Fwd: [PPIP] Mengapa Saya Memeluk Islam

2 views
Skip to first unread message

Ferry Viawan

unread,
Aug 22, 2010, 10:01:27 PM8/22/10
to Banyuwangi 89
Tulisan bagus buat rekan2 yg muslim nih. Bagi yg non muslim, silahkan dihapus saja. Sori kalo gak berkenan.

Sent from my iPhone

Begin forwarded message:

From: "effendyprasetyo" <effendy...@yahoo.com>
Date: 16 August 2010 3:45:45 PM AWST
To: Pengaji...@yahoogroups.com
Subject: [PPIP] Mengapa Saya Memeluk Islam
Reply-To: Pengaji...@yahoogroups.com

 

*"Mengapa Saya Memeluk Islam"*

by Akmal Sjafril, ST, MPdI

*assalaamu'alaikum wr. wb.*

Dahulu, Prof. Rasjidi pernah menulis sebuah buku tipis yang berjudul *Mengapa Aku Tetap Memeluk Agama Islam*. Kata "tetap" dalam judul tersebut memang dipilih dengan cermat, karena isi buku tersebut menerangkan tentang kristenisasi yang terjadi di sekitar lingkungan Prof. Rasjidi, terutama di tanah Jawa. Dari judulnya pula dapat kita ketahui bahwa sang penulisnya telah memberikan jawaban (atau penolakan) tegas kepada kalangan misionaris yang tak kenal lelah melakukan pendekatan pada dirinya.

Latar belakang penulisan artikel ini memang berbeda dengan buku Prof. Rasjidi tersebut, namun memiliki kesamaan di satu sisi, yaitu menjawab perlunya ketegasan. Ya, bagi orang-orang yang terlahir sebagai Muslim, memang agak sulit kalau `ditembak' dengan pertanyaan: "Mengapa kamu menjadi Muslim?" Di satu sisi, para *muallaf* lebih `beruntung', karena mereka mengucapkan *syahadatain* dalam sebuah momen penentu yang sangat krusial, sehingga di kemudian hari kedua kalimat itu akan senantiasa mengingatkan mereka akan konsekuensi-konsekuensi ikrar yang pernah mereka ucapkan. Bagi kita yang Muslim sejak lahir, kebutuhan penegasan itu tetap ada, sayangnya jarang direspon.

Di sebuah negara Barat, pernah terjadi pelecehan luar biasa terhadap Islam. Kalangan anti-Islam menuliskan cemoohan itu pada kendaraan umum. Reklame itu begitu jelas terbaca: Apakah fatwa telah mendominasi isi kepalamu? Dalam pandangan mereka, Islam itu bodoh dan kolot, karena sikap seluruh umat ditentukan oleh fatwa ulamanya. Tentu saja mereka tidak paham (atau tidak mau paham) bahwa ulama tidak sembarangan membuat fatwa, melainkan harus mengikuti tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Bagi peradaban Barat, hidup mengikuti ajaran agama itu bukan main luar biasa anehnya! Sebab pengalaman hidup nenek moyang mereka menunjukkan bahwa agama itu hanya sekedar pengalaman kejiwaan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Itulah sebabnya wacana pemikiran Barat membedakan antara *science* (ilmu pengetahuan) dan *knowledge* (pengetahuan). Agama dimasukkan dalam kategori *knowledge*, yaitu pengetahuan yang tanpa ilmu. Sudah pasti, kedudukan *science* lebih terhormat daripada *knowledge*, karena yang mahir *science* disebut *scientist*, sedangkan yang punya * knowledge* tidak dapat pujian apa-apa.

Dalam sejarah peradaban Barat, agama memang tidak membantu sama sekali. Yang terjadi justru pertentangan antara sains dan agama. Agama (dalam hal ini Gereja) mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi, dan kemudian mengancam siapa pun yang tidak setuju, tidak peduli argumennya seperti apa. Orang harus menyesuaikan diri dengan 'fatwa' Gereja, apa pun konsekuensinya. Tentu saja, kalau dipaksakan untuk mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi, otomatis akan banyak sekali pengetahuan astronomis kita yang keliru, misalnya tentang keberadaan Mars, Venus, dan seterusnya.

Karakter 'agama' dalam pandangan Barat yang terkesan bodoh dan kolot masih diperparah dengan kesan memaksa. Negeri Spanyol, yang dulu menjadi pusat peradaban dunia ketika masih dalam kekuasaan Islam, berubah menjadi lautan darah karena menjadi laboratorium eksperimen Inkuisisi. Dengan bendera Inkuisisi, Gereja memaksa semua orang untuk memeluk agama Kristen, dan yang sudah Kristen pun harus mengikuti 'fatwa' mereka (sedangkan unsur-unsur penting teologi Gereja pun pada dasarnya adalah hasil kesepakatan di Konsili Nicea, yang juga bernuansa pemaksaan dalam proses perumusannya).

Sebagian orang bahkan mengatakan bahwa fatwa ulama lebih buruk daripada fatwa Gereja di jaman kegelapan (*the dark ages*) dahulu. Sebab, para pemuka agama Kristen di jaman Kaisar Konstantin dahulu berani merumuskan dasar-dasar teologi agamanya sendiri, bahkan meralat ajaran agamanya yang terdahulu, sedangkan para ulama tidak pernah bersikap kritis terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan hanya ber-*ijtihad* untuk masalah-masalah yang tidak ditemukan di dalam kedua sumber tersebut.

Ada juga sebagian Muslim yang berusaha keras mencontoh pola pikir Barat, kemudian berselingkuh dengan kesombongannya. Setelah membodoh-bodohi agama, ia pun mempraktekkan arogansi ala Barat. Dalam benaknya, peradaban manusia selalu bergerak ke depan. Orang jaman sekarang lebih hebat daripada nenek moyangnya. Teori-teori dari jaman kakek-nenek tidak relevan lagi untuk anak-cucunya. Maka "perubahan" pun menjadi kata kunci, seolah-olah yang tidak berubah pastilah tidak baik. Mungkin dia lupa bahwa dalam agama Islam, ada kategori ketiga yang terlepas dari kategori "tidak berubah" dan "berubah menjadi lebih baik", yaitu "berubah menjadi lebih buruk". Memang statis itu tidak diharapkan, tapi masih lebih baik daripada perubahan yang buruk. Tapi bagi mereka yang menuhankan perubahan, masalah ini diabaikan begitu saja.

Dalam sebuah tulisannya, Moh. Natsir *rahimahullaah* telah mengobrak-abrik arogansi semacam ini. Hanya beberapa tahun berselang setelah kemerdekaan Republik Indonesia, beliau sudah menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, semangat pengorbanan dalam jiwa pemuda bangsa ini sangat menyedihkan. Dulu, orang merasa bahagia dan bangga meskipun rumah hancur, harta lenyap, anak dan saudara mati terbunuh; semuanya adalah harga pengorbanan yang pantas untuk kemerdekaan negeri. Tapi sekarang, semua pengorbanan dihitung dan dirinci. Orang malas sekali berkorban, banyak berhitung untung-rugi, dan kalau terpaksa berkorban, akan ditagih-tagih terus pembayarannya. Itulah sebabnya kemajuan bangsa terhambat. Mencari pahlawan begitu susahnya, karena orang tak mau lagi jadi pahlawan. Lebih baik jadi pegawai seumur hidup, sekedar pegawai dengan strata rendah tak mengapa, asalkan saldo di rekening terus bertambah. Maka para pemuda pun menjadi pengecut secara berjamaah. Hidupnya hampa karena tak pernah mempersiapkan mati. Hidup terhina karena tak berusaha untuk mati mulia.

Begitulah orang kalau sudah tak dibimbing oleh agama, dan pada kenyataannya memang hanya Islam yang memberikan bimbingan menyeluruh seperti demikian. Jangankan perintah untuk ibadah, teladan untuk menggosok gigi pun kita punya. Untuk segala sesuatunya ada aturan, dan ini tidak dipandang sebagai sebuah kebodohan atau kekolotan, melainkan sebagai rahmat Allah SWT yang tidak membiarkan manusia dalam keadaan kebingungan.

Mereka yang tidak dibimbing oleh agamanya dan larut dalam arogansi yunioritas menganggap dirinya modern, sementara agama menunjukkan bahwa di dunia ini sudah tak ada lagi dosa yang 'orisinil'. Semuanya hanya mencontoh. Perilaku homoseksual sudah ada sejak dahulu; sudah menjadi penyimpangan yang lazim di istana kaisar-kaisar Romawi, dan sudah menjadi masalah besar sejak jaman Nabi Luth as. Seks bebas bukan dominasi orang-orang kaya di jaman modern, karena golongan ekonomi lemah dan menengah belasan abad yang lalu juga sudah melakukannya. Permainan kata bukan dominasi media massa abad dua puluhan saja, karena sudah dilakukan oleh istri majikan Nabi Yusuf as. dahulu, bahkan oleh peradaban yang jauh lebih tua lagi, ketika orang-orang saleh dibuatkan patung dan disembah-sembah karena hasutan segelintir orang yang bermulut manis. Sampai matahari terbit di Barat atau di Utara sekalipun, kondom takkan pernah jadi solusi dari masalah-masalah turunan zina, dan solusi dari Islam itulah (*laa taqrabuz-zinaa*) yang akan senantiasa menjadi opsi terbaik.

Mereka yang tertipu dengan jamannya sendiri mengatakan bahwa sebagian ayat dalam Al-Qur'an – yaitu ayat-ayat *jihad* – sudah tidak relevan lagi, apalagi di Indonesia, karena keadaan sudah aman. Justru itulah titik kelemahannya, karena ia kira agama diturunkan hanya untuk jamannya saja. Islam diturunkan untuk seluruh manusia di seluruh jaman, sejak jaman kenabian Rasulullah saw. hingga akhir jaman. Untuk masa-masa damai ada tuntunannya, sedangkan untuk masa-masa perang juga ada tuntunannya. Dengan demikian, agama ini melintasi batas ruang dan waktu, sehingga predikat bodoh, kolot dan memaksa tak pernah sesuai untuk disematkan padanya.

Inilah agama yang mendorong manusia untuk terus mengembangkan diri, karena kedalamannya tak pernah habis untuk digali. Inilah agama yang tidak takut menghadapi perubahan jaman, karena untuk setiap jaman niscaya ada aturannya. Inilah agama yang tidak memaksa siapa pun, karena kebenaran adalah kebenaran, baik kita mau menerimanya atau tidak. Kepada mereka yang tak mau menerima kebenaran, maka Allah mengutus prajuritnya, yaitu sang waktu, untuk memberikan bukti. Kriteria-kriteria dalam surah Al-'Ashr begitu solid dan definitif, sehingga tak perlu argumen lagi untuk mendukungnya. Kalau masih tak percaya, waktulah yang akan melibasnya, sebelum akhirnya ketetapan Allah dijatuhkan kepadanya. Itulah sebabnya Imam Syafi'i berpendapat bahwa sekiranya Allah hanya menurunkan surah Al-'Ashr, niscaya itu sudah cukup bagi manusia.

Islam adalah agama yang menembus dimensi ruang dan waktu. Sedalam apa pun ilmu digali, takkan bertemu selain Allah. Ke manapun kaki melangkah, takkan keluar dari wilayah kekuasaan Allah. Mau hidup seratus atau seribu tahun, manusia takkan menemukan hidup yang berada di luar aturan-aturan Allah. Hanya Islam yang menawarkan jaminan seperti ini.

Itulah sebabnya saya memeluk Islam.

*wassalaamu'alaikum wr. wb.*

__._,_.___
Recent Activity:
Penyaluran Infaq Untuk Pembangunan Masjid AN-NUR:

Account Name: An-Nur Islamic Community Center Appeal (ANNICA)
Bank Name: Commonwealth Bank Australia, Cannington WA 6107
Account Number: 066 - 134 - 10346110


Updated info (ceramah "Launching Berinfaq Untuk Masjid AN-NUR", contact persons, estimated cost, dan updated photos), please visit the URL:

http://groups.yahoo.com/group/PengajianPerth/files/Masjid%20AN-NUR/

Membaca Al-qur'an, keutamaan dan adab membaca Al-qur'an, pelajaran dan software Tajwid, mp3 Juz'amma (tajwid), etc. please visit the URL:

http://groups.yahoo.com/group/PengajianPerth/files/Membaca%20Al-Qur%27an/
http://groups.yahoo.com/group/PengajianPerth/files/
.

__,_._,___

 
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages