Klenteng Cikarang

52 views
Skip to first unread message

ipung ipung1

unread,
Jun 4, 2014, 4:09:07 AM6/4/14
to Cikara...@yahoogroups.com, blogercikarang
http://www.nasionalpos.com/2014/04/03/988/klenteng-tek-seng-bio-riwayat-mu-kini


Nasional Pos, Cikarang Utara.
Klenteng Tek Seng Bio Riwayat Mu Kini
Suasana sakral begitu terasa dengan aroma dupa yang menyengat di setiap ruangan. Asap yang keluar dari hio yang dibakar, menambah hikmat para pengunjung yang bersembayang di salah satu tempat peribadatan masyarakat Tionghoa tertua di Cikarang. Klenteng Tek Seng Bio yang berdiri pada tahun 1835 terletak di Jl. KH. Fudholi, Kampung Klenteng, Desa Karang Asih, Kec. Cikarang Utara.

Klenteng Tek Seng Bio menjadi saksi bisu masuknya Bangsa Tionghoa ke tanah Cikarang. Kendati banyak keturunan-keturunan Tionghoa yang masih mendiami Kampung Klenteng dan sekitarnya yang bisa disebut “pecinan”-nya Kabupaten Bekasi ini berdasarkan cerita turun temurun sebenarnya bangsa Tionghoa sudah masuk ke tanah Cikarang sejak abad 16. “Kalau kata kakek kita dulu abad ke 16 orang Tionghoa sudah ada di cikarang” ungkap pria keturunan Tionghoa kelahiran Cikarang.

Klenteng yang memiliki luas 60 x 50 meter ini sudah mengalami banyak perubahan, namun tidak kehilangan arsitektur aslinya. Bagian bangunan yang masih terlihat asli adalah pada bagian pintu utama masuk ruang utama Klenteng, berupa kusen pintu dengan 2 daun pintu kanan dan kiri, 2 tambur, dan peti. Tambur, tidak memiliki hiasan atau ukiran, masih digunakan sebagai alat tetabuh pada acara Cap Go Meh (Tahun Baru Cina). Sedangkan peti untuk penyimpanan perlengkapan peribadatan. Dewa Utama yang dipasang pada altar utama adalah Dewa Kong Siang Tee Kong (Dewa Keberuntungan), didampingi oleh Dewa Pendamping Hok Tek Tjeng Sin dan Kwan Tee Kaen. Sedangkan sebelah kanan juga terdapat altar untuk persembayangan umat Budha.

” Mereka datang ke Klenteng untuk melakukan sembayang dan membakar dupa pada masing-masing leluhur yang dipercayainya dilakukan dua bulan sekali yaitu pada malam tanggal 1 dan 15″ ucapnya.

Sekitar Klenteng merupakan daerah permukiman penduduk baik keturunan Tionghoa maupun pribumi. Masih terlihat beberapa bangunan-bangunan di tepi jalan raya Pasar lama Cikarang, dengan arsitektur China yang dulunya sebagai pertokoan. Masyarakat Tionghoa juga masih ada yang membuka toko di sepanjang jalan itu.

Klenteng ini sebagai salah satu bukti bahwa Kabupaten Bekasi sejak abad ke-16 M telah mempunyai hubungan perdagangan dengan Cina dan secara budaya telah terjadi akulturasi secara damai. Posisinya yang strategis di tengah kota juga menyimpan cerita tersendiri mengapa Bangsa Tionghoa sampai di tanah Cikarang. Wilayah Cikarang pada masa kejayaan Belanda merupakan wilayah yang strategis. Belanda menjadikan Cikarang sebagai satu kota penghubung pemerintahan kolonial, hal ini dibuktikan dengan adanya Kantor Kawedanaan Cikarang di Jl. Gatot Subroto yang kini menjadi Perpustakaan Umum Kabupaten. Bekasi. Bangsa Tionghoa menjadikan Cikarang sebagai lokasi perdagangan baru selain Batavia, letaknya yang juga tak jauh dari pesisir utara membuat peredaran barang lebih mudah. Bangsa Tionghoa membangun wilayah perekonomian baru di Cikarang seiring dengan dibukanya Kantor Kewedanaan Cikarang. Kewedanaan adalah perwakilan kepala pemerintahan di bawah bupati diatas
kecamatan.

” Yang sekarang perpustakaan umum dekat kantor organda dulunya kewedanan dan perekonomian Cikarang begitu maju” ucap pria paruh baya tersebut.

Di tengah hiruk pikuk kemajuan ekonomi dan pembangunan Cikarang, Klenteng Tek Seng Bio tetap terjaga diapit bangunan-bangunan tua disekelilingnya yang semakin pudar dimakan usia. Tek Seng Bio menjadi saksi betapa Cikarang pernah mengalami masa kejayaan ekonomi dan kota maju.

” Tek Seng Bio menjadi bukti alkulturasi budaya di Kabupaten Bekasi dan saya merasakan itu betapa jayanya pada masa itu sebelum berdirinya mal-mal dan mini market” ujarnya.

Tidak sampai disitu, asimilasi warga Tionghoa juga begitu kentara di Kabupaten Bekasi betapa tidak, Bupati Bekasi membuktikan merupakan hasil asimilasi pribumi dan keturunan Tionghoa.

” Bupati Bekasi neneng hasanah yasin mempunyai darah tionghoa dan ini merupakan bukti asimilasi di Kabupaten bekasi” tutupnya.

( Mad )



subais

unread,
Jun 14, 2014, 2:08:44 PM6/14/14
to blogger...@googlegroups.com

Tulisannya kok mirip seperti di urbancikarang.com ya. Hemn

--
--
Situs resmi : http://bloggercikarang.com/
To post to this group, send email to blogger...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
bloggercikara...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/bloggercikarang?hl=en?hl=en

---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Komunitas Blogger Cikarang" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke bloggercikara...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

ipung ipung1

unread,
Jun 15, 2014, 11:56:32 PM6/15/14
to blogger...@googlegroups.com
waduh, kenapa adminya nga nulis sumber tulisannya.


Ipung /



--------------------------------------------
On Sun, 15/6/14, subais <fhsu...@gmail.com> wrote:

Subject: Re: [BloggerCikarang] Klenteng Cikarang
To: blogger...@googlegroups.com
Date: Sunday, 15 June, 2014, 1:08 AM
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup
"Komunitas Blogger Cikarang" di Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari
grup ini, kirim email ke bloggercikara...@googlegroups.com.

Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Ceppi Prihadi

unread,
Jun 17, 2014, 12:29:49 AM6/17/14
to blogger...@googlegroups.com

Pak Ipung ngambilnya dari nasionalpos.com...
Kalau urbancikarang?

:)

Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "Komunitas Blogger Cikarang" di Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke bloggercikara...@googlegroups.com.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages