Buku " Habibie & Ainun "

155 views
Skip to first unread message

ipung ipung1

unread,
Jan 31, 2013, 8:29:41 PM1/31/13
to blogercikarang

 
 
Penerbit : PT THC Mandiri
Isi : 323 halaman
Ukuran : 14 x 21 cm
 
Harga : Rp 80.000,-
 
Setelah operasi ke-11 kalinya keadaan Ainun membaik lagi sehingga hari Rabu tanggal 12 Mei 2010 tepat pukul 10:00 pagi saya sudah disamping Ainun bertanya : “ Ainun tahukah hari ini hari apa ? “ Ainun mengangguk. “ Hari pernikahan kita selama 6 windu atau 48 tahun “, Ainun mengangguk sambil tersenyum memandang dengan wajah yang cerah namun tetap sedih.
 
Saya mencium dengan hati-hati dan mesra sambil berbisik : “ Selamat hari ulang tahun pernikahan kita ke-6 windu atau 48 tahun. Saya selalu akan mendampingimu dimanapun Ainun berada. Jiwa, roh dan batin kita sudah menyatu dan manunggal sepanjang masa”. Ainun mendengarkan sambil meneteskan air mata, namun tetap dengan senyuman yang selalu kurindukan.
 
Saya lalu berkata : “ Ainun dengarkanlah kata demi kata doa yang akan kita panjatkan bersama dalam bahasa Indonesia. Doa ini datang dari getaran nurani kita yang tulus dan murni yang kita panjatkan bersama di Intensive Station I-3 di LMU Klinikum Universitas-Munchen. Saya yakin Allah SWT hanya mengerti bahasa nurani yang tulus. Saya mulai dan jikalau Ainun setuju anggukkan kepalamu dan jika tidak setuju gelengkan kepalamu. Setelah itu doa kita ulangi bersama. Saya mulai Ainun “.
 
Terima kasih Allah, engkau telah lahirkan Saya untuk Ainun dan Ainun untuk Saya.
Terima kasih Allah, engkau telah pertemukan Saya dengan Ainun dan Ainun dengan Saya.
Terima kasih Allah tanggal 12 Mei 1962 engkau nikahkan Saya dengan Ainun dan Ainun dengan Saya
Engkau titipi kami bibit cinta murni, sejati, suci, sempurna dan abadi
Sepanjang masa kami sirami titipan-Mu dengan kasih Sayang, nilai iman, takwa dan budaya
Kini 48 tahun kemudian, bibit cinta telah menjadi cinta yang paling indah, sempurna dan abadi
Ainun dan Saya bernaung dibawah cinta milik-Mu ini dipatri menjadi manunggal sepanjang masa
Manunggal dalam jiwa, hati, batin, nafas dan semua yang menentukan kehidupan
Terima kasih Allah, menjadikan kami manunggal karena cinta abadi yang suci dan sempurna
Pertahankan dan peliharalah kemanunggalan kami sepanjang masa
Berilah kami kekuatan mengatasi segala permasalahan yang sedang dan masih akan kami hadapi
Ampunilah dosa kami dan lindungilah kami dari segala pencemaran cinta abadi kami.
 
Hari Jum’at tanggal 21 Mei 2010 pukul 11.00 pagi, Saya dipanggil Prof. Dr. Steinbeck, Prof.Dr. Bruns dan Prof. Dr Zwissler untuk membicarakan mengenai keadaan Ainun. Setelah saya mendengarkan penjelasan panjang lebar mengenai keadaan Ainun, mereka minta persetujuan saya untuk mengoperasi lagi Ainun hari itu juga.
 
Saya menyampaikan kepada mereka “ Anda sudah operasi isteri saya 12 kali dalam 4 minggu dan hasilnya makin memprihatinkan. Apakah jikalau isteri saya di operasi lagi anda dapat memberikan garansi keadaan Ainun lebih baik ? jikalau anda memberi garansi membaik saya dapat menyetujui isteri saya di operasi lagi untuk ke 13 kalinya”.
 
Jawaban mereka “ kami tidak dapat memberi garansi “,
 
“ Kalau demikian apa gunanya anda operasi isteri saya lagi ?”. Saya tidak dapat menyetujui anda operasi isteri saya lagi. Saya serahkan kepada Tuhan YME. Saya hanya memohon kepada anda semua untuk tidak memberi beban rasa sakit kepada isteri saya. Demikian putusan saya”.
 
“ Anda bertiga profesor dan pakar dalam bidangnya masing-masing. Apakah anda membenarkan kebijaksanaan saya ? apakah anda semua dalam keadaan seperti saya akan membuat kebijaksanaan yang sama ?”.
 
Mereka serentak menjawab “ kebijaksanaan Profesor Habibie sudah benar dan tepat. Apabila kami dalam keadaan seperti anda, maka kami akan mengambil kebijaksanaan yang sama. kemungkinannya sedikit isteri anda dapat tertolong “.
 
Susah sekali bagi saya untuk menahan emosi, sehingga terpaksa menangis di depan para profesor sambil mengatakan, “ jika sampai waktunya isteri saya akan tidur untuk selama-lamanya, maka jangan diperlihatkan monitor denyutan jantungnya kepada saya. Saya pernah melihat itu ketika ibu yang melahirkan saya meninggal di rumah sakit di Singapura 20 tahun yang lalu. Saya takut menjadi histeris sedih. Tolong dihindari itu “.
 
Mereka semua sedih dan terharu melihat saya. Dan mengatakan singkat dan jelas,” Profesor Habibie kami semua selama 2 bulan ini banyak belajar. Kami sudah sangat berpengalaman melihat bagaimana orang bereaksi dan berperilaku. Namun pertama kalinya kami melihat perjuangan anda suami isteri mengatasi semuanya dalam suasana cinta yang murni dan sejati. Kami semua banyak belajar dalam dua bulan ini. Terima kasih Profesor Habibie. Semoga Tuhan YME selalu melindungi dan menyertai anda berdua.
 
Pada tanggal 22 Mei 2010 sekitar pukul 16.00 adik saya Fanny bersama putra Saya Thareq dan Widya isterinya bergabung dan duduk bersama dekat tempat Ainun berbaring. Saya sejak pagi terus duduk disebelah Ainun mengelus kepala dan tangannya sambil berdoa seperti semula. Ainun tenang dan kelihatan tidak sakit. Pernafasannya normal yang terdengar pada suara mesin pernafasan yang terus berjalan.
 
Pukul 17.20 professor masuk ke ruangan dan matanya memandang mata saya, sambil mengangguk memberikan tanda detik-detik terakhir Ainun di dunia kita dan Ainun akan sebentar lagi pindah ke alam dan dimensi lain. Ketika itu saya bisikan di telinga Ainun berkali-kali “ Asyhadu Alla Ilaha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah “.
 
Tepat pukul 17.30 waktu muenchen, Ainun dengan tenang dan damai pindah ke alam dimensi lain di iringi doa yang datang dari getaran nurani saya dan saya bisikkan di telinganya :
 
“ 48 tahun 10 hari, Allah engkau telah menitipi cinta abadi yang menjadikan kami manunggal, manunggal yang di patri oleh cinta yang murni, suci, sempurna dan abadi.
Hari ini 17.30, Ainun telah tidur untuk selamanya dan pindah ke alam barzah meninggalkan saya didunia.
Innalillahi wa inna ilahi rooji’un, Ainun saya sangat cinta padamu
Allah pencipta alam semesta dan umat manusia lebih mencintaimu
Allah, berilah ketenangan, ketentraman, kenikmatan di sisi-Mu pada Ainun isteriku tercinta di alam barzah.
Terima kasih Allah, kemanunggalan kami di dunia, di alam barzah melekat di diri kami sepanjang masa
Allah berilah kepada Ainun dan Saya kekuatan untuk mengatasi semua yang sedang dan akan kami hadapi.
Ampuni dosa kami dan lindungi kami dari pencemaran cinta murni, suci, sempurna dan abadi kami”.
 
Setelah itu saya persilahkan semua yang ada dalam kamar meninggalkan ruangan kecuali Andina yang membantu saya melaksanakan pembersihan seluruh badan Ainun dari kepala sampai ke ujung jari kakinya dengan air zam-zam seperti yang telah saya lakukan beberapa jam sebelumnya.
 
Daftar isi
 
Pengantar penulis
Prolog
Bab 1 : Sekali Peristiwa Di Rangga Malela 11 B
Bab 2 : Harmoni Dari Dua Dunia
Bab 3 : Keseharian Di Oberforstbach
Bab 4 : Penantian Sepasang Mata Yang Indah
Bab 5 : Dia Yang Memberi Ilham
Bab 6 : Tidak Mengingkari “ Sumpahku “
Bab 7 : Mendapat Anugerah “ Si Perintis Yang Sempurna “
Bab 8 : Setelah 6 Tahun, Ainun Kembali Ke Indonesia
Bab 9 : Mempersiapkan Kader Pembangunan
Bab 10 : Pertemuan Di Hotel Hilton Dusseldorf
Bab 11 : Menjadi Tamu Ibnu Sutowo
Bab 12 : 28 Januari 1974 Di Jalan Cendana 8
Bab 13 : Mendapat Restu Dr. Ludwig Bolkow
Bab 14 : Welcome Back To Your People, Dr. Habibie !
Bab 15 : Kembali Ke Tanah Air Tercinta
Bab 16 : Memberi Informasi Pada Tokoh Nasional
Bab 17 : Bersama Ainun Proaktif Ikut Dalam Kabinet Pembangunan Ke-3
Bab 18 : Ainun Ikut Berkarya Dalam Organisasi Sosial
Bab 19 : Jam Kerja
Bab 20 : Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia – ICMI
Bab 21 : Dampak Dan Karya ICMI
Bab 22 : ICMI Dan Harapan Ke Depan
Bab 23 : Peran Wanita, Orbit Dan Ainun
Bab 24 : Pemunculan Dan Terbang Perdana “ N250 Gatotkoco “
Bab 25 : Bangsa Indonesia “ Melek Teknologi “
Bab 26 : Sumber Daya Manusia Terbarukan
Bab 27 : International Islamic Forum For Science, Technology And Human Resources Development ( IIFTIHAR )
Bab 28 : Indonesian Air Show 1996
Bab 29 : Ainun Di Rawat Di Rumah Sakit Bad Oeynhausen
Bab 30 : Kabinet Pembangunan Ke-7
Bab 31 : Reformasi Bergulir
Bab 32 : The Habibie Center
Bab 33 : Ainun Sakit Dan 10 Tahun Proses Penyembuhan
Bab 34 : Ainun Di Rawat Di LMU Klinik Munchen
Bab 35 : Ainun Di Operasi
Bab 36 : Perpisahan Dengan Ainun
Bab 37 : Ainun Pindah Ke “ Alam Dan Dimensi Baru “


Amril Taufik Gobel

unread,
Jan 31, 2013, 8:33:18 PM1/31/13
to blogger...@googlegroups.com
Bukunya sudah saya baca, dan filmnya sudah saya tonton, ini reviewnya




ATG

--
--
Situs resmi : http://bloggercikarang.com/
To post to this group, send email to blogger...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
bloggercikara...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/bloggercikarang?hl=en?hl=en
 
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Komunitas Blogger Cikarang" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke bloggercikarang+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 



--
www.daengbattala.com
image002.jpg
image003.jpg

ipung ipung1

unread,
Jan 31, 2013, 8:57:00 PM1/31/13
to blogger...@googlegroups.com

 mantaabbsss...


From: Amril Taufik Gobel <amr...@gmail.com>
To: blogger...@googlegroups.com
Sent: Friday, 1 February 2013, 8:33
Subject: Re: [BloggerCikarang] Buku " Habibie & Ainun "
image002.jpg
image003.jpg
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages