Kematian Akibat Demam Berdarah Naik Dua Kali Lipat

1 view
Skip to first unread message

|E|D|Y|

unread,
Oct 17, 2010, 11:47:29 PM10/17/10
to bali-...@googlegroups.com

Kematian Akibat Demam Berdarah Naik Dua Kali Lipat

Merry Wahyuningsih - detikHealth

 

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Badan kesehatan dunia (WHO) memperingatkan negara-negara untuk bertindak mengatasi masalah demam berdarah. Jika tidak ada tindakan maka situasi akan semakin memburuk karena kini jumlah kematian akibat demam berdarah sudah lebih dari dua kali lipat dalam satu dekade terakhir.

WHO mengatakan wabah demam berdarah (DB) sekarang telah menjadi ancaman utama bagi kesehatan masyarakat global.

Lebih dari 2,5 miliar penduduk dunia berisiko terkena penyakit demam berdarah, dengan mayoritas atau 70 persen populasi hidup di kawasan Asia Pasifik.

Dengue adalah penyakit yang serius seperti flu yang ditularkan oleh nyamuk. Dengue dapat berkembang menjadi demam berdarah dengue (DBD) yang bisa berakibat fatal. Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

"Sumber daya nasional harus dimobilisasi untuk mempertahankan pencegahan dan pengontrolan demam berdarah, serta profil penyakit harus dinaikkan dalam rangka kesehatan global untuk merangsang minat para lembaga dan donor internasional," jelas Dr Shin Young-soo, Direktur Regional WHO, seperti dilansir dari BBC News, Senin (18/10/2010).

Menurut Dr Shin, perang melawan penyakit ini adalah masalah semua orang karena jumlah kasus di Pasifik Barat telah lebih dari dua kali lipat selama 10 tahun terakhir.

"Tahun ini saja, telah ada peningkatan yang signifikan di banyak negara. Rakyat Republik Demokratik Laos dan Filipina adalah yang tampaknya sangat terpengaruh," lanjut Dr Shin.

Dr Shin mengatakan, dua per lima penduduk dunia berada pada risiko demam berdarah. Dari jumlah 2,5 miliar orang, lebih dari 70 persennya hidup di negara-negara Asia Pasifik.

Peningkatan jumlah wabah ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk suhu dan curah hujan yang lebih tinggi, yang menyebabkan kondisi perkembangbiakan sempurna bagi nyamuk yang membawa penyakit.

Selain itu, pertumbuhan penduduk terutama di kota besar dan perjalanan internasional yang meningkat oleh individu terinfeksi juga bisa menjadi alasan peningkatan wabah demam berdarah.

DBD bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Beberapa orang yang terinfeksi virus ini ada yang menimbulkan gejala, tapi ada juga yang tidak bergejala sama sekali.

Gejala khas DBD antara lain:

  1. Keluhan demam tinggi secara terus-menerus selama 2 hari atau lebih
  2. Nafsu makan berkurang
  3. Ada riwayat DBD pada lingkungan sekitar dalam jarak 200-400 meter
  4. Ada pola deman yang khas, menyerupai punuk unta
  5. Adanya kebocoran plasma darah, yang terlihat dari bintik-bintik merah di tubuh atau bagian tubuh lain
  6. Hepatomegali (pembesaran hati)
  7. Kegagalan sikulasi


Masa-masa kritis demam berdarah adalah pada hari kelima. Jika tidak tertangani dengan baik maka trombosit akan turun dengan hebat dan memungkinkan terjadinya shock meskipun demamnya kadang sudah turun, karena itu tetap harus diwaspadai. Shock inilah yang menyebabkan kematian.

Tanda-tanda shock pada DBD adalah:

  1. Tampak gelisah dan lemah
  2. Kesadaran menurun
  3. Napas cepat
  4. Dapat disertai nyeri perut
  5. Perfusi perifer atau capillary refill (tingkat isi ulang darah kapiler kosong) menurun
  6. Nadi cepat dengan volume mengecil
  7. Tekanan darah dan tekanan nadi menurun
  8. Ujung tangan dan kaki terasa dingin
  9. Diuresis (kelainan pada sistem urinase dalam memproduksi urine) berkurang


Pengobatan DBD sebenanya cukup dengan istirahat dan minum air yang banyak, konsumsi parasetamol untuk menurunkan demam serta tidak perlu mengonsumsi antibiotik karena DBD disebabkan oleh virus.

Tidak ada jaminan jika pernah terkena demam berdarah tidak akan terkena lagi. Karena itu tetap jaga lingkungan sekitar, konsumsi air sesuai kebutuhan dan waspadai setiap gejala yang muncul pada tubuh.



(mer/ir)

 

 

image001.jpg
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages