Kompor Alternatif Biomas, Berbahan Bakar Sekam
indosiar.com, Brebes - Ditengah kebingungan warga akan program konversi
dengan minyak tanah ke gas, seorang warga Brebes, Jawa Tengah
menciptakan kompor dengan bahan bakar sekam. Kompor yang disebut kompor
biomas ini cukup diminati warga, karena terbukti menghemat biaya
ditengah mahalnya harga minyak tanah dan gas saat ini.
Tempat pembuatan kompor biomas atau kompor berbahan bakar sekam terletak
di Desa Sutamaja, Kecamatan Kesana Brebes. Adalah Ahmad Sucipto, yang
merancang kompor yang merupakan pengembangan dari anglo atau tungku ini.
Temuan kompor biomas berbahan bakar sekam ini, awalnya diproduksi secara
terbatas. Tak disangka respons para tetangga atas kompor biomas ini
cukup mengejutkan.
Kompor ini diminati karena bisa menjadi solusi menghemat pengeluaran
ditengah mahalnya harga minyak tanah dan gas. Untuk memenuhi pesanan
yang terus berdatangan Ahmad Sucipto kini memperkerjakan 10 karyawan.
Setiap karyawan memiliki keahlian masing - masing yakni sebagai
penggunting plat, pencetak tabung kompor, perekat tabung, pembuat
sarangan dan mengecat agar kompor nampak lebih menarik.
"Dalam bentuk kompor biomas ini kelebihannya adalah bahan bakarnya bisa
hemat, kualitas apinya bagus, asapnya juga minimal. Ya kami pikir kompor
ini lebih layak untuk digunakan ke masyarakat secara luas", ujar Ahmad
Sucipto.
Harga kompor biomas ini dipatok sebesar 120 ribu rupiah per unit. Sejak
mulai dipasarkan secara terbuka sekitar 5 bulan lalu, produksi kompor
biomas ini sudah mencapai sekitar 3000 unit. Saat ini pesanan datang
pula dari sejumlah dikota dan luar Jawa seperti Lampung, Pontianak dan
Sulawesi. (Kuncoro Wijayanto/Dv)
http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=63613