Merry Wahyuningsih - detikHealth

(Foto: thinkstock)
Jakarta,
Badan kesehatan dunia (WHO) memperingatkan negara-negara untuk bertindak
mengatasi masalah demam berdarah. Jika tidak ada tindakan maka situasi akan
semakin memburuk karena kini jumlah kematian akibat demam berdarah sudah lebih
dari dua kali lipat dalam satu dekade terakhir.
WHO mengatakan wabah demam berdarah (DB) sekarang telah menjadi ancaman utama
bagi kesehatan masyarakat global.
Lebih dari 2,5 miliar penduduk dunia berisiko terkena penyakit demam berdarah, dengan
mayoritas atau 70 persen populasi hidup di kawasan Asia Pasifik.
Dengue adalah penyakit yang serius seperti flu
yang ditularkan oleh nyamuk. Dengue dapat berkembang menjadi demam berdarah dengue
(DBD) yang bisa berakibat fatal. Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk Aedes
aegypti.
"Sumber daya nasional harus dimobilisasi untuk mempertahankan pencegahan
dan pengontrolan demam berdarah, serta profil penyakit harus dinaikkan dalam
rangka kesehatan global untuk merangsang minat para lembaga dan donor
internasional," jelas Dr Shin Young-soo, Direktur Regional WHO, seperti
dilansir dari BBC News,
Senin (18/10/2010).
Menurut Dr Shin, perang melawan penyakit ini adalah masalah semua orang karena
jumlah kasus di Pasifik Barat telah lebih dari dua kali lipat selama 10 tahun
terakhir.
"Tahun ini saja, telah ada peningkatan yang signifikan di banyak negara.
Rakyat Republik Demokratik Laos dan Filipina adalah yang tampaknya sangat
terpengaruh," lanjut Dr Shin.
Dr Shin mengatakan, dua per lima penduduk dunia berada pada risiko demam
berdarah. Dari jumlah 2,5 miliar orang, lebih dari 70 persennya hidup di
negara-negara Asia Pasifik.
Peningkatan jumlah wabah ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk
suhu dan curah hujan yang lebih tinggi, yang menyebabkan kondisi
perkembangbiakan sempurna bagi nyamuk yang membawa penyakit.
Selain itu, pertumbuhan penduduk terutama di kota besar dan perjalanan
internasional yang meningkat oleh individu terinfeksi juga bisa menjadi alasan
peningkatan wabah demam berdarah.
DBD bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Beberapa orang yang
terinfeksi virus ini ada yang menimbulkan gejala, tapi ada juga yang tidak
bergejala sama sekali.
Gejala khas DBD antara
lain:
Masa-masa kritis demam berdarah adalah pada hari kelima. Jika tidak tertangani
dengan baik maka trombosit akan turun dengan hebat dan memungkinkan terjadinya
shock meskipun demamnya kadang sudah turun, karena itu tetap harus diwaspadai.
Shock inilah yang menyebabkan kematian.
Tanda-tanda shock pada
DBD adalah:
Pengobatan DBD sebenanya cukup dengan istirahat dan minum air yang banyak,
konsumsi parasetamol untuk menurunkan demam serta tidak perlu mengonsumsi
antibiotik karena DBD disebabkan oleh virus.
Tidak ada jaminan jika pernah terkena demam berdarah tidak akan terkena lagi.
Karena itu tetap jaga lingkungan sekitar, konsumsi air sesuai kebutuhan dan
waspadai setiap gejala yang muncul pada tubuh.
(mer/ir)