Kisah Nabi Musa Film

0 views
Skip to first unread message

Antionette Eastin

unread,
Aug 5, 2024, 12:54:08 AM8/5/24
to brazsilobal
Liputan6com, Jakarta Hollywood punya salah satu film jagoan di akhir tahun: Exodus: Gods And Kings yang mengangkat kisah Nabi Musa. Film itu akan diedarkan 20th Century Fox pada 12 Desember mendatang.

Dikatakannya juga, `Exodus` yang dibesut Ridley Scott bakal memukau para juri Oscar saat edar di penghujung tahun di musim penghargaan. Scott tahun 2000 merilis Gladiator, film epik berlatar Romawi kuno yang dibintangi Russell Crowe. Gladiator memenangkan lima piala Oscar, termasuk untuk Film Terbaik dan Aktor Terbaik bagi Russell Crowe.


Petinggi Fox, Jim Gianopulus mengatakan Hollywood saat ini sudah jarang membuat film kolosal dan epik berskala besar. Ia berujar, dikutip Deadline, film `Exodus` mengingatkannya saat Hollywood merlis film-film kolosal yang disutradarai David Lean. Asal tahu saja, David Lean adalah salah satu sutradara legendaris di Hollywood tahun 1950-an dan 1960-an. Ia telah melahirkan film-film kolosal yang kini terbilang klasik sepreti The Bridge On The River Kwai, Lawrence Of Arabia dan Doctor Zhivago.


"Film seperti ini sudah jarang dibuat Hollywood sekarang," kata Gianopulos dikutip Deadline. "Film zaman sekarang tak dibuat dalam skala masif lagi, kecuali atas bantuan rekayasa komputer." Ridley Scott tak hanya memanfaatkan rekayasa komputer. Untuk menghidupkan Mesir kuno di zaman Nabi Musa dan Firaun, ia juga membangun set dalam skala sebenarnya serta mempekerjakan ribuan figuran.


`Exodus` mengisahkan sejarah Nabi Musa (Christian Bale) saat bangkit melawan Firaun (Joel Edgerton). Nah, kisah seperti terbilang sensitif untuk ukuran Indonesia. Hingga saat ini belum ada pembicaraan apa filmnya bisa edar atau justru dilarang tayang di sini Desember nanti.


Hanya saja, awal tahun ini, kisah Nabi Nuh dalam Noah karya Darren Aronofsky (Black Swan) dilarang edar setelah tidak lolos sensor LSF (Lembaga Sensor Film). Noah dilarang edar di sini karena ceritanya dianggap tidak sesuai dengan kisah di kitab suci, hingga penayangan Noah dikhawatirkan akan menyesatkan masyarakat.


Belum diketahui seperti apa cerita film Exodus. Tapi, bila melihat trailernya, banyak unsur-unsur dalam kisah Nabi Musa muncul di filmnya. Tapi hal ini juga perlu ditelaah lebih jauh. Nabi Musa dikenal dalam tiga agama, Islam, Yahudi, dan Nasrani. Cerita dari agama mana yang menjadi dasar kisah Nabi Musa versi Hollywood di `Exodus`?


Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan filmnya jadi rilis di sini atau tidak. Dari pengalaman, film kisah Yesus yang prenah dibuat Hollywood melenggang tanpa kendala di sini. Publik sini bisa menyaksikan Passion of the Christ (2004) maupun Son of God (2014) di bioskop.


TEMPO.CO, Jakarta - Kisah nabi kerap diangkat dalam sebuah serial atau film untuk memberikan pengetahuan terkait perjuangannya dengan memasukkan unsur ajaran agama. Film dari kisah nabi bertujuan agar nilai-nilai baik dalam perjuangannya dapat diaplikasikan pada kehidupan nyata. Salah satu kisah nabi yang kerap diangkat ke dalam film adalah Nabi Musa. Adapun, film-film yang mengangkat kisah tentang Nabi Musa sebagai berikut, yaitu:


Berdasarkan imdb, film ini mengisahkan tentang kelahiran Nabi Musa yang diapungkan di Sungai Nil dalam keranjang alang-alang untuk menghindari dekrit Firaun Mesir Ramses I karena mengutuk semua laki-laki Ibrani. Lalu, Musa diselamatkan oleh putri Firaun, Bithiah yang diadopsi olehnya dan dibesarkan di istana saudara laki-lakinya, Firaun Sethi. Saat warisan Ibraninya terungkap, Musa diusir dari Mesir. Namun, Musa diperintahkan Tuhan untuk kembali ke Mesir untuk membebaskan orang Ibrani dari perbudakan.


Film animasi ini mengisahkan tentang Musa dan panggilannya dari Tuhan untuk memimpin orang Israel keluar dari Mesir. Dengan rahmat Tuhan, Musa diselamatkan dari perintah Firaun untuk membunuh anak sulung dari kaum Israel. Namun, Musa dibesarkan di rumah Firaun oleh salah satu putranya. Akhirnya, Musa menggunakan kuasa Tuhan untuk mengungkapkan kekuatan palsu Mesir dan membebaskan umat pilihan Tuhan. Kisah dalam film ini hampir sama dengan The Ten Commandments, tetapi ditayangkan dengan bentuk animasi.


Pengisi suara film animasi ini dilakukan para aktor populer antara lain Val Kilmer, Ralph Fiennes, Michelle Pfeiffer, Sandra Bullock, Jeff Goldblum, dan Danny Glover dengan sutradara keroyokan Brenda Chapman. Steve Hickner, dan Simon Wells.


Menurut movieguide.org, film ini mengikuti kisah Firaun yang lebih mempercayai Musa daripada putranya sendiri, Ramses. Namun, Ramses mengambil alih kekuasaan ketika Firaun meninggal dunia. Kemudian, Musa mengetahui identitas aslinya dan membunuh penjaga raja muda. Akibatnya, Ramses mengusir Musa dari istana.


Setelah hampir sekarat di padang pasir, Musa bertemu dan menikahi putri Jethro. Sembilan tahun kemudian, Musa bertemu utusan Tuhan yang diberikan perintah untuk menyelamatkan orang Ibrani dari Mesir. Aksi penyelamatan ini disertai dengan pertempuran yang menjadi bagian terbaik dalam film.


Mengacu Netflix, serial ini mengeksplorasi kehidupan dari pengasingan Musa sebagai orang buangan dan pembunuh, diutus menjadi nabi, dan pembebasan akhir. Tiga episode dalam serial ini akan mengisahkan Nabi Musa jauh lebih dalam. Bahkan, serial ini juga menampilkan proses wawancara ahli dengan kontributor akademis.


Pada wawancara tersebut, banyak narasumber menyetujui bahwa kisah Nabi Musa lebih relevan dengan kehidupan saat ini. Serial ini merupakan hasil karya sutradara Benjamin Ross yang baru tayang di Netflix pada 27 Maret 2024.


The Prince of Egypt disebut-sebut jadi salah satu film animasi yang paling populer pada masanya. Dirilis tahun 1998, film ini menampilkan deretan aktor/aktris populer yang masih berkiprah di industri film hingga kini. Tidak ketinggalan lagu temanya yang berjudul When You Believe jadi ikonik. The Prince of Egypt bisa jadi tontonan menarik di bulan Ramadan.


Ini merupakan kisah tentang Nabi Musa AS di masa pemerintahan Firaun Seti. Ketakutan pada pemberontakan para budak karena jumlah mereka yang semakin banyak di Mesir membuat Seti memerintahkan tentaranya untuk membunuh semua anak laki-laki yang lahir dari kaum Ibrani. Seorang perempuan bernama Yocheved (Ofra Haza) berusaha menyelamatkan bayinya dalam sebuah keranjang dan menghanyutkannya di sungai Nil. Keranjang itu kemudian sampai di istana Firaun dan ditemukan oleh Ratu Tuya (Helen Mirren), istri Seti. Bayi itu kemudian diberi nama Moses (atau Musa).


Disutradarai oleh Brenda Chapman, Steve Hickner, dan Simon Wells dengan cerita ditulis oleh Philip LaZebnik, diadaptasi dari Book of Exodus, The Prince of Egypt menjadi film animasi non-Disney paling mahal di era tersebut. Dengan musik buatan Hans Zimmer yang sangat menggelegar dalam adegan-adegan ikoniknya, produksi DreamWorks ini dijamin akan bikin merinding bahkan sejak adegan pembuka.


Film The Prince of Egypt dilarang tayang di bioskop Indonesia pada masa tersebut. Tidak hanya Indonesia saja, film ini juga diboikot di Malaysia, Maladewa, hingga Mesir. Terjadi banyak perdebatan soal film ini sebelum penayangannya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perdebatan tersebut memicu banyak diskusi sehingga menjadikan The Prince of Egypt salah satu film yang paling ditunggu-tunggu pada 1998.


Tim produksi The Prince of Egypt melakukan riset panjang sebelum menulis ceritanya. Ada lebih dari 600 ahli agama dilibatkan dalam penulisan cerita film ini demi menggambarkan kisah yang benar-benar akurat seperti cerita aslinya. Para ahli dari berbagai agama mengapresiasi DreamWorks karena mendengarkan masukan mereka selama proses pengembangan cerita film.


Kisah Nabi Musa AS sudah identik dengan Laut Merah yang terbelah. Di The Prince of Egypt, adegan ini ditampilkan dengan sangat epik. Moses dan masyarakat Ibrani melakukan perjalanan dari Mesir dan terhenti di Laut Merah. Saat mereka merasa ancaman Firaun sudah berlalu, pasukan Rameses justru mengejar di belakang. Moses lalu mendengar suara Tuhan untuk menancapkan tongkatnya ke pasir sehingga Laut Merah terbelah dua.


The Prince of Egypt di-dubbing ke lebih dari 20 bahasa. Ofra Haza, pengisi suara Yocheved (ibu Moses) melakukan dubbing buat 17 bahasa untuk film ini meski itu bukanlah bahasa yang dia kuasai. Selain itu, untuk mendapatkan emosi yang pas saat merekam lagu River Lullaby, Ofra Haza menyanyikannya sambil menggendong boneka.


The Prince of Egypt sangat dinantikan kemunculannya di layar lebar pada 1998. Sampai akhirnya film ini siap ditayangkan, ketika materinya dikirim ke bioskop studio menggunakan judul palsu untuk menghindari kebocoran dan hal-hal yang merugikan. Film ini dilabeli Edgar Allan sebagai judul samaran. Edgar Allan punya nama belakang Poe; P-O-E merupakan akronim dari Prince of Egypt.


Kisah berawal ketika nabi Musa dan Ramses menjadi dewasa, di mana mereka berdua menjadi teman dekat sekaligus saudara tiri dalam lingkungan Istana. Gambaran mesir kuno dalam film ini sangat memukau, adanya peradaban tingkat tinggi, dan banyaknya pembangunan fisik yang luar biasa. Musa dan Ramses terlihat keduanya saling bahu membahu , digambarkan mereka saling tolong menolong dalam pertempuran seperti layaknya film action Hollywood. Lajunya kisahnya berawal dengan baik, hingga saya menemukan kejanggalan ketika Nabi Musa berbicara dengan Tuhannya, yang digambarkan sosok Tuhan sebagai seorang anak kecil berusia 7-10 tahun, Luar biasa penghinaan Yahudi Hollywood ini terhadap Penciptanya.


Berlanjut lagi keanehan lainnya, adanya wabah yang diturunkan Allah atas pembangkangan Firaun karena tidak menerima seruan dakwah Nabi Musa, yaitu sungai berwarna darah, dalam film ini digiring secara logika penyebab sungai Nil menjadi berdarah dikarenakan adanya peningkatan populasi buaya ganas di Sungai tersebut, banyak serangan buaya atas para nelayan dan matinya seluruh ikan karena gigitan buaya sebabkan sungai nil berubah menjadi sungai darah dan berbau bangkai, dan memancing rentetan wabah lainnya , dengan munculnya serbuan lalat, kutu, katak dan serbuan belalang yang menghancurkan pertanian Mesir.


Tidak adanya mukjizat tongkat yang selalu digambarkan dalam kitab suci Al Quran sebagai salah satu mujizat Nabi Musa. Tidak ada gambaran sama sekali dan peran tongkat itu digantikan dengan pedang pemberian Firaun.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages