Materiyang dikupas adalah Nilai-nilai dasar organisasi; kepemimpinan, motivasi berorganisasi, team building, manajemen organisasi, public speaking, kemampuan pembuatan makalah dan dasar-dasar kesekretariatan, semua materi tersebut merupakan konten yang disampaikan dalam program Navigasi.
Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, M.Pd menyampaikan, meskipun kegiatan Navigasi pada tahun ini tidak dilaksanakan di Lanud Halim bekerja sama dengan TNI AU seperti tahun-tahun sebelumnya, namun dia berharap tidak mengurangi makna dan tujuan dari pelaksanaan Navigasi 2021 ini.
Panitia kegiatan mengundang pemateri seperti Alwan Hafizh, S. T (Mahasiswa berprestasi UGM), Letda Czi Fachri Satya Prawira S. Tr. (Han) yang juga sebagai alumni SMA Labschool Jakarta, Agus Munandar, S. Pd untuk hari pertama dan Leon Alvina (Ketua BEM UI 2021), Satriawan S.Pd., M. Si., Rahmi Yulia Ningsih, M. Pd (Dosen Bahasa Indonesia Universitas BINUS, Dra Sudarmi untuk hari kedua.
Harapan setelah mengikuti kegiatan setiap siswa nantinya akan menjadi kader-kader organisasi di level SMA dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan berorganisasi yang unggul dan mumpuni. Semua itu dilaksanakan dalam rangka menjalankan tanggung jawab sebagai insan terdidik dan tentunya untuk menyiapkan pemimpin masa depan. (Jimmy)
Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah pandemi Covid-19, setiap sekolah dituntut mengemas kegiatan secara daring agar memastikan kegiatan yang dapat membangun karakter siswa tetap berjalan dengan baik. Salah satunya SMA Labschool Jakarta yang tahun ini menggelar latihan dasar kempemimpinan (LDK) secara daring untuk membentuk karakter kepemimpinan para siswa.
Kegiatan LDK di SMA Labschool Jakarta dikemas dalam bentuk "Navigasi" yaitu singkatan dari "Bina Diri dan Visi Organisasi". Di sekolah lain biasa dikenal dengan LDK. Kegiatan navigasi ini menjadi kegiatan unggulan kesiswaan di SMA Labschool Jakarta. Sebelum pandemi, SMA Labschool Jakarta dan TNI AU bekerja sama melaksanakan kegiatan Navigasi di Lanud Halim Perdana Kusuma. Namun tahun 2020 dan 2021 ini, Navigasi dilaksanakan secara daring yang diyakini tidak mengurangi esensi dari kegiatan Navigasi .
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Labschool Jakarta Badru Zaman mengatakan, Navigasi menjadi kegiatan kesiswaan dasar bagi seluruh kelas X di SMA Labschool Jakarta, untuk mempersiapkan seluruh kelas X menjadi kader-kader terlatih ketika sudah terjun dalam dunia organisasi tingkat sekolah seperti OSIS, MPK dan Rohis.
Pada awalnya pimpinan sekolah berharap navigasi masih dapat dilaksanakan secara tatap muka bekerja sama dengan TNI AU di Lanud Halim Perdana Kusuma seperti tahun-tahun sebelumnya. Tetapi kondisi pandemi masih belum memungkinkan sehingga diputuskan kegiatan Navigasi 2021 dilaksanakan secara daring.
Kegiatan dilaksanakan selama tiha hari pada tanggal 29-31 Juli 2021 secara daring. Kegiatan ini bertujuan menyiapkan siswa kelas X untuk menjadi pengurus organisasi seperti OSIS, MPK dan Rohis di SMA Labschool Jakarta, menanamkan nilai-nilai dasar organisasi secara terencana, terstruktur dan komprehensif bagi seluruh siswa. Kemudian memberikan motivasi berorganisasi kepada seluruh siswa, membentuk dan membina karakter kepemimpinan dalam diri siswa, dan memberikan pemahaman dan wawasan kedirgantaraan bagi seluruh siswa.
Materi yang diperdalam seperti nilai-nilai dasar organisasi, kepemimpinan, motivasi berorganisasi, team building, manajemen organisasi, public speaking, kemampuan pembuatan makalah dan dasar-dasar kesekretariatan.
Sementara Badru Zaman menyampaikan meskipun kegiatan navigasi tahun ini tidak dilaksanakan di Lanud Halim bekerja sama dengan TNI AU, namun diharapkan tidak mengurangi makna dan tujuan dari pelaksanaan Navigasi 2021.
Dari ke-12 nilai dasar perdamaian itu intinya adalah berdamai dengan diri, hambatan menjaga perdamaian, dan jalan menuju perdamaian. Hal yang paling penting dari membaca buku ini adalah kita diharapkan mampumembangun jembatan komunikasi antarumat beragama, sebab selama ini kita telah menghasilkan benteng yang semakin tebal, dan tinggi yang mengurung setiap kelompok umat beragama untuk tidak saling berkomunikasi.
Secara kebetulan, saya membaca buku ini di ruang pak haji Romlan syukur, salah seorang kompasianer yang sudah saya ajak bergabung di kompasiana. Beliau adalah salah seorang trainer hebat, dan juga wakil kepala pengembang pendidikan Labschool Jakarta.
Saya membaca buku bagus ini, sambil mengikuti rapat koordinator website sekolah Labschool. Saya pun langsung melumat habis buku 12 dasar nilai dasar perdamaian itu, dan membuat saya ingin sekali mengenal lebih dalam para penulisnya.
Dari hasil pencarian di Google, ternyata dua orang penulis buku itu adalah dua orang master trainer hebat, dan berbeda bangsa pula. Erik Lincoln berkebangsaan Amerika Serikat, dan Irfan Amalee berkebangsaan Indonesia. Sebuah hasil kolaborasi dahsyat antara dua orang penulis hebat yang berbeda warna kulit, berbeda suku, agama, dan berbeda bangsa. Mereka memiliki visi sama untuk menjaga perdamaian di dunia.
Eric Lincoln, seorang warga negara Amerika, penganut kristen protestan yang taat. Seorang ayah dan suami yang membaca, menghayati serta menerapkan ajaran-ajaran injil. Irfan Amalee, lahir dari keluarga muslim yang taat, puritan. Cita-cita kuat ayahnya agar salah seorang anakya menjadi kiayi menakdirkan Irfan menghabiskan enam tahun masa remaja di pondok pesantren.
Saya menangkap pesan penting kedua penulis yang ingin disampaikan dalam 12 nilai dasar perdamaian itu. Pesan penting itu adalah kita harus membangun jembatan komunikasi pada diri sendiri, dan merobohkan tembok yang memisahkan antara umat manusia. Oleh karenanya ke-12 nilai dasar perdamaian itu mereka latihkan terus menerus kepada para generasi muda agar mereka lebih mengenal nilai-nilai dasar perdamaian. Sebab pada hakekatnya kita semua bersaudara. Janganlah kita saling bertengkar atau saling membunuh antara kita sesama umat manusia. Kita justru harus berkasih sayang kepada sesama.
Berkat kegigihan Irfan Amalee dalam memberikan training atau pelatihan-pelatihan kepada para remaja untuk menciptakan perdamaian di dunia, beliau menerima penghargaan atau Award for Multiculturalism dari Universitas Atmajaya Yogyakarta, bertepatan dengan Dies Natalis UAJY ke-45 di bulan September 2010.
Dalam pidatonya di dalam dies natalis itu, Irfan Amalee mengatakan, "kalau memang agama datang sebagai penerang hidup manusia, maka mengapa justru beberapa hari terakhir ini agama menjadi alasan orang untuk saling bertikai? Ketika agama memerintahkan kita untuk membangun jembatan, justru kini kita sibuk membangun tembok pemisah".
