Download Film Lorong Waktu Sctv News

0 views
Skip to first unread message

Cilinia Looker

unread,
Aug 21, 2024, 8:12:19 AM8/21/24
to birnarire

Lorong Waktu adalah sebuah sinetron religi Islami bertema fiksi ilmiah yang dibuat oleh Deddy Mizwar dengan penulis naskah skenario Wahyu H.S. Tampil sebagai pemeran utama dalam sinetron ini antara lain Deddy Mizwar, Jourast Jordy, Hefri Olifian, Christy Jusung dan Opie Kumis. Alur ceritanya sendiri berkisah mengenai petualangan menjelajahi ruang dan waktu yang dilakukan oleh Haji Husin dan muridnya Zidan melalui sebuah mesin waktu canggih yang diciptakan oleh Ustaz Addin. Sinetron ini diproduksi oleh Demi Gisela Citra Sinema dan ditayangkan oleh SCTV pertama kali pada tahun 1999 bertepatan dengan bulan Ramadan 1420 H. Setelah sukses dengan musim pertamanya tersebut, sinetron ini kemudian dilanjutkan dalam lima musim lainnya dengan jumlah total 207 episode sampai penayangan terakhirnya pada tahun 2006. Pada tahun 2019, sinetron ini dibuat ulang dalam format animasi dengan judul yang sama, dan ditayangkan selama bulan Ramadan oleh stasiun televisi SCTV.

Download Film Lorong Waktu Sctv News


Download File https://vlyyg.com/2A4sKF



Merujuk kepada beberapa media salah satunya Vice, sinetron ini secara umum dianggap sebagai sinetron Indonesia bertema religi terbaik sepanjang masa.[1] Kompas menyebutkan sinetron Lorong Waktu sebagai sinetron religi yang paling dirindukan oleh pemirsanya, dan dianggap tidak pernah basi meskipun sudah tamat sejak tahun 2006.[2] Sementara CNN menyebut Lorong Waktu sebagai sinetron religi primadona bagi generasi akhir 1999 sampai awal 2006.[3]

Sinetron ini mengisahkan petualangan Haji Husin, Ustaz Addin dan santri cilik bernama Zidan. Haji Husin adalah seorang ustaz senior yang juga menjadi seorang pengurus yayasan masjid. Ustaz Addin adalah seorang pemuda yatim-piatu yang dianggap sebagai anak angkat oleh Haji Husin. Ia memiliki skill dalam bidang teknologi informasi. Sementara Zidan adalah seorang santri madrasah pengajian anak-anak, yang menjadi murid dari Ustaz Addin maupun Haji Husin. Pada suatu hari, Ustaz Addin berhasil menciptakan sebuah mesin waktu yang kemudian mampu membawa Haji Husin dan Zidan bertualang lintas masa, baik ke masa lalu ataupun ke masa depan.

Pada musim kedua, diperkenalkan dua karakter baru yaitu mantan pencuri bernama Havid dan mantan paranormal bernama Sabrina. Havid merupakan seorang yang buta huruf, tapi memiliki niat kuat untuk bertobat dan hijrah mengubah nasibnya. Sementara Sabrina sebelumnya ditemui oleh Haji Husin dan Zidan di alam lorong waktu, sebelum kemudian mereka saling bertemu di dunia nyata. Seiring waktu Ustaz Addin memiliki ketertarikan pada Sabrina dan begitu juga sebaliknya, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah di akhir musim. Momen ijab kabul pernikahan mereka dimunculkan di episode pertama di musim ketiga.

Dalam perjalanan menembus lorong waktu di musim ketiga, Haji Husin dan para muridnya menemui berbagai kejadian maupun tokoh-tokoh unik, yang secara tidak langsung memberikan pelajaran berharga dalam menghayati nilai-nilai kehidupan yang lebih baik. Mulai dari kisah pencuri kain kafan, pedagang kecil yang doanya lebih manjur ketimbang imam masjid, pemuda jujur yang direpotkan oleh sebutir jeruk, Mpu Gandrung yang merupakan saudara jauhnya Mpu Gandring yang membuat keris, kyai unik bernama Aa Gyman, Dukun Setan dengan bisnis gaib menyesatkannya, dan banyak lagi kisah-kisah lainnya. Sementara itu, dua murid Haji Husin yang sekaligus bertugas sebagai pengurus masjid, Havid dan Jambrong, pada perkembangannya memiliki rasa suka pada sosok gadis yang bernama Adinda. Keseharian masjid diwarnai aneka muslihat diantara keduanya, untuk berkompetisi merebut cinta sang gadis tersebut. Pada akhir musim, Adinda akhirnya memilih Havid sebagai pasangan hidupnya.

Pada awal musim keempat, Sabrina, istri Ustaz Addin, hamil muda dan menjadi sangat sensitif. Sebagai suami dan calon ayah yang bertanggung jawab, Ustaz Addin berusaha memenuhi tuntutan ngidam istrinya. Di akhir musim ini muncul kejutan lain, yaitu kedatangan mantan narapidana yang juga merupakan teman Jambrong dan Havid, yang bernama Jagur. Kedatangan Jagur ke masjid adalah untuk bertobat dan memohon untuk bisa menjadi murid Haji Husin. Haji Husin menerima, namun kekhawatiran muncul di hati Jambrong dan Havid, karena Jagur dulunya adalah seorang penjahat. Namun ternyata mereka salah besar, sebab Jagur telah sungguh-sungguh memantapkan hatinya untuk bertobat. Untuk membuktikannya, ia bahkan meminta Zidan untuk menghapus tato dilengannya dengan cara di setrika.

Pada musim kelima, Havid dan Jambrong, yang keduanya kini masing-masing sudah berkeluarga, mendapat tugas baru sebagai pengelola usaha perkebunan yang didanai yayasan masjid. Jagur mengambil alih sebagai marbot penjaga masjid. Ustaz Addin melakukan modernisasi pada peralatan mesin waktunya dengan dikendalikan melalui laptop, dan cara pengirimannya kali ini bisa dari mana saja selama para rekannya memakai gawai yang dikembangkan Ustaz Addin. Sabrina telah melahirkan anak laki-laki yang ia beri nama Firdaus.

Untuk musim keenam atau terakhir, alur cerita Lorong Waktu lebih banyak menceritakan seputar permasalahan keluarga. Firdaus, putra Ustaz Addin dan Sabrina, kini sudah memasuki usia sekolah, dan Sabrina disibukan oleh tingkah polah putranya tersebut yang ternyata nakal dan gemar berkelahi. Haji Husin masih belum berhenti berharap diberi kesempatan menikah lagi, seiring usianya yang semakin menua dan kini sudah ditinggalkan murid-murid kesayangannya yang sibuk mengurus keluarga masing-masing. Ia lantas berkenalan dan tertarik dengan seorang wanita bernama Aini, yang ia harapkan menjadi pelabuhan hatinya yang terakhir. Sementara itu, Havid dan Jambrong kini sudah sukses membangun perkebunan yang didanai yayasan masjid, sementara Jagur yang baru menikah ingin mencoba membangun keluarga kecilnya dengan bahagia.

Beberapa aktor dan aktris juga berperan sebagai karakter one-off untuk satu atau dua episode diantaranya Anwar Fuady, Rahman Yakob, Pietrajaya Burnama, Ujang Ronda, Eddies Adelia, Rifat Sungkar, Rachel Amanda, Senandung Nacita dan lain-lain.

Sinetron ini merupakan sinetron religi pertama di Indonesia yang mengembangkan konsep fiksi ilmiah. Menurut Deddy Mizwar, basis pengambilan alur cerita didasarkan pada Surah Al-'Asr (Arab: سورة العصر) yang berarti waktu/masa. Sehingga menurut Deddy, konsep cerita sinetron ini adalah mengisahkan bahwa semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali mereka yang selalu beramal saleh saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Selain itu inspirasi lain yang menjadi dasar sinetron ini adalah Isra Mikraj-nya Nabi Muhammad. Banyak di antara sahabat Nabi yang tidak percaya bahwa Nabi bisa melakukan perjalanan sampai Sidratul Muntaha dalam waktu semalam saja, tapi ternyata memungkinkan jika Allah SWT mengizinkan.[19]

Dalam penulisan skenario setiap episodenya sendiri, Deddy mempercayakannya kepada Wahyu H.S.[13] Maka ditambahkan jugalah imajinasi seperti Zidan bertemu Pangeran Diponegoro, Superman sampai Malin Kundang.[20] Tentu dengan penambahan alur komedi supaya cerita bisa terlihat menarik tetapi tetap tidak keluar dari kaidah dakwah.[19] Terkait hal ini Deddy juga menambahkan bahwa dirinya juga berkonsultasi dengan beberapa ahli agama Islam seperti ustaz dan ulama agar pembuatan sinetron Lorong Waktu benar-benar sesuai jalur dan tidak melenceng.[13]

Meskipun tidak signifikan, beberapa pihak juga menganggap Lorong Waktu terinspirasi dari karya-karya mainstream seperti misal The Time Machine karya H. G. Wells dan waralaba media Back to the Future karya Steven Spielberg.[21] Ada juga kesamaan ide dengan serial Quantum Leap di era 90-an yang juga memakai ide mesin waktu. Meski mungkin ide sinetron Lorong Waktu bukan orisinal, tapi termasuk sesuatu yang baru bagi dunia pertelevisian di Indonesia.[21]

Abdul Kadir tampil sebagai sutradara untuk sinetron ini dalam 20 episode di musim pertama. Sinetron ini kemudian menjadi karya perfilman terakhir bagi dirinya sebelum wafat di tahun 2000.[22] Sejak episode ke-21 musim pertama sampai episode terakhir di musim keenam, peran sutradara diambil alih oleh Aldisar Syafar dengan Deddy Mizwar yang juga turun menyutradarai sinetron ini untuk beberapa episode jika Aldisar sedang berhalangan.

Dari enam musim sinetron Lorong Waktu, hanya karakter Haji Husin yang diperankan Deddy Mizwar dan Zidan yang diperankan oleh Jourast Jordy yang pemerannya tetap sama sejak awal sampai akhir. Bagi Jourast Jordy, perannya sebagai Zidan diakui sebagai pembuka kesuksesannya berkarier meski sejak 2012 ia mengundurkan diri dari dunia seni peran.[23] Jourast menyebut ia ditawari peran Zidan ini oleh Deddy Mizwar setelah menduduki peringkat kedua di ajang Abang None Cilik tahun 1999 dan saat itu ia juga belum lancar membaca naskah dan perlu diajari oleh tim produksi.[24][25]

Karakter Ustaz Addin beberapa kali melakukan pergantian pemeran. Adjie Pangestu, yang sebelumnya berperan dalam sinetron Mawar Sejati Mawar Berduri produksi Starvision, muncul di musim pertama namun karena kontrak panjang dengan Prima Entertainment untuk sinetron Misteri Nini Pelet membuatnya tidak bisa muncul untuk musim kedua dan digantikan oleh Dicky Chandra. Dicky sendiri memilih mundur setelah musim kedua usai dikarenakan 'anaknya tidak mau ayahnya berperan sebagai ayah untuk orang lain' sehubungan dengan Ustaz Addin yang diceritakan menikah dengan Sabrina di musim ketiga.[26] Sebagai pengganti Dicky maka dikontraklah seorang model yang saat itu baru mengawali karier di dunia seni peran yaitu Hefri Olifian sejak musim ketiga sampai keenam.[27] Hefri sendiri saat itu bermain juga dalam sinetron Duk-Duk Mong garapan Jaja Mihardja dan selebihnya ia kebanyakan hanya bermain dalam beberapa film televisi lepas.

Karakter Sabrina yang muncul mulai musim kedua diperankan oleh Christy Jusung. Karakter ini diduga kuat dimunculkan sebagai pengganti karakter Aura dan Lestari, masing-masing diperankan oleh Lenia Masagantha dan Irma Safitri, di musim pertama yang berakhir nanggung meskipun di episode terakhir musim pertama Ustaz Addin sempat berniat memilih salah satu diantara keduanya. Sebagai 'pesaing' Sabrina dimunculkanlah karakter Intan yang diperankan oleh Fitri Kurnia. Bagi Christy Jusung sendiri peran Sabrina inilah yang melambungkan namanya sebagai aktris di dunia seni peran Indonesia karena sebelumnya ia kebanyakan berperan sebagai figuran atau peran cameo khususnya di beberapa episode Warkop Millenium.[28] Pada musim kelima karena masalah klausul kontrak, karakter Sabrina yang diperankan Christy digantikan oleh model Aditya Novika.[29] Karena memerankan karakter muslimah, Aditya sampai menjaga diri tidak menerima sesi foto model untuk 'busana yang buka-bukaan' dan diyakini klausul inilah yang membuat Christy mengundurkan diri dari Lorong Waktu karena sebelumnya ia sempat menerima tawaran peran seksi dalam sineron komedi Sial-Sial Mujur.[30] Pada musim keenam pemeran Sabrina diganti lagi kali ini oleh Zaskia Adya Mecca.[31]

b37509886e
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages