Vera Farah Bararah - detikHealth

(Foto:
herballyhealing.com)
Jakarta, Banyak herbal yang bisa
digunakan untuk mengobati kanker. Dari banyak herbal tersebut sirsak punya
keunggulan dibanding yang lain. Sifatnya yang istimewa ini yang membuat
penemuan khasiat sirsak untuk
kanker disembunyikan bertahun-tahun oleh perusahaan
farmasi.
Sirsak diketahui bisa mencegah dan juga ampuh untuk mengobati beberapa jenis
kanker. "Untuk sirsak sendiri telah diteliti dapat mengobati kanker usus
besar (colon), kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker prostat dan juga
kanker buah dada (payudara)," dr Hardhi Pranata, SpS selaku Ketua Umum
Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), saat dihubungi detikHealth, Senin
(25/10/2010).
Bagian sirsak yang bermanfaat untuk obat kanker yaitu batang, daun dan juga
buahnya atau dalam bentuk jus. Buahnya bisa dimakan langsung, dibikin jus, atau
daunnya direbus kemudian hasil rebusannya diminum.
"Bisa dengan cara minum jus buah sirsak, atau dengan cara merebus 9 lembar
daun sirsak dan minum air rebusan tersebut lalu dimonitor keadaannya. Biasanya
nafsu makan akan meningkat dan pertumbuhan sel-sel kankernya akan
terhambat," ungkapnya.
Apa keistimewaan
sirsak?
dr Hardhi menungkapkan sirsak mengandung senyawa saponin, polifenol dan juga
bioflavonoid yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Nah, cara membunuh sel
kanker oleh sirsak inilah yang berbeda dengan herbal lainnya. Sirsak hanya
membunuh sel-sel yang tumbuhnya abnormal atau sel-sel spesifik seperti radikal
bebas yang ada sel-sel kankernya. Tapi sirsak tidak merusak sel-sel yang sehat.
Selain memiliki rasa yang enak, buah sirsak ini juga membantu memelihara
kesehatan, mencegah penyakit serta mengobati
penyakit. Hal ini karena buah sirsak juga bisa menurunkan tekanan darah, anti
parasit, obat penenang yang berfungsi mengatasi depresi, meningkatkan kekebalan
tubuh, radang sendi dan juga untuk asam urat.
"Konsumsi buah sirsak ini harus digalakkan lagi agar tidak punah, karena
banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah ini," ujar
dokter yang praktik di RSPAD Gatot Subroto ini.
Untuk di Indonesia sendiri penelitian mengenai khasiat sirsak dan tanaman obat
lainnya ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Dalam studi ini RS Kanker
Dharmais akan bekerja sama dengan Nanjing University of Chinese Medicine yang
difasilitatori oleh PDHMI. Dalam penelitian ini akan dilakukan terapi kombinasi
antara obat-obatan dan juga herbal.
"MoU kerja sama ini sudah ditanda tangani dan diperkirakan mulai bulan
Desember sudah mulai dilakukan penelitian di Indonesia," imbuhnya.
dr Hardhi menuturkan di Nanjing University sendiri sudah dilakukan terapi
kombinasi ini, dan didapatkan pasien-pasien kanker di sana tidak mengalami
mual, rambut rontok, berat badan menurun dan bisa tetap berjalan-jalan seperti
biasa.
Diharapkan dengan adanya terapi kombinasi ini bisa mengurangi efek samping dari
terapi standar kanker yang dilakukan seperti kemoterapi, radiasi atau operasi,
serta dapat mengurangi jumlah kemoterapi yang seharusnya dilakukan oleh si
pasien.
Selain sirsak, ternyata masih banyak lagi tumbuhan dan buah-buahan yang
diketahui memiliki efek anti kanker, seperti:
"Sebagian tumbuhan obat di Indonesia mengandung obat anti kanker, seperti
sitotoksin yang memiliki kemampuan untuk membunuh dan mendeteksi sel-sel yang
tumbuhnya tidak normal. Senyawa-senyawa di dalam tumbuhan ini bisa berfungsi
dalam bentuk gabungan tapi ada juga yang single," ujarnya.
(ver/ir)