Scroll down for more info.
--- On Thu, 3/31/11, Siti Nurrofiqoh <siti_...@yahoo.com> wrote:
From: Siti Nurrofiqoh <siti_...@yahoo.com> Subject: KURSUS INVESTIGASI To: "Yullan" <yul...@yahoo.com> Date: Thursday, March 31, 2011, 6:56 PM
Dear rekan,
Ijin menginfokan pelatihan di bawah ini ya...
KURSUS INVESTIGASI
Jakarta, 7 – 11 Juni 2011
Investigative
reporting adalah salah satu genre dalam jurnalisme di mana reporter
memakai metode tertentu guna membuktikan kesalahan seseorang atau
sekelompok orang. Karya investigasi awalnya dipelopori Ida Tarbell
(1857–1944) dari majalah McClure’s Magazine.
Pada 1902, Tarbell menurunkan serial laporan tentang monopoli
perusahaan Standard Oil Company. Laporan tersebut, belakangan dijadikan
buku, mendorong Mahkamah Agung Amerika Serikat memerintahkan perusahaan itu dibagi dua.
Dalam “The Elements of Journalism” (April 2001) karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, investigative reporting
merupakan artikulasi dari elemen kelima jurnalisme yang bertugas
“memantau kekuasaan dan menyambung lidah mereka yang tertindas.”
Praktiknya sinonim dalam kerangka ikut menegakkan demokrasi. Si penulis
berhasil menunjukkan siapa yang salah,
siapa yang melakukan pelanggaran hukum, yang seharusnya jadi terdakwa
dalam suatu kejahatan publik yang sebelumnya dirahasiakan.
Pelatihan
ini dirancang untuk memahami prosedur dan teknik liputan investigasi.
Peserta akan diperkenalkan dengan teknik atau metodologi liputan
diantaranya Investigasi Korupsi Pemangku Jabatan Publik; Skema Dampak
Kasus; Penelitian Kualitatif; dan Metode Studi Kasus. Selain itu peserta
juga akan belajar dari studi kasus yang dibawakan oleh para instruktur
serta bagaimana menuliskan hasil liputannya.
Kursus
diadakan 10 sesi dengan frekuensi
mingguan, setiap hari dua sesi mulai pukul 10.00-12.00 sampai
13.00-15.00. Termasuk satu sesi dengan pembicara tamu. Tempat di kantor
Yayasan Pantau, Jalan Raya Kebayoran Lama 18 CD, Jakarta Selatan.
INSTRUKTUR
George Junus Aditjondro
– peneliti senior, sejak 1980-an terlibat dalam aktivisme lingkungan
dan hak-hak masyarakat terpinggirkan secara politik terutama di Papua Barat, Timor Leste dan Aceh.
Pada 1990-an meneliti harta-harta keluarga Soeharto. Pada 1996, di
Universitas Newcastle, Australia, mengembangkan matakuliah sosiologi
korupsi dan sosiologi gerakan kemerdekaan pasca kolonial. Pada 2000-an,
aktivismenya disalurkan di Sulawesi. Kini mukim di Yogyakarta dan
pengajar tamu di Universitas Sanata
Dharma.
Andreas Harsono – wartawan Jakarta, pernah bekerja di harian The Jakarta Post, The Nation (Bangkok), The Star (Kuala Lumpur), Associated Press Television (Hong Kong) dan majalah Pantau (Jakarta). Ia menerima Nieman Fellowship on Journalism dari Universitas Harvard (1999-2000). Co-editor buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat (2005). Buku antologinya Agama
Saya Adalah Jurnalisme (Kanisius, Desember 2010). Tengah menyelesaikan buku A Nation in Name: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism.
PEMBICARA TAMU
Otto Syamsuddin Ishak – Sosiolog dari Universitas Syah Kuala, Banda Aceh.
Ia peneliti hak asasi manusia dari Imparsial, Jakarta. Buku-bukunya, antara lain, Dari Maaf ke Panik Aceh (tiga serial), Peristiwa Idi Cut, Aceh: Dari Tragedi ke Impunitas (2001), serta kumpulan kolom Bandar: Refleksi Tentang
Aceh (2005).
SYARAT DAN BIAYA
Peserta diutamakan wartawan yang sudah bekerja minimal 3 tahun. Bisa
juga penulis yang punya minat khusus terhadap jenis reportase ini. Ia
juga tak terbatas untuk para aktivis yang pekerjaan di lembaganya
sehari-hari berurusan dengan isu-isu korupsi, kejahatan hak asasi
manusia, maupun isu pertambangan atau kerusakan lingkungan. Biaya
kursus 3 juta rupiah.
PESERTA
Peserta
dibatasi 20 orang untuk memudahkan lalu-lintas diskusi dalam kelas.
Peserta diharapkan mengirim biodata agar instruktur bisa mengenal background peserta. Peserta juga diminta mempelajari dan membaca materi kursus dan mengerjakan tugas kelas.
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi: Yulan Kurima Meke (085228754848) Siti Nurrofiqoh (081382460455)
P a n t a u Jl. Raya Kebayoran Lama No 18 CD Jakarta Selatan 12220 Telp/Fax. 021 722-1031/021- 7221055 Website. www.pantau.or. id |
|