Siapa bilang TELANJANG KAKI itu
tidak sehat!!!

Pilih Sehat atau Sakit
Kaki berfungsi sebagai organ penyangga tubuh, pengatur keseimbangan dan
untuk mobilitas.
Seringkali tanpa disadari, kita telah menuntut kaki untuk selalu dapat
melakukan fungsinya tanpa adanya perawatan yang cukup.
Tahukah anda, bahwa di telapak kaki terdapat lebih banyak urat
saraf , dibandingkan dengan di wajah??
Ribuan urat saraf dan sensor
terdapat pada telapak kaki, sehingga butiran kecil pasir pun dapat kita
rasakan , kalau sekiranya ini masuk kedalam sepatu yang sedang kita
pakai.
Hampir 30 tulang, 30 sambungan(joint), 60 otot, lebih dari 100 ikatan dan
lebih dari 200 jaringan terdapat pada telapak kaki. Ini merupakan
konstruksi yang sangat komplek, yang membuat kaki menjadi suatu sistim yang teramat istimewa.

Telapak kaki dan cekungannya (arch)
Telapak kaki dibagi menjadi
tiga bagian, telapak kaki bagian depan, tengah dan belakang.
Hal yang istimewa pada telapak kaki adalah susunan tulangnya, sehingga terbentuk cekungan pada telapak kaki.
Cekungan ini penting, sehingga berat
tubuh dapat terbagi secara optimal dan juga agar benturan ketika
melakukan aktifitas dapat diredam dengan baik.
Telapak kaki memiliki tiga buah cekungan, dua arah yang memanjang dan
satu arah menyamping.
Pada gambar di atas terlihat , yaitu cekungan pada bagian dalam (arah
yang memanjang), bagian luar (arah yang memanjang) dan bagian depan (arah
menyamping).
Jika pada cekungan ini terjadi penurunan, yang disebabkan oleh melemahnya
otot, maka keseimbangan telapak kaki akan terganggu, sehingga dapat
menyebabkan tekanan yang berlebihan, perubahan posisi (deformasi) , yang akhirnya dapat
menimbulkan rasa sakit.
Istilah deformasi (perubahan) telapak
kaki dalam dunia kedokteran
-Pes transversus (spreadfoot)
Spoiler for : [Hide]

jika terjadi penurunan pada cekungan depan
-Pes valgo (splayfoot)

jika terjadi penurunan pada cekungan dalam -Pes planus (flatfoot)

jika terjadi penurunan pada cekungan dalam dan cekungan luar
Perbandingan telapak kaki normal dan telapak kaki rata (flatfoot)

gambar atas normal
gambar bawah rata (flatfoot)
Pada telapak kaki normal, terdapat cekungan, sehingga kaki tidak
sepenuhnya menyentuh permukaan yang dipijak.
Bentuk ini seperti yang telah dijelaskan diatas, menyebabkan gerakan kaki
lebih elastis dan lebih seimbang.
Bentuk telapak kaki ini akan berpengaruh terhadap struktur kaki.

kiri = kaki normal
tengah= kaki bentuk X
kanan= kaki bentuk O
Penyebab
Bentuk-bentuk deformasi
telapak kaki ini disebabkan oleh banyak hal, antara lain kelebihan berat
badan, genetik (pada flatfoot), aktifitas yang menyebabkan harus berdiri
untuk jangka waktu yang lama, permukaan lantai yang tidak rata, lantai
yang keras dan penyebab utama adalah
pemilihan sepatu yang salah.
Sepatu
Sepatu yang pada mulanya
merupakan penemuan yang bagus untuk melindungi kaki, lama kelamaan di
abad moderen ini, dapat berakibat negatif.
-Alas sepatu yang keras

Pada telapak kaki tedapat jaringan
lemak (plantar) yang fungsinya untuk meredam tekanan ketika
kita berjalan atau berlari. Lemak ini terdapat dalam sebuah kamar khusus
yang tertutup, sehingga ia tidak dapat keluar.
Ketika kita berjalan tekanan berat
badan akan dibagi secara rata dan harmonis oleh jaringan lemak
ini, seperti ombak yang menggulung
(berputar) dari bagian depan hingga belakang. Gerakan yang demikian fleksibel akan terhalang
jika kita mengenakan sepatu.
Akibatnya karena sering tidak terpakai
otot dan jaringan penyambung akan melemah, sehingga terjadi penurunan
terhadap cekungan.
-Sepatu terlalu sempit
Kerusakan pada telapak kaki
ini dimulai dari usia yang dini, terutama pada anak-anak. Anak sekolah di
Jerman, 2/3 nya mempunyai problem dengan kaki yang diakibatkan salah
pemilihan sepatu.
Lebih dari 80% anak sekolah tersebut memakai sepatu yang ukurannya lebih
kecil dari ukuran yang seharusnya.
Pada MASA PERTUMBUHAN ini penting diusahakan agar telapak kaki
MASIH memiliki ruang untuk tumbuh!
-Mode
sepatu yang tidak sehat ,High Heels
Sepatu wanita yang berhak tinggi sangat tidak baik untuk kesehatan.
Bentuk sepatu yang demikian akan
menyebabkan pemindahan tumpuan berat badan ke arah depan.
Akibatnya otot betis akan memendek , juga perdaran darah di paha akan
menjadi jelek.
Selain itu kerangka telapak kaki akan berubah permanen (mengalami
deformasi), sehingga dapat menyebabkan perubahan cekungan telapak kaki.
Poster tentang bahaya High Heels
Penyakit yang umumnya diderita wanita yang gemar mengenakan sepatu dengan
hak tinggi dikenal dengan nama Hallux
valgus.
Hallux Valgus merupakan perubahan struktur telapak kaki, dimana tulang
ibu jari kaki menyimpang ke arah luar. Ini menyebabkan infeksi dan untuk
penyembuhannya harus dioperasi.


Selain itu penggunaan sepatu berhak tinggi, menyebabkan tekanan di sumsum
tulang belakang bagian tengah (lumbar spine) menjadi besar, sehingga
dapat juga menyebabkan sakit pinggang.
Tip membeli sepatu
Belilah sepatu hanya pada
jedah waktu siang sampai sore hari,
karena di waktu itu kaki akan mengembang ke bentuknya yang normal.
Carilah sepatu yang alasnya tidak
terlalu keras (usahakan yang fleksibel) dan bahannya terbuat dari kulit sehingga
dapat terjadi sirkulasi udara.
Ada kemungkinan
dengan bertambahnya usia anda harus
membeli sepatu dengan ukuran yang lebih besar, karena jaringan
tubuh tidak kencang lagi seperti di usia muda, sehingga telapak kaki menjadi
lebih besar.
Marilah bertelanjang kaki!!
Untuk menghindari efek
negatif dari sepatu, maka usahakanlah SESERING
mungkin anda berjalan telanjang kaki (tentunya ditempat yang
aman).
Dengan bertelanjang kaki otot, sensor dan urat saraf akan dilatih,
sehingga cekungan- cekungan yang sangat penting pada telapak kaki dapat
diperkuat dan pada anak-anak akan terbentuk.
Keuntungan yang lain,
rangsangan temperatur, baik panas maupun dingin pada telapak kaki akan memperkuat imun sistim (daya tahan tubuh).
Ironi
Dunia yang sudah terbalik ,
di negara maju seperti Jerman orang ramai bertelanjang kaki, tentunya
dengan alasan yang tepat.
Di Indonesia telanjang kaki masih identik
dengan kemiskinan!


Kadang saya berpikir, ukuran kemajuan bukanlah apa yang HARUS
dipakai, tetapi KENAPA tidak HARUS dipakai!!
|
|
|