Organisasi merupakan wadah bagi seseorang untuk mengeksplorasi kemampuan- kemampuan yang dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan administrasi keorganisasian. Menjadi seorang siswa adalah status sosial yang berharga dan merupakan kaum intelektual. Salah satu organisasi yang ada di tingkat Sekolah Menengah Pertama adalah IPM (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Tujuan terbentuknya IPM adalah untuk memfasilitasi para siswa untuk menyalurkan aspirasinya, mengekspresikan kreativitasnya dan berkontribusi untuk hal-hal positif di sekolah.
Adapun tujuan kegiatan LDK atau latihan dasar kepemimpinan IPM ini adalah Membentuk kader IPM SMP Lab School FIP UMJ menjadi pemimpin yang berkarakter dalam berorganisasi, Menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah pada kader IPM SMP Lab School FIP UMJ, Menumbuhkan semangat berorganisasi dan rasa kekeluargaan serta disiplin pada kader IPM SMP Lab School FIP UMJ.
Sudah mendapatkan akreditasi A dengan nilai 97 dan kategori unggul, SMP Labschool Cibubur juga meraih penghargaan dari Kemendikbud yaitu Sekolah Sahabat Keluarga pada 2018. SMP Labschool Cibubur juga menjadi sekolah penggerak yang terpilih dari total 500 sekolah terpilih atau 10 SMP dari 300 sekolah area Bekasi untuk implementasi program Kurikulum Merdeka dari pemerintah pada 2021.
SMP Labschool Cibubur memiliki visi menjadi sekolah unggul yang dijiwai oleh karakter, positif, dan berintelektual tinggi dalam mewujudkan masyarakat multikultural yang berwawasan nasional dan global dengan berlandaskan ketakwaan dan nilai-nilai luhur bangsa.
Visi ini juga erat kaitannya dengan memahami bagaimana cara untuk mengembangkan potensi anak-anak. Di SMP Labschool Cibubur kami mengenal 5 Potensi, yaitu Potensi Intelektual, Potensi Spiritual, Potensi Emosional, Potensi Sosial, dan Potensi Moral.
Dalam menunjang visi tersebut, sekolah memiliki misi yang dituangkan. Mulai dari bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menantang, kolaboratif, bagaimana anak-anak bisa memunculkan ide-ide yang kreatif.
Di tahun 2022 ini, SMP Labschool Cibubur sedang dalam tahap penguatan kurikulum Merdeka. Jadi saat ini, sekolah menjalani dua kurikulum Nasional, yaitu kurikulum K13 untuk siswa kelas 9 dan kurikulum Merdeka bagi siswa kelas 7 dan 8.
Sekolah juga mengembangkan kurikulum Labschool yang meliputi pembiasaan, pembelajaran, dan beberapa nilai yang senantiasa dikembangkan. Kami menyebutnya nilai, perangkat, dan aplikasi. Seperti perangkat spiritual untuk setiap agama di sekolah ini seperti Islam, Kristiani, dan Hindu. Ada juga perangkat aplikasi pencapaian prestasi dengan 7 Nilai Dasar Labschool. Kemudian kami juga punya perangkat aplikasi sukses belajar di Labschool yang dikenal dengan 5 Panduan Hidup dan Profil Pelajar Pancasila.
Berkaitan dengan kurikulum Merdeka, sekolah juga mencoba dan mewujudkan salah satu visi dari pendidikan Indonesia, yaitu menciptakan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.
Untuk pembelajaran, sekolah mempunyai berbagai proses yang dilakukan. Mulai dari project based learning, metaphoring, dan STEAM. Semua proses ini bisa dipilih oleh guru dan kemudian disesuaikan dengan cara yang masing-masing guru ingin peroleh dari proses pembelajaran. Assessment ini biasanya dilakukan dengan diagnostik kognitif dan diagnostik non-kognitif seperti psikotes.
3a8082e126