[Download Film Susana Malam Satu Suro Full Movie

0 views
Skip to first unread message

Hanne Rylaarsdam

unread,
Jun 13, 2024, 3:40:40 AM6/13/24
to birdkevare

Tanggal satu Suro tahun ini jatuh pada Kamis (20/8). Dengan demikian, hari ini akan menjadi malam satu suro, waktu yang kerap dikaitkan dengan kisah mistis, seperti dalam film horor legendaris Malam Satu Suro.

Malam Satu Suro menceritakan arwah perempuan bernama Suketi yang menjadi sundel bolong dan gentayangan akibat dibangkitkan dari kubur oleh dukun Jawa bernama Ki Rengga. Suketi dibangkitkan karena Ki Rengga menginginkan anak angkat.

download film susana malam satu suro full movie


DOWNLOADhttps://t.co/dcoWtxpgP7



Permasalahan dimulai ketika Bardo berhadapan dengan Joni, saingan perusahaan Bardo. Melalui dukun bernama Mak Talo, Joni mengetahui bahwa Suketi sesungguhnya Sundel Bolong dan mencabut paku yang tertancap di kepala perempuan itu.

Pertama kali tayang pada 1988, Malam Satu Suro menarik perhatian banyak penggemar karena memiliki jalan cerita unik yang tidak blak-blakan menjadikan Sundel Bolong sebagai tokoh antagonis seperti dalam film horor lainnya.

JAKARTA - Sinopsis 2 film Malam Satu Suro yang dibintangi Suzanna dan Citra Kirana viral di media sosial. Kedua film ini mencuri rasa penasaran publik lewat jalan cerita serta saksi peran kedua bintang film papan atas.Meski memiliki judul yang serupa, kedua film ini ternyata memiliki jalan cerita yang berbeda. Selain itu, kedua film Malam Satu Suro ini tidak memiliki keterkaitan satu sama lain. Film pertama rilis pada 1988 disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. window.unibots = window.unibots cmd: [] ; unibots.cmd.push(function() unibotsPlayer("okezone.com_1689056867937") ); googletag.cmd.push(function() googletag.display("div-gpt-ad-1510661249458-0"); );Sementara, film Malam Satu Suro kedua yang diperankan oleh Citra Kirana merupakan film garapan Anggy Umbara. Film ini rilis pada tahun 2019 lalu.BACA JUGA:Sinopsis Film Women from Rote Island, Kisah Pahit Buruh Migran IndonesiaBerikut adalah sinopsis 2 film Malam Satu Suro yang dibintangi Suzanna dan Citra Kirana:Sinopsis Malam Satu Suro 1988Film Malam Satu Suro yang diperankan mendiang Suzanna menceritakan tentang arwah penasaran seorang wanita bernama Suketi yang menjelma sundel bolong. Suketi bangkit dari kematian setelah dihidupkan kembali oleh dukun Ki Rengga (Soendjoto Adibroto).Ki Rengga membangkitkan Suketi (Suzanna) karena ia sangat ingin memiliki anak angkat. Kehidupan Ki Rengga bersama Suketi berjalan normal seperti ayah dan anak di pedesaan. Keadaan berubah sejak kedatangan seorang pemuda asal Jakarta bernama Bardo Ardiyanto (Fendy Pradana).Bardo jatuh cinta sejak pertama kali melihat Suketi. Mengetahui Suketi juga menyukainya, Bardo meminta izin kepada Ki Rengga untuk menikahinya. Ki Rengga menyetujui pernikahan Suketi dengan Bardo asalkan dengan satu syarat.Pernikahan keduanya harus dilaksanakan pada malam satu suro atau malam tahun baru. Selain itu pernikahan Bardo dan Suketi digelar di tengah hutan. Lalu akhir kisah cinta Bardo dan Suketi?BACA JUGA:Sinopsis Film Zombieland, Segala Upaya Bertahan Hidup dari Serbuan Zombie

Dokter yang ada di rumah sakit itu mengatakan bahwa Adinda harus segera melahirkan. Sebagai suami Bayu kembali ke rumah untuk membawa kebutuhan Adinda. Namun saat kembali ke rumah sakit, Bayu hanya melihat bangunan kosong tidak berpenghuni.

Di tengah industri film horor yang terkesan gitu-gitu aja, pemberian judul film horor selalu tak lepas dari unsur tradisional yang membentuk mindset di kepala orang-orang. Sejak zaman film Suzanna sampai sekarang, judul film horor banyak mengambil unsur tradisional yang kemudian dibelokkan menjadi unsur mistis. Malam Satu Suro, Jumat Kliwon, Nini Thowok, Sajen, Tembang Lingsir, dan lain-lain. Kayaknya strategi ini menjadi sarana branding yang cukup manjur untuk memikat penonton.

Menurut sejarah, awal mula malam tahun baru Jawa yang bulan pertamanya disebut Sura/Suro terjadi pada tahun 1633 Masehi. Pada waktu itu Sultan Agung Hanyakrakusuma raja kerajaan Mataram ingin menggabungkan dua tanggalan. Yaitu penanggalan Saka yang akan masuk tahun 1555 dan penanggalan Hijriah yang akan masuk tahun 1043. Hal ini dilatarbelakangi oleh kerajaan Mataram yang pada saat itu adalah kerajaan Islam, namun juga tidak sedikit rakyat Mataram yang masih memeluk agama Hindu dan Buddha.

Penyusunan penanggalan Jawa ini sedikit banyak mengandung unsur politik. Di satu pihak, Sultan Agung ingin membuat negeri Mataram berdaulat penuh dengan melepaskan diri dari VOC, tetapi di dalam negeri sendiri, ada perbedaan pendapat mengenai penghitungan tahun antara penganut Hijriah dan Saka.

Sesuai yang dikatakan almarhum M.C. Ricklefs, kalender Jawa atau yang biasa disebut dengan kalender Sultan Agungan ini adalah kalender paling rumit di dunia. Prinsip kalender Sultan Agungan ini tidak hanya mengenal sistem 7 harian/seminggu, bulan, dan tahun. Namun juga menggunakan sistem 5 harian atau pancawara/pasaran yang terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Jadi bukan mistis ya, ini juga nama hari biasa.

Selain itu masih ada sistem 8 harian atau disebut asthawara dan 9 harian yang disebut padangon. Ada pula siklus yang dihitung seminggu sekali sebanyak 35 minggu yang disebut wuku, siklus 8 tahunan yang disebut windu, 1 windu memiliki nama tahun yang berbeda-beda. Masih ada lagi siklus 4 windu. Lalu ada sistem pranata mangsa yang biasa digunakan acuan oleh petani yang menggunakan hitungan matahari yang dibagi sekitar 23-43 hari.

Karena banyaknya sistem perhitungan, horoskop penanggalan Jawa ini jauh lebih lengkap, kompleks, dan detail dalam membagi hari dan waktu dibandingkan dengan zodiak dalam kalender Gregorian yang hanya membagi menjadi 12 bintang.

Berbeda dengan kalender Islam yang setiap bulan baru dapat disesuaikan dengan melihat bulan sesungguhnya dengan metode rukyat, kalender Sultan Agungan menggunakan metode hitung pasti. Kapan tiba tanggal 1 Suro sudah dapat ditentukan jauh-jauh tahun bahkan windu.

Kita mungkin belum bisa menangkap nasehat dari orang tua dulu. Kebanyakan orang tua Jawa memberitahu anak cucunya jangan main-main waktu bulan Suro, akeh demite. Itu bukan berarti harus ditelan mentah-mentah bahwa bulan Suro itu banyak demitnya. Kebiasaan orang Jawa dulu, tahun baru itu untuk sarana refleksi. Menengok apa yang sudah terjadi untuk bekal ke depan.

Sama halnya jika dulu anak-anak disuruh bermain ketika bulan purnama. Bukan hanya bulan purnama itu dulu dianggap sebagai sumber penerangan, namun kita lihat juga apa yang dilakukan orang-orang tua. Mereka ada yang kungkum (berendam), semedi di senthong tengah, dan lain-lain. Untuk apa? Untuk refleksi juga.

Sadar nggak ketika bulan purnama kadang emosi kita ikut labil? Lha wong air laut aja pasang waktu bulan purnama, apalagi manusia. Maka dari itu, anak-anak disuruh senang-senang, sedangkan yang dewasa kesempatan untuk menenangkan diri.

Jadi, berhentilah mengerdilkan malam satu Suro. Jangan menganggap warisan leluhur itu sesuatu yang kuno hasil ijtihad dengan genderuwo. Menganggap semua warisan simbah dulu adalah sesuatu yang mistis, horor. Dosa apa yang akan kita terima jika kita menyakiti hati orang tua? Sudah tidak mau belajar, mengolok-olok lagi.

Gue baru nemuin fakta dari film Malam Satu Suro. Ternyata film ini bukan hanya sekedar film horor yang sukses bikin merinding pada masanya. Kenapa gue bilang pada masanya? Karena pada masa kejayaan film ini, efek yang dipakai bisa dibilang cukup oke (jangan disamain sama film-film horor jaman sekarang ya). Anyway, sorry for the poor image quality, gue ga bisa nemuin download-an film ini dalam kualitas bagus and oh, watch out for SPOILER ALERT.

Film ini dibuka dengan adegan semacam perkelahian seorang dukun melawan Suketi yang telah meninggal dan berubah menjadi sundel bolong. Si dukun berusaha menjadikan Suketi anak angkatnya dengan cara menancapkan paku (entah paku beton atau paku payung) ke kepala Suketi. Awalnya pasti orang-orang yang menonton film ini berfikir kalau itu adalah syarat pesugihan, tapi yang sebenarnya adalah si dukun ingin menjadikan Suketi anak angkat karena ingin memberikan Suketi kesempatan hidup satu kali lagi.

Suketi berubah menjadi seorang wanita yang menarik, bahkan berhasil memikat hati dari seorang pemuda kota yang tampan bernama Bardo. Tidak ada yang spesial dari pertemuan mereka. Bardo yang hobi dengan kegiatan alam bertemu dengan Suketi secara tidak sengaja saat dia menemukan rumah Suketi di tengah hutan.

Beberapa hari telah berlalu sejak pertemuan Suketi dan Bardo, layaknya orang dimabuk cinta, Bardo akhirnya memberanikan diri untuk melamar Suketi. Lamaran itu ditolak mentah-mentah oleh si dukun yang sudah menjadi ayah angkat Suketi karena hanya dia dan istrinya yang tahu siapa Suketi sebenarnya.

Melihat Suketi juga menyukai Bardo, sang ayah angkat pun luluh. Ia mau menikahkan Bardo dengan Suketi dengan beberapa syarat : pernikahan harus dilakukan di malam satu suro, pernikahan harus dilaksanakan di tengah hutan Alas Roban, syarat terakhir adalah pernikahan akan diselenggarakan tanpa dihadiri oleh siapapun.

Konflik berawal atas dasar persaingan bisnis. Pesaing Bardo yang tidak suka dengan kesuksesan Bardo mengunjungi seorang dukun wanita penganut ilmu hitam untuk mencari cara menghancurkan Bardo. Disini kedok siapa Suketi sebenarnya pun terbuka, sang dukun menceritakan bahwa siapapun yang menukahi sundel bolong, akan menjadi sangat kaya raya. Dukun wanita bersama pesaing bisnis Bardo pun mengunjungi kediaman Bardo untuk melaksanakan misinya menghancurkan Bardo dengan cara mencabut paku yang tertanam di kepala Suketi.

Setelah berhasil merubah Suketi kembali menjadi sundel bolong, geng perampok masih belum merasa puas sehingga mereka menculik anak Suketi yang paling kecil, Pretty. Tanpa disengaja salah satu perampok itu membunuh Pretty. Suketi yang mengetahui bahwa Pretty telah meninggal pun akhirnya menggali kembali makam Pretty untuk menjaga Pretty. Karena takut anaknya kelaparan, Suketi pun memberikan Pretty susu dan bakpao.

Sebagaimana film-film pada masa itu, Malam Satu Suro memiliki ending dukun baik dan pak haji yang meminta Suketi untuk tenang di alamnya dan dengan dukungan dari Bardo dan Rio, Suketi pun akhirnya bisa menerima dan mau kembali ke asalnya.

795a8134c1
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages