Produksi Jamur Jabar Stagnan
Harga yang Diterima Petani Relatif Stabil
Bandung, Kompas - Produksi jamur di Jawa Barat selama dua tahun terakhir
cenderung stagnan meskipun bermunculan banyak petani jamur yang baru.
Padahal, permintaan jamur di pasar Bandung dan Jakarta terus meningkat.
Menurut Ketua Umum Masyarakat Agrobisnis Jamur Indonesia (MAJI) Kudrat
Slamet, Jumat (27/7), produksi jamur dari Jabar selama dua tahun
terakhir tidak tumbuh, baik di sentra jamur merang di Karawang maupun di
sentra jamur tiram di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Total produksi
hanya sekitar 27 ton per hari, dan hanya mampu memenuhi 70 persen
permintaan pasar.
Padahal, permintaan pasar jamur semakin meningkat meskipun jamur bukan
termasuk komoditas tanaman sayur unggulan yang banyak dibutuhkan pasar.
"Permintaannya bisa meningkat sampai 10 persen per tahun. Seperti jamur
merang, permintaannya bisa sampai 25 ton per hari, tetapi produksi yang
tersedia hanya 15 ton per hari," kata Kudrat.
Selengkapnya:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/28/Jabar/24655.htm
Baca Juga:
Jamur Tiram Cisarua Dipasarkan sampai ke Bali
Nana Suhana (55), petani sekaligus pengepul jamur tiram putih di
Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, bersama lima pegawainya
tampak asyik mengemas jamur-jamur yang dikirim oleh beberapa petani
jamur di sekitar rumahnya.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/28/Jabar/24657.htm