Re: anemia dan hipertensi

778 views
Skip to first unread message

achmad farajallah

unread,
Nov 11, 2011, 9:39:32 AM11/11/11
to biosel_ipb
Dear Mas Yoga,

Anemia adalah kondisi (bukan penyakit) kekurangan sel-sel darah merah dan atau kekurangan hemoglobin. Dalam kondisi tubuh dewasa normal, RBC berjumlah sekitar 5 juta per ml, kandungan Hb sekitar 13 g/dl atau 130 g/L. Dalam kondisi anemia, tubuh akan kekurangan oksigen yang kemudian memunculkan refleks dalam bentuk kerja jantung memompa darah meningkat (hipertensi). Biasanya, kondisi hipertensi yang murni disebabkan anemia masih bisa ditoleransi oleh tubuh. Masalah serius adalah jika kondisi anemia berkepanjangan; atau ada penyebab lain dari hipertensi selain anemia, misalnya atherosklerosis, dll. Artinya tekanan darah yang sudah tinggi akan dipertinggi lagi oleh kondisi anemia. Ujung-ujungnya, akan memunculkan kelelahan jantung, penyumbatan koroner, dll. Secara teknis, terapi hipertensi tergantung pada beberapa tanda hipertensi yang hanya dokter yang tahu, yaitu kombinasi antara nilai-nilai dari tekanan sistolik dan diastolik, dan beberapa simptom lainnya.
Selain oleh sistem saraf simpatik dan parasimpatik, laju kerja jantung diatur juga oleh sistem hormon.

AFM

2011/11/11 Yoga Hendri <hendri...@gmail.com>
Dear Pak Achamad,

Aslmkm wrwb.
Selamat Malam weekend
Saya mau bertanya, tentang proses kenapa orang anemia bisa terkena hypertensi?

hubungan tentang cardiovaskuler tentang sistem persarafan yang ada?

mohon maaf sensei,,
trmksh

wslkm
regard

Yoga H.

AFM

unread,
Nov 11, 2011, 9:48:56 AM11/11/11
to biosel_ipb
Ada mhs saya yang akan penelitian skripsi dengan topik "hubungan
antara kondisi anemia dan tingkat infeksi cacing parasit pada
kambing". Jadi ada dua pekerjaan yang akan dilakukan, yaitu menghitung
jumlah cacing parasit saluran pencernaan dan mengukur kondisi anemia.
Untuk menghitung jumlah cacing akan dilakukan dengan cara menghtiung
jumlah telur cacing yang ada dalam feses kambing. Sedangkan untuk
mengukur kondisi anemia, dia akan menggunakan FAMACHA card. Kartu ini
dibuat sebagai alat untuk mengukur kondisi anemia pada kambing dan
domba secara cepat dan efisien, yaitu dengan cara membandingkan
tingkatan warna merah dari kelopak mata bagian dalam. Jadi, dia tidak
perlu mengambil darah kemudian menghitung jumlah sel darah merah dan
mengukur konsentrasi Hb dalam darah.
Cacing saluran pencernaan yang sering dilaporkan menyebabkan anemia
pada ternak adalah Haemonchus contortus. Cacing ini hidup di sela-sela
villi dari abomasum (ntar pada kuliah 13 bedakan dengan mikrovilli)
dan menghisap darah dari dinding abomasum. Jadi anemia bukan penyakit,
tetapi yang penyakit adalah infeksi cacing. Kalau cacingnya diberantas
maka kondisi anemia akan pulih.

AFM

On Nov 11, 9:39 pm, achmad farajallah <achamadfarajal...@gmail.com>
wrote:
> Dear Mas Yoga,
>
> Anemia adalah kondisi (bukan penyakit) kekurangan sel-sel darah merah dan
> atau kekurangan hemoglobin. Dalam kondisi tubuh dewasa normal, RBC
> berjumlah sekitar 5 juta per ml, kandungan Hb sekitar 13 g/dl atau 130 g/L.
> Dalam kondisi anemia, tubuh akan kekurangan oksigen yang kemudian
> memunculkan refleks dalam bentuk kerja jantung memompa darah meningkat
> (hipertensi). Biasanya, kondisi hipertensi yang murni disebabkan anemia
> masih bisa ditoleransi oleh tubuh. Masalah serius adalah jika kondisi
> anemia berkepanjangan; atau ada penyebab lain dari hipertensi selain
> anemia, misalnya atherosklerosis, dll. Artinya tekanan darah yang sudah
> tinggi akan dipertinggi lagi oleh kondisi anemia. Ujung-ujungnya, akan
> memunculkan kelelahan jantung, penyumbatan koroner, dll. Secara teknis,
> terapi hipertensi tergantung pada beberapa tanda hipertensi yang hanya
> dokter yang tahu, yaitu kombinasi antara nilai-nilai dari tekanan sistolik
> dan diastolik, dan beberapa simptom lainnya.
> Selain oleh sistem saraf simpatik dan parasimpatik, laju kerja jantung
> diatur juga oleh sistem hormon.
>
> AFM
>
> 2011/11/11 Yoga Hendri <hendriyog...@gmail.com>

Irene Rosa

unread,
Nov 14, 2011, 5:10:03 AM11/14/11
to biose...@googlegroups.com
Pak, saya mau melanjutkan pertanyaan mas Yoga mengenai hipertensi dan anemia.
bagaimana jika kasusnya orang yang hipertensi , di diagnosa kekurangan darah sampai Hb nya hanya 3,5 ?
tolong dijelaskan. terima kasih.

2011/11/11 AFM <achamadf...@gmail.com>
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "biosel_ipb" group.
To post to this group, send email to biose...@googlegroups.com.
To unsubscribe from this group, send email to biosel_ipb+...@googlegroups.com.
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/biosel_ipb?hl=en.


achmad farajallah

unread,
Nov 14, 2011, 5:49:41 AM11/14/11
to biose...@googlegroups.com
Dear mBak Irene,

Kondisi hipertensi yang disebabkan oleh penyebab lain akan diperparah oleh kondisi anemia. Kondisi anemia bisa menambah akutnya hipertensi yang sudah ada merupakan  konskuensi logis dari usaha tubuh melakukan homeostasis tekanan oksigen dalam jaringan tubuh. Biasanya, hipertensi kombinasi ini ditandai dengan jarak tekanan sistolik dan diastolik melebar. Dalam kondisi pria dewasa normal, tekanan sistolik sekitar 120 mmHg dan diastolik 80 mmHg. Disebut hipertensi jika mencapai > 140/90. Jika hipertensi yang disebabkan anemia biasanya sistolik saja yang meningkat sedangkan diastoliknya tetap normal sehingga jaraknya menjauh. Biasanya pula sistoliknya disertai dengan adanya adanya murmur (suara bising).
Kombinasi dari  tipe kebisingan, rasio sistolik/diastolik, volume sel darah merah dan kadar Hb kemudian dijadikan patokan terapi yang oleh dokter. Seperti apa terapinya? Nah porsi ini bukan bagian saya.

AFM

2011/11/14 Irene Rosa <patrici...@gmail.com>

Irene Rosa

unread,
Nov 14, 2011, 6:03:32 AM11/14/11
to biose...@googlegroups.com
jadi anemia nya yang menyebabkan hipertensi?
lalu apa yang menyebabkan seseorang kekurangan darah dan kadar hemoglobin padahal tidak ada darah yang keluar dari tubuhnya?
apa ada pengaruh dari protein atau zat lain untuk pembentukan sel darah?

2011/11/14 achmad farajallah <achamadf...@gmail.com>

achmad farajallah

unread,
Nov 14, 2011, 7:50:26 AM11/14/11
to biose...@googlegroups.com
Dear mBak Irene,

Anemia adalah kondisi tubuh kekurangan sel darah merah (SDM) atau hemoglobin. Darah dalam tubuh normal mengandung sekitar 5 juta SDM per ml dan juga mengandung sekitar 13 g/dl molekul Hb. Jika jumlah SDM kurang dari 5 juta/ml maka disebut kekurangan darah merah. Jika kandungan Hb dalam darah kurang dari 13 g/dl maka disebut kekurangan hemoglobin. Kombinasi kekurangan keduanya disebut sebagai berkondisi anemia. Fungsi Hb adalah mengangkut oksigen. Jika jumlah Hb per SDM (atau secara teknis klinis jumlah Hb per ml darah atau konsentrsi Hb) maka berbagai jaringan tubuh akan kekurangan suplai oksigen. Dalam sistem homesotasis, kondisi ini akan membangkitkan reflek pompa jantung membesar (tekanan sistolik jantung membesar). Jika tekanan sistolik > 140 mmHg maka disebut hipertensi.

Hipertensi karena anemia ini biasanya masih bisa diatasi oleh tubuh. Yang menjadi masalah adalah kalo ada hipertensi dengan penyebab lain kemudian dibarengi dengan tubuh mengalami kondisi anemia maka hipertensinya menjadi akumulatif = parah.
Lalu apa penyebab anemia. Sebagian besar kondisi anemia bukan disebabkan oleh bleeding karena luka atau karena darah keluar dari tubuh, melainkan karena laju pembentukan SDM kalah cepat dengan laju pengrusakannya.

mBak Irene masih ingat kan?, bahwa SDM punya umur, yi sekitar 120 hari dalam kondisi normal. Dalam kondisi tidak normal (bisa karena infeksi, penyakit patologis lainnya dan berbagai sebab lain) bisa saja umurnya tinggal separuhnya. Misalnya, umur SDM para perokok sekitar 100 hari. Di lain pihak, sel-sel darah secara kontinyu selalu dibuat di sumsum tulang untuk manusia. Jika laju pembuatannya kalah cepat dengan laju pegrusakan atau kematiannya maka SDM dalam tubuh akan berkurang. Jadi SDM bisa berkurang tanpa harus ada darah yang keluar.

Di dalam sumsum tulang atau di dalam jaringan eritropoesis, sel-sel darah merah dibuat dengan bahan semua gizi yang ada dalam makanan, walaupun bahan yang paling dominan adalah zat besi dan protein. Jadi kalau kekurangan zat besi maka sintesis Hb akan terganggu. Begitu juga kalau kekurangan protein maka sintesis Hb da mitosis sel-sel stem darah juga akan terganggu.

Semoga dipahami.

Irene Rosa

unread,
Nov 17, 2011, 11:55:28 PM11/17/11
to biose...@googlegroups.com
terima kasih pak :)
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages