Kenapa ane pilih BMW, bukan yang lain??

446 views
Skip to first unread message

BMWCCI Chapter Bogor

unread,
May 7, 2014, 2:36:39 AM5/7/14
to bmwcci-cha...@googlegroups.com

Seorang teman nanya, dengan anggaran 50-an jeti, BMW apa yang bisa didapat? Hmmm.. kalo milih mobil Jepang siy enak. Corolla ya Corolla. Tahun segitu modelnya ya cuma itu cc-nya kadang ya cuma itu. Accord ya Accord. tahun segitu modelnya ya cuma itu, cc-nya ya cuma itu. Kalo BMW? Tahun yg sama dalam satu model aja ada 3-4 pilihan mesin! Siapa yang nggak bingung coba kalo tahu sebelumnya?

Well, ini catatan kami pribadi, berdasarkan info sana-sini, dan bisa jadi kurang rapi dan kurang jeli. Namun mudah-mudahan setidaknya bisa membantu mengurai informasi, atau mungkin malah bikin mbulet estimasi 

I. Apa siy enaknya milih BMW ketimbang mobil lain?
Pertama, BMW sampai sekarang konsisten berpenggerak roda belakang. Kendaraan berpenggerak belakang ini relatif unggul dalam segala hal secara teknis.

(1). Ia tak akan kehilangan tenaga saat akselerasi. Karena saat akselerasi, roda belakang akan terkena beban tekanan bodi belakang karena momentum pergerakan kendaraan sehingga membuat roda semakin menancap di jalan dan membuat mobil serasa melesat saat diakselerasi. Ini beda dg kendaraan penggerak roda depan. Kebanyakan sedan mulai era 90-an sudah pakai penggerak roda depan. Baik mobil Jepang maupun Eropa/Amerika.

Kalo diakselerasi, kendaraan berpenggerak roda depan secara teori akan berpotensi kehilangan daya tarikan awal. Karena beban mobil menumpu ke bagian belakang, bagian depan mobil akan serasa terangkat, sehingga roda depan yg digerakkan itu serasa kurang menapak dan bisa jadi spinning plus kehilangan daya tarik awal.

(2) Karena sistem teknis diarahkan ke roda belakang untuk digerakkan, maka roda depan hanya mendapatkan bagian untuk membelokkan mobil saja. Ini secara teknis lebih murah dan simpel dalam perawatan. Beda dengan mobil berpengerak roda depan, karena fungsi dorong dan fungsi belok ketemu jadi satu, secara perawatan justru akan ribet dan mahal karena sekali kena masalah biasanya akan sekaligus makan banyak parts.. Secara sederhana, orang banyak bilang demikian 

(3) Mantab dan predictable dalam handling. Mobil berpenggerak roda belakang memang cenderung oversteer. Maksudnya, stir dibelokkan dikit aja mobil dan langsung bereaksi, pada kecepatan tinggi ia akan serasa membelok sangat tajam gitu alias sering dibilang ngepot karena bagian belakang mobil menjadi liar nyampluk ke sana-ke mari terkena dorongan tenaga mesin…

Ini memang kelemahan, karena kalo ngepot bisa nampar kendaraan atau benda di kanan-kirinya. Namun ini lebih kepada kelemahan yg dapat dikendalikan dan dapat dimanfaatkan. Kengepotan ini bisa kita koreksi dengan pengubahan sudut kemudi yg sangat terkendali sehingga bisa membuat mobil seperti membelok laksana di film-film laga itu  Jadinya mobil bisa lebih enak buat nge-drift (ini istilahnya). Kalo kita menguasai teknik safety-riding atau buat smooth-rally, mobil pengerak belakang gini cocok untuk melarikan diri/keluarga dari kejaran rampok  *lebay dikit*

Dalam kecepatan sedang-rendah, mobil penggerak roda belakang akan membuat sudut belokannya lebih terarah dan predictable. Istilahnya, apa kata otak dan tangan relatif bisa diterjemahkan roda kendaraan secara sempurna…

Beda dengan kendaraan penggerak roda depan. Saat dibelokkan, karena roda masih mendapat dorongan tenaga dari mesin, ia serasa kurang mau belok alias nyelonong keluar alias understeer.. Intinya, beda penggerak depan dan belakang itu seperti mendorong atau menarik lemari gitulah… tentu semua paham bahwa mendorong lemari akan lebih ringan ketimbang menariknya 

Kelemahan mobil penggerak belakang adalah saat dijual baru. Biasanya, mobil penggerak roda belakang akan makan biaya produksi lebih tinggi ketimbang penggerak depan. Namun untuk saat ini, karena mobil penggerak depan sekarang juga sudah dirancang secara efisien, maka untuk pemakaian sehari-hari ia sudah oke banget koq..Dan juga bisa lari kencang sekali 

Hanya untungnya BMW (juga Benz) adalah, kita bisa mendapatkan mobil penggerak belakang dengan teknologi mumpuni dengan harga yg jeblok 

Bahkan untuk versi Indonesia, BMW tahun 2000-an malah sudah ada teknologi penyeimbang bodi secara elektronis atau ESC (Electronic Stabilizer Control). Komputer mengatur sendiri penguncian/pengereman dan pelepasan keempat roda secara independen menurut kebutuhan sehingga mobil bisa terlepas dari kondisi ngepot yang membahayakan.

Kedua, enaknya BMW, meski di daerah, sudah banyak juga bengkel spesialis yg ahli khusus BMW. Ini masih lebih unggul ketimbang Audi atau Volvo, di mana bengkel independen spesialisnya masih belum merata sampai ke pelosok daerah  Jadi meski kita berorientasi tetap ke bengkel resmi, untuk satu dan dua hal (kebanyakan satu dan dua hal ini selalu terjadi ) bengkel independen spesialis tetap harus kita pegang referensinya 

Untuk Jatim jangan khawatir. Di Malang, di Cengger Ayam depan pondok Al-Hikam ada yg kondang itu. Dah 10 tahunan mereka berdiri. Di Tulunggaung malah ada dua biji. Di Madiun juga ada. Di Yogya juga melimpah. Tempat lainya tinggal nanya kawan-kawan BMWCCI.com nantinya 

Ketiga, enaknya BMW, secara umum ia relatif dibilang yg paling sporti ketimbang brand kompetitornya. Namun ini masalah selera dan preferensi saja sebenarnya. Saya aja juga demen koq sama Volvo yg kotak gitu. Ada seni tersendiri di dalam desainnya 

Keempat, kalo sangat terpaksa anggaran mepet dan mesti ganti suku cadang yang gak bisa ditunda, mungkin karena ada kerusakan akut, suku cadang aftermarket-nya lumayan banyak tersedia. Hanya wajib disadari, biar bagaimanapun suku cadang aftermarket tentu beda dengan orisinalnya. Hanya di BMW, suku cadang aftermaketnya tersedia mulai kualitas setara ori sampai yg bikin mobil lebih hancur juga ada.

Konon, di Benz, karena banyaknya ketersediaan suku cadang KW, membuat harga sekennya jauh lebih mahal ketimbang BMW pada umur dan spesifikasi dan kondisi yg setara, bisa 50%-100%++ di atasnya. Namun kami pikir ini justru keunggulan dalam mendapatkan BMW. Kita bisa mendapatkan BMW spek yg sama tersebut dengan harga lebih rendah plus ketersediaan bengkel independen dan spareparts aftermarket yg lumayan sama melimpahnya sampai ke pelosok daerah 

II. Anggaran segitu sebenarnya mepet banget.. tapi sudah bisa banget dapet BMW
Anggaran 50 jeti segitu sebenarnya mepet banget untuk nyari BMW yang maknyuss, bebas perbaikan, dan tinggal pake alias tinggal beli bensin daninjek gas.. tapi duit segitu juga sudah bisa banget dapet BMW lumayan okey plus sedikit sisa buat bonusan pajak or rawatan ringan pasca pembelian… Tentunya ini untuk BMW umur belasan tahun lho 

III. Nyari BMW sabelum lihat harga adalah lihat “pakem kebutuhan dulu”
Nyari BMW sabelum lihat harga adalah lihat “pakem kebutuhan dulu” agan/aganwati.. Maksudnya gini.. BMW dibagi ke tiga pakem besar…


530i adalah V8 cc terkecil sekaligus satu-satunya V8 pada masanya yang masuk ke Indonesia. Di versi luar negeri ada juga yang V8 4000cc. Namun sayangnya tak masuk Indonesia. Setelah 1997 atau pada generasi E39, mesin V8 baru dimulai dari cc 4000 (4500). Mesin BMW 3000cc diturunkanmenjadi 6 silinder. 530i memang cocok untuk yang benar-benar orientasi ke mengemudi dan melayani penumpang. Bayangkan, di jalan Kediri-Malang yang nanjak-nanjak gitu ia seperti sama sekali tak kehilangan tenaga, serasa lewat jalan datar…

Masa produksi barunya, 530i V8 dibanding 520i 6 silinder konon populasinya seperti 1:20 unit… Tapi meski sedikit, mencari 530i V8 seken nyatanya masih dapet aja koq di pasaran seken 

Ada satu lagi opsi tambahan untik seri 5 E34 ini, yakni 518i yang menggendong mesin 4 silinder 1800cc punyanya seri 3. Ini diproduksi untuk yang mencari kenyamanan, namun tak perlu jalan kenceng. Kelihatannya mesin 1800 cc ini memang lebih gedhe ketimbang mesin Toyota Great Corolla yang 1600cc… tapi ingat cuy, ini yang didorong adalah BMW seberat 1,5 ton! Bandingkan dengan sedan Jepang yang beratnya aja kadang “melayang ketiup angin”  *maaf lebay dikit, maksudnya ya berat mereka enteng aja* So, bisa habis tenaga itu 518i  Tapi ya itu tadi, kalo mau saja ditinggal sama bus ekonomi, ya gpp berburu yang beginian. 

Mungkin karena underspec gini, harga 518i juga jeblok banget. Ditawarkan 35an jeti, ditawar bisa dapet 30jeti itu dengan kondisi yang mulus bagus terawat  Tinggal pakai pokoknya 

C. Pakem super nyaman. Ini didapat di BMW seri 7. Karena harganya yang masih jauh di atas 50an jeti, maka saya tak terlalu membahas di sini  Intinya, ini mobil bos emang. Panjang sumbu rodanya (yang LWB-long wheel base) aja 30 cm lebih panjang ketimbang seri 5  Bayangkan, kaki pasti bisa ongkang-ongkang di bangku belakang.

***

Untuk BMW seri 3 dan 5 yang sudah berumur lebih dari 10 tahun, BMW Indonesia memberikan program potongan harga spareparts orisinal sampai 50an persen koq… 

Jadi kalo mau ganti spareparts orisinal, harganya sebenarnya relatif terjangkau juga. Dengar-dengar, konon harga spareparts dan ongkos jasa bengkel BMW yg sedikit lebih tua ketimbang Toyota Corolla Altis malah lebih murah! Sementara, untuk lari dan kenyamanan, jelas Corolla Altis “tak ada apa-apanya” gitu 

Baik untuk semua seri mulai kode bodi E30 sampai E36, termasuk seri 3 dan 5 sebelum tahun 97an, di Indonesia tersedia transmisi manual dan automatic. 

Transmisi manual lebih nyaman di akselerasi dan cocok untuk turing luar kota. Namun yang ribet kalo jalan dalam kota 

Sementara transmisi matic tentu nyaman untuk dalam kota pun luar kota. Tapi transmisi matic ini memang dirancang agak memble. Maksudnya, komputer akan mengatur percepatan kendaraan lebih smooth, nggak mau nuruti kaki pengemudi. Kalo balapan jarak pendek sama Honda Jazz, jangan bingung kalo BMW Anda ketinggalan jauh di belakangnya! ) Setelah tahun 97, BMW mengganti transmisinya dengan steptronic, gabungan matic dan manual, atau matic namun bisa dioper-oper seperti versi manual saat dibutuhkan.

Sebenarnya ada pilihan lain untuk mobil Eropa yang terkenal safety dan kenyamanannya dengan opsi harga seken yang murah selain BMW, yakni Volvo. dengan spesifikasi dan kondisi yang relatif sama, harga Volvo bisa 20-30% di bawah BMW. Jelas pedagang akan benci mendagangkan mobil ini, terlalu kemurahan, bisa menggerus keuntungan, dan serasa duit mati karena akan bisa superlama lakunya  Tapi mobil ginian, tentu untuk di pihak pembeli.. dapet mobil bagus dg harga ajib murahnya  Ini akan cocok sekali untuk pengguna yang memang antusias dan pingin memberikan perhatian lebih kepada kendaraannya.

Untuk yang tinggal di Jakarta, miara Volvo memang nyaman. bengkel spesialis melimpah, spareparts juga tinggal tunjuk mau model yang gimana. Dan tak menguras kantong.Tapi untuk yang tinggal di daerah, Anda memang harus memastikan dulu ketersediaan bengkel independen yang berani dan bisa menangani mobil ginian.

Karena biar bagaimana, sekuat apapun namanya mobil juga pasti akan rusak. Takutnya nggak ada bengkel yang bisa nangani, Anda justru kerepotan sendiri nantinya  Soalnya meskipun prinsip dasar mobil itu sama, beda teknologi akan membuat beda penanganannya…

Dan syarat terpertama di atas hal-hal teknis tsb, memang kalo beli mobil Eropa, Anda kadang mesti siap “kalah tampang” dengan mobil Jepang. Bayangkan Honda Nouva atau Great Corolla juga bisa long-last time lho kekerenan bodinya  Meski dengan teknologi yang banget apa-adanya ) Nooffence aja siy, piss! 

Satu lagi kalo beli mobil Eropa, jangan berharap harga jualnya kembali akan tinggi. Orang belinya juga dapet murah  Mobil Eropa memang cocok untuk dinikmati, dan jangan peduli harga pasaran. Kalo masih berharap mobil seken yang dijual kembali terhitung nggak rugi-rugi amat, saran saya justru langsung noleh saja ke mobil Jepang. Ini beneran lho… 

PS: BMW memilik ciri penamaan XYYi, yang mana X adalah kelas mobil (yakni 3, 5, dan 7 untuk tahun tua. Di mana semakin tinggi angka adalah semakin besar ukuran bodinya dan tinggi kelas mobil/semakin berat fitur canggihnya). Ini berkembang ke seri 1 juga di tahun muda) dan YY adalah kapasitas mesin dalam desiliter. Sementara “i” adalah electronic fuel injection. Jadi 320i adlaah seri 3 dengan 2000cc, atau 520i adalah seri 5 dengan 2000cc.

Ada BMW 323i, dia adalah seri 3 dengan 2300 cc (harusnya). CC aslinya adalah 2500cc, namun kemampuan tenaganya oleh BMW dalam ukuran mereka disetarakan dengan kelas 2300cc. Jadi namanya disebut 323i Dan ada beberapa BMW dengan penamaan yang agak berbeda dg cc sebenarnya ini. Namun (masalah penamaan) ini tak terlalu signifikan dalam hal pengaruh nilai sekennya 

Untuk BMW baru berjenis SUV, penamaannya adalah XN. Dimana X menunjukkan kelasnya yang SUV (BMW menyebutnya SAV-Sport Activity Vehicle), dan N adlah kelasnya. Dimulai dari X1 di kelas terkecil, kemudian X3,d an X3. Ada lagi seri Z, yang ini khusus roadster.

BMW menyebut generasi bodinya dengan kode. Jadi ada Seri 3 E21 yang beredar tahun 75-93; E30 yang keluar tahun 82-94; diteruskan E36 yang keluar tahun 90-99; E46 tahun 99-05; dan E90 05-sekarang. Seri 5 ada E12 yang keluar tahun 75-81; E28 tahun 81-88; E34 yakni generasi tahun 88-96; E39 97-03; E60 03-10; dan terbaru adalah F10. Demikian juga dengan seri 7 atau seri X.


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages