[Email Marketing Bisnis] (Artikel) Tekun dan Kreatif

0 views
Skip to first unread message

mandiri

unread,
May 23, 2012, 4:03:42 AM5/23/12
to bisnis-i...@googlegroups.com
http://emailbisnismarketing.blogspot.com


*Tekun*

Susi Susanti juara All England empat kali, peraih emas pertama Indonesia di
Olimpiade. Ia berlatih bulu tangkis 6 hari per minggu, dari jam tujuh pagi
sampai jam sebelas siang, disambung lagi jam tiga sore sampai jam tujuh
malam. Rutinitas ini dia lakukan bertahun-tahun!

Curtis Strange, juara golf, melatih diri dengan memukul 2.000 bola golf
setiap hari sebagai persiapan tour. Sidney Sheldon, seorang novelis besar,
melatih diri dengan menulis 50 halaman setiap hari. Bintang basket, Michael
Jordan, melakukan bidikan sambil melompat ratusan kali setiap harinya,
tanpa kecuali. Jim Carrey, bintang film yang meminta bayaran 20 juta dolar
untuk setiap peran yang dia mainkan di  film,  ketika  masih  remaja,  ia
habiskan waktu berjam-jam setiap harinya berlatih di depan cermin.

Orang-orang besar itu adalah orang-orang tekun. Tekun berarti melakukan
aktivitas tertentu dalam jangka waktu yang lama. Anthony Robbins
mengatakan, "*Repetition is the mother of skills*."

Persoalannya: mengapa orang bisa tekun? Mari disimak sejarah amat singkat
Thomas Alva Edison. Ia memiliki 1.093 hak paten dan pendiri General
Electric. Suatu saat ia mengatakan, "Genius adalah 1% inspirasi dan 99%
keringat." Untuk menemukan lampu pijar, ia telah gagal 10.000 kali. Kita
mungkin berkomentar,"Sungguh ia pekerja keras."  Tapi apa kata Edison? Ia
mengatakan, "*Saya tidak pernah bekerja sehari pun dalam hidup saya, semua
adalah keasyikan*." Jadi ia bisa tekun karena ia asyik, *fun*,
*enjoy*dengan semua aktivitas yang dia.

Untuk menyusun buku laris *The Millioner Next Door* dan *Millioner Mind*,
Stanley membutukan waktu 20 tahun, dari tahun 1980 sampai tahun 2000.
Bertahun-tahun ia mengumpulkan data, wawancara, laporan riset, dan survei.
Ia mengatakan, "*Tampaknya seperti banyak pekerjaan untuk waktu yang lama,
tetapi saya menyukai pekerjaan saya, dan saya tidak pernah merasa bosan*."

*Kreatif*

Maaf, banyak supir becak, bertahun-tahun tetap menjadi supir becak. Tetapi
ada seorang supir becak di daerah Cirebon yang kemudian menjadi produsen
becak mini. Mengapa yang satu jadi pengusaha becak, yang lain tetap menjadi
supir becak?

Tekun tanpa kreativitas tidak akan menelorkan ide-ide baru. Tanpa ide-ide
baru mustahil menghasilkan metode, produk, atau jasa inovatif. Tanpa
metode, produk, atau jasa inovatif orang sulit maju.

Schwart  mengatakan, "Banyak orang yang ambisius melaksanakan hidupnya
dengan tekun, namun mereka pada akhirnya kekalahan yang mereka dapatkan,
karena mereka tidak mengadakan eksperimen dengan cara-cara atau
pendekatan-pendekatan yang baru."

Mengapa orang yang satu tekun bisa kreatif sedangkan yang lainnya yang juga
tekun tidak mampu mengembangkan kreativitasnya? Tentu ada banyak alternatif
jawaban atas pertanyaan ini. Orang yang tekun tetapi tidak mampu
mengembangkan kreativitasnya kemungkinkan besar karena ketekunannya
tersebut karena faktor keterpaksaan, dan tidak bisa mengubah keterpaksanaan
tersebut menjadi suatu bentuk cinta. Sedangkan yang lain bisa tekun dan
kreatif, karena ketekunannya tersebut dilandasi rasa cintanya terhadap
aktivitasnya.

Stanley mengatakan,"Ingat, bila Anda menyukai apa yang Anda lakukan,
produktivitas Anda akan tinggi dan bentuk jenius kreatif spesifik  akan
muncul. *Orang kreatif cenderung mencintai usaha atau pekerjaan mereka*,
dan hal ini adalah salah satu alasan utama mereka sukses dalam hidup.
Kecerdasan kreatif adalah komponen utama mengenai kecerdasan sukses."

Mengenai kaitan mencintai aktivitas usaha dengan kreativitas juga
dikemukakan oleh Peter Milwood. Dia mengatakan,"*Orang-orang Inggeris
mempunyai semangat amatir, yakni mencintai apa yang dikerjakan. Semangat
ini memungkinkan timbulnya konsep yang sama sekali baru (kreatif)*. Tatkala
melihat ketel teh yang melambung-lambung, James Watt menemukan gagasan
menggunakan uap sebagai tenaga penggerak. Alexander Fleming setelah melihat
kekuatan anti-bakteri dari jamur, memikirkan kemungkinannya untuk
menggunakannya sebagai obat. Ini adalah contoh hasil semangat amatir."

Toshio Ikeda, bapak Komputer di Fujitsu, mengatakan, "Kembali pada waktu
itu, tak seorang pun diantara kami yang berpikir kemungkinan komputer
diubah menjadi bisnis atau tentang peran komputer dalam industri. Pada
waktu itu, dari waktu ke waktu, *kami hanya menikmati kesenangan
semata-mata dan bersifat kekanak-kanakan dalam mencari gagasan terbaik* dan
entah bagaimana membuat mesin terbaik sedapat mungkin."

*Kesimpulan*

Agar kita bisa tekun dan kreatif, kita sebaiknya mencintai aktivitas yang
kita lakukan. Selamat membuktikan!

---

www.potensipreneurs.com   www.smasukses.com    www.sdsukses.com

M Musrofi

Talents Center Indonesia


--
Posting oleh mandiri ke Email Marketing Bisnis pada 5/23/2012 01:03:00 AM
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages