Bayi Sebaiknya Jangan Diajak Jalan-jalan ke Mal
Vera Farah Bararah - detikHealth

(Foto: thinkstock)
Jakarta, Di pusat-pusat
perbelanjaan sering sekali terlihat pasangan yang membawa bayinya yang masih
berumur beberapa bulan keliling di mal. Amankah membawa bayi ke pusat-pusat
keramaian?
"Rasanya kurang bijak jika membawa bayi yang terlalu kecil ke mal, karena
diketahui negara kita masih banyak terdapat penyakit yang mudah menular melalui
saluran udara," ujar dr Meita Dhamayanti, SpA(K), MKes saat dihubungi detikHealth,
Senin (18/10/2010).
Bayi yang masih kecil memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah alias belum
terlalu kuat. Sehingga menurut dr Meita ada baiknya jika menghindarkan bayi
masuk ke tempat yang ramai atau penuh dengan kerumunan orang.
Tapi sayangnya masih banyak orangtua yang belum menyadari hal ini, dengan tetap
membawa bayinya jalan-jalan ke mal. Padahal mal adalah salah satu tempat yang
berisi bermacam-macam orang dan juga segala jenis bakteri serta virus.
Kapan bayi boleh diajak keluar rumah?
dr Meita menuturkan jika bayinya memang tidak memiliki risiko apapun, maka
orangtua bisa membawa bayinya ke tempat keramaian setelah berusia 2 bulan.
Karenanya tidak salah kalau orang dulu melarang bayinya keluar rumah sebelum
berusia 40 hari.
Saat bayi berusia 2 bulan, memorinya sudah ada dan juga sel-sel kekebalan
tubuhnya sudah tumbuh meskipun belum optimal.
Meski pun bayi 2 bulan sudah mulai terbentuk kekebalan tubuhnya tapi menurut dr
Meita jangan terlalu sering atau lama membawa bayinya jalan-jalan. Kalau
terpaksa harus diajak cukup ke satu tempat saja tidak perlu
berkeliling-keliling mengikuti keinginan orangtuanya.
"Kalau mau membawa bayinya ke mal, sebaiknya hanya ke satu area saja dan
usahakan dari rumah sudah tahu tujuannya mau kemana. Jangan membawa bayi
keliling mal atau diajak muter-muter," ungkap dokter yang menjabat sebagai
Ketua Satgas Remaja IDAI (Ikatan DOkter Anak Indonesia).
Tapi jika bayinya sejak lahir memang diketahui memiliki risiko terhadap
penyakit tertentu, maka usia bayi yang diperbolehkan untuk diajak keluar rumah
atau berjalan-jalan akan berbeda-beda tergantung dari kondisi si bayi.
dr Meita juga menyarankan sebaiknya terdapat tempat khusus untuk bayi di dalam
pusat perbelanjaan. Tapi saat ini di mal masih terbatas memiliki tempat
menyusui saja. Namun diharapkan nantinya di setiap mal terdapat tempat yang
memang dikhususkan untuk bayi.
"Jika ingin membawa si kecil jalan-jalan lebih baik menggunakan dorongan
bayi. Kondisi ini akan membuat bayi lebih terlindungi karena bentuknya yang
tertutup serta bayi juga akan merasa lebih nyaman," ujar Staf Dosen Medik
Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUP/RSHS Bandung.
Untuk itu bijaklah bagi orangtua jika ingin membawa bayinya yang masih kecil
berjalan-jalan. Jika memang di rumah ada orang yang menjaga, sebaiknya bayi
yang masih kecil ini tidak perlu dibawa atau diajak berkeliling tempat
keramaian. Ingat risiko penyakit menular yang mudah melalui saluran udara.
(ver/ir)