Re: polispermia

35 views
Skip to first unread message

Achmad Farajallah

unread,
Jan 6, 2018, 7:14:15 AM1/6/18
to Biosel_ipb
Wa'alaikumussalam,

Saya khawatir mbak salah membaca dan atau mengartikan apa yang dibaca.
Kalau berkenan, silakan kopikan apa yang dibaca mbak (kalau bentuknya printpout, silakan difoto dan dikirmkan via imel ini).

Salam,
AFM

2018-01-06 18:07 GMT+07:00 Fitri Balqis <fitriba...@gmail.com>:
Assalamu'alaikum, Pak, selamat sore maaf mengganggu waktu Bapak. 
Pak, saya ingin bertanya barusan saya membaca dan ada pernyataan seperti ini,  kalau fertilisasi pada mamalia tidak terjadi pemblokiran cepat terhadap polispermia saat hendak fertilisasi. Padahal di hewan avertebrata terjadi pemblokiran cepat dan lambat terhadap polispermia ( contoh yg ada di buku yg saya baca adalah bulu babi)  Itu kirakira kenapa di mamalia tidak ada,  ya,  pak?  Apakah ada faktor penyebabnya? Terimakasih atas penjelasan dari bapak. 

Salam,
Fitri Balqis
G34160010

Fitri Balqis

unread,
Jan 6, 2018, 7:19:21 AM1/6/18
to biose...@googlegroups.com
Ini pak foto dari buku yang saya baca.  Ada keterangan pada kalimat terakhir yg di dalam kurung.  Mungkin saya belum paham akan maksud dari kalimat tersebut,  jadi sekiranya Bapak dapat berkenan untuk menjelaskannya kepada saya, dan juga bisa untuk teman-teman yg lain hehe.  Terimakasih pak. 

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "biosel_ipb" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to biosel_ipb+unsubscribe@googlegroups.com.
To post to this group, send email to biose...@googlegroups.com.
Visit this group at https://groups.google.com/group/biosel_ipb.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
IMG_20180106_191546.jpg

Achmad Farajallah

unread,
Jan 6, 2018, 8:14:40 AM1/6/18
to Biosel_ipb
Trims telah mengirimkan tulisan tentang polispermia.
Pada awalnya, blocking system yang dipercaya secara luas terhadap adanya kejadian polyspermia adalah dengan adanya depolarisasi membran sel. Yaitu ada perubahan muatan sisi bagian dalam membran sel telur dari negatif menjadi positif. Perubahan muatan ini diawali oleh adanya reaksi enzimatik akrosomal -> sinyal sel -> respon sel berupa disekresikannya ion Ca2+ dari retikulum endoplasma. Setelah perisitiwa depolarisasi ini maka sperma berikutnya tidak akan bisa menembus (attached) ke membran sel telur. Pengetahuan diatas diperoleh dari percobaan terhadap bulu babi yang kemudian dianggap terjadi pada proses-proses fertilisasi di berbagai hewan lainnya.
Setelah ada peneliti lain bekerja dengan mencit dan malah manusia, mereka tidak menemukan adanya kejadian depolarisasi membran sel telur mengikuti penempelan sperma. Melainkan ada mekanisme lain, yaitu adanya perubahan ultrastruktur dari zona pelusida. Setelah zona pelusida mengalami perubahan ultrastrutur maka sperma berikutnya tidak bisa menembusnya. Salah satu penyebabnya adalah reseptor sperma yang ada di membran sel "ikut terangkat" mengikuti perubahan ultrastruktur zona pelusida. Ada juga yang menyebutkannya sebagai terjadi perubahan konformasi reseptor sperma.

Dengan begitu, sampai saat ini dketahui bahwa mekanisme blocking terhadap sperma berikutnya dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. depolarisasi membran - kejadiannya sangat cepat setelah adanya sperma menebus membran sel.
= Sistem blocking cepat; mekanisme pada fertilisasi external

2. perubahan struktur zona pelusida yang diikuti dengan perubahan reseptor sperma. Tentunya, kejadian ini jauh lebih lambat dibandingkan mekanisme yang pertama diatas. Ada yang melaporkan butuh waktu sekitar 10 detik untuk blocking sperma berikutnya.
= Sistem blocking lambat; mekanisme pada fertilsiasi internal.

Terlepas dari cepat dan lambatnya dari sistem blocking sperma, keduanya sangat efektif dalam memblocked masuknya sperma berikutnya kedalam sel telur.

Salam,
AFM

Achmad Farajallah

unread,
Jan 6, 2018, 8:20:28 AM1/6/18
to Biosel_ipb
Silakan dinikmati teknik timelapse dari polyspermia blocking system pada manusia:

Fitri Balqis

unread,
Jan 6, 2018, 8:24:11 AM1/6/18
to biose...@googlegroups.com
Baik,  pak. Saya akan coba memahaminya,  terimakasih banyak atas penjelasannya ya, pak. 
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages