Download Dari Penjara Ke Penjara Pdf Free

556 views
Skip to first unread message

Janet Denzel

unread,
May 7, 2024, 9:39:48 PM5/7/24
to batexthandwild

Islandia adalah negara kecil yang terletak di tepi benua Eropa. Negara kecil tersebut hanya memiliki populasi 340.000 orang. Penjara Islandia juga kecil. Di negara tersebut hanya ada lima penjara, yang semuanya menampung kurang dari 200 narapidana. Dari kelima penjara tersebut, dua di antaranya adalah penjara terbuka. Saya pernah mengunjungi kedua tempat itu sebelumnya, dan saya jadi ingin mengenal mereka lebih baik.

download dari penjara ke penjara pdf free


Download File ✒ ✒ ✒ https://t.co/jhXhneuFyT



Ketika saya bertanya kepada otoritas penjara di Islandia apakah saya dapat menghabiskan seminggu di kedua penjara tersebut, mereka ternyata memberi izin. Bahkan saya mendapat kesan bahwa mereka sangat menyukai ide tersebut: seorang akademisi asing yang ingin mendalami penjara-penjara ini dengan mengambil peran sebagai seorang tahanan. Mereka berjanji akan menyediakan kamar gratis. Saya merasa bersyukur dan juga bersemangat untuk bisa melihat kedua penjara tersebut dari dalam. Meskipun saya tahu tempat-tempat tersebut cukup tenang dan aman, mereka juga menahan orang-orang yang telah divonis untuk tindak pidana kekerasan dan seksual yang cukup serius. Bagaimana sebenarnya penjara tanpa tembok atau pagar berfungsi?

Penjara terbuka Islandia benar-benar sangat terbuka. Ketiadaan fitur keamanan adalah satu hal yang mencolok dari tempat tersebut. Di penjara pertama yang saya tempati, penjara Kvíabryggja di bagian barat negara tersebut, hanya memiliki sedikit pengamanan, walaupun memang ada tanda yang melarang orang-orang untuk masuk, terutama wisatawan.

Saya bisa dengan mudah berkendara dan parkir ke gedung kecil satu lantai tersebut. Saya masuk (ya, pintunya memang terbuka) dan menyapa para pegawainya. Saya langsung disajikan makan malam oleh salah satu narapidana di sana yang mengenali saya dari kunjungan sebelumnya. Saya menghabiskan minggu itu menjalani kehidupan sehari-hari sebagai seorang tahanan.

Sudah jelas dari awal bahwa para tahanan dan staf melakukan berbagai hal bersama. Makanan adalah hal yang sangat penting di penjara. Di Kvíabryggja ruang makan komunal adalah ruang utama. Para tahanan sarapan, makan siang dan makan malam di sana bersama dengan para petugas. Mereka memasak dan membeli bahan-bahan setiap minggu bersama seorang petugas ke desa terdekat. Makanan lezat berlimpah. Jika seseorang tidak mengucapkan terima kasih kepada para koki tahanan makan akan dianggap tidak sopan. Dan Anda harus membersihkan peralatan makan Anda sendiri.

Ruang di luar penjara Islandia juga sangat penting. Gunung Kirkjufell yang ikonik menjulang tinggi di timur dan saya berada di dekat laut dengan pantai yang indah serta banyak padang rumput. Hal ini memungkinkan para narapidana untuk merasa seakan-akan mereka berada di tempat lain meskipun mereka tidak pernah meninggalkan wilayah penjara. Saya mendengar bagaimana para tahanan suka berjalan ke gerbang di mana satu-satunya penghalang di antara mereka dan dunia luar adalah pagar ternak. Kesan yang dihasilkan adalah suatu perasaan aneh karena kebebasan hanya sejauh satu langkah.

Yang paling mengejutkan bagi saya adalah interaksi informal yang tercipta di dalamnya. Kita semua menonton sepak bola bersama. Saya lihat pelaku kejahatan seksual tidak malu-malu atau menghindar dari yang lain, dan dengan bersemangat berteriak mendukung Islandia ketika menonton kesebelasan nasional bertanding. Tahanan yang lemah justru bersenda gurau dengan para pengedar narkoba. Saya melihat pengguna narkoba mengobrol dan tertawa bersama staf penjara. Saya juga merasa diterima, baik sebagai seorang peneliti maupun sebagai pribadi. Meskipun terkadang saya memang suka diledek sebagai peneliti penjara, tapi para tahanan juga suka berbagi gosip. Baik para narapidana maupun staf bahkan menceritakan kisah-kisah pribadi serta kisah intim dan personal mereka. Saat Pétur dibebaskan dan ayahnya datang untuk menjemputnya, ia memeluk banyak tahanan dan staf yang lain, termasuk saya dan kami semua merasa emosional.

Tentu saja Kvíabryggja masih sebuah penjara. Banyak narapidana merasa frustrasi, marah dan gelisah. Mereka bergumul dengan kesehatan dan mencemaskan masa depan. Tapi lingkungannya aman dan makanannya nikmat. Para narapidana tetap mendapatkan kontak dengan dunia luar, pengaturan kunjungan yang fleksibel dan ada orang yang mendengarkan keluh kesah mereka. Dalam suatu penjara, hal-hal tersebut sangat berarti.

Penjara terpencil ini, dengan populasi tidak lebih dari 20 tahanan dan paling banyak tiga staf dalam satu waktu, adalah suatu komunitas kecil. Para narapidana dan staf merokok bersama di ruang merokok yang sempit tapi selalu ramai. Mereka harus bisa bergaul bersama.

Hidup didefinisikan oleh interaksi-interaksi informal seperti itu. Memang tidak selalu mudah. Populasi penjara tersebut sangat beragam. Ada tahanan perempuan, warga negara asing dan tahanan yang sudah memasuki usia pensiun atau memiliki disabilitas.

Pentingnya membangun lingkungan sosial yang akur dalam lingkungan penjara adalah pelajaran yang bisa diambil. Membangun lingkungan yang demikian lebih sulit dalam lembaga penjara yang besar dan ramai karena tahanan baru datang dan pergi setiap hari. Keamanan lingkungan bisa efektif hanya jika terdapat interaksi publik yang ramah. Begitu juga dengan penjara. Suatu penjara bisa menjadi tempat yang positif apabila sebagian besar interaksi yang terjadi ramah dan hangat. Ketika para narapidana dan staf bisa berbagi ruang, cerita dan membangun kebersamaan, peluang para tahanan untuk berubah menjadi lebih baik akan meningkat.

Penjara terbuka Islandia, pada suatu level tertentu, bisa dikatakan unik. Mungkin hal tersebut disebabkan ukuran, populasi penghuni, atau rezim yang santai. Mungkin penjara-penjara tersebut melambangkan Islandia, suatu negara di mana secara historis mereka harus bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup di kondisi iklim Atlantik Utara yang keras. Apa pun itu, hidup bersama, di penjara yang tenang, terpencil dan kecil ini, dengan cara yang aneh, justru masuk akal.

GH Horensma adalah guru Tan Malaka di sekolah guru yang kemudian memberikan rekomendasi pada Tan Malaka untuk melanjutkan studinya ke Belanda dengan menggunakan sumbangan dari para Engku sebanyak 50 rupiah setiap bulannya. Atas rekomendasi tersebut, Tan Malaka pun akhirnya ke Belanda di usianya yang ke-17 tahun untuk belajar di Sekolah Pendidikan Guru Pemerintah atau Rijks Kweekschool yang ada di Harlem.

Pemikiran Tan Malaka pun semakin radikal dengan menggunakan ideologi kiri. Aksi pertama Tan Malaka ialah keterlibatannya terhadap pemogokan buruh-buruh di Sumatera. Pada tahun 1921, Tan kemudian diangkat menjadi Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI). Karena aktivitas politiknya tersebut, setahun kemudian Tan Malaka pun diusir dari Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda.

Kemudian pada tahun 1926, Tan Malaka pun melakukan penentangan terhadap pemberontakan Partai Komunis Indonesia atau PKI, Tan kemudian disalahkan oleh para pendukungnya atas kegagalan dari pemberontakan tersebut.

Pada tahun berikutnya, Tan kemudian mengorganisasi suatu kelompok di Bangkok yang disebut sebagai Partai Republik Indonesia. Tujuan dari kelompok tersebut ialah untuk mengembangkan kader bawah tanah yang nantinya akan bekerja di Indonesia.

Ia adalah sosok yang cukup tertutup dan dianggap sebagai sosok yang berbahaya bagi pemerintah kolonial. Jika ingin mengenal lebih lanjut perjalanan serta kisah Tan Malaka dalam memperjuangkan kemerdekaan, kisahnya tersebut ditulis sendiri oleh Tan dalam autobiografi berjudul dari penjara ke penjara. Berikut review dan detail bukunya.

Buku ini saya beri nama Dari Penjara ke Penjara. Memang karena saya rasa ada hubunganya antara penjara dengan kemerdekaan yang sejati. Barang siapa yang menghendaki suatu kemerdekaan untuk umum, maka ia pun harus bersedia serta ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan akan dirinya sendiri.

Tan Malaka menulis buku ini dalam dua jilid yang terpisah. Jilid pertama berisi pergulatan Tan Malaka di penjara Hindia Belanda serta Filipina. Sedangkan jilid kedua dari buku dari penjara ke penjara mengisahkan mengenai perjalanan Tan Malaka dari Shanghai, Hingkong lalu kembali lagi ke tanah air yaitu Indonesia. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut telah dirangkum menjadi satu.

Meskipun tengah berada di balik jeruji, Tan Malaka masih tetap berusaha untuk mendobrak semangat perjuangan rakyat Indonesia. Bagi Tan Malaka, barang siapa yang ingin menikmati hakikat dari kemerdekaan secara utuh, maka ia pun harus ikhlas serta tulus untuk menjalani pahit serta getirnya hidup terpenjara.

Buku dari Penjara ke Penjara ini ditulis oleh Tan Malaka pada tahun 1948 lalu dan ditahbiskan oleh majalah Tempo menjadi salah satu buku yang paling berpengaruh atau buku yang paling memberikan kontribusi pada gagasan kebangsaan.

Buku Dari Penjara ke Penjara merupakan buku autobiografi yang ditulis oleh Tan Malaka sepanjang hidupnya. Pada mulanya, Tan enggan untuk menuliskan kisah hidupnya atau siapa dirinya, karena bagi Tan Malaka biarlah semangat serta pemikirannya saja yang diwariskan pada generasi selanjutnya. Namun karena paksaan dari para koleganya, akhirnya Tan Malaka pun menuliskan sejarah hidupnya dalam sebuah autobiografi ini.

Tan memilih untuk memberi judul bukunya Dari Penjara ke Penjara, karena tentu hal tersebut tidak lepas dari pergumulan hidup Tan Malaka sendiri. Sebagai seorang tokoh revolusioner, Tan Malaka memang kerap berpindah dari penjara satu ke penjara lainnya.

Di awal buku Dari Penjara ke Penjara yang ditulis oleh Tan Malaka ini, telah diberitahu bahwa kisah yang tertuang dalam buku ini tidak akan detail. Karena Tan hanya menulis yang menurut Tan penting serta dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi generasi penerusnya. Meskipun buku ini tidak berisi mengenai rincian dari detail seluruh kehidupan Tan, akan tetapi sesuai dengan tujuan Tan, buku ini tetap sarat dengan makna serta inspiratif bagi pembaca.

Buku ini mengisahkan mengenai kehidupan Tan Malaka yang begitu dinamis. Ia hidup berpindah-pindah mulai dari Belanda, Rusia, Jerman, Filipina, Singapura, Tiongkok, dan kembali ke tanah airnya. Ia berpindah-pindah demi kemerdekaan Indonesia yang tengah ia perjuangankan.

a71949beef
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages