Lalu aku mendengar suara TUHAN berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk AKU?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"
Yesaya 6 : 8.
Suatu pernyataan dan komitmen yang berani dari nabi Yesaya.
Apakah Yesaya hebat sehingga ia menawarkan diri kepada TUHAN untuk diutus ?
Ternyata tidak, Yesaya hanya berprinsip bahwa dia seorang utusan, hamba yang mempunyai TUAN yang memiliki kuasa yang tidak terbatas
Yesaya juga merasa dosanya sudah diampuni oleh TUHAN dan sebagai ucapan syukurnya dia mau dipakai TUHAN.
Pastor Rick Warren pernah mengatakan bahwa; if GOD only used perfect people, nothing would get done, GOD will use anybody if you are available.
Benar sekali bukan orang yang memiliki kemampuan yang diperlukan TUHAN, tapi orang yang punya kemauan.
Banyak orang yang mempunyai kemampuan baik dari segi intelektual, maupun kemampuan keuangan, namun sedikit sekali yang mau diutus.
Berbeda sekali kalau TUHAN menawarkan berkat atau mujizat kesembuhan, semua orang mau mendapatkannya.
Kita sering seperti Musa pada waktu pertama kali TUHAN memanggilnya, Musa berkata; " Ah TUHAN, aku ini tidak pandai bicara, sebab aku berat mulut dan berat lidah, utuslah kiranya siapa saja yang patut KAU utus ".
Ini aku TUHAN, utuslah aku.
Tuhan Yesus memberkati.