[OOT] Kembalikan Kursi SNMPTN 2009 kepada yang Berhak

42 views
Skip to first unread message

Fauzi Yusuf

unread,
Jul 28, 2009, 11:15:23 AM7/28/09
to beasis...@googlegroups.com, Aneu...@yahoogroups.com

Fyi

 

---------------------------------

 

Kembalikan Kursi SNMPTN 2009 kepada yang Berhak

Oleh Cardiyan HIS 

 

Rektor UGM terus-menerus didemonstrasi mahasiswanya. Sebagai kampus yang dijuluki oleh alumninya sendiri sebagai “Kampus Ndeso”, kini UGM, Yogyakarta, dianggap para mahasiswanya sebagai “Kampus Matre”.  Karena menurut mereka, UGM telah mengkhianati cita-cita luhur para pendiri kampus UGM sebagai “Kampus Kerakyatan”. Bayangkan untuk dapat diterima di  Fakultas Kedokteran UGM -----nomor 1 di Indonesia,  nomor 16 di Asia dan nomor 106 di dunia versi Time Higher Education QS (UK) tahun 2008 (Dunia) dan tahun 2009 (Asia)----- calon mahasiswa baru harus membayar minimal Rp. 145 juta, setelah lulus seleksi masuk jalur khusus UGM. Padahal bila lulus melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM “hanya” membayar sekitar Rp. 10 juta saja seperti mahasiswa reguler lainnya.

            UGM memang termasuk PTN yang paling sedikit memberikan kuota mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN 2008 yakni hanya 240 kursi! Berarti  UGM menduduki jumlah kuota nomor 53 dari 57 PTN yang bergabung pada SNMPTN 2008. Padahal jumlah yang melamar ke UGM melalui jalur SNMPTN adalah sangat banyak. Maka UGM memiliki tingkat Keketatan Persaingan tertinggi yakni untuk setiap empat kursi UGM diperebutkan oleh 100 orang. 

Kemudian dengan melihat kepada kinerja kualitas dari para calon mahasiswa baru berdasarkan indikator Nilai Rataan, Standar Deviasi, Nilai Minimum dan Nilai Maksimum. Maka indikator tersebut dapat dilihat homogenitas datanya dengan menggambarkan sebaran datanya pada Distribusi Normal. Ternyata terlihat bahwa  calon mahasiswa baru yang diterima di  UGM melalui jalur SNMPTN adalah sangat bagus. Untuk kelompok  IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), Nilai Rataan mahasiswa yang diterima di UGM adalah nomor 1 yakni 835,51;  jauh meninggalkan berturut-turut UI (dengan nilai 788,51);  Unair (738,23), Undip (717,67), UNS (685,04)  dan Unpad (683,78). Sedangkan untuk kelompok     IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dengan nilai 774,09, calon mahasiswa baru UGM adalah nomor 2; kemudian di bawahnya berturut-turut Unair (742,60); UI (732,20); ITS (709,86) dan UNS (681,0). ITB ada pada posisi nomor 1 untuk kelompok IPA dengan Nilai Rataan tertinggi yakni 826,01 (Data diperoleh penulis langsung dari Wakil Rektor Senior ITB bidang Akademis, Prof.Ir. Adang Surahman, PhD).

            “Fenomena UGM” menjadi sangat menarik. Mengapa? Karena saat ini daya tampung jalur  SNMPTN menjadi salah satu aspek sangat penting. Ini mengingat setelah adanya Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan kemudian Badan Hukum Pendidikan (BHP) telah terjadi trend dimana banyak PTN membuka jalur khusus dengan harga khusus pula. Dipastikan para peserta dan calon mahasiswa yang diterima kemudian, hanya berasal dari kalangan orang-orang kaya saja.  Banyaknya jalur khusus ini, jelas secara matematis telah menggerogoti jumlah kuota mahasiswa cerdas tapi miskin orangtuanya yang terkonsentrasi memilih jalur SNMPTN karena pembiayaannya relatif jauh lebih murah.

Dan meskipun ITB, Bandung, misalnya, berkilah dengan menyebut bahwa jalur khusus Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB lebih sulit seleksinya dibanding jalur SNMPTN, karena ada Tes Psikologi dan Tes Potensi Akademis di samping Tes Tertulis Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Namun ITB tak bisa mengelak bahwa biaya masuk  SBM ITB bagi calon mahasiswa yang diterima yakni sebesar Rp. 85 juta adalah salah satu bagian juga dari upaya “kejar setoran”. Mengapa? Karena untuk jalur SNMPTN,  mahasiswa baru ITB “hanya” membayar Rp. 7,5 juta saja.  

          ITB, UGM, UI dan PTN papan atas lainnya juga telah mengingkari fakta. Bahwa selama ini “jalur gemuk” SNMPTN, yang dimulai pada tahun 1989 dengan nama Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) kemudian berganti-ganti nama -----antara lain terakhir SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) sejak 2002, sebelum berganti nama SNMPTN sejak tahun 2008 hingga sekarang ini----- adalah seleksi yang sangat berkualitas, kredibel, dan efisien. Secara akademis hasilnya berkualitas tinggi karena calon mahasiswa yang diterima adalah mereka yang berhak atas kecerdasannya dan tidak ditentukan atau tidak diembel-embeli lagi oleh tebal tidaknya kantung orangtua calon mahasiswa. Kredibel karena penyelenggaraannya dilakukan sangat  jujur, dimana secara nasional dari Aceh sampai Papua tidak pernah ada kasus kebocoran soal ujian; dan bahwa ada kasus joki pun telah berhasil ditindak secara pidana; sehingga tidak mempengaruhi hasil secara keseluruhan. Efisien dan hemat secara ekonomi karena setiap calon tidak perlu mendatangi masing-masing PTN yang menjadi  pilihannya tetapi hanya cukup datang dan mendaptar kepada Panitia Lokal SNMPTN di PTN terdekat dengan domisili sang calon mahasiswa.

            Disertasi DR. Toemin A. Maksoem yang berjudul “Hasil UMPTN Lebih Tajam dari pada Nilai Ebtanas Murni untuk Digunakan sebagai Kriteria Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri”  yang dipertahankan di IPB, Bogor pada tahun 1996, telah membuktikan tentang kredibilitas seleksi UMPTN ini.  Disertasi ini kemudian dibukukan dengan judul “Mana Yang lebih Dapat Diandalkan Ebtanas atau UMPTN” (Penerbit UI Press 1997) semakin membuka mata publik, bahwa Nilai Ebtanas Murni tidak dapat menggantikan UMPTN sebagai alat seleksi untuk memilih calon mahasiswa baru PTN.               

Tak mengherankan bila komunitas pendidikan tinggi di dunia internasional pun sangat  mengapresiasi kredibilitas penyelenggaraan UMPTN di Indonesia. Ini terbukti dalam kriteria Selektivitas Mahasiswa dalam ranking perguruan tinggi di Asia Pasifik versi majalah “AsiaWeek” (Hong Kong) , PTN-PTN Indonesia menduduki skor tertinggi yakni ITB nomor 1, UI nomor 5, UGM nomor 6, Undip nomor 19 dan Unair nomor 37 (“Time of Ferment”, Cover Story Education, Asia Week, 30 Juni 2000).   

 

Kembalikan Kuota bagi Yang Berhak

Penyelenggaraan SNMPTN 2009 telah dilaksanakan pada tanggal 1-2 Juli 20009. Maka adalah sangat adil bila kuota atau kursi SNMPTN 2009 dikembalikan kepada yang berhak. Mumpung masih dalam proses penilaian sehngga belum diputuskan berapa jumlah yang diterima melalui jalur SNMPTN ini. Maka kita berharap, melalui jalur SNMPTN 2009 inilah PTN-PTN di Indonesia harus menyediakan kuota terbesar dari total kursi yang tersedia bagi calon mahasiswa semester baru nanti  dibanding jalur seleksi mandiri dari masing-masing PTN yang telah ditetapkan penerimaannya.

Langkah Universitas Brawijaya (Unbraw), Malang dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, yang memberi kuota di atas 90%  melalui jalur SNMPTN 2008  dari total kursi mahasiswa baru, perlu dihargai tinggi. Unbraw dan ITS telah memenuhi kewajiban moralnya untuk berpihak kepada calon mahasiswa cerdas tapi miskin orangtuanya.  ITB  -----sebagai PTN bidang Teknologi terbaik nomor 21 di Asia dan nomor 90 di dunia versi Time Higher Education QS 2008 (Dunia) dan 2009 (Asia)-----   yang memberi kuota 80% pada SNMPTN 2008 hendaknya mengurungkan niatnya untuk menurunkan lagi kuotanya ke angka 70%. Bukankah ITB sebagai pemegang rekor perolehan calon mahasiswa terbaik kelompok IPA berturut-turut sejak tahun 1989 UMPTN  diselenggarakan; ternyata telah memetik buahnya lebih awal antara lain terbukti para mahasiswa ITB telah memenangkan begitu banyak  atribut keberhasilan pada berbagai kejuaraan karya ilmiah mahasiswa di tingkat dunia!   

Bila SNMPTN telah terbukti bertahun-tahun sebagai seleksi yang secara akademis sangat berkualitas; kredibel dalam penyelenggaraannya dan sangat efisien secara ekonomis. Lalu mengapa PTN sebagai milik negara menutup mata tentang fakta ini?

Disinilah memang Pemerintah benar-benar telah cuci tangan! Pemerintah mengalihkan kewajiban mencerdaskan warga negaranya sesuai UUD 1945 menjadi beban masing-masing PTN dengan cara mereka disuruh “kejar setoran”. PTN selalu berkilah bahwa perolehan dana dari biaya masuk mahasiswa baru dan SPP mahasiswa reguler hanya bagian kecil saja dari sumber pembiayaan PTN dibanding sumber-sumber lainnya seperti perolehan Dana APBN, Jasa Riset Pesanan, Dana Kejasama, Hibah, Donasi Sponsor, dan lainnya. Sekarang kilah ini sudah tidak tepat lagi, karena nyata-nyata PTN berlomba “kejar setoran” dengan “berjualan kursi” semahal mungkin. Terlebih kepada ratusan mahasiswa asing pada Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran  dan Universitas Sumatra Utara yang harus membayar untuk 10 semester sekitar  US$40.000/mahasiswa asing.

Hal itu jelas telah menghasilkan dana yang sangat signifikan bagi PTN-PTN tersebut. Dan karena berat di ongkos itulah, ujung-ujungnya mahasiswa cerdas dari orangtua miskin  juga yang jadi korban. Hak mereka untuk menikmati pendidikan yang dijamin UUD 1945 menjadi tersisihkan karena malah kursinya diberikan kepada mahasiswa asing.  

 

Iflan Nauval

unread,
Jul 29, 2009, 9:15:38 PM7/29/09
to beasis...@googlegroups.com
Aslm..Senada yang disampaikan oleh saudara Fauzi Yusuf mengenai SNMPTN 2009 dan UMB 2009, Saya juga menyatakan kekecewaan saya terhadap hasil penerimaan mahasiswa di Unsyiah. Dimana saat melakukan survey pada pendaftaran ulang, ternyata mereka yang lulus UMB di Unsyiah 67% merupakan bukan anak Aceh. Mereka yang lulus rata2 berasal dari provinsi tetangga. Kemana adik2 kita?! Menyedihkan memang! Mengapa tidak ada proporsi yang melebihkan kepada putra/i daerah untuk bersekolah di tanahnya sendiri?
Dalam sebuah percakapan dengan calon mahasiswa dari luar yang lulus di unsyiah, mereka mengatakan bahwa daya saing anak Aceh sangatlah kurang. Dan hal itu juga tertulis di koran terbitan kota Medan, ujar mereka.
Suatu hal yang sangat ironi, orang Aceh dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan standar nasional dalam waktu yang sangat singkat setelah konflik yang berlangsung 30 tahun dan setelah tsunami yang baru terjadi 5 tahun yang lalu. Apakah pihak2 yang berkompeten dalam hal ini tidak memperihtungkan bahwa adik2 kita yang baru lulus SMA hari ini adalah mereka2 yang merupakan korban konflik dan darurat militer pada tahun 2001-2004. Dimana saat itu mereka masih SD atau SMP yang tidak bisa belajar dengan normal layaknya teman2nya di provinsi lain. Sekolah mereka dibakar, jam belajar terbatas, belum lagi persoalan listrik saat itu. Saat tsunami, mereka juga tertunda proses pembelajarannya selama 6 bulan. Apakah hal2 seperti ini tidak dijadikan perhitungan oleh pihak2 terkait?. Apalagi dalam suasana perdamaian yang mana katanya ingin membangun kembali sumber daya manusia Aceh setelah hancur lebur akibat konflik dan tsunami. Tetapi realita yang terlihat dilapangan sangat jauh berbeda dengan apa yang dicita2kan dalam perdamaian. Mungkin kedepan, Aceh akan kembali mengalami "lost generation" akibat tidak diratakannya pendidikan khususnya kepada anak2 Aceh sendiri. Untuk itu, mari bersama2 kita berbicara, bertanya, dan berjuang demi pendidikan kepada adik2 kita, awak geutanyoe mandum... Waslm..

Fadhlul Fahmi

unread,
Aug 1, 2009, 10:10:54 AM8/1/09
to beasis...@googlegroups.com
kalo bgitu tahun depan unsyiah tdk usah ikut lg dalam paket UMB. krn jelas sasaran n target anak dari luar prov. aceh adalah fakultas kedokteran. mereka tdk mempersoalkan peringkat n kualitas FK USK  di tk. nasional. yg penting bs kuliah di FK dmna saja. hehe..




al jamp

unread,
Aug 3, 2009, 5:24:19 AM8/3/09
to beasis...@googlegroups.com
sedikit dari saya,
jangan terlalu sering menyalahkan orang lain, bukankah kebijakan pendidikan di Aceh juga perlu kita kritisi lagi?
sekarang coba lihat, berapa banyak beasiswa utk paska sarjana di Aceh? padahal jujur, menurut saya yang paling perlu dibenahi di Aceh adalah pendidikan dasar dan menengah dulu, bukan hanya mengejar jumlah master atau doktor, kaya kebijakan mercu suar.
trims


From: Iflan Nauval <val_...@yahoo.com>
To: beasis...@googlegroups.com
Sent: Thursday, July 30, 2009 8:15:38 AM
Subject: [beasiswa-aceh] Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009

hanif cutfasa

unread,
Aug 2, 2009, 12:45:55 PM8/2/09
to beasis...@googlegroups.com
Unsyiah hrs punya komitment yg jelas dlm memajukan pendidikan Aceh.penerimaan mahasiswa baru hrs ada porsi untuk anak2 ACEH...    hrs ada taggungjawab sosial yg besar pada generasi Aceh kedepan.Aceh klw mau jujur bth byak dokter2 untuyk di daerah terpencil,butuh org2 yg bs termotivasi org2 laen,guru2 yg meninspirasi murid2...
klw bkn Unsyiah lembaga mana lagi...selain kt punya IAIN.UNIMAL dan beberapa universitas swasta laen.tp dalam hal inin Unsyiah yg menerima calon2 mahasiswa luar yg paling bertanggungjawab...
untuk kasus laen..!!!
Untuk program beasiswa nad nie..hrs jg dprioritas untuk anak2 Aceh...yg punya komitment yg tinggi ats kelangsungan generasi Aceh yg berpendidikan yg layak dan sanggup bersaing dgn dareah2 laen.
untuk propinsi2 laen mrk lbh mengutakan putra daerah...pengalaman tsunami berapa byk putra2 daerah yg ikut andil pada posissi manager di di ngo2 wktu itu,krn putra2 dareah tertinggal jauh dr anak2 luar aceh....
gam kenapa bissa terjadi???
krn tingkat pendidikan Aceh msh sangat minim...makany org2 desa yg  krng berpendidikan gampang terpngaruh...
apakah unsyiah dan lembaga2 yg bertanggungjawab di Aceh hrs memebiarkan hal senada terjadi lg di Aceh...krn sebuah kebijakan yg tdk berpihak kepda PUTRA/I ACEH?????
sungguh disayangkan....klau memang demikian!!!
tulisan ni tdk bemaksud apa2 cuma refleksi diri...untuk peradaban orng2 Aceh kedpan...semoga kt lbh peduli terhadap kebijakan public yg seharusnya berpihak u anak2 Aceh umumnya, org2 Aceh yg akan dtng.
tulisan tdk didasari  su'udhun yg tdk baek yaa...bahwa anaak2 Aceh mampu dan bisa...cuma perlu pembiasaan,waktu untuk jadi dan bisa bersaing dgn kwn2 kt yg diluar Aceh...se x lg anak2 Aceh tu pinter2,hebat...cuma tlng beri kesemptaan untuk merka,tlng beri informasi untuk sekolah2 SMP<SMU biar mrk bisa mempersiakan diri
warm regard
 

 


From: Fadhlul Fahmi <fadhlu...@yahoo.com>
To: beasis...@googlegroups.com
Sent: Saturday, August 1, 2009 9:10:54 PM
Subject: [beasiswa-aceh] Re: Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009

zulkifli aiyub kadir

unread,
Aug 3, 2009, 11:56:07 PM8/3/09
to beasis...@googlegroups.com
BUYA KRUENG TEU DONG DONG BUYA TAMONG MEURASEUKI


salam

zulkifli AK

mul yadi

unread,
Aug 4, 2009, 6:10:38 AM8/4/09
to beasis...@googlegroups.com
Sangat ironi memang...........!

Dari kenyataan tersebut....., kita memang belum mampu bersaing dalam skala
nasional, oleh karena itu perlu kebijakan-kebijakan lain dari PEMDA yang
dapat melindungi aset-aset daerah (pemuda-pemuda berpendidikan) di masa
yang akan datang.

Anak Aceh harus lebih banyak kuliah di Unsyiah, saya kira itu memang sudah komitmen pada saat pendirian UNSYIAH, yaitu untuk memajukan pendidikan
Aceh khususnya, bukan yang lain-lain.


--- On Sun, 8/2/09, hanif cutfasa <neha_c...@yahoo.com> wrote:

nyak fauzan

unread,
Aug 4, 2009, 6:10:15 AM8/4/09
to beasis...@googlegroups.com
Menyoe Jinoe Teungeh na Kemampuan Finacial dan dukungan dari segala stakeholders tapi geutanyoe ( da isntitusyeng one) malah Geupeit mata keu aneuk bangsa, na can geutanyoe jeut bangsa lamiet.
 
Saleum, 
Nyakzan  

2009/8/4 zulkifli aiyub kadir <zulki...@gmail.com>

BUYA KRUENG TEU DONG DONG BUYA TAMONG MEURASEUKI


salam

zulkifli AK


--
NyakZan Indra
USAID DBE 2
Education Development Center

lena farsia

unread,
Aug 4, 2009, 10:02:00 PM8/4/09
to beasis...@googlegroups.com
Sebagai ilustrasi saja,
Saya sangat setuju dengan pak mulyadi, sayangnya kita selalu men judge bahwa institusi itu tidak mau bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak kita ke depannya. tapi bukan berarti ketika sebuah lembaga seperti unsyiah itu harus membuang kualitasnya demi menerima sejumlah anak-anak kita yang notabene jauh kalah dibandingkan dengan anak-anak dari luar daerah lainnya. Jadi saya pikir ada baiknya kita introspeksi diri dalam hal ini, kalo anak-anak kita nantinya ingin bisa kuliah di unsyiah, maka sebaiknya persiapkanlah mereka untuk bisa menghadapinya jangan hanya bisa menyalahkannya.
salam

Dari: mul yadi <mul9...@yahoo.com>
Kepada: beasis...@googlegroups.com
Terkirim: Selasa, 4 Agustus, 2009 17:10:38
Judul: [beasiswa-aceh] Re: Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009

Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Fadhlul Fahmi

unread,
Aug 4, 2009, 11:49:40 PM8/4/09
to beasis...@googlegroups.com
ga stuju






Muhammad Lutfi

unread,
Aug 5, 2009, 1:10:39 AM8/5/09
to beasis...@googlegroups.com
mungkin kualitas mutu pendidikan SMU di Aceh juga layak untuk mendapatkan evaluasi yang lebih mendalam... dengan tidak hanya melihat pada beberapa sekolah unggulan saja. JIka kita telusuri, mungkin nanti akan ada banyak faktor yang bisa dijadikan bahan analisis "mengapa banyak anak Aceh yang tidak dapat diterima pada SNMPTN 2009"?

saya fikir hal tersebut dapat lebih konstruktif daripada (mungkin) menimpakan segala pandangan kritis hanya kepada Unsyiah...


salam,

 
Muhammad Lutfi




From: lena farsia <fars...@yahoo.co.id>
To: beasis...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, 5 August, 2009 9:02:00
Subject: Bls: [beasiswa-aceh] Re: Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009

ronnie rontoz

unread,
Aug 5, 2009, 12:36:18 AM8/5/09
to beasis...@googlegroups.com
Sebagai tambahan,
Kalo tidak karena persaingan, tidak akan ada kemajuan, selama persaingan itu fair..!
Mari sama2 kita pikirkan bagaimana caranya biar ank2 dari luar yang mengatakan mengapa anak2 aceh yang byk d terima d UI, ITB, atau UGM.
--- On Wed, 8/5/09, lena farsia <fars...@yahoo.co.id> wrote:

Iflan Nauval

unread,
Aug 5, 2009, 4:14:26 AM8/5/09
to beasis...@googlegroups.com
Sepertinya bagi kawan2 yang menganggap hasil UMB n SNMPTN 2009 bisa diterima oleh akal sehat mengingat daya saing adik2 kita emang berkurang..saya menyarankan agar kawan2 mengingat kembali sejarah,latar belakang,tujuan, dan motif pendirian Unsyiah , hanya dengan penghayatan yang mendalam mengenai hal tsb maka InsyaAllah kawan2 akan merasakan kekecewaan terhadap hasil UMB n SNMPTN 2009..


Nazaruddin Nazaruddin

unread,
Aug 5, 2009, 4:04:14 AM8/5/09
to beasis...@googlegroups.com
Sudah saatnya pihak SMU berbenah. Praktik SMS kunci jawaban saat UAN terjadi di banyak SMU di Aceh. Mungkin dari nilai UAN sekolah menghasilkan lulusan diatas standard namun mereka tetap saja tidak mampu untuk bersaing dengan calon mahasiswa yg lain.
Pernah saya menanyakan kepada seorang guru mengenai kunci jawaban tersebut dan beliau berpendapat: Sayang jika siswa tidak lulus, mereka sudah sekolah 3 tahun, dan sekolah juga akan mendapat reputasi kurang baik jika banyak siswa tidak lulus UAN. Saya fikir jika sekolah ingin mendapatkan reputasi baik, haruslah siswa disiapkan lebih awal bukan pada dengan kunci jawaban saat UAN. Semoga hasil UMB 2009 membuka mata pelaku pendidikan Aceh. Amin.

Nazaruddin


----- Original Message -----
From: "Muhammad Lutfi" <lupi...@yahoo.com>
To: beasis...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, 5 August, 2009 12:10:39 GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta
Subject: [beasiswa-aceh] Re: Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009

mungkin kualitas mutu pendidikan SMU di Aceh juga layak untuk mendapatkan evaluasi yang lebih mendalam... dengan tidak hanya melihat pada beberapa sekolah unggulan saja. JIka kita telusuri, mungkin nanti akan ada banyak faktor yang bisa dijadikan bahan analisis "mengapa banyak anak Aceh yang tidak dapat diterima pada SNMPTN 2009"?

saya fikir hal tersebut dapat lebih konstruktif daripada (mungkin) menimpakan segala pandangan kritis hanya kepada Unsyiah...


salam,

 
Muhammad Lutfi



From: lena farsia <fars...@yahoo.co.id>
To: beasis...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, 5 August, 2009 9:02:00
Subject: Bls: [beasiswa-aceh] Re: Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009





Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

Fadhlul Fahmi

unread,
Aug 5, 2009, 6:00:34 AM8/5/09
to beasis...@googlegroups.com
setuju ma iflan nauval

Sent: Wednesday, August 5, 2009 3:14:26 PM

Subject: [beasiswa-aceh] Re: Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009

Faisal Elvas

unread,
Aug 5, 2009, 5:16:50 AM8/5/09
to beasis...@googlegroups.com
Sip, saya 100% sependapat dengan pak Nazaruddin. Dari pihak guru juga banyak yang menentang hal itu namun mereka hanya bisa memendamnya dalam hati. Memberikan mereka kunci jawaban supaya mereka bisa lulus sama juga dengan memberikan kunci pintu padang sahara yang luas, dimana mereka akan tersesat terus. Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak bangsa kita jika mereka tidak bisa lulus dimanapun, apa artinya ijazah SMU yang mereka peroleh dengan cara seperti itu?

Kita selalu mengharapkan semua generasi muda kita bisa berhasil di kemudian hari. Jalan keberhasilan bukanlah jalan yang mulus namun jalan penuh bebatuan dan terik matahari. Lulus SPMB/UMB tidak cukup dengan pergi ke Banda dan mendaftar saja. Namun perlu bersakit-sakit selama tiga tahun, mengorbankan waktu bermain, mengurangi jatah tidur dan kadang2 harus rela dikatakan "kau kurang pergaulan".

Semoga para kepala sekolah dan guru di Nanggroe Aceh Darussalam tercinta ini terbuka mata dan hatinya. Kasihan generasi kita.

Faisal

From: Nazaruddin Nazaruddin <nazarud...@yahoo.co.id>
To: beasis...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, August 5, 2009 3:04:14 PM

Muhammad Lutfi

unread,
Aug 5, 2009, 10:30:56 PM8/5/09
to beasis...@googlegroups.com
saya sependapat dengan postingan saudara Faisal dibawah ini, seperti konsep Oppurtunity Cost saja mungkin ya dalam ilmu ekonomi.
bahwa biaya yang harus ditanggung oleh setiap siswa untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan perkuliahannya adalah berusaha dengan keras selama masa belajar 3 tahun di SMU, rela untuk disebut sebagai 'kurang pergaulan', dan hilangnya waktu bermain dan bersantai. Namun bagaimana pun juga, hasil akhir yang diharapkan rasanya layak untuk menjalaninya...

sayang sekali jika memang ada guru yang bahkan memberikan jawaban-jawaban ujian, dsb...
bukannya mendidik, malah menyesatkan..
enatahlah, semoga ke depannya dunia pendidikan Aceh bisa menjadi jauh lebih baik...




wassalam,

 
Muhammad Lutfi




From: Faisal Elvas <faisal...@yahoo.com>
To: beasis...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, 5 August, 2009 16:16:50

Subject: [beasiswa-aceh] Re: Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009

Iflan Nauval

unread,
Aug 6, 2009, 10:48:35 AM8/6/09
to beasis...@googlegroups.com
Persoalan pada guru SMU yang memberikan jawaban UAN kepada siswa bukan hanya terjadi di Aceh..Bagi kawan2 yang berdomisili di Jabodetabek silahkan di survey..bahwa yang terjadi di sana adalah lebih buruk dibandingkan yang terjadi di Aceh ; jawaban para siswa di rubah oleh gurunya sendiri..! jadi persoalan ini adalah persoalan nasional dan bukan cuma Aceh saja.hendaknya kawan2 melihat persoalan UMB n SNMPTN 09 ini dari banyak sisi pandang dan bukan hanya terpaku pada satu fokus.Ingat bahwa standar pendidikan di Aceh masih dalam proses perbaikan setelah konflik 30 tahun dan tsunami 5 tahun yang lalu! Itu bukanlah persoalan semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses yang sangat panjang dan kompleks untuk mencapai kemajuan pendidikan di Aceh. Berikan sedikit perhatian dan kesempatan bagi adik2 kita awak geutanyoe mandum untuk dapat mencicipi pendidikan tinggi di Tanahnya Sendiri. Anak Aceh harus menjadi Tuan Rumah di Tanahnya Sendiri, bukan menjadi penonton terhadap tamu2nya.

hanif cutfasa

unread,
Aug 6, 2009, 6:15:43 AM8/6/09
to beasis...@googlegroups.com
saya sependapat bget dgm rekan2 yg laen,gure2 geu tanyoe yg na SMU,ALIYAH bukan hanya memikirkan kelulusan dgn cara sesat begitu,tp bagaimana membuat siswa2 nya bisa bersaing diluar stlah lulus dgn nilai sendiri,
qualifiednya seorng guru mestinya harus di ukur dr keberhasilan murid,dgn 100% kemampauan nya.
tp tunggu dulu da sebagain guru2 yg di s2 kan dgn biaya siswanad ato bantuan negara donor,mrk2 dharapkan bisa membgun dan memajuakan mutu siswa dan sekolah di daerah.malah mrk rame2 minta pindah ke dinas...dgn berbagai alasan....mrk berpikir dgn ilmu s2 mrk.sdh tdk layak lg untuk ngajar di smu...bgaiman bisa meningkat mutu siswa2 kt di daerah klw para pendidik bepikiran begitu sempit...sebagai renungan untuk kt menjadi pendidik sejati pahalanya tak terhingga dr Allah,palagi kt di Aceh mari bgun dgn ketulusan hati,kt optimis insya Allah 3thn kdp kan da hasilnya.
kt mulia acra proses belajar dg di awali shalat DHUHA bareng di skolah...mudahan2 ilmu kt kan berkah.amien...gerakan dhuha Aceh.
wassalam

 


Sent: Thursday, August 6, 2009 9:a30:56 AM

Subject: [beasiswa-aceh] Re: Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009

Fadhlul Fahmi

unread,
Aug 7, 2009, 9:18:14 AM8/7/09
to beasis...@googlegroups.com
Masalah kelulusan di UMB kemarin tdk bs hanya menyalahkan para guru2 di Aceh. UMB ama UN ga da hbngan k dari segi sistem ujiannya. kalo UN kan sistemnya ABS (asal bapak senang). itu kalo kepala dinas nya bapak. tp kalo kepala dinasnya ibu bs jg ABS (asal Bunda Senang) hahahaha. jd skolah2 menjaga nama baik skolah dgn prestasi kelulusan tsb, disamping menjaga nama baik Kepala Sekolah n spya bisa promosi jabatan ke level yg lbh tinggi lagi. Bbrpa wkt lalu saya sengaja buat status di facebook dengan agak kontroversial. isinya spti ini " mdh2an yg lu2s SNMPTN di Unsyiah berasal dari golongan yg kurang mampu. Dan mg yg dari golongan yg babe nya kaya n pnya Bayyinah yg lebih ga lu2s n bs msk jalur mandiri aja. rame jg yg komen dari adk2 smu yg harap cemas dlm SNMPTN kmrn. ada anak luar aceh yg komen dgn nada smbong yg isinya sama dgn komen2 bpk2 n ibu2 di milis ini yg sllu n sering mnyalahkan sistem pendidikan aceh n guru2nya. Trus ada anak aceh yg komen di fb sy itu dgn nada yg rendah hati. Akhirnya bgitu pengumuman SNMPTN diumumkan ternyata yg anak aceh ini lu2s di FKG Unsyiah. Sedangkan si Adek yg luar Aceh ini ga lu2s. pdhl si adek yg luar aceh ini ngambil formasi FK Unsyiah.
jadi UMB itu tdk bs jd tolok ukur pendidikan Anak Aceh. Sekarang yg jd persoalan kan KESEMPATAN di Nanggroe sendiri. Ada lah pengecualian dikit dlm hal mengutamakan putra/i daerah. Jangan terlalu ikot sistem Nasional. Masalah UMB ini saya pikir kembali lagi ke Unsyiah nya. dak ta diskusi mslh get ato hn get pendidikan ACEH dlm hal tolok ukur kelu2san UMB nyan pih han akan abeh-abeh. hehe
Lanjot Gan...!!!



aria_chyta dena

unread,
Aug 6, 2009, 7:41:07 PM8/6/09
to beasis...@googlegroups.com

Salam...
Menanggapi masalah kekecewaan kaka di milis, kami beberapa mahasiswa Aceh yang mendapat beasiswa langsung dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI di Jakarta mengajak kaka2 yang memiliki adik2 yang baru tamat SMU tahun ini untuk segera mengakses beasiswa yang ada di perguruan tinggi ini.
Dengan jurusan :
  1. Manajemen Perbankan Syariah
  2. Investasi Syariah
  3. Akuntansi Syariah.
  4. Akuntansi Manajemen Zakat
  5. Enterpreneurship Islami
Silahkan kunjungi situsnya di stie...@yahoo.com : st...@sebi.ac.id
telp : 021-7418977-78
Semoga Bermanfaat ya?
Semoga Allah memudahkan kita dan Adik2 kita dalam mendapatkan yang terbaik bagi masa depan peradaban kita dalam mengukir syurga yang mudah2an kita dapatkan...


Group ini adalah mailing list Beasiswa Aceh
====================================================
Kirim email ke group: beasis...@googlegroups.com
Subcribe jadi anggota: beasiswa-ac...@googlegroups.com
Keluar dari mailing list: beasiswa-ace...@googlegroups.com
Email Administrator: beasis...@gmail.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---



Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

erida fithri

unread,
Aug 9, 2009, 10:38:51 PM8/9/09
to beasis...@googlegroups.com
saya jugasetuju dg pendapat nya fadlul..
gak bijak juga hanya pihak sekolah terutama guru yg di salahkan.
kalo emang kita berniat sama sama memperbaiki kondisi pendidkan di aceh.. kenapa gak saling bantu ja.
misalnya dari pihak mahasiswa or akademisi lain yang non guru (sepertin member di milis ini mungkin) juga bisa ikut membahu bersama pihak sekolah untuk membuat bimbingan belajar gratis secara continue untuk membantu adek adek di smp and sma.
jadi gak hanya yang keluarga mampu ja yang sanggup ikut bimbel.
sementara anak anak aceh yang pinter dan berkesempatan ikut bimbel kebanyakn mareka p-asti gak ambil unsyiah melainkan ke UGM, UI or ITB dsb. so, wajar ja kalo unsyiah di dominasi warga luar aceh.

seperti kata fadlul tapi.. kalo saling menyalahkan emang gak akan selesai.. ibarat mata rantai yang semua saling berkaitan termasuk juga peran orang tua n masyarakat.

salam pendidikan..:)

Sent: Friday, 7 August, 2009 10:48:14 PM

Subject: [beasiswa-aceh] Re: Kekecewaan terhadap hasil UMB 2009


Find local businesses and services in your area with Yahoo!7 Local. Get started.

arie budiansyah

unread,
Aug 11, 2009, 2:43:17 AM8/11/09
to beasis...@googlegroups.com

Gak semua pilihan yang baik itu baik untuk kita ketika yg kita inginkan tidak d dapat. insyaAllah ada jalan keluar lain yg terbaik bagi adik-adik yang tidak lolos UMB d unsyiah.

Semua itu sudah ada jalan nya mendingan d cari solusi ke depan nya. D mulai dari kita. J

Pendapat teman2 baik, alangkah baik nya d sampaikan ke Unsyiah atau mudah2an ada pejabat unsyiah/terkait yang mendengar dan membaca chat-chit email ini untuk d cari solusi nya.

 

Salam kompak.

arie

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages