Upacara metatah atau Potong gigi

18 views
Skip to first unread message

Tamblang Cyber Community

unread,
May 5, 2008, 12:16:28 AM5/5/08
to Bali Villas Community
Salah satu kewajiban yg dilakukan oleh umat Hindu Bali adalah prosesi
metatah/potong gigi. Upacara ini dilakukan oleh laki-laki maupun
perempuan yg baru menginjak usia dewasa, sekitar usia 16-17 tahun.
Maksud diadakannya ritual ini adalah untuk membunuh 6 (enam) musuh
dalam diri kita yang disebut dengan Sad Ripu, yang meliputi:
- Kama (nafsu/keinginan)
- Loba (rakus)
- Krodha (marah)
- Mada (kemabukan)
- Moha (kebingungan)
- Matsarya (iri hati)

Orang Hindu Bali percaya bahwa musuh yg paling berbahaya dan dapat
menguasai manusia berupa sifat-sifat rajas dan tamas yakni nafsu/
keinginan, sifat-sifat yg rakus, penuh amarah, mabuk oleh hal-hal
keduniawian, kebingungan, serta rasa iri hati atau cemburu akan
sesuatu hal. Keenam musuh ini ada dalam diri setiap individu. Oleh
karena itu, individu bersangkutan harus dibersihkan dari sifat-sipat
ini dengan melakukan suatu prosesi ritual potong gigi.

Prosesi potong gigi merupakan simbolisasi saja. Gigi kita bukan
dipotong tapi diratakan dengan menggunakan kikir. Ada enam gigi atas
yang diratakan termasuk taring. Enam gigi melambangkan sad ripu.
Prosesi ini cukup berlangsung sekitar 10-15 menit yg dilakukan oleh
ahlinya yg disebut sangging. Para sangging ini biasanya kaum brahmana
yg memang memiliki keterampilan untuk itu. Dengan melafalkan mantra-
mantra dulu, para sangging kemudian melakukan tugasnya. Sebelum dan
sesudah prosesi berlangsung, gigi kita akan disentuhkan dengan cincin
bermata merah delima sebagai lambang proteksi. Air liur kita yang
keluar akan ditampung dalam sebuah kelapa gading (kelapa kecil
berwarna orange) dan biasanya dipegang oleh ibu/saudara kandung.
Prosesi dianggap selesai jika gigi kita sudah terlihat rata. Kemudian
dilanjutkan dengan acara persembahyangan di pura keluarga memohon agar
mereka yang baru saja melalui prosesi ini diberikan kebahagiaan hidup
dan lahir kembali sebagai manusia yang bersih.

Ada hal memang sering terjadi dalam prosesi ini yaitu “serangan black
magic”. Mereka yang iri akan keluarga yang sedang memiliki acara
memanfaatkan moment ini dengan melakukan “penembakan”. Biasanya
serangan ditujukan melalui sarana ludah yg dikeluarkan., itu sebabnya
kenapa yang memegang kelapa gading berisi ludah orang yg sedang
ditatah haruslan ibu kandung/saudara kandung. Sebelumnya, pihak
keluarga sudah meminta bantuan orang pintar untuk menjaga prosesi ini
secara supranatural. Kemudian para sangging-pun dipilih orang2 yg
berkompeten. Cincin Merah Delima adalah kekuatan yg mampu menolak bala/
kejahatan. Banyak ditemukan setelah melakukan prosesi ini, orang yang
ditatah menjadi sakit, giginya rontok bahkan ada yg sampai meninggal.
Serem kan…

www.tamblang.blogspot.com
Design by Chitak
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages