Pemerintah Kurang Memperhatikan Peternak Sapi Lokal
Liputan6.com, Lembang: Kenaikan harga bahan baku susu impor hingga 100
persen membuat produsen susu mulai melirik peternak sapi perah lokal.
Sebelumnya, keberadaan para peternak ini tak pernah sedikitpun dilirik
pemerintah.
Menurut Ketua Koperasi Peternak Sapi Perah Gunung Gede, Jawa Barat, Iwan
Ramkar dalam perbincangannya dengan repoter SCTV, Bayu Sutiyono, di
Liputan 6 Pagi Kamis (5/7), akibat kebijakan itu kontribusi peternak
sapi perah lokal sebagai pemasok susu nasional masih kecil.
Kondisi itu, menurut Iwan, sudah berlangsung lama. Ini lantaran
keberpihakan pemerintah pada pabrik susu besar. Padahal, peternak sapi
perah juga bisa memasok bahan dengan harga lebih murah ketimbang
mengimpor bahan baku susu yang harganya lebih mahal.
Hal ini pula yang dirasakan Sumarna, peternak sapi perah di Lembang,
Bandung, Jawa Barat. Daerah ini merupakan salah satu sentra susu di
Indonesia. Peternak ini harus puas produk susu dari tiga sapi miliknya
dihargai Rp 2.000 per liter oleh koperasi. Apabila kualitas susunya
bagus koperasi menambah bonus sebesar Rp 700 per liter.
Namun, kenyataan ini bertolak belakang dengan pernyataan pihak
Departemen Pertanian. Menurut Deptan keterbatasan Indonesia dalam
memenuhi kebutuhan susu dikarenakan ketersediaan pakan dan peremajaan
sapi yang membutuhkan sedikitnya 5.000 ekor tiap tahun.
Dirjen Peternakan Deptan Mathur Riady mengatakan, selama ini produksi
susu lokal hanya bisa memenuhi 30 persen kebutuhan susu dalam negeri.
Sedangkan 70 persen sisanya masih harus diimpor. Bahkan, hingga 2010
hanya bisa memenuhi 40 persen kebutuhan nasional. Karena itu untuk
mengatasi masalah tersebut pihaknya akan menggenjot produksi susu segar
nasional [baca: Pemerintah Diminta Menangani Kenaikan Harga
Susu].(YNI/Tim LIputan 6 SCTV)
http://www.liputan6.com/view/4,144073,1,0,1.html