Rasul Dalam Islam

0 views
Skip to first unread message

Yi Pressimone

unread,
Aug 4, 2024, 3:24:10 PM8/4/24
to baybreaklofle
Mengimaninabi dan rasul merupakan rukun iman keempat. Di antara para nabi, Adam merupakan nabi pertama, sedangkan Muhammad merupakan nabi terakhir. Di antara para rasul, ada lima orang yang mendapat gelar ulul 'azmi, yakni para rasul yang memiliki ketabahan luar biasa. Mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, 'Isa, dan Muhammad.

Sebelum Nabi Muhammad diutus, Allah telah mengutus rasul-rasul pada tiap-tiap umat. Ajaran atau syari'at para rasul ini berbeda-beda dan hanya ditujukan khusus untuk umatnya saja. Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir dan diutus untuk seluruh umat manusia. Syari'atnya menyempurnakan ajaran para rasul terdahulu. Meski terdapat perbedaan, inti semua ajaran nabi dan rasul adalah tauhid atau pengesaan Allah.


Tidak semua nabi dan rasul disebutkan nama dan kisahnya dalam Al-Qur'an maupun hadits. Selain itu, ada beberapa tokoh yang dikenal dalam literatur Islam, tetapi status kenabiannya diperdebatkan, seperti Khidir, Luqman al-Hakim, Dzulqarnain, dan Maryam.


"Katakanlah, 'Kami beriman kepada Allah dan kepada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya, dan yang diberikan kepada Musa dan 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.'"


Kata "nabi" berasal dari kata naba yang berarti "dari tempat yang tinggi", atau na-ba-a artinya berita. Jadi nabi adalah seorang yang ditinggikan derajatnya dengan diberikan berita (wahyu) dari Allah.


"Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih."


Al Quran juga secara eksplisit mendefinisikan mana yang termasuk ke dalam golongan Rasul dan mana yang termasuk ke dalam golongan Nabi. Sebagai contoh, Musa adalah nabi dan Rasul, berdasarkan ayat ini :


Di antara para nabi, ada yang berstatus sebagai rasul. Di antara para rasul, ada yang menerima gelar ulul 'azmi (أولوالعزم), yakni gelar khusus bagi golongan rasul pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa. Mereka yang bergelar ulul 'azmi adalah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, 'Isa, dan Muhammad.


Dalam menjalankan misi kenabian dan kerasulan, sebagian nabi dan rasul dikaruniai mukjizat. Mukjizat merupakan suatu hal yang terjadi di luar kebiasaan yang digunakan untuk mendukung kebenaran kenabian seorang nabi dan/atau kerasulan seorang rasul, sekaligus melemahkan lawan-lawan/musuh-musuh yang meragukan kebenarannya.


Kisah para nabi dalam Islam diperkirakan pertama kali ditulis menjadi sebuah kitab pada awal abad ke-2 Hijriyah (624 M). Penulisnya adalah seorang sejarawan dan penulis kitab-kitab kuno khususnya kisah-kisah Israiliyat. Namanya adalah Wahhab bin Munabbih yang wafat pada tahun 114 Hijriyah (733 M). Penulisan kisah para nabi juga dilakukan oleh 'Ali bin Hamzah al-Kasa'i an-Nahwi (wafat tahun 189 Hijriyah atau 805 M)), Sahl bin Abdullah At-Tustari (wafat tahun 283 Hijriyah atau 897 M), 'Izzul Malik Muhammad bin Abdul Malik al-Musabbihi dan Ibnu Katsir.[6]


Ada kepercayaan di sebagian kalangan Muslim bahwa ada empat orang nabi yang masih hidup sampai sekarang: dua hidup di bumi dan dua di langit. Dua nabi yang ada di bumi yang dimaksud adalah Nabi Khidir dan Nabi Ilyas, sementara dua yang ada di langit adalah Nabi Idris dan Nabi 'Isa.


Banyak ulama yang menyatakan bahwa Nabi 'Isa masih hidup setelah diangkat ke langit dan akan turun kembali di akhir zaman. Ulama yang memegang pendapat ini di antaranya adalah Syekh Fakhruddin ar-Razi,[19] Ibnu Athiyah,[20] dan komisi Al-Lajnah ad-Dimah.[21]


Banyak nabi yang dikenal dalam Islam juga merupakan tokoh yang dikenal dalam tradisi lain, seringnya dalam literatur Yahudi dan Kristen. Meski demikian, ada beberapa perbedaan cerita dengan versi Islam. Perbedaan yang terjadi tidak hanya dalam narasi penceritaan, tetapi juga mengenai kema'shuman para nabi yang bersangkutan. Beberapa tokoh yang diimani sebagai nabi dalam Islam digambarkan melakukan dosa besar dalam sumber Yahudi dan Kristen, misalnya:


Terlepas dari perbedaan versi cerita dan ejaan nama, beberapa nabi dalam Islam memang sudah diyakini merupakan orang yang sama dengan tokoh tertentu dalam Alkitab, seperti Ibrahim dalam Al-Qur'an adalah Abraham dalam Alkitab, Nabi Musa dan Harun yang juga sudah diketahui di pihak Islam juga merupakan Musa dan Harun yang dikenal Yahudi dan Kristen, dan seterusnya. Di sisi lain, ada beberapa nabi dalam Islam yang memang masih diperdebatkan kesamaannya dengan tokoh tertentu dalam tradisi di luar Islam. Nabi-nabi tersebut antara lain:


Para nabi yang dikenal dalam Alkitab juga dipandang sebagai nabi atau wali dalam Islam, meski nama dan kisah mereka tidak tercantum dalam Al-Qur'an. Beberapa di antaranya adalah Daniyal (Daniel), Asya'ya (Yesaya), dan Aramiya (Yeremia).


Nabi dalam Islam merujuk kepada orang yang diberi wahyu (ajaran Islam yang mengandungi peraturan tertentu) oleh Allah sebagai panduan hidup, sementara rasul pula adalah nabi yang diperintahkan Allah untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada manusia sejagat pada zamannya. Rasul dan nabi terakhir ialah Nabi Muhammad yang ditugaskan untuk menyampaikan Islam dan peraturan yang khusus kepada manusia di zamannya sehingga hari kiamat.[1] Selepas kewafatannya, tugasnya itu WAJIB disambungkan oleh orang Islam yang menjadi umatnya. Sebagai seorang Islam, perlu patuh kepada Rukun Iman yang keempat iaitu percaya kepada Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul.


Iman terhadap para Rasul. Iman terhadap Rasul (Nabi Muhammad s.a.w.) dalilnya aqli, kerana pengetahuan akan Al-Quran sebagai kalam Allah dan ia dibawa oleh Rasul (Nabi Muhammad s.a.w.) adalah sesuatu yang dapat diindera. Dengan mengindera Al-Quran dapat diketahui bahawa Muhammad itu Rasulullah. Hal itu dapat dijumpai sepanjang zaman dan setiap generasi.


Di antara 25 rasul, terdapat 5 orang rasul yang mendapatkan gelaran Ulul Azmi. Ulul Azmi adalah gelaran yang diberikan kepada rasul Allah yang memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menyampaikan risalahnya.


Dalam agama Islam, Allah SWT mengutus berbagai nabi dan rasul untuk memberikan petunjuk kepada manusia dan membawa pesan-pesan-Nya. Di antara mereka, terdapat 25 nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Quran. Dalam artikel ini, kita akan mengenal 25 nabi dan rasul tersebut, serta mengetahui peran dan pesan yang mereka bawa kepada manusia.


Pengenalan terhadap 25 nabi dan rasul dalam Islam adalah bagian penting dalam pemahaman agama ini. Setiap nabi dan rasul membawa ajaran Allah yang berharga dan berperan penting dalam membimbing manusia menuju jalan yang benar. Pesan-pesan moral, etika, dan keimanan yang mereka bawa tetap relevan dalam kehidupan manusia hingga hari ini, dan menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam di seluruh dunia.


Lalu, sebenarnya apa sih pengertian dari Nabi dan Rasul itu? Apakah keduanya mempunyai perbedaan sebab penyebutannya berbeda? Bagaimana pula dengan fakta-fakta hebat dari keberadaan Nabi dan Rasul ini?


Dalam sejarah agama Islam, rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT adalah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, apabila setelah Nabi Muhammad SAW wafat, lalu ada seseorang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang Rasul, maka umat dapat melakukan penolakan dan menganggap orang tersebut sebagai orang yang merusak agama.


Perlu diketahui, gelar Ulul Azmi adalah sebuah gelar kenabian istimewa yang diberikan kepada para Rasul. Gelar tersebut memiliki kedudukan khusus sebab ketabahan luar biasa mereka dalam menyebarkan agama.


Sebelumnya, telah dijelaskan mengenai jumlah Nabi dan Rasul, tetapi yang wajib diimani oleh umat Islam dan dikisahkan dalam Al-Quran ada 25 Rasul. Nah, dari 25 Rasul Allah tersebut, terdapat 5 Rasul Allah saja yang mendapatkan gelar Ulul Azmi ini, yakni:


Nabi dan Rasul itu merupakan seseorang yang dipilih secara khusus oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya. Maka dari itu, Nabi dan Rasul ini bukan manusia biasa dan derajatnya di atas manusia pada umumnya, sehingga tentu saja mereka mempunyai sifat-sifat khusus yang melekat pada dirinya.


Sifat-sifat tersebut sebagai bentuk kebenaran dari seorang Nabi dan Rasul Allah. Sifat-sifat tersebut ada yang berupa sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz. Apa saja ya yang merupakan bagian dari sifat-sifat tersebut? Yuk simak ulasan berikut ini!


As-Siddiq artinya Rasul selalu benar dan jujur terutama dalam perkataan. Para Rasul ini akan selalu menyampaikan kebenaran secara jujur, meskipun tantangannya akan sangat berat. Hal tersebut diungkapkan dalam firman Allah, terutama pada surah al-Hasyr/59:7.


At-Tablig artinya Rasul selalu menyampaikan wahyu Allah SWT. Maka dari itu, para Rasul Allah tidak akan menyembunyikan satu pun ayat dan akan selalu disampaikan kepada umatnya. Meskipun dalam menyampaikan kebenaran tersebut, para Rasul ini akan mendapatkan perlawanan dari umatnya, tetapi tidak akan membuat gentar dalam menyampaikan wahyu Allah SWT. Hal tersebut diungkapkan pada Surah al-Ahzab/ 33:39.


Khianat artinya perbuatan yang bertentangan dengan janji. Para Rasul Allah ini tidak berkhianat terhadap apapun yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada mereka. Semua hal yang diamanatkan kepadanya, pasti akan dilaksanakan meskipun harus menghadapi tantangan seberat apapun.


Al-Kitman artinya menyembunyikan. Para Rasul Allah tidak mungkin menyembunyikan kebeneran yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Setiap firman yang diterima dari Allah SWT, pasti akan disampaikan kepada umatnya.


Sifat jaiz bagi Rasul itu adalah sifat kemanusiaan, yang artinya Rasul juga memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia pada umumnya, seperti rasa lapar, haus, sakit, mengantuk, sedih, senang, berkeluarga, dan lain-lain. Bahkan, seorang Rasul Allah juga akan tetap meninggal dunia sebagaimana manusia biasa.


Yakni sifat terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama serta penyampaian wahyu Allah SWT. Maka dari itu, seorang Rasul akan selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apapun.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages