Cerita Mahatma Gandhi

0 views
Skip to first unread message

Florian Peitz

unread,
Aug 4, 2024, 5:05:57 PM8/4/24
to boyquargepokk
Abad20 memang sudah berlalu 15 tahun yang lalu, tapi sejarah yang ditinggalkan masih sangat berpengaruh hingga saat ini. Kalo sekarang kita merefleksi apa sih kejadian luar biasa yang dialami umat manusia pada abad 20? Menurut gua pribadi, salah satu hal yang paling pantas dikenang dan menandai sejarah abad 20 adalah perjuangan anti-kolonial di berbagai belahan dunia yang melahirkan banyak negara baru yang merdeka hingga membentuk peta dunia seperti yang kita kenal saat ini. Pada abad 20 yang lalu, memang ada buanyak banget negara yang mendeklarasikan kemerdekaan dengan melepaskan diri dari bentuk kolonisasi negara-negara Eropa, terutama dari negara-negara di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia, Malaysia, India, Pakistan, dan masih banyak lagi. (selengkapnya lihat di sini)

Dari semua drama perjuangan melawan kolonialisme pada abad 20, ada satu kisah yang sangat terkenal dan begitu mempengaruhi perjuangan serupa di berbagai tempat lain maupun pada masa mendatang. Kisah perjuangan besar ini dimotori oleh seorang tokoh yang dianggap sebagai salah satu orang terpenting abad 20 (versi majalah Times), 5x masuk nominasi peraih Nobel Perdamaian, dan ulang tahunnya hari ini (2 Oktober) diperingati oleh PBB sebagai International Day of Non-Violence. Siapa sih sosok yang dimaksud?


Sosok yang gua maksud adalah Mohandas Karamchand Gandhi, atau lebih dikenal sebagai Mahatma Gandhi. Seorang Bapak Bangsa India yang sekaligus menjadi icon dan simbol terpenting abad 20 dalam gerakan anti-kekerasan di seluruh dunia. Proses perjuangan Gandhi selama hidupnya ini bahkan menginspirasi tokoh besar lain untuk mengikuti gerakan serupa di berbagai belahan dunia, beberapa di antaranya adalah Nelson Mandela (Bapak Bangsa Afrika Selatan), dan Martin Luther King Jr (pejuang hak sipil Amerika).


Memangnya gimana sih kisah perjuangan Gandhi yang disebut-sebut sebagai salah satu sosok terpenting abad 20? Apa sih yang dia lakukan sehingga bisa begitu menginspirasi banyak tokoh besar dunia yang lain? Nah, untuk memperingati Hari Anti-Kekerasan Sedunia hari ini, blog Zenius akan mengulas secara garis besar kisah hidup dan perjuangan dari Mahatma Gandhi. Tentu mustahil buat gue untuk merangkum seluruh karya perjuangan Gandhi seumur hidupnya hanya dalam sebuah artikel. Jadi harap dimaklumi jika ada banyak kisah menarik dalam hidupnya yang terlewatkan, tapi moga-moga ulasan singkat ini bisa menginspirasi dan menambah wawawan lo tentang sejarah dan pengetahuan sosial politik dunia abad 20, khususnya ideologi perjuangan Gandhi dalam menyelesaikan masalah tanpa jalan kekerasan.


Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 sebagai seorang putera perdana menteri dari negara bagian British-India bernama Porbandar, sebuah kota di pesisir pantai yang sekarang dikenal dengan nama Gujarat, India Barat. Sebagai seorang putera politisi senior (Kamarchand Gandhi) yang berasal dari kasta pedagang, Gandhi tumbuh di keluarga yang serba berkecukupan dengan lingkungan tradisi agama Hindu yang sangat kuat.


Pada tahun 1879, Gandhi (10 tahun) memulai dunia akademisnya dengan masuk sekolah daerah di Rajkot, hingga setahun kemudian Gandhi berhasil masuk Kathiawar High School yang juga berlokasi di Rajkot. Dalam prestasi akademis, Gandhi bisa dibilang gak terlalu menonjol secara istimewa. Kebanyakan nilai akademisnya biasa-biasa saja, bahkan dalam beberapa mata pelajaran dia bisa dibilang lumayan payah. Ini bukan maksudnya gua bicara lancang tentang Gandhi ye, tapi emang doi sendiri yang menceritakan hal itu di buku yang dia tulis sendiri, berjudul All Men are Brothers.


Terlepas dari kemampuan akademisnya yang biasa-biasa aja, ada banyak aspek lain yang menarik dalam diri Gandhi saat remaja. Sebagai seorang putra dari keluarga yang mengikuti tradisi agama yang kuat, Gandhi tumbuh dengan menjunjung tinggi banyak nilai keluhuran dari agama Hindu, seperti empati kepada segala makhluk hidup, pantang makan daging hewan, menjauhi alkohol dan seks bebas, dsb. Tapi di sisi lain, dia juga menentang beberapa tradisi Hindu yang menurutnya konservatif, seperti sistem kasta Hindu India yang mengklasifikasi derajat manusia, dan juga kecenderungan lingkungan sekitarnya untuk membatasi pergaulan dengan agama lain, dll. Gandhi muda, telah berani untuk menalar konsep moral dalam dirinya sendiri, mendobrak nilai-nilai kolot yang menurutnya tidak mengacu pada dharma, menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, serta bersahabat dengan kawan-kawan dari agama lain seperti Islam dan Sikh.


Di bulan Mei 1883, Mahatma Gandhi (13 tahun) menikah dengan Kasturbai Makhanji (14 tahun) dalam pernikahan yang dijodohkan oleh orang tuanya. Tidak lama setelah pernikahannya, dia melanjutkan sekolah ke Samaldas College di Bhavnagar, Gujarat. Lucunya, sekalinya Gandhi remaja ini sekolah di tempat yang jauh dari rumah, dia jadi galau, sering kangen rumah, gak betah, dll pokoknya rempong banget deh..!! Lebih lucunya lagi, atas saran dari pamannya, Gandhi malah disarankan sekalian kuliah Hukum di Universitas London.


Nah, cerita transformasi Gandhi muda-remaja yang cupu menjadi sosok legendaris yang mengubah dunia baru dimulai pada tahun 1893, ketika Gandhi memutuskan untuk mengembangkan karirnya sebagai pengacara di negara koloni Inggris lainnya yaitu Afrika Selatan. Penasaran gimana ceritanya si cupu Gandhi waktu muda ini menjadi salah satu sosok legendaris abad 20 yang telah mengubah dunia? Yuk lanjut bahasannya!


Pada suatu kesempatan, Gandhi pernah diusir secara paksa dari kereta di Pietermaritzburg (baca: diseret lalu dilempar keluar kereta) hanya karena orang-orang bule di sana gak percaya kenapa bisa ada pemuda turunan India yang bisa memiliki tiket kereta kelas 1. Pada kesempatan lain, Gandhi juga pernah digebukin sama kusir kereta kuda hanya karena dirinya menolak turun untuk memberikan penumpang bule prioritas. Gandhi, yang sebelumnya menyandang status sosial yang cukup tinggi di negara asalnya, harus mengalami pengusiran-pengusiran paksa di beberapa hotel, bukan karena dia gak punya duit, tapi hanya karena dia bukan orang bule. Sebagai illustrasi, lo bisa nonton sedikit cuplikan adegan pengusiran Gandhi dari kereta di bawah ini:


Tekadnya itu membuat Gandhi tinggal menetap di Afrika Selatan selama 21 tahun! Lama amat!? Ya, memang selama itulah dia menempa dirinya di Afrika untuk mengembangkan gagasan bagaimana melawan bentuk imperialisme dari Eropa serta membebaskan warga kulit berwarna dari bentuk diskriminasi dan kolonisasi untuk dapat membangun negara yang mandiri. Saat-saat itu dia gunakan untuk mengasah keterampilannya berargumen, memahami bagaimana cara kerja imperialisme Barat, serta mulai membangun basis kekuatan masa dengan berkontribusi besar terselenggaranya kongres bagi warga keturunan India di sebuah Kota bernama Natal, untuk menyatukan suara politik dan memupuk rasa kebersatuan antar sesama warga turunan India. Hal ini membuat Gandhi diserang pada tahun 1897 oleh para demonstran kulit putih. Walaupun gerakan kongres ini bisa dibilang kurang berhasil (malah justru dapetnya benjol dan memar) tetapi gerakan ini cukup mendapat perhatian di Afrika Selatan.


Pengaruh Gandhi pada masyarakat turunan India semakin terbukti ketika perang Boer kedua meletus yang merupakan konflik militer antar Kerajaan Inggris dengan Republik Afrika Selatan. Pada masa konflik tersebut, Gandhi memimpin gerakan relawan untuk membentuk kesatuan medis dan supir ambulans yang beranggotakan warga turunan India. Gak tanggung-tanggung Gandhi berhasil mengumpulkan 1.100 orang relawan yang terlatih dan memiliki pengetahuan medis untuk mengobati korban perang. Kontribusi Gandhi dan para relawan lainnya akhirnya berhasil mencuri hati pemerintah Inggris terhadap warga keturunan India.


Inggris telah menduduki India sejak tahun 1877 sebagai salah satu dari koloni (baca: jajahan) Kerajaan Inggris. Pada awalnya, Inggris masuk ke India untuk tujuan perdagangan oleh sebuah perusahaan bernama EIC (English East India Company) yang telah memperoleh hak monopoli perdagangan di wilayah timur koloni Inggris seperti India, Malaysia, dan China. Dalam waktu 30 tahun, EIC telah memonopoli hampir seluruh aspek kehidupan ekonomi, perdagangan, serta administrasi di wilayah India. Diskriminasi dan represi terhadap orang-orang lokal terjadi di mana-mana, warga turunan India diharuskan membayar sewa atas tanah airnya sendiri, dan membayar pajak atas komoditas bahan pokok hasil bumi tanah India yang telah menjadi hak monopoli dagang Inggris.


Situasi inilah yang memicu Gandhi pulang ke tanah kelahirannya untuk membawa misi perubahan bagi rakyat India. Gandhi memulai perjuangan dengan cara sederhana, yaitu mendirikah ashram (seperti pesantren untuk agama Hindu). Gandhi mulai mengajarkan konsep satyagraha dan ahimsa yang pada intinya merupakan gerakan perlawanan dengan cara damai tanpa kekerasan. Sampai akhirnya lebih dari 250 orang bergabung dengan Gandhi untuk mempraktekkan sikap non-kekerasan, toleransi terhadap semua agama. Kelompok spiritual Gandhi ini mulai terkenal ke beberapa daerah di India hingga suatu ketika di tahun 1917, seorang petani dari wilayah pelosok datang dan minta bantuan Gandhi yang seorang ahli hukum dan spiritual untuk membantu petani berjuang melawan tuan tanah Inggris yang memungut biaya sewa tanah secara tidak adil.


Kejadian itu menyadarkan Gandhi bahwa sudah saatnya dia berjuang di lapangan untuk membela rakyat India. Dia mengabdikan dirinya untuk membela para petani di wilayah Champaran selama 2 tahun dengan bernegosiasi dengan pemerintah Inggris dan membantu penduduk mengelola kemandirian pangan, sampai akhirnya ia ditangkap oleh polisi Inggris. Dalam semalam, berita penangkapan Gandhi terdengar ke berbagai pelosok bahwa seorang pahlawan daerah yang memperjuangkan hak-hak sipil ditangkap dan diadili. Ribuan petani berkumpul di luar gedung pengadilan untuk mendukung Gandhi. Hakim dan jaksa yang ketakutan dengan ribuan masa yang tiba-tiba memenuhi gedung sidang segera membebaskan Gandhi tanpa syarat. Perjuangan Gandhi untuk para petani terus dilakukan hingga hukum agraria berhasil direformasi untuk melindungi buruh tani yang tertindas. Berita tentang keberhasilan Gandhi dalam memperjuangkan hak petani bisa benar-benar berhasil dilakukan dengan cara negosiasi dan aksi damai. Sejak saat itulah, Gandhi menjadi tumpuan harapan rakyat India.



3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages