FAO Bantu Atasi Belalang di Nusa Tenggara Timur
Kupang, Kompas - Organisasi pangan dunia, FAO, bersama pemerintah pusat
dan pemerintah provinsi mengatasi hama belalang kembara yang sudah
puluhan tahun menyerang lahan pertanian di Nusa Tenggara Timur. Hama
serangga itu menghancurkan ribuan hektar lahan pertanian rakyat setiap
tahun.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan NTT Petrus Muga mengatakan,
FAO bersama tim Departemen Pertanian, Dinas Pertanian, dan Karantina
Hewan NTT telah meneliti belalang kembara di Kabupaten Belu dan Timor
Tengah Utara selama sepekan. "Setiap 300-400 meter persegi terdapat
gerombolan berjumlah ribuan ekor. Hasil pertanian habis dilahap.
Sekarang, sebagian belalang dewasa memasuki perbukitan dan semak-semak
di Belu dan TTU," kata Muga di Kupang, Selasa (24/7).
Belalang dewasa menyembunyikan telur di perbukitan atau semak. Baru
beberapa tahun kemudian telur menetas. Sejauh ini terbukti, penyemprotan
insektisida tidak bisa membunuh telur yang tersembunyi.
Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar hama didominasi belalang
dalam fase Nimfa (belum terbang) dengan usia 3-5 pekan. Serangga itu
akan menjadi dewasa pada pertengahan Agustus 2007.
Tim terpadu yang dipimpin Wakil Asisten FAO Benni Sormin mendesak FAO,
pemerintah pusat, dan pemerintah daerah untuk segera membasmi hama
secara menyeluruh. Belalang kembara mulai menyerang areal pertanian NTT
di Sumba pada 1975. Pada 1997-1999, hama itu muncul di Manggarai, 2002
di Sumba, 2003-2007 di Pulau Timor.
Tahun ini, areal gagal panen di NTT mencapai 185.583 ha, terdiri atas
padi 66.663 ha, jagung 101.267 ha, umbi-umbian 7.912 ha, dan
kacang-kacangan 9.741 ha. Penyebab utama adalah kekeringan, dan
belalang. (KOR)
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/25/daerah/3714175.htm