. Istri
> beliau lulusan bachelor perhotelan dan pernah bekerja di Sharaton
di
> San Fransisco chusus untuk penerimaan Overseas Chinese dari
Indonesia.
> Anda telah menulis beberapa artikel tentang Canada, maka dengan e-
> mail ini saya minta tolong anda sudilah kiranya anda dapat memberi
> advis bagaimana kemungkinan mendapatkan pekerjaan disana?
>
> Trimakasih atas bantuan anda
> XXX
>
Kalau mau benar-benar berkecimpun dalam bidang ilmu pengetahuan terisitimewa advanced research, saya kira Indonesia belum mampu menyediakan fasilitasnya untuk itu.
----------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.17/1176 - Release Date: 12/6/2007 11:15 PM
[Non-text portions of this message have been removed]