Hampir seluruh ruang
budaya di Indonesia seperti gedung budaya, museum, gallery, heritage
dllnya yang seharusnya berbudaya bagi kita semua teryata masih sangat
tidak berbudaya karena tidak aksesibel khususnya bagi penyandang
disabilitas.
Berangkat dari definisi budaya yang berarti daya
dari budi, atau power of mind, maka penting bagi penyandang disabilitas
untuk diberi kesempatan mendayakan akal budinya. Dan ini hanya bisa
lewat kesempatan pendidikan yang setara. Khususnya pendidikan seni
sangat penting untuk di dapat penyandang disabilitas karena dapat menumbuhkan perkembangan psikis, kreatifitas dan mental.
Selanjutnya nanti, kaum pendis tidak akan lagi terpaksa bekerja dengan
fisiknya yang sudah lemah, tapi dengan kecerdasan intelektualnya dan
kreatifitas di jiwa seninya. Dan saat itu pula kaum pendis memiliki
kesempatan lebih luas untuk berpartisipasi dalam pembangunan sosial,
seni dan budaya.
Ayooo... kita wisata inklusi bersama lagi.
Nopember ini JBFT sudah berkegiatan yang ke 20 kalinya. Kita bersama
berwisata ke salah satu tempat ruang seni dan budaya di Jakarta yaitu
Taman Ismail Marzuki. Sabtu, 30 Nopember 2013, kumpul di depan loket
tiket Stasiun Sudirman, jam 9:00 ya.
Kita akan lihat apakah
keindahan seni yang ada mampu dinikmati dan diakses oleh kita semua,
apakah ruang budaya TIM sangat berbudaya untuk kita semua, kita akan
merasakan sarana dan prasananya dengan mengunjunginya langsung. Kita
juga akan bertemu dengan teman-teman Dewan Kesenian Jakarta untuk
diskusi tentang dunia disabilitas.
Kita selalu mencoba berharap
kegiatan JBFT ini akan memberikan masukan dan edukasi bagi kita semua
terutama di ruang seni dan budaya nanti.
Seperti biasa kita
semua akan melihat dan merasakan langsung khususnya KRL, Stasiun, akses
trotoar, fasilitas publik dan TIM sendiri nantinya. BUKA PINTU, BEBASKAN
HAMBATAN! karena JBFT akan datang dan tidak ingin terhambat. Acara ini
swadaya yaaa. Konfirmasi keikutsertaan hubungi Aal Telp/SMS:
082137111974.