Penerbit
: PT THC Mandiri
Isi
: 323 halaman
Ukuran
: 14 x 21 cm
Harga : Rp 80.000,-
Setelah
operasi ke-11 kalinya keadaan Ainun membaik lagi sehingga hari Rabu tanggal 12
Mei 2010 tepat pukul 10:00 pagi saya sudah disamping Ainun bertanya : “
Ainun tahukah hari ini hari apa ? “ Ainun mengangguk. “ Hari
pernikahan kita selama 6 windu atau 48 tahun “, Ainun mengangguk sambil
tersenyum memandang dengan wajah yang cerah namun tetap sedih.
Saya
mencium dengan hati-hati dan mesra sambil berbisik : “ Selamat hari ulang
tahun pernikahan kita ke-6 windu atau 48 tahun. Saya selalu akan mendampingimu
dimanapun Ainun berada. Jiwa, roh dan batin kita sudah menyatu dan manunggal
sepanjang masa”. Ainun mendengarkan sambil meneteskan air mata, namun
tetap dengan senyuman yang selalu kurindukan.
Saya
lalu berkata : “ Ainun dengarkanlah kata demi kata doa yang akan kita
panjatkan bersama dalam bahasa Indonesia. Doa ini datang dari getaran nurani
kita yang tulus dan murni yang kita panjatkan bersama di Intensive Station I-3
di LMU Klinikum Universitas-Munchen. Saya yakin Allah SWT hanya mengerti bahasa
nurani yang tulus. Saya mulai dan jikalau Ainun setuju anggukkan kepalamu dan
jika tidak setuju gelengkan kepalamu. Setelah itu doa kita ulangi bersama. Saya
mulai Ainun “.
Terima kasih Allah, engkau telah lahirkan Saya untuk Ainun
dan Ainun untuk Saya.
Terima kasih Allah, engkau telah pertemukan Saya dengan
Ainun dan Ainun dengan Saya.
Terima kasih Allah tanggal 12 Mei 1962 engkau nikahkan Saya
dengan Ainun dan Ainun dengan Saya
Engkau titipi kami bibit cinta murni, sejati, suci, sempurna
dan abadi
Sepanjang masa kami sirami titipan-Mu dengan kasih Sayang,
nilai iman, takwa dan budaya
Kini 48 tahun kemudian, bibit cinta telah menjadi cinta yang
paling indah, sempurna dan abadi
Ainun dan Saya bernaung dibawah cinta milik-Mu ini dipatri
menjadi manunggal sepanjang masa
Manunggal dalam jiwa, hati, batin, nafas dan semua yang
menentukan kehidupan
Terima kasih Allah, menjadikan kami manunggal karena cinta
abadi yang suci dan sempurna
Pertahankan dan peliharalah kemanunggalan kami sepanjang
masa
Berilah kami kekuatan mengatasi segala permasalahan yang
sedang dan masih akan kami hadapi
Ampunilah dosa kami dan lindungilah kami dari segala
pencemaran cinta abadi kami.
Hari
Jum’at tanggal 21 Mei 2010 pukul 11.00 pagi, Saya dipanggil Prof. Dr.
Steinbeck, Prof.Dr. Bruns dan Prof. Dr Zwissler untuk membicarakan mengenai
keadaan Ainun. Setelah saya mendengarkan penjelasan panjang lebar mengenai
keadaan Ainun, mereka minta persetujuan saya untuk mengoperasi lagi Ainun hari
itu juga.
Saya
menyampaikan kepada mereka “ Anda sudah operasi isteri saya 12 kali dalam
4 minggu dan hasilnya makin memprihatinkan. Apakah jikalau isteri saya di
operasi lagi anda dapat memberikan garansi keadaan Ainun lebih baik ? jikalau
anda memberi garansi membaik saya dapat menyetujui isteri saya di operasi lagi
untuk ke 13 kalinya”.
Jawaban
mereka “ kami tidak dapat memberi garansi “,
“
Kalau demikian apa gunanya anda operasi isteri saya lagi ?”. Saya tidak
dapat menyetujui anda operasi isteri saya lagi. Saya serahkan kepada Tuhan YME.
Saya hanya memohon kepada anda semua untuk tidak memberi beban rasa sakit
kepada isteri saya. Demikian putusan saya”.
“
Anda bertiga profesor dan pakar dalam bidangnya masing-masing. Apakah anda
membenarkan kebijaksanaan saya ? apakah anda semua dalam keadaan seperti saya
akan membuat kebijaksanaan yang sama ?”.
Mereka
serentak menjawab “ kebijaksanaan Profesor Habibie sudah benar dan tepat.
Apabila kami dalam keadaan seperti anda, maka kami akan mengambil kebijaksanaan
yang sama. kemungkinannya sedikit isteri anda dapat tertolong “.
Susah
sekali bagi saya untuk menahan emosi, sehingga terpaksa menangis di depan para
profesor sambil mengatakan, “ jika sampai waktunya isteri saya akan tidur
untuk selama-lamanya, maka jangan diperlihatkan monitor denyutan jantungnya
kepada saya. Saya pernah melihat itu ketika ibu yang melahirkan saya meninggal
di rumah sakit di Singapura 20 tahun yang lalu. Saya takut menjadi histeris
sedih. Tolong dihindari itu “.
Mereka
semua sedih dan terharu melihat saya. Dan mengatakan singkat dan jelas,”
Profesor Habibie kami semua selama 2 bulan ini banyak belajar. Kami sudah
sangat berpengalaman melihat bagaimana orang bereaksi dan berperilaku. Namun
pertama kalinya kami melihat perjuangan anda suami isteri mengatasi semuanya dalam
suasana cinta yang murni dan sejati. Kami semua banyak belajar dalam dua bulan
ini. Terima kasih Profesor Habibie. Semoga Tuhan YME selalu melindungi dan
menyertai anda berdua.
Pada
tanggal 22 Mei 2010 sekitar pukul 16.00 adik saya Fanny bersama putra Saya Thareq
dan Widya isterinya bergabung dan duduk bersama dekat tempat Ainun berbaring.
Saya sejak pagi terus duduk disebelah Ainun mengelus kepala dan tangannya
sambil berdoa seperti semula. Ainun tenang dan kelihatan tidak sakit.
Pernafasannya normal yang terdengar pada suara mesin pernafasan yang terus
berjalan.
Pukul
17.20 professor masuk ke ruangan dan matanya memandang mata saya, sambil
mengangguk memberikan tanda detik-detik terakhir Ainun di dunia kita dan Ainun
akan sebentar lagi pindah ke alam dan dimensi lain. Ketika itu saya bisikan di
telinga Ainun berkali-kali “ Asyhadu Alla Ilaha illallah Wa Asyhadu Anna
Muhammadar Rasulullah “.
Tepat
pukul 17.30 waktu muenchen, Ainun dengan tenang dan damai pindah ke alam dimensi
lain di iringi doa yang datang dari getaran nurani saya dan saya bisikkan di
telinganya :
“ 48 tahun 10 hari, Allah engkau telah menitipi cinta
abadi yang menjadikan kami manunggal, manunggal yang di patri oleh cinta yang
murni, suci, sempurna dan abadi.
Hari ini 17.30, Ainun telah tidur untuk selamanya dan pindah
ke alam barzah meninggalkan saya didunia.
Innalillahi wa inna ilahi rooji’un, Ainun saya sangat
cinta padamu
Allah pencipta alam semesta dan umat manusia lebih
mencintaimu
Allah, berilah ketenangan, ketentraman, kenikmatan di
sisi-Mu pada Ainun isteriku tercinta di alam barzah.
Terima kasih Allah, kemanunggalan kami di dunia, di alam
barzah melekat di diri kami sepanjang masa
Allah berilah kepada Ainun dan Saya kekuatan untuk mengatasi
semua yang sedang dan akan kami hadapi.
Ampuni dosa kami dan lindungi kami dari pencemaran cinta
murni, suci, sempurna dan abadi kami”.
Setelah
itu saya persilahkan semua yang ada dalam kamar meninggalkan ruangan kecuali
Andina yang membantu saya melaksanakan pembersihan seluruh badan Ainun dari
kepala sampai ke ujung jari kakinya dengan air zam-zam seperti yang telah saya
lakukan beberapa jam sebelumnya.
Daftar isi
Pengantar
penulis
Prolog
Bab
1 : Sekali Peristiwa Di Rangga Malela 11 B
Bab
2 : Harmoni Dari Dua Dunia
Bab
3 : Keseharian Di Oberforstbach
Bab
4 : Penantian Sepasang Mata Yang Indah
Bab
5 : Dia Yang Memberi Ilham
Bab
6 : Tidak Mengingkari “ Sumpahku “
Bab
7 : Mendapat Anugerah “ Si Perintis Yang Sempurna “
Bab
8 : Setelah 6 Tahun, Ainun Kembali Ke Indonesia
Bab
9 : Mempersiapkan Kader Pembangunan
Bab
10 : Pertemuan Di Hotel Hilton Dusseldorf
Bab
11 : Menjadi Tamu Ibnu Sutowo
Bab
12 : 28 Januari 1974 Di Jalan Cendana 8
Bab
13 : Mendapat Restu Dr. Ludwig Bolkow
Bab
14 : Welcome Back To Your People, Dr. Habibie !
Bab
15 : Kembali Ke Tanah Air Tercinta
Bab
16 : Memberi Informasi Pada Tokoh Nasional
Bab
17 : Bersama Ainun Proaktif Ikut Dalam Kabinet Pembangunan Ke-3
Bab
18 : Ainun Ikut Berkarya Dalam Organisasi Sosial
Bab
19 : Jam Kerja
Bab
20 : Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia – ICMI
Bab
21 : Dampak Dan Karya ICMI
Bab
22 : ICMI Dan Harapan Ke Depan
Bab
23 : Peran Wanita, Orbit Dan Ainun
Bab
24 : Pemunculan Dan Terbang Perdana “ N250 Gatotkoco “
Bab
25 : Bangsa Indonesia “ Melek Teknologi “
Bab
26 : Sumber Daya Manusia Terbarukan
Bab
27 : International Islamic Forum For Science, Technology And Human Resources
Development ( IIFTIHAR )
Bab
28 : Indonesian Air Show 1996
Bab
29 : Ainun Di Rawat Di Rumah Sakit Bad Oeynhausen
Bab
30 : Kabinet Pembangunan Ke-7
Bab
31 : Reformasi Bergulir
Bab
32 : The Habibie Center
Bab
33 : Ainun Sakit Dan 10 Tahun Proses Penyembuhan
Bab
34 : Ainun Di Rawat Di LMU Klinik Munchen
Bab
35 : Ainun Di Operasi
Bab
36 : Perpisahan Dengan Ainun
Bab
37 : Ainun Pindah Ke “ Alam Dan Dimensi Baru “