Usai melewati tahap Pendidikan Dasar Keprajuritan di Pusat Latihan dan Pendidikan Dasar Kemiliteran (Puslatdiksarmil) Kodiklatal di Sidoarjo, para Calon Bintara dan Tamtama Korps Marinir yang terpilih masuk ke kejuruan Korps Marinir segera dikirim ke Kodikmar di Gunung Sari, Surabaya.
Di kesatuan yang baru, para tamtama, bintara maupun perwira remaja Marinir yang baru lulus pendidikan tetap dibina dalam suatu sistem pembinaan yang terpadu, terprogram dan berlanjut sehingga mereka dapat menjadi prajurit yang profesional.
Pendidikan Komando yang berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama calon prajurit komando dilatih keterampilan dasar. para calon prajurit komando berlatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan, anti penjejakan, survival di tengah hutan. Dalam Pelatihan Survival, calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan.
Tahap kedua seluruh peserta akan dilepas di hutan dan pegunungan masing-masing sebanyak dua kali selama 6 minggu, dan tahap selanjutya tahap ketiga diakhiri dengan tahap rawa laut selama 4 minggu. Dalam tahap rawa, calon prajurit komando berinfliltrasi melalui rawa laut. Di sini, materi Latihan meliputi navigasi Laut, Survival laut, Pelolosan, Renang ponco dan pendaratan menggunakan perahu karet.
Untuk membangkitkan rasa hormat dan bangga serta penghargaan yang tinggi para prajurit Korps Marinir muda terhadap baret ungu Korps Marinir, dalam prosesi pemakaian baret Korps Marinir tersebut diperdengarkan pidato Presiden Soekarno pada saat penganugerahan Panji kepada Korps Komando AL dan pembacaan surat pesan terakhir Prajurit KKO AL Usman dan Harun.
Laksamana Yudo dalam sambutannya mengingatkan agar para prajurit muda Korps Marinir menyadari warna baret ungu diilhami dari warna bunga Bougenville yang selalu gugur sebelum layu, melambangkan pengabdian prajurit Korps Marinir sebagai ksatria samudera yang selalu siap berkorban jiwa dan raga demi keutuhan dan kejayaan NKRI.
Dia berharap para prajuritnya dapat menjadi kesatria samudera yang siap tempur dengan penuh semangat pengabdian tanpa pamrih, patriot sejati penerus perjuangan prajurit Jalasena yang gagah berani, kebanggaan bangsa dan negara tercinta serta rakyat Indonesia.
aa06259810